Vol 02. No. 01, 2021
TRIANGLE
Journal Of Management, Accounting, Economic and Business
http://trianglesains.makarioz.org
50 | P a g e
ANALISIS KEPUASAN KERJA PERAWAT PADA RUMAH SAKIT UMUM
DAERAH DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG
Okta Saputra
1,
2Betty Magdalena,
3Anggalia Wibasuri,
4Stefanus Rumangkit
1,2,3,4Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya, Bandar Lampung[email protected], 2[email protected], 3[email protected], 4[email protected]
Received: 14 Januari 2021; Accepted: 08 Februari 2021; Published: 25 Februari 2021
Abstract (Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apa saja yang dapat mempertahankan Kepuasan Kerja perawat Rumah Sakit Umum Daerah Dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif. Sumber data yang digunakan adalah data primer. Sampel dalam penelitian ini adalah 31 perawat di bagian instalasi gawat darurat (IGD). Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sampling jenuh. Dalam penelitian ini Kepuasan Kerja akan diukur dengan indikator Job Satisfaction Survey (JSS) yang ditemukakan oleh Spector, (1997) yaitu gaj, promosi, supervisi/atasan, tunjangan, penghargaan, prosedur dan peraturan kerja, rekan kerja, pekerjaan itu sendiri dan komunkasi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan alat analisis pendekatan single global rating. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepuasan kerja perawat tinggi. Adapun tingkat kepuasan kerja perawat tinggi disebabkan oleh faktor rekan kerja yaitu saling menghormati, saling bekerja sama dalam menyelesaikan masalah maupun dengan atasan, dan kepuasan kerja perawat memiliki nilai terendah pada faktor pekerjaan itu sendiri, hal tersebut masih dalam kategori cukup puas tetapi belum sesuai dengan harapan yang diinginkan perawat. Dengan demikian disarankan kepada Rumah Sakit Umum Daerah Dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung untuk mengkaji lagi mengenai pekerjaan atau prosedur yang ditetapkan di rumah sakit.
Kata kunci : Kepuasan Kerja; Job Satisfaction Survey; Single Global Rating
Abstract (English)
The purpose of this study was to analyze the high job satisfaction of nurses in Dr. H. Abdul Moeloek Regional Public Hospital Lampung. The type of study used quantitative research. The data source in this study used primary data. The sampel in this study was 31 nurses in the Accident and Emergency Clinic. The instrument requirement test used the validation test and reliability test. In this study, Job Satisfaction was measured by the Job Satisfaction Survey (JSS) indicator proposed by Spector, (1997), namely salary, promotion, supervision/superiors, benefits, rewards, work procedures and regulations, coworkers, job, and communication. The data analysis method used quantitative analysis with a single global rating approach. The results of this study indicated that the job satisfaction of nurses was high. The high level of job satisfaction of nurses was caused by co-worker factors, namely mutual respect, working together in solving problems and with superiors, and job satisfaction of nurses had the lowest score on the job factor itself. It was still in the quite satisfied category but it was not in accordance with expectations of what the nurse intended. Thus, it was recommended to Dr. H. Abdul Moeloek Regional Public Hospital Lampung to review again about the work or procedures specified in the hospital.
Vol 02. No. 01, 2021
TRIANGLE
Journal Of Management, Accounting, Economic and Business
http://trianglesains.makarioz.org
51 | P a g e PENDAHULUAN
Perawat merupakan sumber daya manusia yang penting di dalam keberlangsungan berdirinya sebuah rumah sakit, karena pelayanan keperawatan di rumah sakit ialah penghasilan aktivitas terbesar sehingga mencerminkan mutu rumah sakitnya. Insana (2020,P.20) perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan dapat bekerja secara tim baik klinik, rumah sakit dan tempat pelayanan kesegatan lainnya. Pelayanan keperawatan merupakan suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian intergal dari pelayanan kesehatan yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan ditunjukan kepada individu, keluarga, kelompok, atau masyarakat, baik sehat maupun sakit (UU. No. 38 Tahun 2014 Tentang Keperawatan ).
