• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN. tidak memakai tata cara berupa statistik ataupun dengan cara kuantifikasi.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN. tidak memakai tata cara berupa statistik ataupun dengan cara kuantifikasi."

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

27 BAB III

METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan Penelitian

Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dalam pelaksanaan penelitian.

Penelitian kualitatif membuahkan hasil berupa urutan analisis yang penggunaannya tidak memakai tata cara berupa statistik ataupun dengan cara kuantifikasi.

Penelitian kualitatif berisi laporan yang berisi amatan dari berbagai kejadian dan interaksi yang diamati secara langsung oleh penulis dari tempat kejadian. Selain itu, dalam penelitian kualitatif penulis terlibat langsung dan secara partisipatif dalam melakukan observasinya Gorman & Clayton (dalam Santana, 2012:28). Penelitian kualitatif juga merupakan penelitian yang bersifat deskriptif atau lebih kepada penjabaran dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan yang lebih bersifat induktif (Noor, 2012:33). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang meliputi sumber data penelitian, data, pengumpulan data dengan menggunakan teknik, instrumen penelitian, dan metode analisis data.

Dalam hal ini, pendekatan kualitatif merupakan tata cara yang memberikan hasil berupa data deskriptif yang berupa data lisan atau bisa juga berupa data lisan yang muncul pada masyarakat dalam berbahasa (Djadjasudarma, 2016:11).

pendekatan kualitatif tepat sesuai berdasarkan tujuan yaitu memaparkan pemakaian bentuk bahasa abreviasi dalam isi komentar akun TikTok Tribunnews. Pemaparan tersebut diperoleh berdasarkan hasil peninjauan dan pengamatan di lapangan dengan mengambil data secara langsung di kolom komentar akun TikTok Tribunnews.

(2)

3.2 Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, data yang dihasilkan berupa kata bukan nominal angka. Metode merupakan alat, dan teknik yang dipilih dalam melakukan proses penelitian dalam pengumpulan data (Djadjasudarma, 2016). Data dalam penelitian ini berupa bentuk abreviasi (singkatan, akronim, kontraksi, penggalan dan lambang huruf) yang ada di dalam kalimat pada rubrik harian Kompas. Penelitian ini mendeskripsikan jenis, bentuk asal dan proses abreviasi bahasa Indonesia dalam isi komentar akun TikTok Tribunnews.

1) Data Penelitian

Data adalah semua informasi yang berisi keterangan mengenai segala sesuatu kejadian terhadap permasalahan yang bersangkutan. Data yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu berupa kata, frasa, maupun kalimat abreviasi yang terdapat pada isi komentar akun TikTok Tribunnews.

Selanjutnya, seluruh data abreviasi yang ada dikaji berdasarkan jenis abreviasi untuk dapat dilihat bentuk asal abreviasinya. Selain itu, dilihat juga faktor pembentukan abreviasi yang terjadi pada setiap data yang ada.

2) Sumber data

Data yang bersumber dari sebuah subjek yang menyatakan asal dan waktu data penelitian tersebut didapatkan. Sumber data pada penelitian ini didapatkan melalui isi kolom komentar akun TikTok Tribunnews per tanggal 26 Juni hingga 22 Juli 2021 yang mengandung abreviasi. Dalam hal ini, peneliti hanya mengambil 10 sampel berita yang ada pada akun tersebut karena selain jarang terdapat komentar terkait pemendekan, temuannya sudah berulang-ulang sehingga menimbulkan kejenuhan data.

(3)

Teknik Penelitian

3.3.1 Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi dan teknik simak. Teknik lanjut yang digunakan adalah teknik simak bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat. Teknik simak dilakukan dengan cara menyimak objek kajian penelitian, sedangkan teknik dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan dan mencatat satu persatu data pada isi komentar akun TikTok Tribunnews. Data kemudian dicatat dalam buku tulis dan diklasifikasikan

berdasarkan masingmasing jenisnya. Hasil pengumpulan dan pencatatan data itulah yang kemudian disebut dengan kertas data.

Teknik pengambilan data menggunakan teknik simak dokumentasi yaitu peneliti tidak terlibat dalam dialog, konversasi atau imbal wicara. Dalam hal ini, peneliti tidak terlibat langsung dalam objek kajian tetapi hanya sebagai pemerhati objek kajian yang ada dalam isi komentar akun TikTok Tribunnews. Teknik catat dilakukan untuk mencatat dan memilih unsur yang sudah ditulis ke dalam kertas data. Teknik ini dilakukan dengan menggunakan kartu data, yaitu mengklasifikasikan data yang sudah dipilih dan memberi kode pada kartu data.

3.3.2 Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif kualitatif. Metode penelitian deskriptif dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut.

(4)

1. Kategorisasi, data dipilih sesuai dengan batasan masalah, yaitu abreviasi pada isi komentar akun TikTok Tribunnews yang dilihat berdasarkan jenis, bentuk asal dan proses pembentukannya.

2. Pentabelan data, kegiatan penyajian data dalam bentuk tabel sebagai hasil proses kategorisasi.

Interpretasi, yaitu menginterpretasikan hasil kategorisasi sebelumnya.

3.3.2.1 Istrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah human instrument.

Human instrument adalah manusia yang bertindak sebagai alat. Alat yang dimaksud

yakni manusia bertindak sebagai peneliti yang mengerti situasi dan kondisi yang akan diteliti. Jadi, manusia yang bertindak sebagai seorang peneliti dapat memerkirakan berbagai kemungkinan yang akan terjadi di lapangan karena gejala keadaan tertentu. Selebihnya, seorang peneliti tersebut setidaknya harus cakap dengan hal-hal yang berkaitan dengan subjek dan objek penelitian, dalam hal ini yakni abreviasi yang terdapat dalam isi komentar akun TikTok Tribunnews.

Seorang peneliti yang bertindak sebagai human instrument ini dapat menentukan waktu sendiri dalam melakukan penelitian abreviasi dalam isi ko mentar akun TikTok Tribunnews. Setelah itu, peneliti mengklasifikasikan sendiri jenis, bentuk asal dan proses abreviasi. Penelitian ini membutuhkan sebuah indikator yang dapat mempermudah peneliti dalam melakukan analisis. Indikator tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut.

(5)

Tabel 3.1 Indikator

Analisis Abreviasi Bahasa Indonesia pada Isi Komentar Akun TikTok Tribunnews No. Permasalahan Sub Kajian Indikator

1. Singkatan a. Huruf atau gabungan huruf, baik dieja huruf demi huruf maupun tidak.

b. Pemendekan beberapa kata menjadi beberapa huruf.

c. Menanggalkan satu bagian huruf atau lebih.

d. Dibaca huruf demi huruf.

2. Akronim a. Gabungan huruf awal dan suku kata.

b. Bisa dibaca secara langsung.

c. Tidak diikuti tanda titik.

3. Kontraksi a. Ringkasan kata dasar atau gabungan kata.

4. Penggalan a. Penggalan suku pertama dari suatu kata.

b. Pengekalan huruf terakhir suatu kata.

c. Pengekalan tiga huruf pertama dari suatu kata.

d. Pengekalan kata terakhir dari suatu frase.

e. Pelepasan sebagian kata.

5. Lambang Huruf

a. Lambang huruf yang menandai bahan kimia atau lainnya.

b. Lambang huruf yang menandai ukuran.

c. Lambang huruf yang menyatakan bilangan.

d. Lambang huruf yang menyatakan mata uang.

1. Frasa Nomina a. Dua kata atau lebih yang menjadikan nomina sebagai inti dan diikuti kategori lain.

b. Abreviasi yang

menjelaskan kata benda.

2. Nama Diri a. Pemendekan yang menjelaskan nama

(6)

lembaga, nama penyakit, nama orang, dan lain sebagainya.

3. Kata a. Unit bahasa yang mengandung arti dan terdiri atas satu atau lebih morfem.

3. Faktor yang

membentuk abreviasi pada isi komentar akun Tiktok Tribunnews.

1. Pengekalan / Pemertahanan Huruf

Pertama

Pembentukan abreviasi dengan memertahanan huruf pertama dari kata yang dibentuknya.

2. Pengekalan / Pemertahanan Suku Pertama tiap

Komponen

Pembentukan abreviasi dengan memertahanan suku pertama dari tiap komponen yang dibentuknya.

3. Pengekalan / Pemertahanan Sebagian Silaba

Pembentukan abreviasi dengan pengekalkan/

memertahanan sebagian suku kata dari kata yang dibentuknya.

Alat lain yang digunakan dalam penelitian ini yakni penggunaan korpus data atau instrument pengumpulan data. Penggunaan alat bantu lain seperti korpus data ini dapat membantu dalam melakukan penelitian karena data lebih mudah dikategorikan atau diklasifikasikan secara sistematik. Penggunaan korpus data tersebut juga dimaksudkan untuk mempermudah dalam melakukan identifikasi kalimat yangmengandung abreviasi. Adapun contoh format tabel pengumpulan dan pengkodean data yang akan digunakan adalah sebagai berikut.

Tabel 3.2 Pengkodean Data

NO. DESKRIPSI KODE KODE

1. Tanggal Komentar (tanggal/bulan/tahun) (hh/bb/th)

2. Akun Tiktok TribunNews TN

3. Berita ke- (n) 1-10

4. Singkatan S

(7)

5. Akronim A

6. Kontraksi K

7. Penanggalan P

8. Lambang Huruf L

9. Frasa Nomina FN

10. Nama Diri ND

11. Kata Kt

12. Pemertahanan Huruf Pertama PHP

13. Pemertahanan Suku Pertama PSP

14. Pemertahanan Sebagian Silaba PSS

Contoh: 23/7/21: TN-1/S

Tabel 3.3

Keterangan Judul Berita

BERITA KE- JUDUL

1 Ibu di Medan yang Jual Anak Kandungnya Pasang Tarif Rp350 Ribu dan Sudah Berlangsung 7 Tahun (22/7/21)

2 Oknum Satpol PP Gowa yang Pukul Pasutri Terancam Kurungan 5 Tahun, Polisi Ungkap Motif Pemukulan (16/7/21)

3 Kasus Covid-19 Naik, Perusahaan Jepang Charter Pesawat dan Jemput Pekerjanya Keluar dari Indonesia (14/7/21)

4 PT Kimia Farma Tunda Layanan Vaksinasi Covid-19 Berbayar (12/7/21)

5 Profil dr Lois Owien, Dokter Kontroversial yang Tak Percaya Covid-19, Sebut Pasien Wafat Karena Obat (12/7/21)

6 Terungkap Sosok Petugas yang Minta Rp4 Juta ke Keluarga Pasien Covid-19, Kini Jalani Pemeriksaan (11/7/21)

7 5 Pemasok Sabu Nia Ramadhani & Ardi Bakrie Dibekuk, Gunakan Transaksi Tempel & Sasaran Kalangan Elit (11/7/21)

8 Penyok Pelaku Pengeroyok Polisi di Cilandak Jadi DPO, Kapolres Menyerahkan Diri atau Kami Tangkap (10/7/21)

9 Sosok Mayjen TNI Agus Subiyanto, Danpaspampres yang Bela Praka Izroi Soal Cekcok di Pos Penyekatan (10/7/21)

10 Viral Video Ojol Kuliah Sambil Antar Pesanan: Walau Lagi Kerja Kuliah Nggak Boleh Ditinggal (28/6/21)

(8)

Tabel 3.4

Instrument Pengumpulan Data Analisis Abreviasi Bahasa Indonesia pada Isi Komentar Akun TikTok Tribunnews

NO. KODE FOKUS

MASALAH DATA DESKRIPSI INTERPRETASI

Keabsahan Data

Keabsahan diperoleh dari mencermati data yang telah terkumpul.

Pengamatan dilakukan secara berulang-ulang sehingga peneliti memeroleh hasil yang relevan. Kegiatan tersebut berupa pembacaan isi komentar akun TikTok Tribunnews secara berulang dan teliti. Pembacaan diikuti pencatatan data yang

muncul dalam harian tersebut. Data tersebut merupakan data yang diduga bentuk dari abreviasi. Kegiatan pendataan ini tentunya didiskusikan bersama dengan rekan serta dosen pembimbing. Data yang dilakukan secara berulang-ulang akan menghasilkan keabsahan data yang lebih konkret. Diskusi dengan teman dan dosen juga membantu peneliti untuk meneliti dengan benar.

Gambar

Tabel 3.1  Indikator
Tabel 3.2  Pengkodean Data

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini terlihat hasil survey, dari 57 negara di dunia Indonesia hanya menduduki urutan ke-37 (The World Economic Forum Swedia Report, 2000). Predikat Indonesia pun hanya

kesesuaian tindakan aktor yang terlibat. • Yang menunjukkan bahwa lebih berpengaruh dibandingkan variabel lainnya, yang mana menunjukkan besarnya kekuatan masyarakat dalam

Whistle blowing merupakan tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau beberapa orang karyawan untuk membocorkan kecurangan baik yang dilakukan oleh perusahaan atau atasannya

Kendali mutu (Quality Control) radiologi diharapkan akan dapat mengendalikan persoalan yang berkaitan dengan kualitas gambar dan eksposi yang diterima

tentang Perlindungan K"nsumen, K"nsumen dide*inisikan sebagai “Setiap "rang pemakai barang atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan

Menetapkan : KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS DIPONEGORO TENTANG PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN (PPK), PEJABAT PELAKSANA DAN PENGENDALI KEGIATAN (PPPK) DAN PEMEGANG UANG MUKA

bermacam bentuk, seperti gerakan separatis dan lain-lain, antara lain: Gerakan Separatis dengan lepasnya Timor Timur dari Indonesia yang dimulai dengan

bahwa dengan telah dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler