• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Kelayakan Pendirian Tempat Bilyar.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Kelayakan Pendirian Tempat Bilyar."

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

Tugas Akhir ini membahas mengenai kelayakan pendirian tempat olah raga bilyar saat ini. Tempat olah raga bilyar rencananya akan didirikan di jalan BKR, Bandung, di atas sebuah tanah kosong yang berukuran 15x25 m2. Pengukuran kelayakan akan dilakukan berdasarkan analisis pasar, analisis teknis, analisis finansial dan analisis dampak sosialnya.

Pengumpulan data dilakukan juga dengan menyebarkan kuesioner VALS (Value and Lifestyle Survey) untuk mengetahui tipe gaya hidup dari seseorang. Alasan penggunaan teori VALS adalah karena olah raga bilyar identik dengan gaya hidup sehingga penggunaan teori ini sangat membantu untuk mengetahui hal tersebut. Disamping itu kuesioner VALS juga sudah terbukti valid dan telah digunakan sejak tahun 1980-an. Kuesioner yang telah diisi responden dimasukkan ke www.future.sri.com dan dihasilkan tipe gaya hidup dari para pemain bilyar.

Berdasarkan analisis pasar ternyata rencana pendirian tempat olah raga bilyar, dinyatakan layak karena memenuhi persyaratan kelayakan yaitu memiliki permintaan di masa yang akan datang yang terus meningkat.

Rencana pendirian tempat olah raga bilyar juga layak berdasarkan analisis teknis karena faktor-faktor produksi yang diperlukan dapat dipenuhi / disediakan. Di dalam tempat olah raga ini terdapat 20 meja bilyar (sistem rotation) dan tempat olah raga bilyar ini juga memerlukan 26 orang karyawan. Tempat akan dibangun dalam langgam klasik dengan sentuhan interior bernuansa art-deco, dan dalam waktu ± 1,3 tahun siap untuk dibuka.

Rencana pendirian tempat olah raga bilyar ini juga layak berdasarkan analisis finansial karena memiliki Internal Rate of Return (9.27%) > MARR(6%). Diketahui pula bahwa pendirian tempat olah raga bilyar ini layak berdasarkan perhitungan NPV (Net Present Value) dan menguntungkan berdasarkan PI (Profitability Index), karena memiliki nilai NPV>0 dan PI>1. Sedangkan berdasarkan perhitungan BEP (Break Even Point) dan payback period, tempat olah raga bilyar ini baru akan mencapai titik impas pada penjualan Rp.870.954.920,47 dan mencapai payback period pada bulan ke 60,288.

(2)

DATA PENULIS

Nama : Rita Wijaya

Alamat Asal : Muara Utara I/11, Bandung 40243

No. Telepon : (022) 5204823

No. Handphone : 0812-2323-788

Alamat email : [email protected]

Pendidikan : TK Aisyah, Majalaya

SD Bina Bakti I, Bandung

SD Santa Maria, Cirebon

SLTP Santa Maria, Cirebon

SMU Santa Maria I, Cirebon

SMU Santa Maria I, Bandung

Jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha

Nilai TugasAkhir : A

Tanggal USTA : 29 Januari 2005

(3)

KOMENTAR DOSEN PENGUJI

Nama Mahasiswa : Rita Wijaya

NRP : 0023156

Judul Tugas Akhir : Analisis Kelayakan Pendirian Tempat Bilyar

Komentar/Saran Dosen Penguji:

1. Belum jelas mengapa yang menjadi kompetitor adalah bilyar dengan

pembayaran per jam.

2. Tabel 5.9: sumber mengetahui tempat olah raga bilyar baru adalah teman, jadi

strateginya bagaimana?

3. Lampiran1-7: profil konsumen. Ada yang dibahas lebih lanjut, contoh: jenis

kelamin, pendapatan Æ lengkapi, hubungkan dengan strategi.

4. Analisis sensitivitas? Æ kenapa harga jualnya (karena sensitif) disamakan

dengan harga jual kompetitornya.

5. Tabel perhitungan & rincian finansial!

6. Tabel perhitungan untuk NPV, IRR,… yang tanpa tanah perlu gak?

7. Rincian shift karyawan.

8. Abstrak: teori 8 gaya hidup VALS Æ dihapus karena bukan hasil penelitian.

9. Apa maksud dari representatif?

10.Persen kelonggaran 10% Æ masukkan dalam asumsi Bab 1.

11.Teori purposive sampling ditambahkan pada Bab 2.

12.Penyebaran kuesionerVALS: seimbang (hal 3-9), berapa? Dalam jumlah.

(4)

LANTAI 1 TEMPAT PARKIR

(5)

LANTAI 2 RUANG BILYAR

(6)
(7)
(8)
(9)

FC provides many performance measures for time series forecasting algorithms. Let's use the following notation to describe the measures:

x(t): Actual (historical) data at time t, t=1,...,n f(t): The forecast (prediction) of time t

e(t): Residual or forecast error at time t, e(t) = x(t) - f(t)

The measures include:

CFE: Cumulative forecast error = S e(t), t=1,...,n MAD: Mean absolute deviation = S |e(t)| / n, t=1,...,n MSE: Mean square error = S [e(t)]² / n, t=1,...,n

MAPE: Mean absolute percent error = 100 S [|e(t)|/x(t)] / n, t=1,...,n Tracking signal = CFE / MAD

r-square = coefficient of determination = SSR/SST

Adjusted r-square = adjusted coefficient of determination =1-(n-1)SSE/SST/(n-2)

Contoh Perhitungan untuk Linear Regression with Time: MAD = (151.2 + 28.1 + 397.4 + 274.3)/4 = 212.7501

MSE = 151.2^2/4 + 28.1^2/4 + 397.4^2/4 + 274.3^2/4 = 64204.64

MAPE = 100 * (151.2/6235/4 + 28.1/7598/4 + 397.4/8771/4 + 274.3/10985/4) = 2.455686

Pembagian Shift Kerja

Dengan asumsi bahwa 1 orang dapat melayani 2 meja, dan tempat olah raga direncanakan mempunyai 20 meja, maka pada shift malam akan digunakan 10 orang waiter/waitress.

(10)

Keterangan :

Depresiasi untuk no 1 adalah 5% per tahun. Depresiasi untuk no 2-27 adalah 10% per tahun. Depresiasi untuk no 28-30 adalah 100% per tahun.

Contoh perhitungan:

Depresiasi bangunan tahun ke 1 = 550.000.000*5% = 27.500.000

Depresiasi bangunan tahun ke 2 = (550.000.000-27.500.000)*5% = 26.125.000 Depresiasi bangunan tahun ke 3 = (550.000.000-27.500.000-26.125.000)*5% = 24.818.750

Depresiasi bangunan tahun ke 4 = (550.000.000-27.500.000-26.125.000-24.818.750)*5% = 23.577.812,5

Perbandingan Jumlah Meja Para Kompetitor

Kompetitor Jumlah Meja

Besar Gaji Karyawan per Bulan

(11)

Contoh Perhitungan BEP

Biaya yang termasuk ke dalam fixed cost (FC)adalah biaya pekerja tidak langsung, biaya administrasi dan umum, biaya depresiasi.

Biaya yang termasuk ke dalam variabel cost (VC)adalah biaya promosi, biaya listrik, biaya telepon dan biaya perawatan peralatan dan bangunan.

FC = A*12 + B*66 + C + D

A = biaya pekrj tak lgs per bln utk thn 1-6

A = 3600000 + 3960000 + 4356000 + 4791600 + 5271000 + 5798100 B = biaya adm&umum bln 1-11 utk thn 1-6

B = 520000

C = biaya adm&umum bln 12 untuk thn 1-6

C = 21120000 + 27680000 + 24396000 + 31283600 + 28342800 + 35645100 D = biaya depresiasi untuk thn 1-6

D = 59362000 + 54017800 + 49922270 + 46170980,5 + 42732773,08 + 39579441,86

VC = A*72 + B

A = biaya tlp, list, perawatan peralt&bangunanÆ dr HPP A = 800000+1500000+600000

B = biaya promosi B = 2420000+150000

P = total penjualan utk thn 1-6

P = 411,044,174.64 + 558,806,094.00 + 665,809,634.16 + 772,813,174.32 + 879,816,714.48 + 986,820,254.64

Contoh Perhitungan Analisis Sensitivitas

VC = (tlp, list, perawatan peralt&bangunanÆ dr HPP utk 1 bln)/1788 VC = (800000+1500000+600000)/1788

FC = pek tak lgs + adm&umum + depresiasi FC= 3600000 + 520000 + 4946833

Contoh Perhitungan Estimasi Penjualan

Untuk bulan pertama, tahun pertama: Penjualan = 7%*12253 = 857,71

Jumlah = 857,71*20%*15000 + 857,71*80%*21000 = 16.982.658

Untuk bulan keempat, tahun pertama: Penjualan = 14.6%*12253= 1788,938

(12)

LAMPIRAN 3

Commercial Rates Ninety Niners Perhitungan Depresiasi

Perhitungan HPP

Perhitungan Laporan Rugi Laba Perhitungan Aliran Kas

Perhitungan Neraca

(13)

LAMPIRAN 1

Jumlah Penduduk Kota Bandung Kuesioner Asli VALS Kuesioner VALS (Terjemahan) Data Mentah Hasil Penyebaran Kuesioner

(14)

LAMPIRAN 2

Hasil Peramalan Permintaan dengan Linear Regresion

Hasil Peramalan Permintaan dengan Moving Average with LinearTrend (M=2)

Hasil Peramalan Permintaan dengan Moving Average with LinearTrend (M=3)

(15)
(16)
(17)
(18)

Bab 1 Pendahuluan 1-1

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Masalah

Akhir-akhir ini olah raga bilyar menjadi semakin populer di masyarakat. Hal

ini dapat dilihat dengan maraknya pendirian tempat olah raga bilyar baru yang

didirikan. Saat ini hampir di seluruh sudut kota Bandung dapat ditemui tempat

olah raga bilyar.

Di kota Bandung memang sudah terdapat cukup banyak tempat olah raga

bilyar namun permintaan terhadap tempat olah raga bilyar yang dapat mewakili

keinginan para pemain bilyar kian hari kian meningkat. Seiring dengan

meningkatnya minat masyarakat terhadap olah raga tersebut, maka diperkirakan

pendirian tempat olah raga bilyar baru yang dapat mewakili keinginan para

pemain bilyar dapat menjadi bisnis yang cukup menjanjikan. Berdasarkan

pernyataan diatas maka penulis tertarik untuk mendirikan suatu tempat olah raga

bilyar yang dapat mewakili keinginan para pemain bilyar tersebut.

Tempat olah raga ini rencananya akan didirikan di Jalan BKR, di daerah

Bandung Selatan. Sekarang ini telah terdapat lebih dari sepuluh tempat olah raga

bilyar yang berlokasi di daerah yang sama, dua diantaranya berlokasi di jalan

yang sama. Mengingat bahwa pendirian tempat olah raga bilyar memerlukan

investasi yang tidak sedikit, memiliki dampak sosial terhadap masyarakat serta

terdapatnya kompetitor yang sudah lama berdiri di daerah yang sama maka

perencanaan pendirian tempat olah raga bilyar baru harus dipertimbangkan secara

matang serta perlu dilakukan pengkajian kelayakan proyek berdasarkan analisis

pasar, analisis teknis, analisis finansial dan analisis dampak sosial.

1.2Identifikasi Masalah

Sehubungan dengan makin pesatnya perkembangan olah raga bilyar dan

(19)

Bab 1 Pendahuluan 1-2

pemain bilyar kian hari kian meningkat maka pendirian tempat olah raga bilyar

merupakan suatu proyek yang cukup menjanjikan. Tetapi untuk memperoleh

keuntungan serta mendirikan tempat bilyar yang dapat memenuhi selera

konsumen dan harapan masyarakat sekitar tempat bilyar tersebut akan didirikan,

bukanlah hal yang mudah. Banyak aspek yang perlu diperhatikan agar tempat olah

raga bilyar tersebut secara finansial menguntungkan dan memberikan dampak

sosial yang baik bagi masyarakat disekitarnya. Sehingga perlu dilakukan analisis

kelayakan perencanaan pendirian tempat olah raga bilyar secara komprehensif

berdasarkan analisis pasar, analisis teknis, analisis finansial dan juga analisis

dampak sosialnya.

1.3Pembatasan Masalah

Agar penelitian yang disusun ini lebih fokus dan juga karena keterbatasan

waktu serta biaya, maka terdapat beberapa hal yang menjadi pembatas antara lain:

‰ Tempat olah raga bilyar yang akan didirikan berlokasi di Jalan BKR,

Bandung.

‰ Hanya membahas pendirian tempat olah raga bilyar saja, tidak termasuk café

dan tempat penjualan souvenirnya.

‰ Kompetitor yang akan dibahas hanya yang berlokasi di kota Bandung, dengan

radius dua kilometer dari lokasi dimana tempat olah raga bilyar akan didirikan

dan tidak menggunakan sistem koin.

‰ Persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel

ditetapkan sebesar 10%.

1.4Perumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah diatas maka dapat dirumuskan beberapa

permasalahan yang dihadapi, antara lain:

‰ Bagaimana kelayakan proyek berdasarkan analisis pasar?

‰ Bagaimana kelayakan proyek berdasarkan analisis teknis?

‰ Bagaimana kelayakan proyek berdasarkan analisis finansial?

(20)

Bab 1 Pendahuluan 1-3

1.5Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan dan manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:

‰ Mengetahui kelayakan proyek berdasarkan analisis pasar.

‰ Mengetahui kelayakan proyek berdasarkan analisis teknis.

‰ Mengetahui kelayakan proyek berdasarkan analisis finansial.

‰ Mengetahui kelayakan proyek berdasarkan analisisdampak sosial.

1.6Sistematika Penulisan

Pembahasan mengenai masalah ini akan diuraikan dalam beberapa bab

yaitu:

Bab 1 : Pendahuluan

Menguraikan tentang latar belakang masalah, identifikasi masalah,

pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian

serta sistematika penulisan.

Bab 2 : Tinjauan Pustaka

Bab ini berisi tentang teori-teori yang dapat digunakan sebagai landasan

berpikir untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.

Bab 3 : Metodologi Penelitian

Bab ini berisi tentang langkah-langkah dalam melakukan penelitian,

sampai laporan ini selesai dibuat.

Bab 4 : Pengumpulan Data

Bab ini berisi pengumpulan data-data yang selanjutnya akan diolah dan

dianalisis.

Bab 5 : Pengolahan Data dan Analisis

Bab ini berisi tentang pengolahan data dan analisis dari data yang telah

diolah.

Bab 6 : Kesimpulan dan Saran

Bab ini berisi tentang kesimpulan singkat dan saran mengenai

(21)

Bab 4 Pengumpulan Data 4-1

BAB 4

PENGUMPULAN DATA

4.1 Sejarah Olah Raga Bilyar

Bilyar adalah olah raga yang dimainkan dengan cara memasukan bola-bola

ke dalam lubang-lubang yang ada di meja dengan menggunakan tongkat (cue).

Olah raga ini tidak diketahui secara pasti berasal dari negara mana, mungkin Cina,

Spanyol, Italia atau bahkan Prancis. Beberapa ahli mengatakan bahwa bilyar

merupakan bentuk permainan di dalam ruangan dari croquet, namun ada yang

mengatakan sebaliknya, bahwa croquet merupakan bentuk permainan di luar

ruangan dari bilyar.