Kepuasan Kerja merupakan sekumpulan perasaan pegawai terhadap pekerjaannya, apakah senang atau suka atau tidak senang atau tidak suka sebagai hasil interaksi pegawai dengan lingkungan pekerjaannya atau sebagai persepsi sikap mental, juga hasil penilaian pegawai terhadap pekerjaannya. Perasaan pegawai terhadap pekerjaan mencerminkan sikap dan perilakunya dalam bekerja. Kepuasan Kerja sebagai suatu sikap umum seorang individu terhadap pekerjaannya. Sementara tingkat kepuasan kerja yang rendah merupakan ancaman yang akan membawa kehacuran atau kemuduran bagi organisasi, secara cepat maupun perlahan. Untuk dapat meningkatkan Kepuasan Kerja Perawat, setidaknya perusahan perlu melakukan pengkajian ulang pada setiap faktor-faktor yang berperan untuk mendukung rasa Kepuasan Kerja Perawat. Untuk mengukur tingkat Kepuasan Kerja Pada subjek penelitian menggunakan alat ukur JSS (Job Satisfaction Survey) dari Spector, yang terdiri dari 36 item, yang kemudian diadaptasi kedalam bahasa Indonesia. Alat ukur ini memiliki pendekatan faset (aspek) dari Kepuasan Kerja, yang terdiri dari 9 fase sebagai berikut: Gaji atau Upah (pay), Kesempatan Promosi, Supervisi/Atasan, Fringe Benefits (Tunjangan), Contingent Rewards (Penghargaan), Prosedur dan Peraturan Kerja, Rekan Kerja, Pekerjan itu Sendiri/Tipe Pekerjaan dan Komunikasi.
Kepuasan Kerja Perawat pada Rumah Sakit Umum Daerah Dr.H.Abdul Moleok Provinsi Lampung yaitu : kepuasan kerja perawat suadah bisa di kategori tinggi atas yang diberikan oleh rumah sakit berdasarkan dari 9 aspek kepuasan kerja yaitu gaji, promosi, supervisi/atasan, tunjangan, penghargaan, prosedur dan peraturan kerja, rekan kerja, pekerjaan itu sendiri,komunikasi. Pihak rumah sakit menerapakan sistem kepuasan kerja untuk perawat instalasi gawat darurat. Dengan demikian tingkat kepuasan kerjanya sangat tinggi, hal ini akan diukur dengan alat ukur kepuasan kerja. Adapun alat yang digunakan dalam pengukuran kepuasan kerja yaitu alat ukur Job Satisfaction Survey (JSS) yang mana keunggulan dari alat ukur Job Satisfaction Survey ini adalah bentuk yang paling terkenal untuk skala kepuasan kerja yang memiliki indikator terbanyak yang merupakan modifikasi antara alat ukur lainnya sehingga memudahkan untuk melakukan pengukuran kepuasan kerja. Bentuk dari JSS ini juga relatif mudah dimodifikasi dan alat ukur terbaru dibandingkan alat ukur lainnya. Hal yang mendukung JSS sehingga membuatnya paling banyak digunakan oleh para peneliti adalah; validitas dan reliabilitas yang sudah teruji dalam berbagai penelitian; butir-butir yang bersifat umum sehingga dapat diterapkan pada berbagai kelompok subjek; hasil pengukuran dapat diperbandingkan dari berbagai kelompok subjek; dan hasil pengukurannya dapat diperbandingkan antar waktu. Oleh karena itu, job satisfaction survei dapat menjadi alat ukur yang handal untuk mengukur kepuasaa kerja perawat pada Rumah Sakit Umum Daerah Dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung.
Vol 02. No. 01, 2021
TRIANGLE
Journal Of Management, Accounting, Economic and Business
http://trianglesains.makarioz.org
52 | P a g e TINJAUAN PUSTAKA
Teori dua faktor merupakan dasar investigasi dalam penelitian ini. Menurut teori ini kepuasan kerja dan ketidakpuasan kerja itu merupakan hal yang berbeda. Kepuasan dan ketidakpuasan terhadap pekerjaan itu bukan suatu variabel yang kontineu. Teori ini merumuskan karakteristik pekerjaan menjadi dua kelompok yaitu satisfies atau motivator dan dissatifies. Satifies adalah faktor-faktor atau situasi yang dibutuhkan sebagai sumber kepuasan kerja yang terdiri dari: pekerjaan yang menarik, penuh tantangan, ada kesempatan untuk berprestasi, kesempatan memperoleh penghargaan dan promosi. Terpenuhinya faktor tersebut akan menimbulkan kepuasan, namun tidak terpenuhinya faktor ini tidak selalu mengakibatkan ketidakpuasan. Dissatisfies (hygiene factors) adalah faktor faktor yang menjadi sumber ketidakpuasan, yang terdiri dari: gaji/upah, pengawasan, hubungan antar pribadi, kondisi kerja dan status. Faktor ini diperlukan untuk memenuhi dorongan biologis serta kebutuhan dasar karyawan. Jika tidak terpenuhi faktor ini, karyawan tidak akan puas. Namun, jika besarnya faktor ini memadai untuk memenuhi kebutuhan tersebut, karyawan tidak akan kecewa meskipun belum terpuaskan. Kepuasaan kerja merupakan rasa emosional karyawan terhadap perasaan menyenangkan atau tidak menyenangkan pekerjaan yang dilakukan (Priansa, 2018). Pengukuran kepuasaan kerja dilakukan dengan mengembangkan alat ukur Job Satisfaction Survei (JSS) yang dikembangkan oleh Spector (1997). Job Satisfaction Survei terdiri dari sembilan atribut, yaitu: gaji, promosi, supervisi, tunjangan, penghargaan, prosedur dan peraturan kerja, rekan kerja, pekerjaan itu sendiri, dan komunikasi. Menurut Robbins (Priansa, 2018.P.293) menyatakan bahwa pengkuruan kepuasan kerja dapat dilakukan menggunakan beberapa pendekatan, yaitu single global ranting yang mengukur sikap kerja seseorang terhadap pekerjaannya hanya bertanya pada setiap individu untuk memberikan respon terhadap pertanyaan, dan summation score diidentifikasi dengan elemen-elemen kunci yang ada dalam sebuah pekerjaan dan menanyakan bagaimana perasaan mereka mengenai setiap pekerjaan itu. Faktor yang umum seperti sifat dari pekerjaannya, pengawasan, gaji, peluang promosi dan hubungan kerja.
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Sugiyono (2017,P.23) metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian positivistik karena berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif deskriptif/statistik. Populasi yang akan digunakan peneliti sebagai responden dalam penelitian adalah 31 perawat instalasi gawat darurat (IGD) yang juga peneliti jadikan sampel. Teknik pengambilan sampling menggunakan sampling jenuh. Seluruh instrumen pengukuran dalam penelitian ini menggunakan definisi operasional variabel yang sama dengan definisi konseptual dan menggunakan kuesioner yang diadapatasi dari penelitian terdahulu. Kepuasaan kerja diadopsi dari Job Satisfaction Survei (JSS) dengan 36 pertanyaan. Contoh pertanyaan dalam kuesioner, yaitu: 1) I feel I am being paid a fair amount for the work I do, 2) There is really too little chance for promotion on my job, 3) My supervisor is quite competent in doing his/her job, 4) dan lain-lain. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan Job Satisfation survey untuk mengukur tingkat kepuasan kerja dari 9 aspek yaitu: gaji, promosi, supervisi, tunjangan, penghargaan, prosedur
Vol 02. No. 01, 2021
TRIANGLE
Journal Of Management, Accounting, Economic and Business
http://trianglesains.makarioz.org
53 | P a g e
dan peraturan kerja, rekan kerja, pekerjaan itu sendiri dan komunikasi. Untuk mengetahui apakah tingkat perolehan nilai (skor) variabel penelitian masuk dalam kategori: Sangat tidak puas, tidak puas, cukup puas, puas, sangat puas.
Robbins (Priansa, 2018.P.293) dua pendekatan yang paling banyak digunakan adalah angka nilai global tunggal (single global ranting) dan skor penjumlahan (summation skor) yang tersusun atas sejumlah aspek kerja. Metode angka nilai global tunggal lebih dari meminta individu-individu untuk menjawab satu pertanyaan, seperti “apabila semua hal dipertimbangkan, seberapa puaskah anda dengan pekerjaan anda? ” kemudian gradasi jawaban responden adalah bergerak dari “sangat puas” sampai dengan “sangat tidak puas”. Pendekatan lain adalah penjumlahan aspek pekerjaan yang lebih canggih. Metode ini mengenali unsur-unsur utama dalam suatu pekerjaan dan menanyakan perasaan pegawai mengenai tiap unsur. Berbagai faktor yang lazim akan dicangkup adalah sifat dasar pekerjaan, pengawasan, upah sekarang, kesempatan promosi, dan hubungan dengan rekan kerja. Faktor-faktor ini dinilai pada suatu skala baku dan kemudian dijumlahkan untuk menciptakan skor kepuasan kerja keseluruhan.
HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Responden
Responden dalam penelitian ini adalah perawat di instalasi gawat darurat (IGD). Karakteristik responden dalam penelitian ini meliputi: jenis usia, kelamin, pendidikan, dan masa kerja. Hasil deskripsi responden memperlihatkan bahwa berdasarkan jenis usia responden terbanyak adalah perawat berusia pada 25 -35 tahun, berdasarkan jenis kelamin responden terbanyak adalah perawat laki –laki , berdasarkan pendidikan responden terbanyak yaitu DIII, dan berdasarkan masa kerja responden terbanyak memiliki masa kerja 1-10 tahun.
Pengujian Kelayakan Instrumen
Hasil uji validitas berdasarkan Kepuasan Kerja perawat, dengan menampilkan seluruh item pernyataan yang bersangkutan mengenai kepuasan kerja perawat meliputi aspek gaji/upah (pay), kesempatan promosi, supervisi/atasan, fringe benefits (tunjangan tambahan), contingen rewards (penghargaan), prosedur dan peraturan kerja, rekan kerja, pekerjaan itu sendiri/tipe pekerjaan dan komunikasi. Hasil yang didapatkan yaitu nilai r hitung > r tabel (0,3550). Dengan demikian seluruh item pernyataan mengenai aspek gaji/upah (pay), kesempatan promosi, supervisi/atasan, fringe benefits (tunjangan tambahan), contingen rewards (penghargaan), prosedur dan peraturan kerja, rekan kerja, pekerjaan itu sendiri/tipe pekerjaan dan komunikasi dinyatakan valid.
Hasil uji reliabilitas variabel dengan menampilkan seluruh item pernyataan yang bersangkutan mengenai Kepuasan Kerja Perawat meliputi aspek gaji/upah (pay), kesempatan promosi, supervisi/atasan, fringe benefits (tunjangan tambahan), contingen rewards (penghargaan), prosedur dan peraturan kerja, rekan kerja, pekerjaan itu sendiri/tipe pekerjaan dan komunikasi. Berdasarkan hasil uji reliabilitas tabel 6 nilai Alpha Chronbach, r Alpha > r tabel, maka pernyataan tersebut reliabel dan koefisien sangat tinggi.
Vol 02. No. 01, 2021
TRIANGLE
Journal Of Management, Accounting, Economic and Business
http://trianglesains.makarioz.org
54 | P a g e Hasil Analisis Data
Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Job Satisfaction Survey (JSS) yang dikembangkan oleh Spector (1997). Dan menggunakan metode pendekatan Single global rating. Tahap pertama yang dilakukan adalah dengan mencari rata-rata aspek dari jawaban kuesioner responden terkait dengan kepuasan kerja, hasilnya sebagai berikut :
Tabel 1. Rata-Rata Jawaban Responden Tentang Aspek Kepuasaan Kerja
No Aspek Rata-Rata 1 Gaji 3,71 2 Promosi 3,60 3 Supervisi 3,65 4 Tunjangan Tambahan 3,56 5 Penghargaan 3,47 6 Prosedur & Peraturan Kerja 3,52 7 Rekan Kerja 3,76 8 Pekerjaan itu sendiri 3,41 9 Komunikasi 3,47
Sumber : Data Diolah (2020)
Hasil perhitungan nilai rata-rata aspek Kepuasan Kerja Perawat RSUD Dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung diperoleh nilai rata-rata tertinggi sebesar 3,76 pada rekan kerja berada dalam kategori “Puas” pada skala interval, sedangkan nilai rata-rata terkecil sebesar 3,41 pada pekerjaan itu sendiri berada dalam kategori “Puas” pada skala interval.
Tabel 12. Tingkat Kepuasaan Kerja Perawat
Rata – Rata Tingkat Kepuasan 3,57 Puas
Berdasarkan tabel 9 diketahui bahwa secara kepuasan kerja perawat pada Rumah Sakit Umum Daerah Dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung merasakan puas dalam bekerja yang terindikasi dari nilai sebesar 3,57 yang berarti bahwa nilai tersebut berada dalam kategori “Puas” pada skala interval. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara kepuasan kerja perawat pada Rumah Sakit Umum Daerah Dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung sangat puas dalam bekerja.
Vol 02. No. 01, 2021
TRIANGLE
Journal Of Management, Accounting, Economic and Business
http://trianglesains.makarioz.org
55 | P a g e Pembahasan
Berdasarkan analisis kepuasan kerja perawat pada RSUD Dr.H.Abdul Moeloek berada pada kategori “Puas”. Hal ini berati kepuasan perawat dengan menggunakan alat ukur job satisfaction survey (JSS) dari 9 aspek kepuasan kerja yaitu gaji/upah (pay), kesempatan promosi, supervisi/atasan, fringe benefits (tunjangan tambahan), contingen rewards (penghargaan), prosedur dan peraturan kerja, rekan kerja, pekerjaan itu sendiri/tipe pekerjaan dan komunikasi. Perawat pada Rumah Sakit Umum Daerah Dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung merasakan kepuasan dalam bekerja yang tinggi. Hasil penelitian menunjukan faktor pertama yang menyebabkan kepuasan kerja tersebut adalah rekan kerja dengan tingkat kepuasan sebesar 3,76 dengan kategori “Puas”. Tingkat kepuasan kerja perawat pada rumah sakit ini merupakan ada pada indikator rekan kerja yang mana hubungan rekan kerja dalam bekerja menujukan sikap bersahabat terhadap atasan dan komunikasi juga terjalin baik dalam lingkungan kerja.
Penelitian yang dilakukan oleh Dede Djuniardi (2018) Universitas Kuningan, dengan judul “ Analisis Kepuasan Pelayanan Tenaga Perawat pada Konsumen pada Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan”. Berdasarkan hasil penelitiannya diketahui bahwa kepuasan kerja dari perawat yang bekerja di rumah sakit ini sudah berada pada kategori yang di golongkan tinggi, yang mana aspek penentu kepuasan kerja yang memiliki rata-rata presentase tertinggi dalam penelitian ini terletak pada rekan kerja, sedangkan untuk aspek penentu kepuasan kerja yang memiliki nilai presentase terendah ada pada pekerjaan itu sendiri.
1. Aspek Gaji yang membuat kepuasan kerja puas, di karenakan hasil nilai rata-rata gaji yaitu 3,71 dengan kategori “Puas” sehingga sudah sesuai dengan fenomena bahwa RSUD Dr.H.Abdul Moeloek memberikan tingkat kinerja, tingkat pendidikan, pengalaman kerja, dan gaji tersebut diberikan sesuai standar upah yang telah ditetapkan pemerintah berdasarkan golongan perawat.
2. Aspek Promosi yang diberikan oleh Rumah Sakit Umum Daerah Dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Hasil nilai rata-rata promosi yaitu 3,60 masuk dalam kategori “Puas” dilihat dari keberhasilan kerja yang dicapai, lama kerja, tingkat kedislinan serta kemampuan dalam melakukan pekerjaan. perawat yang bekerja dengan baik memiliki peluang yang adil untuk dipromsoikan.
3. Aspek Supervisi atau atasan yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Hasil nilai rata-rata 3,65 masuk dalam kategori “Puas” dilaksanakan dengan baik dan langsung oleh atasan, dilakukan secara berkala, membuat kebijakan supervisi yang baik dan terjadwal terhadap kinerja perawat. ketika menemukan masalah maka atasan secara langsung bersamaan dengan bahwan menyelesaikan. Atasan selalu memberikan pengarahan dan motivasi yang baik dalam berkomunikasi. 4. Aspek Tunjangan yang diberikan oleh Rumah Sakit Umum Daerah Dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung.
Hasil nilai rata-rata 3,56 dengan kategori “Puas”. dilihat dari pendidikan, golongan dan tingkat jabatan. Tunjangan diberikan untuk mempertahakan perawat yang berkualitas dan memotivasi perawat untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik.
5. Aspek Penghargaan atau reward diberikan oleh Rumah Sakit Umum Daerah Dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Hasil nilai rata-rata 3,47 dengan kategori “Puas”. kepada perawat yang sudah bekerja keras untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh rumah sakit. Penghargaan dalam bentuk imbalan diharapakan dapat meningkatkan motivasi dan kinerja tinggi akan meningkatkan kepuasan kerja. Perawat
Vol 02. No. 01, 2021
TRIANGLE
Journal Of Management, Accounting, Economic and Business
http://trianglesains.makarioz.org
56 | P a g e
mendapatkan apresiasi saat menyelesaikan tugas dengan baik dan diberikan sebuah pelatihan sesuai dengan status perawat.
6. Aspek Prosedur dan Peraturan Kerja di Rumah Sakit Umum Daerah Dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Hasil nilai rata-rata 3,52 dengan kategori “Puas” perawat diberikan waktu kerja yang preprosional dan peraturan yang ada sesuai dengan shif kerja yang diberikan oleh pihak rumah sakit sesuai dengan jadwal kerja yang dipertimbangkan dengan baik.
7. Aspek Rekan kerja pada Rumah Sakit Umum Daerah Dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung Hasil nilai rata-rata 3,76 dengan kategori “Puas”. yang saling menghormati, saling bekerja sama dalam menyelesaikan masalah maupun dengan atasan, suasana kekeluargaan yang baik dan kompetisi yang sehat antara rekan kerja mempunyai pengaruh positif terhadap kepuasan kerja perawat.
8. Aspek Pekerjaan itu sendiri perawat diberikan kebebasan untuk berkreasi dan berinovasi sesuai dengan prosedur yang diberikan oleh Rumah Sakit Umum Daerah Dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Hasil nilai 3,41 dengan kategori “Puas” atasan maupun bahwan selalu terbuka dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pekerjaan supaya tidak mempengaruhi kinerja para perawat.
9. Aspek Komunikasi yang dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Daerah Dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Hasil nilai 3,47 masuk dalam kategori “Puas” dilakukan dengan baik dan jelas antara atasan dan bahwan menerapakan sistem 5 S didalam lingkungan kerja mereka. Komunikasi yang terjalin terbantu melalui internet untuk mempermudah berkomunikasi.
Adapun faktor yang menyebabkan rendahnya nilai kepuasan kerja adalah pekerjaan itu sendiri yang terindikasi dari hasil jawaban kuesioner dengan nilai terendah sebesar 3,41 pada indikator pekerjaan itu sendiri. Hal ini berarti perawat RSUD Dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung merasa tidak puas terhadap pekerjaan yang ada di rumah sakit dibandingkan dengan indikator lainnya. Meskipun dapat disebut terendah tetapi dalam kategori kepuasan kerjanya tetap dikatakan puas, hanya saja tingkat kepuasan kerjanya kurang maksimal.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian ini, kesimpulan yang dapat diambil adalah kepuasan kerja perawat akan gaji/upah (pay), promosi, supervisi/atasan, tunjangan tambahan, penghargaan, prosedur dan peraturan kerja, rekan kerja, pekerjaan itu sendiri dan komunikasi. Hasil perhitungan nilai rata-rata Kepuasan Kerja Rumah Sakit Umum Daerah Dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung berada pada kategori “Puas” pada skala interval. Perawat RSUD Dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung merasakan kepuasan kerja yang tinggi. Indikator tertinggi dalam kepuasan kerja yang dirasakan perawat adalah indikator rekan kerja yaitu rekan kerja saling menghormati, informasi dari atasan maupun serekan kerja mengenai tugas-tugas kerja disamapaikan dapat dimengerti dan cukup jelas, dan indikator terendah dalam kepuasan kerja yang dirasakan perawat adalah indikator pekerjan yaitu adanya berbagai prosedur yang dapat mempersulit pekerjaan. tetapi dapat dikategorikan dari semua indikator yang ada bahwa kepuasan kerja pada perawat sudah terpenuhi
Vol 02. No. 01, 2021
TRIANGLE
Journal Of Management, Accounting, Economic and Business
http://trianglesains.makarioz.org
57 | P a g e DAFTAR PUSTAKA
Arso Pawelas Septo, dan Suryawati Wardani Chris, dan Susanto Edo Aji Mokhammad. 2020. Analisis Faktor-Fakor yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja Karyawan RS M Di Kabupaten Pekalongan.
