RESISTENSI PETANI IKAN SISTEM KERAMBA JARING APUNG (KJA)DI WADUK JATILUHUR DESA CIBINONG KECAMATAN JATILUHURKABUPATEN PURWAKARTA

Teks penuh

(1)

RESISTENSI PETANI IKAN SISTEM KERAMBA JARING APUNG (KJA)DI WADUK JATILUHUR DESA CIBINONG KECAMATAN

JATILUHURKABUPATEN PURWAKARTA

1

Nia Sumarni (niasumarni58@yahoo.com) 2

Nandang Hendriawan (nandang.hendriawan@yahoo.com) Program Studi Pendidikan Geografi

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

ABSTRACT

This study aimed to obtain objective data and to determine the factors that cause resistance fish farmers floating net system: For knowing the effort to do KJA fish farmers to earn an income in the village Jatiluhur Cibinong Jatiluhur Purwakarta District. The methods used in this research is descriptive quantitative method .with sampling Simple random sampling technique. Study sample were 22 respondents KJA fish farmers. In this context, data collection techniques used were observation, interviews, questionnaires and documentation.These results indicate that the phenomenon of resistance of fish farmers in floating cages system Jatilahur reservoir cibinong village is due to farmers knowledge and mastery of skills as much as 59.09% KJA fish farming system KJA know, going out for fish farming nets floating cage systems than half of the respondents have KJA pursue fish farming activities between 5-10 years, limited employment opportunities in other sectors as much as 66.67% to KJA fish farmers is a major job, technology is still earning 68.75%. Polyculture fish farming efforts by as much as 59.09 % Patin beneficial or add value.For further research, is expected to examine the things that have not been revealed in this thesis.

Keyword: Resistance, Keramba cage system

PENDAHULUAN Latar Belakang

Budidaya ikan di jaring apung merupakan metode akuakultur yang paling produktif sekarang ini. Hal tersebut dikarenakan beberapa kelebihan dalam metode keramaba jaring apung antara lain: padat penebaran tinggi, ketersediaan kuantitas air, tidak memelukan pengolahan tanah, pengendalian gangguan predator relatif lebih mudah, pemanenan lebih mudah dan dapat dipindahkan kelokasi lain(Kordi K., M.G.H. 2013:

(2)

78). Akibat usaha budidaya ikan air tawar keramba jaring apung inilah, sehingga terjadi perkembangan perekonomian di wilayah sekitar waduk

Berdasarkan observasi saat ini, hasil budidaya ikan sistem keramba jaring apung di Waduk Jatiluhur telah mengalami musibah gagal panen.Ini di karena perubahan iklim saat ini yang berakibat pemanasan global sangat mempengaruhi kehidupan ekosistem baik didarat, udara dan perairan.Saling ketergantungan antara makhluk hidup dengan lingkungan tidak lagi berjalan tidak harmonis dan bahan-bahan kimia yang berlebihan berakibat rusaknya lingkungan berupa tanah air, air, udara.Salah satu kendalanya adalah faktor alam yaitu cuaca yang extrimsaat musim kemarau yakni serangan Virus.Virus ini datangnya tidak bisa diprediksi,selain itu seperti akhir-akhir ini terjadi dengan adanya curah hujan yang tinggi sehingga mengakibatkan arus balik air/umbalan (upwelling)yang menyebabkan ikan mati secara masal sebelum panen.

Seperti yang terjadi di Desa Cibinong Kecamatan Jatiluhur Kabupaten Purwakarta yang termasuk salah satu wilayah genangan air Waduk Jatiluhur juga masyarakatnya yang membudidayakan ikan sistem keramba jaring apung. Ketidakharmonisan tersebut menyebabkan setiap makhluk hidup harus berusaha mencari kebutuhan hidupnya agar terpenuhi dan bertahan hidup dikala terjadi kegagalan usaha budidaya ikan air tawar (nila, mas) di keramba jaring apung waduk Jatiluhur.Dimana masalah di antara kebutuhan ekonomi yang terus meningkat di banding hasil panen dengan resiko yang di hadapi ketika mereka.Masalah ini sudah menjadi hal biasa yang di hadapi para petani ikan KJA Waduk Jatiluhur di Desa Cibinong Kecamatan Jatiluhur Kabupaten Purwakarta.Kendala lain yang di hadapi para petani ikan keramba jaring apung yaitu biaya produksi yang tinggi semakin banyak keramba untuk budidaya perikanan semakin tinggi juga biaya operasional yang dikeluarkan.

Modal merupakan unsur yang paling, tanpa modal segalanya tidak akan berjalan. Hal ini juga selaras dengan tingkat keberhasilan panen karena pakan dan obat-obatan merupakan kebutuhan pokok untuk budidaya perikanan yang tidak bisa di kurangi porsinya.Berdasarkan hal tersebut, maka hasil yang di peroleh petani ikan Keramba Jaring Apung di Waduk Jatiluhur Desa Cibinong Kecamatan Jatiluhur Kabupaten Purwakarta disamping untuk memenuhi kebutuhan hidup terutama untuk dijual dalam rangka memenuhi kebutuhan lainnya.Sehingga para petani ikan keramba jaring apung

(3)

yang tergolong kedalam pemilik dan pekerja mengubah sikap dan bertindak dengan cara dan strategi baru, untuk mendapatkan pendapatan.

Tujuan

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah: 1untuk mengetahui faktor yang menyebabkan resistensi petani ikan sistem Keramba Jaring Apung(KJA) di Waduk Jatiluhur Desa Cibinong Kecamatan Jatiluhur Kabupaten Purwakarta.2. untuk mengetahui upaya yang dilakukan petani ikan sistem Keramba Jaring Apung (KJA) untuk mendapatkan penghasilan di Waduk Jatiluhur Desa Cibinong Kecamatan Jatiluhur Kabupaten Purwakarta.

METODE PENELITIAN

Sehubungan dengan masalah yang penulis teliti dan masalah yang terjadi pada masa sekarang, maka metode yang penulis gunakan yaitu metode deskriftif kuantitatif Menurut Surakhmad, Winarno (1994:139) penelitian yang bersifat deskriptif analisis yang tertuju pada pemecahan masalah yang ada pada masa sekarang dengan jalan mengumpulkan data, menyusun, dan mengklasifikasikannya, menganalisis serta menginterpretasikan. Penggunaan metode deskriptif kuantitatif ini diarahkan untuk mengungkapkan data tentang resistensi petani ikan sistem Keramba Jaring Apung (KJA) di Waduk Jatiluhur Desa Cibinong Kecamatan Jatiluhur Kabupaten Purwakarta. PEMBAHASAN

Deskripsi Faktor yang Menyebabkan Resistensi Petani Ikan KJA di Waduk Jatiluhur Desa Cibinong Kecamatan Jatiluhur Kabupaten Purwakarta.

Pengetahuan dan Penguasaan Keterampilan

Sebagian besar petani ikan keramba jaring apung Desa Cibinong pengetahuan yang cukup sebanyak 13 responden 59,09% atau rata-rata mengetahui tentang budidaya ikan sistem keramba jaring apung. Pengetahuan merupakan sesuatu yang diketahui dengan menggunakan akal sehat dan secara sadar dapat menerangkan dalam hal ini tentang budidaya ikan sistem keramba jaring apung. Pendidikan mengajarkan manusia untuk dapat berfikir secara objektif, yang akan memberikan kemampuan untuk menilai

(4)

apakah kebudayaan masyarakatnya akan dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan zaman atau tidak (soekanto, soerjono, 2006:285).

Hal ini sejalan dengan apa yang di ungkapkan oleh mubyarto (1977: 23) bahwa: khusus bagi para petani ikan, adanya pendidikan non formal berupa penyuluhan perikanan sangat menunjang dalam menambah pengetahuan budidayanya. Karena tujuan penyuluhan tersebut adalah menambah kesanggupan para petani dalam meningkatkan usaha budidayanya.

