• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN Profil Perusahaan a) Abuba Steak

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN Profil Perusahaan a) Abuba Steak"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian 1.1.1 Industri Kuliner Di Bandung

Bandung memiliki potensi bisnis kuliner yang sangat beragam. Dari mulai menu masakan nusantara hingga menu kuliner mancanegara ditawarkan para pelaku usaha untuk memanjakan para pecinta kuliner di kota Bandung dan sekitarnya. Melihat banyaknya peluang usaha kreatif yang terdapat di daerah Bandung, tidaklah heran bila Kota Bandung menjadi gudangnya para pebisnis kreatif dan menjadi salah satu daerah di Indonesia yang ikut serta mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di tingkat nasional. Kuliner di kota Bandung dapat diklasifikasikan menjadi beberapa bagian yaitu restoran, café, warung, dan kaki lima.

Sumber : Chairul Fadheli, Rumah Review

1.1.2 Profil Perusahaan a) Abuba Steak

Gambar 1.1 Logo Abuba Steak Sumber: Abuba Steak

ABUBA STEAK restoran merupakan perusahaan pribadi yang di rintih sejak tahun 1992. ABUBA STEAK restoran bermula dari usaha makanan kaki lima dibilangan kemang Jakarta Selatan, tepatnya berada di jalan Kemang Raya 1. Nama ABUBA STEAK di ambil dari nama pemilik restoran yaitu Abu Bakar, yang telah memiliki keahlian dan pengalaman dibidang food and beverage selama lebih dari 25 tahun. Jenis makanan, minuman yang di tawarkan adalah makanan ala Texas Amerika berupa Steak yang telah disesuaikan dengan cita rasa Indonesia. ABUBA STEAK merupakan pelopor

(2)

2 pada masa itu, dimana pemilik usaha berani menjual makanan ala Barat berupa Steak yang terbilang mahal atau hanya dapat dikonsumsi oleh orang- orang kelas atas namun ABUBA STEAK mencoba merubah mitos tersebut dengan menjual makanan ala Barat berupa Steak dengan harga yang terjangkau dan berada di lingkungan kaki lima. Setelah mendapat respon positif dari masyarakat, ABUBA STEAK ingin mengelola usaha makanan kaki lima ini menjadi sebuah usaha makanan yang lebih berkualitas. Tahun 1994 ABUBA STEAK mulai menempati sebuah bangunan rumah yang berada di Jalan Cipete Raya No 6 Jakarta selatan. Pada tanggal 27 juli 1996, restoran ini dianugerahi penghargaan atas partisipasi dalam Konvensi Gugus Kendali Mutu Direktorat Material. Dan pada tahun 2000, tepatnya pada tanggal 25 maret restoran ini juga memperoleh penghargaan U.S. Meat Culinary yang diberikan oleh U.S Meat Export Federation. Pertengahan September 2004, ABUBA STEAK restoran mulai melakukan pengenbangan usaha dengan membuka cabang pertamanya di jalan Raya Gading Batavia Blok LC 11-07 Jakarta Utara. ABUBA STEAK restoran yang baru memiliki konsep restoran yang ramah lingkungan dengan meminimalisir penggunaan air condition (AC), serta penggunaan alat-alat listrik lainnya dan juga memperbanyak tanaman hijau disekitar lingkungan restoran dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan dan mengutamakan kenyamanan dan keamanan setiap konsumennya. Ekspansi ABUBA STEAK restoran di lakukan untuk memperluas segmentasi dan target konsumen dan tentu saja keinginan untuk terus mengembangkan usaha restoran. Untuk memperluas target konsumen, ABUBA Steak juga membuka cabang ke lima di Bandung Jawa Barat tepatnya di Jl. Prabudi Muntur no.12, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung pada bulan Maret 2008. Saat ini restoran ABUBA memiliki 17 cabang di Jakarta, Bandung, dan sekitarnya. Dan diharapkan dalam setiap tahunnya ABUBA STEAK dapat terus mengembangkan dan memperluas usaha restoran tidak hanya di Indonesia saja namun juga dapat membuka peluang usaha sampai ke luar negeri. Sumber: Abuba Steak

(3)

3 b) Waroeng Steak & Shake

Gambar 1.2 Logo Waroeng Steak & Shake Sumber: Waroeng Steak & Shake

• Waroeng Steak and Shake adalah salah satu restoran di kota Bandung yang menyajikan menu khusus makanan steak. Berdirinya restoran ini dikarenakan pemikiran konsumen akan makanan Steak yang hanya bisa dinikmati oleh kalangan menengah ke atas, dari sinilah akhirnya timbul gagasan untuk membuat Steak dengan harga yang terjangkau oleh kantong mahasiswa dan masyarakat menengah kebawah. Akhirnya pada 4 September tahun 2000 berdirilah outlet yang bernama Waroeng Steak and Shake di jalan Cendrawasih Demangan Yogyakarta. Dibukanya Waroeng Steak and Shake merupakan sebuah terobosan baru Steak dengan harga yang murah dan rasa yang tidak kalah enak dan nikmat dengan Steak yang dijual dengan harga mahal. Selain itu Waroeng Steak and Shake selalu mengutamakan ke halalan semua bahan-bahan makanan dan semua jenis minuman. Waroeng Steak and Shake sekarang sudah mempunyai 50 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia. Medan, Pekanbaru, Palembang, Lampung, Bandung, Jakarta, Bogor, Semarang, Solo, Yogyakarta, Bali, Makassar dan Surabaya. Untuk di kota bandung terdapat beberapa cabang, dalam penelitian ini yang bertempat di Jl. Lombok No. 9, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung. Sumber:

Waroeng Steak & Shake

(4)

4 c) Suis Butcher

Gambar 1.3 Logo Suis Butcher Sumber: Suis Butcher

SUIS BUTCHER adalah sebuah usaha yang bergerak di bidang perdagangan makanan daging Steak. Usaha ini didirikan pada tahun 1979 oleh Bapak Ernawan. Pemilik SUIS BUTCHER saat ini adalah Pak Joni B.S Nugroho. Nama SUIS BUTCHER sendiri berasal dari kata SUISA yang berarti sapi unggulan Indonesia. SUIS BUTCHER terletak di Jl. Dr.

Setiabudhi No. 174 Bandung. Kini Restoran Suis Butcher ini telah membuka dua cabang di Bandung yaitu di Jl. Riau No.201, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung.

Sumber: Suis Butcher d) Steak Hotel by Holycow

Gambar 1.4 Logo Steak Hotel By Holycow Sumber: Holycow Steak

Steak Hotel by Holycow adalah sebuah usaha yang bergerak di bidang kuliner dan lebih tepatnya yaitu restoran khusus pengolahan daging Steak.

Usaha ini didirikan pada tanggal 15 Maret 2010 oleh Wyanda Mardio dan sang suami. Tempat pertama adalah di Jl. Radio Dalam Raya No. 15, Jakarta Selatan. Saat ini sudah terdapat 11 cabang di seluruh Indonesia yang disebut oleh perusahaan dengan nama TKP. Dalam 2 Tahun perusahaan ini membuka

(5)

5 3 cabang di daerah Jakarta yaitu TKP Kemang (Jl. Kemang Raya No.95E, Jakarta Selatan), TKP Sabang (Jl. KH. Agus Salim No. 16, Jakarta Pusat), TKP Benhil ( Jl. Bendungan Hilir Raya No.34, Jakarta Pusat). Pemilik SUIS BUTCHER saat ini adalah Pak Joni B.S Nugroho. Holycow mulai membuka cabang di Kota Bandung pada Tahun 2014 yaitu di TKP Bandung (Jl. Riau No. 79A, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung) dan TKP Bandung 2 (Jl. Cipaganti No. 150 – 152, Bandung). Cabang lainnya berada di Kota Semarang, Surabaya, dan Tangerang. Sumber: Holycow Steak

e) Karnivor

Gambar 1.5 Logo Karnivor Sumber: Karnivor

Karnivor adalah restoran yang menyajikan makanan dengan olahan daging khususnya Steak, restoran ini berdiri pada tahun 2011 dengan pemilik restoran adalah bapak Irwan. Pada awalnya karnivor berdiri karena melihat peluang bisnis kuliner yang besar di Kota Bandung, khususnya Jl.Riau.

Konsep dari restoran karnivor dibuat sangat unik yaitu dengan desain ruangan menyerupai zaman purba. Lokasi karnivor hanya ada satu yaitu di Jl. Riau No. 127, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung dan tidak membuka cabang dimanapun.

Sumber: Karnivor

1.2 Latar Belakang Penelitian

Kota Bandung adalah ibu kota provinsi Jawa Barat. Kota ini pada zaman dahulu dikenal dengan sebutan Paris Van Java (bahasa Belanda) atau “Paris Van Jawa”.

Kota Bandung secara geografis terletak di dataran tinggi dengan ketinggian

±768mdpl (Meter Di Atas Permukaan Laut), dengan di daerah utara ±1050 mdpl (Meter Di Atas Permukaan Laut) pada umumnya lebih tinggi daripada dibagian selatan ±675 mdpl (Meter Di Atas Permukaan Laut) dengan koordinat 107° BT dan

(6)

6 6° 55’ LS, luas Kota Bandung adalah 16.767 hektar. Kota ini secara geografis terletak ditengah-tengah provinsi Jawa Barat, dengan demikian, sebagai ibu Kota provinsi, letak Kota Bandung sangat strategis bagi wilayah-wilayah sekitarnya.

Dengan letak geografis seperti itu Bandung dikenal sebagai kota yang sejuk serta panorama pemandangan kota yang indah, hal ini yang menjadikan kota Bandung sebagai tujuan wisata. Kota Bandung terkenal sebagai kota wisata, dimana ada banyak sekali objek atau tujuan wisata yang dapat di kunjungi di kota ini, wisata di kota Bandung dibagi menjadi tiga yaitu wisata kuliner, wisata bermain anak-anak dan keluarga, dan wisata berbelanja. Bandung juga menjadi pusat kuliner paling utama saat ini, dengan pilihan kuliner yang bervariasi menjadikan Bandung tempat tujuan utama liburan untuk keluarga. Sumber: Sebandung.com

Kota Bandung merupakan kota yang memiliki tingkat kunjungan wistawan relatif tinggi di indonesia. Kota Bandung menjadikan kota impian wisatawan karena dikenal dengan wisata kuliner serta pusat perbelanjaan yang tentunya makin hari makin terus berbenah diri. (Sumber: lintasjabar.com). Kota Bandung pernah mendapatkan penghargaan “Tourism Award 2013, yaitu The Best Achivement”.

(Sumber: panorama-magz.com.). Penghargaan tersebut menjadi bukti dari eksistensi pariwisata kota Bandung sebagai destinasi wisata.

Bandung bersama empat kota/daerah lainnya yakni Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Bali, ditetapkan sebagai destinasi wisata kuliner Indonesia oleh Kementerian Pariwisata. Kedepan, kota-kota itu diharapkan bisa masuk dalam situs warisan dunia UNESCO sehingga makin memberi dampak positif bagi negara.

Sumber: Pikiranrakyat.com

Menurut data yang diambil dari Dinas Pariwisata Kota Bandung jumlah wisatawan yang datang cenderung meningkat dalam lima tahun ini.

(7)

7 Tabel 1.1

Pertumbuhan Kunjungan Wisatawan Kota Bandung dari tahun 2010-2014

2010 2011 2012 2013 2014

73.433.323 orang

76.062.964 orang

80.501.064 orang

83.838.979 orang

86.202.888 orang Sumber: Dinas pariwisata dan kebudayaan kota Bandung

Berdasarkan tabel 1.1 tentang pertumbuhan kunjungan wisatawan kota Bandung dari tahun 2010-2014 dapat dilihat dan terjadi peningkatan lima tahun kebelakang, jumlah wisatawan yang berkunjung ke kota Bandung meningkat dari tahun ke tahunnya. Pada tahun 2011 terjadi peningkatan sejumlah 3,58%. Pada tahun 2012 terjadi peningkatan sekitar 5,83%. Pada tahun selanjutnya wisatawan meningkat 4,14%. Pada tahun 2014 terjadi peningkatan sebesar 2,81%.

Gambar 1.6 ( Peta Objek Penelitian)

Sumber : Tripadvisor

Berdasarkan gambar 1.6 menurut website tripadvisor memberikan informasi wisata kuliner yang ditunjukan dengan beberapa restoran terbaik di Bandung,

(8)

8 mayoritas restoran tersebut menyediakan menu steak, akan tetapi dari beberapa restoran terbaik tersebut terdapat lima restoran yang mengkhususkan menjual menu steak dan berada dalam satu wilayah kecamatan yang sama yaitu Bandung Wetan.

Kelima restoran terebut adalah Abuba Steak, Steak by Holycow, Karnivor, Suis Butcher, dan Waroeng Steak & Shake, itu alasan yang membuat penulis tertarik melaksanakan penelitian ini dengan judul “Analisis Peta Positioning restoran Steak berdasarkan persepsi konsumen di Kota Bandung” (Studi kasus : Abuba Steak, Steak by Holycow, Karnivor , Suis Butcher, dan Waroeng Steak & Shake).

1.3 Rumusan Masalah

Berdasakan latar belakang yang telah dipaparkan, dengan ditetapkannya kota Bandung sebagai kota destinasi wisata kuliner di indonesia serta banyaknya kunjungan wisatawan dan adanya inforamasi mengenai restoran terbaik di kota Bandung. Melihat banyaknya restoran yang ada di kota Bandung tentunya ada persaingan antara restoran tersebut, seperti yang diungkapkan (Kottler & Keller, 2007 : 32 ) Persaingan sendiri yaitu mencakup semua tawaran dari pesaing serta barang pengganti yang aktual dan potensial yang mungkin dipertimbangkan oleh pembeli. Dengan adanya persaingan tentu perusahaan memiliki strategi pemasaran dalam memposisikan diri dipikiran konsumen atau yang dapat disebut positioning.

Positioning adalah cara perusahaan untuk memposisikan diri dipikiran pembeli sasaran atau konsumen sebagai sesuatu yang memberikan beberapa manfaat yang sangat penting Proporsi nilai yang tak berwujud (intangible) dibuat menjadi sesuatu yang bersifat fisik berupa gabungan produk, jasa, informasi, dan pengalaman (Kotler dan Keller, 2007 : 31). Dengan adanya persaingan antar perusahaan tersebut, maka penulis ingin mengetahui persepsi konsumen dalam memilih restoran yang akan digambarkan dalam pemetaan positioning berdasarkan tingkat kesamaan dengan tujuan untuk melihat persaingan antar perusahaan dan atribut penelitian sebagai bahan evaluasi bagi perusahaan restoran untuk menentukan strategi yang tepat untuk menyasar target pasar yang lebih spesifik.

(9)

9 1.4 Pertanyaan Penelitian

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka dapat dilihat permasalahan-permasalahan yang akan diteliti yaitu :

Bagaimana gambaran peta positioning restoran menurut persepsi konsumen di kota Bandung menurut tingkat kesamaan?

Bagaimana gambaran peta positioning restoran menurut persepsi konsumen di kota Bandung menurut atribut?

1.5 Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah :

Untuk mengetahui dan memberi gambaran peta persepsi restoran Steak berdasarkan persepsi konsumen dilihat dari tingat kesamaan dan atribut penelitian.

1.6 Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah : 1.6.1 Aspek Teoritis:

Penulisan penelitian ini diharapkan dapat dijadikan masukan dan bahan perbandingan yang lebih baik untuk mengkaji ilmu manajemen pemasaran, terutama yang berkaitan dengan persepsi konsumen terhadap sebuah produk atau jasa.

Penelitian ini juga diharapkan mampu melengkapi penelitian-penelitian sebelumnya mengenai peta positioning berdasarkan persepsi konsumen.

a) Mengaplikasikan ilmu dan teori dalam bidang pemasaran yang telah diperoleh pada masa perkuliahan.

b) Sebagai bahan referensi bagi peneliti berikutnya yang berminat mempelajari mengenai masalah yang relevan ini.

1.6.2 Aspek Praktis:

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif bagi perusahaan, yaitu sebagai masukan dan pertimbangan dalam mengembangkan dan menyempurnakan kebijakan perusahaan terkait hasil analisis peta positioning restoran Steak berdasarkan persepsi konsumen pada Abuba Steak, Holycow,

(10)

10 Karnivor, Suis Butcher, Waroeng Steak & Shake untuk mempertahankan dan meningkatkan jumlah konsumen.

a) Sebagai bahan masukan kepada pihak produsen restoran dalam menentukan apa yang menjadi persepsi konsumen di kota Bandung pada saat ini.

b) Memberi informasi dalam menentukan strategi positioning restoran.

1.7 Ruang Lingkup Penelitian 1.7.1 Lokasi dan Objek Penelitian

Penelitian ini mengenai analisis peta positioning restoran Steak berdasarkan persepsi konsumen di Kota Bandung studi kasus pada Abuba Steak, Holycow, Karnivor, Suis Butcher, Waroeng Steak & Shake.

1.7.2 Waktu dan Periode Penelitian

Waktu dan periode penelitian ini adalah bulan September 2015 – Maret 2016.

1.8 Sistematika Penulisan Tugas Akhir

Untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai penelitian yang dilakukan makan disusunlah sistematika penulisan yang berisi informasi mengenai materi dan hal-hal yang dibahas dalam tiap-tiap bab. Secara sistematika peneulisan penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut:

a. BAB I. PENDAHULUAN

Berisi Gambaran Umum Objek Penelitian, Latar Belakang, Perumusan Masalah, Pertanyaan Penelitian, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian, Ruang Lingkup Penelitian dan Sistematika Penulisan Tugas Akhir.

b. BAB II. TINJAUAN PUSTAKA DAN LINGKUP PENELITIAN

Berisi Tinjauan Pustaka Penelitian, Penelitian Terdahulu, Kerangka Pemikiran.

c. BAB III. METODE PENELITIAN

Berisi Jenis Penelitian, Tempat dan Waktu Penelitian, Tahapan Penelitian, Variabel Operasional dan Skala Pengukuran, Teknik Pengumpulan Data,

(11)

11 Teknik Pengambilan Sampel, Uji Validitas dan Uji Reabilitas, dan Teknis Analisis Data.

d. BAB IV. HASIL PENELITIAN

Berisi Karakteristik Responden, Hasil Penelitian, dan Pembahasan Hasil Penelitian.

e. BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN Berisi Kesimpulan dan Saran

Referensi

Dokumen terkait

Mengingat pada penelitian sebelumnya belum menggunakan bahan dan alat yang ramah lingkungan, oleh karena itu peneliti berencana membuat KIT berbasis green chemistry yang dapat

Hasil analisis penggunaan piranti kohesi alat-alat bahasa, baik secara gramatikal maupun leksikal dalam naskah lakon Sandosa Sokrasana : Sang Manusia dapat digunakan sebagai

Pada jaman sekarang ini, konsep bangunan ramah lingkungan atau green building didorong menjadi tren dunia, terutama bagi pengembangan properti saat ini. Bangunan ramah

MobileBRIS merupakan fasilitas layanan berbasis ponsel yang dapat memudahkan nasabah untuk melakukan pembayaran seluruh tagihan rutin bulanan (listrik, telepon, pendidikan,

PT Fastfood Indonesia Tbk adalah salah satu perusahaan restoran cepat saji yang ada di Indonesia yang mendirikan Kentucky Fried Chicken (KFC) yang tersebar di

Energi panasbumi merupakan energi yang dapat diperbaharui dan ramah lingkungan, dan pemanfaatannya sebagai pembangkit listrik yaitu sebagai penggerak turbin dengan menggunakan

Penggunaan dan pelaksanaan alat itu hendaknya betul-betul timbul atau terbit dari pribadi yang menggunakan alat itu (pendidik). Adapun alat pendidikan itu seperti

Unit Layanan PLTA Koto Panjang dapat membangkitkan tenaga listrik sebesar 114 MW atau 548GWh pertahun yang terdiri dari 3 unit 3x38 MW, dengan membuat bendungan beton setinggi 58 m pada