• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kadar Cathepsin B Serum pada Tumor Ovarium Epitelial Tipe Ganas Lebih Tinggi daripada Jinak.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kadar Cathepsin B Serum pada Tumor Ovarium Epitelial Tipe Ganas Lebih Tinggi daripada Jinak."

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

i

TESIS

KADAR

CATHEPSIN

B

SERUM

PADA TUMOR OVARIUM EPITELIAL

TIPE GANAS LEBIH TINGGI DARIPADA JINAK

SANG PUTU ADHI SUDEWA NIM: 1014038212

PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS I

BAGIAN/SMF OBSTETRI DAN GINEKOLOGI

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA

(2)

ii

TESIS

KADAR

CATHEPSIN

B

SERUM

PADA TUMOR OVARIUM EPITELIAL

TIPE GANAS LEBIH TINGGI DARIPADA JINAK

Tesis untuk Memperoleh Gelar Magister

pada Program Magister, Program Studi Ilmu Biomedik Program Pasca Sarjana Universitas Udayana

SANG PUTU ADHI SUDEWA NIM: 1014038212

PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS I

BAGIAN/SMF OBSTETRI DAN GINEKOLOGI

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA

(3)

iii

LEMBAR PENGESAHAN

Tesis Ini Telah Diuji dan Disetujui Pada Tanggal 13 Juni 2016

Ketua Program Studi

Program Pendidikan Dokter Spesialis I Bagian / SMF Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana / RSUP Sanglah Denpasar

Prof. Dr. dr. Ketut Suwiyoga, Sp.OG(K) NIP. 19530715 198003 1 009

Kepala Bagian / SMF Obstetri dan Ginekologi

Fakultas Kedokteran Universitas Udayana / RSUP Sanglah Denpasar

(4)

iv

Lembar Persetujuan Pembimbing

TESIS INI TELAH DISETUJUI PADA TANGGAL 13 JUNI 2016

Pembimbing I, Pembimbing II,

Prof. Dr. dr. Ketut Suwiyoga, Sp.OG(K) Dr. dr. I Nyoman Gede. Budiana, Sp.OG(K)

NIP. 19530715 198003 1 009 NIP. 19710818 200604 1 001

Mengetahui

Ketua Program Studi Direktur

Program Pascasarjana Program Pascasarjana

Universitas Udayana, Universitas Udayana

Dr. dr. Gde Ngurah Indraguna Pinatih, M.Sc, SpGK Prof.Dr.dr.A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K)

(5)

v

Tesis Ini Telah Diuji pada Tanggal 13 Juni 2016

Panitia Penguji Tesis Berdasarkan SK Direktur Program Pascasarjana Universitas Udayana No.: 2385/UN14.4/HK/2016, Tanggal 26 Mei 2016

Panitia Penguji Tesis adalah:

Ketua : Prof. Dr. dr. Ketut Suwiyoga, Sp.OG(K).

Anggota :

1 Dr. dr. I Nyoman Gede Budiana, Sp.OG(K).

2 Prof. Dr. dr. Wimpie I. Pangkahila, Sp.And, FAACS

3 Prof. dr. N. T. Suryadhi, MPH. PhD

(6)
(7)

vii

UCAPAN TERIMA KASIH

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya tesis ini dapat diselesaikan untuk melengkapi persyaratan dalam menyelesaikan pendidikan Ilmu Biomedik-Combined Degree Program Pascasarjana Universitas Udayana/RS Sanglah Denpasar.

(8)

viii

Wimpie I Pangkahila, SpAnd. FAACS, Prof. DR. dr. N Tigeh Suryadhi, MPHPh.D dan Prof. DR. dr. Nyoman Mangku Karmaya, M.Repro, atas segala kesempatannya menguji dan membimbing mulai dari persiapan, pelaksanaan penelitian sampai penyelesaian tesis ini. Seluruh Staf Bagian/SMF Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/RS Sanglah Denpasar atas segala pengetahuan dan bimbingan yang diberikan dalam menunjang penyelesaian tesis ini.Rekan-rekan sejawat dokter PPDS I Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, atas segala bantuan dan kerjasamanya sehingga pelaksanaan penelitian berjalan lancar dan tesis ini dapat diselesaikan.Para bidan dan medis di lingkungan Bagian/SMF Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/ RS Sanglah Denpasar atas segala dukungan dan bantuannya selama pelaksanaan penelitian sehingga tesis ini dapat diselesaikan.