Bilyar berasal dari bahasa Perancis, billart, kata tersebut mungkin berasal

dari kata bille yang berarti bola. Pada tahun 1675, dalam buku yang berjudul

“Anthony and Cleopatra” , William Shakespeare bercerita tentang bilyar di

dalamnya. Sehingga beberapa ahli menyimpulkan bahwa bilyar merupakan olah

raga yang berasal dari jaman Mesir kuno.

Seorang berkebangsaan Perancis, Kapten Mingaud, adalah orang pertama

yang menjadikan bilyar sebagai olah raga yang ‘memerlukan pemikiran’. Selama

di dalam penjara, Kapten Mingaud, yang merupakan tahanan politik selama

revolusi Perancis, senang dan sering sekali bermain bilyar, sampai-sampai ia

menunda waktu pembebasannya.

Mingaud menemukan bahwa jika ujung tongkat bilyar dikikir maka bola

dapat ditempatkan dengan lebih akurat. Dia juga menemukan bahwa jika ujung

tongkat bilyar dilapisi kulit maka penempatan bola dapat lebih terkontrol. Setelah

keluar dari penjara, Mingaud berkeliling Perancis untuk mempertunjukan olah

raga bilyar.

Ujung tongkat menjadi kurang efektif ketika sudah mengkilap dan harus

diganti secara teratur. Jack Carr, seorang guru bilyar di Inggris, mempelajari

(22)

Bab 4 Pengumpulan Data 4-2

yang salah. Dia juga pemain bilyar pertama yang dapat membuat bola bilyar

berputar dengan pukulannya. Pada tahun 1820, Carr berkeliling Eropa untuk

mendemonstrasikan bilyar.

Sejak saat itu, terdapat beberapa versi yang berbeda dari permainan bilyar.

Di Perancis, permainan yang paling populer adalah carom billiards, dimainkan

dengan menggunakan tiga (kadangkala empat) bola dengan menggunakan meja

yang tidak berlubang. Pada umumnya di Inggris juga dimainkan dengan tiga bola

tetapi dengan menggunakan meja yang berlubang enam. Inilah permulaan dari

olah raga bilyar dan juga snooker yang sekarang dikenal.

Di Indonesia sendiri, tidak diketahui secara pasti kapan bilyar mulai

digemari oleh sebagian masyarakatnya. Setidaknya selama sepuluh tahun terakhir

ini semakin sering diadakan turnamen-turnamen bilyar. Dahulu, bilyar memang

berkonotasi negatif karena sering dimainkan di malam hari, ditunggui wasit

perempuan dan erat kaitannya dengan perjudian. Namun sekarang bilyar sudah

transparan. Masyarakat bisa menilai bagaimana bilyar sebenarnya, apalagi dengan

adanya tayangan di televisi mengenai berbagai kejuaraan bilyar. Bilyar

merupakan olah raga yang menekankan pentingnya perpaduan kekuatan fisik,

kecerdasan pikiran dan ketajaman perasaan.

4.2 Pengumpulan Data Pasar

Data-data pasar yang dikumpulkan antara lain:

Data permintaan kompetitor selama empat periode terakhir:

Tabel 4.1

Data Masa Lalu Permintaan (Jam)

(23)

Bab 4 Pengumpulan Data 4-3

Tabel 4.1 (Lanjutan) Data Masa Lalu Permintaan (Jam)

Periode Kompetitor

1 2 3 4

SM Bilyar 1450 1595 1674.75 1507.28

TOTAL 6235 7598 8771.05 10985

Adapun periode 1 adalah Juli 2002 sampai dengan Desember 2002, periode 2

adalah Januari 2003 sampai dengan Juni 2003, periode 3 adalah Juli 2003

sampai dengan Desember 2003 dan periode 4 adalah Januari 2004 sampai

dengan Juni 2004.

Diketahui bahwa permintaan rata-rata per bulan Nine Ball pada periode 2 naik

30% dari periode 1, permintaan rata-rata per bulan pada periode 3 naik 20%

dari periode 2 dan permintaan rata-rata per bulan pada periode 4 naik 20%

dari periode 3. Sedangkan permintaan rata-rata per bulan Warung Bandung

pada periode 2 naik 30% dari periode 1, permintaan rata-rata per bulan pada

periode 3 naik 30% dari periode 2 dan permintaan rata-rata per bulan pada

periode 4 turun 10% dari periode 3.

Permintaan rata-rata per bulan SM Bilyar pada periode 2 naik 10% dari

periode 1, permintaan rata-rata per bulan pada periode 3 naik 5% dari periode

2 dan permintaan rata-rata per bulan pada periode 4 turun 10% dari periode 3.

Sedangkan permintaan rata-rata per bulan GUBA Bilyar pada periode 2 naik

30% dari periode 1, permintaan rata-rata per bulan pada periode 3 naik 25%

dari periode 1 dan permintaan rata-rata per bulan pada periode 4 turun 5% dari

periode 3.

4.3 Pengumpulan Data Teknis

(24)

Bab 4 Pengumpulan Data 4-4

‰ Meja bilyar

Tabel 4.2 Jenis Meja Bilyar

No Merk Ukuran Jenis Harga (Rp)

Pro Series Dominator 10,891,000.00 Kingsley, Model P3260A 17,991,000.00 1. Murrey 8'

Queen Anne, Model 3267A 17,991,000.00 Arch Honey, Model 138-1000 17,091,000.00 Arch Mahogany, Model 128-1000 17,091,000.00 2. Brazza 8'

Monarch Cherry 18,882,000.00 3. Ellephant

Balls

8' The Belgian Classic 18,415,000.00

Shot King, Model 64-0500 9,433,000.00 Ebony, Model 64-0300 12,250,000.00 4. GLD 8'

Camarella, Model 64-0400 15,058,000.00 Silver Knight Pocket, Model SU-8P 14,536,000.00 Silver Knight Gully, Model SU-8R 15,040,000.00 Oak Knight Pocket, Model KN-8P 14,536,000.00 Oak Knight Gully, Model KN-8R 15,040,000.00 Black Knight Pocket, Model BL-8P 14,536,000.00 5. Viking 8'

Black Knight Gully, Model BL-8R 15,040,000.00 Majestic Slatron, Model 1369 9,587,000.00 Diplomat Slatron, Model P1260 10,075,000.00 Oakwood Ball With Drop Pocket 14,050,000.00 6. Mizerak 8'

Oakwood Ball Return Pocket 14,725,000.00 Vegas MFT 450 9,433,000.00 7. Minnesota

Fats

8'

Cordoba MFT 500 12,250,000.00

Harga di atas adalah harga paket yang sudah ditambah dengan harga satu set

lampu merk Imperial seri SX-2400. Paket meja bilyar tersebut berisi empat

tongkat, satu set bola, satu segitiga, satu bridge head, sikat meja dan kapur.

‰ Sumber daya manusia yang diperlukan yaitu kasir, petugas PU, satpam,

penjaga parkir dan waiter/waitress.

‰ Peralatan & perlengkapan bilyar dan interior: sofa, meja sudut & kursi, meja

bulat & kursi, kursi kayu panjang, meja manager & resepsionis, kursi manager

(25)

Bab 4 Pengumpulan Data 4-5

tape, speaker, absensi karyawan, tuiter, AC (1 PK), exhaust fan (0.5 PK),

vacum cleaner, tabung pemadam, jam dinding, lemari, pot bunga, tempat

sampah, meja & kursi satpam, lampu meja, lap, sapu, ember, pengki, gayung,

dan selang.

‰ Waktu pelaksanaan proyek

Berikut ini adalah jadwal pelaksanaan proyek yang dipaparkan dalam bentuk

tabel.

Tabel 4.3

Jadwal Pelaksanaan Proyek

No. Kegiatan Waktu (bulan)

1. Studi awal. 3

2. Mencari kontraktor & ijin membangun bangunan. 1 3. Mendirikan bangunan & meminta ijin usaha 12 4. Membeli peralatan & perlengkapan bilyar dan

juga interior.

1

5. Penempatan peralatan dan perlengkapan, mendekor ruangan & pencarian SDM.

1

6. Training pegawai. 0.5

7. Pelaksanaan proyek.

4.4 Pengumpulan Data Finansial

Berikut ini adalah pengumpulan data-data teknis:

‰ Biaya pembuatan bangunan adalah Rp.550.000.000,00 dengan spesifikasi

bangunan sebagai berikut:

Banyak Ruangan 6 ( tempat bilyar, café, WC, ruang tunggu, ruang kasir, tempat penjualan souvenir).

(26)

Bab 4 Pengumpulan Data 4-6

Tabel 4.4 (Lanjutan) Spesifikasi Bangunan

Keterangan

Material Bangunan Besi IWF, besi C, besi beton, span drat, batu bata, batu split, semen, pasir, cat.

Material Atap Besi beton, span drat, besi C, mur & baut, seng gelombang alumunium, baut & mur penjepit alumunium, ram kawat, glass wool.

Material Lantai Besi beton, pasir, besi, baru split, keramik.

Material Tanam Air: paralon 2' (jalur induk), paralon 3/4' (sub) Listrik: paralon 1/2', kabel NYY 6x2 (induk), kabel NYY 2x2.5' (sub).

Material Pintu Kusen, handel, kunci, daun pintu, cat, sekrup. Material Tangga

Material Jendela Kusen, kaca, handel jendela, kunci, engsel, sekrup. Material Dekor Kayu kaso, triplek, paku, cat, gypsun, lem gypsun,

lampu halogen OSRAM Decostar IRC, karpet.

Harga tanah adalah Rp.2.000.000,00/ m2 dengan luas tanah yang akan dibangun seluas 375 m2 (15mx20m).

‰ Peralatan & perlengkapan bilyar dan interior:

Tabel 4.5

Peralatan & Perlengkapan Bilyar dan Interior

No Jenis Barang Merk Satuan Harga/sat (Rp)

1 Sofa (3 seats) Holly Wood set 700,000

2 Kursi kayu panjang Holly Wood set 575,000

3 Meja sudut & kursi Holly Wood set 450,000

4 Meja bulat & kursi Holly Wood set 375,000

5 Meja manager&resepsionis Holly Wood set 400,000

6 Kursi manager&resepsionis Chitose buah 200,000

7 Meja (R.Tunggu) Holly Wood buah 400,000

(27)

Bab 4 Pengumpulan Data 4-7

Tabel 4.5 (Lanjutan)

Peralatan & Perlengkapan Bilyar dan Interior

No Jenis Barang Merk Satuan Harga/sat (Rp)

13 Tape JVC buah 1,500,000

14 Speaker JVC buah 200,000

15 Alat absensi karyawan Moulgan buah 3,000,000

16 Tuiter JVC buah 50,000

17 Sumur bor 25,000,000

18 AC (1 PK) Toshiba seri PAC 260 buah 2,500,000

19 Exhaust fan (0.5 PK) Nutone seri EF 9093WH buah 500,000

20 Vacum cleaner Dilne buah 2,000,000

21 Tabung pemadam buah 300,000

‰ Biaya untuk berpromosi: iklan pada koran PR Bandung berwarna hitam putih

dengan ukuran 12.4x10 cm, untuk 1 kali adalah Rp.1.000.000,00. Iklan baris

pada koran PR Bandung (8 baris), untuk 1 kali adalah Rp 70.000,00. Iklan

pada radio Ninety Niners dan MGT adalah iklan yang diucapkan oleh

penyiarnya selama 31-60 detik pada waktu prime time, untuk pemasangan di

Ninety Niners biayanya adalah Rp.170.000,00/minggu sedangkan untuk MGT

(28)

Bab 4 Pengumpulan Data 4-8

‰ Gaji tenaga kerja disesuaikan dengan UMR yang berlaku saat ini yaitu

Rp.600.000,00/bulan. Akan ada peningkatan gaji karyawan sebesar 10%

setiap tahunnya.

‰ Sebagai perbandingan, perkiraan biaya perbaikan gedung dan peralatan setiap

tahunnya berasal dari kompetitor. Biaya tersebut untuk mengecat,

memperbaiki talang air, mengganti karpet meja bilyar, mengganti karpet

lantai, mengganti stik bilyar, dan lain-lain. Sedangkan biaya perawatan

peralatan dan bangunan per bulan digunakan untuk membeli pembersih kaca,

pengkilap kayu, pembersih koslet, lap, sabun, cuci tangan, dan lain-lain.

‰ Pajak penghasilan, bunga bank dan ijin buka usaha.

Pajak penghasilan adalah 10% dan besarnya bunga bank yang ditetapkan

sebagai perbandingan adalah 6% per tahun. Besarnya biaya untuk memperoleh

(29)

DAFTAR PUSTAKA

1. Amstrong, Michael; “A Handbook of Management Technique”, Edisi ke 2,

Kogan Page, London, 1993.

2. Blank, Leland; “Statistical Procedures For Engineering, Management, and

Science”, International Student Edition, MacGraw Hill, 1982.

3. Djarwanto, P.s.; “Pokok-Pokok Analisa Laporan Keuangan”, BPFE,

Yogyakarta, 1993.

4. Dwi Prastowo, Rifka; “Analisis Laporan Keuangan”, Edisi ke 2, YKPN,

Yogyakarta, 2002.

5. Ikatan Akutansi Indonesia; “Standar Akutansi Keuangan”, Edisi Revisi,

Salemba Empat, Jakarta, 2002.

6. Kotler, Philip; “Manajemen Pemasaran”, PT. Prenaallindo, Jakarta, 1997.

7. Riyanto, Bambang; “Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan”, Cetakan ke

7, BPFE, Yogyakarta, 2001.

8. Sugiono, Dr.; ”Metode Penelitian Bisnis”, Cetakan ke 4, CV . Alfabeta,

Bandung, 2002.

9. Umar, Husein; “Riset Pemasaran dan Perilaku Konsumen”, PT. Gramedia

Pustaka Utama, Jakarta, 2003

10.Umar, Husein; “Studi Kelayakan Bisnis”, Edisi ke 2, PT. Gramedia Pustaka

Utama, Jakarta, 2003.

Gambar

Tabel 4.1  Data Masa Lalu Permintaan (Jam)
Tabel 4.1 (Lanjutan) Data Masa Lalu Permintaan (Jam)
Tabel 4.2   Jenis Meja Bilyar
Tabel 4.3 Jadwal Pelaksanaan Proyek
+3

Referensi

Dokumen terkait

Bertambahnya jumlah mahasiswa yang masuk Universitas Kristen Maranatha terutama yang berasal dari luar kota Bandung, membuka kesempatan bagi tempat- tempat kos untuk saling

dan aspek lingkungan, maka perusahaan liquid air separation ini layak untuk didirikan, untuk itu penulis memberikan saran untuk pendirian perusahaan dan untuk penelitian

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan mengetahui apakah pendirian pabrik pupuk organik granul di Yogyakarta layak didirikan, dinilai dari : aspek pasar, aspek teknis,

Berdasarkan hasil penghitungan dengan metode NPV, IRR, MIRR dan Simulasi Monte Carlo , investasi pendirian usaha jasa penggilingan daging di Kabupaten Jember layak

Hasil dari penelitian ini menunjukkan rencana Pendirian Rumah Makan Asri dinyatakan layak untuk dijalankan ditinjau dari aspek studi kelayakan3. Kata kunci: Analisis Studi

Analisis yang akan dilakukan yaitu mengelolah data kebutuhan biaya dalam perencanaan pendirian restoran berkonsep danau mini ini apakah layak atau tidaknya usaha ini dijalankan serta

Berdasarkan analisis risiko yang mungkin terjadi pada investasi pendirian toko offline dan konveksi ByAdimaprani, investasi masih dikatakan layak untuk dijalankan

4. Renang : Olah raga yang dilakukan di dalam dan luar ruangan. Olah raga ini bersifat rekreasi, santai dan prestasi Kolam renang banyak di jumpai ditempat-tempat rekreasi,