• Tidak ada hasil yang ditemukan

DEWAN PERWAKILAN DAERAH REPUBLIK INDONESIA RISALAH SIDANG PARIPURNA KE-7 MASA SIDANG II TAHUN SIDANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DEWAN PERWAKILAN DAERAH REPUBLIK INDONESIA RISALAH SIDANG PARIPURNA KE-7 MASA SIDANG II TAHUN SIDANG"

Copied!
50
0
0

Teks penuh

(1)

Nomor : DPD.220/SP/7/2012

DEWAN PERWAKILAN DAERAH REPUBLIK INDONESIA

---

RISALAH

SIDANG PARIPURNA KE-7

MASA SIDANG II TAHUN SIDANG 2012-2013

DEWAN PERWAKILAN DAERAH REPUBLIK INDONESIA

I. KETERANGAN

1. Hari : Selasa

2. Tanggal : 20 November 2012 3. Waktu : 14.25 WIB – Selesai 4. Tempat : Gedung Nusantara V 5. Pimpinan Sidang : Pimpinan DPD

1. H. Irman Gusman, SE., MBA. (Ketua)

2. Dr. Laode Ida (Wakil Ketua) 3. GKR. Hemas (Wakil Ketua)

6. Sekretaris Sidang : 1. Sekretaris Jenderal DPD (DR. Ir. Siti Nurbaya Bakar, MSc.) 2. Wakil Sekretaris Jenderal DPD (Drs. Djamhur Hidayat) 7. Panitera : Kepala Biro Persidangan II (Dra. Sri Sumarwati Isf.) 8. Acara : 1. Pembukaan Masa Sidang II 2012 - 2013.

2. Pidato Pembukaan Masa Sidang II DPD RI Tahun Sidang 2012 - 2013.

3. Laporan Kegiatan Anggota DPD RI di Daerah Pemilihan.

9. Hadir : Orang

(2)

II. JALANNYA SIDANG :

PIMPINAN SIDANG : H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA. (KETUA DPD RI)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sejahtera bagi kita semua.

Om Swastyastu.

Sidang dewan yang mulia, sebagaimana lazimnya sebelum kita memulai sidang paripurna ini marilah kita bersama-sama sejenak untuk dapat menyanyikan lagu kebangsaan kita Indonesia Raya, yang nanti dipandu oleh tim paduan suara. Dan seluruh anggota dewan yang mulia dan juga hadirin yang hadir pada ruangan ini dimohon untuk berdiri dan mari kita nyayikan lagu Indonesia Raya.

PEMBICARA : PADUAN SUARA Hiduplah Indonesia raya…

Indonesia tanah airku. Tanah tumpah darahku. Disanalah aku berdiri. Jadi pandu ibuku.

Indonesia kebangsaanku. Bangsa dan Tanah Airku. Marilah kita berseru. Indonesia bersatu. Hiduplah tanahku. Hiduplah negriku.

Bangsaku Rakyatku semuanya. Bangunlah jiwanya.

Bangunlah badannya. Untuk Indonesia Raya. Indonesia Raya. Merdeka Merdeka.

Tanahku negriku yang kucinta. Indonesia Raya.

Merdeka Merdeka. Hiduplah Indonesia Raya. Indonesia Raya.

Merdeka Merdeka.

Tanahku negriku yang kucinta. Indonesia Raya.

Merdeka Merdeka. Hiduplah Indonesia Raya.

(3)

PIMPINAN SIDANG : H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA. (KETUA DPD RI) Hadirin kami persilakan untuk duduk kembali.

Berdasarkan catatan daftar hadir yang disampaikan oleh sekretariat jenderal, sampai saat ini, mungkin tadi ada beberapa tadi yang datang, tapi yang tercatat di kami 70 orang hadir di ruangan ini, dan dimana tambahan keterangannya ada bertugas 3 orang, kemudian ada ijin 8 orang, dan sakit ada 2 orang. Dan Pak Wakil Ketua DPD Pak Laode Ida bersama Pak Fatwa telah menyampaikan ke saya, beliau ada acara di Muhamadiyah dalam rangka tindak lanjut daripada hasil MK terhadap BP Migas, mungkin di perjalanan. Dan juga Ibu Hemas sebentar lagi saya rasa juga telah hadir. Oleh karena itu, semua telah tanda tangan, dengan demikian sesuai dengan tatib yang mengatur kita, di ayat 1 dan 3, bahwasa sidang ini telah memenuhi syarat untuk dibuka. Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim Sidang Paripurna ke-7 Tahun Sidang 2012-2013 DPD Republik Indonesia kami buka dan dinyatakan terbuka untuk umum.

Sidang dewan yang mulia, agenda pokok Sidang Paripurna ke-7 Masa Sidang II Tahun Sidang 2012-2013, sesuai dengan jadwal acara mempunyai tiga agenda pokok; yang pertama adalah, ini adalah pembukaan masa sidang II tahun sidang 2012-2013, kemudian pidato pembukaan masa sidang II DPD tahun sidang 2012-2013, kemudian laporan kegiatan anggota DPD RI di daerah pemilihan. Jadi menurut saya ini penting semua, tentu utamanya adalah laporan kegiatan anggota DPD. Saya ingin hanya menghimbau kepada anggota semua, memang sesuai dengan jadwal kita itu memulai rapat itu jam 09.00. ini informasi diluar teks. Tetapi karena sesuatu hal kita dirubah menjadi jam 14.00. hal itu terjadi bukan karena tidak diketahui, tapi diketahui, tapi supaya memberikan informasi bahwasa kita ini harus mengalah, namanya juga numpang. Jadi kemarin di sidang Panmus sudah saya sampaikan. Jadi karena tadi pagi disini ada kegiatan MPR sehingga kita terpaksalah mengalah. Jadi inilah kondisi kita. Jadi kalau ada yang mengatakan DPD itu selama ini sudah punya gedung, jangankan di daerah, di pusat pun kita juga masih belum ada. Itulah informasi. Tapi di Panmus telah kita tugaskan pimpinan PURT dan sekjen nanti untuk mengagendakan. Jadi artinya, akibatnya tentu bergeser acara kita ke jam 14.00. Sedangkan kita tahu salah satu mekanisme kerja kita itu memang mendengarkan laporan dari seluruh Indonesia, kita harapkan semuanya juga mendengarkan, supaya ada persfektif nasionalnya, sehingga kita tahu mana hal-hal yang menjadi menyangkut persoalan nasional yang kita bisa bawa menjadi persoalan kelembagaan, maupun juga nanti persoalan-persoalan yang bisa kita hanya selesaikan pada tingkat provinsi.

Untuk itu, barangkali nanti himbauan saya, apakah sidang ini kan sesungguhnya sampai jam 10.00 malam, mudah-mudahan bisa kita sempurnakan laporan ini semaksimal mungkin sampai jam sebelum maghrib. Tapi kalau memang diperlukan ini terpaksa kita skors sidang untuk maghrib dan makan malam. Jadi mohon nanti dari sekretariat menyiapkan nasi kotak, karena kita akan lanjutkan berikutnya. Tetapi nanti akan saya lihat perkembangan dalam perjalanan di jam 05.00. Tapi kalau memang ada kesepakatan kita nanti, masing-masing daerah menyampaikan secara umum saja, kemudian nanti ditindaklanjuti sesuai mekanisme kita melalui sekjen, diserahkan melalui alat kelengkapan, sehingga kita bisa menyelesaikan semaksimal mungkin.

Itulah beberapa catatan sebelum kita memulai. Sebagaimana lazimnya seperti yang telah kita laksanakan, supaya nanti agenda-agenda sidang berikut ini yang waktunya pendek sekali, kemarin kami di Panmus menghitung cuma 20 hari, 22 hari ya lebih kurang. Jadi kita mohon betul semua kita untuk dapat memaksimalkan tugasnya, memaksimalkan jadwal-jadwal kita sampai malam apapun. Tapi supaya semua ini lancar tentu kita berharap, kita berdoa, mudah-mudahan masa sidang II tahun sidang 2012-2013 akhir tahun ini bisa kita

(4)

laksanakan tugas-tugas konstitusional kita. Untuk itu kita mohon kepada Pak Kyai Sofyan Yahya dari Provinsi Jawa Barat untuk dapat memimpin doa, dan kepada semua kita bisa mengikuti. Untuk itu waktu dan tempat kami persilakan.

PEMBICARA : KH. SOFYAN YAHYA, MA. (JAWA BARAT)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pimpinan dan para anggota dewan yang berbahagia.

Marilah kita memanjatkan doa kehadirat Allah SWT, mudah-mudahan tugas kita senantiasa ada didalam lindungan-Nya.

Selanjutnya bagi para anggota dewan yang terhormat yang beragama lain, dipersilakan untuk membaca doa menurut agama dan keyakinannya masing-masing. Dan saya akan membacakan doa dengan ajaran Islam.

[BAHASA ARAB]

Ya Allah, kami memohon kepada-Mu, karena sesungguhnya bagi puja dan puji Engkau yang menjadi harapan, yang mencipta langi dan bumi, yang maha luhur dan maha mulia.

Ya Allah, limpahkan shalawat atas junjungan kami, shalawat yang dapat menyelamatkan kami dari segala huru-hara dan bencana, dapat memberikan kebaikan kepada kami, dapat membersihkan kami dari kejelekan, dapat mengangkat kami ke derajat yang lebih tinggi di hadapan Engkau ya Allah.

Ya Rahman ya Rahim, Ya Allah, ampuni pula mulut kami yang sering menyakitkan perasaan orang lain, sering membohongi orang lain, sering mengajak orang lain berbuat dosa. Dengan mulut ini pula kami sering membicarakan gibah dan fitnah. Dengan mulut ini pula kami menyampaikan kesombongan, ketamakan dan keriyaan diri kami. Ampunilah seluruh kata dan perbuatan buruk yang pernah keluar dari mulut kami.

Ya Allah, ampunilah pula telinga kami yang selama ini tidak mendengarkan suara-suara yang baik, atau ucapan-ucapan yang bijak, apa jadinya diri kami bila Engkau tulikan pendengaran kami.

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa yang pernah kami lakukan kepada masyarakat dan bangsa kami. Ampunilah perbuatan jahat, laknat san maksiat dan hal-hal lain yang Engkau murkai. Ampunilah rasa malu dan kesulitan kami untuk memohon maaf kepada mereka yang pernah kami zhalimi. Gugurkanlah semua dosa kami ya Allah. Jadikanlah doa kami ini menjadi pertaubatan y ang taubatan nasuha. Bimbinglah dan tunjukanlah kami ke jalan yang baik untuk tidak mengulangi perbuatan-perbuatan yang Engkau golongkan dosa kecil, apalagi dosa besar.

