29
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN HASIL
PENELITIAN
A. Hasil Penelitian
1. Gambaran Umum Objek a. Sejarah Singkat Masjid
Masjid Al-Ummah beridiri pada tanggal 15 April 1980, beralamat di Jalan Jl. Arjuna VI Sel, Pemurus Dalam, Banjarmasin Selatan. Masjid Al-Ummah merupakan salah satu Masjid Muhammadiyah yang ada di Banjarmasin. Bangunan utama (tengah) khusus tempat ibadah, disebelah kanan tempat menyimpan peralatan masjid, sedangkan bangunan yang berada disebelah kiri terdapat ruang sekretariat pengelolaan masjid, tempat beristirahat. Seperti yang kita tahu sumber utama dari keuangan setiap masjid pasti berasal dari infaq harian, infaq jumatan, maupun infaq dari masyarakat sekitar. Masjid ini tentu memiliki keuangan yang tidak sedikit. Pemasukan dari infaq juga tidak tertentu jumlahnya setiap waktu ataupun setiap hari. Pengeluaran pada masjid ini juga tentu tidak sedikit, seperti yang kita tahu Masjid Al-Ummah sendiri memiliki fasilitas yang terbilang lumayan lengkap.
b. Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah sebuah susunan yang menggambarkan suatu hubungan pekerjaan dalam sebuah organisasi yang ada pada masyarakat. Dengan adanya struktur organisasi kita dapat melihat pembagian kerja yang ada pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin.
Bagan 4.1 Struktur Organisasi Masjid Al-Ummah Banjarmasin Sumber: Masjid Al-Ummah Banjarmasin
Berdasarkan struktur organisasi diatas, dapat dilihat bahwa struktur organisasi yang diterapkan oleh Masjid Al-Ummah Banjarmasin adalah struktur organisasi garis, hal tersebut dikarenakan struktur organisasi Masjid Al-Ummah Banjarmasin memiliki sistem yang berjalan dari atas ke bawah. Berikut wewenang dan tanggung jawab masing-masing pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin:
1. Ketua
Ketua memiliki beberapa tugas dan wewenang, diantaranya:
a. Memegang wewenang, bertanggung jawab dalam memimpin kegiatan sehari-hari kepengurusan masjid.
b. Memegang wewenang, bertanggung jawab dalam memimpin administrasi kepengurusan masjid, meliputi Kepegawaian, Keuangan, Perlengkapan, Ketatausahaan, Bangunan dan alat-alat Rumah Tangga Masjid. KETUA SEKRETARIS BENDAHARA Bidang Pengelolaan dan Pembangunan Fisik Bidang Pemakmuran Masjid Bidang Pemeliharaan Masjid Bidang Perpustakaan, Dokumentasi IT
c. Melaksanakan fungsi Manajerial, yang meliputi Perencanaan, Pembuatan keputusan, Pengesahan, Pengkoordinasian dalam penyempurnaan bagi tercapainya seluruh tujuan kegiatan masjid. d. Menghadiri dan Menyelenggarakan hubungan keluar.
2. Sekretaris
Sekretaris memiliki beberapa tugas dan wewenang, diantaranya: a. Melakukan fungsi Manajerial dalam bidang administrasi.
b. Memimpin administrasi umum yang meliputi Ketatausahaan, Keuangan, Perlengkapan, Dokumentasi alat-alat Rumah Tangga. c. Mendokumentasikan semua kegiatan, mengatur dan mengelola sistem
dokumentasi.
d. Memberikan atau melayani permintaan data yang telah didokumentasikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
e. Membuat laporan pertanggung jawaban. 3. Bendahara
Bendahara memiliki beberapa tugas dan wewenang, diantaranya: a. Mengurus administrasi keuangan masjid, menerima sumbangan
langsung dari jemaah atau melalui pengurus masjid lainnya dan mengalokasikan pos-pos keuangan yang tepat.
b. Mempersiapkan rencana-rencana pengeluaran tunai, menyelesaikan dan melaksanakan tugas pembangunan keuangan.
c. Membuat dan membacakan laporan keuangan dan disampaikan pada sidang jumat baik secara lisan maupun dengan membuat neraca keuangan dipapan tulis yang mudah dilihat dan diketahui oleh jemaah. 4. Bidang Pengelolaan dan Pembangunan Fisik
a. Seksi Perencanaan dan Pembangunan Fisik
Tugas dari Seksi Perencanaan dan Pembangunan Fisik antara lain: 1) Merencanakan dan mempersiapkan langkah-langkah
pembangunan fisik dan melaksanakan menurut kemampuan yang ada.
3) Memberi laporan pertanggung jawaban kepada ketua. b. Seksi Usaha dan Dana
Tugas dari Seksi Usaha dan Dana antara lain:
1) Memikirkan pengadaan dan melaksanakan usaha-usaha produktif.
2) Memikirkan pengadaan sumber dana dan melaksanakan bagaimana uang bisa masuk ke kas masjid.
3) Memberi saran-saran dan petunjuk untuk mempererat hubungan kepengurusan masjid dengan para jemaah dan para donatur, sehingga kelangsungan dana dapat terjamin. c. Seksi Dokumentasi
Tugas dari Seksi Dokumentasi antara lain:
1) Mendokumentasikan semua kegiatan, laporan kegiatan dan personil yang terlibat.
2) Membuat foto-foto, rekaman ceramah dan sebagainya, serta mengumpulkan sebagai dokumentasi.
3) Mengatur dan mengelola sistem dokumentasi.
4) Memberikan atau melayani permintaan data-data yang telah didokumentasikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, untuk hal-hal khusus harus mendapat persetujuan ketua.
5) Membuat laporan pertanggung jawaban kepada ketua. 5. Bidang Pemakmuran Masjid
a. Seksi Peribadatan
Tugas dari Seksi Peribadatan antara lain:
1) Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan tertib jumat dan berusaha mencari pengganti khatib apabila khatib yang telah ditentukan atau ditunjuk tidak bisa datang.
2) Menyusun jadwal imam dan muadzin utnuk shalat jumat pertahun atau sesuai dengan kebutuhan.
4) Membina komunikasi antara jamaah dengan pengurus majlis ta’lim, pengajian tafsir atau terjemah Al qur’an. 5) Mengawasi dan mengontrol pelaksanaan kegiatan agar
tetap sesuai dengan norma-norma islam.
6) Mewadahi aspirasi jemaah untuk mengembangkan dan membina aktivitas masjid terutama yang berhubungan dengan peribadatan.
7) Membuat laporan kepada ketua.
b. Seksi Dakwah dan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Tugas dari Seksi Dakwah dan PHBI antara lain:
1) Mempersiapkan fasilitas-fasilitas yang diperlukan dalam pelaksanaan dalam acara-acara wirid pengajian atau ceramah agama dan Peringatan Hari Besar Islam.
2) Merencanakan, membuat, dan menjadwalkan materi dakwah sesuai kebutuhan, serta mengusahakan mencari guru atau Muballighnya.
3) Menyusun kepanitiaan Peringatan Hari Besar Islam (bila diperlukan).
4) Merencanakan agenda kegiatan.
5) Membimbing dan mengarahkan acara-acara sesuai dengan tujuan.
6) Mengadakan kontrol dan evaluasi terhadap pelaksanaan acara dan mengusahakan pengembangannya.
7) Membuat laporan pertanggung jawaban. c. Seksi Sosial Kemasyarakatan
Tugas dari Seksi Sosial Kemasyarakatan antara lain:
1) Membantu Ketua Masjid dalam pelayanan hubungan masyarakat.
2) Mengkoordinir dan melaksanakan mengurus zakat, qurban, kematian, menjenguk orang sakit, ta’ziah, membantu fakir miskin atau yatim piatu.
3) Menampung aspirasi masyarakat dan menyampaikan kepada Ketua Masjid.
4) Memberi saran-saran pelaksanaan program-program sesuai dengan aspirasi masyarakat.
6. Bidang Pemeliharaan a. Seksi Keamanan
Tugas dari Seksi Keamanan antara lain:
1) Bertanggung jawab menjaga dan memlihara fasilitas dan perlengkapan masjid.
2) Menjaga keamanan pada acara-acara tertentu, seperti acara PHBI.
3) Memprogramkan dan mengkoordinir tempat parkir, baik parkir kendaraan dan mobil maupun parkir sepatu dan sendal.
4) Menjaga keamanan secara umum terhadap aktivitas masjid. b. Seksi Pemeliharaan dan Kebersihan
Tugas dari Seksi Pemeliharaan dan Kebersihan antara lain:
1) Memprogramkan pembuatan dan memelihara taman dan penghijauan pekarangan masjid atau pembuatan pagar, suapaya masjid tampak indah.
2) Menjaga kebersihan ruangan masjid, tikar, shalat, tempat wudhu, dan sebagainya.
3) Membuat jadwal gotong royong. c. Seksi Perlengkapan dan Peralatan Masjid
Tugas dari Seksi Perlengkapan dan Peralatan Masjid antara lan: 1) Mendata dan melaksanakan pengadaan barang atau
perlengkapan masjid yang dibutuhkan.
2) Mengelola alat-alat atau perlengkapan masjid yang dipinjam atau disewakan kepada jemaah.
7. Bidang Perpustakaan Masjid
Tugas dari Bidang Perpustakaan antara lain:
1) Mendirikan dan membina perpustakaan masjid dan membentuk kepengurusannya atau petugasnya.
2) Melaksanakan pengadaan buku-buku yang dibutuhkan. 8. Bidang Dokumentasi IT
Tugas dari Bidang Dokumentasi IT antara lain:
1) Meliput atau mendokumentasikan kegiatan-kegiatan penting yang dilaksanakan di Masjid Al-Ummah Banjarmasin dalam bentuk foto atau video.
2) Mendesain ulang dan memanfaatkan mading di Masjid Al-Ummah Banjarmasin.
3) Membuat website atau blog untuk Masjid Al-Ummah Banjarmasin.
2. Penerapan Sistem Akuntansi Penerimaan dan Pengeluaran Kas pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin.
Pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin pencatatannya masih sangat sederhana yaitu seluruh transaksi dicatat dibuku penerimaan dan pengeluaran kas, bukti-bukti transaksi pemasukan dan pengeluaran kas dikumpulkan disetiap harinya ini menyebabkan kemungkinan rusak atau hilang, perhitungan yang tidak akurat, dan waktu yang tidak efisien untuk mengetahui pemasukan dan pengeluaran dalam waktu tertentu.
Prosedur penerimaan dan pengeluaran kas yang terjadi pad Masjid Al-Ummah Banjarmasin yaitu prosedur penerimaan dan pengeluaran kas. Penerapan sistem penerimaan dan pengeluaran kas terdiri dari deskripsi pokok, informasi yang diperlukan manajemen, fungsi yang terkait, jaringan prosedur yang membentuk sistem, dokumen yang digunakan, catatan akuntansi, bagan alir dokumen, dan unsur pengendalian intern.
a. Penerimaan Kas pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin
1) Deskripsi Pokok
Penerimaan kas pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin ini didapat dari zakat, infaq/shodaqoh, waqaf, donatur, sumbangan pemerintah dan sumber dana lainnya.
2) Informasi yang Diperlukan Manajemen
Informasi yang diperlukan manajemen dalam penerimaan kas adalah laporan penerimaan kas dalam satu periode.
3) Fungsi yang Terkait
Fungsi yang terkait pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin dalam penerapan penerimaan kas adalah:
a) Bendahara
Menerima uang yang diperoleh dari zakat, infaq/shodaqoh, waqaf, donatur, sumbangan pemerintah dan sumber dana lainnya.
b) Sekretaris
Mencatat semua transaksi penerimaan kas Masjid Al-Ummah Banjarmasin.
c) Ketua
Mengatur transaksi penerimaan kas pada Masjid AL-Ummah Banjarmasin.
4) Jaringan Prosedur
Jaringan prosedur pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin dalam penerapan penerimaan kas adalah:
a) Prosedur Penerimaan Kas
Prosedur ini dilakukan oleh bendahara yang bertanggung jawab untuk menerima sumbangan langsung dari jemaah atau melalui pengurus masjid lainnya.
Prosedur ini dilakukan oleh sekretaris yang bertanggung jawab melakukan pencatatan yang ditulis secara sistematis dari transaksi yang terjadi setiap hari.
5) Dokumen yang Digunakan dalam Catatan Akuntansi
Dalam setiap penerimaan kas, pencatatan transaksi yang dilakukan hanya menggunakan Buku Kas Umum.
6) Catatan Akuntansi
Catatan akuntansi yang digunakan dalam penerimaan kas pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin adalah buku kas umum. Dokumen ini digunakan untuk mencatat transaksi penerimaan dan pengeluaran kas. Berikut gambar buku kas umum pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin.
Gambar 4.1 Buku Kas Umum
7) Bagan Alir Dokumen
Bagan alir dokumen penerimaan kas pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin sebagai berikut:
Gambar 4.2 Bagan Alir Dokumen Penerimaan Kas Sumber: Masjid Al-Ummah Banjarmasin
Berdasarkan bagan alir dokumen diatas, dapat dijelaskan sebagi berikut:
a) Bendahara menerima uang dari donatur.
b) Membuat dua bukti Tanda Terima dan memberikan salah satu bukti Tanda Terima itu kepada donatur.
c) Membuatkan laporan keuangannya. d) Memvalidasi laporan keuangan.
e) Penyampaian laporan kas masuk kepada publik. f) Pembuatan laporan kas masuk.
8) Sistem Pengendalian Intern a) Struktur Organisasi
Organisasi yang ada pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin sudah cukup baik walaupun tidak mempunyai Penasehat dan Wakil Ketua.
b) Sistem Otorisasi dan Prosedur Pencatatan
Sistem otorisasi yang ada pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin sudah baik. Hal ini dapat dilihat dari setiap dokumen pada kegiatan pelaporan keuangan harus mendapatkan otorisasi oleh ketua.
Prosedur pencatatan pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin menggunakan metode yang masih manual.
c) Praktik yang Sehat
1) Bukti laporan keuangan yang telah dikeluarkan harus diperiksa terlebih dahulu oleh bagian manajemen sebelum dimasukan ke laporan kas masuk.
2) Memberikan bukti tanda terima kepada donatur pada hari yang sama.
d) Pengurus Masjid yang Mutunya Sesuai dengan Tanggung Jawabnya
Semua pengurus masjid yang bekerja pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin sudah memliki fungsi dan tanggung
jawab masing-masing berdasarkan kemampuan yang dimiliki.
b. Pengeluaran Kas pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin
1) Deskripsi Pokok
Pengeluaran kas rutin yang terjadi pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin ialah untuk membeli persediaan air mineral, membayar petugas kegiatan ibadah jumat, membayar ustadz ceramah rutin yang diadakan, dan sebagainya.
2) Informasi yang Diperlukan Manajemen
Informasi yang diperlukan manajemen dalam pengeluaran kas adalah laporan pengeluaran kas dalam satu periode.
3) Fungsi yang Terkait
Fungsi yang terkait pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin dalam penerapan pengeluaran kas adalah:
a) Bendahara
Mengeluarkan uang untuk kepentingan masjid. b) Sekretaris
Mencatat semua transaksi pengeluaran kas Masjid Al-Ummah Banjarmasin.
c) Ketua
Mengatur transaksi pengeluaran kas pada Masjid AL-Ummah Banjarmasin.
4) Jaringan Prosedur
Jaringan prosedur pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin dalam penerapan penerimaan kas adalah:
c) Prosedur Pengeluaran Kas
Prosedur ini dilakukan oleh bendahara yang bertanggung jawab untuk mempersiapkan rencana-rencana pengeluaran tunai.
d) Prosedur Pencatatan Kas
Prosedur ini dilakukan oleh sekretaris yang bertanggung jawab melakukan pencatatan yang ditulis secara sistematis dari transaksi yang terjadi apabila dibutuhkan.
5) Dokumen yang Digunakan dalam Catatan Akuntansi
Dalam setiap pengeluaran kas, pencatatan transaksi yang dilakukan hanya menggunakan Buku Kas Umum.
6) Catatan Akuntansi
Catatan akuntansi yang digunakan dalam pengeluaran kas pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin adalah buku kas umum. Dokumen ini digunakan untuk mencatat transaksi penerimaan dan pengeluaran kas. Berikut gambar buku kas umum pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin.
Gambar 4.3 Buku Kas Umum
7) Bagan Alir Dokumen
Bagan alir dokumen pengeluaran kas pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin sebagai berikut:
Gambar 4.4 Bagan Alir Dokumen Pengeluaran Kas Sumber: Masjid Al-Ummah Banjarmasin
Berdasarkan bagan alir dokumen diatas, dapat dijelaskan sebagi berikut:
a) Bendahara mengeluarkan uang untuk keperluan masjid. b) Menerima bukti kas keluar.
c) Membuat laporan keuangan. d) Memvalidasi laporan keuangan.
e) Menyampaikan laporan kas keluar kepada publik. f) Pembuatan laporan kas keluar.