Berdasarkan hasil wawancara dengan petani ikan keramba jaring apung Jatiluhur sebagian besar mengetahui proses budidaya ikan sistem keramba jaring apung dimulai dari pembesaran ikan sampai dengan pemasarannya. Dengan adanya pengetahuan yang cukup maka para petani ikan bertahan dalam usaha budidaya ikan keramba jaring apung ini dan terdorong untuk mencoba budidaya ikan polikultur.Sedangkan penguasaanketerampilan dari orang tua mereka yaitu sebanyak 15 responden (68,18%). Berdasarkan data tersebut terlihat bahwa faktor warisan (turun temurun) hal ini dikarenakan tingkat pendidikan dan dan pendapatan yang kurang sehingga tidak adanya kemampuan untuk bekerja di sektor lain. Ada juga keterampilan petani ikan yang didapat dari otodidak dan ada juga yang mencari literatur atau buku panduan mengenai budidaya ikan sistem keramba jaring apung.

Menekuni Bidang Budidaya Ikan Sistem Keramba Jaring Apung

Menekuni bidang sebagai budidaya ikan sistem keramba jaring apung merupakan salah satu alternatif responden untuk kualitas yang tetap utuh.sebanyak 50,00% responden pemilik dan pekerja ikan kja desa Cibinong Kecamatan Jatiluhur Kabupaten Purwakarta menekuni usaha budidaya ikan keramba jaring apung antara 5-10 tahun sehingga lamanya responden menekuni bidang budidaya ikan keramba jaring apung di Waduk Jatiluhur menjadi alasan mereka bertahan.

Keterbatasan Lapangan Pekerjaan di Sektor Lain

kesulitan lapangan kerja disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor pendidikan yang rendah dan kesempatan kerja yang tidak merata dan bersifat terpusat di kota-kota besar. Karena keterbatasan lapangan kerjalah yang membuat petani ikan berfikir bahwa menajadi petani ikan sistem keramba jaring apung itu sangatlah penting. karena dengan

(5)

keterbatasan lapangan kerja saat ini sangatlah sulit untuk mendapatkan pekerjaan,hanya dengan melakukan budidaya ikan keramba jaring apung petani dapat keluar dari masalah keterbatasan lapangan kerja ini.sebanyak 15 responden 68.18% menjadi pekerjaan pokok dan sebanyak 7 responden 31.82% menjadi hanya sampingan sebagai pembudidaya ikan sistem keramba jaring apung.

Pendapatan dalam penelitian ini merupakan perolehan reponden dari kegiatan usaha budidaya ikan sistem keramba jaring apung. Pendapatan diukur dengan menghitung besarnya perolehan rata-rata dalam sekali panen.Besarnya pendapatan tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. sebanyak 14 responden sebanyak 63,64% pendapatannya mencapai 1000.000-5000.0000 dan sebanyak 6 responden 27,27% pendapatanya <1000.000.Kondisi demikian ini dikarenakan keterbatasan lapangan pekerjaan di sektor lain sehingga pekerjaan pokok petani ikan keramba jaring apung hanyalah menjadi petani budidaya ikan keramba jaring apung saja Teknologi

Teknologi yang digunakan petani ikan di Desa Cibinong mereka menggunakan sistem keramba jaring apung metode ini yang paling produktif karena memilki keuntungan yaitu: tingginya padat penebaran, mudah melakukan pengendalian gangguan predator (pemangsa), mudah melakukan pemanenan Untuk mendapatkan hasil yang optimal, setidaknya cara-cara dalam budidaya ikan haruslah yang baik, sesuai dengan proporsinya dan juga menggunakan teknologi yang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil panen dari budidaya ikan tersebut. Akan tetapi bicara tentang teknologi identik dengan sarana.Sedangkan sarana prasarana petani ikan keramba jaring apung sangat terbatas terutama peralatan.sebanyak15 responden 68,18% memelihara dan membudidayakan ikan dengan cara atau masih menggunakan peralatantradisional pada umumnya masih menggunakan bambu bulat. Adapun keramba jaring apung yang modern yaitu berbahan fiberglass dengan teknologi knockdown artinya untuk mengatasi lapuk dan karatan dan akan bisa bertahan sampai puluhan tahun dan mudah dibongkar pasang