Ya Allah, ampunilah dosa kami dan dosa kedua orang tua kami, serta kasihanilah mereka sebagaimana Engkau mengasihi kami, mereka mengasihi kami sewaktu kecil.

Ya Allah, kami memohon kepada-Mu ya Allah ilmu yang bermanfaat, rizki yang luas, dan kesembuhan dari segala macam penyakit.

Ya Allah, sehatkan badan kami, sehatkanlah pendengaran kami, sehatkanlah penglihatan kami, kami berlindung kepada-Mu dari kekafiran dan kemiskinan.

Ya Allah, sucikan hati kamidari berpura-pura, amalan kami dari riya, lidah kami dari dusta, dan mata kami dari khianat.

Ya Allah yang maha adil dan maha bijaksana, yang mengetahui hal yang paling baik bagi umat-Mu, karuniakanlah negeri kami pimpinan yang adil, yang beriman kepada-Mu, yang menyayangi rakyatnya, yang membenci kezhaliman, yang menegakkan kebenaran. Jauhkanlah dari negeri ini pemimpin yang zhalim, yang tidak beriman kepada-Mu.

Ya Allah ya Rahman ya Rahim, bagi kami cukup Engkau saja yang melindungi, tempat berserah diri yang baik, dan penolong yang paling baik.

(5)

[BAHASA ARAB]

PIMPINAN SIDANG : H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA. (KETUA DPD RI)

Terima kasih kita ucapkan kepada Bapak KH. Sofyan Yahya yang telah mengantarkan kita dalam memasuki masa sidang yang mulia ini.

Sidang dewan yang terhormat,

Pada kesempatan ini dari meja pimpinan perlu kami sampaikan beberapa hal untuk bisa menjadi perhatian kita bersama pada masa sidang ini. Pertama, Komite III tetap akan melanjutkan pembahasan RUU tentang Keperawatan, yang kita harapkan pada masa sidang II ini bisa diselesaikan sampai pada tahap finalisasi. Sedangkan untuk RUU tentang Kepariwisataan dapat kita selesaikan pada tahap uji sahih.

Kemudian kepada Komite IV pada masa sidang II ini, yang nanti akan membahas RUU inisiatif DPD RI tentang revisi Undang-Undang No. 33 Tahun 2004 mengenai perimbangan keuangan pusat dan daerah. Tentu kita berharap untuk RUU inisiatif ini dapat diambil keputusan, karena mengingat urgensi RUU tersebut terhadap pembangunan daerah. Disamping itu Komite IV juga akan melanjutkan pembahasan usul inisiatif DPD RI tentang revisi Undang-Undang No. 20 Tahun 1997 mengenai penerimaan negara bukan pajak.

Selain menyelesaikan tugas terkait penyusunan rancangan undang-undang, Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia juga akan menyusun beberapa pandangan pendapat, kemudian juga pertimbangan sebagai tugas konstitusional kita, kemudian juga hasil pengawasan DPD RI sesuai dengan tugas konstitusi yang diatur dalam Undang-Undang Dasar '45.

Pada masa sidang II ini Komite I akan melakukan rapat kerja untuk membahas pandangan terhadap RUU tentang Kejaksaan Republik Indonesia, kemudian RUU tentang Mahkamah Agung, kemudian RUU tentang Jabatan Notaris, serta penyusunan DIM RUU Pemda dan RUU Desa sebagai bagian dari pembahasan bagi Pemerintah dan DPR RI. Disamping itu Komite I pada masa sidang II ini juga akan melakukan finalisasi pengawasan atas pelaksanaan program e-KTP. Ini penting Bapak-Ibu sekalian, bisa menjadi dasar buat kita dalam kependudukan yang lebih tertib dan lebih transparan.

Selanjutnya Komite II akan melakukan finalisasi hasil pengawasan DPD atas pelaksanaan Undang-Undang No. 25 Tahun 2007 mengenai Undang-Undang Penanaman Modal. Kemudian mengenai Undang-Undang No. 30 Tahun 2007 tentang Energi. Kemudian juga Undang-Undang No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

Kemudian kepada Komite III, berdasarkan surat Presiden tanggal 24 September Tahun 2012, DPD RI juga akan membahas pandangan pendapat atas RUU tentang Tenaga Kesehatan. Untuk itu, dan juga untuk Komite III ini akan menyusun pandangan RUU tentang Jaringan Pengaman Sistem Keuangan. Mungkin disini maksudnya Komite IV ya? Komite IV maksudnya. Kemudian juga akan melakukan finalisasi pengawasan pelaksanaan Undang-Undang Penerimaan Negara Bukan Pajak, serta melakukan tindak lanjut Hapsem BPK Republik Indonesia Tahun 2012.

Jadi Bapak-Ibu sekalian, agak terlompat sedikit, jadi memang Komite IV ini dalam waktu 22 hari ini luar biasa sibuk, mungkin tidur pun dia harus berpikir juga masih ada waktu tidak ini untuk mengerjakan hal yang banyak ini. Tapi saya yakin dengan kebersamaan kita bersama tentu bisa kita laksanakan ini.

Kemudian mengenai Pansus Konflik Agraria dan Sumber Daya Alam juga akan melanjutkan dan mempertajam muatan kerjanya. Yang ini disesuaikan juga dengan dinamika persoalan-persoalan sumber daya alam yang mengemuka seperti yang kita temukan di banyak daerah. Kemudian tentu harapan kami persoalan terakhir mengenai migas ini yang kita mintakan untuk bisa didalami, dan tentu perkembangan dicermati sesuai dengan

(6)

persfektif Pansus. Seperti yang saya informasikan tadi, hasil keputusan judicial review MK itu sesungguhnya banyak yang sudah dilakukan oleh DPD, bahkan beberapa anggota DPD juga bagian daripada pengajuan judicial review itu, antara lain Pak Fatwa, Pak Laode dan Ibu Juniwati dan lain-lain sebagainya. Jadi agak inline dengan aspirasi dari masyarakat. Dan tentu nanti harapan kami di Komite II ini bisa kita sinergikan, sehingga DPD bisa mengambil inisiatif untuk sesuai biadangnya, supaya nanti semangat undang-undang itu sesuai dengan harapan masyarakat, tidak bertentangan dengan konstitusi.

Kalau tadi hanya disebut secara spesifik beberapa kegiatan DPD pada masa sidang ini, terutama yang terkait dengan bidang tugas dan komite, tentu artinya bukan berarti kegiatan alat kelengkapan yang lain tidak menjadi penting atau tidak menjadi prioritas. Jadi alat kelengkapan lain baik PAP, kemudian di PPUU, kita harapkan juga bisa mng sinkronisasi dan lain-lain sebagainya. Dan kita harapkan alat kelengkapan utama DPD RI ini kepada komite secara simultan dan sungguh-sungguh berfungsi sebagai mekanisme utama dalam menjalankan tugas konstitusi yang diemban kepada kita dalam lembaga yang mulia ini.

Sidang dewan yang mulia,

Pada kesempatan ini ijinkan kami menyampaikan untuk semua kita dapat memperhatikan, mencatat dan menelaah lebih lanjut dalam persfektif tugas konstitusional anggota dewan sebagai wakil daerah atas beberapa hal yang perlu kita identifikasikan bersama sebagai berikut ini. Dan ini kita harapkan bisa diartikulasikan baik secara individu maupun juga secara kelembagaan alat kelengkapan silakan untuk merespon ini. Terutama kita melihat selama bulan oktober 2012 gangguan kemanan makin muncul ditengah masyarakat. Kita melihat adanya kasus konflik horizontal diakhir bulan oktober yang terjadi di Lampung. Saya sudah berkomunikasi dengan teman-teman di Provinsi Lampung, telah melakukan kegiatannya. Mohon ini juga bisa ditindaklanjuti, masih banyak hal-hal yang perlu kita coba mencari jalan keluar sehingga persoalan-persoalan tersebut bisa kita atasi secara jangka panjang. Dan terima kasih juga Pak I Wayan Sudirta juga mengambil prakarsa untuk bagaimana meredam konflik ini. Dimana seperti kita ketahui bangsa Indonesia ini kekuatannya adalah karena perbedaan keberagaman. Dan ini harus menjadi rajutan bagi kita semua. Tentu kita harapkan DPD sebagai miniatur daripada bangsa ini mampu juga memainkan peran yang efektif dalam menjaga keberagaman bangsa ini. Dan tetnu dengan kekompakan DPD ini, miniatur yang ada di kita mewakili daerah ini, tentu kita harapkan masing-masing kita, semua kita untuk bisa mencegah potensi konflik tersebut baik di daerahnya maupun di daerah lain. Jadi kami dari meja pimpinan mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh teman-teman dari Provinsi Bali bersama Lampung, supaya pelajaran-pelajaran ini akan menjadi catatan buat kita untuk lebih meningkatkan rajutan pluralisme di bangsa kita.

Kemudian juga tidak kalah pentingnya Bapak-Ibu sekalian, masalah terorisme, ini juga masih menjadi catatan kita, kita melihat perkembangan terakhir bagaima aparat di berbagai kota khususnya di Jakarta, Bogor, Madiun dan Solo, yang mana tentu kita mengucapkan apresiasi atas kerja positif daripada kepolisian. Dan juga terakhir kita melihat adanya perkembangan aksi teroris masih juga tetap berlangsung di Poso. Untuk itu kami berharap melalui meja pimpinan kepada para anggota dewan sebagai tokoh masyarakat, sebagai wakil daerah, untuk selalu membangun kebersamaan, jalinan komunikasi, sehingga mudah-mudahan melalui lembaga inilah kita bisa merajut. Mudah-mudahan apa yang digambarkan di atas bisa kita berperan positif dalam menjaga kebersamaan bangsa ini.

Dalam konteks yang lain juga tidak kalah penting adalah bagaimana perlindungan TKI di luar negeri, yang disuarakan oleh Ibu aida Ismeth waktu terakhir pada sidang ini, saya sudah menyampaikan ke sekretariat jenderal, kebetulan waktu kemarin ini banyak sekali masa-masa liburnya, melalui Pak Parlindungan Purba dengan Ibu Darmayanti Lubis telah

(7)

melakukan prakarsa yang mengenai respon terhadap persoalan yang ada di TKI, yang di duga adanya pemerkosaan itu. Dan kita harapkan nanti bersama Komite III dan juga beberapa yang tertarik untuk masalah ini akan bisa kita lakukan, sehingga persoalan TKI ini bisa kita selesaikan secara lebih baik lagi. Ingin saya sampaikan persoalan TKI ini juga sudah kita sampaikan sewaktu kedatangan menteri hukum, perdana menteri yang bertanggungjawab terhadap parlemen di Malaysia, telah ketemu kami, bersama juga ketemu Pak Taufik Kiemas dalam waktu yang berbeda, kita mengharapkan suapay mendorong supaya diadakannya atau dirancang undang-undang pelrindungan tenaga kerja asing di Malaysia. Ini barangkali ini harus menjadi catatan kita bersama. Mudah-mudahan nanti Komite III yang menjadi ujung tombaknya (leading sector) untuk bisa melibatkan Ibu Aida Ismeth, Pak Parlindungan, Ibu Darmayanti, dan siapa saja yang tentu bisa memberikan apresiasi. Dan dalam waktu dekat Pak Muhaimin mau ketemu saya untuk membicarakan ini, dan mudah-mudahan ini bisa kita lakukan dengan baik.

Kemudian juga Bapak-Ibu sekalian, dalam satu bulan kedepan ini, dimana kita akan memasuki akhir daripada, akan berakhir tahun ini dan kita akan memasuki tahun depan, tentu kita memahami, tentu kita mengapresiasi apa yang telah berkembang secara ekonomi yang pertumbuhannya relatif cukup baik, bahkan nomor 2 tertinggi di dunia. Jadi tahun 2013 tentu kita harapkan nanti di 2012 kita harapkan tentu pertumbuhan ini bisa lebih baik lagi. Tapi bagaimanapun harapan pertumbuhan ekonomi yang tinggi tentu harus diikuti juga dengan pemerataan, sehingga tingkat kesenjangan antar daerah maupun kesenjangan antar individu juga masih bisa kita atasi. Untuk itu kami harapkan nanti pertimbangan DPD terhadap rancangan undang-undang terhadap RAPBN ini harus kita melihat pertimbangan keadilan baik antar wilayah dan sebagainya. Dan seperti juga kesepakatan kita secara politik, kita di DPD tentu politik anggarannya kita harus mendorong supaya, mendorong politik anggaran untuk pembangunan di daerah-daerah yang menurut kita perlu menjadi perhatian dari pemerintah. Inilah merupakan catatan daripada kita untuk mengenai APBN.

Kemudian juga seperti yang saya sampaikan tadi, kita mengapresiasi semua keputusan yang, kita mengapresiasi dan menghargai keputusan yang telah dikeluarkan oleh MK, khususnya dengan dihapuskannya BP Migas. Tapi tentu kita harapkan juga BP Migas itu tidak hanya berganti daripada organisasinya saya, artinya substansinya yang masih kita harus awasi, sehingga harapan daripada masyarakat supaya bagaimana minyak dan gas itu betul-betul menjadi alat untuk memakmurkan masyarakat. Jadi ini mohon untuk menjadi catatan kita. Karena bagaimanapun pada tanggal 5 April 2012 kita telah memberikan hasil pengawasan kita bagaimana mekanisme dari pada migas tersebut dari hulu sampai hilir ini, kita harapkan betul-betul sesuai dengan harapan dari pada konstitusi. Dan tentu kita harapkan penerimaan terhadap pusat, negara, maupun juga bagi hasil dengan daerah juga akan semakin meningkat. Dengan itulah Bapak-Ibu sekalian visi kita di DPD supaya singkron apa yang diperjuangkan oleh masyarakat melalui juga harapan kita. Dan mudah-mudahan tentu hak-hak konstitusional masyarakat daerah dalam hasil migas juga bisa di rasakan.

Kemudian dalam hasil pengawasan DPD juga merekomendasikan juga untuk segera merevisi Undang-Undang Migas. Untuk itu RUU usul inisiatif DPD tentang migas melalui keputusan Nomor 15 DPD tanggal 16 Desember telah kita serahkan kepada Dewan Perwakilan Daerah. Dan ini juga hasil yang telah kita laksanakan berupa Pansus Pertambangan yang telah menghasilkan grand design, kami mohon kepada melalui sekjen barangkali bagi teman-teman yang mungkin di luar komite atau di Pansus yang ingin dapat bahan tersebut menurut saya luar biasa hasilnya bisa dibagikan, sehingga tahu persis bagaimana kira-kira blue print pandangan DPD terhadap pengelolaan migas yang berbasis konstitusional untuk memakmurkan masyarakat. Sehingga nanti dalam menyampaikan komunikasi kepada konstituen kita, sesungguhnya apa yang diperjuangkan melalui kelompok-kelompok masyarakat madani juga bagian yang memang telah kita lakukan. Jadi

(8)

kita tidak terlambat, justru kita lebih awal, mungkin mengkomunikasikan ke publik kita harapkan nanti melalui komite bisa kita lebih tingkatkan Bapak-Ibu sekalian.

Selanjutnya harapan kita adalah tetap bagaimana masalah isu-isu nasional, masalah pencegahan dan pemberantasan korupsi. Dengan peran Pengawasan Akuntabilitas Publik DPD melalui PAP-nya, kemudian juga melalui artikulasi yang dilakukan oleh DPD baik melalui kaukus anti korupsi maupun juga perorangan dari kita untuk selalu terus kita dorong, sehingga kinerja dari para penegakan hukum, apakah itu Polri, Kejaksaan Agung dan KPK itu kita harus lanjutkan. Seperti yang saya sampaikan pada Panmus kemarin, saya kemarin menerima ketua dari pada Apkasi dah Ketua Apeksi, dengan di putuskannya putusan dari Mahkamah Konstitusi yang tidak memerlukan lagi ijin Presiden untuk memeriksa para pejabat daerah, kepala daerah. Dan ini membuat kekhawatiran yang sangat bagi kepala daerah dalam menjalankan tugas-tugas penyelenggaraan pemerintah daerah. Untuk itu kita harapkan melalui PAP atau juga Komite I untuk kita segera melakukan juga Rapat Kerja dengan Polri, Kejaksaan Agung maupun KPK, supaya nanti aparat hukum itu tidak merajalela, tanpa kontrol yang tepat sehingga terjadi kriminalisasi, yang itu akan memuat set

back. Dan insya Allah dalam waktu dekat pada periode 14 Desember mendatang akan

menandatangani MoU bersama Apkasi dan Apeksi, supaya nanti mekanisme antara lembaga kita dengan asosiasi para pemerintah kabupaten/kota yang akan lebih intensif lagi, sehingga apa yang di harapkan dalam rangka penyelenggaraan daerah yang baik bisa kita laksanakan.

Kemudian juga disamping itu Bapak-Ibu sekalian, sebagai unsur parlemen tentu kita tidak dapat menutup mata atas berbagai hal yang terjadi dalam hubungan interaksi diantara kita semua. Dan tentu kita mengharapkan langkah yang lebih strategis, langkah-langkah yang lebih koordinatif selalu ingin kita lanjutkan. Seperti dimana kita ketahui lembaga legislatif khususnya saudara kita DPR RI mendapat penilaian yang kurang tepat atau opini yang negatif oleh publik. Dan tentu bagaimanapun sebagai suatu rumpun tentu kita juga prihatin terhadap kondisi yang ada. Untuk itu Badan Kehormatan, maksud saya alat kelengkapan Badan Kehormatan punya suatu gawean supaya bagaimana etika kehormatan kita sebagai lembaga legislatif, kita tidak mau suatu saat juga nanti ada survey tidak mau orang tua atau suami atau pacar kita tidak bangga lagi menjadi anggota dewan, anggota DPD, ini yang ingin kita hindari. Untuk itu Badan Kehormatan akan melaksanakan sebuah semiloka yang berskala nasional yang akan mengundang seluruh stake holder dari seluruh Indonesia, khususnya Badan Kehormatan yang pada tingkat DPRD kabupaten/kota maupun juga provinsi. Jadi, ini memang langkah antisipasi sebelum kita mendapatkan getah yang lebih dalam tentu kita ingin membawa ini. Dan menurut saya ini akan baik sekali dikala tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perwakilan ini rendah DPD tampil kedepan untuk mengadakan sebuah seminar, dan tentu hasilnya akan kita bagikan kepada pihak terkait, dan mudah-mudahan kelembagaan badan kehormatan ini akan menjadi icon. Kita bukan ingin mengatakan bahwasa kita telah lebih telah baik, tapi alhamdulillah hari ini kita masih dilindungi, mudah-mudahan tentu sampai akhir daripada tugas kita, apa yang telah kita hasilkan untuk menjaga kehormatan lembaga ini tetap terjaga.

Sidang dewan yang kami muliakan. Tentu dengan berbagai masalah atau kasus yang muncul di masyarakat, yang tentu kita akan mendapat laporan melalui perwakilan ini, dan mudah-mudahan tentu ini akan menjadi catatan kita bersama. Dan tentu kita harapkan teman-teman sekalian kami mohon dari meja pimpinan kalau bisa semuanya hadir terus mengikuti apa yang di laporkan, karena ini juga bagian dari kita. Tapi kami memahami juga barangkali mau ke belakang sebentar, mau juga minum, tapi silakan kita ingin bergabung, kita menghormati juga teman-teman kita yang ingin menyampaikan.

Nah untuk itulah Bapak-Ibu sekalian, sekarang sudah menunjukkan pukul 15.00, biasa sebagaimana sebelum saya mempersilakan masing-masing dari provinsi untuk bisa menyampaikan, kami mohon waktunya harus dikelola dengan baik, kalau bisa 10 menit,

(9)

kalau 10 menit itukan berarti 6. 6 kalau setengah jam tidak cukup, jadi kita butuh waktu 4,5 jam. Tapi kalau bisa lima menit nah inikan 12 kali 2,5 jam bisa kita sampaikan. Kalau saya yakin kita hadir disini semua dan secara komplitnya nanti diserahkan ke pimpinan apapun, tapi nanti akan dilengkapi nanti oleh seketariat yang ada di setiap provinsi tanpa menghilangi makna daripada apa yang di sampaikan oleh teman-teman. Jadi dengan kesimpulan kata lain kita harapkan nanti masing-masing provinsi menyampaikan pokok-pokok pikiran apa saja ingin disampaikan dan apa yang ingin kita selesaikan. Sehingga ini pandangan yang ada di paripurna ini akan menjadi tugas-tugas kita yang lain disamping tugas yang ditugaskan oleh Panmus. Jadi apa yang saya sampaikan itu adalah hasil dengan Panmus. Panmus lah yang menentukan agenda rapat, yang tadi saya sampaikan itu adalah tugas kita harus diselesaikan RUU. Tapi disamping itu aspirasi dan artikulasi yang ingin disampaikan itu adalah merupakan juga tugas yang ingin kita sampaikan.

Baiklah Bapak-Ibu sekalian, untuk itu kami persilakan, kalau dulu kita mulai dari kiri, bagaimana kalau kita mulai dari belakang. Sudah mutar ya. Baik.

PEMBICARA : Ir. H. BAMBANG SUSILO, MM. (KALTIM) Pimpinan, B-92 Kaltim.

PIMPINAN SIDANG : H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA. (KETUA DPD RI) Maaf, ini lagi formasi baru Pak Bambang.

PEMBICARA : Ir. H. BAMBANG SUSILO, MM. (KALTIM)

Sekedar menambahkan saja apa yang telah dipaparkan oleh Ketua. Komite II DPD RI bukan hanya finalisasi Undang-Undang tentang Energi, tentang Penerbangan dan Penanaman Modal, tapi juga pada masa sidang II ini ada harmonisasi tentang Undang-Undang Minerba, tentang RUU BUMD, dan satu pandangan pendapat yaitu Tabungan Perumahan Rakyat inisiatif pemerintah. Itu perlu saya sampaikan kepada pimpinan. Terima kasih.

PIMPINAN SIDANG : H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA. (KETUA DPD RI)

Baik ya, jadi terima kasih sekali, jadi ada tambah berat lagi ini kerjaan Komite II untuk 22 hari, saya tadi sudah hitung-hitung ada berapa itu yang harus dikerjakan. Jadi ada tambahan Komite II, mohon dicatat Ibu Seketaris Jenderal, maaf tidak terecord disini.

Baik, tadi saya lihat dari belakang sudah, kita kasih kerhormatan juga. Baik, silakan, kita langsung saja Jawa Timur, nanti Kalimantan Barat. Baik, silakan. Saya tadi sudah lihat-lihat, sudah ada lobi-lobi, Pak Ketua sekali-kali dari belakang dong, ya sudahlah. Kita beri kehormatan Jawa Timur. Maaf ya, biar kita mulai saja, pasti dapat giliran, biasanya yang menunggu belakangan itu pahalanya lebih besar, 5 menit.

PEMBICARA : WASIS SISWOYO, SH. (JAWA TIMUR) Terima kasih.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang saya hormati Bapak dan Ibu Pimpinan beserta seluruh anggota yang terhormat. Ibu Sesjen beserta jajaran dan seluruh undangan yang kami muliakan.

Salam sejahtera bagi kita semua.

(10)

Salam silaturahmi, semoga Bapak-Ibu para anggota Dewan yang terhormat dalam kondisi sehat dan selalu dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Esa. Amin.

Mengawali laporan kegiatan daerah yang kami lakukan pada tanggal 25 Oktober sampai dengan 18 November 2012, anggota DPD RI Provinsi Jawa Timur telah mengunjungi pemerintah daerah dan institusi pemerintah lainnya. Disamping juga mengadakan pertemuan dengan kelompok-kelompok masyarakat di beberapa daerah di Jawa Timur. Selanjutnya, kami dalam melaksanakan kegiatan di daerah terdapat beberapa permasalahan, antara lain satu; persoalan alutista dan rasio kecukupan aparat kepolisian. Laporan lengkapnya terlampir. Persoalan pertanahan yang melibatkan militer harus segera dicarikan solusinya. Laporan terlampir. Reformasi birokrasi yang belum tuntas. Laporan terlampir. Program Jamsostek, Jamkesmas di daerah melebihi kapasitas. Laporan terlampir.

Saran. Komunikasi intensif DPD RI dengan pemerintah daerah idealnya memberikan perubahan signifikan di daerah menjadi lebih baik, karena itu DPD RI perlu segera menginventarisasi semua permasalahan yang ada pada masa reses ini dan reses-reses sebelumnya untuk ditindaklanjuti dengan memaksimalkan berbagai kewenangan tugas dan kewajiban DPD RI dengan pemerintah daerah idealnya memberikan perubahan signifikan di daerah menjadi lebih baik. karena itu DPD RI perlu segera menginventarisasi semua permasalahan yang ada pada masa reses ini, dan reses-reses sebelumnya untuk ditindaklanjuti dengan memaksimalkan berbagai kewenangan tugas dan kewajiban DPD RI sebagaimana yang di atur oleh undang-undang.

Terakhir, mengakhiri laporan ini kami menyampaikan harapan semoga hasil kegiatan anggota DPD RI di daerah ditindaklanjuti secepatnya, sehingga memberikan kepastian kepada daerah dan masyarakat atas persoalan-persoalan yang sedang di hadapi. Kami atas nama anggota DPD RI Provinsi Jawa Timur mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk membacakan beberapa poin penting hasil kegiatan kami di daerah.

Surabaya, 20 November 2012; anggota DPD RI Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. Hj. Istibsyaroh, SH., MA., ditandatangani, Wasis Siswoyo di tanda tangani, Drs. H. Abdul Sudarsono di tanda tangani, Ir. Supartono, , tanda tangani. Maka lengkap di tanda tangani oleh empat anggota.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sejahtera.

Om Shanty Shanty Shanty Om.

PIMPINAN SIDANG : H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA. (KETUA DPD RI)

Terima kasih kepada perwakilan Jawa Timur. Jadi komplitnya nanti Bapak-Ibu sekalian, serahkan nanti, dikerjakan oleh Sekjen dalam bentuk kompilasi, sebelum hari senin ini sudah kami terima semua melalui alat kelengkapan. Mohon maaf tadi karena Jawa Timur, seharusnya kita mulai dari Kalbar, betul ya? Oke. Habis itu Kalbar siap-siap nanti NTT, dan Sulut. Baik, kami persilakan.

PEMBICARA : ISHAQ SALEH (KALBAR)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat sore dan salam sejahtera untuk kita semua.

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga pada hari ini selasa 20 November 2012 kita semua dapat berkumpul untuk mengikuti sidang paripurna DPD RI masa sidang II tahun sidang 2012-2013. Kami selaku anggota DPD RI Provinsi Kalimantan Barat berusaha semaksimal mungkin memberikan gambaran tentang permasalahan-permasalahan yang dihadapi tersebut dan mencoba agar aspirasi dan keinginan

(11)

masyarakat dan daerah mendapatkan solusi yang terbaik melalui perjuangan-perjuangan kami sebagai penerus suara masyarakat di Provinsi Kalimantan Barat.

Pimpinan sidang yang kami hormati, saudara-saudara seluruh anggota DPD dalam sidang paripurna ini. Dan kami membagi laporan ini melalui empat komite, tetapi hal-hal prinsip saja yang kami sampaikan seperti Jawa Timur tadi terlalu singkat, mungkin kami lebih sedikit daripada Jawa Timur tadi.

Komite I. Kelihatan di dalam pertemuan-pertemuan kami baik kepada masyarakat, pada pemerintah daerah di Kalimantan Barat adanya keinginan untuk perlu diadakan perhatian serius masalah proses dari pada pembuatan e-KTP untuk dapat di permudah bagi masyarakat dan waktunya jangan sampai berlarut-larut.

Kemudian di Komite II, penanggulangan kelangkaan pupuk bagi petani, menindak pelaku pengedaran pupuk palsu, pelatihan bagi para petani, dan pemberdayaan kelompok petani perempuan. Karena kami tiga-tiganya perempuan jadi fokusnya banyak ke perempuan ini. Kemudian perhatian khusus untuk sektor perkebunan kelapa yang sangat memprihatinkan saat ini adalah harga kopra supaya dapat di tingkatkan, sangat merosot sekali harga kopra di Kalimantan Barat saat ini dan harga jualnya karena demi perbaikan ekonomi masyarakat. Sebab pada umumnya petani-petani kopra untuk beralih ke tempat lain sudah susah akhirnya menjadi penganggur.

Kemudian di Komite II DPD RI dimintakan mengambil langkah-langkah kongkrit guna mendukung terwujudnya pengelolahan kelautan, ketahanan pangan, kedaulatan pangan di daerah-daerah agar Indonesia tidak menjadi pengimpor pangan. Selanjutnya DPD RI perlu menekan pemerintah atau memberikan saran ke Pemerintah untuk memberikan anggaran lebih untuk membangun infrastruktur pertanian, irigasi, jalan tani, untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan di daerah-daerah.

Komite III, perlu perhatian sarana pendidikan berupa pembangunan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) sehingga output-nya untuk mengurangi penggangguran di daerah sangatlah dirasakan dan menambah bursa tenaga kerja. Di Kabupaten Ketapang khususnya terdapat beberapa opnum guru PNS yang jarang mengajar, padahal mereka selain sudah PNS juga mendapatkan tunjangan khusus di daerah-daerah pedalaman. Terjadi gap yang sangat tinggi antara guru honor, kontrak dengan para PNS. Pernah terjadi perang terbuka, perang mulut terbuka dengan disaksikan oleh murid, konflik yang bermuara dari ketidakadilan tak dapat di hindari hal ini menjadikan proses belajar mengajar tidak lagi bermakna.

Pimpinan, anggota, para anggota DPD yang kami hormati.

Kemudian selanjutnya masyarakat Kalimantan Barat sangat mengharapkan kehadiran Undang-Undang Keperawatan yang barangkali sedang di proses. Dan ada masukan di dalam Undang-Undang Perawatan tersebut selain jaminan kesejahteraan kepada para perawat yang ada pengaturan mengenai penyebaran aspek perlindungan hukum bagi perawat dalam menangani pasien.

Selanjutnya di Kabupaten Landak. Jadi karena ini yang penting-penting saya kemukakan. Selanjutnya Kabupaten Landak berredar obat-obat liar berbentuk jamu dengan tulisan aksara cina dan obat-obat lainnya di daerah perbatasan dari Malaysia yang sangat dikhawatirkan keabsahannya dan tidak melalui pengawasan Badan POM. Ini juga menjadi perhatian kita karena Kalimantan Barat adalah daerah perbatasan terutama antara Entikong dan Tebedu yang dekat dengan Serawak.

