• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 DESKRIPSI PROYEK. Pengenalan dan pengertian Horticultural Research Center

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB 2 DESKRIPSI PROYEK. Pengenalan dan pengertian Horticultural Research Center"

Copied!
52
0
0

Teks penuh

(1)

79

BAB 2

DESKRIPSI PROYEK

2.1 TINJAUAN UMUM

2.1.1 PENGENALAN USU KWALA BEKALA HORTICULTURAL RESEARCH AND RECREATION CENTER

Pengenalan dan pengertian Horticultural Research Center

A. Arti Kata

 Horticulture (Hortikultura)4

Hortikultura merupakan suatu industri dan ilmu pengetahuan tentang pengembangan tanaman pangan. Adapun kegiatan yang dilakukan dalam bidang hortikultura anratara lain:

- Melakukan riset dalam pengembangbiakan tanaman dan perkembangannya

- produksi hasil panen

- Meneliti dan mengembangkan perkawinan tumbuhan secara alami - Mempelajari kebutuhan nutrisi tanaman

- Mempelajari fisiologi tanaman

Tanaman Hortikultura meliputi buah-buahan, kacang-kacangan, sayuran, bunga, pohon, sesemakan dan umbi. Tujuan dari bidang hortikultrua:

- Untuk meningkatkan hasil panen

- Meningkatkan kualitas tanaman dan hasil panen

- Menghasilkan nutrisi yang bermanfaat untuk pengembangan tanaman

- Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangga, hama penyakit, dan pengaruh lingkungan yang buruk.

Hortikultura terdiri dari 8 sub-studi yaitu:

- Arboriculture : studi dalam pemilihan dan perawatan Tanaman

- Floriculture : studi tentang produksi dan pemasaran Bunga

- Landscape horticulture : studi tentang produksi, pemasaran dan perawatan

4 www.wikipedia.com/horticulture

Universitas Sumatera Utara

(2)

80

tanaman landscape

- Olericulture : studi tentang produksi dan pemasaran sayuran

- Pomology :studi tentang produksi dan pemasaran buah

- Postharvest physiology : studi dalam pertahanan kualitas dari hasil panen hortikultura.

Adapun perbedaan mendasar dari hortikultura dan agrikultur yaitu, hortikultura lebih diidentikkan sebagai berkebun dengan skala kecil, sedangkan agrikutlur merupakan pertanian di ladang dalam skala besar.

 Research

Dalam bahasa Indonesia berarti penelitian. Adapun arti dari penelitian yaitu:

1. Pemeriksaan yang teliti, penyelidikan

2. Kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis dan penyajian data yang disajikan secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suat persoalan/menguji suatu hipotesis untuk mengembangkan prinsip-prinsip umum

Penelitian dapat diartikan sebagai suatu kegiatan, khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan untuk mencari dan menemukan suatu cara, data, atau penemuan baru dan juga melibatkan kegiatan percobaan dan terus mengembangkannya untuk memperoleh kemajuan di bidang ilmu tersebut.5

Adapun penelitian yang biasanya dilakukan pada pertanian hortikultura dapat dibagi dua, yaitu penelitian untuk ilmu dasar, antara lain6:

1. Ilmu biologi 2. Ilmu botani 3. entomologi 4. kimia 5. genetika 6. fisiologi

7. computer science, and communications

5 Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Ketiga, Depdiknas, Balai Pustaka, Jakarta, 2005

6 www.wikipedia.org/wiki/horticulture

Universitas Sumatera Utara

(3)

81

Sedangkan penelitian untuk ilmu tanaman dan hortikulutra sendiri antara lain:

1. Material tanaman 2. Pembiakan tanaman 3. Kultur jaringan 4. Produksi hasil tani 5. Jenis tanaman

6. pollination management 7. Nutrisi pangan

8. Entomologi 9. Patologi tanaman

 Center

Center dalam bahasa Indonesia berarti pusat yang dapat diartikan sebagai inti yang utama, pokok, pangkal, atau yang menjadi tumpuan dan bersifat mengumpulkan. (poerwadarminta)

Dalam Bahasa Inggris, Center diartikan ”a place at which an activity or complex of activites is carried”, yang dapat diartikan juga sebagai titik poin yang menjadi tempat tujuan yang menarik bagi banyak orang untuk menuju tempat tersebut.7

B. Pengertian

Dari penjabaran diatas didapatkan pengertian dari Horticultural Research and Recreation Center (HRC) sebagai suatu tujuan yang untuk kegiatan riset dalam bidang hortikultura l yang sekaligus dapat djadikan sebagai tempat beragrowisata yang edukatif (agroedutourism) di kawasan Kampus USU Kwala Bekala.

Adapun sistem penanaman tanaman yang dipakai adalah sistem vertikal dengan menggunakan media penumbuh tanaman berupa greenhouse dengan teknologi aeroponik dan hydroponik. Sistem vertikal ini dikombinasikan dari sistem vertical farm yang dikenal sekarang ini sebagai suatu solusi yang diharapkan dapat menyelesaikan masalah-masalah pertanian yang telah dikemukakan diatas. Vertical farm sendiri menggunakan sistem pertanian dengan teknologi inovatif untuk menghasilkan produk pangan yang lebih baik dan sehat.

Pada Kwala Bekala Horticultural Research Center, sistem vertical farm ini digabungkan dan dikombinasikan menjadi bangunan pusat riset, karena Indonesia

7 www.thefreedictionary.com/center

Universitas Sumatera Utara

(4)

82

terutama Medan dinilai masih dapat memenuhi kebutuhan masyarakatnya dengan menggunakan sistem pertanian horizontal. Namun cepat atau lambat, lahan yang ada akan menjadi lebih sedikit untuk digunakan sebagai lahan pertanian, sehingga HRC muncul sebagai gebrakan untuk mengantisipasi masalah tersebut, hingga ketika masalah keterbatasan lahan muncul di Indonesia, khsusunya di Medan, solusi yang akan digunakan sudah diujicoba pada HRC dan tindakan dapat lebih cepat diambil.

C. Konsep Pengembangan Horticultural Research and Recreation Center sebagai Sustainable Research Center

Bangunan yang sustainable, memiliki arti bangunan yang memiliki orientasi untuk masa depan, dimana bangunan ini mengolah sumber daya alam untuk menghasilkan energi untuk kebutuhannya sendiri yang bertujuan untuk menciptakan kerusakan seminimal mungkin terhadap bumi dan lingkungan sekitarnya.

Sustainable memiliki tiga aspek yang mempengaruhinya, yaitu aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan, dimana jika ketiga aspek tersebut dapat tercipta dengan baik maka sustainability dari suatu bangunan dapat dikatakan valid.

Adapun sebab pemilihan tema sustainable ke dalam bangunan research center ini antara lain:

1. Horticultural Research and Recreation Center merupakan tempat riset yang menumbuhkan banyak tanaman pangan yang berfungsi untuk diproduksi selain juga untuk diteliti. Sisa produksi dari tanaman pangan tersebut dapat difungsikan sebagai bahan untuk bio-gas yang dapat menghasilkan sumber bahan bakar yang dapat digunakan untuk kebutuhan bangunan itu sendiri.

2. Area Hortikultura terletak dekat dengan area peternakan. Sisa kotoran hewan yang ada di peternakan juga dapat difungsikan untuk dijadikan biogas dan menjadi sumber bahan bakar untuk bangunan ini.

3. Ada banyak sumber daya alam yang dapat diperbaharui untuk mendapatkan energi bagi kinerja bangunan, seperti air hujan, matahari, angin, dan lainnya 4. Karena bangunan terdapat pada kawasan kampus USU Kwala Bekala, produk

yang dihasilkan dari pertanian ini dapat dijual dan dikonsumsi bagi masyarakat umum dan orang-orang yang tinggal di sekitar permukiman dosen ataupun penginapan yang ada, sehingga dapat mempengaruhi perekonomian mikro kawasan USU itu sendiri.

Universitas Sumatera Utara

(5)

83

5. Sistem pertanian dengan banyak tanaman yang ditanam di dalam bangunan

maupun daerah sekitarnya dapat mengubah suhu mikro kawasan dan memproduksi oksigen lebih banyak, sehingga dapat menjadikan kawasan tersebut menjadi lebih sehat.

6. Perencanaan bangunan merupakan perencanaan jangka panjang, karena fungsi bangunan sendiri merupakan tempat berkembangnya ilmu pengetahuan yang tidak akan pernah habis. Oleh karena itu, kemandirian bangunan dalam memproduksi sumber energinya sendiri akan sangat diperlukan.

a. Konsep Pengembangan Horticultural Research and Recreation Center sebagai Agrowisata yang Edukatif (Agroedutourism)

Selain menjadi pusat riset bagi para ilmuan, peneliti serta mahasiswa, pusat riset ini akan difungsikan juga sebagai tempat wisata yang bersifat edukatif. Di Indonesia, wisata terhadap sektor pertanian juga dikenal sebagai agrowisata.

Agrowisata sendiri merupakan area wisata perkebunan, yang biasanya terdiri dari tanaman-tanaman pangan yang dapat dipetik dan dikonsumsi langsung oleh para wisatawan yang datang. Pada HRC, sistem tersebut akan digabungkan dengan sistem wisata edukatif, dimana para wisatawan dari berbagai golongan juga dapat berekreasi sekaligus belajar dan mengetahui bagaimana sistem pertanian yang dipakai pada HRC.

Konsep dan sistem wisata ini juga dapat dimanfaatkan untuk mempublikasikan kepada masyarakat luas tentang ilmu dan teknologi pertanian yang inovatif dan mandiri, sehingga masyarakat awam pun dapat melakukan kegiatan bertani mandiri kecil-kecilan. Konsep dan sistem wisata ini juga dapat dimanfaatkan bahkan untuk pertanian nasional atas hasil penelitian dari mahasiswa dan staff pendidik USU, dimana USU sendiri merupakan salah satu universitas negeri yang diakui keberadaannya.

2.1.2 DESKRIPSI PROYEK

Kwala Bekala Horticultural Research and Recreation Center merupakan suatu Pusat Riset yang dimiliki USU sebagai media ilmu pengetahuan dalam bidang pertanian untuk dikembangkan. Namun selain menjadi pusat riset, terdapat juga kegiatan agrowisata bagi para wisatawan ataupun pengunjung. sehingga masyarakat umum juga dapat disuguhi kegiatan wisata yang menyenangkan sekaligus belajar dan mendapatkan pengalaman yang bersifat edukatif di bidang pertanian.

Adapun tujuan utama dari proyek ini adalah:

Universitas Sumatera Utara

(6)

84

 Memberikan fasilitas dan mewadahi kegiatan keilmuan, khususnya dalam bidang pertanian bagi para mahasiswa, staff akademis, dosen dan peneliti untuk mengembangkan ilmunya.

 Memperkenalkan sistem pertanian vertikal sebagai suatu solusi bagi keterbatasan lahan yang akan melanda dunia dan dapat menjadi persiapan dalam melakukan solusi tersebut

 Diharapkan dapat menjadi icon dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi USU, sehingga dapat meningkatkan citra USU secara khusus, dan Medan secara umum.

 Sebagai tempat wisata bagi masyarakat umum untuk ber-agrowisata, dimana kota Medan sendiri belum memiliki jenis wisata tersebut.

 Menjadikan agrowisata menjadi wisata yang bersifat edukatif, bukan hanya sekedar untuk bersantai dan bersenang-senang, namun juga menjadikan wisata menjadi pengalaman yang bermanfaat. (agroedutourism)

 Memiliki fasilitas-fasilitas yang bersifat mendukung rekreasi, sehingga masyarakat umum tertarik untuk terus datang dan berekreasi.

 Sebagai tempat untuk berbelanja bahan-bahan pertanian dan produk pangan organik untuk pengunjung maupun masyarakat yang bermukim disekitarnya.

 Merancang sebuah bangunan yang berkelanjutan dengan menjadikannya bangunan yang mandiri, yang mampu menghasilkan energi untuk kebutuhannya sendiri serta ramah lingkungan

 Mencoba menghilangkan trend ”wisata-mall” di kota Medan dengan menghadirkan jenis wisata baru yang bersifat edukatif dan memiliki rancangan tapak yang menyenangkan untuk dikunjungi.

A. FUNGSI BANGUNAN

Fasilitas-fasilitas yang terdapat pada bangunan adalah sebagai berikut:

 Vertical Green House

Merupakan sistem pengembangan tanaman pangan/hortikultura di dalam bangunan vertical dengan menggunakan sistem aeroponik dan hidroponik serta penggunaan teknologi lainnya dengan cara vertikal.

 Herbarium

Merupakan tempat untuk pengawetan tanaman yang diawetkan dengan cara pengeringan atau dengan menggunakan bahan-bahan kimia yang bersifat basah,

Universitas Sumatera Utara

(7)

85

dengan tujuan ada peninggalan spesies tanaman yang diperlukan untuk kemajuan penelitian.

Gambar 2.1 Suasana Herbarium dan koleksi tanaman herbarium

 Fasilitas Riset dan Penelitian

Adapun fasilitas yang mendukung kegiatan tersebut yaitu:

a. Laboratorium

Jenis laboratorium dapat dibagi berdasarkan fungsi dan kegiatan yang terjadi didalamnya, yaitu:

- Laboratorium Pengajaran - Laboratorium untuk riset rutin - Laboratorium standard

- Laboratorium dengan kebutuhan spesial

Adapun laboratorium yang terdapat pada HRRC berdasarkan ilmu yang berkaitan dengan horitkultura antara lain:

LAB DASAR (STANDARD) 1. Lab biologi

2. Lab Kimia

RESEARCH LAB

3. Lab, Nutrisi Tanaman 4. Lab Genetika

Gambar 2.2 Laboratorium standard

Universitas Sumatera Utara

(8)

86

5. Lab botani

6. Lab. Computer science 7. Lab. Patologi tumbuhan 8. Lab. Propagasi tanaman

SPECIAL LAB

9. Lab. Manajemen Pembuahan (pollination management)

10. Lab. Kultur Jaringan Gambar 2.3 Laboratorium genetika

Gambar 2.4 Laboratorium botani

Gambar 2.5 Laboratorium pollination

management

Gambar 2.6

Laboratorium kultur jaringan

Universitas Sumatera Utara

(9)

87

TEACHING LAB

11. Lab. Pengajaran

B. FASILITAS PENDUKUNG 1. Meeting Room

Berfungsi untuk membicarakan suatu proyek penelitian dan berdiskusi, baik antara staff, dosen, maupun mahasiswa.

2. Kantor

Merupakan area pribadi bagi staff pengajar maupun peneliti.

3. Ruang Arsip

Berisi arsip, data dan dokumen tentang penelitian yang akan dan sedang dilakukan.

 Fasilitas Publik terdiri dari:

a. Perpustakaan

Berfungsi untuk menyimpan hasil dan arsip dari penelitian yang telah dilakukan maupun buku-buku yang berhubungan dengan sektor pertanian dan peternakan.

b. Supermarket

Menjual produk-produk pangan organik seperti buah-buahan dan sayuran.

c. Restaurant

Menyajikan makanan dan minuman yang diolah dari bahan-bahan organik hasil dari vertical farm

d. Retail

Berupa cafe dan toko lainnya yang menjual keperluan berkebun dan dapat mendukung kegiatan dan aktivitas publik yang terjadi.

e. Souvenir Shop Gambar 2.7 Laboratorium pengajaran

Universitas Sumatera Utara

(10)

88

Toko yang menjual barang-barang souvenir khas dari HRC yang dapat juga difungsikan sebagai media publikasi bagi masyarakat luas

f. Fasilitas Pendukung

Berupa ATM Center, Musholla, Visitor Center, Toilet, dll

 Fasilitas Pengelola

Berupa Kantor pengelola dan administrasi bagi para pekerja yang bertugas mengelola dan menjaga bangunan dan area sekitarnya.

 Fasilitas Wisata Tapak/Outdoor

Agroedutrourism juga didukung dengan wisata tapak yang baik dan menarik.

Untuk mendukung wisata tapak, disediakan juga fasilitas sewa sepeda, alat-alat pancing dan pengunjung juga dapat melakukan aktivitas outdoor seperti piknik.

HRRC juga dapat menampung penyelenggaraan event seperti flower fair atau horticultural festival yang dapat menjadi daya tarik bagi pengunjung untuk datang dan berekreasi. Selain itu, event ini juga berfungsi untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya untuk menjaga alam dan bahwa alam dapat dijadikan objek untuk bersenang-senang tanpa perlu merusaknya.

Kegiatan Memancing

Gambar 2.8 Kegiatan rekreasi outdoor

Biking Picnic

Universitas Sumatera Utara

(11)

89

Gambar 2.9 Jenis kegiatan festival yang diselenggarakan di kawasan HRRC

Untuk mendukung konsep agroedutourism, disediakan juga amphitheatre sebagai tempat pembelajaran massal. Selain itu, amphitheatre juga difungsikan untuk event-event yang diselenggarakan.

Untuk anak juga disediakan taman bermain dan area pembelajaran untuk belajar bagaimana merawat tanaman dan menanamnya.

 Fasilitas Transportasi

Kawasan Kwala Bekala sendiri dapat dicapai dengan beberapa akses dengan jalur darat, yaitu dengan menggunakan kereta api yang menghubungkan langsung point kampus USU lama dengan kampus USU Kwala Bekala sebagai perluasan dari kampus USU lama, dan dapat juga menggunakan transportasi darat lainnya seperti mobil pribadi.

Untuk memasuki kawasan Hortikultura sendiri dapat menggunakan transport mobil pribadi, bus pariwisata, shelter bus ataupun bus universitas, maupun berjalan kaki.

Pada Site HRC sendiri, pengunjung dapat juga menggunakan jasa sewa sepeda, sehingga mereka dapat berkeliling untuk menikmati keindahan tapak.

C. LOKASI

USU telah merancanakan untuk mengembangkan kawasan universitasnya ke Kwala Bekala Kecamatan Pancur Batu, Deli Serdang, dimana pada perencanaan kawasan tersebut terdapat area Hortkultura dan Hutan Arboretum yang berfungsi menjadi area penelitian pertanian dan kehutanan serta juga berfungsi menjadi area rekreasi yang menjurus kepada rekreasi dan wisata alam.

Horticulture Festival Flower Fair Firework Festival

Universitas Sumatera Utara

(12)

90

Pemilihan site pada area Hortikultura pada kawasan USU Kwala Bekala dan perencanaan untuk membangun sebuah teknik pertanian vertikal pada kawasan tersebut sekaligus berfungsi sebagai bangunan penelitian dan wisata agroedutourism yang selain dapat menggunakan teknologi terbaru dari sistem pertanian terkini juga didasarkan untuk sekaligus menjadikan bangunan ujicoba dalam membangun vertical farm sebagai solusi keterbatasan lahan dan bahan bakar yang pada suatu saat akan terjadi di kawasan Sumatera Utara dan kota Medan.

ENTRANCE KOMPLEKS KAMPUS

JALAN DARI MEDAN JOHOR

Gambar 2.10 Lokasi site

Universitas Sumatera Utara

(13)

91

a. LUAS LAHAN

Luas lahan Hortikultura yang direncanakan pada kawasan USU Kwala Bekala adalah 7.2 Ha, namun pengolahan lahan pada proyek ini akan lebih terfokus pada 6 Ha bagian lahan saja dan memilih lahan yang paling dekat dengan waduk untuk memungkinkan adanya wisata air dan pengolahan air untuk menjadi sumber energi jika memungkinkan. Selain untuk bangunan, lahan juga akan diolah untuk wisata tapak yang masih bersifat alami.

b. PEMILIK

Karena lokasinya yang berada di kawasan USU, maka pemilik proyek ini adalah pemerintah kota Medan dengan bekerja sama dengan pihak investor dan peneliti.

c. PEMBIAYAAN

Sumber dana dari bangunan akan didapat dari negara dan pemerintah daerah. Selain itu, sumbangan – sumbangan dana dari pihak swasta dan alumni juga dapat membantu pengelolaan bangunan ini.

d. PENGELOLAAN

Gambar 2.11 Master Plan kawasan perancanaan kampus USU Kwala Bekala

Universitas Sumatera Utara

(14)

92

Proyek ini nantinya murni akan dikelola oleh pihak USU, sebagaimana USU telah mengelola fasilitas –fasilitas yang ada sebelumnya, namun kali ini juga bekerja sam dengan pihak peneliti dan pemerintah kota Medan dan pihak investor dari pihak swasta. Adapun rencana sistem pengoperasiannya yaitu:

BAGIAN RISET DAN PENELITIAN:

 Hanya dapat digunakan dan diakses oleh peneliti dan staff akademik saja

 Bangunan akan dibuka setiap harinya untuk riset dan kegiatan akademis.

 Untuk kegiatan riset, terdapat peneliti dan pekerja yang bekerja tetap dalam meneliti dan merawat tanaman-tanaman yang ada setiap harinya (sehingga, bangunan ini juga mampu membuka lapangan kerja).

 Hasil produk dari vertical greenhouse akan disalurkan ke supermarket dan toko- toko yang ada pada kawasan Kwala Bekala.

 Para peneliti juga bekerja untuk mendapatkan dan mengumpulkan spesies tumbuhan yang mereka teliti dan semuanya akan ditampun dan dapat dipelajari kembali oleh publik di herbarium dan perpustakaan.

BAGIAN AGROEDUTOURISM:

 Kunjungan memiliki rute wisata tapak, kegiatan bermain sambil belajar, wisata teknologi vertical greenhouse dan public learning

 Untuk para pengunjung yang akan beragrowsiata harus mendaftarkan dirinya terlebih dahulu di bagian visitor center untuk mendapatkan tanda pengenal berupa badge dan sejenisnya, sekaligus dapat menitipkan barang-barang berharga yang mereka bawa. Pengunjung juga akan diberikan buku pegangan dari kertas bekas yang sudah diolah, dimana kertas-kertas bekas ini dapat diperoleh dari sisa/

bekas yang sudah digunakan oleh fakultas-fakultas yang ada. Setelah selesai nantinya, pengunjung harus mengembalikan tanda pengenal tersebut kembali ke visitor center.

 Dapat menjadi media untuk penyelenggaraan event pertanian tahunan.

BAGIAN FASILITAS PENDUKUNG DAN REKREASI

 Dapat diakses oleh publik

 Supermarket menjual bahan-bahan pangan organik yang dihasilkan dari pertanian vertikal pada bangunan dan juga menjual bahan-bahan pertanian seperti pupuk organik, dan lainnya

Universitas Sumatera Utara

(15)

93

 Retail juga berfungsi untuk menjual bahan-bahan yang mendukung bidang hortikultura sehingga pengunjung juga dapat berbelanja dan mendapatkan semua yang mereka butuhkan untuk berkebun selain juga mendapatkan ilmu pengetahuan.

 Cafe dan Restaurant juga menggunakan produk-produk yang dihasilkan oleh vertical green house

 Terdapat festival dan acara rekreasi yang juga dapat dijadikan media publikasi untuk menarik minat publik terhadap hortikultura.

e. PEMAKAI / PENGUNJUNG Karakteristik pengunjung:

 Ditinjau dari segi usia

Tidak terdapat batasan usia bagi pengunjung yang datang ke kawasan Horticultural Research Center ini

 Ditinjau dari strata ekonomi

Pengunjung yang datang bisa dari berbagai strata ekonomi

 Ditinjau dari jangkauan wilayah pelayanan

Pelayanan lebih diutamakan untuk masyarakat kota Medan dan masyarakat propinsi Sumatera Utara, namun juga tidak menutup kemungkinan untuk masyarakat luar daerah bahkan masyarakat Internasional / mancanegara untuk mengunjungi kawasan ini.

 Ditinjau dari tujuan

Pemakai dari bangunan dibagi berdasarkan pengguna untuk zona private dan publik.

Pemakai untuk zona private akan bertujuan:

- Memakai fasilitas penelitian dan ilmu pengetahuan yang ada

- Terjadi kegiatan belajar – mengajar yang berasaskan penelitian bagi dosen dan mahasiswa

Pemakai untuk zona publik akan bertujuan:

- Menggunakan fasilitas rekreasi yang ada untuk berwisata

- Menggunakan fasiilitas guide untuk memperoleh ilmu pengetahuan dalam bidang pertanian

- Menggunakan fasilitas Herbarium dan Perpustakaan untuk memperoleh pengetahuan

- Memanfaatkan fasilitas akomodasi

Universitas Sumatera Utara

(16)

94

- Memanfaatkan fasilitas department store, restaurant, dan fasilitas penunjang

rekreasi lainnya.

 Ditinjau dari aktivitas yang terjadi

- Peneliti dan staff akademis : menggunakan fasilitas keilmuan dan research secara maksimal

- Pengunjung : menggunakan fasilitas wisata secara maksimal

- Pengelola : mengelola bangunan agar bangungan tetap beroperasi maksimal dan menjaga kenyamanan pengunjung

- Servis : menjalankan fungsi dan utilitas bangunan

2.1.3 TINJAUAN KONTEKS LINGKUNGAN A. Pendahuluan

Perencanaan kampus USU Kwala Bekala merupakan rencana pengembangan dari kampus USU yang ada di Padang Bulan dan berlokasi di Kecamatan Pancur Batu, Deli Serdang. Kabupaten Deli Serdang secara geografis terletak diantara 2o 57′ - 3o16′LU dan 97o52′ - 98o45′ BT secara administratif terdiri dari 22 Kecamatan, 2 perwakilan Kecamatan dengan 379 Desa dan 15 kelurahan.

Luas wilayah Kabupaten Deli Serdang adalah 2.394,62 Km 2 atau 2.394,462 Ha, dengan jumlah penduduk 1.463.031jiwa. Kecamatan Pancur batu yang dengan luas wilayah 122.53 km2 adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Deli Serdang berjarak lebih kurang18 km dari Medan ke Ibukota Kecamatan Pancur Batu.

10

12 13

14 16

17

18

15 19

20

10. Kwala Bekala

Pusat pendidikan tinggi (TOD)

Pusat rekreasi (kebun binatang) 11. Pancur Batu

Pusat perdagangan

Pusat permukiman

Pusat distribusi pertanian 12. Johor

Pusat permukiman 13. Deli Tua

Pusat perdagangan

Pusat permukiman

14. Medan Pasar

Pusat perdagangan (TOD)

Pusat permukiman

18. Aras Kabu

Bandara Udara Kuala Namo (TOD)

Pusat pergudangan dan ekspedisi 19 Lubuk Pakam

Pusat perdagangan dan jasa (TOD)

Pusat pemerintahan Kab. Deli Serdang

Pusat permukiman

Universitas Sumatera Utara

(17)

95

B. Konteks Lingkungan Fisik

Menurut Rencana Kawasan kampus USU Kwala Bekala, area Hortikultura yang dirancang merupakan area hijau yang berfungsi sebagai tempat penelitian dan wisata yang berada dekat dengan waduk. Sebagai pengembangan dari perencanaan ini, perancangan tempat penelitian ini akan dirancang dengan sistem bangunan vertikal, dimana menggunakan green house yang menggunakan teknologi pertanian hidrponik dan aeroponik. Area Hortikultura dekat dengan area Arboretum dan Peternakan yang cukup mendukung area ini untuk dijadikan agroedutourism, yaitu konsep berwisata tani dengan tema edukatif, sehingga dapat mengajarkan ilmu tentang pertanian dan tumbuhan kepada masyarakat luas, serta menjadi daya tarik wisata yang berbeda di kota Medan. Karena konsep perancangan kawasan kampus ini adalah konservasi, maka lahan yang dibangun tidak boleh memiliki KDB lebih dari 20%. Oleh karena itu perancangan Horticultural Research and Recreation Center dengan sistem vertikal sangat menguntungkan dan dapat menjadi pengaplikasian teknologi terkini dari vertical farming

C. Konteks Lingkungan Non Fisik

 Demografi

TABEL 3.1 PROYEKSI JUMLAH PENDUDUK MEBIDANG TAHUN 2006-2036 Jumlah Penduduk Tahun Proyeksi No Kota/Kabupaten Luas (Ha)

2006 2016 2026 2036

1 Medan 26510 2.064.488 2.370.083 2.723.620 3.098.167

2 Binjai 9023 264.889 775.691 2.271.505 2.504.190 3 Deli Serdang 128235 1.377.065 1.668.207 2.020.902 2.227.917

Jumlah 154,745 2,064,488 2,370,083 2,723,620 3,128,264 Sumber : Hasil Analisis

Gambar 2.12 Lokasi Kwala Bekala Terhadap daerah disekitarnya

Universitas Sumatera Utara

(18)

96

 Sosial dan Budaya Lingkugan Sekitar

Lokasi tapak Kwala Bekala berada di daerah perkebunan.

Permukiman penduduk terdekat adalah Perumnas Simalingkar yang terletak di sebelah timur laut tapak. Namun perumahan ini juga tidak berbatas langsung dengan tapak karena adanya aliran sungai Bekala.

Di sebelah tenggara tapak adalah lokasi Kebun Binatang Medan yang baru. Adanya kebun binatang ini merupakan generator aktivitas bagi daerah ini. Di sebelah barat daya, jalur sirkulasi di luar tapak menghubungkan ke kota Pancur Batu.

 Persepsi Masyarakat

Gambar 2.13 Lokasi Kwala Bekala terhadap kota Pancur Batu Sumber: www.kwalabekala.usu.ac.id

Universitas Sumatera Utara

(19)

97

Persepsi masyarakat tentang pertanian masih sangat vernakular dan masyarakat umum masih kurang menghargai potensi alam yang ada yaitu dengan cara membuka lahan perkebunan dengan cara tidak merata dan acak. Oleh karena itu, pengarahan tentang alam dan sistem pertanian yang baru perlu dipublikasikan.

2.2 TINJAUAN KHUSUS 2.2.1 TINJAUAN FUNGSI

Fungsi bangunan dengan kegiatan riset dan wisata akan dmemiliki beragam kegiatan yang cukup kompleks, dimana kegiatan tersebut akan membutuhkan zoning dan dapat tertapung dengan baik dalam satu bangunan.

A. Deskripsi Kegiatan

Kegiatan dalam bangunan dapat dibagi menjadi:

Riset dan Penelitian bidang Hortikultura

Urutan aktifitas peneliti dan mahasiswa:

 Penelitian bidang agrikultur oleh peneliti / researcher

Adapun urutan sistematis dari kegiatan para peneliti dan mahasiswa yaitu:

Datang laboratorium Eco Park Vertical Greenhouse pulang

 Pemantauan dan pendataan tanaman yan ditanam pada HRRC

Universitas Sumatera Utara

(20)

98

 Mengadakan pembelajaran untuk perkuliahan

Pengelolaan tanaman

Dilakukan oleh staff pengelola dan tenaga ahli

 Melakukan perawatan dan pengawasan terhadap tanaman yang ditanam di HRRC

Adapun urutan kegiatan sistematis dari pengelola bangunan yaitu:

Datang vertical greenhouse dan Eco Park istirahat vertical green house dan tapak pulang

 Melakukan panen tanaman yang sudah pada waktunya

 Melakukan penjatahan dan pendataan terhadap hasil pangan yang diproduksi

 Mendistribusikan hasil pangan ke Supermarket dan atau ke toko-toko yang ada disekitar kawasan

Kegiatan rekreasi dan agroedutourism

Dilakukan oleh pengunjung dan wisatawan yang datang.

 Melakukan kunjungan ke Herbarium untuk melihat – lihat spesies tanaman yang ada dan pernah ditemukan

 Melakukan kunjungan ke vertical green house untuk melihat dan mempelajari teknologi pertanian terkini dan merasakan pengalaman memetik buah ketika tiba musim panen

 Melakukan kunjungan dan wisata tapak untuk berwisata dan melihat-lihat kebun bunga bahkan memetik dan membeli bunga untuk dibawa pulang

 Membeli souvenir dan bahan-bahan untuk pertanian serta hasil produk seperti buah-buahan dan sayuran organik.

 Untuk wisatawan anak-anak juga disediakan taman sendiri untuk bermain dan belajar dengan praktek langsung untuk menanam dan merawat tanaman.

Adapun urutan kegiatan sistematis dari wisatawan dan pengunjung yaitu:

Vertical Greenhouse dan Herbarium

Datang Visitor Center Kunjungan Eco Park dan vertical greenhouse Kunjungan ke Herbarium Acara Bebas (dimana

Universitas Sumatera Utara

(21)

99

para wisatawan dapat menikmati alam dan berekreasi disekitar waduk dan melakukan kegiatan seperti memancing, piknik, dll)

- Perpustakaan

Datang Visitor Center Perpustakaan

- Eco Park dan Danau Buatan

Datang Visitor Center Piknik dan Rekreasi

- Amphitheatre

Datang Menikmati Pertunjukan dan Pembelajaran

Tujuan diadakannya agroedutourism ini sekaligus untuk meningkatkan minat dan kesadaran masyarakat akan pentingnya area hijau dan penjagaan tanaman bagi kelangsungan bumi dan memberikan pengertian bahwa dengan tetap menjaga alam manusia masih dapat melakukan aktivitas yang menyenangkan.

B. Akomodasi

Akomodasi yang disediakan berupa shuttle bus dan sarana untuk makan dan minum yang mana mendukung kegiatan kepariwisataan yang ada.

C. Penyewaan dan Penjualan

Kegiatan penyewaan meliputi beberapa fasilitas rekreasi seperti memancing dan kegiatan rekreasi sambil belajar untuk anak. Sementara kegitan penjualan terjadi di Supermarket tempat menjual bahan-bahan pangan organik dan peralatan serta kebutuhan pertanian lainnya.

D. Penjualan Souvenir

Menjual barang-barang souvenir yang memiliki identitas HRRC, sehingga pengunjung dapat membelinya dan membawa pulang souvenir tersebut sebagai kenang-kenangan dan hasil penjualan tersebut juga dapat dijadikan masukan untuk penambahan dana operasional bangunan.

E. Mengelola Bangunan

Adapun urutan kegiatan dari pengelolaan bangunan yaitu:

Universitas Sumatera Utara

(22)

100

- Pengelola Bangunan

Datang Tugas Pulang

- Pengelola Perpustakaan

Datang ke Perpustakaan Tugas Pulang

- Pengelola Research Facility

Datang ke laboratorium Tugas Pulang

- Pengelola Restaurant dan Cafe

Datang ke Restaurant dan cafe Tugas Pulang - Pengelola Supermarket

Datang ke Supermarket Tugas Pulang - Pengelola Alat Sewa dan fasilitas Rekreasi

Datang ke area Eco park Tugas Pulang

- Pengelola Bagian Servis dan Energi Bangunan Datang Tugas Pulang

F. Analisa Hubungan Aktivitas

Setiap Kegiatan yang terjadi nantinya akan erat kaitannya satu sama lain, namun ada juga aktivitas yang tidak berhubungan;

 Kegiatan Research dan pembelejaran bagi mahasiswa akan terpisah dari kegiatan rekreasi yang terjadi, sehingga akan ada perbedaan zoning antara kegiatan research dan rekreasi. Hal ini bertujuan agar kegiatan utama dari bangunan tidak terganggu dengan aktivitas-aktivitas lain dari pengunjung.

 Kegiatan pengelolaan tanaman akan berhubungan dengan pihak peneliti, dimana para peneliti juga akan memperhatikan dan mengawasi pertumbuhan tanaman dan menelitinya, sehingga mampu menghasilkan teknologi baru dalam menumbuhkan tanaman pangan yang organik.

 Kegiatan Rekreasi indoor yang dilakukan pengunjung akan didampingi juga oleh guide dari bagian pengelola, sehingga dalam rekreasi tersebut, pengelola atau guide dapat menerangkan dan mengawasi pengunjung yang datang. Kegiatan rekreasi indoor ini akan melalui beberapa trip, yaitu vertical greenhouse dan herbatorium, yang mana sebelum

Universitas Sumatera Utara

(23)

101

melakukan trip ini, pengunjung diharuskan terlebih dahulu untuk melakukan administrasi di Visitor Center.

 Kegiatan rekreasi outdoor merupakan kegiatan rekreasi yang santai dan memiliki konsep untuk menyatukan pengunjung dengan alam disekitarnya. Kegiatan ini didukung dengan adanya fasilitas-fasilitas yang memungkinkan mereka untuk menggunakan alat –alat yang dapat disewa untuk mendukung kegiatan rekreasi tersebut.

 Kegiatan pengunjung dan para peneliti yang memakan banyak waktu dan tenaga akan membutuhkan fasilitas akomodasi seperti tempat makan dan minum. Keberadaan Restaurant dan cafe akan sangat diperlukan dan juga dapat menjadi generator aktivitas pada kawasan ini.

 Kegiatan komersial berfungsi untuk menambah dana operasional bangunan yaitu dengan metode penjualan barang-barang di Supermarket dan barang souvenir pada toko souvenir. Selain itu, kegiatan penyewaan alat-alat bagi pengunjung juga dapat dijadikan dana tambahan operasional bangunan.

a. Skema Aktivitas Pemakai

Skema aktivitas pemakai terdiri dari peneliti dan mahasiswa, pengunjung, pengelola dan servis. Berikut adalah skema aktvitas pemakai bangunan ini:

 Peneliti dan Mahasiswa

 Pengunjung Entrance

Datang Locker

Ruang Persiapan Parkir

Meeting Room Vertical Green

House Laboratorium

Eco Park

Pulang Istirahat

Visitor Center Datang

Penitipan barang

Parkir Pengunjung

Herbatorium Vertical Green

House

Eco Park

Pulang Istirahat

Entrance

Diagram 2.1 aktivitas peneliti dan mahasiswa

Universitas Sumatera Utara

(24)

102

 Pengelola

 Servis

G. Program Kebutuhan Ruang

Pembahasan program kebutuhan ruang meliputi fasilitas yang dibutuhkan berdasarkan jenis kegiatan, pengguna dan zoning.

Entrance Datang

Locker Karyawan

Parkir

Pengelola Perpustakaan

Vertical Greenhouse

Research Facility

Supermarket

Pulang Istirahat Side

Entrance

Kantor Pengelola

Tour Guide Administrasi

Parkir Servis Datang

Loading Dock

Ruang Teknis

Bangunan Side Entrance

Pulang Istirahat Diagram 2.2 aktivitas pengunjung

Diagram 2.3 aktivitas pengelola

Diagram 2.4 aktivitas staff servis

Universitas Sumatera Utara

(25)

103

i. Fasilitas yang dibutuhkan

A. Ruang ME  Ruang Genset

 Ruang Chiller

 Ruang Pompa

 Ruang AHU

 Ruang Elektrikal

 Ruang Kontrol Biogas

 Ruang Pembuatan Kompos

B. Servis  Ruang Genset

 Ruang Chiller

 Ruang Pompa

 Ruang AHU

 Ruang Elektrikal

 Ruang Kontrol Biogas

 Ruang Pembuatan Kompos

C. Parkir  Parkir Mobil

 Parkir Shuttle Bus

 Parkir Sepeda Motor

 Parkir Sepeda

D. Restaurant  R.Makan

 dapur

 Pantry

 Gudang

 kasir

E. Coffee Shop  R.utama

 dapur

 Pantry

 Gudang

 kasir F. Souvenir Shop  Etalase

 R.Tunggu Tabel 2.2 Jenis kebutuhan ruang

Universitas Sumatera Utara

(26)

104

 Gudang

 Kasir

G. Toko Buku  Etalase

 R.Tunggu

 Gudang

 Kasir

H. Musholla  Area Sholat

 Area wudhu wanita

 Area wudhu pria

 Kamar mandi pria

 Kamar mandi wanita

I. Kantor Pengelola J. Klinik

K. Outdoor Recreation  Fishing

 Picnic

 Wisata tapak

 Event dan festival

Tabel 2.3 Jenis kebutuhan ruang penelitian dan aktivitas di dalamnya

Universitas Sumatera Utara

(27)

105

KELOMPOK

KEGIATAN

KEBUTUHAN RUANG

PENGGUNA JENIS KEGIATAN

Lab. Biologi  Peneliti

 Mahasiswa

 Meneliti dan mengembangkan teknologi pertanian

 Melakukan kegiatan pembelajaran

Lab. Kimia  Peneliti

 Mahasiswa

 Meneliti dan mengembangkan teknologi pertanian

 Melakukan kegiatan pembelajaran

Lab. Botani  Peneliti

 Mahasiswa

 Meneliti dan mengembangkan teknologi pertanian

 Melakukan kegiatan pembelajaran

Lab. Genetika  Peneliti

 Mahasiswa

 Meneliti dan mengembangkan teknologi pertanian

 Melakukan kegiatan pembelajaran

Lab. computer science

 Peneliti

 Dosen

 Mahasiswa

 Meneliti dan mengembangkan teknologi pertanian

 Melakukan kegiatan pembelajaran Penelitian

Lab. Patologi tumbuhan

 Peneliti

 Dosen

 Mahasiswa

 Meneliti dan mengembangkan teknologi pertanian

 Melakukan kegiatan

Universitas Sumatera Utara

(28)

106

pembelajaran

Lab. Kultur jaringan

 Peneliti

 Dosen

 Mahasiswa

 Meneliti dan mengembangkan teknologi pertanian

 Melakukan kegiatan pembelajaran

Lab. Pollination management

 Peneliti

 Dosen

 Mahasiswa

 Meneliti dan mengembangkan teknologi pertanian

 Melakukan kegiatan pembelajaran

Lab. Nutrisi Tanaman

 Peneliti

 Dosen

 Mahasiswa

 Meneliti dan mengembangkan teknologi pertanian

 Melakukan kegiatan pembelajaran

Lab. Propagasi tanaman

 Peneliti

 Dosen

 Mahasiswa

 Meneliti dan mengembangkan teknologi pertanian

 Melakukan kegiatan pembelajaran

Lab embelajaran  Mahasiswa

 Dosen

 Melakukan kegiatan pembelajaran

Ruang Persiapan

 Peneliti

 Dosen

 Mahasiswa

 Membersihkan diri

 Mengganti pakaian lab

 Menyimpan barang- barang di locker

Meeting Room  Peneliti  Melakukan

pembicaraan dan rapat

Universitas Sumatera Utara

(29)

107

Kantor  Peneliti  Beristirahat

 Tempat untuk menyimpan barang- barang pribadi dan peralatan kantor

Lab Storage Area

 Peneliti  Tempat untuk menyimpan barang- barang kebutuhan lab KELOMPOK

KEGIATAN

KEBUTUHAN RUANG PENGGUNA JENIS KEGIATAN

Perpustakaan  Pengunjung

 Pengelola

 Peneliti

 Mahasiswa

 Dosen

 Mencari informasi dan data tentang pertanian

 Membaca dan berdiskusi

 Belajar dan mengerjakan tugas Agroedutourism

Herbarium:

- R. Koleksi kering - R. curator - Gudang

 Pengunjung

 Pengelola

 Peneliti

 Mahasiswa

 Dosen

 Melihat dan mempelajari jenis tumbuhan yang sudah dikeringkan

 Merawat dan Tabel 2.4 Jenis kebutuhan ruang perpustakaan dan herbariumdan aktivitas di dalamnya

Universitas Sumatera Utara

(30)

108

 

 

- R. sortir

- R. proses koleksi basah

menambah koleksi tumbuhan

KELOMPOK KEGIATAN

KEBUTUHAN RUANG

PENGGUNA JENIS KEGIATAN

Ruang Makan  Pengunjung

 Peneliti

 Mahasiswa

 Dosen

 Makan dan Minum

 Beristirahat

 Bersosialisasi

Dapur  Pengunjung  Mempersiapkan makanan dan minuman yang akan disajikan

 Bekerja dan mengelola dapur dan makanan- minuman

R. Karyawan  Pengelola  Menyimpan barang- barang pribadi

 Beristirahat, makan dan minum

R. Manager  Pengelola  Menyimpan barang- barang pribadi

 Beristirahat, makan dan minum

Restaurant

Gudang  Pengelola  Menyimpan barang- barang kebutuhan Restaurant

KELOMPOK KEGIATAN

KEBUTUHAN RUANG

PENGGUNA JENIS KEGIATAN Tabel 2.5 Jenis kebutuhan ruang restaurant dan aktivitas di dalamnya Tabel 2.6 Jenis kebutuhan ruang penelitian dan aktivitas di dalamnya

Universitas Sumatera Utara

(31)

109

 

               

Shopping Area  Pengunjung

 Pengelola

 Berbelanja

 Menjaga dan

membantu pengunjung

R. Karyawan Pengelola  Menyimpan barang- barang pribadi

 Beristirahat, makan dan minum

Storage Room  Pengelola  Menyimpan barang- barang keperluan supermarket Supermarket

R. Sortir  Pengelola  Menyortir hasil produksi dari vertical greenhouse untuk dijual di supermarket

 Mengemas produk agar siap dijual

KELOMPOK KEGIATAN

KEBUTUHAN RUANG

PENGGUNA JENIS KEGIATAN Tabel 2.7 Jenis kebutuhan vertical green house dan aktivitas di dalamnya

Universitas Sumatera Utara

(32)

110

- Industrial

Farming

- Experimental Farming

- Seed Germination

 Pengunjung

 Pengelola

 Peneliti

 Mahasiswa

 Dosen

 Melihat-lihat dan mempelajari teknologi pertanian

 Mengurus dan merawat tanaman serta memanen tanaman ketika tiba waktu panen

 Menerangkan kepada pengunjung serta mengawasi aktivitas

pengunjung

 Mengawasi pertumbuhan tanaman dan menerapkan teknologi hasil temuan.

R. Kontrol Tanaman

 Pengelola  Mengawasi dan mengatur

temperatur serta kelembapan yang dibutuhkan tanaman per lantai.

 Mengatur peralatan otomatis dalam mengairi dan mengatur pasokan cahaya buatan pada tanaman

Vertical Green House

R. Karyawan  Pengelola  Menyimpan barang pribadi

 Beristirahat, makan

Universitas Sumatera Utara

(33)

111

 

 

2.2.3 STUDI LITERATUR

STUDI BANGUNAN VERTICAL FARM

dan minum.

R.

Penyimpanan

 Pengelola  Menyimpan barang- barang yang berkaitan untuk pertanian

Cooler unit  Pengelola  Memasukkan hasil produk tanaman yang butuh

didinginkan sebelum dijual dan

didistribusikan ke supermarket dan toko-toko lainnya.

KELOMPOK KEGIATAN

KEBUTUHAN RUANG PENGGUNA

Ruang Genset Pengelola

Ruang Chiller Pengelola

Ruang Pompa Pengelola

Ruang AHU Pengelola

Ruang Elektrikal Pengelola Ruang Pengontrol Biogas Pengelola Servis

Ruang Pembuatan Kompos Pengelola Tabel 2.8 Jenis kebutuhan ruang servis

Universitas Sumatera Utara

(34)

112

A. LA TOUR VIVANTE – PERANCIS

Ada banyak jenis dari bangunan berstruktur besar yang kompleks sebagai mesin ekologis yang ada di kota. Menara ini (La Tour Vivante berarti “menara yang hidup” dalam bahasa Prancis). Arsitek dari perusahan SOA, bagaimanapun, telah berahasil mencapai desain kompleks dari gabungan fungsi apartemen, kantor dan area berbelanja serta perpustakaan ke dalam desain menara ini. Berada di site dengan luas 7.000 m2, bangunan ini juga dilengkapi dengan greenhouse vertikal tempat menumbuhkan bebrbagai jenis buah dan sayuran dalam jumlah besar dan dengan program untuk menggunakan air hujan dan mengatasi pengolahan limbah.

Bangunan dengan tinggi 30 lantai ini dikombinasikan dengan struktur beton yang tebal dan berat yang merupakan elemen penting untuk mengkondisikan iklim dan suhu yang ada di dalamnya. Beton tersebut dapat menyerap panas sinar matahari, mengatur kestabilan thermal, dan panas tersebut disebarkan ke seluruh bangunan dengan efek cerobong asap dari greenhouse yang ada.

Gambar 2.14 La Tour VIvante Perspective

Universitas Sumatera Utara

(35)

113

Pada fasad selatan di pasang solar pane dan turbin angin pada bagian atas bangunan, yang mana pemasangannya didasarkan atas besar energi yang diperlukan untuk bangunan. Ada juga sistem pemisahan air dan sistem limbah yang terpisah.

Gambar 2.15 Denah Podium La Tour Vivante

Gambar 2.16 Denah Tower La Tour Vivante

Gambar 2.18 Bangunan Supermarket Gambar 2.17 View dari dalam Podium

Universitas Sumatera Utara

(36)

114

Gambar 2.19 Potongan

Gambar 2.20 Konsep Sustainable dan mesin ekologis

Universitas Sumatera Utara

(37)

115

Gambar 2.21 Konsep strktur memakai sistem rigid

Universitas Sumatera Utara

(38)

116

Tabel 2.9 Program Ruang La Tour Vivante

Universitas Sumatera Utara

(39)

117

B. DRAGONFLY, A NOURISHING VERTICALY CULTIVATED CENTRAL PARK

Program : Sebuah pertanian untuk Urban / Mixed use Luas Area : 350.000 m2

Tinggi : antena = 700 m ; atap 600 m ; lantai teratas = 575 Jumlah Lantai : 132 Lantai

Dalam rangka mengkonseptualisasikan proyek ini dan memberikan pandangan baru tentang debat ekologis dan krisis sosial sekarang ini, Dragonfly direncanakan untuk dibangun disepanjang East River di bagian Selatan Roosevelt Island, New York diantara Pulau Manattan dan Jalan Queen. Dragonfly memiliki bentukan yang ramping yang merupakan menara bionic dengan biotope fauna dan nantinya akan menjadi tempat untuk memproduksi makanan bagi jantung kota Big Apple.

Gambar 2.22 The Dragonfly, New York

Universitas Sumatera Utara

(40)

118

Lantai per lantai dari menara ini bukan hanya memproduksi daging, susu dan telur melainkan juga memiliki lahan pertanian yang memakai tanah humus yang dapat didaur ulang. Menara ini juga nantinya akan menjadi organism baru yang hidup yang dapat bermetabolisme dan dapat mandiri menghasilkan air, energy dan pupuknya sendiri. Tidak ada yang dibiarkan terbuang, semuanya didaur ulang dan memberikan sumber daya dan energi bagi kebutuhan bangunan ini sendiri.

Gambar 2.23 Site Plan The Dragonfly

Gambar 2.24 Denah dan Potongan

Universitas Sumatera Utara

(41)

119

Secara arsitektural, fungsi bangunan terbagi dari dua menara simetris yang dibuat menjadi sepasang klimatik greenhouse yang sangat besar yang menghubungkan mereka dengan dua sayap Kristal. Sayap yang sangat ringan ini terbuat dari kaca dan baja, yang terinspirasi dari sayap seekor capung (dragonfly) yang berasal dari family Odonata Anisoptera, yang mana membrane transparannya terstruktur dengan sangat baik.

Seluruh bentukan bangunan ini, yang merupakan double layer architecture, mengeksploitasi energi solar pasif pada level tertinggi, dengan mengakumulasikan udara hangat pada musim dingin dan menyediakan atmosfir dingin dengan ventilasi alami dan pernafasan alami dari tumbuhan yang ada pada musim panas.

Bangunan ini dilengkapi dengan photovoltaic panel untuk menghasilkan energi mandiri untuk dikonsumsi. Memiliki beberapa buah wind turbin juga untuk menghasilkan energi listrik bagi kebutuhan bangunan ini.

Gambar 2.25 Jenis tanaman pangan yang ada dan perletakannya

Gambar 2.26 Jenis teknologi renewable energy yang digunakan

Universitas Sumatera Utara

(42)

120

C. THE PASONA O2 – JAPAN

Di Jepang terdapat sebuah pertanian dibawah tanah seluas 10.000 meter kuadrat.

Fasilitas tersebut dinamakan Pasona 02 yang yang dibangunan oleh sebuah perusahaan perbankan dibawah bangunan kantor di pusat kota Tokyo, Jepang. Pertanian tersebut dibagi berdasarkan 6 ruangan yang berbeda, dimana masing-masing temperature dan pencahayaannya dikontrol oleh komputer. Pada pertanian tersebut ditanam bermacam- macam tanaman, mulai dari tomat, sawi, stroberi, hingga bunga dan tanaman obat-obatan.

Sekitar 100 jenis produksi tanaman terdapat disini. Terdapat juga ladang padi yang menghasilkan beras. Karena tidak terdapat sinar matahari, tanaman-tanaman yang ada di siangi dengan pencahayaan buatan dari lampu diode, lampu dengan halid metal, dan lampu dengan tekanan uap air bersodium. Temperatur dari ruangan dikontrol dengan computer dan tanaman sayuran

Gambar 2.27 Suasana Interior

Gambar 2.28 The Pasona O2

Universitas Sumatera Utara

(43)

121

yang ditumbuhkan disini bebas pestisida yang mana sistem pemupukannya dilakukan dengan cara menyemprot pupuk ke tanaman.

Hidroponik, yang menjadi sistem tanam dari tanaman yang ada, menggunakan air sebagai media. Tujuan dari pembukaan sistem pertanian ini adalah untuk menciptakan kesempatan kerja dalam bidang agrikultur. Fokus dari fasilitas latihan agrikultur ini adalah para pemuda/I Jepang yang memiliki pekerjaan sampingan yang banyak dengan minat pada bagian pertanian. Sekitar 100 orang petani yang termasuk didalamnya anak muda dan para usahawan umur baya telah melaksanakan kursus di bidang pertanian tersebut.

Gambar 2.29

Denah Skematik dari Pasona O2

Gambar 2.30 Sistem hydroponic dan aeroponic yang dipakai untuk menumbuhkan tanaman

Universitas Sumatera Utara

(44)

122

Fasilitas ini juga dibuka untuk wisata bagi masyarakat umum hingga pukul 6 sore, untuk memungkinkan para usahawan dan pekerja kantor dapat berwisata dan merasakan pengalaman pertanian hi-tech. Sistem ini juga berhasil menjadi objek wisata yang unik, bahkan untuk mendukung aspek kewisataannya, perusahaan ini juga menyediakan café bagi para pengunjungnya agar dapat bersantai setelah aktivitas rutin yang membosankan.

Gambar 2.31 Pencahayaan Buatan pengganti sinar matahari

Gambar 2.32 Ladang padi yang ada di dalam Pasona O2

Gambar 2.33 Suasana Cafe

Universitas Sumatera Utara

(45)

123

STUDI LABORATORIUM DAN RESEARCH CENTER

A. ECO LABORATORY (LABORATORIUM EKOLOGIS) By: WEBER THOMPSON

Berlokasi di pusat kota Seattle, Eco-Laboratory akan menjadi sebuah permukiman dengan pasar, kantor, training center dan sebuah pusat pendidikan berkelanjutan. Proyek ini direncanakan dengan site 7.200 kaki2 yang dikenal dengan P- Patch. Tujuan dari proyek ini adalah membuat sebuah ruang komunitas yang dapat lebih dimanfaatkan dan juga untuk membuat orang-orang yang tinggal didalamnya lebih teruntungkan dari segi finansial karena tidak perlu repot lagi untuk berpergian jauh.

 Site

Proyek ini menggabungkan aspek bangunan-bangunan dan komunitas yang sudah ada kedalam sebuah ruang fungsional dengan keuntungan lebih dari segi tempat tinggal. Sebagai tambahan, sejak taman publik menjadi sangat penting, tim desain membuat landscape outdoor yang juga diperbanyak ke dalam bangunan sebagai vegetasi indoor

 Material

Desainer memilih untuk meminimalisir penggunaan bahan material baru dan menggunakannya sesedikit mungkin. Dinding beton dikomposisikan dengan

Gambar 2.34 Eco Laboratory

Universitas Sumatera Utara

(46)

124

fiber-optic yang membantu sistem ini untuk memasukkan cahaya ke ruang interior.

Sebagai tambahan modul hidup dalam bangunan dikomposisikan untuk tujuan shipping container.

 Energi

Proyek ini menggunakan sistem pasif dan aktif dalam pengurangan konsumsi energi dengan sangat baik. Sistem ventilasi pasif menggunakan Earth Tubes (Pipa yang dipasang ditanah) untuk mendapatkan udara luar sehingga menciptakan efek sistem

Gambar 2.36 Potongan Gambar 2.35 Tampak

Universitas Sumatera Utara

(47)

125

kontrol thermal. Solar (sinar matahari), angin, sumber bahan bakar bio dan bahan bakar hidrogen akan digunakan untuk meningkatkan dan menghasilkan energi.

 Indoor Quality of Life

Eco Laboratory mempromosikan kesehatan ruang dalam dan membawa alam kedalam ruangan. Lagi-lagi Earth Tube berperan penting dalam ventilasi alami, dimana orang yang tinggal didalam mendapatkan kontrol aliran udara alami dan pencahayaan.

Passive solar design menjanjukan efek dari pencahayaan alami. Vegetasi, baik di dalam maupun diluar ruangan mempengaruhi kualitas udara dan kesehatan lingkungan baik di dalam maupun diluar bangunan.

 Water

Gambar 2.37 Konsep renewable energy

Gambar 2.38 Konsep pengkondisian udara

Universitas Sumatera Utara

(48)

126

Konservasi air merupakan aspek yang sangat penting dari proyek ini. Air dikumpulkan dan ditampung lalu kemudian dialirkan kembali melalui sistem filtrasi organic yang menggunakan ekosistem akuatik untuk mengumpulkan air limbah berat dan ringan untuk digunakan kembali dalam sistem vegetasi indoor dan outdoor maupun dalam keperluan permukiman.

B. BELFER BUILDING, KAMPUS WIZMANN, RISET MOLEKUL GENETIKA Gambar 2.39 Konsep pengolahan limbah dan air

Universitas Sumatera Utara

(49)

127

Klien : Institut Keilmuan Wizmann, Israel

Arsitek : Moshe Zur Architects Urbanists & Town Planners Selesai: 2003

Total Luas Lantai : 5.000 m2 Luas Laboratorium : 2.000 m2

Bangunan laboratorium di Rehovot pada kampus Weizmann ini dibangun untuk riset transgenic. Yang paling diutamakan dalam penelitian disini merupakan molekul genetika dan kanker, yang mana telah sangat sukses dikembangkan dan bekerjasama dengan kerabat internasional. Bangunan baru ini dilokasikan pada entrance utama ke kampus dan terhubung dengan bangunan Arnold Meyer menggunakan sky bridge pada lantai dua.

Gambar 2.41 Lokasi bangunan Gambar 2.40 Belfer Building

Universitas Sumatera Utara

(50)

128

Bentuk desain didominasi oleh dua elemen formal: garis lengkung horizontal dan warna putih. Jika dilihat dari arah Barat, jalan pada kampus seakan mengikuti bentuk bangunan yang lengkung. Sebuah lapangan dibuat untuk menyatukan bangunan kampus yang lama dengan bangunan baru ini. Bangunan ini diuntungkan dengan adanya kontur yang landai dan menurun, sehingga area servis bangunan untuk infrastruktur dan parkir ditempatkan pada bagian utara bangunan.

Ide utama desain arsitektural dari bangunan lengkung ini adalah sirkulasi tulang belakang. Seluruh area fungsional didesain terintegrasi dengan sapuan lengkungnya.

Sebagai reaksi dari kebutuhan fungsional dan program ruang, bangunan dibagi menjadi dua sayap yang terhubung pada entrance hall utama pada lantai lima. Hal ini merupakan suatu

Gambar 2.42 Entrance Level Plan

Gambar 2.43 Denah lantai 3

Universitas Sumatera Utara

(51)

129

hubungan komunikasi, baik secara vertikal dan horizontal, antara bangunan lama dan baru dari Meyer Building.

Dari atrium, pengunjung dapat menemukan area utama terbuka yang dilokasikan dekat dengan lobby dan auditorium. Perpustakaan, kantor, kebun palem, ruang administratif terdapat pada lantai pertama.

Gambar 3.44 Denah lantai area laboratorium

Gambar 2.45 Konsep sirkulasi antara bangunan baru dan lama

Gambar 2.46 Modul Laboraotrium

Universitas Sumatera Utara

(52)

130

Material dinding beton ekspos yang menonjol dikedua sisi bangunan menghasilkan area proyeksi interior pada sisi Selatan hall. Dinding yang transparan dengan material kaca juga dikombinasikan dengan material beton ekspos ini.

Gambar 2.47 Potongan bangunan

Gambar 2.48 Tampak bangunan

Gambar 2.49 Interior bangunan

Universitas Sumatera Utara

Gambar

Gambar 2.1 Suasana Herbarium dan koleksi tanaman herbarium
Gambar 2.9 Jenis kegiatan festival yang diselenggarakan di kawasan HRRC
Gambar 2.10 Lokasi site
Gambar 2.13 Lokasi Kwala Bekala terhadap kota Pancur Batu  Sumber: www.kwalabekala.usu.ac.id
+7

Referensi

Dokumen terkait

Etanol yang diproduksi dan dipasarkan maksimum berkadar 95-96%, karena pada rentang kadar 95-96% terjadi peristiwa yang disebut azeotrop, yaitu kondisi pada saat

Romney Marshall B dan Steinbart John Paul, (2006), Sistem Informasi Akuntansi, Buku Satu, Edisi IX, Jakarta : Salemba Empat.. S.R Soemarso, (2002), Akuntansi Suatu Pengantar,

Mereka secara garis besar telah dapat menerima persaman gender dalam hal jabatan dan disisi lain mereka juga mendukung adanya kepemimpinan perempuan yang dapat

Ensefalopati metabolik merupakan suatu kondisi disfungsi otak yang global yang menyebabkan terjadi perubahan kesadaran, perubahan tingkah laku dan kejang yang disebabkan oleh

Meningkatkan jumlah kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dibiayai dengan pendanaan nasinal (diluar Undip) sebanyak 2 kegiatan dalam 2 tahun Peningkatan Kerjasama dan

Hasil ini bisa disebabkan karena penggunaan waktu kerja yang dilakukan perawat satu dengan yang lain tidak sama tergantung pengalaman dan pendidikan, selain itu

Hal ini meliputi terpenuhinya kebutuhan manusia yang semakin  baik yaitu penemuan teknik modern bidang penerbangan, teknik kimia, teknik sipil, teknik listrik,  baik yaitu

Bangsa Indonesia harus bisa memaksimalkan kekayaan yang dimiliki agar mendapatkan manfaat.. Percuma saja jika kita mempunyai kekayaan alam tapi tidak mendapatkan