Terima kasih yang mendalam kepada orangtua yaitu Sang Putu Puja dan Sang Ayu Putu Suryani yang selalu memberi dukungan moril maupun materiil selama masa pendidikan. Kepada pasien-pasien yang saya hormati yang begitu berjasa bagai guru selama saya menempuh pendidikan dokter spesialis.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan berkah kepada semua pihak yang dengan ikhlas membantu terselesainya tesis ini.

(9)

ix

ABSTRAK

KADAR

CATHEPSIN B

SERUM

PADA TUMOR OVARIUM EPITELIAL

TIPE GANAS LEBIH TINGGI DARIPADA JINAK

Kanker ovarium merupakan salah satu kanker terbanyak di bidang ginekologi dengan insiden 15 kasus baru per 100.000 wanita. Sistein protease

seperti cathepsin B diketahui terlibat dalam proses invasi, metastasis, tumor

angiogenesis,dan apoptosis kanker ovarium. Penghitungan kadar cathepsin B

dikatakan dapat menjadi metode deteksi dini, prognosis dan keberhasilan terapi pada kanker ovarium. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kadar

cathepsin B pada mekanisme karsinogenesis tumor ovarium. Metodenya adalah

studi cross sectional yang dilaksanakan sejak bulan Mei 2015 di RSUP Sanglah

Denpasar. Penelitian melibatkan 44 pasien (consecutive sampling) yang menderita

tumor ovarium epitelial jinak, borderline, dan ganas. Data diolah menggunakan

SPSS 17,0 for windows.. Dari 20 orang pasien tumor ovarium ganas, 4 orang

pasien tumor ovarium borderline, dan 20 orang pasien tumor ovarium jinak,

didapatkan perbedaan kadar cathepsin B antara tumor ovarium jinak (64,08 ±

36,08), borderline (81,31 ± 35,54), dan ganas (110,49 ± 39,34) secara bermakna

(p<0,05). Dengan uji LSD didapatkan perbedaan kadar cathepsin B serum hanya

antara tumor ovarium epitelial tipe jinak dengan ganas (46,41; p<0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kadar

cathepsin B serum antara tumor ovarium epitelial tipe jinak dengan ganas.

Namun, tidak terdapat perbedaan kadar cathepsin B serum antara tumor ovarium

epitelial tipe jinak dengan borderline, serta antara tipe borderline dengan ganas.

(10)

x

ABSTRACT

CATHEPSIN B SERUM LEVEL

IN MALIGNANT OVARIAN EPITHELIAL TUMOR

IS HIGHER THAN BENIGN

Ovarian cancer is one of leading gynecological cancer with 15 new cases per 100.000 women. Sistein protease such as Cathepsin B has been known to involve in invasion, metastasis, tumor angiogenesis, and apoptosis. Serum Cathepsin B is expected to be new method for early detection, prognosis, and therapy outcome in ovarian cancer. This study aims to know level of Cathepsin B in ovarian tumor carcinogenesis. This is a cross-sectional study involving 44 patients (consecutive sampling) diagnosed with benign, borderline or malignant epithelial tumor, in Sanglah General Hospital Denpasar, from May 2015. Data

was processed using SPSS 17,0 for windows. From 44 patients (20 malignant

ovarian tumor, 4 borderline tumor, and 20 benign tumor), significant differences were seen between benign (64,08 ± 36,08), borderline (81,31 ± 35,54), and malignant (110,49 ± 39,34) ovarian tumor (p<0,05). Using LSD test, significant difference was only seen between benign and malignant epithelial ovarian tumor (46,41; p<0,05). There was a difference of serum cathepsin B between benign and malignant ovarian tumor. There was no difference between benign and borderline epithelial ovarian tumor, also between borderline and malignant epithelial ovarian tumor.

(11)

xi

PENETAPAN PANITIA PENGUJI ... v

SURAT PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT ... vi

(12)

xii

2.2.4 Peran cathepsin B dalam apoptosis sel ... 37

BAB III KERANGKA BERPIKIR, KONSEP DAN HIPOTESIS PENELITIAN ... 39

5.1 Distribusi Karakteristik Umur dan Paritas pada Kelompok Tumor Ovarium Eptelial Jinak, Borderline, dan Ganas ... 49

5.2 Perbedaan Kadar Cathepsin B Serum Antara Tumor Ovarium Jinak, Borderline, dan Ganas ... 50

5.3 Kadar Cathepsin B Serum antara Tumor Ovarium Jinak dan Ganas .. 50

(13)

xiii

BAB VI PEMBAHASAN ... 52

6.1 Karakteristik Subyek ... 52

6.2 Perbedaan Kadar Cathepsin B Serum antara Tumor Ovarium Jinak, Borderline, dan Ganas. ... 56

BAB VII SIMPULAN DAN SARAN ... 63

7.1. Simpulan ... 63

7.2 Saran. ... 63

DAFTAR PUSTAKA ... 64

LAMPIRAN. ... 68

Lampiran 1 Ethical Clearance ………. 68

Lampiran 2 Ijin Penelitian ... 69

Lampiran 3 Informasi Pasien ……….. ... 70

Lampiran 4 Informed Consent………. 71

Lampiran 5 Status Penelitian ………. ... 72

Lampiran 6 Anggaran Dana Penelitian ……… 74

(14)

xiv

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 5.1 Distribusi Karakteristik Umur dan Paritas pada pada Kelompok

Tumor Ovarium Epitelial Jinak, Borderline, dan Ganas . ... 49

Tabel 5.2 Kadar Cathepsin B Serum antara Tumor Ovarium Jinak

dan Borderline ... 50

Tabel 5.3 Kadar Cathepsin B Serum antara Tumor Ovarium Jinak

dan Ganas ... 50

Tabel 5.4 Kadar Cathepsin B Serum antara Tumor Ovarium Borderline

(15)

xv

DAFTAR GAMBAR

Halaman

2.1 Cathepsin B ... 28

2.2 Mekanisme Keterlibatan Cystein Cathepsin pada Proses Progresivitas Kanker. ... 34

2.3 Peran Cathepsin pada Proses Apoptosis. ... 38

3.1 Konsep Penelitian. ... 40

4.1 Rancangan Penelitian. ... 42

(16)

xvi

DAFTAR GRAFIK

Halaman

5.1 Perbandingan Kadar Cathepsin B Serum antara Tumor Ovarium

(17)

xvii

MOMP : Mithocondrial Outer Membrane Permeablilization

MYC : Myelocytomatosis

KRAS : KirstenRat Sarcoma

uPA : Urokinase-type Plasminogen Activator

VEGF : Vascular Endothelial Growth Factor

(18)

i

LEMBAR PENGESAHAN

Tesis Ini Telah Diuji dan Disetujui Pada Tanggal 13 Juni 2016

Ketua Program Studi

Program Pendidikan Dokter Spesialis I Bagian / SMF Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana / RSUP Sanglah Denpasar

Prof. Dr. dr. Ketut Suwiyoga, Sp.OG(K) NIP. 19530715 198003 1 009

Kepala Bagian / SMF Obstetri dan Ginekologi

Fakultas Kedokteran Universitas Udayana / RSUP Sanglah Denpasar

(19)

ii

Lembar Persetujuan Pembimbing

TESIS INI TELAH DISETUJUI PADA TANGGAL 13 JUNI 2016

Pembimbing I, Pembimbing II,

Prof. Dr. dr. Ketut Suwiyoga, Sp.OG(K) Dr. dr. I Nyoman Gede. Budiana, Sp.OG(K)

NIP. 19530715 198003 1 009 NIP. 19710818 200604 1 001

Mengetahui

Ketua Program Studi Direktur

Program Pascasarjana Program Pascasarjana

Universitas Udayana, Universitas Udayana

Dr. dr. Gde Ngurah Indraguna Pinatih, M.Sc, SpGK Prof.Dr.dr.A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K)