8) Sistem Pengendalian Intern a) Struktur Organisasi
Organisasi yang ada pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin sudah cukup baik walaupun tidak mempunyai Penasehat dan Wakil Ketua.
b) Sistem Otorisasi dan Prosedur Pencatatan
Sistem otorisasi yang ada pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin sudah baik. Hal ini dapat dilihat dari setiap dokumen pada kegiatan pelaporan keuangan harus mendapatkan otorisasi oleh ketua.
Prosedur pencatatan pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin menggunakan metode yang masih manual.
c) Praktik yang Sehat
1) Bukti laporan keuangan yang telah dikeluarkan harus diperiksa terlebih dahulu oleh bagian manajemen sebelum dimasukan ke laporan kas keluar.
2) Mendapatkan bukti kas keluar dari pengeluaran yang digunakan.
d) Pengurus Masjid yang Mutunya Sesuai dengan Tanggung Jawabnya
Semua pengurus masjid yang bekerja pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin sudah memliki fungsi dan tanggung
jawab masing-masing berdasarkan kemampuan yang dimiliki.
B. Pembahasan Hasil Penelitian 1. Analisis Permasalahan
a. Analisis Sistem Penerimaan Kas pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin
Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan penulis sebelumnya, maka ditemukan beberapa kelemahan pada sistem akuntansi penerimaan kas pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin. Adapun kelemahan-kelemahan yang ditemukan adalah:
1) Informasi yang Diperlukan Manajemen
Informasi yang diperlukan manajemen selama ini hanya bukti buku kas umum. Belum ada informasi mengenai bukti-bukti seperti nota saat melakukan transaksi penerimaan kas. 2) Fungsi yang Terkait
Fungsi yang terkait pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin sudah cukup bagus, walaupun tidak ada bagian Penasehat dan Wakil Ketua tetapi tidak jadi masalah besar karena selama ini fungsi Ketua sudah bisa menangani tugas-tugas yang diberikan. 3) Jaringan Prosedur yang Membentuk Sistem
Prosedur dalam sistem penerimaan kas yang berjalan di manajemen kas Masjid Al-Ummah Banjarmasin diawali dengan adanya penerimaan donasi berupa uang dari donatur yang diterima oleh bendahara, kemudian bendahara mengeluarkan bukti kas masuk utnuk diberikan kepada donatur sebagai tanda terima donasi. Selanjutnya bendahara mencatat data donasi sebagai kas masuk di buku kas umum.
4) Dokumen yang Digunakan
Dalam setiap transaksi penerimaan yang dilakukan oleh Masjid Al-Ummah Banjarmasin, dokumen yang digunakan tidak
berupa nota tetapi pencatatan hanya menggunakan buku kas umum.
5) Catatan Akuntansi yang Digunakan
Catatan akuntansi yang digunakan dalam penerimaan kas pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin adalah buku kas umum. Dokumen ini digunakan untuk mencatat transaksi penerimaan dan pengeluaran kas.
6) Sistem Pengendalian Intern a) Struktur Organisasi
Organisasi yang ada pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin sudah cukup baik walaupun tidak mempunyai Penasehat dan Wakil Ketua.
b) Sistem Otorisasi dan Prosedur Pencatatan
Sistem otorisasi yang ada pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin sudah baik. Hal ini dapat dilihat dari setiap dokumen pada kegiatan pelaporan keuangan harus mendapatkan otorisasi oleh ketua.
Prosedur pencatatan pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin menggunakan metode yang masih manual.
c) Praktik yang Sehat
1) Bukti laporan keuangan yang telah dikeluarkan harus diperiksa terlebih dahulu oleh bagian manajemen sebelum dimasukan ke laporan kas masuk.