Komite IV masyarakat masih banyak berharap agar anggaran PNPM ditingkatkan karena merasa bahwa program ini sangat berguna bagi masyarakat dan terasa dampaknya, karena mereka terlihat terlibat langsung baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan, maupun pengawasan program PNPM.

Demikianlah laporan kami dan secara lengkap akan kami sampaikan kepada pimpinan. Dan garis-garis besar kami sampaikan adalah penemuan-penemuan yang kongkrit

(12)

di daerah kami Kalimantan Barat sehingga perlu ada tindak lanjut daripada penemuan-penemuan ataupun permintaan daripada masyarakat. Dan yang kami sangat pentingkan pada waktu kunjungan kerja ini adalah ada manfaatnya DPD ini. Sebab sebagian besar masyarakat belum begitu paham dengan apa yang diperjuangkan oleh DPD. Yang mereka tahu adalah DPR dengan segala masalahnya. Jadi DPD ini kurang mendapat perhatian daripada masyarakat dan kurang mengetahui. Untuk itu kedatangan kami menjelaskan hal ini baik dalam talk show, seminar maupun dalam pertemuan-pertemuan, baik kepada pemerintah daerah maupun kepada masyarakat di Kalimantan Barat.

Yang terakhir yang sangat penting juga adalah permintaan daripada beberapa kabupaten tentang masalah bedah rumah yang di bawah Menpera, karena ini sangat penting bagi masyarakat yang tidak mampu. Bedah rumah sekarang ini 6 juta perumah dan ditingkatkan menjadi 7,5 juta perumah nanti diharapkan tambahan-tambahan daripada alokasi rumah di Kalimantan Barat.

Kemudian apa yang kami lakukan ini kami tidak lupa mengharapkan kritik dan saran sebagai masukan yang nantinya sangat berguna bagi kita semua sebagai wakil daerah di pusat ini. Demikian, anggota DPD RI Provinsi Kalimantan Barat; Maria Goreti, S.Sos., H. Ishaq Saleh, Hj. Hairiah, SH., MA., Erma Suryani Ranik, SH. Demikian Bapak pimpinan dengan Ibu pimpinan, saudara-saudara sekalian para anggota Dewan Perwakilan Daerah. Mohon dimaklumi karena saya baru beberapa hari ini menjadi anggota DPD, barangkali banyak kekurangan mohon di maafkan.

Wabilahitaufiq wal hidayah, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

PIMPINAN SIDANG : H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA. (KETUA DPD RI)

Baik terima kasih saya ucapkan kepada wakil dari Kalimantan Barat Pak Ishaq Saleh yang telah menyampaikan apa yang di sampaikan. Mudah-mudahan mengenai DPD ini akan terus kita akan komunikasikan. Saya ingin menyampaikan ada yang catatan, Bapak-Ibu sekalian, sebelum nanti saya minta ke NTT, silakan langsung, silakan keatas. Dalam rangkaian itu juga ini ada harapan dari Tim Judicial Review, bahwasa dengan berkenan dengan judicial review terhadap Undang-Undang MD3 dan Undang-Undang P3 ke Mahkamah Konstitusi. Kita ini telah menyampaikan 14 September yang lalu, kemudian kita memasukan usul gugatan itu tanggal 14 Oktober 2012, kemudian tanggal 23 Oktober dengan agenda penyampaian opening statement dari Ketua DPD RI telah kita laksanakan, kemudian tanggal 1 November dengan agenda mendengarkan saksi ahli pemohon. Ini penting perlu kami sampaikan pada sidang paripurna ini, supaya mudah-mudahan hasil judicial review ini akan jauh lebih meningkatkan kinerja kita. Sidang berikutnya itu akan dilaksanakan pada tanggal 22 November 2012 pukul 11.00, dengan agenda mendengarkan saksi ahli pemohon, pihak pemerintah dan forum konstitusi. Kami mengharapkan semua dari kita untuk dapat hadir bersama Tim Litigasi maupun juga dari pimpinan akan hadir bersama-sama. Inilah salah satu apa yang disampaikan saudara kita tadi. Ini sebagai himbauan dan saya telah mengirim surat secara resmi, mudah-mudahan apa yang kita lakukan melalui MK itu nanti,

greget istilahnya akan lebih bisa di laksanakan. Kami persilakan dari perwakilan NTT.

PEMBICARA : Ir. EMANUEL BABU EHA (NTT)

Yang terhormat pimpinan DPD RI, pimpinan alat kelengkapan DPD RI dan Kelompok DPD RI di MPR, teman-teman anggota DPD RI, Sekretaris Jenderal beserta jajarannya, hadirin sekalian yang kami hormati.

(13)

Pertama-pertama mungkin pimpinan, kami ingin menyampaikan kami tidak membacakan seluruhnya, kami hanya ambil mungkin beberapa poin yang kami anggap sangat krusial yang ingin kami kemukakan pada kesempatan ini.

Pertama untuk Komite I. Dalam masa sidang yang lalu Melaka itu masuk dalam pembahasan DPR bersama DPD dan Pemerintah, ternyata gagal diusahakan akibat perbatasan yaitu di Lotes antara TTS dan Belu. Sekarang pemda menjajaki, sementara memfasilitasi untuk segera diadakan kesepakatan. Oleh karena itu diharapkan apabila ini dalam waktu satu minggu ini kesepakatan itu ada dimohon kiranya DPD memperjuangkan kembali untuk dibahas sesuai janjinya Menteri Dalam Negeri bersama DPR. Apabila itu ada kesepakatan maka 12 Desember ini dapat disahkan, karena hanya merupakan alasan perbatasan.

Yang kedua, yang dulu juga pernah kami kemukakan disini adalah yang berhubungan dengan ijin pemda kepada perusahaan yang mengenai tanah. Dimana pengusahanya sudah melakukan mau mengundang masyarakat untuk melakukan penanaman, tapi yang mau di tanam di padang belantara tanpa di pagari, dan masyarakat mendemo tidak pernah diberikan tanah itu, dan pengusaha membawa aparat untuk menjaga pengusahanya. Oleh karena itu masyarakt memprotes ini, dan itu kami minta kepada Komite I untuk kita programkan dalam kunker yang berikut ini.

Yang ketiga kaitannya dengan kasus-kasus korupsi yaitu dana bansos yang merajalela dimana-mana. Kita minta itu mungkin untuk juga harus di tindaklanjuti, begitu. Ini hampir semua kabupaten dan provinsi NTT mengalami nasib yang sama seperti ini. Itu yang berhubungan dengan Komite I. Dan selengkapnya masih banyak yang lainnya.

Kemudian yang berikutnya adalah kaitannya dengan Komite II. Adalah sebetulnya ada beberapa kejadian beberapa waktu yang lalu, PLT sendiri bangun di Kabupaten TTS, tapi ternyata karena fasilitator tingkat kabupaten tadi membatalkan itu, lalu kemudian listrik yang sudah menyala dipadamkan kembali karena tidak dibayar kepada kontraktornya. Oleh karena itu beberapa waktu yang lalu kami sudah mengadakan pertemuan dengan mereka. Untuk itu kita minta kakata-katanya dananya sudah disetor kembali. Ini mungkin sangat merisaukan masyarakat, begitu.

Yang kedua adalah kaitannya dengan masyarakat ex pengungsi Timor-Timur yang waktu lalu kaitannya dengan aset yang ada di Timor-Timur, Timor Leste yang sekarang. Itu mereka menghendaki kalau bisa itu aset yang disana, karena juga pernah dijanjikan oleh Presiden supaya kalau bisa dalam tahun 2014 sudah bisa diselesaikan. Itu juga minta dukungan DPD untuk bisa ikut memperjuangkannya.

Kemudian yang berkaitan dengan Komite III adalah yang berhubungan dengan pendidikan. Itu masalah guru kami di NTT masih menjadi masalah. Kemudian yang berikut adalah masalah gedung juga, itu gedung sekolah rata-rata masih ada yang hanya sekolahnya cuma gantian begitu. Kemudian juga kaitannya dengan mess guru, ada banyak sekolah-sekolah terpencil tetapi tidak ada mess guru dimana guru bisa tinggal disitu, akhirnya Senin- Kamis gurunya datang mengajar. Oleh karena itu mungkin ini kini kita untuk mendapatkan dukungan, begitu. Kemudian yang berikutnya kaitannya dengan tunjangan sertifikasi guru. Ini mungkin menjadi agak risau, karena kami di NTT khususnya di Kota Kupang hanya di bayarkan 6 bulan dan kemudian setelah di cari tahu ternyata katanya dananya sudah habis. Ini mungkin perlu untuk kita telusuri sampai sejauh mana dana ini, apakah memang hanya cuma seperti itu ataukah bagaimana. Dan kalau andaikan memang dana tidak cukup kita harapkan pemerintah pusat akan dapat mendukungnya, begitu. Itu yang berhubungan dengan Komite III. Kemudian yang berhubungan dengan, masih dengan Komite III, kaitannya dengan kapasitas tampung rumah sakit. Rumah sakit-rumah sakit yang ada di NTT baik yang pemerintah maupun yang swasta itu sebetulnya sama sekali tidak bisa menampung lagi

(14)

masyarakat yang sakit kalau nanti ada musim-musim penyakitnya, sehingga kita harapkan terutama yang pemerintah untuk melakukan penambahan ruang untuk penampungan pasien.

Kemudian yang berhubungan dengan Komite IV adalah, ini mungkin adalah kaitannya dengan kita harapkan Komite IV audit, hasil audit khusus, audit BPK khusus pada bantuan sosial yang tadi yang saya sebutkan diatas perlu mungkin kita tindaklanjuti. Kemudian juga yang berikutnya adalah yang berhubungan dengan rekomendasi BPK RI yang melakukan audit terhadap dana pendidikan di NTT yang tidak berimplikasi terhadap kualitas pendidikan di NTT, karena memiliki tingkat kelulusan yang rendah. Jadi dananya mencapai lebih dari 20% tetapi tingkat kelulusanya tidak sebanding. Oleh karena itu mungkin kita perlu kaji secara lebih baik bagaimana sebaiknya itu bisa terjadi.