(6)

Gambar 1

Keramba Jaring Apung Modern dan Tradisional

Dari hasil penelitian, sebagian besar pemilik kolam memelihara ikan dengan cara tradisional dengan menggunakan bambu, meskipun dengan peralatan tradisional tapi menurut responden, mereka mengetahui dan memiliki teknologi tentang budidaya ikan yang baik dan benar. dengan menerapkan sistem budidaya keramba jaring apung dan pemberian pakan yang disesuaikan dengan takaran yang telah dianjurkan, pemberian pakan memperhatikan komposisi dan jenis pakan yang diperlukan ikan untuk tumbuh optimal.

Upaya yang Dilakukan Petani Ikan Sistem Keramba Jaring Apung diWaduk Jatiluhur Desa Cibinong Kecamatan Jatiluhur Kabupaten Purwakarta

Kegiatan pembesaran secara Polikultur dalam keramba jaring apung umumnya dilakukan hanya sebagai komoditas sampingan.Tujuannya adalah untuk memanfaatkan sisa pakan tambahan yang dikonsumsi ikan komoditas pokok. Biasanya jenis ikan yang biasa dijadikan komoditas pokok petani ikan keramba jaring apung di Waduk Jatiluhur adalah ikan mas dan nila sedangkan komoditas sampingannya (polikultur) adalah ikan patin.

Pemeliharaan dapat dilakukan pada lapisan kedua (bawah) ataupun pada bagian sistem kolor.Lapisan kedua artinya jaringnya berada pada bagian bawah jaring utama.Sementara sistem kolor artinya pemeliharaan dilakukan dalam jaring yang dipasang satu unit jaring.Jaring tersebut untuk membatasi antar unit jaring.

Ikan yang dipelihara bisa terdiri dari dua jenis atau lebih. Salah satu contoh adalah polikultur ikan nila, mas dengan patin. Ikan nila dan mas yang merupakan

(7)

ikanprimadona di waduk jatiluhur digabungkan dengan ikan patin (pangasius sp) yang merupakan ikan omnivorous (pemakan segala) dan cenderung mengambil atau memamfaatkan sisa-sisa makanan ikan nila dan mas yang ada di dasar kolam. Demikian juga sangat kuat terhadap virus dan adanya arus balik sehingga ikan patin di jadikan budidaya sampingan dimana saat terjadi musibah seperti upwelling ikan patin ini menjadi satu-satunya ikan yang bertahan hidup.Ikan patin mampu bertahan hidup pada perairan yang kondisinya sangat jelek dan akan tumbuh normal diperairan yang memenuhi persayaratan ideal sebagaimana habitat aslinya. Keadaan suhu air yang optimal untuk kehidupan ikan patin antara 280C-290C.ikan patin lebih menyukai perairan yang memiliki fluktuasi suhu rendah. Kehidupan ikan patin mulai terganggu apabila suhu perairan menurun samapai 140C-150C ataupun meningkat diatas 350C.aktivitas patin terhenti pada perairan yang suhunya dibawah 60C atau diatas 420C.

Mayoritas responden sebanyak 59,09% menyatakan budidaya polikultur sangat menguntungkan. Dalam usaha mempertahankan kelangsungan hidup guna memenuhi kebutuhan hidupnya para petani ikan keramba jaring apung melakukan budidaya ikan secara polikultur pada umumnya jenis ikan patin hal ini di buktikan sebanyak 18 responden 81,82% yang dijadikan untuk dijadikan sebagai sampingannya.

SIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan pada hasil penelitian dan pembahasan, maka penelitian ini dapat disimpulkan.