(20)

i

PENETAPAN PANITIA PENGUJI ... v

SURAT PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT ... vi

(21)

ii

2.2.4 Peran cathepsin B dalam apoptosis sel ... 37

BAB III KERANGKA BERPIKIR, KONSEP DAN HIPOTESIS PENELITIAN ... 39

5.1 Distribusi Karakteristik Umur dan Paritas pada Kelompok Tumor Ovarium Eptelial Jinak, Borderline, dan Ganas ... 49

5.2 Perbedaan Kadar Cathepsin B Serum Antara Tumor Ovarium Jinak, Borderline, dan Ganas ... 50

5.3 Kadar Cathepsin B Serum antara Tumor Ovarium Jinak dan Ganas .. 50

(22)

iii

BAB VI PEMBAHASAN ... 52

6.1 Karakteristik Subyek ... 52

6.2 Perbedaan Kadar Cathepsin B Serum antara Tumor Ovarium Jinak, Borderline, dan Ganas. ... 56

BAB VII SIMPULAN DAN SARAN ... 63

7.1. Simpulan ... 63

7.2 Saran. ... 63

DAFTAR PUSTAKA ... 64

LAMPIRAN. ... 68

Lampiran 1 Ethical Clearance ………. 68

Lampiran 2 Ijin Penelitian ... 69

Lampiran 3 Informasi Pasien ……….. ... 70

Lampiran 4 Informed Consent………. 71

Lampiran 5 Status Penelitian ………. ... 72

Lampiran 6 Anggaran Dana Penelitian ……… 74

(23)

iv

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 5.1 Distribusi Karakteristik Umur dan Paritas pada pada Kelompok

Tumor Ovarium Epitelial Jinak, Borderline, dan Ganas . ... 49

Tabel 5.2 Kadar Cathepsin B Serum antara Tumor Ovarium Jinak

dan Borderline ... 50

Tabel 5.3 Kadar Cathepsin B Serum antara Tumor Ovarium Jinak

dan Ganas ... 50

Tabel 5.4 Kadar Cathepsin B Serum antara Tumor Ovarium Borderline

(24)

v

DAFTAR GAMBAR

Halaman

2.1 Cathepsin B ... 28

2.2 Mekanisme Keterlibatan Cystein Cathepsin pada Proses Progresivitas Kanker. ... 34

2.3 Peran Cathepsin pada Proses Apoptosis. ... 38

3.1 Konsep Penelitian. ... 40

4.1 Rancangan Penelitian. ... 42

(25)

vi

DAFTAR GRAFIK

Halaman

5.1 Perbandingan Kadar Cathepsin B Serum antara Tumor Ovarium

(26)

vii

MOMP : Mithocondrial Outer Membrane Permeablilization

MYC : Myelocytomatosis

KRAS : KirstenRat Sarcoma

uPA : Urokinase-type Plasminogen Activator

VEGF : Vascular Endothelial Growth Factor

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kondisi sumberdaya perikanan kakap merah di Pantai Selatan Tasikmalaya, meliputi hubungan antara

Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk. Cabang Makassar yang menunjukkan bahwa pelaksanaan tata kelola perusahaan perbankan sudah terwujud dengan persentase sebesar

Dalam Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 1988 tentang Bangunan, selama ini memang belum diatur mengenai penentu an kelayakan penggunaan bangunan sebagimana yang diisyaratkan

sedangkan pengembangan yang dimaksud penulis adalah pengembangan dalam usaha kopi dari sisi kualitas SDM sebagai perajin, kemudian hasil produksi, pemasaran serta

Keenam sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Palembang Tahun 2013 ‒ 2018, yaitu ” Melanjutkan Pembangunan Kota Palembang

Selain itu menurut penelitian yang telah dilakukan oleh (Nurmalitasari, 2015) dalam jurnalnya terkait perbedaan perkembangan sosial anak usia 3-6 tahun dengan pendidikan

Penggunaan susu sangat berpengaruh pada produk yang dihasilkan, oleh karena itu kadar lemak es krim labu kuning tertinggi terdapat pada perlakuan jenis susu kambing dengan

Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa kadar vitamin C sirup “sijala” pada perlakuan persentase kadar ekstrak sirih merah- bunga rosela dan kadar filtrat jahe berbeda