2) Memberikan bukti tanda terima kepada donatur pada hari yang sama.
d) Pengurus Masjid yang Mutunya Sesuai dengan Tanggung Jawabnya
Semua pengurus masjid yang bekerja pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin sudah memliki fungsi dan tanggung jawab masing-masing berdasarkan kemampuan yang dimiliki.
b. Analisis Sistem Pengeluaran Kas pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin
Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan penulis sebelumnya, maka ditemukan beberapa kelemahan pada sistem akuntansi pengeluaran kas pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin. Adapun kelemahan-kelemahan yang ditemukan adalah:
1) Informasi yang Diperlukan Manajemen
Informasi yang diperlukan manajemen selama ini hanya bukti buku kas umum. Belum ada informasi mengenai bukti-bukti seperti nota saat melakukan transaksi pengeluaran kas. 2) Fungsi yang Terkait
Fungsi yang terkait pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin sudah cukup bagus, walaupun tidak ada bagian Penasehat dan Wakil Ketua tetapi tidak jadi masalah besar karena selama ini fungsi Ketua sudah bisa menangani tugas-tugas yang diberikan. 3) Jaringan Prosedur yang Membentuk Sistem
Prosedur dalam sistem pengeluaran kas yang berjalan di manajemen kas Masjid Al-Ummah Banjarmasin diawali dengan adanya Ketua mengajukan permintaan donasi berupa dana. Kemudian bendahara memberikan donasi atau dana untuk direalisasikan sesuai dengan permintaan ketua. Setelah dana digunakan, ketua memberikan bukti kas keluar kepada bendahara untuk dibuatkan laporan rincian kas. Selanjutnya laporan rincian kas akan diserahkan kembali kepada ketua. 4) Dokumen yang Digunakan
Dalam setiap transaksi penerimaan yang dilakukan oleh Masjid Al-Ummah Banjarmasin, dokumen yang digunakan tidak berupa nota tetapi pencatatan hanya menggunakan buku kas umum.
5) Catatan Akuntansi yang Digunakan
Catatan akuntansi yang digunakan dalam pengeluaran kas pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin adalah buku kas umum. Dokumen ini digunakan untuk mencatat transaksi penerimaan dan pengeluaran kas.
6) Sistem Pengendalian Intern a) Struktur Organisasi
Organisasi yang ada pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin sudah cukup baik walaupun tidak mempunyai Penasehat dan Wakil Ketua.
b) Sistem Otorisasi dan Prosedur Pencatatan
Sistem otorisasi yang ada pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin sudah baik. Hal ini dapat dilihat dari setiap dokumen pada kegiatan pelaporan keuangan harus mendapatkan otorisasi oleh ketua.
Prosedur pencatatan pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin menggunakan metode yang masih manual.
c) Praktik yang Sehat
1) Bukti laporan keuangan yang telah dikeluarkan harus diperiksa terlebih dahulu oleh bagian manajemen sebelum dimasukan ke laporan kas keluar.
2) Mendapatkan bukti kas keluar dari pengeluaran yang digunakan.
d) Pengurus Masjid yang Mutunya Sesuai dengan Tanggung Jawabnya
Semua pengurus masjid yang bekerja pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin sudah memliki fungsi dan tanggung jawab masing-masing berdasarkan kemampuan yang dimiliki.
2. Alternatif Pemecah Masalah
a. Gambaran Umum Sistem yang Disarankan
Sistem yang disarankan ini diberi nama Sistem Informasi Penerimaan dan Pengeluaran kas Masjid Al-Ummah Banjarmasin.
Sistem informasi ini adalah sebuah sistem informasi komputerisasi yang dirancang untuk menunjang aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas seperti pengelolaan data transaksi keuangan dan juga sebagai media penghasil informasi penerimaan dan pengeluaran kas dengan memanfaatkan teknologi komputer. Berikut adalah rincian mengenai gambaran sistem:
1) Data yang Dikelola
a) Data transaksi penerimaan kas. b) Data transaksi pengeluaran kas 2) Pengguna Sistem
Bendahara, yaitu pengurus DKM yang mempunyai jabatan sebagai pengelola segala hal mengenai keuangan masjid.
3) Keluaran Sistem
Laporan penerimaan kas, laporan pengeluaran kas, dan laporan rekapitulasi.
b. Perancangan Prosedur yang Disarankan
Perancangan prosedur ini akan memberikan gambaran mengenai proses-proses dan aliran data apa saja yang akan terlibat dalam sistem informasi penerimaan dan pengeluaran kas.
Berikut adalah prosedur-prosedur yang disarankan dalam sistem informasi penerimaan dan pengeluaran kas yang dimodelkan dalam flowchart.
1) Prosedur Penerimaan Kas yang Disarankan
a) Donatur langsung bertransaksi dengan Bendahara. b) Data penerimaan kas kemudian diolah ke dalam sistem
c) Bendahara kemudian mencetak bukti penerimaan kas dan diserahkan kepada Donatur sebagai bukti penerimaan kas.
d) Bendahara mencetak laporan penerimaan kas untuk diserahkan kepada Ketua secara periodik.
2) Prosedur Pengeluaran Kas yang Disarankan
a) Seksi Usaha dan Dana yang membutuhkan dana langsung menghadap Bendahara.
b) Bendahara menyerahkan uang yang diperlukan kepada seksi yang memohon dana.
c) Data pengeluaran kas kemudian diolah ke dalam sistem oleh Bendahara.
d) Bendahara kemudian mencetak laporan pengeluaran kas untuk diserahkan kepada Ketua secara periodik.
c. Flowchart Penerimaan Kas yang Disarankan
Gambar 4.5 Flowchart Penerimaan Kas yang Disarankan Sumber: Penulis
d. Flowchart Pengeluaran Kas yang Disarankan
Gambar 4.6 Flowchart Pengeluaran Kas yang Disarankan Sumber: Penulis
e. Laporan Penerimaan Kas yang Disarankan
Laporan ini berisikan tanggal transaksi, kode bukti transaksi kas masuk, nama donatur, keterangan transaksi dan jumlah pemasukan.
Tampilan setelah laporan penerimaan kas dicetak: Gambar 4.7 Laporan Penerimaan Kas yang Disarankan Sumber: Penulis
f. Laporan Pengeluaran Kas yang Disarankan
Laporan ini berisikan tanggal transaksi, kode bukti transaksi kas keluar, keterangan transaksi dan jumlah pengeluaran.
Tampilan setelah laporan pengeluaran kas dicetak: Gambar 4.9 Laporan Pengeluaran Kas yang Disarankan Sumber: Penulis
Gambar 4.10 Cetak Laporan Pengeluaran Kas yang Disarankan Sumber: Penulis
g. Laporan Rekapitulasi yang Disarankan
Laporan ini berisikan tanggal transaksi, kode bukti transaksi kas masuk dan kas keluar, keterangan transaksi, jumlah pemasukan dan pengeluaran serta saldo akhir.
Tampilan setelah laporan rekapitulasi dicetak:
Gambar 4.11 Laporan Rekapitulasi yang Disarankan Sumber: Penulis
h. Sistem Informasi Pengelolaan Kas Berbasis Komputerisasi
1) Perancangan Sistem Basis Data
Perancangan sistem basis data merupakan proses pembentukan basis data yang sangat menentukan bagi terciptanya sistem informasi yang baik. Dalam merancang sistem basis data dibutuhkan teknik normalisasi. Berikut adalah tahapan normalisasi yang digunakan:
a) Bentuk Tidak Normal (Unnormalized Form)
Bentuk ini merupakan semua kumpulan field berdasarkan data atau sumber yang ada. Berikut ini field yang digunakan dalam desain program aplikasi pengelolaan kas.
Tabel 4.1 Tabel Unnormalized
No. Nama Field
1 id 2 header_id 3 ket 4 jumlah 5 kode 6 tanggal 7 nm_donatur 8 status 9 petugas 10 kd_jabatan 11 nm_jabatan 12 pemasukan 13 pengeluaran 14 saldo 15 kd_petugas 16 nm_petugas 17 tmpt_lahir 18 tgl_lahir 19 alamat 20 jk 21 jabatan 22 no_telp 23 thn_jabatan
b) Bentuk Normal Pertama (1NF)
Tabel dikatakan dalam bentuk normal pertama jika setiap atribut bernilai tunggal (Atomic Value) untuk setiap barisnya.berikut ini merupakan bentuk Normal Pertama
Tabel 4.2 Tabel Normal Pertama
Tabel Petugas No. Nama Field
1 id 2 kd_petugas 3 nm_petugas 4 tmpt_lahir 5 tgl_lahir 6 alamat 7 jk 8 jabatan_id 9 no_telp 10 status 11 thn_jabatan 24 username 25 password 26 level Tabel Jabatan
No. Nama Field
1 id
2 kd_jabatan 3 nm_jabatan 4 ket
Gambar 4.13 Relasi antar tabel Sumber: Penulis
Penjelasan dari gambar relasi antar tabel diatas adalah sebagai berikut: a) Tabel Kas
Gambar 4.14 Tabel Kas Sumber: Penulis
Keterangan:
Nama Tabel : kas Jumlah Field : 9
Fungsi : Menyimpan data transaksi penerimaan dan pengeluaran kas b) Tabel Detail Kas
Keterangan:
Nama Tabel : d_kas Jumlah Field : 4
Fungsi : Menyimpan transaksi penerimaan dan pengeluaran kas
c) Tabel Header Kas
Keterangan:
Nama Tabel : h_kas
Gambar 4.15 Tabel Detail Kas Sumber: Penulis
Gambar 4.16 Tabel Header Kas Sumber: Penulis
Jumlah Field : 7
Fungsi : Menyimpan transaksi penerimaan dan pengeluaran kas
d) Tabel Saldo Kas
Keterangan:
Nama Tabel : saldo_kas Jumlah Field : 2
Fungsi : Menyimpan saldo penerimaan dan pengeluaran kas
e) Tabel Petugas
Gambar 4.17 Tabel Header Kas Sumber: Penulis
Gambar 4.18 Tabel Petugas Sumber: Penulis
Keterangan:
Nama Tabel : petugas Jumlah Field : 11
Fungsi : Menyimpan data petugas
f) Tabel Jabatan
Keterangan:
Nama Tabel : jabatan Jumlah Field : 4
Fungsi : Menyimpan data jabatan
2) User Interface
User Interface merupakan bentuk tampilan grafis yang berhubungan langsung dengan pengguna. Berikut ini tampilan program aplikasi pengelolaan kas pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin yang dibuat oleh penulis:
Gambar 4.19 Tabel Jabatan Sumber: Penulis
a) Form Login
b) Form Data Kas
Form Data Kas digunakan untuk menampilkan data transaksi penerimaan dan pengeluaran kas beserta saldo akhir. Untuk melihat data yang lebih rincinya, bisa dilihat lewat Kode Kas. Berikut tampilannya:
Gambar 4.20 Form Login Sumber: Penulis
Gambar 4.21 Form Data Kas Sumber: Penulis
c) Form Transaksi Penerimaan Kas
Form Transaksi Penerimaan Kas ini akan diinput oleh pengguna, data-data dalam transaksi ini digunakan untuk pembuatan laporan penerimaan kas dan laporan rekapitulasi.
Gambar 4.22 Form Detail Kas Sumber: Penulis
Gambar 4.23 Form Transaksi Penerimaan Sumber: Penulis
d) Form Transaksi Pengeluaran Kas
Form Transaksi Pengeluaran Kas ini akan diinput oleh pengguna, data-data dalam transaksi ini digunakan untuk pembuatan laporan pengeluaran kas dan laporan rekapitulasi.
.
Gambar 4.24 Form Transaksi Pengeluaran Sumber: Penulis
e) Form Laporan Penerimaan Kas
Form Laporan Penerimaan Kas ini digunakan untuk melihat laporan penerimaan kas yang terjadi pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin. Untuk mencetak laporan ini klik tombol Cetak Laporan. Berikut tampilan dari cetak laporan penerimaan kas:
Gambar 4.25 Form Laporan Penerimaan Kas Sumber: Penulis
Gambar 4.26 Form Cetak Laporan Penerimaan Kas Sumber: Penulis
f) Form Laporan Pengeluaran Kas
Form Laporan Pengeluaran Kas ini digunakan untuk melihat laporan pengeluaran kas yang terjadi pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin. Untuk mencetak laporan ini klik tombol Cetak Laporan. Berikut tampilan dari cetak laporan pengeluaran kas:
Gambar 4.27 Form Laporan Pengeluaran Kas Sumber: Penulis
Gambar 4.28 Form Cetak Laporan Pengeluaran Kas Sumber: Penulis
g) Laporan Rekapitulasi
Form Laporan Rekapitulasi ini digunakan untuk melihat semua data transaksi penerimaan dan pengeluaran kas yang terjadi pada Masjid Al-Ummah Banjarmasin. Biasanya laporan rekapitulasi ini dicetak tiap akhir tahun. Untuk mencetak laporan ini klik tombol Cetak Laporan. Berikut tampilan dari cetak laporan rekapitulasi:
Gambar 4.29 Form Laporan Rekapitulasi Sumber: Penulis
Gambar 4.30 Form Cetak Laporan Rekapitulasi Sumber: Penulis