• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user

III-1

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

Bab ini menjelaskan mengenai metodologi penelitian yang digunakan pada penelitian ini. Metodologi penelitian merupakan langkah pengerjaan yang dilakukan dalam pelaksanaan penelitian. Pada bab ini, metodologi penelitian digambarkan melalui flowchart yang disertai penjelasan dari setiap langkah yang disajikan pada Gambar 3.1.

Mulai

Studi Pustaka Studi Lapangan

Identifikasi Masalah

Perumusan Masalah

Penetapan Tujuan, Batasan Masalah dan Asumsi dalam Penelitian

A

TAHAP AWAL

Gambar 3.1. Flowchart penelitian

(2)

commit to user

III-2 A

Pengolahan Data : 1. Menghitung nilai ISBB

2. Menghitung nilai beban kerja

3. Menghitung kebutuhan kalori perkeja per jam

Analisis dan Implementasi Hasil

Kesimpulan dan Saran

Selesai Pengumpulan Data :

1. Mengumpulkan data umum meliputi umur, jenis kelamin, berat badan, dan tinggi badan.

2. Mengukur suhu udara, kelembaban, kecepatan udara, pencahayaan, dan ISBB.

3. Mengukur tingkat aktivitas/penilaian beban kerja.

TAHAP

PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

TAHAP ANALISIS

TAHAP AKHIR

Gambar 3.1. Flowchart penelitian (Lanjutan)

Flowchart penelitian ini terdiri dari tahap awal penelitian, tahap pengumpulan dan pengolahan data dan tahap akhir berupa analisis, kesimpulan dan saran. Berikut ini adalah uraian singkatnya.

3.1 Studi Lapangan

Tahap studi lapangan bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi nyata di tempat penelitian. Pada tahap ini dilakukan observasi awal dimana peneliti mengamati tempat yang akan dijadikan sebagai obyek penelitian. Pada tahap ini menekankan pengenalan dan pemahaman dari obyek penelitian. Merupakan pengamatan awal proses yang terjadi dalam obyek penelitian.

(3)

commit to user

III-3 3.2 Studi Pustaka

Tahap studi pustaka betujuan untuk memperoleh metode yang tepat yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang ditemukan pada tahap studi lapangan. Studi pustaka dilakukan dengan mencari dan memahami literatur yang mendasari penelitian yang akan dilakukan. Literatur yang digunakan meliputi hasil penelitian sebelumnya, jurnal, dan buku-buku.

3.3 Identifikasi Masalah

Setelah melakukan studi lapangan, diketahui bahwa suhu di salah satu stasiun kerja di tempat penelitian yaitu sebesar 35,3 0C. Nilai tersebut sudah berada di atas nilai ambang batas. Peneliti memilih lokasi penelitian hanya di salah satu bagian di Industri Batik Merak Manis yaitu di bagian produksi yang terdiri dari delapan stasiun yaitu stasiun batik tulis, stasiun printing, stasiun penoletan, stasiun batik cap, stasiun peracikan pewarna, stasiun pemotongan, stasiun cadongan & finishing, dan stasiun pewarnaan celup & pelorotan. Setelah melakukan studi pustaka, maka peneliti memperoleh metode yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan yang ditemukan di perusahaan. Metode yang digunakan untuk menilai iklim kerja yaitu dengan mengukur suhu, kelembaban udara, kecepatan angin, pencahayaan dan nilai ISBB. Sedangkan metode yang digunakan untuk penilaian beban kerja adalah penilaian beban kerja berdasarkan tingkat kebutuhan kalori menurut pengeluaran energi.

3.4 Perumusan Masalah

Tahap selanjutnya adalah perumusan masalah. Tujuan dari perumusan masalah adalah untuk menentukan permasalahan-permasalahan apa saja yang perlu diselesaikan. Dengan merumuskan permasalahan berarti dapat memfokuskan perhatian pada permasalahan yang telah dirumuskan. Pada penelitian ini telah dirumuskan permasalahan yang menjadi dasar penelitian yaitu

“bagaimana cara mengukur iklim kerja dan beban kerja pada ruang produksi di Industri Batik Merak Manis di kampung batik Laweyan”.

(4)

commit to user

III-4

3.5 Penetapan Tujuan, Batasan dan Asumsi dalam Penelitian

Pada tahap ini, dilakukan penetapan tujuan. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui hal-hal apa saja yang akan dicapai dalam penelitian sehingga pembahasan dan metode yang digunakan sesuai dengan tujuan. Kemudian, untuk menyederhanakan lingkup permasalahan yang akan dijadikan penelitian, dilakukan pembatasan masalah.

3.6 Pengumpulan Data

Pada tahap ini merupakan tahap pengumpulan data yang dibutuhkan dalam penelitian. Tahapan pengumpulan data yaitu sebagai berikut :

1. Mengumpulkan data umum (wawancara)

Peneliti melakukan wawancara kepada 43 pekerja untuk mendapatkan data awal. Isi dari wawancara tersebut merupakan data umum yang berisi data pribadi pekerja meliputi nama, umur, jenis kelamin, berat badan, dan tinggi badan. Ada beberapa pekerja yang tidak mengetahui berat badan dan tinggi badannya sehingga peneliti melakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan terhadap pekerja tersebut.

Gambar 3.2. Wawancara dengan Pekerja

(5)

commit to user

III-5

Gambar 3.3. Pengukuran Berat Badan Pekerja

Gambar 3.4. Pengukuran Tinggi Badan Pekerja

2. Denah tiap stasiun yang ada di ruang produksi

Proses penggambaran denah ruangan adalah dengan melakukan pengamatan langsung pada tiap stasiun yang ada di ruang produksi Industri Batik Merak Manis. Hal ini berfungsi untuk mengetahui dimensi tiap ruangan yang ada di ruang produksi tersebut.

(6)

commit to user

III-6

Gambar 3.5. Ruang Produksi ( Stasiun Batik Tulis, Stasiun Penoletan, Stasiun Batik Cap, Stasiun Peracikan Pewarna, Stasiun Pemotongan, Stasiun Cadongan &

finishing, dan Stasiun Pewarnaan Celup & Pelorotan )

(7)

commit to user

III-7

Gambar 3.6. Ruang Produksi (Stasiun Printing)

(8)

commit to user

III-8

3. Mengukur suhu udara, kelembaban, dan kecepatan udara, pencahayaan dan ISBB.

Pada tahap ini dilakukan pengumpulan data primer untuk menghitung nilai Wet Bulb Globe Temperature (WBGT) atau Indeks Suhu Bola dan Basah (ISBB).

a. Proses Sebelum Pengambilan Data

Penelitian dilakukan pada ruang produksi di Industri Batik Merak Manis di kampung batik Laweyan. Ruang produksi tersebut merupakan ruangan dengan paparan panas yang tinggi. Ruangan tersebut tidak memiliki jendela yang cukup sehingga menimbulkan kurangnya perputaran angin di ruangan tersebut. Atap ruangan produksi juga sangat pendek sehingga radiasi sinar matahari terpapar tinggi bagi pekerja.

Sebelum penelitian dipersiapkan tabel yang telah dibuat oleh peneliti untuk mempermudah pencatatan data pengukuran. Pengukuran dilakukan selama jam kerja yaitu dari pukul 08.00 WIB – 16.00 WIB.

Peletakan alat ditempatkan sesuai dengan standar ASHRAE. Thermo- hygrometer digital, Area Heat Stress Monitor, dan Anemometer diletakkan pada ketinggian sesuai dengan standar yang ditetapkan ASHRAE yaitu pada ketinggian 1,1 m dari dasar lantai. Diperlukan set up alat terutama Area Heat Stress Monitor minimal 15 menit sebelum pelaksanaan.

b. Proses Pengambilan Data

Dalam penelitian ini peralatan yang digunakan untuk pengambilan data adalah :

1) Anemometer yaitu alat pengukur kecepatan angin yang banyak dipakai dalam bidang meteorologi dan geofisika atau stasiun perkiraan cuaca. Waktu pengukuran dilakukan selama jam kerja yaitu mulai dari 08.00-16.00. Interval pengukuran yaitu satu jam sehingga diperoleh 8 kali pengukuran yaitu jam 09.00, jam 10.00, jam 11.00, jam 12.00, jam 13.00, jam 14.00, jam 15.00, jam 16.00.

Titik pengukuran kecepatan angin dilakukan di dekat karyawan yang sedang bekerja. Pengukuran dilakukan dengan cara memegang

(9)

commit to user

III-9

anemometer secara vertikal. Angka kecepatan angin akan ditampilkan secara otomatis pada speedometer.

Langkah pengukuran dengan menggunakan Anemometer adalah :

 Menekan tombol ON/OFF

 Akan tampil item pengukuran kecepatan angin pada layar

 Menekan tombol HOLD untuk melihat hasil pengukuran

 Mencatat hasil pengukuran

2) Thermo-hygrometer digital yaitu suatu alat yang berguna untuk mengukur kelembaban dan suhu udara. Waktu pengukuran dilakukan selama jam kerja yaitu mulai dari 08.00-16.00. Interval pengukuran yaitu satu jam sehingga diperoleh 8 kali pengukuran yaitu jam 09.00, jam 10.00, jam 11.00, jam 12.00, jam 13.00, jam 14.00, jam 15.00, jam 16.00. Titik pengukuran suhu dan kelembaban dilakukan di dekat karyawan yang sedang bekerja.

Langkah pengukuran dengan menggunakan thermo-hygrometer digital adalah :

 Meletakkan thermo-hygrometer pada tempat yang ingin diukur kelembaban dan suhu udaranya.

 Menunggu selama lima menit.

 Mengamati skala yang ada pada thermo-hygrometer dan mencatat hasil pengukuran. Skala bagian atas menunjukkan kelembaban sedangkan skala bagian bawah menunjukkan suhu udara.

3) Area Heat Stress Monitor yaitu alat ukur iklim kerja di area lingkungan (beban panas). Pada alat tersebut mempunyai fungsi untuk mengukur suhu bola basah, suhu bola kering, suhu bola dan ISSB baik dalam ruangan maupun luar ruangan. Waktu pengukuran dilakukan pada waktu-waktu tertentu yaitu pada pagi jam 09.00, pada siang jam 13.00, dan pada sore jam 16.00. Titik pengukuran ISBB dilakukan di dekat karyawan yang sedang bekerja.

Langkah pengukuran dengan menggunakan Area Heat Stress (Questemp o34) adalah:

(10)

commit to user

III-10

 Menyiapkan peralatan yang digunakan yaitu Questemp o34, Tripod kamera, aquadest, kain katun, dan baterai yang sesuai.

 Memastikan alat dalam kondisi baik dan berfungsi dengan benar serta masih dalam masa kalibrasi, terutama Questemp o34.

 Mengatur tanggal, waktu, bahasa, dan satuan pengukuran Memastikan bahwa semua pengaturan sesuai dengan ketentuan.

 Memasang alat pada tripod kamera dan bawa alat ke lokasi atau titik pengukuran.

 Meletakkan alat pada titik pengukuran dan menyesuaikan ketinggian sensor dengan kondisi pekerja.

 Membuka tutup termometer suhu basah alami dan tutup ujung termometer dengan kain katun yang sudah disediakan.

Membasahi kain katun dengan aquadest sesuai dengan wadah yang tersedia untuk menjamin agar termometer tetap basah selama pengukuran.

 Menyalakan alat dan membiarkan alat selama beberapa menit untuk proses adaptasi dengan kondisi titik pengukuran. Waktu untuk adaptasi dilakukan selama 10 menit.

 Setelah melewati masa adaptasi, biarkan alat di titik pengukuran sesuai dengan waktu pengukuran yang diinginkan.

 Bila telah selesai, alat bisa dipindahkan ke titik pengukuran yang lain dan data hasil pengukuran dipindahkan ke catatan peneliti.

4) Environment Meter yaitu alat yang dirancang untuk menggabungkan fungsi sound level meter, lux meter, thermometer, dan hygrometer.

Dalam penelitian ini, environment meter digunakan untuk mengukur intensitas pencahayaan (fungsi lux meter). Waktu pengukuran dilakukan pada waktu-waktu tertentu yaitu pada pagi jam 09.00, pada siang jam 13.00, dan pada sore jam 16.00. Titik pengukuran intensitas cahaya dilakukan tepat dimana karyawan yang sedang bekerja.

Langkah pengukuran dengan menggunakan Environment Meter adalah :

(11)

commit to user

III-11

 Menekan tombol ON/OFF

 Memilih fungsi pengukuran intensitas cahaya (lux meter)

 Mengarahkan sensor cahaya dengan menggunakan tangan pada permukaan daerah yang akan diukur nilai intensitas cahayanya.

 Mencatat hasil pengukuran

Stasiun yang pertama diukur adalah stasiun batik tulis. Pengukuran pertama temperatur, kelembaban, dan kecepatan udara dilakukan pada jam yang sama yaitu pada jam 09.00. Pengukuran dilakukan selama 10 menit. Setelah waktu berjalan 10 menit maka hasil pengukuran dicatat di tabel yang telah disediakan sebelumnya. Pengukuran selanjutnya dilakukan pada pukul 10.00 dengan melakukan tahapan yang sama seperti pengukuran pada jam 09.00. Dilakukan interval pengukuran setiap satu jam sehingga pengukuran selanjutnya dilakukan pada jam 11.00, 12.00, 13.00, 14.00, 15.00, dan 16.00. Selain pengukuran temperatur, kelembaban, dan kecepatan angin dilakukan juga pengukuran pencahayaan dan ISBB. Pengukuran pertama pencahayaan dan ISBB dilakukan pada jam 09.00. Pengukuran temperatur, kelembaban, dan kecepatan angin yang dilakukan dengan interval satu jam berbeda dengan pengukuran pencahayaan dan ISBB. Pengukuran pencahayaan dan ISBB hanya dilakukan dalam waktu tertentu saja yaitu pada jam 09.00, 13.00, dan 16.00. Pengukuran dilakukan selama 10 menit. Pengukuran yang dilakukan di stasiun lainnya menggunakan cara dan tahapan yang sama seperti pengukuran yang dilakukan di stasiun batik tulis.

Cara pengukuran suhu, kelembaban, intensitas pencahayaan, dan ISBB dapat dilihat pada gambar berikut :

(12)

commit to user

III-12

Gambar 3.7. Pengukuran Suhu dan Kelembaban

Gambar 3.8. Pengukuran Kecepatan Angin

Gambar 3.9. Pengukuran Intensitas Pencahayaan

(13)

commit to user

III-13

Gambar 3.10. Pengukuran ISBB di Stasiun Printing

Data dimasukkan ke dalam tabel yang telah disiapkan sebelum pengambilan data sampai pukul 16.00 WIB. Pengambilan data temperatur ruangan, kelembaban udara, kecepatan angin, intensitasa cahaya dan ISBB dapat dilihat pada tabel 3.1, tabel 3.2, tabel 3.3, tabel 3.4, dan tabel 3.5 berikut :

Tabel 3.1. Temperatur Ruangan

Tabel 3.2. Kelembaban Udara

No Lokasi Waktu Temperatur (0C) 09.00

10.00 11.00 12.00 13.00 14.00 15.00 16.00 Stasiun

Batik Tulis 1

No Lokasi Waktu Kelembaban

(%) 09.00

10.00 11.00 12.00 13.00 14.00 15.00 16.00 1

Stasiun Batik Tulis

(14)

commit to user

III-14

Tabel 3.3. Kecepatan Angin

Tabel 3.4. Intensitas Pencahayaan

Tabel 3.5. Suhu Bola Basah, Kering, Bola, dan ISBB

3.7 Pengolahan Data

Pada tahap ini, data yang telah diperoleh sebelumnya diolah dengan metode yang telah ditentukan untuk menyelesaikan permasalahan.

1. Menghitung nilai ISBB

- Indeks Suhu Bola Basah (outdoor) (2.2)

- Indeks Suhu Bola Basah (indoor) (2.3)

2. Menghitung nilai beban kerja

Disesuaikan dengan nilai ambang batas ISBB yang diperkenankan sehingga dihasilkan beban kerja ringan, sedang, atau berat (2.5)

No Lokasi Waktu Kecepatan

Angin (m/s) 09.00

10.00 11.00 12.00 13.00 14.00 15.00 16.00 1

Stasiun Batik Tulis

09.00 13.00 16.00 1 Stasiun Batik Tulis

2 Stasiun Penoletan 3 Stasiun Batik Cap 4 Stasiun Peracikan Pewarna 5 Stasiun Pemotongan

6 Stasiun Cadongan & Finishing 7 Stasiun Pewarnaan Celup & Pelorotan 8 Stasiun Printing

No Lokasi Waktu Intensitas

Cahaya (lux)

09.00 13.00 16.00 1 Stasiun Batik Tulis

2 Stasiun Penoletan 3 Stasiun Batik Cap 4 Stasiun Peracikan Pewarna 5 Stasiun Pemotongan

6 Stasiun Cadongan & Finishing 7 Stasiun Pewarnaan Celup & Pelorotan 8 Stasiun Printing

ISBB (0C) Waktu

Lokasi

No Suhu Bola

Basah (0C)

Suhu Bola Kering (0C)

Suhu Bola (0C)

(15)

commit to user

III-15 3. Menghitung kebutuhan kalori per jam

- Beban kerja ringan membutuhkan kalori sampai dengan 200 kk/jam.

- Beban kerja sedang membutuhkan kalori lebih dari 200 kk/jam sampai dengan kurang dari 350 kk/jam.

- Beban kerja berat membutuhkan kalori lebih dari 350 kk/jam sampai dengan kurang dari 500 kk/jam.

3.8 Analisis dan Interpretasi Hasil

Pada tahap ini, dilakukan analisis terhadap hasil pengolahan data dan analisis terhadap tiap langkah dalam pengolahan data. Hasil pengolahan data diinterpretasikan dengan jelas untuk membantu penarikan kesimpulan pada tahap berikutnya. Dari hasil yang telah didapat, maka akan diolah untuk mencari solusinya.

3.9 Kesimpulan dan Saran

Tahap terakhir dari penelitian ini adalah memberikan kesimpulan yang diperoleh dari penelitian dan saran-saran kepada perusahaan tempat penelitian berlangsung. Kesimpulan berisi jawaban dari tujuan yang telah ditetapkan dengan berdasarkan hasil analisis, sedangkan saran merupakan pernyataan yang dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk perbaikan perusahaan di masa yang akan datang.

Gambar

Gambar 3.1.  Flowchart penelitian
Gambar 3.1.  Flowchart penelitian (Lanjutan)
Gambar 3.2.  Wawancara dengan Pekerja
Gambar 3.3.  Pengukuran Berat Badan Pekerja
+6

Referensi

Dokumen terkait

Hampir setengah pustakawan memiliki keterampilan strategi pencarian informasi atau memiliki cara yang efektif untuk menyaring dan memeras informasi ditandai

Variabel ukuran dewan komisaris yang diukur dengan jumlah dewan komisaris dalam suatu perusahaan mempunyai nilai t sebesar 0,199 dan tingkat signifikansi sebesar 0,842

Berdasarkan data hasil penelitian tindakan kelas tersebut maka hipotesis tindakan yang menyatakan “Diduga dengan menerapkan strategi Card Sort bervariasi dapat meningkatkan

PENERAPAN CRITICAL PATH METHOD (CPM) PADA PROYEK BIMBINGAN SKRIPSI Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu. IMPLEMENTATION OF CRITICAL

Semakin besar nisbah pengguna parkir inap (mobil pribadi) semakin kecil peluang seseorang memilih moda taksi, sebaliknya semakin kecil nisbah utilitas mobil

Batasan konsep didalam penulisan tesis ini yang terkait dengan judul Perlindungan Hukum terhadap Eksistensi Pasar Tradisional Bobou dengan munculnya Toko Modern di Kecamatan

Setelah didapatkan desain terbaik dari alat bantu forklift 10 ton untuk pemindah coil sheet metal , dilakukan rekapitulasi biaya dari hasil rancangan mulai dari biaya

Masalah yang akan dibahas pada penelitian ini adalah menentukan faktor-faktor yang menyebabkan siswa lebih memilih Perguruan Tinggi Negeri di Jawa dari pada