Kemudian yang berikutnya adalah kasus-kasus yang sudah dihentikan tetapi ternyata sesungguhnya ada banyak bukti-bukti lengkapnya, yaitu yang penyidikan oleh Polisi dan juga Kejaksaan. Kita minta mungkin ini adalah ada KPK bisa ambil bagian ataukah lembaga lain bagaimana kita harus mendesak supaya kasus-kasus seperti ini bisa terungkap. Ini mungkin secara ringkas yang ingin kami sampaikan Bapak pimpinan dan Ibu pimpinan. Selengkapnya nanti akan kami serahkan untuk kemudian di bagi kepada masing-masing alat kelengkapan.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sejahtera untuk kita.

Om Shanty Shanty Shanty Om.

Terima kasih.

PIMPINAN SIDANG : H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA. (KETUA DPD RI)

Terima kasih kepada yang mewakili Provinsi NTT. Selanjutnya kami persilakan Provinsi Sulawesi Utara. Mohon kita disiplin dengan waktunya supaya kita bisa memaksimalkan jam di sore ini.

PEMBICARA : Drs. ALVIUS LOMBAN, M.Si. (SULUT)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sejahtera bagi kita semua.

Om Swastyastu.

Pimpinan Dewan Perwakilan Daerah yang terhormat, para anggota DPD Republik Indonesia yang saya hormati. Sesuai hasil kunjungan kerja dari anggota DPD asal Sulawesi Utara,, hal-hal yang sangat menonjol ada beberapa hal;

Yang pertama kaitan dengan Komite I di Kabupaten Bolaang Mongondow ada kurang lebih 5 kabupaten pemekaran ini mereka sudah mengusulkan berdirinya Provinsi Totabuan Bolaang Mongondow.

Berikut untuk Komite II yang sangat menonjol saat ini adalah pembangunan jalan tol Manado – Bitung. Transportasi ini menjadi kebutuhan saat ini dan mendapat perhatian khusus Pemda Sulawesi Utara. Dan masyarakat mengharapkan dukungan sehingga dapat diselesaikan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Berikut yang sangat menonjol juga adalah kaitan dengan bahan bakar minyak yang terlalu langka di Sulawesi Utara.

Untuk Komite III ada dua hal yang sangat menonjol, tadi sudah dikemukakan juga oleh teman kita dari NTT kaitan dengan pembayaran sertifikasi masih tersendat-sendat, malah pada tahun ini baru sekitar 5 bulan yang dapat dibayarkan. Berikut, kami sudah memperjuangkan sejak tahun 2010 menyangkut alat kesehatan di rumah sakit umum pusat Profesor Kandou Manado sampai saat ini tidak direalisasikan oleh Kementerian Kesehatan, padahal sudah di janjikan oleh Wamen bahwa pada tahun ini akan diselesaikan.

(15)

Yang berikut untuk Komite IV adalah usulan dari masyarakat di perbatasan Filipina kaitan dengan bandara Kepulauan Talaud yang betul-betul mereka sangat mengharapkan sehingga bisa diwujudkan. Masyarakat Talaud yang perjalanannya kurang lebih sekitar satu hari satu malam perjalanan dengan kapal laut sangat merindukan adanya bandara yang representatif.

Demikianlah laporan hasil kunjungan kerja DPD RI Sulawesi Utara yang sudah ditandatangani oleh Aryanthi Baramuli, Ir. Marhany Pua, Ferry F.X. Tinggogoy dan saya sendiri Alvius Lomban.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sejahtera bagi kita semua.

Om Shanty Shanty Shanty Om.

PIMPINAN SIDANG : H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA. (KETUA DPD RI)

Terima kasih pada Pak Alvius yang telah menggunakan waktunya dengan baik sekali. Selanjutnya kami persilakan yang mewakili Provinsi Banten.

PEMBICARA : Drs. H. ABDURRAHMAN, M.AP. (BANTEN)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang saya hormati Ketua dan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, para anggota DPD RI yang saya hormati, Sekjen dan Wasekjen, juga yang saya hormati, para undangan hadirin yang muliakan.

Baiklah, saya akan membacakan pointernya saja dari beberapa hal atau permasalahan yang terjadi di Provinsi Banten. Terkait dengan Komite I bahwa berdasarkan aspirasi yang diperoleh kami laporkan sebagai berikut;

Pertama adalah masalah hal yang berkaitan dengan otonomi daerah. Ada 118 Perda yang digunakan oleh Provinsi Banten dan sedikitnya ada 48 Perda dianggap bermasalah, karena membebani masyarakat dan tidak sesuai dengan prinsip dan kaidah ketatanegaraan. Selain juga di cabut oleh provinsi juga dilakukan oleh Mendagri.

Yang kedua, pemilihan kepala daerah kabupaten Tangerang yang akan berlangsung pada tanggal 9 Desember diikuti 4 orang calon yang diusung oleh partai politik dan salah satunya dari anggota DPD RI yaitu Ahmad Subadri. Oleh karena itu DPD RI agar mengawasi jalannya pelaksanaan pemilu tadi supaya aman, tertib dan terkendali.

Yang ketiga, usulan ibukota alternatif, bahwa wacana pemindahan ibukota negara kembali mengemuka setelah timbulnya berbagai persoalan, kemacetan, banjir, pemukiman tanah yang semakin turun akibat abrasi. Dan juga berbagai lokasi pun mulai diusulkan mulai dari Jonggol hingga sampai Palangkaraya. Dan ada beberapa alternatif untuk pindahan lokasi ibukota, salah satunya adalah Maja yang terletak di Kabupaten Lebak, itu sekitar 60 kilo meter dari Jakarta-Lebak. Luas lahan mencapai 11.000 hektar. Hal ini Pemkab Lebak sudah melaporkan ke DPR RI untuk mendapatkan dukungan kepada semua pihak.

Yang terkait dengan Komite II. Yang berkaitan dengan masalah pasar, bahwa pasar tradisional di Kabupaten Tangerang itu ditinggal oleh pembelinya karena tidak mampu bersaing dengan kios-kios swalayan yang ada di Kabupaten Tangerang, sehingga dapat mengurangi pendapatan terutama retribusi pemerintah setempat. Pasar tersebut itu yaitu di pasar Kota Bumi, Kampung Melayu, Paku Haji dan Cisoka. Yang kedua adalah upah buruh. Penetapan upah buruh minimum buruh selalu berujung konflik dari tahun ke tahun dan menyangkut ketidakpuasan baik dari kalangan buruh maupun pengusaha.

Komite III. Perlunya pengawasan ekstra terhadap kebijakan teknologi yang dengan mudah dapat diakses oleh anak-anak, sehingga pornografi dan kekerasan baik fisik maupun

(16)

moral tidak mutlak memenuhi anak-anak itu. Yang kedua, pendekatan kesejahteraan atau pekerjaan itu berkisar komunitas kepemudaan guna meminimalisir potensi kekerasan sesama atau tindak yang menjurus pada kejahatan. Kedua, mendayakan fungsi majelis taklim sebagai sarana pengelolaan tentang keluarga dan lingkungan baik masyarakat sosial maupun ekonomi. Ketiga, perlu gagasan dan di kaji pembentukan RUU tentang Ketahanan Keluarga.

Yang berkaitan dengan Komite IV. Mengingat pemberlakuan Pajak Bumi Bangunan dan PPATB bagi daerah-daerah diperlukan tahun 2012, namun masih ada beberapa daerah yang mengalami kesulitan menerapkannya. Maka diharapkan pemerintah pusat untuk secara intensif dapat memberikan dukungan sosial dan supervisi atas hal tersebut, terutama kaitannya dalam hal pembentukan perda pajak daerah dan retribusi daerah.

Demikianlah akan kami sampaikan laporan lengkap kepada pimpinan untuk di kaji dan diulang. Terima kasih.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

PIMPINAN SIDANG : H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA. (KETUA DPD RI)

Terima kasih kepada perwakilan Provinsi Banten. Selanjutnya kami persilakan yang mewaliki Sulawesi Tengah.

PEMBICARA : Pdt. DR. SILVIANA HENDRIETE PANDEGIROT, M.Th. (SULTENG)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sejahtera buat kita semua.

Om Swastyastu.

Dari tadi laporan saya tidak mendengar sebenarnya ada ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena dengan nafas hidup yang diberikan kita ada sampai dengan saat ini.

Saudara pimpinan yang kami hormati.

Saudara-saudara ku anggota DPD yang kami hormati. Bu Sesjen bersama jajarannya.

Dari Sulawesi Tengah Melaporkan 4 point.

Yang pertama, Komite I e-KTP di Sulewesi Tengah baru 43 kabupaten/kota yang sudah menerima KTP, sementara 8 kabupaten masih dalam proses pemotretan. Dan kendalanya permasalahannya sejak Oktober honor yang seharusnya diberikan tempat pelaksanaan e-KTP sampai dengan sekarang ini belum diberikan plus uang makannya. Itu menjadi persoalan.

Yang kedua, tata ruang di Sulawesi Tengah seperti tertulis pada laporan kami. Untuk Komite II, seperti disampaikan tadi di Provinsi Jawa Timur kalau tidak salah ada pasokan pupuk bersubsidi yang sebenarnya diberikan kepada mereka yang berhak menerimanya tetapi sampai dengan saat ini masih belum terealisasi.

Untuk Komite III. Sama yang disampaikan oleh dari Sulawesi Utara, sertifikasi guru yang sampai dengan saat ini masih mendapat kendala di daerah-daerah, secara khusus di daerah-daerah penginjilan yang ada di Sulawesi Tengah.

Komite IV. Tetap harus ada pengawasan secara khusus PAP tentang dana APBN dari pusat maupun dari daerah kepada dinas-dinas yang seharusnya mengelola dana tersebut itu banyak disalahgunakan, mohon ditindaklanjuti.

Terakhir, demikianlah laporan yang disampaikan kiranya mendapat masukan bagi kita semua. Semua usul saran akan kami berikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti.

(17)

Wabilahitaufiq wal hidayah, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sejahtera bagi kita semua.

Om Shanty Shanty Shanty Om.

Atas nama anggota Dewan Perwakilan Daerah Sulawesi Tengah yang hanya bertanda tangan Pendeta SH Pandegirot. Terima kasih.

PIMPINAN SIDANG : H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA. (KETUA DPD RI)

Baik, nanti melalui anggotanya mohon dilengkapi oleh teman-teman yang lain. Selanjutnya kami persilakan mewaliki Provinsi NTB untuk menyampaikan iya.

PEMBICARA : H. LL. ABDUL MUHYI ABIDIN, MA. (NTB)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat sore.

Salam sejahtera bagi kita semua.

Om Swastyastu.

Yang kami hormati Bapak dan Ibu pimpinan DPD RI serta seluruh anggota DPD RI yang mulia. Bapak-bapak Ibu-ibu hadirin yang dimuliakan Allah SWT.

Ijinkan pada kesempatan yang berbahagia ini saya akan menyampaikan beberapa pointer saja terkait dengan aspirasi yang telah kami himpun selama menjalankan kegiatan di daerah. Dan selengkapnya insya Allah kami akan serahkan kepada pimpinan untuk di bahas dimasing-masing komite.

Yang pertama adalah terkait dengan pemekaran daerah, dimana DPD RI sudah menyatakan dukungannya dan membuat mengirim draft dan memutuskan bahwa provinsi, calon provinsi Kepulauan Sumbawa dan Kabupaten Lombok Timur Selatan untuk dibuat menjadi definitif. Permohonan dan aspirasi masyarakat agar dukungan DPD RI tersebut terus ditindaklanjuti.

Selanjutnya, terkait dengan penanggulangan konflik antara desa yang kini sedang marak hampir dimana-mana, kita lihat di berita-berita tidak hanya di Nusa Tenggara Barat ternyata tetapi dihampir di seluruh provinsi. Ada himbauan dan aspirasi dari masyarakat agar pemerintah pusat memperhatikan hal ini agar dibuat strategi-strategi yang jitu untuk menuntaskan permasalahan perselisihan antar kampung atau antar desa tersebut. Dan terkait dengan hal tersebut ada aspirasi dari masyarakat agar Polmas (polisi masyarakat) perlu dianggap strategis untuk dimasukan dalam RUU Desa, sehingga nanti Polmas termasuk dari bagian pemerintahan desa.

Usul selanjutnya adalah terkait dengan kesiapan Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk membuat dan merealisasikan keinginan masyarakatnya membuat Waduk Labangka Kompleks, maka diharapkan perharian dari pemerintah pusat untuk bersama-sama mendukung dan merealisasikan Labangka Kompleks ini. Karena seperti kita ketahui Labangka merupakan sebuah daerah yang hampir 100 persen penghuni dan penduduknya itu berpenghasilan dari petani. Maka dengan adanya Labangka Kompleks ini diharapkan bisa bertani secara teknis.

Mungkin ini yang bisa kami sampaikan. Dan selanjutnya secara lengkap kami serahkan kepada Ketua. Atas nama kami berempat dan laporan ini sudah kami tandatangani bersama yakni Bapak Prof. Dr. Farouk Muhammad. Lalu Abdul Muhyi Abidin, Baiq Diyah Ratu Ganefi dan Lalu Supardan, S. Ag.

Demikian mohon maaf kalau terlalu panjang.

(18)

PIMPINAN SIDANG : H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA. (KETUA DPD RI)

Baik, terima kasih Pak Kyai Abdul Muhyi yang telah menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan provinsinya. Selanjutnya kami persilakan yang mewakili Provinsi DKI, tuan rumah, belum, barangkali belum siap. Nanti lagi disiapkan, tidak apa-apa kita skip saja. Sebagai tuan rumah tidak apa-apa lah, kita kasih kehormatan nanti yang terakhir. Selanjutnya Sumsel, Sumatera Selatan maksud kami.

PEMBICARA : Hj. PERCHA LEANPURI (SUMSEL)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat sore dan salam sejahtera bagi kita semua.

Pimpinan DPD RI, anggota DPD RI yang terhormat, jajaran Sesjen dan Bapak-Ibu yang berbahagia.

Pada kegiatan daerah masa sidang I Tahun 2012-2013 ini dilaksanakan beberapa kegiatan antara anggota DPD RI bersama instansi-instansi di Provinsi Sumatera Selatan. Yang pertama, rapat kerja dengan BP Migas perwakilan Sumatera Selatan. Yang kedua, Rapat Kerja dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Provinsi Sumatera Selatan. Yang Ketiga, Rapat Kerja dengan BPK RI Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan. Yang keempat, Rapat Kerja dengan Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Selatan. Yang kelima, Rapat Kerja dengan Dinas Kehutanan Kabupaten Muara Enim. Yang keenam, Rapat Kerja dengan KPU Muara Enim. Yang ketujuh, Rapat Kerja dengan Direksi RSMH Palembang. Yang kedelapan, Rapat Kerja dengan RSUD Basemah Pagar Alam. Kesembilan, Rapat Kerja dengan KPU Pagar Alam. Kesepuluh, Rapat Kerja dengan Pemkab Empat Lawang. Yang kesebelas, Rapat Kerja dengan KPU dan Dinas Kependudukan Capil Kota Lubuk Linggau. Yang keduabelas, Rapat Kerja dengan Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan tentang Evaluasi Pelaksanaan Haji Tahun 2012 1433 H.

Semua aspirasi masyarakat dan juga dari instansi-instansi terkait yang tadi disebutkan Insya Allah sudah lengkap semua di laporan. Dan Provinsi Sumatera Selatan akan langsung menyerahkan kepada pimpinan. Terima kasih.

PIMPINAN SIDANG : H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA. (KETUA DPD RI)

Terima kasih kepada Ibu Percha. Wajahnya makin cerah saya lihat ini. Tadi Pak Aziz senyum-senyum saja di pinggir sana, dia belum tahu. Baik, selanjutnya kami persilakan yang mewakili Provinsi Jawa Barat. Belum. Selanjutnya kami persilakan Provinsi Bali. Jadi DKI, Bali, kehormatannya yang terakhir.

PEMBICARA : I WAYAN SUDIRTA, SH. (BALI) Yang terhormat saudara pimpinan.

Yang terhormat saudara-saudara anggota Dewan Perwakilan daerah. Hadirin yang saya hormati.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sejahtera bagi kita semua.

Om Swastyastu.

Pimpinan dan anggota yang saya hormati.

Ada empat yang ingin saya sampaikan saya berusaha menyingkat sesingkat mungkin. Yang pertama, berupa pengulangan bahwa di beberapa daerah di Bali terjadi suasana dimana rakyat merasa agak berat menghadapi pajak-pajak tanah. Disana ada perasaan ketidakadilan

(19)

karena yang dipajaki itu bumi dan bangunan bukan hasilnya, sehingga hotel bintang lima pajak tanahnya sama dengan tanah yang tidak produktif ketika dia berada dalam satu lokasi. Ini sudah berkali-kali kita sampaikan. Kali ini tetap kami di minta untuk melaporkan mendapat perhatian dari paripurna khususnya pada pimpinan DPD. Jika persoalan ini berlangsung terus dia tidak akan bisa merawat dan memelihara tanahnya karena dia harus menjual. Dan dia akan menjadi, mohon maaf, seperti halnya rekan-rekan di Betawi tidak bisa berada di tanahnya sendiri. Dan dengan demikian budaya Bali juga tidak bisa bertahan. Singkat seperti itu.

Sekarang bagian kedua terdiri dari tiga hal. Bagian kedua ini khusus kami memang catatkan. Dan kami diluar dugaan ini bisa melaporkan seperti ini karena bagian kedua ini tidak lain tidak bukan kok tiba-tiba kami merasa sebagai anggota DPD sangat dihargai, diluar perkiraan kami. Contoh-contohnya seperti ini, pertama ketika masa reses dua kali KPK menelpon saya sebagai ketua kaukus anti korupsi mewaliki teman-teman, mereka ingin ketemu, dua kali mereka ingin ketemu, sayangnya anggota DPD sedang reses, jadi kami bukan jual mahal tapi kali lebih sibuk rupanya dan mereka mengharapkan terus ada pertemuan. Dalam waktu dekat kami akan ketemu dengan KPK untuk menyusun kerja sama kapan kira-kira anggota DPD bisa bekerja sama dengan KPK untuk pemberantasan korupsi di daerah. Mereka serius, karena mereka dua kali menghubungi. Itu berarti posisi DPD tidak lagi bisa dianggap enteng seperti yang selama ini kita dengar.

Yang berikutnya ini kejadian di Bali, bukan di Jakarta lagi. Di Bali ada sebuah universitas swasta milik umat Hindu, asetnya 500 miliiar, tiba-tiba Dirjen Bimas Hindu dan Menteri Agama ingin menegerikan, ada sejenis pertentangan dan perlawanan antara umat dan Dirjen bersama Menteri, ramai media memuat. Kelihatannya tokoh-tokoh umat, tokoh-tokoh adat, tokoh masyarakat kewalahan. Aneh bin ajaib tiba-tiba mereka mengundang saya untuk hadir di rapat-rapat majelis seperti itu dan mereka memberi mandat tolong DPD memperjuangkan agar ini tidak dinegerikan karena 500 miliar aset universitas swasta ini mau diambil pemerintah. Mereka punya referensi ada 10 universitas swasta di Amerika itu menduduki rangking 1 sampai 10, swasta semua. Karena itu mereka berharap suatu saat universitas ini bisa seperti itu atau paling tidak mendekati. Aneh juga bin ajaib, saya 2,5 jam bertemu dirjen langsung selesai dan langsung keluar surat dalam 3 hari dan universitas itu tidak jadi dinegerikan. Hari-hari ini di Bali semua koran telah memuat hasil-hasil DPD ini, karena pasti kalau bukan karena DPD tidak akan kami dianggap oleh Dirjen. Sekali lagi karena kami DPD dianggap sebagai mewaliki lembaga negara. Pak Fatwa tidak menemukan argumen bahwa kalau saya ketemu dengan Dirjen atau teman ketemu dengan Menteri kalau kita perorangan, itu belum bernama rapat diluar gedung. Saya berharap sekretariat jenderal mengolah teman-teman di PURT dan lain-lain ini memikirkan, kalau kita bekerja atas nama alat kelengkapan saja selama ini pasti tidak banyak hal yang bisa kita lakukan. Bisakah kelak saya titipkan orang per orang yang punya terobosan ini menemuai pejabat-pejabat negara seperti ini itu mendapat perlindungan dan dianggap rapat diluar gedung. Ini sebagai tawaran saja karena hasilnya sudah ada tapi kita belum bisa memberi bobot pertemuan mereka itu pertemuan macam apa. Seolah-olah mereka hanya audiensi, seolah-olah kedatangan mereka boleh di terima boleh juga tidak, seolah-olah keputusan mereka tidak terlalu berat. Padahal kami meyakinkan bahwa kami datang sebagai anggota tidak boleh anda sembarangan memperhatikan ini. Dan nyatanya dalam 2,5 jam pertemuan yang alot itu berhasil, dan itu daerah sekarang sekali lagi seluruh media memuatnya.

Yang terakhir para hadirin, saya mohon maaf karena saya kalah cepat karena pimpinan sudah menyinggung masalah Lampung dan prularisme. Tapi saya menambah saja di belakang pimpinan yang sudah cerdas mengambil isu itu di pidato pembukaan. Ketika peristiwa Lampung merebak saya dan beberapa teman tidak yakin orang keturunan Lampung dan keturunan Bali itu bisa bentrokan. Kedua-duanya itu korban. Yang perlu di cari adalah

(20)

provokator. Dan itu terbukti ketika kami ke Lampung tidak satu pun yang kami temui itu punya permusuhan. Dalam waktu beberapa saat 20 ribu masa berkumpul seluruh Lampung dan dari luar Lampung. Dari mana mereka mendapatkan biaya untuk berkumpul? Dari mana mereka mendapatkan konsumsi? Maka dengan itikad baik saya memberanikan diri atas dorongan teman-teman membuat posko. Posko ini dapat dari telepon pimpinan, biarkan posko itu atas nama anggota DPD bukan DPD RI sebagai lembaga. Ketika kami buat pertama-tama yang terkumpul dalam waktu satu jam itu sekian puluh juta, dalam waktu 3 hari terkumpul 665 juta padahal kantor saya kecil sekali. 665 juta dalam waktu 3 hari. Yang lebih ajaib lagi Universitas Udayana membuat posko lalu mereka menurunkan posisinya biar saya sub posko dari anggota DPD RI. Parisada Hindu Dharma membuat posko diturunkan menjadi sub posko, uangnya akan disalurkan melalui posko anggota DPD RI. Inti dalam waktu dua jam mengumpulkan uang 500, semua diserahkan kepada kami lalu kami bawa ke Lampung. Yang menarik dari posko ini satu-satunya posko pertama datang ke Lampung, bukan langsung datang keturunan Bali tapi justru ke keturunan warga Lampung yang muslim. Kami tidak mau mengumpulkan hanya untuk orang Bali, tapi kami harus mengumpulkan untuk saudara-saudara seluruhnya di Lampung. Dan ternyata setelah kami menyerahkan itu yang meninggal kami bagi rata tidak kami bedakan, biarpun saya orang Bali tapi saya menganggap orang Lampung itu sama karena di DPD harusnya bersemai dan disuburkan bibit-bibit pluralisme seperti itu. Singkat cerita apa yang diberikan untuk orang Lampung yang meninggal dengan orang Bali keturunan itu sama. Rumah-rumah yang terbakar dikalangan orang Bali jumlahnya 200 sekian yang ditambah orang-orang Jawa 90 dan seterusnya jumlahnya 439 kami bagi rata uangnya. Semula kami menginginkan disisihkan untuk sedikit pengungsi di Madura karena dalam rangka pluralisme dan kemajemukan perlu disana sekitar 50 juta. Tapi melihat penderitaan teman-teman di Lampung kami tidak tega, 15 delegasi cukup besar berangkat dengan biaya sendiri. Dan kami sengaja ini mohon waktu sedikit karena pluralisme bagian yang sangat penting yang bisa mempertahankan NKRI, maka kami ingin menambahkan apa yang disampaikan oleh pimpinan. Jadi sampai di Lampung ternyata 15 delegasi ini bagikan saja semua. Lalu bagaimana di Madura? itu juga sehabis membagikan kami mengumpulkan uang, kami laporkan atas nama anggota DPD RI pada waktu itu berkumpul 15 juta, begitu sampai di Bali beberapa media membantu kami, mengumpulkan lagi, kami belum mengitung jumlahnya untuk Madura, teman Madura yang makan mie yang dimuat berbagai media. Khusus untuk teman-teman Jawa Timur saya minta satu orang akan menemani kami ke Madura agar ada jaminan bahwa anggota DPD bekerja di wilayah tertentu itu keselamatannya sebagai anggota DPD terjamin. Juga terjamin ada bahwa yang berhak menerima betul-betul sampai pada waktunya dengan cara yang tepat. Itu saja yang bisa saya sampaikan. Jika sudah diputuskan dari delegasi Jawa Timur siapa yang akan menemani kami, kami akan membutuhkan berapa pun uang yang masih tersisa kami akan bawa ke saudara-saudara pengungsi yang ada di Pamekasan.

Para hadirin yang saya hormati. Dengan penjelasan ini berarti pluralisme kemajemukan kebhinekaan kita harus mulai kita dengungkan, kita harus mulai kampanyekan, dan dari DPD harus ada sosialisasi. Khusus himbauan kepada Komite III, memang tidak bisa diundur lagi bahwa bicara pluralisme mulai hari ini kalau bukan Komite III harus anggota-anggota bersama-sama kita semua harus bekerja. Kita mulai dengan ke Pamekasan berapapun yang bisa kita bawa.

Segitu saja yang bisa saya sampaikan. Sekali lagi tadi saya meyakinkan bahwa inilah bukti bahwa anggota DPD, lembaga DPD semakin hari semakin di dengar. Bukan karena di sebelah makin menurun lalu kita naik. Tapi memang selama 8 tahun rupanya teman-teman bersusah payah, tertatih-tatih, akhir-akhir ini sudah bisa kita bayangkan ternyata DPD tidak seburuk yang kita bayangkan. Terima kasih.

(21)

PIMPINAN SIDANG : H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA. (KETUA DPD RI)

Baik, terima kasih Pak Wayan. Jadi Bapak-Ibu sekalian, jadi memang kita ini kan dalam berproses iya bagaimana kelembagaan kita dinamis, begitu. Jadi individual itu memberikan ruang yang penting buat kita berartikulasi, Kelompok melalui provinsi juga alat kelengkapan. Jadi barangkali nanti melalui Tatib nanti kita coba sempurnakan Pak Wayan. Tapi prakarsa-prakarsa yang dilakukan itulah yang memperkuat keberadaan DPD. Jadi kekuatan DPD itu bukan di alat kelengkapan, di pimpinan, tapi individu-individu yang mengambil prakarsa dalam konteks posisi kita sebagai wakil daerah dan wakil rakyat. Terima kasih sekali, dan nanti itu akan, Pak Wayan nanti dengan teman-teman itu nanti kita cari formulasi yang baik untuk menganyam seperti tadi yang saya sampaikan. Terima kasih sekali lagi kami sangat mengapresiasi.

PEMBICARA : I WAYAN SUDIRTA, SH. (BALI)

Ketua, mohon maaf ada kelupaan. Saya banyak dibantu oleh Pak Anang sama Pak Sis dan beberapa anggota DPD, semua lah dari Lampung dengan doa dan perbuatan nyata sehingga kami bisa berkerja baik disana. Terima kasih Pak Anang dan terima kasih Pak Sis dan semua anggota DPD dari Lampung.

PIMPINAN SIDANG : H. IRMAN GUSMAN, SE., MBA. (KETUA DPD RI)

Baik, saya menghargai. Saya juga sewaktu di Bali Forum Demokrasi ketemu juga tokoh-tokoh Bali. Waktu itu bersama saya ada Pak Jusuf Kalla, apa yang disampaikan sama Pak Wayan selaras dengan aspirasi mereka. Nanti kita bentuk dalam satu forum yang khusus dalam rangka menjaga konflik dari beberapa teman, jadi menjaga keberagaman melalui aksi-aksi yang telah dilakukan.

Selanjutnya kami persilakan dari Provinsi Daerah Istimewa Yogya.

PEMBICARA : MUHAMMAD AFNAN HADIKUSUMO (DI YOGYAKARTA) Terima kasih semuanya.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sejahtera kami ucapkan untuk kita semua.

Om Swastyastu.

Yang kami hormati pimpinan DPD RI, anggota DPD RI, Sekjen dan Wasekjen DPD RI, hadirin dan hadirat yang berbahagia.

Sebelum ini saya bacakan bahwa ada kesepakatan untuk Daerah Istimewa Yogyakarta tidak memakai istilah Provinsi, jadi langsung di Daerah Istimewa Yogyakarta, begitu. Dalam agenda kegiatan di daerah periode 25 Oktober sampai dengan 18 November 2012 anggota DPD DIY mengadakan pertemuan dengan berbagai elemen masyarakat dan jajaran pemerintahan baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Dalam kegiatan tersebut beberapa hal direkomendasikan sebagai berikut;

Yang pertama, pasca disahkannya Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta, Pemerintah DIY telah membentuk tim ahli yang merampungkan grand design pembangunan DIY meliputi 5 aspek yang menjadi amanat dari Undang-Undang Keistimewaan tersebut, yakni masalah pengisian jabatan kepala daerah, pengelolaan pemerintahan, pertanahan, tata ruang dan kebudayaan.

Kemudian yang kedua berkaitan masalah pertanahan. Lahan yang ada di DIY relatif kecil di bandingkan provinsi lain di Jawa. Sementara pertumbuhan penduduk DIY semakin

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan berat molekul dan pola fragmentasi dari pendekatan WILEY229.LIB, maka diduga senyawa puncak 14 identik dengan germakron yang strukturnya dapat dilihat

Meskipun penelitian mengenai kadar timbal dalam darah pada petugas SPBU telah diteliti oleh beberapa peneliti sebelumnya, namun penelitian ini berfokus pada dampak

Adapun tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengisolasi gingerol pada rimpang jahe merah secara optimum dan mengidentifikasinya.Metode penelitian yang digunakan meliputi

terkontaminasi dengan batran pencemar yang berasal dari limbah rumah tangga, limbah industri, sisa-sisa pupuk atau pestisida dari daerah pertanian, limbah rumatr sakit,

Subyek penelitian merupakan bagian yang penting dalam sebuah penelitian. Subyek dipilih oleh peneliti dan dianggap memiliki loyalitas untuk menjawab dan memberikan informasi dan

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, menyetujui untuk memberikan kepada Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta Hak Bebas Royalti Non Ekslusif (Non-Exclusive

Variabel effort expectancy dan social influence tidak berpengaruh terhadap perilaku penerimaan penggunaan program aplikasi akuntansi Accurate pada SMK Yadika 1 Tegal Alur dan SMK

Dari pengujian kompaksi yang telah dilakukan dengan metoda statik pada tanah campuran dengan mengacu pada nilai dry density yang mendekati hasil tes kompaksi