• Tidak ada hasil yang ditemukan

9 m /orang kepala + 4. m2 /orang staff. 9 m2 /orang kepala + 4

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "9 m /orang kepala + 4. m2 /orang staff. 9 m2 /orang kepala + 4"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

Lampiran 1 : Tabel Program dan Luasan Ruang

FASILITAS PENGELOLA

Total

No Nama Ruang Standart Unit Sumber

m

2

1 R. Tunggu / lobby 2m

2

/orang 100 org NAD 200 2 R. Resepsionis + Sekuriti 7,5 – 9,5 m

2

/orang 4 org NMH 30

3 R. Arsip 4 m

2

/orang 4 org NAD 16

4 Pantry 1 8 m

2

/orang 2 org NAD 16

Pantry 2 8 m

2

/orang 2 org. NAD 16

5 R. VIP 1,2 m

2

/orang 30 org CCEF 36

6 R. Rapat 1,5 - 2 m

2

/orang 40 org NMH 80 7 R. Direktur Utama 36 m

2

/orang 1 org BPDS 36 8 R. Wakil Direktur Utama 12,6 m

2

/orang 1 org BPDS 12,6

9 R. Sekretaris 9 m

2

/orang 1 org BPDS 9

10

R. Kepala Bagian ( Kabag ) :

- Kabag Restoran

9 m

2

/orang kepala + 4 m

2

/orang staff

1 kepala

+ 2 staff BPDS 17 - Kabag Operasional &

Staff

9 m

2

/orang kepala + 4 m

2

/orang staff

1 kepala

+ 2 staff BPDS 17 - Kabag Pemasaran

9 m

2

/orang kepala + 4 m

2

/orang staff

1 kepala

+ 2 staff BPDS 17 - Kabag Administrasi &

Keuangan

9 m

2

/orang kepala + 4 m

2

/orang staff

1 kepala

+ 2 staff BPDS 17 - Kabag Humas &

Personalia

9 m

2

/orang kepala + 4 m

2

/orang staff

1 kepala

+ 2 staff BPDS 17 - Kabag Fasilitas Umum

9 m

2

/orang kepala + 4 m

2

/orang staff

1 kepala

+ 2 staff BPDS 17 - Kabag Fasilitas

Pengolahan

9 m

2

/orang kepala + 4 m

2

/orang staff

1 kepala

+ 2 staff BPDS 17 - Kabag Pembudidayaan

9 m

2

/orang kepala + 4 m

2

/orang staff

1 kepala

+ 2 staff BPDS 17 - Kabag Penelitian

9 m

2

/orang kepala + 4 m

2

/orang staff

1 kepala

+ 2 staff BPDS 17 - Kabag Keamanan

9 m

2

/orang kepala + 4 m

2

/orang staff

1 kepala

+ 2 staff BPDS 17 - Kabag Pemeliharaan

9 m

2

/orang kepala + 4 m

2

/orang staff

1 kepala

+2 staff BPDS 17

11 Toilet Staff

- Pria

Asumsi 60 % dari 57 org = 34

5,6 m

2

/ 2 orang 2 unit

NAD &

SR 11,2

(2)

org dimana 34 / 7 = ± 4 org.

- Wanita

Asumsi 40 % dari 57 org = 23

org dimana 23 / 7 = ± 3 org

5,6 m

2

/2 orang 2 unit

NAD &

SR 11,2 12 Toilet Tamu

- Pria

Asumsi 60 % dari 30 org = 18

org dimana 18 / 7 = ± 3 org

5,6 m

2

/2 orang 2 unit

NAD &

SR 11,2 - Wanita

Asumsi 40 % dari 30 org = 12

org dimana 12 / 7 = ± 2 org

5,6 m

2

/2 orang 1 unit

NAD &

SR 11,2

Sub

Total 683,4 Luas

Total + 30%

Sirkulasi 888,4

FASILITAS PEMBUDIDAYAAN

Total

No Nama Ruang Standart Unit Sumber

m

2

1 Rumah Walet

- Rooving Room ( RR )

Area walet berputar - putar

46 mª / rmh 3 SR 138 - Nesting Room ( NR )

Area walet beristirahat,

membangun sarang, dan berbiak

23 mª / NR 36 buah SR 828 - Koridor

Sirkulasi antara RR dengan NR

24 mª / 2 lt 3 SR 72 2 Kolam luar walet

Sub Total 1038

FASILITAS PENGOLAHAN PRODUK

Total

No Nama Ruang Standart Unit Sumber

m

2

1 R. Pengawas 4 mª / orang 2 orang NAD 8

2 R. Steril Karyawan

- Changing Room 1,2 mª / orang 50 orang NAD 60 - Ruangan Pria

Lampiran 1 : Tabel Program dan Luasan Ruang (sambungan)

(3)

Asumsi 30 % dari 100 org = 30 org.

· R. Cuci Kaki

( 1 bh pancuran kaki utk 10

org )

0,92 mª / buah 4 buah NAD 3,7

· R. Cuci Tangan

( 1 bh wastafel untuk 10 org )

0,42 mª / buah 5 buah NAD 2,1

· Toilet

( 1 bh kloset untuk 10 org ) ( 1 bh wastafel untuk 30 org ) ( 1 buah urinoar utk 10 org )

1 mª / bh kloset 0,42 mª / bh wastafel

0,8 mª / bh urinoar

3 bh kloset 2 wastafel

3 urinoar NAD 7 - Ruangan Wanita

Asumsi 70 % dari 100 org = 70 org.

· R. Cuci Kaki

( 1 bh pancuran kaki utk 10

org )

0,92 mª / buah 8 buah NAD 7,6

· R. Cuci Tangan

( 1 bh wastafel untuk 10 org )

0,42 mª / buah 10 buah NAD 4,2

· Toilet

( 1 bh kloset untuk 10 org ) ( 1 bh wastafel untuk 30 org )

1 mª / bh kloset 0,42 mª / bh wastafel

7 bh kloset

4 wastafel NAD 8,6 3 Laboratorium

- R. Penelitian 5 m

2

/ orang 7 orang SB 35 - R. Penetasan 1 m

2

/ rak telur 30 rak SB 30 4 R. Pengolahan

- R. Penerimaan

Ruang dimana sarang diterima mentahan setelah dipanen, kemudian direndam dlm air mineral serta larutan H2O2 bila ada jamur .

1 bak sarang uk. 100 X 50 cm (5000 cmª)

berisi 33 sarang, dimana 1 hari produksi ± 538 bh sehingga 538 / 33 =

16 bak + 1 mª / org duduk

10 orang + 16 bak

SB +

NAD 34 - R. Pembersihan Bulu

Ruang dimana bulu dan kotoran yg menempel di sarang

dibersihakan oleh orang yg ahli dimana 1 ahli mampu

membersihkan 8 sarang / hari.

4 m

2

/ orang

70 orang

( 1 hari = 538 sarang shg. 538

/ 8 bh = ± 70 org ahli )

SB +

NAD 280 - R. Perendaman Ulang

Ruang dimana sarang yg telah bersih direndam ulang kembali

0,5 mª / bak + 1 mª / org duduk

10 orang + 16 bak

SB +

NAD 34 - R. Pengeringan

Ruang dimana sarang yg telah direndam dikeringkan dlm oven khusus uk. 100 X 50 cm

0,5 m

2

/ oven + 1,5 mª / org

berdiri dan jongkok

20 buah + 10 orang

SB +

NAD 30

5 R. Pengemasan 2 m

2

/ orang 20 NAD 40

Lampiran 1 : Tabel Program dan Luasan Ruang (sambungan)

(4)

6 Gudang penyimpanan

1 sarang 50 cmª X

140 bh = 0,7 mª / kg

100 kg / bln Asumsi 70

Sub Total 654,2

Luas Total + 30%

Sirkulasi 850,5

FASILITAS WISATA

Total

No Nama Ruang Standart Unit Sumber

m

2

1 Lobby 2 m

2

/ orang 75 orang NAD 150

2 Sitting Lobby 2 m2 / orang 20 orang HD 40

3 Toko 2 m

2

/rak 36 orang NAD 72

4 R. Resepsionis 7,5 – 9,5 m

2

/ orang 2 orang NMH 15

5 Sekuriti 7,2 m

2

/ orang 2 orang NMH 15

6 Exhibition area 9 m

2

/orang 15 orang CCEF 135

7 Telepon Umum 0,56 mª/orang 3 orang HD 2,24 8 Restoran

- R. Makan 1,4 - 2 m

2

/orang 125 orang NAD 250

- Dapur 20 % R. Makan - NAD 56

- Counter - - HD 9

- Gudang Kering 15 % R. Dapur - HD 8,4

- Gudang Basah 15 % R. Dapur - HD 8,4

9 Toilet - Pria

Asumsi 60 % dari 200 org = 120

org dimana 120 / 7 = ±17 org

5,6 m

2

/ 2 orang 9 unit NAD 50,4 - Wanita

Asumsi 40 % dari 200 org = 80

org dimana 80 / 7 = ± 11 org

5,6 m

2

/2 orang 6 unit NAD 33,6

Sub Total 845

Luas Total + 30%

Sirkulasi 1098,5

Lampiran 1 : Tabel Program dan Luasan Ruang (sambungan)

(5)

FASILITAS RUANG SERBAGUNA

Total

No Nama Ruang Standart Unit Sumber

m

2

1 Multipurpose Hall 1,1 mª / orang 300 orang NAD 330

2 R. Ganti 1,7 m

2

/ orang 10 org TSS 17

3 Pantry 2 m

2

/ orang 4 org NAD 8

4 Gudang 5 % R. Serbaguna - CCEF 19,08

5 R. Rias SR 18

6 Panggung NAD 72

7 Toilet

- Pria 5,6 m

2

/2 orang 3 unit NAD 16,8

- Wanita 5,6 m

2

/2 orang 3 unit NAD 16,8

Sub Total 497,68 Luas Total +

30%

Sirkulasi 646,98

FASILITAS SERVIS

Total

No Nama Ruang Standart Unit Sumber

m

2

1 R. Istirahat Karyawan 2 m

2

/orang 100 orang BPDS 200 2 R. Ganti Karyawan 0,8 m

2

/orang 50 org NAD 40 3 Kantin Karyawan 1,4 -2 mª /orang 160 orang NAD 320

4 Dapur 20 % R. Kantin - HD 64

5 Gudang 0,20 mª /orang 150 orang NAD 30

6 Loading Dock 20,64 mª / mobil 2 mobil NAD 41,28

7 Toilet - Pria

Asumsi 30 % dari 100 org = 30

org sehingga 30 / 7 = ± 4 org

5,6 mª / 2 orang 2 unit NAD 11,2 - Wanita

Asumsi 70 % dari 100 org = 70

org sehingga 70 / 7 = ± 10 org

5,6 mª / 2 orang 5 unit NAD 28

8 Mushola 0,9 mª /orang 50 orang HD 45

9 R. Wudhu 40 % Mushola - HD 18

10 R. PLN - - Asumsi 32

Lampiran 1 : Tabel Program dan Luasan Ruang (sambungan)

(6)

11

R. Panel - - Asumsi 18

12 R. Trafo - - Asumsi 25

13 R. Genset - - Asumsi 56

14 R. AHU

3 % Ruang yang

dilayani - MEE 96

15 Tandon atas + bawah - - Asumsi > 200

16 R. Keamanan + Kontrol 2 mª /orang 13 orang NAD 26

17 R. Pompa Asumsi 30

18 Pos Jaga 4 m2 / buah 3 buah Asumsi 12

Sub Total 1292,5

Luas Total + 30%

Sirkulasi 1680,2 Luas Total Bangunan : 6202,58 m

2

FASILITAS LUAR BANGUNAN

No Nama Ruang Standar

1 Areal Parkir

Parkir Mobil

Berdasarkan Perda No 7 / 1992, Standar untuk bangunan proyek adalah 60 m2 / mobil. Dengan perhitungan sebagai

berikut:

6202 : 60 = ±100 mobil

Bila Ruang Serbaguna pemakaiannya tepat pada waktu jam kerja, kapasitasnya perlu ditambah sebesar 45%, yaitu

total menjadi 145 mobil Luas 1 mobil = ±12 m2 ( 2,4 x 5 )

145 x 12 = 1740 m2 + sirkulasi 100% menjadi 3480 m2

Parkir Motor

Kapasitas parkir motor 30% dari parkir mobil = ±42 motor Luas 1 motor = ±2 m2

42 x 2 = 84 m2 + sirkulasi 100% menjadi 168 m2

Parkir Bus Pariwisata

Disediakan 2 tempat parkir bus pariwisata.

Luas 1 bus pariwisata = ±30 m2 2 x 30= 60 m2 + sirkulasi 100% menjadi

120 m2

Sub Total 3684 m2

Luas Total Bangunan + Luas Fasilitas Luar Bangunan : 9461,02 m

2

(7)

Lampiran 2 : Bubble Diagram Ruang

(8)

Lampiran 3 : Artikel Sarang Burung Walet

(9)

Lampiran 3 : Artikel Sarang Burung Walet (sambungan)

(10)

Lampiran 3 : Artikel Sarang Burung Walet (sambungan)

(11)

Lampiran 3 : Artikel Sarang Burung Walet (sambungan)

(12)

Lampiran 4 : Ringkasan Info Piranti Kelembaban & Suhu

PENTINGNYA ALAT KONTROL KELEMBABAN DAN SUHU

BAGI MEREKA YANG INGIN MEMANCING SERITI/WALET

Budidaya seriti/walet adalah sesuatu yang menggiurkan bagi banyak orang kerena nilai jual sarang yang tinggi (terutama walet).

Sehingga banyak orang yang berusaha untuk memancing seriti/walet.

Banyak usaha yang dilakukan orang untuk mengerti tentang kehidupan seriti/walet, baik melalui literatur-literatur, pelatihan- pelatihan maupun penelitian. Namun tidak sedikit pula modal yang harus dikeluarkan untuk memancing seriti/walet, misalnya: untuk pembangunan gedung seriti/walet (sarana maupun prasarana) saja sudah memakan banyak biaya, belum lagi masalah waktu. Dan seringkali faktor keberuntungan turut berpengaruh.

Banyak teori yang mengajarkan bagaimana caranya memancing seriti/walet agar mau menetap dan berkembang. Namun seringkali teori itu melupakan pentingnya kelembaban dan suhu yang tertentu dan konstan bagi seriti/walet. Teori itu seringkali hanya membahas bagaimana membuat gedung, bak tampung, pengembun, dan lainnya.

Memang semua itu mempengaruhi kelembaban dan suhu sehingga kalau beruntung, dalam arti saat itu faktor-faktor tersebut menyebabkan kelembaban dan suhu sesuai dengan yang disukai seriti/walet dan mampu ditoleransi seriti/walet maka seriti/walet mau menetap.

Tetapi kalau cuaca luar bangunan sangat berpengaruh maka kadangkala seriti/walet akan pergi lagi. Kalau kelembaban dan suhu dalam ruangan hanya sedikit dipengaruhi cuaca luar bangunan maka seriti/walet akan berkembang. Namun meskipun begitu perkembangan seriti/walet tak akan mampu maksimal karena kelembaban dan suhu tidaklah konstan. Mungkin sudah ada pakar seriti/walet yang menyadari hal ini namun mereka kadang terbentur pada alat yang ada (saat ini hanya ada alat ukur kelembaban dan suhu yaitu themohygrometer). Thermohygrometer hanya mampu mengukur saja sedang pelaksanaannya masih tergantung manusia. Padahal pengontrolan kelembaban dan suhu dalam ruangan tak mungkin dilakukan manusia karena mana mungkin mengukur setiap detik dan mengontrol pengembun dalam ruangan untuk meningkatkan kelembaban dan suhu, apalagi seriti/walet butuh ketenangan. Jalan yang ditempuh untuk mengatur kelembaban dan suhu mungkin dengan jalan kira-kira berdasarkan pengalaman (cenderung hanya dapat dilakukan oleh mereka yang benar-benar memahami kehidupan seriti/walet) tetapi itupun masih tidak pasti).

Karena itu Alat kontrol kelembaban dan suhu ini sangatlah penting dimiliki oleh mereka yang ingin memancing seriti/walet. Alat ini akan mampu mengukur kelembaban dan suhu setiap detik dan kemudian mengontrol pengembun dalam ruangan untuk kapan harus dinyalakan dan kapan harus dimatikan. Sehingga kelembaban dan suhu ruangan akan konstan seperti yang diinginkan. Karena pada dasarnya pengembun dalam ruangan diperlukan untuk melengkapi fungsi dari faktor-faktor penentu suhu dan kelembaban (luas bangunan, bak tampung air, dan lainnya). Penggunaan pengembun dalam

(13)

Lampiran 4 : Ringkasan Info Piranti Kelembaban & Suhu (sambungan)

ruangan dengan titik-titik pengembun (spreyer) yang semakin banyak akan mempercepat usaha untuk meningkatkan kelembaban dan suhu. Bila kelembaban dan suhu ruangan sudah mencapai seperti yang diharapkan maka secara otomatis Alat kontrol kelembaban dan suhu ini akan mematikan pengembun dalam ruangan. Sangat disarankan juga penggunaan tanah merah pada lantai ruangan sehingga perubahan kelembaban dan suhu tidak begitu cepat. Meski Alat kontrol kelembaban dan suhu ini mampu menanggapi perubahan kelembaban dan suhu yang sangat cepat (dalam orde nano detik) namun untuk meningkatkan kelembaban dan suhu ruangan dengan pengembun dalam membutuhkan waktu. Pemasangan sensor kelembaban dan suhu disarankan pada bagian atas bangunan (pada sirip kayu tempat seriti/walet diharapkan akan bersarang) karena kelembaban pada bagian bawah berbeda dengan bagian tengah maupun atas meskipun dalam satu ruangan. Alat ini juga dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas otomatis lainnya yang sangat berguna bagi rumah seriti/walet (dapat dibaca pada ALAT KONTROL KELEMBABAN DAN SUHU).

CATATAN:

Pemasangan alat kontrol kelembaban dan suhu ini pada dasarnya adalah untuk melengkapi faktor-faktor penentu kelembaban dan suhu (besarnya bangunan, bak tampung air, ventilasi udara, pemberian tanah merah) pada suatu ruangan yang akan membuat kelembaban dan suhu ruangan konstan sesuai dengan yang diinginkan (sesuai dengan habitat seriti/walet). Sehingga untuk memancing seriti/walet agar mau menetap hanya tergantung bagaimana caranya agar seriti/walet mau mampir/menengok masuk bangunan (misalnya dengan pemberian makanan yang dibusukkan, suara populasi seriti/walet dan lainnya) maka seriti/walet akan menetap dan berkembang pesat (maksimal).

Ruangan yang berkelembaban dan suhu yang sesuai dengan habitat seriti/walet dan konstan IBARAT ruangan yang ber'AC' (Air Conditioner) bagi manusia … mana mungkin seriti/walet tidak tertarik …

MENU UTAMA | Walet dan rahasianya | Pentingnya kelembababan dan suhu bagi seriti/walet | Pentingnya kelembaban & suhu bagi peningkatan produktifitas dan populasi walet

Contact Information: [email protected]

(14)

Lampiran 4 : Ringkasan Info Piranti Kelembaban & Suhu (sambungan)

FOTO ALAT KELEMBABAN DAN SUHU

Sensor Kelembaban dan Suhu

Tombol Power

Tampilan LCD

Sekilas tentang alat kontrol kelembaban dan suhu

Alat kontrol kelembaban dan suhu ini menggunakan chip mikrokontroler keluarga MCS51 sebagai otak seluruh sistem kontrol. Alat ini menggunakan tampilan LCD (Liquid Crystal Display) sebagai tampilan untuk mempermudah pemakai memasukkan data dan melihat hasil pengukuran. Alat ini mampu menyimpan data meskipun listrik mati dan akan secara otomatis berfungsi kembali saat listik menyala.

Alat kontrol kelembaban dan suhu ini bukan untuk menggantikan fungsi-fungsi dari apa yang telah dibuat seperti bak tampung air, ventilasi udara dan lainnya.

Tapi adalah untuk melengkapinya. Cara kerjanya adalah mengukur kelembaban dan suhu ruangan kemudian mencocokkan dengan data kelembaban dan suhu yang diinginkan dan mengontrol pengembun di dalam ruangan sehingga kelembaban dan suhu di dalam ruangan sesuai dengan yang dikehendaki dan konstan. Alat ini bekerja setiap waktu dalam mengukur dan mengontrol pengembun dalam ruangan (bisa juga diset bekerja siang hari saja atau sepanjang hari).

Gambar

FOTO ALAT KELEMBABAN DAN SUHU

Referensi

Dokumen terkait

Bagi Auditor, penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi kantor akuntan publik khususnya auditor untuk mengetahui seberapa besar pengaruh independensi,

limbah menunjukkan keadaan yang cenderung merata yaitu berkisar 0,54 mg/l sampai dengan 0,55 mg/l dan masih berada di bawah persyaratan baku mutu untuk air limbah domestik (1

Dari simulasi tersebut diketahui bahwa respon kontroler pada SIPMC dengan menggunakan DSMC (Discrete Sliding Mode Control) memiliki settling time yang lebih baik daripada

Bahan yang digunakan pada pengujian ini adalah kayu jati jenis doreng, karena kayu tersebut umum digunakan dalam berbagai aplikasi furnitur. Kayu yang digunakan

Hasil penelitian menggambarkan bahwa menegemis sebagai suatu pekerjaan yang ditinjau dari aspek sosiologi hukum adalah adanya sebuah kompleks penyakit kusta yang berada di

All the usual rules for differentiating sums, differences, products, quotients and functions of a function apply.. STROUD Worked examples and exercises are in the text

Multimedia yang digunakan dalam proses pembelajaran sangat bermanfaat antara lain untuk: pengenalan teknologi informasi dan komunikasi kepada siswa, memberikan

Dalam indikator intelegensipun siswa penderita kelainan keterlambatan mental (tunagrahita) sudah jarang meminta bantuan guru maupun orang lain, sehingga dalam segi pola pikirnya