Bachtiar Eka Andy. 2016. Analisis Kepuasan Kerja Perawat di Rumah Sakit Pamekasan. Badriyah, Milla. 2015. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: CV Pustaka Setia. Cortese G. Claudio. 2015. Job Satisfaction of Italian nurses: an exploratory study.
Cahyani Leni, dan Priansa Juni Donni. 2015. Pengaruh Modal Intelektual Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Serta Dampaknya Terhadap Loyalitas Pegawai Customer Services Hotel Berbintang Empat di Bandung.
Donni Juni Priansa. 2018. Perencanaan dan Pengembangan SDM. Penerbit: Alfabeta, Bandung.
Djuniardi Dede. 2018. Analisis Kepuasan Pelayanan Tenaga Perawat pada Kosumen Rumah Sakit Umum Daerah 45 Kuningan.
Herlina, dan Wibasuri, Anggalia. 2017. Indeks Kepuasan Masyarakat dan Standar Operasional Prosedur Program E-ktp Se-Bandar Lampung. Jurnal Manajemen Magister Darmajaya. Vol.2.01. Desmber 2017. Emron Edison, dan Yohny Anwar, dan Imas Komariyah. 2016. Manajemen Sumber Daya Manusia. Penerbit:
Alfabeta ,Bandung.
Maqbali Al Abdullah Mohammad. 2015. Job Satisfaction of nurses in a regional Hospital in Oman.
Maria insana. 2020. Caring dan Comfort Perawat dalam Kegawatdaruratan. Penerbit: CV Budi Utama, Yogyakarta.
Pasole Yublika Fetty, dan Dary, dan Desi. 2019. Identifikasi Kepuasan Kerja Perawat Yang Bekerja Di Bangsal Medikal Bedah.
Rulyati Okta, dan Magdalena Betty. 2019. Pengaruh Promosi Jabatan terhadap Kepuasan Kerja melalui Prestasi Kerja sebagai Variabel Intervening pada Karyawan Tvri Lampung.
Rumangkit, S. dan Wibaselpa Anggawidia. 2020. Indeks Kepuasan Kerja Dosen dan Karyawan Non Akademik Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya. Bandar Lampung: IIB Darmajaya. Jurnal Bisnis Darmajaya, Vol. 06, No. 02, Juni 2020.
Robbins, Stephen. P. 2009, Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan, Mary Coulter, Erlangga. Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D; Penerbit CV Alfabeta, Bandung. Sanusi, Anwar. 2017. Metode Penelitian Bisnis. Penerbit: Salemba Empat, Jakarta: Indonesia.
Vol 02. No. 01, 2021
TRIANGLE
Journal Of Management, Accounting, Economic and Business
http://trianglesains.makarioz.org
58 | P a g e
Sutrisno, Edy. 2019. Manajemen Sumber Daya Manusia. PRENADAMEDIA GROUP, Jakarta: Indonesia. Spector, PE.1985. Pengaluran Kepuasan Staf Layanan Manusi: Pengembangan Survei Kepuasan Kerja.
American Journal Of Community Psychology 13,693-713.
Spector, PE. 1997. Kepuasan Kerja: Penerapan, penilaian, Penyebab & Konsekuensi. Thousand Oaks, CA:Sage Publications,inc.
Saragih Bongsu, dan Sanusi Anwar, dan Manan Abdul. 2017. The Influence Of Job Satisfaction Toward Employee Performance On The Antecedent Of Competencies and Organizational Citizenship Behavior. IOSR Journal Of Business and Manajement. Vol. 19. 01, 2017.
Yusa De Viola, dan HS, Aprianscy Meta Ajeng. 2019. Analisis Kepuasan Mahasiswa Terhadap Kualitas Pelayanan Pada Perpustakaan Perguruaan Tinggi Swasta di Bandar Lampung. Jurnal Manajemen dan Bisnis Darmajaya. Vol. 17 (3), 20.