Simpulan

Dari hasil deskripsi dan pembuktian hipotesis, dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :

Faktor yang menyebabkan Resistensi Petani Ikan Keramba Jaring Apung Di Waduk Jatiluhur Desa Cibinong Kecamatan Jatiluhur Kabupaten Purwakarta:

Pengetahuan dan penguasaan keterampilan tentang budidaya ikan keramba jaring apung merupakan tonggak keberhasilan dalam menjalankan bisnis budidaya perikanan, apabila seseorang memiliki keterampilan atau setidaknya tahu tentang budidaya perikanan maka paling tidak seseorang tidak akan mengalami kesulitan yang besar dalam menjalankan usahanya dapat disimpulkan dengan adanya penyuluhan dari dinas perikanan bahwa petani ikan keramba jaring apung memiliki pengetahuan yang cukup dalam hal membudidayaka ikan sistem keramba jaring apung.

(8)

Menekuni bidang budidaya ikan sistem keramba jarring apung yang sudah lama dilakukan petani ikan keramba jaring apung merupakan salah satu faktor bertahannya petani Ikan keramba jaring apung di waduk jatiluhur desa cibinong Kecamatan jatiluhur kabupaten purwakarta.

Terbatasnya lapangan pekerjaan di sektor lain yang membuat para petani ikan keramba jaring apung berfikir bahwa menjadi petani ikan keramba jaring apung itu sangat penting karena sulitnya mendapat pekerjaan yang disebabkan oleh beberapa faktor pendidikan yang rendah dan kesempatan kerja yang tidak merata dan sebagian besar dipilih menjadi pekerjaan pokok para petani ikan keramba jaring apung.

Teknologi yang digunakan petani ikan merupakan teknologi sistem keramba jaring apung responden menganggap bahwa metode ini merupakan metode yang paling produktif untuk membudidaya ikan menggunakan sistem keramba jarring apung disamping memiliki banyak keuntungan di antaranya tingginya padat penebaran, mudah melakukan pemanenan maka dapat meningkatkan hasil panen. Akan tetapi bicara tentang teknologi identik dengan sarana prasarana dan saran yang digunakan masih pun masih menggunakan peralatan sederhana.

Dalam usaha mempertahankan kelangsungan hidup guna memenuhi kebutuhan hidupnya, petani ikan melakukan dengan cara budidaya ikan secara polikultur yaitu membudidayakan ikan dengan jenis berbeda dalam wadah yang sama pada umumnya ikan jenis patin ini merupakan ikan segala yang cenderung mengambil dan memanfaatkan sisa makanan ikan nila dan mas demikian juga sangat kuat terhadap virus dan umbalan sehingga ikan patin dijadikan budidaya sampingan dimana saat terjadi musibah seperti umbalan/upwelling responden menganggap budidaya polikultur (sampingan) dengan ikan patin sangat menguntungkan.

Saran- Saran

Setelah penulis menganalisis dan menyimpulkan data sesuai dengan yang diteliti mengenai Resistensi Petani Ikan Keramba Jaring Apung, maka penulis mengemukakan saran-saran sebagai berikut:

Para petani ikan hendaknya jangan cepat puas dengan apa yang didapatkan dari budidaya ikan sistem keramba jarring apung secara polikultur (sampingan), tetapi para

(9)

petani ikan harus lebih mencari dan mencoba penemuan-penemuan baru yang bersifat positif sehingga kesejahteraan dapat lebih ditingkatkan.

Para petani hendaknya harus lebih meningkatkan teknologi seperti pemilihan benih, pemberian pakan, pemberantasan hama dan pegolahan lahan tempat budidaya ikan keramba jaring apung.

Para petani harus lebih mengetahui informasi tentang perubahan cuaca tentunya dengan bantuan pemerintah melalui petugas penyuluh perikanan.

Kepada peneliti lain diharapkan dapat meneliti hal-hal yang belum terungkap dalam skripsi ini.

DAFTAR PUSTAKA

Kordi K., M.G.H. (2013). BudidayaNilaUnggul. Jakarta :AgroMediaPustaka. Mubyarto.(1977). PengantarEkonomiPertanian.Jakarta :LP3ES

Surachmad, Winarno. (1994). Pengantar penelitian ilmiah.Bandung :Tarsito Soerjono, soekanto.(2006). Sosiologi suatu pengantar.Jakarta : PT. Raja Grafindo Sumaatmadja, Nursid. (2012) Manusia Dalam Konteks Sosial Budaya dan Lingkungan.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :