• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1

Pada era globalisasi saat ini membuat sektor perekonomian di dunia semakin lama berkembang sangat cepat. Hal ini terbukti dengan banyaknya negara yang berbondong-bondong memperbaiki perekonomian negara masing- masing. Perkembangan dan kemajuan perekonomian di dunia tersebut tentunya tidak lepas dari kemajuan teknologi yang telah mendunia. Perkembangan tersebut membuat persaingan antar perusahaan tentunya semakin meningkat.

Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang memperbaiki kodisi perekonomian agar tidak tertingal dengan negara lain. Salah satu dukungan dari masyarakat Indonesia untuk membantu memperbaiki kondisi perekonomian ialah dengan mendirikan Usaha Mikro Kecil dan menegah. Berdasarkan data dari kementrian Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (2021) Jumlah UMKM mencapai 64,2 juta dengan kontribusi terhadap produk domestik bruto sebesar 61,07 persen atau senilai Rp8.573,89 triliun dan mampu menyerap 97%

total tenaga kerja yang ada, serta dapat menghimpun 60,42 peersen dari total investasi di Indonesia.

Banyaknya UMKM yang ada di Indonesia membuat persaingan antarperusahaan semakin tinggi dan ketat. Menurut Mukhtar dan muhammad (2014:324) perkembangan usaha sangat bergantung pada aktifitas usaha yang dijalankan, baik usaha dagang, industri maupun jasa. Semakin luas dan berkembang usaha ini menyebabkan terjadinya persaingan antar perusahaan.

Perusahaan tersebut tentunya bersaing untuk mencapai tujuan yang sama.

Menurut Ayuningrum dan rachmat (2021) Tujuan yang ingin dicapai perusahaan adalah untuk memperoleh keuntungan atau laba yang optimum.

Laba yang optimum tentunya tidak lepas dari akuntansi, karena untuk mendapatkan laba yang optimum maka kita harus mengeluarkan biaya seminimum mungkin. Akuntansi adalah suatu sistem informasi yang menyediakan laporan untuk para pemangku kepentingan mengenai aktivitas dan kondisi

(2)

ekomoni perusahaan (Kieso, dkk, 2018:9).

Menurut Purwaji, dkk (2016:8) “Akuntansi biaya adalah suatu sistem informasi yang mengidentifikasi, menganalisis dan melaporkan informasi keuangan dan nonkeuangan yang terkait dengan biaya perolehan ataupenggunaan sumberdaya dalam suatu organisasi”. Akuntansi biaya memiliki peran dalam perhitungan harga pokok produksi yaitu menetapkan, menganalisa dan melaporkan pos-pos biaya yang mendukung laporan harga pokok produksi sehingga dapat menyajikan laporan biaya yang tepat dan akurat (Setiadi, dkk 2014). Menurut Prabowo (2018) Elemen-elemen pembentuk harga pokok produksi yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik.

Perhitungan harga pokok produksi harus dilakukan secara tepat agar dapat mencapai laba yang telah ditetapkan serta untuk menjaga keberlangsungan proses produksi, Menurut Firlisia, dkk (2019) “Perhitungan harga pokok produksi yang benar akan menghasilkan laba yang sesuai dikarenakan penetapan harga jual yang benar pula tidak terlalu tinggi bahkan tidak terlalu rendah dari harga pokok".

Maka dari itu perusahaan diharapkan dapat menghitung harga pokok produksi secara akurat berdasarkan prosedur akuntansi yang semestinya.

Kesalahan dalam perhitungan harga pokok produksi dapat membuat penentuan harga jual tidak tepat baik akan menjadi terlalu tinggi atau sebaliknya.

Kedua kemungkinan tersebut akan memberikan dampak yang buruk kepada perusahaan, karena penetapan harga jual yang terlalu tinggi dapat membuat produk perusahaan sulit bersaing dengan produk yang sejenis dipasaran, sebaliknya penetapan harga jual yang terlalu rendah membuat perusahaan memperoleh laba yang rendah dan tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Persaingan yang terjadi antar perusahaan dapat diatasi dengan penentuan harga pokok produksi yang tepat dan cepat, sehingga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan harga jual produk yang akan dijual.

Untuk menghitung harga pokok produksi yang tepat, diperlukan adanya pengumpulan dan pengelompokkan biaya yang benar. Elemen dari biaya tersebut yaitu: bahan baku langsung, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead

(3)

pabrik. Ketiga elemen biaya dalam penghitungan harga pokok produksi harus diperhatikan sebaik-baiknya agar dalam pengalokasian dan pembebanan biaya produksi dapat dilakukan dengan tepat. Biaya-biaya tersebut harus diklasifikasikan secara tepat agar perhitungan harga pokok produksi benar-benar dapat mencerminkan biaya-biaya yang sesungguhnya terjadi.

Pengumpulan harga pokok produksi secara tidak langsung sangat ditentukan oleh proses kegiatan produksi suatu produk. Menurut Mulyadi (2015:

17) “Metode pengumpulan harga pokok produksi ada dua macam yakni metode harga pokok pesanan dan metode harga pokok proses”. Metode harga pokok pesanan digunakan apabila suatu perusahaan berproduksi sesuai dengan pesanan yang ada, sedangkan metode harga pokok proses digunakan apabila suatu perusahaan berproduksi berdasarkan produksi masa untuk memenuhi kebutuhan gudang.

CV Putra Tunggal jaya adalah perusahaan yang tergolong Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang beralamat tinggal di Jalan Bungaran no 54 RT 009 RW 002 Keluruhan 8 Ulu Kecamatan Jakabaring Kota Palembang. CV Putra Tunggal Jaya merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang bergerak dibidang konveksi yang memproduksi jersey, kemeja, kaos, pakaian dinas, jaket, dan baju olahraga. Produk tersebut diproduksi berdasarkan pesanan yang masuk ke dalam perusahaan sehingga harga pokok produksi antara satu pesanan dan pesanan lainnya berbeda.

CV Putra Tunggal Jaya dalam proses produksinya belum menentukan harga pokok produksi secara tepat. Perusahaan ini belum melakukan pengklasifikasian biaya saat terjadi proses produksi dengan dibuktikanya bahwa harga pokok produksi yang dihitung oleh perusahaan belum memisahkan biaya bahan baku langsung, bahan baku penolong, biaya tenaga kerja langsung serta biaya tenaga kerja tidak langsung sesuai dengan pengklasifikasian masing- masing. Perusahaan juga belum memperhitungkan biaya produksi lainya seperti biaya listrik, penyusutan mesin ke dalam harga pokok produksi, sehingga harga jual yang ditetapkan oleh perusahaan dianggap kurang tepat dan kurang efektif dalam meraih laba semaksimal mungkin. Agar perusahaan dapat menetapkan laba

(4)

yang maksimal dan dapat bersaing dipasaran, maka penulis melakukan penelitian analisis perhitungan harga pokok produksi di CV Putra Tunggal Jaya tersebut.

Berdasarkan latar belakang yang telah penulis uraikan, penulis tertarik untuk mengambil judul “Analisis Perhitungan Harga Pokok Produksi Menggunakan Metode Job Order Costing Pada CV Putra Tunggal Jaya”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan dan data-data yang telah diperoleh, maka penulis menemukan beberapa masalah yang terdapat pada CV Putra Tunggal Jaya, yaitu:

1. Perusahaan belum tepat melakukan pengklasifikasian biaya yang benar antara biaya bahan baku dan bahan penolong dalam perhitungan harga pokok produksi.

2. Perusahaan belum memasukan biaya Overhead pabrik yaitu biaya listrik dan biaya penyusutan aset tetap kedalam perhitungan harga pokok produksi.

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan dan juga data-data yang diperoleh, setiap perusahaan dalam menjalankan kegiatannya tidak terlepas dari berbagai macam permasalahan, baik dalam pengklasifikasian biaya-biaya serta perhitungan harga pokok produksinya. Maka yang menjadi masalah pokok CV Putra Tunggal Jaya adalah bagaimana perusahaan CV Putra Tunggal Jaya melakukan pengklasifikasian dan perhitungan harga pokok produksi menggunakan metode job order costing pada produk jersey kerah kancing, jaket, dan kemeja lengan panjang.

1.3 Ruang Lingkup Pembahasan

Agar pembahasan lebih terarah dan sesuai dengan masalah yang ada serta tidak menyimpang dari pokok permaasalahan, penulis membatasi ruang lingkup pembahasan. Pembahasan hanya pada analisis tentang pengklasifikasian dan perhitungan pembebanan unsur-unsur harga pokok produksi pada 3 produk berupa jersey, jaket dan kemeja berdasarkan metode job order posting pada CV Putra Tunggal Jaya untuk bulan Januari 2022.

(5)

1.4 Tujuan Dan Manfaat Penulisan 1.4.1 Tujuan Penulisan

Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah maka tujuan dari penulisan Laporan Akhir ini sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui pengklasifikasian antara biaya bahan baku dan bahan penolong yang digunakan selama proses produksi dengan benar.

2. Untuk mengetahui perhitungan biaya Overhead pabrik yaitu biaya listrik dan biaya penyusutan aset tetap kedalam perhitungan harga pokok produksi.

1.4.2 Manfaat Penulisan 1. Secara Teoritis

a. Sebagai bahan bagi penulis maupun pembaca pada umumnya untuk meningkatkan pengetahuan dalam menghitung harga pokok produksi agar dikemudiaan hari dapat diterapkan di dunia kerja secara tepat sesuai dengan teori yang dipelajari di mata kuliah Akuntansi Biaya.

b. Diharapkan dapat menambah wawasan serta acuan dan bahan referensi bagi penulisan selanjutnya.

2. Secara Praktis a. Bagi Penulis

Memberikan pengetahuan dan menambah wawasan bagi penulis khususnya mengenai akuntansi biaya dalam menghitung harga pokok produksi agar dikemudian hari dapat diterapkan di dunia kerja secara sesuai dengan teori yang dipelajari.

b. Bagi CV Putra Tunggal Jaya

Diharapkan penulisan ilmiah ini dapat menjadi masukan kepada perusahaan untuk mengevaluasi kinerja perusahaan sehingga dapat mengambil langkah yang tepat dan berguna bagi kelangsungan hidup perusahaan.

c. Bagi Lembaga

Diharapkan penulisan ilmiah ini dapat menjadi pedoman, refrensi, maupun sebagai bahan evaluasi bagi mahasiswa yang akan menyusun

(6)

laporan akhir dimasa yang akan datang terutama bagi mahasiswa Jurusan Akuntansi.

1.5 Metodologi Pengumpulan Data 1.5.1 Teknik Pengumpulan Data

Dalam pengumpulan data diperlukan, penulis menggunakan beberapa cara atau metode. Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan dan kegunaan tertentu yaitu untuk mendapatkan data. Berikut adalah teknik pengumpulan data menurut Sugiyono (2017:137):

1. Teknik wawancara, merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu tertentu.

2. Teknik pengamatan/observasi, merupakan suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Dua di antara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan.

3. Teknik dokumentasi, dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar atau karya- karya monumental dari seseorang. Dokumen yang berbentuk tulisan misalnya catatan harian, sejarah kehidupan (life histories), cerita, biografi, peraturan, kebijakan. Dokumen yang berbentuk karya misalnya karya seni, yang dapat berupa gambar, patung, film dan lain-lain. Studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif.

4. Triangulasi, dalam teknik pengumpulan data, triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari bebagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada.

Berdasarkan teknik pengumpulan data di atas, penulis memperoleh data- data pendukung yang diperlukan sebagai masukan (referensi) kemudian diolah untuk penyusunan laporan akhir dengan cara survei dan wawasan. Survei dilakukan dengan mengunjungi lokasi atau tempat yang dijadikan sebagai objek penelitian dan melakukan wawancara dengan responden. Hasil survei dan wawancara nantinya akan dilampirkan dengan cap perusahaan beserta tanda tangan pemilik perusahaan.

(7)

1.5.2 Sumber Data

Sumber data menurut Sugiyono (2017:137) ada dua yaitu :

1. Sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Sumber data primer yakni penuturan atau catatan para saksi mata. Data tersebut dilaporkan oleh pengamat atau partisipan yang benar- benar menyaksikan suatu peristiwa.

2. Sumber data sekunder adalah sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau dokumen.

Dalam penulisan Laporan Akhir ini penulis menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer berupa informasi yang diberikan oleh pemilik berdasarkan wawancara yang telah dilaksanakan berupa profil perusahaan, dan proses produksi. Sedangkan data sekunder yang digunakan oleh penulis berupa hardcopy sejarah perusahaan, visi dan misi perusahaan, struktur organisasi, pembagian tugas, dan data biaya produksi.

1.6 Sistematika Penulisan

Agar mempermudah permasalahan yang dihadapi dan membuat laporan ini lebih terarah, maka secara garis besar laporan akhir ini nantinya akan terdiri dari lima bab dimana dari tiap-tiap bab tersebut memiliki keterkaitan antara satu dengan yang lainnya. Berikut ini akan diuraikan secara singkat mengenai sistematika penulisan laporan akhir ini yaitu:

BAB I PENDAHULUAN

Dalam bab ini akan disajikan latar belakang masalah, perumusan masalah, ruang lingkup pembahasan, tujuan dan manfaat penulisan, metode pengumpulan data dan sistematika penulisan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini berisi landasan teori yang menguraikan secara singkat mengenai teori-teori yang dapat dijadikan sebagai bahan pembanding. Teori-teori yang terkait yaitu mengenai pengertian dan tujuan akuntansi biaya, pengertian dan klasifikasi biaya, pengertian harga pokok produksi, manfaat perhitungan harga

(8)

pokok produksi, unsur-unsur harga pokok produksi, metode pengumpulan harga pokok produksi, perngertian metode harga pokok pesanan, manfaat perhitungan biaya pesanan, karakteristik harga pokok pesanan, perhitungan harga pokok produksi, metode full costing, metode variabel costing, metode dasar penerapan tarif biaya overhead pabrik, penggolongan tarif biaya overhead pabrik, dasar pembebanan tarif biaya overhead pabrik, laporan harga pokok produksi.

BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

Pada bab ini penulis akan memberikan gambaran mengenai keadaan CV Putra Tunggal Jaya yaitu antara lain mengenai sejarah singkat perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha, struktur organisasi dan pembagian tugas, proses produksi, produk yang dihasilkan, klarifikasi unsur-unsur harga pokook produksi, daftar aset perusahaan serta laporan harga pokok produksi perusahaan.

BAB IV PEMBAHASAN

Pada bab ini penulis membahas dari permasalahan yang ada pada perusahaan yang meliputi: analisis pengklarifikasian biaya, analisis terhadap biaya bahan baku, analisis biaya bahan penolong, analisis biaya penggunaan listrik, analisis terhadap biaya penggunaan air, analisis terhadap biaya overhead pabrik taksiran, analisis perhitungan harga pokok produksi.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Pada bab ini penulis akan menarik kesimpulan sebagai pemecehan dari permasalahan yang ada dalam laporan akhir ini, kemudian penulis juga akan memberikan masukan yang mungkin dapat membantu CV Putra Tunggal Jaya dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi

Referensi

Dokumen terkait

Pengujian dilakukan dengan Structural Equation Modeling (SEM) untuk mengetahui kebenaran konsep teori mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan e- learning

Efek pada organ target Tidak ada efek yang diketahui pada kondisi penggunaan normal BAGIAN 2: Identifikasi bahaya.. Pernyataan Bahaya

11.1 Meres pon makna dalam teks fungsional pendek  (misalnya b anner, poster, pa m  phlet, dll.) resmi dan tak resmi yang menggunakan ragam bahasa tulis secara akurat, lancar 

1. Daerah Bantul dan Gunungkidul secara geologis dan topografis sangat berbeda. Bantul merupakan daerah yang relatif datar dan subur, kawasan yang sangat baik untuk berbagai

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan hasil bahwa ada pengaruh negatif yang signifikan antara optimisme menghadapi masa pensiun terhadap post power syndrome pada Anggota

Standar dan sasaran kebijakan, yang dimaksud dalam penelitian ini adalah yang berhak menerima kartu BPJS Subsidi tersebut sesuai dengan ukuran atau kriteria yang

Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penggunaan Tepung Manure Hasil Degradasi Larva Lalat Hitam sampai dengan 15 % dapat digunakan dalam

Untuk partikel yang bergerak melingkar secara berubah beraturan dengan percepatan sudut  dalam waktu t, maka perubahan kecepatan sudut yang di alami oleh