• Tidak ada hasil yang ditemukan

Klithih, Kenakalan Atau Kejahatan?

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Klithih, Kenakalan Atau Kejahatan?"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

K O R A N B E R N A S . I D , YOGYAKARTA – Kekerasan jalanan atau yang akrab disebut klithih terjadi di Jogja. Peristiwa itu persisnya terjadi di depan Hotel Sagara, sekitar perempatan Warungboto, Umbulharjo Yogyakarta, Rabu (12/1/2022) pukul 05.00 WIB dini hari.

Pelakunya 5 orang remaja. Dua di antaranya sebagai joki atau yang membonceng, sedang pelaku utamanya 3 orang, semuanya membawa sejata tajam berupa celurit dan golok.

Ironisnya, 3 orang pelaku utama ini bukanlah wajah baru di Polsek Umbulharjo. Mereka baru beberapa bulan silam keluar dari balik jeruji besi alias penjara untuk kasus yang sama, klithih.

Ketiga remaja itu, adalah Riski alias Sincan (19), Setiaji alias Kojek (18), dan Riko alias Bocil (17).

Sedangkan dua rekannya yang bertindak selaku joki, adalah Zaky (18) dan Tegar (17).

Lantaran ciri-ciri pelaku sangat dikenali dari rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, polisi tak butuh waktu lama.

Sepekan kemudian, persisnya Rabu (18/1/2022) pukul 03.00 WIB dini hari, polisi menciduk para tersangka di tempat yang berbeda-beda.

Kejadian ini menambah panjang deretan jumlah kasus

klithih di Kota Pelajar ini. Catatan kepolisian, tren kasus kejahatan jalanan atau klitih di DIY tahun ini meningkat dibandingkan tahun 2020 silam. Tercatat ada 58 laporan kasus yang berujung pada penganiayaan dengan melibatkan 102 orang tersangka. Tahun 2020 tercatat ada 52 kasus dengan 91 tersangka.

Kapolsek Umbulharjo, Kompol Achmad Setyo Budiantoro, menyebutkan ketika menyelidiki kasus klitih yang terjadi pada 12 Januari itu, pihaknya berupaya mempelajari rekaman kamera pengawas atau CCTV.

“Dalam prosesnya, tim gabungan yang kami bentuk mengamati CCTV. Ternyata kami

menemukan ciri yang sama dengan eks tahanan Polsek UH (Umbulharjo). Maka, Rabu 18 Januari sekitar pukul 03:00 dini hari, kami melakukan penangkapan di sejumlah tempat yang berbeda,” paparnya.

Menariknya lagi, korban pembacokan yang sempat mengalami luka parah, ternyata tak mengenal pelaku yang melukainya. Demikian pula sebaliknya.

“Modus pelaku untuk sekedar mencari musuh atau lawan,” kata Achmad.

Tindakan tegas Dari kasus yang kembali menjerat Riski alias Sincan dan rekan-rekannya, dipetik

pelajaran berharga bahwa hukuman yang ringan ternyata tak lantas membuat mereka sadar. Meski harus dilakukan penelitian mendalam, remaja atau pelajar yang terlibat kasus klithih, memiliki probabilitas tinggi untuk mengulangi lagi perbuatannya.

Demi menekan kasus kenakalan remaja atau kejahatan jalanan tersebut, Kapolresta Yogyakarta, Kombes Polisi Purwadi Wahyu Anggoro, mengambil langkah yang terbilang radikal. Dirinya mengizinkan anak buahnya untuk mengambil tindakan yang lebih tegas untuk menghasilkan efek jera.

“Sepanjang mereka membawa senjata dan kelihatan akan

membacok, silakan tembak.

Tembak bukan untuk mematikan, tetapi melumpuhkan. Silakan tembak, nanti saya yang tanggung jawab,” tegasnya.

Menurut Kombes Purwadi, pihaknya tetap akan mengambil tindakan tegas dan terukur karena selama ini klithih menjadi momok dan tidak mengenal korban. Hal itu yang menimbulkan citra negatif untuk Yogyakarta. Efek deterrent yang diharapkan aparat, tentunya menurunnya kasus klihtih di Yogyakarta.

“Saya bukan mau apa-apa, tapi cara ini harus diambil. Upaya preventif tetap kami lakukan. Kalau masih bisa meniadakan, tetapi kalau tidak bisa, meminimalkan.

Karena sekarang sasarannya sudah acak, tidak peduli anak-anak SMA, orang dewasa pun disikat sama mereka. Udah nggak bener yang seperti itu,” ucap Kapolresta kelahiran Yogyakarta itu.

Hal senada juga diungkapkan Wakapolda DIY, Brigjen Polisi Slamet Santoso. Ditemui pada kegiatan outbond dan motivasi bagi tim pelatnas balap sepeda, Kamis (27/1/2022) siang, di Karangasri Outbond, Pakembinangun, Sleman, Slamet Santoso menyatakan pihaknya akan mengambil tindakan tegas namun terukur untuk menangani kasus kejahatan klithih.

WAJAH Riski alias Sincan tertunduk lesu ketika dihadirkan pada j u m p a p e r s , S e n i n (24/1/2022) siang, di Mapolsek Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Meski te r t u n d u k , m a t a nya nanar dan seakan tak percaya dengan apa yang kini dialaminya. Remaja berusia 19 tahun itu sejatinya baru beberapa bulan lepas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) akibat kasus kejahatan

jalanan yang populer dengan istilah klithih.

Bahkan bersama dua rekannya, Setiaji Prasetyo (18) dan Riko Ardhana Putra (17), Riski dapat menghirup udara bebas ka re n a m e m p e ro l e h pembebasan bersyarat atau asimilasi. Mereka b e r t i g a s e h a r u s nya dihukum 2 tahun penjara, tetapi dapat keluar lebih cepat satu tahun.

Namun, baik Riski, Setiaji ataupun Riko,

harus kembali merasakan dinginnya sel ruang tahanan karena terjerat kasus yang sama. Bedanya, kala itu mereka masih di bawah umur dan mendapat vonis yang terbilang ringan.

M e n a r i k nya , s a a t menjalani pemeriksaan oleh petugas, para pelaku mengaku melakukan aksinya dengan sadar tanpa pengaruh alkohol atau obat-obatan. Miris.

Te r s a n gka m e n ga ku

melakukan hal keji tersebut karena terpengaruh oleh temannya. Padahal catatan h u ku m m e n u n j u k a n tindakan kriminal itu bukan kali pertama dilakukan.

“Motivasinya ikut- ikutan teman. Saya sadar tanpa minum alkohol,” kata salah seorang di antaranya.

Dosen Sosiologi Fisipol UGM, Wahyu Kustiningsih, m e n g a t a k a n k l i t h i h adalah label tindakan.

Dan karena terjadi di

Yogyakarta, maka lebih khas dengan nama klithih.

Walaupun sebenarnya secara teori, sebagai bagian dari kenakalan remaja. Karenanya untuk memberantas butuh upaya yang lebih. Tidak lagi sekedar menangkap pelakunya, dan kemudian selesai urusan. Karena ini soal kenakalan remaja, maka ada beberapa a s p e k y a n g h a r u s dipertimbangkan.

“Pelaku tertangkap

bisa jadi belum ada penyesalan. Sebab jika ini kenakalan remaja, maka ini menyangkut soal exercise power. Jika ini dianggap sebagai kenakalan remaja, maka salah satu tujuannya adalah untuk recognisi.

Anak muda itu kan khas dengan pencarian jati diri dan sebagainya,”ucapnya.

M e n u r u t n y a , a d a b a n y a k p e n y e b a b munculnya klithih di Jogja yang melibatkan anak- anak remaja. Salah satunya

www.koranbernas.id

Kementerian Kelautan dan Perikanan mencanangkan Bulan Cinta

Laut. Program ini diluncurkan di Pantai Parangkusumo Bantul.

Kadin DIY mendorong kebangkitan UMKM berbasis teknologi. Tujuannya untuk mengatasi problem ekonomi akibat dampak pandemi.

Cinta Laut UMKM Teknologi

14 HAL HAL 11

Navigasi

Dari Sekedar Ikut-ikutan Hingga Eksistensi

SENIN PAHING, 31 JANUARI 2022 27 JUMADIL AKIR1955 ALIP

TAHUN KE-5 EDISI KE 18/2022

TERBIT 16 HALAMAN

Bersambung ke hal 2

Bersambung ke hal 2

ILUSTRASI: LILIK SUMANTORO/KORANBERNAS.ID

Klithih, Kenakalan Atau Kejahatan?

(2)

2

Senin Pahing

31 Januari 2022 www.koranbernas.id

semakin terbatasnya ruang publik sebagai arena ekspresi. Jika dahulu ruang publik begitu luas, maka kini berkurang cukup banyak. Belum lagi persoalan pandemi yang terjadi saat ini, di mana orang harus berjarak dan akhirnya memaksa orang mau tidak mau harus beralih dengan teknologi untuk berinteraksi dan lain-lain.

“Jadi, ruang yang sudah berkurang semakin berkurang lagi. Saat ini orang pun akan semakin jauh dari masyarakat.

Membentuk dunianya yang semakin terasing dari masyarakatnya, karena mereka sudah asyik dengan komunitasnya yang bisa terhubung secara virtual dan sebagainya. Artinya peluang-peluang dari anak muda ini harus diperhatikan, agar mereka bisa berinteraksi dan sebagainya guna bisa mengurangi kecenderungan melakukan aktivitas-aktivitas seperti klithih,” katanya.

Fenomena ini, kata Wahyu, sebagai bagian dari dinamika orang muda yang tidak bisa lepas dari konteks sejarah Jogja. Dalam penangananannya harus

memerlukan usaha yang lebih (ekstra), karena ciri klithih melukai tetapi tidak merampas. Pelaku melukai korban sekadar untuk eksistensi.

“Beberapa kali peristiwa penyabetan hanya dilakukan satu orang pelaku, dengan motor baru dari orang tuanya yang mendapat warisan, terus bergabung dengan genk. Seperti itu kan persoalan eksistensi,”ungkapnya.

Wahyu menyayangkan jika ada anak nakal di sebuah lingkungan bukannya dirangkul, tetapi justru melabeli anak tersebut sebagai anak nakal. Akibatnya mereka pun merasa teralineasi dari komunitas dan kemudian membangun komunitas sendiri di mana mereka bisa eksis.

Bila ingin mengurangi kenakalan remaja, maka masyarakat juga harus berperan. Ada banyak cara bisa dilakukan, misalnya dari komunitas anak muda melalui Karang Taruna atau komunitas ibu-ibu PKK dan lain-lain. Gerakan merangkul remaja perlu dilakukan secara

bersama dan masif. Ibu PKK membahas bagaimana pengasuhan anak zaman sekarang sebagai upaya mengurangi risiko anak muda melakukan tindakan negatif.

Karang Taruna melalui kegiatan positif dan produktif yang bisa mengakomodir anak muda. Demikian juga bapak-bapak, membahas isu pengasuhan dan lain-lain.

“Repotnya, kondisi saat ini sebagian besar masyarakat kita juga menghadapi beban hidup yang makin berat. Banyak yang di-PHK, sedangkan beban hidup bertambah, sehingga tidak berkesempatan melakukan tindakan yang ideal melalui komunitas untuk menyelamatkan generasi muda,” ujarnya.

Apalagi dengan hadirnya teknologi informasi di era pandemi memaksa orang untuk bertransformasi ke masyarakat digital. Implikasinya adalah pada konsumsi dan produksi, dan salah satu yang paling kentara muncul adalah invidualisme yang sangat tinggi.

“Ini tentunya juga berlaku bagaimana mereka berelasi sosial. Artinya, tidak

heran jika mereka kemudian melihat fenomena klithih bukan menjadi bagian dari tugasnya. Bisa jadi seperti itu karena individualisme tinggi,” paparnya.

Oleh karena itu, tantangan ke depan adalah menciptakan komunalitas di masyarakat dengan berbagai aktivitas, agar partisipasi mereka untuk menjaga sesama warga meningkat. Misalnya Poskamling di masa pandemi yang mulai berkurang diaktifkan kembali, agar anak muda yang suka nongkrong tidak jelas, diajak pada aktivitas menjaga keamanan lingkungan agar anak muda lebih berkontribusi positif ke masyarakat. Sementara di saat ronda, para sesepuh masyarakat bisa secara informal menyampaikan program- program bagus terkait pembangunan lingkungan atau desa.

“Jadi, banyak cara yang bisa dilakukan dengan memperkuat komunalitas.

Dan dalam komunalitas yang berupa kehidupan bersama itu kan sebenarnya nyawanya orang Jawa ada di situ,” katanya memberi saran. (yve/rne/hul/ros)

UTAMA

“Terkait kejahatan jalanan yang dilakukan, kita akan menangani secara profesional dan proporsional, tergantung situasi yang ada. Apabila memang dia mengganggu keamanan dan mengancam nyawa dari masyarakat, satu orang pun, kita akan mengambil tindakan dengan tegas dan terukur sesuai dengan prosedur yang ada,”

kata Wakapolda.

Ketika ditanya apakah polisi tidak takut salah tembak karena banyak pelaku klitih yang masih di bawah umur atau berstatus pelajar, pria yang pernah menjabat sebagai Kaporlesta Yogyakarta itu menandaskan, aparat memprioritaskan keselamatan masyarakat di atas segalanya.

“Saat pelaku klithih beraksi, apa kita bisa tahu mereka umurnya berapa? Bagaimana kita bisa tahu? Sebab itu, tindakan tegas dan terukur itu dalam rangka melumpuhkan, bukan membunuh,” jelasnya.

Ungkapan senada disampaikan Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana.

Huda mengakui fenomena aksi kejahatan jalanan yang dilakukan remaja atau populer disebut klithih sudah sangat memprihatin dan menyedihkan. Pelaku, katanya, harus ditindak tegas.

“Betapa Kota Pelajar tempat siswa dan mahasiswa dari berbagai tempat menjadi mengkhawatirkan dan mencekam pada malam hari karena aksi anak-anak muda yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya di DPRD DIY, pekan lalu.

Untuk pencegahan, Huda meminta aparat melakukan deteksi sejak awal.

Dengan teknologi yang ada saat ini, diyakini mampu melakukan deteksi dini. Selain itu, kerja sama erat dan komunikasi dengan sekolah juga harus dilakukan.

“Hal sangat penting lainnya adalah harus tindak tegas terhadap peredaran minuman keras ilegal. Sebagian besar pelaku aksi klithih dalam pengaruh miras atau narkoba sehingga muncul kenekatan yang tidak masuk akal,” tegasnya.

Anggota Fraksi PKS ini juga menegaskan, peredaran miras dan narkoba harus

diberantas sesuai aturan yang ada. Apalagi oplosan yang membahayakan jiwa.

“Jika miras narkoba bisa dicegah, saya yakin 90 persen aksi klithih bisa dicegah juga. Saat ini akses miras ilegal sangat mudah dan murah, itu masalahnya. Bahkan kemarin ada toko miras ilegal berani iklan masif di sosmed. Aneh juga menurut saya kalau mau klithih berhenti tapi peredaran ilegal miras dibiarkan,” kata dia.

Menurut Huda, tindakan hukum yang tegas dimaksudkan agar menimbulkan efek jera. Pelaku mesti ditindak sesuai hukum yang berlaku, meskipun usia mereka anak-anak tapi membahayakan sekali tindakannya.

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, menyatakan aksi kekerasan sekaligus kejahatan yang dilakukan oknum anak anak dan remaja di DIY harus ditangani secara serius oleh pemerintah daerah.

“Sudah banyak korban luka hingga meninggal akibat perilaku jahat yang dilakukan oleh anak dan remaja ini. Tak boleh lagi ke depan peristiwa kekerasan jalanan berulang tiap saat,” ujarnya.

Pemda DIY harus menuntaskan penanganan kejahatan anak dan remaja usia sekolah ini. Masalah kemiskinan sebagai salah satu penyebabnya harus dicarikan solusinya. Kemudian, lakukan edukasi bagi orang tua dan anak-anak, terutama usia sekolah, agar mengerti budi pekerti dan tidak lagi terlibat kejahatan.

Pada 2017 dan 2018, DPRD DIY bersama Badan Kesbangpol melakukan riset. Rekomendasi dari hasil riset itu harus segera dilaksanakan. “Termasuk Tertib Pendidikan dalam Perda Ketertiban Umum DIY juga harus dilaksanakan dengan baik,”

kata Eko Suwanto.

Secara struktural, Komisi A DPRD DIY juga mengajak guru dan tokoh masyarakat mengedukasi publik, terutama pada anak dan remaja usia sekolah agar taat hukum.

“Kejahatan jalanan ini adalah aksi kejahatan serius yang mengancam jiwa, maka tuntaskan secara penuh. Komisi A

DPRD DIY mendukung penegakan hukum untuk pelaku. Pencegahan dengan edukasi dan penegakan hukum harus jalan bareng,”

ucapnya.

Dia mengakui, upaya penanganan kejahatan oknum anak dan remaja ini butuh perhatian serius dan kerja sama pihak yang terkait. Pemda DIY agar kerja keras menyelesaikan permasalahan ini.

Apalagi, ada UU Keistimewaan DIY yang mengamanatkan untuk mewujudkan tata pemerintahan dan tatanan sosial yang menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika.

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DIY, Danang Wahyu Broto, mengusulkan Pemda DIY menanggung biaya korban aksi kekerasan jalanan. Ini penting mengingat banyak korban tidak mengetahui duduk perkaranya.

Menurut dia, langkah ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah merespons setiap persoalan di masyarakat. Mereka yang menjadi korban rata-rata mengeluarkan biaya perawatan yang mahal, apalagi mereka tidak memiliki BPJS.

“Banyak korban ini tidak tahu apa- apa, mengendarai motor lalu jadi korban dan luka berat. Pemerintah harus hadir.

Korban tidak hanya terluka secara fisik tetapi juga trauma psikologi,” ucap Ketua Komisi B ini seraya meminta Pemda DIY agar menggerakkan warga untuk ronda di lingkungan masing-masing.

Pemda DIY pun berpandangan sama.

Sekda DIY, Baskara Aji, meminta pihak kepolisian menindak tegas pelaku kejahatan jalanan. Sebab perbuatan mereka sudah meresahkan masyarakat. Apalagi muncul korban-korban yang mengalami luka akibat tindakan krimimal tersebut.

Meskipun pelakunya notabene remaja, tindakan kriminal yang marak akhir-akhir ini, kata Aji, tidak bisa dibenarkan.

“Ada aturannya. Kriminalitas yang dilakukan oleh anak ada aturannya sendiri.

Kriminal dilakukan oleh orang dewasa ada aturannya sendiri. Tetapi, keduanya tetap kena hukum,” ujar Baskara Aji, Jumat

(21/1/2022).

Aji mengungkapkan, kejahatan jalanan yang marak dilakukan anak-anak dan remaja sangat memprihatinkan. Mereka melakukannya tanpa pikir panjang akan dampak yang ditimbulkan.

Koreksi istilah Terkait kasus ini, Baskara Aji juga memberikan koreksi terhadap istilah.

Munculnya kejahatan jalanan, lanjut Aji, sebenarnya tidak bisa disebut klithih. Sebab berdasarkan data kepolisian, peristiwa yang terjadi merupakan pembacokan dan pengeroyokan dengan senjata tajam.

Penyebutan tindak kejahatan tersebut membuat Pemda dan pihak kepolisian lebih mudah dalam melakukan klasifikasi.

Penyelesaian masalah yang terjadi pun bisa dilakukan secara tepat sasaran.

“Istilah klithih tidak ada pada urusan hukum. Karenanya butuh penegasan jenis tindakan pidana pelaku kejahatan jalanan.

Jadi supaya kita bisa pilah-pilah. Kalau apa-apa klithih, ya nggak menyelesaikan masalah,” ungkapnya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY, Dewo Isnu Broto, mengungkapkan Pemda DIY menggandeng sejumlah pihak untuk melakukan pengawasan tempat-tempat nongkrong di sejumlah wilayah di kabupaten/kota. Pengawasan dilakukan untuk mengantisipasi munculnya aksi kekerasan jalanan.

“Kebanyakan kasus kejahatan jalanan diawali dengan nongkrong. Karenanya kita minta pemilik warung atau angkringan ikut mengedukasi yang mengarah pada tindakan kekerasan jalanan. Jangan dibiarkan, laporkan ke polisi atau TNI,” jelasnya.

Diskusi juga dilakukan sejumlah pihak bersama TNI/Polri dan akademisi. Hal ini dilakukan untuk membahas program preventif dalam penanganan kekerasan jalanan. (yve/rne/hul/ros)

Klithih, Kenakalan...

Dari Sekedar...

Sambungan dari hal 1

Sambungan dari hal 1

(3)

3

Senin Pahing 31 Januari 2022

www.koranbernas.id

K O R A N B E R N A S . I D , YOGYAKARTA – Kurun waktu lebih kurang 17 tahun bukan masa yang singkat. Setelah menunggu sekian lama Pemda DIY sampai pada keputusan final merelokasi keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini identik dengan pusat wisata belanja Malioboro.

Harapannya, relokasi kali i n i m e n j a d i b a b a k b a r u bagi mereka yang selama ini menggantungkan hidup mencari nafkah berjualan di Malioboro.

Gubernur Daerah Isti- mewa Yogyakarta Sri Sul- tan Hamengku Buwono X m e m a s t i ka n t i d a k b o l e h a d a p e d a ga n g ka k i l i m a sepanjang Malioboro usai re l o ka s i . Pe d a ga n g ya n g sebelumnya berjualan di kedua sisi Malioboro secara bertahap dipindahkan ke Teras Malioboro 1 (eks bioskop Indra) dan Teras Malioboro 2 (eks Dinas Pariwisata DIY) mulai 1 Februari 2022.

“ H a r a p a n s a y a , k a m i sepakat nanti otomatis akan mengeluarkan keputusan yang kita desain bagaimana dengan PKL pindah di tempat yang satu di Teras Malioboro 1 dan 2,” ungkap Sultan HB X usai menghadiri wilujengan bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait beserta perwakilan PKL Malioboro di eks Bioskop Indra, Rabu (26/1/2022).

D e m i ke a d i l a n , S u l t a n sekali lagi menegaskan, tidak boleh ada lagi PKL berjualan sepanjang Malioboro. “Soalnya nanti kalau boleh (berjualan) kasihan mereka yang pindah.

Jadi sama-sama hal tersebut kita lakukan,” kata dia.

Sudah semestinya PKL memiliki pemahaman yang sama, bukan karena ter- dorong oleh fasilitas yang tersedia di tempat yang baru melainkan upaya bersama untuk berdagang, tumbuh dan berkembang.

“ D a n i t u s u d a h s a y a sampaikan, kami dan wawali tidak akan tinggal diam.

Kita sama-sama berusaha menyukseskan program ini tidak hanya PKL tapi kami pun akan menopang,” lanjutnya.

G u b e r n u r D I Y j u g a memastikan tidak akan menarik pajak apapun selama satu tahun anggaran bagi PKL yang menempati Teras Malioboro 1 dan Teras Malioboro 2.

Demikian pula Pemerintah Kota Yogyakarta tidak akan meminta retribusi. Langkah tersebut dapat memberikan ruang bagi para PKL untuk fokus.

“Bagaimana bersama-sama kami juga mempromosikan tempat yang baru ini menjadi pilihan bagi wisatawan maupun bagi warga masyarakat Jogja sendiri yang mau berbelanja di Teras Malioboro 1 maupun Teras Malioboro 2,” harapnya.

Berikutnya, Sultan siap bertemu dengan pemilik toko untuk membicarakan aset mereka yang dulu dipangkas lima meter yang mestinya berfungsi untuk pejalan kaki dan dipakai oleh PKL.

“Jadi akan saya serahkan kembali dengan catatan bahwa itu tetap menjadi ruang publik dan pejalan kaki. Jangan nanti di situ malah tokone dijembarke untuk jualan ya, jangan,”

tandasnya.

Sultan juga menegaskan Pemda DIY tidak bersedia memenuhi permintaan PKL penundaan waktu tiga tahun.

Ini wajar mengingat dirinya sudah menunggu 17 tahun untuk merealisasikan wajah baru salah satu ikon Yogyakarta itu seperti sekarang ini.

Tiga tahun yang disebut Sultan adalah rentang waktu permintaan PKL Malioboro menunda kebijakan relokasi tersebut, dengan salah satu alasannya yaitu pandemi yang masih berdampak bagi perekonomian PKL.

M e s k i p u n s e m p a t a d a penolakan dari sejumlah PKL, relokasi jalan terus. Dari jumlah tersebut, dipastikan proses pemindahan pedagang tidak bisa sekaligus namun

dilaksanakan bertahap.

Untuk meringankan beban ekonomi PKL, Pemda DIY akan membebaskan biaya retribusi bagi PKL terdampak. Pemda DIY juga membantu promosi agar dua spot berbelanja baru itu bisa semakin dikenal wisatawan.

Menurut Sultan, PKL ka- wasan Malioboro seharusnya menyadari tempat berjualan di sepanjang jalan itu termasuk di depan toko-toko, bukan hak milik mereka. Tempat mereka berjualan selama ini adalah milik toko sedangkan trotoar sisi timur maupun barat milik Pemerintah Kota Yogyakarta dan Pemda DIY.

“Mereka bisa menempati fasilitas baru di dua titik lokasi baru yang disediakan Pemda DIY. Jadi rasah (minta) mundur telung tahun (tiga tahun). Saiki isa, kenapa (harus) besok?”

kata Sultan.

Berkoordinasi Wakil Walikota Yog ya- karta, Heroe Poerwadi, meng- ungkapkan Pemindahan PKL Malioboro dilakukan Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta serta Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kota Yogyakarta bersama Dinas Koperasi dan UMKM DIY.

Terkait undian lapak PKL pada dua lokasi baru, Heroe menyerahkan kewenangannya kepada Dinas Koperasi dan UMKM DIY. Secara teknis, setiap PKL mendapatkan tempat untuk kembali berjualan. Hal tersebut diserahkan kepada

masing-masing paguyuban serta tetap berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Pemkot.

Heroe berharap pedagag jangan terburu-buru mem- b e r i ka n p e n i l a i a n b u r u k mengenai lapak baru yang dipersiapkan untuk mereka.

Bersama Pemda DIY, pihaknya s u d a h m e ra n c a n g s ke m a terbaik, supaya PKL tetap eksis di kawasan Malioboro.

“Ya, kita akan atur sede- m i k i a n r u p a , i n i m a s i h proses juga. Pembangunan Te r a s M a l i o b o r o b a r u awa l a n , ke d e p a n te n t u masih ada pengembangan- p e n g e m b a n g a n l a n j u t a n , sehingga makin baik bagi pedagang,” tandasnya.

Dengan disatukannya PKL Malioboro tidak akan mengubah Malioboro. Malioboro masih tetap menjadi tempat untuk membeli oleh-oleh serta pusat jajanan. Konsep penataan Malioboro sudah digaungkan belasan tahun silam. Ada baiknya semua pihak sadar diri.

“Malioboro masih tetap menjadi tempat untuk membuat vlog atau foto-foto sehingga pengunjung bisa memilih ke Teras Malioboro 1, Teras Malioboro 2, Pasar Beringharjo atau ke toko-toko sepanjang Malioboro,” kata Heroe.

Dengan begitu pengunjung semakin memiliki pilihan yang bervariasi, sehingga pengunjung tetap semakin banyak yang datang ke Jogja untuk berlibur menikmati

kawasan Malioboro menjadi pedestrian yang nyaman serta ikonik.

Wawan Suhendra selaku Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Yogyakarta (APKLY) menegaskan, PKL tidak alergi atau menolak untuk ditata.

Mereka ingin relokasi ini ditunda sampai ekonomi pulih.

“Seperti yang disampaikan t e m a n - t e m a n , a d a y a n g (bermodal) utang dan lain sebagainya apalagi pandemi ini sudah dua tahun, dan masih belum selesai. Kami tidak menolak relokasi,” kata dia.

P e d a g a n g j u g a t e l a h mengetahui rencana penataan kawasan Malioboro sejak lama. Hanya saja ribuan PKL berharap pemerintah menunda hingga ekonomi dapat pulih seperti sebelum masa pandemi.

“ K a l a u k a m i t i b a - t i b a dipindah ke tempat yang baru secepat mungkin, maka belum tentu akan seperti sekarang, kami harus adaptasi dulu,”

paparnya.

Ketua DPRD Kota Yogyakarta Danang Rudyatmoko berharap eksekutif dan PKL tidak saling mengedepankan ego masing- masing. Dewan lewat panitia khussu (pansus) diharapkan dapat menemukan titik temu untuk persoalan relokasi.

D e m i p e n a t a a n P K L Malioboro, Pemkot dan Pemda DIY menyiapkan dua lokasi bagi PKL dengan daya tampung lebih dari 1.800 pedagang, sedangkan jumlah PKL tercatat 2.300 lebih. (rne/ros)

AYODYA

Babak Baru setelah Belasan Tahun Menunggu

MUHAMMAD ZUKHRONNEE MUSLIM/KORANBERNAS.ID

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan keterangan pers di depan bangunan Teras Malioboro.

(4)

4

Senin Pahing

31 Januari 2022 www.koranbernas.id

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Selepas seremoni difungsikannya bangunan bekas Bioskop Indra menjadi lokasi pengganti bagi pedagang kaki lima (PKL) Malioboro oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, tampak dua perempuan paruh baya bergegas menaiki tangga Teras Malioboro 1.

Tak sabar mereka menuju lantai tiga sisi utara yang rencananya diperuntukkan sebagai pengganti lahan berjualan mereka sebelumnya. Setibanya di lokasi lapak, keduanya tampak membentang- bentangkan tangan seperti sedang mengukur luas yang dibutuhkan untuk siap berjualan. Raut kekecewaan tak bisa disembunyikan dari kedua perempuan ini.

Kepada koranbernas.id mereka mengaku bingung setelah pindah akan seperti apa memajang dagangan dan kembali berjualan. Lapak yang jauh-jauh lebih kecil dari sebelumnya membuat mereka harus berpikir keras memanfaatkannya secara maksimal.

“Sebenarnya kami termasuk yang tidak keberatan untuk pindah ke sini. Tapi kesiapan lapak terutama gudang untuk menyimpan stok dagangan kami harap segera dipenuhi,” ujar Vero, salah seorang pedagang sepatu yang sebelumnya berjualan di Jalan Mataram.

“Tempat berjualan sebelumnya 3 x 3 meter persegi itu pun hanya untuk pajangan, sekarang dapat lapak yang hanya berukuran 1,5 meter x 1 meter.

Akan sangat banyak stok sepatu yang tidak bisa didisplai, padahal gudang penyimpanan juga belum ada. Nggak mungkin kami simpan di rumah, repot kalau pembeli nyari variasi ukuran atau warna yang tidak ada di sini,” ujarnya sambil membuka loker bagian bawah setiap lapak.

Misalnya, kata dia, apabila mendapat

gudang kosong pun dia dan 19 pedagang sepatu lainnya siap melakukan penyekatan sendiri. “Meskipun demikian, jika sudah disekatkan ya kami lebih senang. Loker ini aja paling hanya bisa menyimpan 20 pasang sepatu, apalagi sepatu harus disimpan bersama kardusnya. Mumet, karena nggak sesuai dengan kebutuhan pedagang,” lanjutnya.

Vero menambahkan, alur pengunjung juga harus sangat diperhatikan, dengan tata letak lapak yang ada sekarang, sudah terbayang betapa sulitnya berjualan.

Sesama kelompok pedagang sepatu terlalu dekat dan terbuka.

“Susah untuk nyang-nyangan (tawar- menawar harga) kalau seting tempat seperti ini, Persaingan sesama penjual pun semakin terang-terangan. Ini cuman seperti pameran,” kata dia.

Ani, sahabat Vero yang ikut mengamati lapak baru Teras Malioboro 1 sore itu menambahkan, pandemi sudah membuat usaha berjualan yang ditekuni sejak tahun 70-an ini menurun drastis.

Walau tidak menolak relokasi, seperti pedagang kaki lima lainnya dia memiliki kekhawatiran kepindahan ini membuat dagangan semakin sepi.

Hujan deras yang mengguyur Kota Yogyakarta sore itu menambah kekhawatiran Ani. Tampias yang cukup intens ternyata membasahi lapak-lapak di lantai 3 Teras Malioboro 1.

“Ini harus kita laporkan ke pengelola.

Jika tidak, bukan tidak mungkin hujan akan merusak dagangan milik pedagang di lantai tiga,” kata dia.

Legawa Berbeda dengan suasana lantai tiga, kelompok penjaja kuliner yang rencananya direlokasi di sisi utara merasa cukup dengan fasilitas yang akan diterimanya. Padahal jika dihitung, lapak kuliner ini jauh lebih kecil dibanding lapak yang akan diterima pedagang

sepatu.

“Memang, tempat untuk makan pengunjung lebih kecil dari yang diharapkan. Tapi ya nggak apa-apa, kita akan berproses dan berubah. Kalau sudah legawa, harus siap menerima perubahan,”

kata Wasidi, pedagang kuliner yang sebelumnya berjualan di depan Gedung DPRD DIY.

Menurut dia, tempat baru itu lebih nyaman, tidak perlu lagi bongkar pasang tenda. Sanitasi pun bagus dan bersih.

“Tapi saya tetap mengharapkan pihak Pemerintah Kota atau dinas terkait melakukan promosi yang gencar agar pengunjung tetap ramai,” harapnya.

Seperti diketahui, wilujengan lapak baru PKL Malioboro telah dilaksanakan di Teras Malioboro 1 (eks Bioskop Indra) pada Rabu (26/1/2022) petang.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X hadir didampingi Wakil Walikota Yogyakarta,

Heroe Poerwadi, pejabat dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Beberapa perwakilan komunitas pedagang kaki lima turut diundang, mereka antara lain Ketua Tridharma, Ketua Pemalni, Ketua PPMS, Ketua PPLM, Ketua Podma, Ketua Handayani, Ketua PPKLY 37, Ketua Sepatu Mataram, Ketua PKL Senopati, Koordinator pedagang Nol Kilometer, Koordinator pedagang perwakilan, Koordinator Papela dan Koordinator pedagang Sosrokusumo.

Usai seremoni wilujengan yang berlangsung kurang lebih satu jam, Sultan meresmikan difungsikannya Teras Malioboro 1 (eks Bioskop Indra yang berada di sisi Selatan ruas Jalan Malioboro) dan Teras Malioboro 2 (eks Dinas Pariwisata DIY di sisi Utara) sebagai lokasi pengganti PKL Malioboro yang selama ini telah puluhan tahun menjajakan dagangan di emper toko sepanjang Malioboro. (rne)

AYODYA

MUHAMMAD ZUKHRONNEE MUSLIM/KORANBERNAS.ID

Lokasi pengganti yang disiapkan untuk PKL yang sebelumnya berjualan di sepanjang Jalan malioboro.

MUHAMMAD ZUKHRONNEE MUSLIM/KORANBERNAS.ID

Kios PKL Malioboro terbuat dari kayu dan besi, terlihat lebih rapi.

Harus Legawa Menghadapi Perubahan

(5)

5

Senin Pahing 31 Januari 2022

www.koranbernas.id

K O R A N B E R N A S , BANDUNG -- Peme rintah telah mencanangkan pemindahan ibu kota negara atau IKN dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

Presiden pun menetapkan IKN dengan nama Nusantara.

Kebijakan IKN digulirkan mulai dari perencanaan, p e m b a n g u n a n h i n g g a pemindahan. RUU IKN pun dimunculkan yang membahas m e n g e n a i ko n s t i t u s i d i Nusantara.

Dipilihnya sebutan IKN karena dinilai lebih sederhana d a n m u d a h d i s e b u t k a n sehingga digunakan banyak orang. Legislatif juga terus menggodok regulasi untuk mematangkan IKN.

Ada sejumlah perbedaan IKN di Kalimantan dengan DKI Jakarta. Kalau Jakarta mempunyai kepala daerah yang menjabat selama periode jabatan, IKN akan dipimpin Kepala Otorita IKN Nusantara.

Dalam kinerjanya, Kepala Otoritas dibantu Wakil Kepala Otorita IKN Nusantara. Selama 5 tahun menjabat, mereka bisa diangkat kembali pada jabatan yang sama. Pemilihan pejabat di IKN dilakukan langsung oleh presiden setelah berkonsultasi dengan DPR RI. Urusan IKN pun dilakukan legislatif pusat

Presiden Joko Widodo saat bertemu pemimpin redaksi media massa nasional di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu

(19/1/2022) menyebutkan kriteria pemimpin yang tepat untuk ibu kota baru kelak.

Salah satunya memiliki latar belakang di bidang arsitek

“ Pa l i n g t i d a k p e r n a h memimpin daerah dan punya latar belakang arsitek,” ujarnya.

Indonesia sendiri memiliki sejumlah pemimpin dengan latar belakang tersebut. Salah satunya Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang memang dikenal sebagai arsitek jebolan Institut Teknologi Bandung (ITB). Tidak sedikit kalangan menyebut-nyebut Ridwan Kamil sebagai salah seorang kandidat yang dimaksud oleh Presiden Jokowi.

Meskipun demikian, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (23/1/2022), Kang Emil tak ingin berspekulasi. Apalagi berandai-andai akan ucapan Presiden Joko Widodo dan pembicaraan publik terhadap dirinya.

“Saya tidak mau berandai- andai ya. Belum pasti saya juga.

Saya baru baca tadi malam, kriteria kepala daerah arsitek kan nggak hanya saya,” kata Ridwan Kamil.

Namun siapa pun yang terpilih harus maksimal membangun ibu kota yang d i p u t u s k a n p i n d a h k e Kalimantan. “Jadi saya tidak mau GR (gede rasa) dan tidak mau berandai-andai, takut salah,” tambahnya.

D i s i n g g u n g m e n g e n a i kesiapannya, Ridwan Kamil menilai fokus saat ini masih m e n u n t a s ka n j a n j i - j a n j i politiknya sebagai Gubernur Jawa Barat.

“ S a a t i ni s aya b e lu m bisa menjawab, saya masih Gubernur Jawa Barat. Saya belum bisa menjawab hal yang belum pasti. Saya tidak mau berandai-andai,” lanjutnya.

S e b e l u m m e m u t u s ka n terjun ke dunia politik, Kang Emil memang sosok arsitek ternama dengan karya-karya yang mendunia. Jauh hari ketika diamanahi menjadi Wali Kota Bandung hingga Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil merupakan praktisi sekaligus dosen arsitektur ITB.

Karya rancangan Ridwan Kamil tak hanya di Indonesia tetapi tersebar hingga benua Asia dan Eropa. Ciri khas desain karya pria yang akrab disapa Kang Emil itu adalah filosofi yang mendalam dalam setiap goresannya.

Melalui firma arsitektur Urbane, karya Ridwan Kamil ada di berbagai daerah Indonesia dan mancanegara.

Di antaranya masjid berbahan batako, terbuat dari abu letusan gunung Merapi, Museum Tsunami di Aceh, sekolah antigempa di Pangalengan Bandung, kawasan elite Kuningan Jakarta, superblok di China sampai bangunan di

Syiria.

Salah satu karya Kang Emil yang monumental di dalam negeri adalah Museum Tsunami Aceh di Banda Aceh.

Bangunan itu menggambarkan b a ga i m a n a ra k ya t Ac e h bersedih dan bangkit dari bencana besar yang terjadi pada 2004.

Kemudian, Marina Bay Waterfront di Singapura. Tak ketinggalan sebuah rancangan kota baru dan dianggap sebagai salah satu kota masa depan, Ningbo Newtown, Tiongkok.

Tak hanya mendesain soal bangunan dan kawasan publik, lulusan Universitas

California Berkeley ini juga getol merancang desain masjid di dalam dan luar negeri.

Salah satu karyanya Masjid 99 Kubah di Kota Makassar.

Ada pula Masjid Syeikh Ajlin di Palestina yang masih dalam tahap pembangunan.

Tak kurang 20 penghargaan karya arsitektur dan tata ko t a d i ra i h K a n g E m i l . Rancangan Masjid Al-Irsyad yang dipersembahkan bagi mendiang ayahnya, diganjar Top 5 Best Building of The Year 2010 oleh ArchDaily. Menjadi satu dari 25 masjid terindah di dunia versi Complex Magazine.

(rne) KORANBERNAS, YOG­

YAKARTA -- Varian baru Covid-19, Omicron menghadang Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di DIY. Kebijakan yang mulai diterapkan di semua jenjang pendidikan tersebut terancam tak bisa dilaksanakan 100 persen.

Karenanya untuk meng- antisipasi penyebaran varian baru ini, Pemda DIY menggenjot pelaksanaan vaksinasi bagi peserta didik. Di antaranya melakukan percepatan vaksinasi anak usia 6-11 tahun.

Satgas Covid-19 DIY mencatat, sekitar 81,56 persen atau sebanyak 245.962 dari total 391.580 anak usia 6-11 tahun di DIY saat ini sudah menerima suntikan vaksin dosis pertama. Sisanya sekitar 19,44 persen ditargetkan bisa selesai pada akhir Januari mendatang.

“Kita harapkan akhir januari bisa rampung vaksin dosi pertama untuk anak usia 6-11 tahun,” ujar Ketua Satgas Percepatan Vaksinasi DIY, Sumadi di Kantor Gubernur

DIY, Jumat (21/1).

Sumadi mengungkapkan kabupaten/kota diminta melakukan penyusuran di tiap sekolah. Dengan demikian tidak ada siswa sekolah yang terlewat

mendapatkan vaksinasi.

Percepatan dilakukan karena dari evaluasi penyelenggaraan vaksinasi, Satgas belum menerima laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang serius.

Kondisi ini menandakan imunitas anak-anak cukup bagus untuk mendapatkan imunisasi.

“Karenanya orang tua diminta tak ragu mengikutsertakan a n a k nya u n t u k va k s i n .

Kelihatannya anak justru kuat- kuat,” tandasnya.

Untuk dosis kedua, Sumadi belum menerima arahan pemberian vaksin. Namun bila kabupaten/kota memiliki stok vaksin bisa memanfaatkannya untuk dibagikan anak usia 6-11 tahun.

“Vaksin dosis kedua pada anak dibolehkan setelah melewati jeda 28 hari dari vaksinasi awal atau dua minggu dari vaksin dosis pertama, jadi kabupaten/kota bisa saja segera mulai dosis kedua,” jelasnya.

Sementara Sekda DIY, Baskara Aji ikut orang tua ikut berperan mensukseskan program vaksinasi anak. Sebab penyelenggaraan protokol kesehatan saat PTM seringkali sulit dilakukan, khususnya berkerumun.

“Ya karena kita ada PTM vaksinasi jadi sangat penting.

Sekarang juga ada ancaman varian Omicron. Untuk pelaksanaannya vaksinasi sebaiknya memang harus didampingi orang tua dan guru,” paparnya. (yve)

WIYATA

YVESTA PUTU AYU/KORAN BERNAS

Anak usia 6-11 tahun mendapatkan suntikan vaksinasi Covid-19.

MUHAMMAD ZUKHRONNEE MS/KORAN BERNAS

Ridwan Kamil saat bertemu dengan putri bungsu Keraton Yogyakarta di Jogja Natiopnal Museum saat pameran

Jabar Motekar beberapa waktu lalu.

Omicron Mengancam, DIY Percepat Vaksinasi Anak

Menilik IKN, Masa Depan Indonesia Baru

(6)

6

Senin Pahing

31 Januari 2022 www.koranbernas.id

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang mulai digelar nampaknya berdampak pada meningkatnya kasus Covid-19. Di Kebumen misalnya, berdasarkan hasil surveilans penyakit Covid terhadap kegiatan PTM, Pemkab Kebumen menemukan dua kasus terkonfirmasi positif Covid- 19. Kedua kasus terjadi di Kecamatan Mirit, di sebuah SMP Negeri.

“Setiap ditemukan satu kasus di satu kelas, kelas itu belajar daring selama 10 hari,” kata Kusbiyantoro, SKM, MKes, anggota Bidang Informasi Publik Satgas Penanganan Covid-19 Kebumen, kepada koranbernas.id, Selasa (25/1).

Kegiatan surveilans bulanan kali ini dilakukan pada 35 puskesmas dengan melakukan testing acak. Populasi siswa

yang di testing 10 persen dari jumlah peserta PTM 100 persen.

Surveilans di Kecamatan Mirit diikuti 50 siswa yang menjalani testing. Dari jumlah itu, muncul dua kasus baru dari hasil test PCR yang dikeluarkan Laboratorium Kesehatan Daerah Kebumen.

Di Kebumen, hingga Selasa (25/1) tercatat ada 9 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Empat kasus baru bukan hasil testing peserta PTM, bukan tranmisi lokal. Mereka melakukan perjalanan ke luar kota. Dimungkinkan, mereka tertular ketika melakukan perjalanan di luar kota.

“Sepulang dari perjalanan sakit, hasil testing positif Covid-19. Kesembilan kasus / pasien terkonfirmasi positif Covid, empat orang dirawat di rumah sakit rujukan, lainnya menjalani isolasi,” jelasnya.

Secara terpisah Ketua Pokja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Gunadi, mengatakan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen harus diikuti dengan upaya 3T (testing, tracing, dan treatment) oleh pemerintah.

“Penyelenggaraan PTM 100% tentunya pemerintah dan stakeholder terkait sudah mempertimbangkannya, tetapi harus diikuti dengan 3T,” tuturnya, Senin (24/1).

Ia menegaskan langkah 3T sebaiknya dilakukan secara acak serta secara rutin.

Dengan begitu diharapkan dapat memutus mata rantai penularan Covid-19 termasuk varian Omicron dengan kemampuan penyebaran lebih cepat daripada varian Delta.

“Karena gejala umumnya tidak berat, OTG, jadi tidak tahu apakah anak-anak dan guru membawa virus atau tidak sehingga dilakukan testing secara acak dan berkala.

Jangan menunggu ada kluster atau positif baru ditracing ini terlambat,”paparnya.

Apabila tracing baru dilakukan saat muncul kluster di sekolah, lanjutnya, akan berpotensi menyebarkan virus secara lebih luas dalam keluarga dan menjadi kluster baru. Namun jika testing dapat dilakukan secara acak dan rutin akan menjadikan mitigasi Covid-19 lebih baik.

“Pendidikan tidak mungkin tidak berjalan. Kendati begitu, suatu kebijakan harus ada konsekuensi-konsekuensi yang harus dipenuhi pemerintah jangan sampai mengkorbankan kesehatan anak-anak itu sendiri,” jelasnya. (yve)

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA --Kasus kekerasan seksual yang terjadi pada perempuan dan anak- anak masih menjadi isu yang hangat untuk diperbincangkan dan menjadi persoalan serius dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat. Bahkan kasus tindak kekerasan seksual yang semakin meningkat setiap tahunnya.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati dalam webinar bertajuk “Negara dan Peran Muhammadiyah dalam Perlindungan Tindak Pidana Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan dan Anak-Anak”, Selasa (25/1) menyatakan isu kekerasan seksual yang terjadi di Indonesia merupakan isu yang kompleks. Karenanya membutuhkan keterlibatan dari semua kalangan untuk memperhatikan secara khusus atas kasus tersebut.

“Oleh karena itu dalam penanganan isu ini, membutuhkan keterlibatan dari semua pihak khususnya dalam kerangka berpikir yang sama bahwa kekerasan

seksual merupakan kejahatan luar biasa karena merenggut kemerdekaan seseorang,” paparnya.

Menurutnya, salah satu faktor adanya kasus kekerasan seksual pada perempuan dan anak adalah konstruksi sosial patriarkis yang menempatkan perempuan dan anak pada berbagai kerentanan yang mengancam kualitas hidupnya.

Ketimpangan relasi kuasa merupakan akar dari fenomena kekerasan termasuk kekerasan seksual.

“Hal ini yang mengancam kehidupan anak-anak dan perempuan Indonesia sejak dulu hingga hari ini,” jelasnya.

Selama Pandemi Covid-19 kasus kekerasan yang terjadi pada perempuan dan anak terus meningkat dari jumlah kasus meningkat 18,32% pada kasus perempuan, 28,54% pada kasus anak dan jumlah korban meningkat 17,97% pada kasus perempuan serta meningkatnya korban anak sejumlah 28,72%.

Presentasi perempuan korban kekerasan yang terlaporkan menurut jenis kekerasan pada tahun 2021 antara lain

39% perempuan mengalami kekerasan fisik, 30% mengalami kekerasan psikis, 12% mengalami kekerasan seksual 10% mengalami penelantaran, dan 2 % mengalami TPPO. Sedangkan kekerasan yang dialami pada anak mayoritas mengalami kekerasan seksual dengan presentase sebanyak 45%, psikis 19%, fisik 18% dan penelantaran anak sebanyak 5%.

Dari kasus tersebut, beberapa upaya pemerintah untuk menangani kasus kekerasan pada perempuan dan anak adalah mendorong pengesahan RUU TPKS.

Upaya pemerintah dalam melindungi perempuan dan anak adalah secara payung hukum mendorong pengesahan RUU TPKS.

“Kemudian memberikan pen- dampingan melalui layanan SAPA 129 dan dari segi kelembagaan menyediakan lembaga yang memiliki fokus pada perlindungan perempuan dan anak,”

paparnya.

Sementara Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Aisyiyah, Atiyatul Ulya

dalam pemaparannya menyampaikan, baik Muhammadiyah maupun Aisyiyah mengutuk dengan tegas berbagai bentuk kekerasan seksual. Apalagi yang membahayakan terhadap perlindungan d a n p e n g h o r m a t a n m a r t a b a t kemanusiaan, generasi, dan agama.

“Berbagai upaya pencegahan dan penanganan telah dilakukan oleh Muhammadiyah dan Aisyiyah, diantaranya dengan melakukan sosialisasi konsep keluarga sakinah yang telah ditetapkan oleh Majelis Tarjih. Selain itu, kami juga melakukan pendampingan untuk korban dengan memberikan layanan yang dibutuhkan melalui Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Aisyiyah,” tegasnya.

Atiyatul menambahkan, pen- dampingan yang diberikan sangat beragam. Mulai dari pendampingan hukum, psikologis, spiritual, medis, hingga rehabilitasi.

“Aisyiyah juga turut serta melakukan kajian terhadap RUU PKS atau RUU TPKS secara rutin dari berbagai prespektif,”

ujarnya. (yve)

WIYATA

Konsekuensi PTM di Tengah Ancaman Omicron

YVESTA PUTU AYU/KORANBERNAS.ID

Ujicoba pembelajaran tatap muka di salah satu sekolah di DIY beberapa waktu silam.

Tindak Tegas Pelaku Kekerasan Seksual

(7)

7

Senin Pahing 31 Januari 2022

www.koranbernas.id

K O R A N B E R N A S . I D , K E B U M E N ­ ­ S a t u a n ke r j a ( S a t k e r ) d i l i n g k u n g a n Pe m ka b Ke b u m e n , wa j i b m e n g u m u m k a n r e n c a n a pendapatan dan belanja yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kebumen Tahun Anggaran 2022.

Kewajiban mengumumkan rencana pendapatan dan belanja tersebut, disampaikan d a l a m ke g i a t a n Fe s t iva l Anggaran 2022 yang dibuka Bupati Kebumen Arif Sugiyanto, Rabu (26/1/2022). Selain festival anggaran, kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pe n d a p a t a n Pe n g e l o l a a n Keuangan Daerah (DPKAD) Kebumen ini juga digelar berbarengan dengan acara Satu Hari Lunas Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Tahun 2022, serta penyerahan 449

kendaraan operasional untuk 449 kepala desa se Kebumen.

Arif Sugiyanto mengatakan, festival anggaran ini merupakan

salah satu wujud keterbukaan informasi anggaran. Masyarakat bisa mendapatkan data dan informasi pendapatan dan

belanja, yang bersumber dari APBD Kabupaten Kebumen.

Kepala DPKAD Kebumen Aden Susilo mengatakan, setiap

satker mengumumkan rencana pendapatan dan belanjanya kepada publik melalui website satker, atau media sosial satker.

Informasi pendapatan asli daerah yang dikelola DPKAD, seperti PBB dan retribusi, bisa diperoleh dengan membuka aplikasi yang dikelola DPKAD Kebumen.

Aden menambahkan, target pendapatan asli daerah Rp 111,303 miliar. Sebagian di antaranya, sebanyak Rp 52 miliar PBB Pedesaan dan Perkotaan.

Kegiatan Satu Hari Pelunasan PBB diikuti 165 desa/kelurahan di 16 kecamatan. Hingga Rabu (26/1/2022), dari 449 desa dan 11 kelurahan, 32 di antaranya lunas PBB. Jumlah PBB yang telah dilunasi dari desa-desa yang ikut Satu Hari Lunas PBB mencapai Rp 3,404 miliar.

(nwh) K O R A N B E R N A S . I D ,

KEBUMEN­­­Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kebumen, akhirnya menutup jalan kabupaten yang berlubang di Desa Muktisari, Kecamatan Kebumen. Belasan lubang di ruas jalan ini ditambal dengan aspal.

Belasan lubang di ruas jalan yang menghubungkan jalan utama selatan Jateng dengan jalan lintas selatan selatan (JLSS), sebelumnya ditutup dengan bekas bongkaran bangunan oleh anggota Samapta Polres Kebumen.

“Sudah. Kemarin sore diaspal,” ujar Kosim, kepada k o r a n b e r n a s . i d , J u m a t ( 2 8 / 1 / 2 0 2 2 ) . S e b e l u m diaspal, petugas terlebih dulu membongkar material yang sebelumnya digunakan untuk menutup lubang-lubang dimaksud.

Arif dan Asih, warga lainnya pemilik kios yang berada tidak jauh dari jalan berlubang, mengungkapkan hal yang sama. Mereka mengatakan, pengurugan jalan berlubang itu dilakukan selama dua hari penuh. Selesai diurug, bagian atasnya kemudian diaspal.

A r i f m e n g u n g k a p k a n , beberapa pengendara motor pernah terperosok ke dalam lubang yang cukup dalam persis di depan tempatnya berjualan mie ayam. Lubang dengan kedalaman 10-15 cm ini, sudah cukup sering menyebabkan kecelakaan. Jalanan yang berlubang, salah satunya dipicu oleh amblesnya gorong-gorong

di bawah jalan.

“Ada pengendara motor yang kejeglong dan jatuh,”kata Arif.

Dia mengatakan, jalanan berlubang ini memang cukup berbahaya. Terutama saat musim penghujan, lubang di jalan tersebut kemudian tergenang air, pengguna jalan tidak mengetahui kedalaman lubang.

S e b e l u m n y a , s e o r a n g anggota Polres Kebumen n e k a t m e n u t u p l u b a n g - lubang di jalan kabupaten di Desa Muktisari, Kecamatan Kebumen ini. Jalan rusak atau jalan berlubang sering menjadi pemicu kecelakaan lalulintas.

Pengendara harus hati hati dengan kondisi jalan rusak ringan.

Kepala Bagian Logistik Polres Kebumen Kompol Cipto Rayahu baru-baru ini bersama dengan personel Satuan Samapta Polres Kebumen melakukan penambalan dengan cara diurug menggunakan ramahan beton.

Pengurukan jalan rusak ini, merupakan aksi kepedulian Polres Kebumen terhadap kondisi jalanan yang rusak dan membahayakan warga yang melintas.

“Daerah tersebut cukup berbahaya karena banyak lubang di jalan. Sehingga kami punya inisiatif dan semoga b e r m a n f a a t , m e l a k u k a n penambalan jalan,” jelas Kompol Cipto Rahayu, Rabu (26/1/2022).

C i p t o m e n g a t a k a n , penutupan jalan berlubang d e n g a n m e n i m b u n n y a

menggunakan material ini sifatnya sementara. Sekadar untuk mengantisipasi agar tidak ada pengguna jalan yang terperosok ke lubang dan membahayakan nyawa.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Wahyudi Haryono mengatakan, t a h u n a n g g a r a n 2 0 2 2 , untuk pemeliharaan jalan sepanjang hampir 10 km hanya

pemeliharaan rutin, belum ada anggaran peningkatan jalan. Sekarang baru dilakukan pemeliharaan di Desa Bocor, Kecamatan Buluspesantren.

Jalan penghubung dari jalur selatan ke jalan lintas selatan selatan ( JLSS) atau jalan pantai selatan (pansela) Kebumen, seringkali dilalui kendaraan dengan tonase lebih dari 8 ton. Padahal kemampuan jalan

kabupaten maksimum 8 ton.

Sedangkan JLSS dan jalan pansela, kekuatannya lebih besar.

Seorang Aparatur Sipil Negara Unik yang hampir tiap hari melewati jalan kabupaten ini mengaku pernah jatuh dari motor, karena tergesa-gesa ke kantor. Helm lepas, setelah motor masuk lubang di jalan.

(nwh)

ISTIMEWA

Anggota Polres Kebumen menutup lubang jalan kabupaten.

Bina Marga Perbaiki Jalan Berlubang

Pengelola Anggaran Wajib Umumkan Pendapatan dan Belanja Tindak Tegas Pelaku Kekerasan Seksual

NANANG W HARTONO/KORANBERNAS.ID

Pembukaan baliho informasi pendapatan dan belanja Kabupaten Kebumen Tahun Anggaran 2022 oleh Bupati Kebumen Arif Sgiyanto menandai Festival Anggaran 2022.

JAWA TENGAH

(8)

8

Senin Pahing

31 Januari 2022 www.koranbernas.id

JOKI belakangan menjadi s e k s i , s e o l a h m e n j a d i matapencaharian baru. Joki yang lebih lekat dengan profesi penunggang kuda, kini praktik tersebut meluas pada domain lain. Jauh sebelumnya ada joki CPNS, joki SIM, joki SBMPTN, joki ujian sekolah, joki skripsi, Joki 3 in 1. Baru- baru ini bahkan muncul joki vaksin. Joki vaksin pertama mencuat ke media sebagai pelakunya Abdul Rahim (49), pria asal Pinrang Sulawesi S e l a t a n y a n g m e n g a k u disuntik vaksin covid-19 sebanyak 17 kali, alasannya butuh biaya (detiknews.com, 30/12/2021).

Berderet kasus joki vaksin, yakni laki-laki yang tak punya pekerjaan. Ia berinisial GR (29) di Banjarmasin Timur (Republika, 6 / 1 / 2 0 2 2 ) . M e ny u s u l , j o k i vaksin di Semarang Jawa Tengah, perempuan dengan inisial DS (41), seorang ibu rumah tangga dan mengaku butuh uang (Kompas, 5/1/2022). Para joki vaksin ini melakukan praktik kelam lebih pada iming-iming imbalan uang atau urusan perut.

Selain joki vaksin, kini muncul joki karantina. Para penyewa peran pengganti vaksinasi dan karantina rela membayar segepok uang hanya untuk memikirkan dirinya sendiri, tanpa menengok kepentingan bangsa, yakni melindungi dan menyelamatkan masyarakat dari serbuan pandemi Covid-19. Dua tahun kita ditekan agresi Covid-19, namun sebagian kita malah tidak disiplin, mengabaikan bahkan melakukan praktik yang tak elok dengan melepas dana kepada para joki.

M e r e k a p e r l u d i b e r i k a n penyadaran, kita edukasi dan kita luruskan kembali atas berbagai upaya pemerintah dalam pencegahan dan penanganan pandemi. Secara ekstrem perilaku joki dan penyewa joki ini sudah hilang nilai kemanusiaan dan kesehatan. Bisa dibilang mereka ini absen spirit nasionalismenya, nihil ke-bela negara-annya, miskin sikap kebangsaannya.

Padalah, vaksinasi merupakan bagian dari upaya kita memerangi C o v i d - 1 9 , d a n m e l i n d u n g i masyarakat. Kalaupun pasca divaksin tetap terpapar, gejalanya pun jauh lebih ringan ketimbang yang belum atau tidak divaksin.

Vaksinasi memang bukan solusi instan, tetapi dengan langkah ini, harapan kita mampu menurunkan tingkat mutasi virus, sehingga lambat laun pandemi Covid-19 akan terselesaikan dengan baik.

Kita bisa baca dan lihat secara kasat mata, hampir di semua wilayah, kesadaran masyarakat a k a n p e n t i n g nya va k s i n a s i

Covid-19 semakin bagus, terbukti sentra-sentra vaksin tidak pernah sepi antrian. Di mana saja ada vaksin, animo masyarakat begitu besar. Mekanisme perlu diatur dengan baik, sehingga tidak terjadi kerumunan, apalagi sampai berdesak-desakan.

Semuanya harus tertib, sehingga tidak ada data yang terlewatkan.

Kita memastikan pula, vaksin kedua bahkan ketiga (booster) juga ada di tempat yang sama dan ada notifikasi lanjut, sehingga masyarakat tidak bingung. Untuk vaksinasi, kita memang harus gas pol. Nantinya semua masyarakat akan dapat giliran vaksin, tetapi pelaksanaannya bertahap, sesuai tingkat kerentanannya.

K i t a p a h a m i b e r s a m a , vaksinasi ini juga merupakan wujud komitmen kita dalam menyukseskan program pemulihan ekonomi nasional. Menurut Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, vaksinasi bukan sekadar mengejar target capaian statistik, tapi dalam rangka melindungi masyarakat.

Kembali pada praktik per-joki- an pada paragraf terdahulu. Ini benar-benar telah menjauhkan masyarakat dari etika, nalar publik dan tanggung jawab moral sebagai masyarakat. Perilaku atau tindakan joki dan penyewa tersebut berbahaya. Mereka pengin enaknya saja, tapi tak pernah berpikir bagaimana akibat kelakuannya tersebut berdampak luas pada masyarakat. Mungkin, mereka ini bisa masuk kategori pembunuh tersembunyi.

Bagaimana tidak, mereka bermobilitas kemana-mana tanpa proteksi vaksin maupun karantina, sedangkan masyarakat yang lain yang sudah tertib dan patuh menjalankan protokol kesehatan menjadi tertindas oleh ulahnya.

M e ny i ka p i i n i , ke m u d i a n E p i d e m i o l o g d a r i G r i f f i t h U n ive r s i t y Au s t ra l i a , D i c k y Budiman mengatakan, mereka tidak memiliki imunitas, karena dia bisa menjadi inang, sarang untuk virus ini bereplikasi yang

menghasilkan satu varian baru yang lebih mengerikan.

Point ini penting kita waspadai dan cegah, jangan sampai menyebar bahkan dicontoh masyarakat yang lain.

Pengawasan Masyarakat K a s u s - k a s u s d i a t a s , sekurangnya dapat menjadi pembelajaran bagi pemerintah d a e ra h s e te m p a t u n t u k memperbaiki sistem yang ada, terkait dengan program vaksinasi dan karantina, mulai dari registrasi hingga pelaksanaannya. Aparat , harus lebih cermat akan data atau identitas dan orangnya.

Jangan ada kompromi antara petugas dan pelaku. Petugas mesti menjunjung tinggi integritas, tak goyah dengan model suap maupun gratifikasi lainnya.

Kasus kelam sebelumnya seputar vaksinasi dan karantina berderet, seperti pembuatan kartu vaksin ilegal, suntik vaksin bodong, kabur dari karantina, pencurian masker dan handsanitizer. Pada awal-awal pandemi pun tak sedikit perilaku liar yang kontraproduktif bagi upaya pencegahan covid, seperti melakukan bullying terhadap para nakes dan tanaga medis, merebut pasien atau jenazah covid-19 bahkan beberapa juga menolak pemakaman pasien covid di wilayahnya yang juga harus berurusan dengan hukum, dan sebagainya.

Hemat penulis, praktik bengal di atas perlu diberikan sanksi, sekurangnya untuk memberikan efek jera dan mengedukasi masyarakat bahwa tindakan buruk tersebut mengancam jutaan jiwa masyarakat. Gubernur Ganjar Pranowo, bahkan mmeberikan warning, “Kalau ketemu (joki vaksin) lagi ya proses saja,”

ujarnya. (Kompas, 7/1/2022).

Proteksi diri sama halnya m e nye l a m a t ka n o ra n g l a i n , menyelamatkan diri berarti juga melindungi orang lain. Vaksinasi dan karantina, jangan dibuat m a i n - m a i n . Va k s i n a s i d a n karantina, tak ada lagi yang perlu dikhawatirkan. Karena dengan vaksinasi dan karantina, negara hadir. Masyarakat bisa melakukan kontrol atau pengawasan terhadap transaksi dan atau pergerakan joki, kita ingin tak ada joki junior maupun joki baru.

Harapannya, hati kita tidak beku, jiwa kita tidak kurus dan otak kita tidak keras; karena bukan soal kekayaan, ilmu atau gelar yang disandang maupun panjangnya usia kita, tapi seberapa besar kita bermanfaat bagi orang lain. **

Marjono Kasubbag Materi Naskah Pimpinan Pemprov Jateng

Stop Aksi Perjokian

PRANALA

Editorial

KISAH kekerasan yang lebih bermakna tindak kriminal, seperti angin yang tak pernah berhenti menerpa masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya. Dari hari ke hari, kejahatan jenis ini terus meningkat. Polisi mencatat, dalam dua tahun terakhir, ada peningkatan kejahatan klithih. Jumlah kasus maupun tersangka, meningkat. Tahun 2020 tercatat ada 52 kasus dengan tersangka 91 remaja. Sedangkan tahun 2021 ada 58 kasus dengan 102 tersangka.

Fakta tersebut memprihatinkan sekaligus mencemaskan. Remaja pelaku klithih, yang mencelakai orang pada 12 Januari lalu di Kota Yogytakarta, adalah residivis. Mereka baru beberapa hari menjalani asimilasi setelah setahun di lembaga pemasyarakatan;

Mendapat pembebasan bersyarat. Dan mereka tertangkap lagi dengan kejahatan yang sama. Pada kasus pertama yang membawa remaja ini ke penjara dengan pidana dua tahun, mereka masih di bawah umur.

Artinya, bila umur sudah cukup, hukuman itu lebih berat dari dua tahun. Kini, mereka harus berurusan lagi dengan meja hijau.

Agaknya, lembaga pemasyarakatan justru menjadi tempat penggemblengan pelaku kriminal untuk berbuat lebih nekad lagi.

Berdasar pemeriksaan polisi, para remaja itu asal membacok orang. Antara pelaku dengan korban tak saling mengenal. Tragis memang. Seolah pelaku seperti mendapat kepuasan bisa mencelakai orang dan bangga melihat korban tersungkur berdarah.

Aparat kepolisian mulai geram. Kapolresta Yogyakarta sudah memerintahkan anak buahnya untuk tidak segan-segan menarik pelatuk pistol bila mendapati ada pelaku klithih mengayun senjata.

Kegeraman itu semacam upaya kanalisasi untuk menenteramkan para korban dan keluarga mereka.

Apakah tindakan tegas itu akan memunculkan efek jera bagi pelaku klithih atau calon pelaku? Kita sebut calon pelaku, oleh karena dalam banyak kasus ada pelaku yang baru sekali itu terlibat dalam kejahatan bersenjata.

Tentu, tindakan tegas itu belum tentu memberikan efek jera. Persoalan kenakalan remaja atau tidak salah disebut kriminalitas remaja, memerlukan penanganan serius dari semua pemangku kepentingan.

Bila pendekatan hukum hendak dilakukan untuk mengurai persoalan ini, aparat penegak hukum terlebih dahulu harus disiplin dalam menangani perkara-perkara lain yang diduga berkaitan dengan kriminalitas remaja.

Sekadar contoh, polisi belum bertindak secara cukup ketika mendapati pengendara sepeda motor tanpa mengenakan helm. Knalpot yang tidak standar juga seperti dibiarkan meraung-raung di jalanan. Kesan bahwa polisi sangat solider dengan pengendara sepeda motor yang ugal-ugalan tak bisa ditampik.

Langkah polisi merazia sepeda motor anak sekolah juga tidak pernah efektif. Selain juga jarang dilakukan.

Bila didapati senjata tajam di kendaraan, pembinaan terhadap remaja bersangkutan cenderung hanya formalitas.

Peredaran minuman keras dan obat daftar G juga kurang dikontrol aparat. Belum lagi peredaran narkoba.

Jenis kejahatan yang satu ini, memang paling susah ditekan. Apalagi diberantas.

Catatan kepolisian yang menyebutkan jumlah pelaku dan frekuensi kejadian seperti diungkap di atas, tentu bermakna lebih dalam. Jumlah kejadian sesungguhnya, mungkin lebih banyak. Sebab, tidak semua kasus memenuhi syarat formil untuk diproses secara hukum.

Kajian sosiologis terhadap kriminalitas remaja, sebenarnya sudah sangat banyak. Persoalannya, apakah hasil studi itu dimanfaatkan untuk rujukan pengambilan kebijakan, hanya pemerintah yang dapat menjelaskan.

Klithih, sudah menjadi ancaman serius. Semakin lambat menangani, implikasinya akan semakin meluas!

**

Klithih Lagi

Oleh: Marjono

Referensi

Dokumen terkait

 Tahapan pelaksanaan : (1) siswa dibagi ke dalam kelompok- kelompok; (2) masing-masing siswa dalam kelompok diberi nomer; (3) guru memberi tugas/pertanyaan

• Pelanggan digalakkan untuk bersiap dari dalam bilik dan dilarang berlegar di kawasan locker atau kawasan umum setelah tamat rawatan. Pelanggan

Permasalahan yang terjadi selama pembelajaran berlangsung di kelas yang dilakukan oleh guru dalam mengajar hanya dengan menggunakan metode ceramah yang isinya hanya mentransfer

I Nyoman Puriska (2009: dalam http://www.undiksha.ac.id) menyatakan, jika dianalisis, semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang berasal dari bahasa Sansekerta itu terdiri dari

Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menentukan kadar NaOH dan HCl dalam larutan dengan metode potensiometri, untuk menentukan titik ekuivalen pada titrasi asam

Stasiun II Sungai Pakil dan Sungai Pembalu terletak pada bagian tengah sungai, dimana stasiun II Sungai Pakil hanya didapatkan 66 individu dari 9 jenis, sedangkan Stasiun

Dengan adanya dukungan dan peran suami seperti adat dan budaya yang ada di Indonesia bahwa keputusan sebagian besar ada pada suami maka akan berpengaruh terhadap

Hasil penelitian ini hendaknya dijadikan pegangan oleh pemerintah, akademisi maupun produsen bahan bangunan untuk dapat memanfatkan bahan bangunan pengganti hasil penelitian