• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II DESKRIPSI LOKASI DAN PENYAJIAN DATA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II DESKRIPSI LOKASI DAN PENYAJIAN DATA"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user

31 BAB II

DESKRIPSI LOKASI DAN PENYAJIAN DATA

A. DESKRIPSI LOKASI 1. Profil Negara Australia

Gambar 1. Peta Negara Australia Sumber: www.adelia.web.id

Pada gambar 1 mengenai peta negara Australia, dapat terlihat jelas bahwa Australia terletak di sebelah selatan Benua Asia dan merupakan benua terkecil di dunia. Luas wilayah Australia berkisaran 7.772.535 km2 dan terdapat sekitar 18.000.000 jiwa tinggal di dalamnya.30 Ibu kota Australia terletak di Canberra. Indonesia merupakan negara tetangga terdekat Australia dan letaknya dibatasi oleh Samudra Hindia.

(2)

commit to user

32

Secara geografis, pada bagian utara Australia berbatasan langsung dengan Papua Nugini, Indonesia dan Malaysia, pada bagian tenggara, berbatasan langsung dengan Selandia Baru.31 Namun secara strategis Indonesia merupakan salah satu negara tetangga terdekat Australia yang memiliki peran penting di dalamnya. Sehingga hal ini melatar belakangi eratnya hubungan kerjasama yang terjalin antar dua negara tersebut.

Perkembangan sektor ekonomi Australia bergerak dalam bidang pertambangan, agrikultur juga manufaktur dan jasa. Situasi ini menjadikan hubungan kerjasama Australia mulai terintegrasi dengan beberapa negara di regional Asia. Mengingat pentingnya kodisi tersebut membuat jalinan kekerabatan Australia dengan Indonesia sangat dijaga ikatan diplomatiknya.

Sejarah pembentukan Australia tidak lepas dari campur tangan para koloni-koloni Barat terutama Inggris. Pada model pemerintahannya Australia masih mengadopsi sistem pemerintahan Inggris. Konstitusi Australia mulai berlaku sejak 1 Januari 1901 dengan menganut sistem demokrasi liberal.32 Aturan yang diberlakukan oleh sistem demokrasi liberal di Australia pada dasarnya masih mengikuti aturan dari sistem pemerintahan Inggris.

Australia menjadikan ratu Inggris sebagai kepala negaranya. Ratu Elizabeth II sebagai kepala negara tidak mendapat peran yang begitu

(3)

commit to user

33

signifikan, yakni hanya diposisikan sebagai simbol kenegaraan persemakmuran. Tentunya dalam wewenangnya aturan ini dibatasi oleh konstitusi negara Australia.

Australia tidak lagi menerapkan pelaksanaan hukuman mati dalam aturan konstitusi di negaranya. Penghapusan hukuman mati diperkuat dengan larangan commonwealth di bawah aturan The Death Penalty

Abolition Act 1973 yang terdapat dalam a new s 6 in the Criminal Code Act 1995: ‘The punishment of death must not be imposed as the penalty for any offence referred to in subsection 3 (2) or (3)’ — that is, offences under the laws of the Commonwealth, the territories, the states and to the extent to

which the powers of the Parliament permit, Imperial Acts.33 Kutipan berikut

merupakan undang-undang penghapusan hukuman mati yang diatur di negara Australia:

The Death Penalty Aboliton Act 1973 : “‘A person is not liable to the punishment of death for any offence.” And “The reference to the punishment of death shall be read, construed and applied as if the penalty of imprisonment for

life were substituted for that punishment.”34

Undang-Undang Penghapusan Hukuman Mati 1973: “Seseorang tidak dapat dikenakan hukuman mati pada setiap pelanggaran apapun.” Dan “Mengacu pada hukuman mati tersebut harus dibacakan, ditafsirkan dan diterapkan dengan hukuman penjara seumur hidup sebagai pengganti atas hukuman mati”

(4)

commit to user

34

Oleh sebab itu, pada aturan ini menerangkan bahwa hukuman penjara seumur hidup seolah-olah merupakan hukuman yang setimpal untuk menggantikan hukuman mati. Australia dengan aturan undang-undangnya sudah jelas mengecam adanya pelaksanaan hukuman mati. Kemudian langkah lebih lanjut dari pihak legislatif untuk memastikan agar hukuman mati tidak dapat diperkenalkan kembali di Australia dengan meratifikasi perjanjian internasional, yakni “Second Protocol to the International

Covenant on Civil and Political Rights, art 1 (2) of which requires that: “Each state Party shall take all necessary steps to abolish the death penalty within

its jurisdiction.”35 Dalam perjanjian internasional tersebut ditegaskan bahwa

setiap negara harus menghapuskan pelaksanaan hukuman mati di setiap yurisdiksi negaranya. Oleh sebab itu Australia berkewajiban memenuhi dan melaksanakan ketentuan di bawah perjanjian dan konvensi internasional.

Mengenai fungsi lembaga pemerintahan, Australia memiliki tiga cabang pemerintahan. Sistem ini tidak jauh berbeda dengan pemerintahan Indonesia pada umumnya yaitu legislatif, eksekutif dan yudikatif. Pemerintahan federasi di Australia memiliki dua kamar yakni senat dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Keduanya bertanggung jawab menetapkan undang-undang Australia berskala nasional seperti: perdagangan, perpajakan, imigrasi, kewarganegaraan, jaminan sosial, kerjasama industri dan hubungan luar negeri.36

(5)

commit to user

35

House of Representative atau yang lebih dikenal sebagai Dewan

Perwakilan Rakyat (DPR) Australia beranggotakan 148 orang yang dipilih melalui pemilu.37 Di Australia terdapat dua partai besar, yaitu partai liberal dan partai buruh. Baik partai liberal maupun partai buruh, mereka cenderung memiliki sudut pandang yang berbeda dan bertentangan satu sama lain. Namun, sebagai developed country Australia memandang perbedaan pandangan bukanlah sebagai sebuah pertentangan. Perbedaan pandangan tersebut dianggap merupakan sebuah jalan dalam mencapai pemerintahan yang mampu meyeimbangkan antar kepentingan.

Pemerintahan Australia menggunakan sistem perdebatan parlemen yang terbuka untuk umum. Penerapan sistem yang terbuka untuk umum ini diartikan merupakan penerapan sistem demokrasi yang mendapat pengawasan ketat dari berbagai pihak. Oleh sebab itu, setiap kebijakan atau keputusan yang diambil harus berdasarkan pada persetujuan partai oposisi beserta peran kabinet bayangannya. Proses sistem perdebatan parlemen yang terbuka untuk umum membuat good governance dapat dikembangkan dalam sistem politik Australia.38

Pemerintah negara memiliki beberapa tanggung jawab yang tidak diatur dalam pemerintahan federasi. Namun peraturan negara bagian masih berada di bawah pengawasan peraturan pemerintah federasi. Selain itu, yang bertanggung jawab dalam tiap negara bagian merupakan

(6)

commit to user

36

kewenangan dari pemerintah lokal. Kewenangan dari pemerintah lokal tersebut berbeda antara satu dengan lainnya. Perbedaan ini dikarenakan kewenangan disesuaikan dengan peraturan yang ditetapkan oleh setiap pemerintah negara bagian.

Mengenai politik luar negeri Australia, hal ini dapat dianalisis melalui buku putih pertahanan Australia yang dapat ditemukan di dalam halaman resmi pemerintahan Australia. Buku putih pertahanan (Defence White

Paper) diluncurkan pada tanggal 3 Mei 2013 oleh Perdana Menteri (PM)

Australia Julia Gillard dan Menteri Pertahanan Stephen Smith.39 Di dalam buku putih pertahanan selain membahas mengenai tujuan jangka panjang Australia, terdapat juga penjelasan dari perjalanan panjang hubungan kerjasama Australia dengan beberapa negara di Asia. Buku putih tersebut memuat pendapat umum dari para kelompok pemegang kepentingan, dan partai oposisi di dalamnya. Sehingga hadirnya buku putih ini dapat mewakili tujuan kepentingan yang harus dicapai dari berbagai sudut pandang.

Buku putih pertahanan merupakan sebuah produk strategis dalam bidang pertahanan. Buku putih pertahanan memuat suatu rumusan

pernyataan dan kebijakan pertahanan sebagai pedoman bagi

penyelenggaraan fungsi pertahanan negara.40 Buku putih pertahanan juga berisi mengenai pandangan politik luar negeri Australia terhadap negara-negara di ASEAN, khususnya Indonesia. Pada buku putih pertahanan lebih

(7)

commit to user

37

lanjut dipaparkan mengenai tujuan jangka panjang Australia yang perlu dicapai untuk kedepannya.

Posisi pentingnya Indonesia bagi Australia sebenarnya telah diperhitungkan sejak lama. Terungkap dalam pembahasan didalam buku putih tersebut yang menyatakan bahwa “Arti penting Indonesia bagi Australia semakin tumbuh, pada saat dimana pengaruh signifikan Indonesia ditingkat regional menjadi global, keberhasilan Indonesia sebagai negara demokrasi serta pertumbuhan ekonominya membuat ia muncul sebagai salah satu dari kekuatan-kekuatan ekonomi dunia.”41 Melalui pembahasan tersebut maka secara kasat mata Australia telah menempatkan Indonesia kedalam posisi diplomatisnya.

Indonesia sebagai negara penyangga diakui memainkan peran yang sangat signifikan. Indonesia dianggap mampu melindungi Australia dari ancaman destabilitasasi negara. Kemampuan Indonesia dalam upaya meningkatkan kekuatan maritim negaranya secara tidak langsung mampu melindungi Australia dari bentuk tindak kejahatan transnasional yang mengancam Australia. Situasi seperti ini mendasari Australia untuk tetap berkontribusi memberikan dana bantuannya kepada Indonesia. Australia memberikan bantuan pertahanan dan keamanan kepada Indonesia dalam jumlah yang cukup besar. Harapannya agar Indonesia mampu

(8)

commit to user

38

membentengi diri dan menjaga wilayah Australia dari ancaman keamanan global.

2. Profil Negara Indonesia

Gambar 2. Peta Negara Indonesia Sumber: www.gta.wikia.com

Pada gambar 2 mengenai peta negara Indonesia, dapat terlihat jelas bahwa negara Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan yang terletak di wilayah Asia Tenggara. Ibu kota negara Indonesia adalah Jakarta. Indonesia merupakan negara yang terletak diantara dua benua dan dua samudra, yaitu benua Asia dan Australia serta Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia mempunyai 17.508 pulau di dalam wilayahya.42 Tahun 2013 diperkirakan penduduk Indonesia mencapai 250 juta jiwa.43 Populasi yang banyak lantas menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara di dunia yang terbanyak penduduknya. Indonesia berbatasan dengan Malaysia di Pulau Kalimantan, dengan Papua Nugini di Pulau Papua dan dengan Timor Leste di Pulau

(9)

commit to user

39

Timor. Negara tetangga Indonesia yang terdekat adalah Singapura, Filipina, Australia, dan wilayah persatuan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India.44 Posisi Indonesia yang strategis mampu menjadikan Indonesia sebagai jalur utama perdagangan laut.

Dari segi pemerintahan, Indonesia adalah negara republik yang menganut sistem demokrasi dengan kekuasaan penuh di tangan rakyat. Oleh karena itu, pemilihan presiden dan wakil rakyat dilakukan dengan cara pemilihan umum. Berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 sistem pemerintahan Indonesia menganut sistem presidensial.45

Seperti di negara-negara demokrasi lainnya, sistem politik di Indonesia didasarkan pada Trias Politika yaitu dengan adanya kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif.46 Kekuasaan legislatif dipegang oleh lembaga bernama Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang terdiri dari 560 anggota DPR dan 132 anggota DPD.47 Lembaga eksekutif adalah lembaga tertinggi negara yang berpusat pada presiden, wakil presiden, dan kabinet presidensial. Adapun yudikatif dijalankan oleh Mahkamah Agung, Komisi Yudisial, dan Mahkamah Konstitusi.

Indonesia mempunyai 31 kementerian, salah satunya adalah Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemenlu). Kemenlu bertugas untuk menyelenggarakan hubungan luar negeri dan melaksanakan politik luar negeri Indonesia. Perlindungan warga negara Indonesia di luar negeri juga

(10)

commit to user

40

menjadi tugas dan wewenangnya. Melalui kantor perwakilan yang tersebar di berbagai negara, Kemenlu membantu presiden dalam menyelenggarakan berbagai urusan pemerintahan baik di dalam bidang politik maupun yang lainnya.48

Mengenai aturan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia, hukuman mati telah diatur dalam Undang-Undang Negara Kesatuan Republik Indonesia Nomor 22 tahun 1997 pasal 80 – 82 tentang Narkotika.49 Dalam pasal 80 menyebutkan bahwa barang siapa yang memproduksi, mengolah, mengekstraksi, mengkonversi, merakit, atau menyediakan narkotika Golongan I, maka dipidana dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah).50 Aturan tersebut yang menjadi dasar Indonesia untuk berani melakukan hukuman mati bagi siapa yang melakukannya.

Menurut Menteri Luar Negeri, Retno L.P. Marsudi, yang dilansir dari berbagai pemberitaan media massa Indonesia, arah politik luar negeri Indonesia dalam periode Jokowi diprioritaskan untuk tiga hal yakni, menjaga kedaulatan Indonesia, meningkatkan perlindungan terhadap warga negara, dan badan hukum Indonesia serta meningkatkan diplomasi ekonomi.51 Ketiga prioritas politik luar negeri tersebut semata-mata

(11)

commit to user

41

ditujukan agar eksistensi kedaulatan Indonesia di mata dunia dapat terus ditingkatkan, baik dalam sisi politik, ekonomi, dan sosial budaya.

B. PENYAJIAN DATA

1. Peran Media Massa Australia

Sebagai negara yang mengadopsi sistem demokrasi, media massa dianggap merupakan saluran penting yang menjembatani antara keinginan rakyat dengan kewenangan pemerintah. Media dipandang sebagai alat komunikasi massa yang digunakan untuk menginformasikan segala macam pemberitaan. Pengelola media adalah para pekerja profesional yang bekerja dan melayani kepentingan publik untuk kehidupan yang lebih baik.52

Dalam konstitusi yang diatur oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia, terdapat aturan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 Tentang PERS yang di dalamnya membahas mengenai definisi, asas, fungsi, hak, kewajiban hingga peranannya dalam menjalankan tugas.53 Pers memang penting bagi sebagian negara demokrasi, namun keberadaan pers serta perannnya di setiap negara demokrasi tentunya berbeda. Bahkan definisi pers yang diberikan pada setiap negara pun memungkinkan berbeda, walaupun kenyataannya esensi dari keberadan pers adalah sama.

Oleh sebab itu, keberadaan dewan pers dianggap penting dalam upaya menjaga sistem kerja pers. Dewan Pers menurut aturan di negara

(12)

commit to user

42

Indonesia adalah lembaga independen yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers sebagai bagian dari upaya mengembangkan kemerdekaan pers dan meningkatkan kehidupan pers nasional.54 Kondisi yang sama mengenai aturan kinerja fungsi dewan pers di Australia juga dikatakan bahwa dewan pers bertanggung jawab dalam merespon kritik atas kemampuan kerja pers nasional. Berita yang disiarkan tersebut harus mengedepankan standar kualitas yang diatur dalam prinsip umum pemberitaan. Pers Australia dalam situs resminya yakni Australian

Press Council menjelaskan bahwa tanggung jawab dewan pers Australia

secara umum yaitu mengelola kritikan pers yang datang dari masyarakat. Selain itu melalui situs resminya tersebut juga Australia menyatakan beberapa prinsip umum yang mengatur sistem pers di Australia.

The Australian Press Council was established in 1976 and is responsible for promoting good standards of media practice, community access to information of public interest, and freedom of expression through the media. The Council is the principal body with responsibility for responding to complaints about Australian newspapers,

magazines and associated digital outlets55

Dewan Pers Australia didirikan pada tahun 1976 dan bertanggung jawab untuk mempromosikan standar yang baik dari praktik media, akses masyarakat terhadap informasi kepentingan publik, dan kebebasan berekspresi melalui media. Dewan pers adalah badan utama yang bertanggung jawab untuk menanggapi keluhan mengenai surat kabar Australia, majalah dan saluran digital terkait.

(13)

commit to user

43

Prinsip umum yang berlaku hampir di setiap negara pada dasarnya sama yaitu selalu mengedepankan keakuratan berita, kebenaran, keterbukaan serta berusaha untuk menjauhkan segala bentuk pemberitaan yang mengundang perpecahan. Hanya saja dalam praktiknya pelaksanaan prinsip pers menunjukkan parameter yang berbeda. Berikut lebih lanjut mengenai beberapa prinsip umum publikasi media Australia yang diatur di dalam dewan pers Australia:

Publications are free to publish as they wish by reporting facts and expressing opinions, provided they take reasonable steps to comply with the following Principles and the Council’s other Standards of Practice: Accuracy and clarity, Fairness and balance, Privacy and avoidance of harm,

Integrity and transparency.56

Publikasi dilakukan secara bebas yaitu untuk

mempublikasikan dan melaporkan fakta serta

mengungkap pendapat seperti apa yang mereka inginkan, hanya saja mereka perlu mengambil langkah-langkah yang wajar untuk memenuhi prinsip-prinsip dasar atas aturan standar yang diberlakukan oleh dewan pers, yaitu: akurasi, dan kejelasan, keadilan dan keseimbangan, privasi dan menghindari bahaya, integritas dan transparansi.

Situasi seperti ini dapat diartikan bahwa Dewan Pers Australia bertanggung jawab penuh untuk mempromosikan standar yang baik dari adanya praktik media, yaitu dengan menjamin akses masyarakat terhadap informasi, dan kebebasan berekspresi melalui media. Serta berdasarkan

(14)

commit to user

44

beberapa prinsip umumnya, publikasi dilakukan secara bebas dengan melaporkan fakta dan mengungkapkan pendapat.

Perkembangan media elektronik di Australia mengalami peningkatan yang lebih pesat dibanding dengan media cetak. Kehadiran media massa Autralia kini tersebar di beberapa negara bagiannya. Australian

Broadcasting Corporations (ABC News) merupakan saluran non-komersial

dimana hampir seluruh kegiatannya di dukung dan dibiayai oleh pemerintah federal. Selain ABC News juga terdapat berbagai jenis media massa lainnya yang diterbitkan di Ibu kota negara bagian, seperti Sydney Morning Herald Sun, dan Daily Telegraph di Sydney (New South Wales), Sun News Pictorial Herald, dan The Age di Melbourne (Victoria), Courier-Mail dan Daily Sun di Brisbane (Queensland), Advertiser dan News di Adelaide (South Australia), West Australian dan Daily News di Perth (West Australia), Mercury di Hobart (Tasmania), Canberra Times di Canberra (Teritori ATC), dan NT News di Darwin (Teritori NT).57

Menganalisis lebih jauh mengenai peran media massa Australia telah dijelaskan dalam buku yang berjudul White Tribe of Asia, a discussion of

Australia's culture, history and politics (1993) karangan Hardjono. Pada

penelitiannya, Hardjono menggambarkan bagaimanakah peran media massa di Australia terutama ketika negara sedang dalam keadaan berkonflik.

(15)

commit to user

45

... For that reason, the media are generally regarded as being aggressive, fond of conflict, and eager to get to the core of issue very quickly…, they sometimes jump to conclusions too rapidly and draw inferences that later prove inaccurate…, Among the Australian media themselves there has arisen an image of ‘heroism’ because of the courage they display in trying to get at the truth, for who will reveal the

mistakes of the government...58

... Untuk beberapa alasan, media secara umum dirasa telah berperan menjadi agresif, menyukai konflik, dan ingin sekali untuk sampai ke inti masalah yang sangat cepat..., mereka terkadang melompat menuju kesimpulan yang terlalu cepat dan menarik kesimpulan dengan kurang teliti..., diantara media Australia itu sendiri telah muncul kesan ‘kepahlawanan’ hal ini dikarenakan keberanian mereka dalam berusaha memperlihatkan kebenaran, bagi mereka yang berkehendak mengungkapkan kesalahan pemerintah...

Menurutnya peran media massa Australia lebih tegas dan memberikan perhatian lebih pada setiap pemberitaan terkait konflik. Australia dalam menerapkan prinsip pers menurut Hardjono dalam bukunya menggunakan istilah agresif, tidak takut atau bahkan menyukai konflik, memandatori pihak lain dan berlomba-lomba menjadi hero.59 Perbedaan latar belakang politik serta budaya merupakan faktor yang dapat mempengaruhi gaya serta cara seseorang atau kelompok dalam mengekspresikan pendapat. Hal ini merupakan salah satu alasan terhadap sistem kerja media massa Australia yang berkesan kritis, bebas, dan terbuka. Hardjono memperkirakan gaya Australia dipengaruhi oleh gaya Irlandia sebagai tempat asal sebagian besar penduduk Australia yang

(16)

commit to user

46

menggemari perdebatan.60 Menurut Jim Nolan, Barrister at Law Sydney Australia (2007), Australia adalah sebuah negara yang tegas serta kaya, dan menganut demokrasi parlementer federal dengan pers bebas yang sedang berkembang, kondisi ini telah meningkatkan kebebasan pers dan media massa serta kebebasan berbicara di Australia.61

Menurut penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa media massa Australia menjalankan tugas sesuai dengan fungsinya yakni mengedepankan aspek transparansi dan tanggung jawab. Hanya saja pemaknaan terhadap terminologi kebebasan dan tanggung jawab bagi media massa Australia yang berbeda. Kebebasan dan tanggung jawab yang diterapkan Australia tersebut disesuaikan dengan sistem politik dan kondisi latar belakang sosial budaya masyarakat Australia yang bersikap kritis. 2. Hubungan Diplomatik Australia dengan Indonesia

Hubungan antara Indonesia dan Australia merupakan hubungan yang sifatnya fluktuatif. Kondisi seperti ini telah hadir sejak awal masa sejarah pembentukan negara Indonesia. Sejarah panjang kerjasama antar dua negara tersebut seringkali mendatangkan konflik. Konflik dapat muncul dari berbagai kebijakan yang dianggap merugikan salah satu pihak. Beberapa peristiwa penting terkait kebijakan antar dua negara yakni mengenai krisis Timor Leste, peristiwa bom Bali, permasalahan pengungsi dan yang paling terakhir adalah eksekusi terpidana mati kasus Bali Nine

(17)

commit to user

47

yang muncul pada era pemerintahan PM Tony Abbott. Konflik yang terjadi tersebut memberikan dampak terhadap hubungan diplomatik antar kedua belah pihak negara.

Terdapat banyak hal yang mempengaruhi evolusi hubungan antara Indonesia dan Australia. Sejak awal kemerdekaan Indonesia sebenarnya telah terlihat jelas bahwa sikap Australia terkesan bermuka dua. Pada satu sisi Australia berusaha untuk mendukung Indonesia merdeka dari jajahan pemerintah kolonial Belanda, namun di sisi lain Australia mendukung posisi Belanda untuk tetap menjajah Indonesia.62

Pemerintah Australia memiliki hubungan yang baik dengan pemerintah Hindia Belanda. Oleh karena itu Menteri Luar Negeri Evatt menekankan pada pentingnya keberadaan pemerintah kolonial Belanda di Indonesia untuk daerah pertahanan Australia bagian Utara.63 Situasi seperti ini kemudian menjadikan wilayah Indonesia dan Papua Nugini diletakkan sebagai daerah penyangga bagi wilayah Australia Utara.

Pada waktu menjelang kemerdekaan bangsa Indonesia, dukungan yang diberikan oleh Australia pun tidak menentu. Pada satu pihak Australia menjadikan beberapa wilayahnya sebagai tempat penghukuman para narapidana tahanan perang Indonesia. Dengan demikian warga Australia dapat mengamati langsung tindak kekerasan yang dilakukan oleh Belanda.

(18)

commit to user

48

Hal tersebut memunculkan berbagai gerakan yang mendukung kemerdekaan warga negara Indonesia.

Pemerintah Australia di bawah kepemimpinan PM Chifley berinisiasi mendukung kemerdekaan Indonesia. Keputusan ini dikarenakan PM Chifley mendapat desakan dari warga negara Australia untuk membantu kemerdekaan Indonesia. Pemerintah Australia bersama dengan beberapa negara lainnya seperti halnya India, Philipina, Pakistan dan Burma akhirnya segera mendukung kemerdekaan Indonesia. Dukungan tersebut muncul dikarenakan sikap ketidak percayaan kepada Belanda akibat berbagai kejahatan perang yang dilakukan.

Hubungan Indonesia dan Australia kemudian berubah drastis pada masa PM Robbert Menzies yang membawahi kendali dari partai liberal. Dalam masa pemerintahannya, Australia berbalik mendukung Belanda. Hal ini dilandasi atas beberapa alasan diantaranya adalah Indonesia dianggap sebagai ancaman “bahaya kuning” yang datang dari utara bersama Jepang dan China64.

Australia kemudian melibatkan dirinya dalam berbagai kerjasama yang dijalin oleh Amerika Serikat, salah satunya dengan membentuk aliansi pertahanan Australia New Zealand United States (ANZUS) yang bertujuan menjaga keamanan di wilayah Asia Pasifik. Australia juga terlibat dalam perang dingin dan masuk ke dalam sekutu Amerika Serikat Southeast Asia

(19)

commit to user

49

Treaty Organization (SEATO) sebagai instrumen perang yang

beranggotakan Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Australia, Selandia Baru, Filipina, Thailand, dan Pakistan65. Dengan demikian hubungan Australia dengan negara Asia sebagai negara tetangga terdekatnya mulai merenggang.

Australia kembali mendukung Belanda dalam mendominasi wilayah Irian Barat. Pasca Konferensi Meja Bundar selesai, Indonesia masih harus tetap memperjuangkan wilayah Irian Barat untuk kembali masuk kedalam wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Australia lebih memilih untuk mendukung Belanda karena khawatir pengaruh komunis semakin tersebar ke seluruh wilayah Indonesia termasuk Australia. Australia pada masa kepemimpinan partai liberal ini tidak menciptakan hubungan yang baik dengan beberapa negara di wilayah Asia Pasifik termasuk Indonesia.

Presiden Soeharto hadir dengan menghapus anggapan bahwa Indonesia merupakan negara komunis. Pada masa pemerintahan Presiden Suharto, arah hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Australia berubah secara drastis. Kondisi seperti ini disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah bergantinya pemimpin dari kedua belah pihak dan munculnya anggapan bahwa Indonesia memiliki kekuatan yang mendominasi wilayah Asia Tenggara. Australia yang semula tidak

(20)

commit to user

50

mempunyai hubungan khusus dengan anggota ASEAN kini mulai mengintegrasikan dirinya.

Namun, hubungan antara Indonesia dan Australia kembali merenggang akibat sikap kritis media Australia terhadap Indonesia terutama pada masa pemerintahan orde baru. Pada masa Presiden Suharto yang otoriter, kebebasan pers Indonesia dibatasi. Selain Presiden Suharto membatasi kebebasan berpendapat yang ada di Indonesia, berita yang disiarkan pun harus disaring dan dipudarkan kebenarannya. Terutama mengenai pemberitaan yang berkaitan dengan kinerja presiden Suharto.

Hal ini bertolak belakang dengan kebebasan pers di Australia yang bersifat kritis dan liberal. Pemerintah Australia seringkali memberikan tulisannya kepada media yang berkaitan dengan kinerja presiden Suharto serta keluarga yang dianggap melakukan berbagai penyalahgunaan kekuasaan seperti halnya Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN). Menanggapi situasi tersebut pemerintah Indonesia saat itu melarang adanya peliputan yang dilakukan oleh wartawan Australia masuk ke dalam wilayah Indonesia.

Hubungan Indonesia dengan Australia kemudian semakin

merenggang akibat kasus Timor Leste. Dibawah dukungan Partai Uni Demokrasi Timor (UDT) dan Association Populer Democratis Timor (Apodeti) mereka ingin terintegrasi dengan Indonesia. Sementara Timor

(21)

commit to user

51

Leste dengan dukungan Partai Fretelin saat itu ingin memerdekakan diri. Australia mendukung Timor Leste untuk memerdekakan diri dengan menempatkan pasukannya di Timor Leste sebagai pasukan penjaga perdamaian.66 Pada saat yang bersamaan Indonesia mendapat kecaman dari Dewan Keamanan PBB dan masyarakat internasional dimana Indonesia dianggap sebagai negara yang agresif karena telah memasukan Timor Leste ke dalam wilayahnya. Selain itu kecaman kepada Indonesia juga dikarenakan Indonesia mendukung warga Timor Leste dengan mengirimkan pasukan bantuannya.

Selanjutnya terdapat isu penting yakni mengenai peristiwa Bom Bali di Kuta Bali pada bulan Oktober 2002. Bom Bali telah menewaskan 202 orang, 88 diantaranya adalah warga negara Australia, sementara itu bom di Jimbaran tahun 2005 telah menewaskan 20 orang, 4 diantaranya adalah warga negara Australia.67 Peristiwa Bom Bali ini kemudian meningkatkan sentimen warga Australia terhadap Indonesia.

Selepas peristiwa Bom Bali, kerjasama yang dijalin antara Indonesia dan Australia semakin meningkat karena mengingat Bali merupakan destinasi utama wisatawan Australia dan pentingnya menjaga pertahanan serta keamanan di wilayah tersebut. Peristiwa Bom Bali di satu sisi merupakan ancaman bagi Australia. Oleh karena itu Australia menetapkan beberapa sektor yang menjadi prioritas bantuan luar negeri Australia

(22)

commit to user

52

kepada Indonesia yakni pada bidang pendidikan, penguatan good

governance, kesehatan, pembangunan pedesaan dan lingkungan hidup.

Laporan AusAid menyebutkan tahun 2007-2008 sebanyak 46% ODA Australia dialokasikan ke Indonesia. Jumlah bantuan ke Indonesia yang hampir setengah ODA Australia ini, jauh lebih besar dari ODA Australia ke negara Pasifik yang juga menjadi tetangganya dan ke Timor Leste (9%). Tampaknya Australia ingin membangun soft power terhadap Indonesia karena besarnya kepentingan negara tersebut baik dari aspek strategis, maupun politik, ekonomi, dan sosial.68

Kemudian, hubungan antara Indonesia dengan Australia kembali mendapat tantangan dengan munculnya para imigran atau yang biasa dikenal dengan pencari suaka. Tidak dapat dipungkiri kondisi strategis Indonesia dengan Australia memainkan peran yang sangat signifikan terhadap perkembangan isu tersebut. Para pengungsi yang datang melalui jalur laut menimbulkan beberapa masalah bagi negara yang dilewatinya, baik sebagai negara transit maupun negara tujuannya. Seringkali Indonesia dijadikan sebagai negara transit dimana Australia merupakan negara tujuan. Australia sempat memberlakukan kebijakannya yaitu menolak kedatangan para pencari suaka dan memulangkannya kembali ke negara asal. Kebijakan yang kontroversial ini sempat membuat hubungan Indonesia dan Australia mendapat ujian. Indonesia merasa dirugikan karena menjadi negara yang mendapatkan dampak dari kedatangan para pengungsi. Seharusnya Australia sebagai salah satu negara yang

(23)

commit to user

53

menandatangani perlindungan pengungsi sejak tahun 1958 wajib menerima kedatangan para pengungsi dan pencari suaka politik.69

Kemudian permasalahan diplomatik yang terjadi belakangan ini yakni mengenai dua terpidana mati kasus Bali Nine. Indonesia pada masa Presiden Joko Widodo nampaknya mulai tegas memberlakukan kebijakannya dalam melawan narkoba. Berdasarkan undang-undang yang berlaku di Indonesia maka hukuman mati merupakan pilihan atas hukuman yang harus ditetapkan. Hal ini membuat hubungan antar kedua negara menjadi bersitegang kembali. Hukuman mati kepada dua warga negara kelompok

Bali Nine telah dilakukan. Keputusan ini berujung pada penarikan duta besar

Australia untuk Indonesia sebagai sebuah tanda atas kekecewaan Australia. Namun walaupun demikian, Australia sepatutnya tidak dapat jauh terpisah dari Indonesia. Hal ini dikarenakan Australia masih memiliki dua kepentingan utama terhadap Indonesia, yaitu kepentingan strategis dan ekonomis.

3. Kerjasama Transnational Crime Australia dengan Indonesia

Kerjasama antara Indonesia dan Australia telah terbentuk sejak lama dan terbagi ke dalam beberapa sektor. Salah satu bentuk kerjasama pada sektor pertahanan dan keamanan adalah kerjasama dalam hal menangani permasalahan transnational crime. Beberapa kasus transnational crime di Indonesia seringkali melibatkan warga negara Australia di dalamnya. Kasus

(24)

commit to user

54

terorisme bom Bali contohnya merupakan peristiwa yang tidak mungkin untuk dilupakan dimana sebagian besar korban atas meledaknya bom Bali tersebut adalah warga negara Australia. Selain itu permasalahan penyelundupan narkoba muncul sebagai bentuk kejahatan transnational

crime lainnya.

Bali Nine merupakan kasus penyelundupan narkoba yang berhasil

tertangkap pelakunya berkat adanya kerjasama antara Indonesia dan Australia dalam bidang pertahanan dan keamanan. Kerjasama dalam permasalahan mengenai transnational crime telah dibangun oleh kedua negara melalui lembaga keamanan pada setiap negara. Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) adalah Kepolisian Nasional di Indonesia yang didirikan sejak deklarasi kemerdekaan Indonesia tahun 1945.70 Setelah keruntuhan masa periode Suharto, adanya wewenang yang luas bagi Polri terutama untuk lebih leluasa dalam mengatasi permasalahan keamanan yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Polri telah memainkan peran yang sangat penting karena bekerja secara lebih efektif dan professional dalam hal pelaksanaan hukuman terhadap tersangka.

Sedangkan Australian Federal Police (AFP) adalah lembaga kepolisian untuk negara Federal Australia yang didirikan sejak tahun 1979.71 AFP berkembang dan melebarkan tanggung jawabnya untuk dapat mengatasi permasalahan keamanan nasional seperti halnya perang melawan teroris,

(25)

commit to user

55

para pencari suaka, dan pengungsi. Dalam perkembangannya AFP berfokus pada permasalahan mengenai penjagaan perdamaian. AFP saat ini memegang peran yang sangat penting sebagai penanggung jawab terciptanya keamanan negara. Oleh karena itu alokasi dana yang diberikan pemerintah Australia kepada AFP adalah sebanyak $1.47 billion.72

Hubungan kerjasama antara AFP dan Polri sebenarnya telah terjalin lama sejak tahun 1960 atau sekitar awal tahun 1970.73 Beberapa kerjasama ini dalam bentuk bantuan pelatihan dan pertukaran informasi mengenai beberapa macam tindak kriminal. Sebagai bukti komitmennya dalam bekerjasama, Australia mendirikan Police Liaison Officer di Jakarta untuk membantu Indonesia guna mengatasi perdagangan serta peredaran narkoba. Indonesia juga mendirikan kantor Liaison Officer di Canberra pada tahun 2003.74

Kerjasama ini penuh dengan batasan-batasan yang disepakati. Diantaranya adalah kerjasama yang dilakukan dapat diwujudkan berupa bantuan operasional, pertukaran informasi mengenai kriminalitas, memberikan pelatihan, dan juga bekerjasama dalam memfasilitasi beberapa hal terkait informasi mengenai penegakan hukum. Keputusan untuk menjadikan kerjasama ini sebagai fokus utama dari kedua belah pihak telah muncul sejak tragedi bom Bali (2002). Saat itu Pemerintah Australia memberikan bantuan senilai $10 million kemudian naik hingga $20 million

(26)

commit to user

56

untuk membantu Indonesia dalam hal bimbingan teknis melawan aksi terosisme dan transnational crime.75

Selain itu kerjasama yang dijalani yaitu mengenai tantangan daerah perbatasan. Masalah perbatasan dirasa penting karena hal ini merupakan pusat dari munculnya segala macam permasalahan negara. Permasalahan dapat berupa penyelundupan narkoba, pengungusi, perdagangan manusia, pemancingan ilegal, serta beberapa kasus lain yang berkembang melalui daerah perbatasan. Bantuan yang diberikan oleh Australia biasanya berupa pelatihan dan beberapa distribusi alat bantuan investigasi.

Kemudian isu yang tidak kalah pentingnya adalah mengenai penyelundupan manusia yang erat kaitannya dengan masalah perbatasan. Jika dilihat dari sisi geografis, Indonesia adalah negara tetangga terdekat Australia setelah New Zealand. Oleh karena itu dirasa perlu untuk melakukan kerjasama dalam memperkuat penjagaan di wilayah perbatasan.

Kerjasama yang dilakukan adalah dalam bentuk pengaturan migrasi, usaha dalam menyelerasakan hukuman yang berlaku, dan pengembangan kapasitas pelatihan area seperti pengamanan perbatasan, proses ini juga dikemas dalam pemberian beberapa workshop, termasuk salah satunya di fasilitasi oleh AFP mengenai pelaksanaan kerjasama hukum melawan penyelundupan manusia.76

Dalam tingkat lanjutan, Pemerintah Australia dan Indonesia sepakat untuk mendirikan sekolah latihan untuk penegakan hukum. Sekolah ini berfokus pada isu transnational crime dan counter terrorism. Sekolah ini

(27)

commit to user

57

dinamakan Jakarta Centre of Law Enforcement Cooperation (JCLEC) sebagai pusat kerjasama penegakan hukum yang berlokasi di Semarang, Indonesia

The Centre is intended as a resource for the Southeast Asia region in the fight against transnational crime, with a focus on counter-terrorism and will coordinate and facilitate a range of training programs, including seminars and workshops. The establishment of this training and education institution by Indonesia and Australia will assist governments meet its security interests and objectives in SouthEast Asia. The Centre will also be capable of responding to requests from regional governments for operational support in dealing with terrorism and other

transnational crimes.77

Pusat kerjasama ini bertujuan agar dijadikan sebagai sumber kerjasama penegakan hukum untuk kawasan Asia Tenggara dalam memerangi kejahatan transnasional,

dengan fokus pada kontra-terorisme serta

mengkordinasikan dan memfasilitasi berbagai program pelatihan, termasuk seminar dan lokakarya. Pembentukan lembaga pelatihan dan pendidikan oleh Indonesia dan Australia ini akan membantu pemerintah memenuhi tujuan kepentingan keamanan di Asia Tenggara. Pusat kerjasama dari penegakan hukum ini juga akan mampu merespon permintaan dari pemerintah daerah untuk mendapatkan dukungan operasional dalam menangani terorisme dan kejahatan lintas negara lainnya.

Sejak didirikannya, JCLEC fokus untuk memberikan berbagai program pelatihan dalam bentuk menyelenggarakan berbagai macam seminar dan pelatihan lokakarya. Baik pemerintah Indonesia maupun Australia percaya bahwa lembaga penegakan hukum tersebut mampu menjembatani kepentingan atar dua negara dalam menangani permasalahan kejahatan lintas negara. Selain itu saat ini JCLEC telah memfasilitasi berbagai macam

(28)

commit to user

58

pelatihan singkat terkait penegakan hukum di dalam regional Asia Tenggara. JCLEC dalam menjalankan programnya dibantu oleh berbagai instansi keamanan perbatasan, anti korupsi dan badan hukum lain. Lebih dari 15.000 pelajar dari 69 negara telah berpartisipasi lebih dari 600 training di JCLEC.78 JCLEC dibagi kedalam empat arus utama yaitu bidang investigasi, managemen, intelegensi dan juga forensik. Umumnya berbagai pelatihan ini selain membahas mengenai isu-isu penting, juga memberikan berbagai macam pelatihan yang berkaitan dengan kepemimpinan juga mengenai hak asasi manusia.

4. Kasus Narkoba Kelompok Bali Nine

Bali Nine adalah kasus penyelundupan narkoba yang terjadi pada

tahun 2005. Kasus tersebut dilakukan oleh sembilan warga negara Australia dan tertangkap di Bandara Ngurah Rai Bali dengan upaya peyelundupan 8 kg lebih heroin keluar dari Indonesia.79 Sembilan warga negara Australia yakni Adrew Chan, Si Yi Cen, Michael Czugaj, Renae Lawrence, Tan duc Tanh Nguyen, Matthew Norman, Scott Rush, Martin Stephens, Myuran Sukmaran berhasil ditangkap oleh kepolisian Indonesia berkat kerjasama yang terjalin dengan pihak AFP. AFP memberikan informasi mengenai keberadaan dari para kelompok Bali Nine tersebut.

Penyelundupan narkoba termasuk ke dalam kategori kejahatan lintas negara yang sulit untuk dikontrol perkembangannya. Kejahatan lintas

(29)

commit to user

59

negara merupakan salah satu tindak kejahatan yang sulit untuk dipantau karena kejahatan ini melewati dua batas negara. Oleh karena itu penjagaan atas batas-batas negara sangat penting untuk diperhatikan.

Narkoba telah dianggap sebagai perusak kecerdasan bangsa. Setiap harinya pemuda Indonesia meninggal akibat penggunaan zat terlarang ini. Hukuman yang dijatuhkan pada kategori narkoba adalah hukuman mati. Pada umumnya, Indonesia dan Australia telah berkomitmen dalam menjalin berbagai bentuk kerjasama transnational crime, salah satunya adalah kerjasama yang terjalin antara Polri dan AFP tersebut.

Kejahatan transnasional adalah kejahatan yang tidak mengenal batas teritorial suatu negara. Modus operasi, bentuk atau jenisnya, serta locus tempus delicti-nya melibatkan beberapa negara beserta sistem hukumnya. Indonesia termasuk negara yang meratifikasi konvensi PBB mengenai kejahatan transnasional. Kondisi geografis dengan empat selat sebagai jalur utama lalu lintas perdagangan dunia, yaitu Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Lombok dan Selat Makassar menjadikan Indonesia rawan atas kejahatan ini.80

Menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia NO 22 Tahun 1997 Tentang Narkotika menyebutkan bahwa bagi siapa saja yang mengimpor, mengekspor, menawarkan untuk dijual, menyalurkan, menjual, membeli, menyerahkan, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, atau menukar narkotika Golongan I, dipidana dengan pidana mati.81

Myuran Sukumaran dan Adrew Chan diyakini sebagai pengatur rencana atas penyelundupan berencana tersebut. Lima terpidana lain Chan,

(30)

commit to user

60

Czugaj, Rush, Stephens, dan Lawrence adalah mereka yang tertangkap di Bandara Ngurah Rai Bali. Sedangkan empat lainya yakni Nguyen, Sukumaran, Chen dan Norma tertangkap di Pantai Melasi dekat dengan Pantai Kuta Bali. Ketika tertangkap, empat orang terpidana yang tertangkap di pantai tersebut membawa 350 gram heroin yang dikemas dalam plastik dan diikat dalam tubuhnya.82

Proses persidangan yang panjang dilakukan demi mendapatkan hukuman banding yang sesuai. Hukuman berawal dari hukuman seumur hidup hingga hukuman yang tertinggi yaitu hukuman mati. Diferensiasi didasarkan atas perbedaan peran para narapidana dalam proses penyelundupan narkoba.

Dua terpidana mati Bali Nine Andrew Chan dan Myuran Sukumaran dianggap telah menyediakan uang, tiket pesawat dan hotel kepada para penyelundup.83 Oleh karena itu mereka telah dijatuhi hukuman mati. PM Australia saat itu yakni John Howard berulang kali sangat menentang dilaksanakannya hukuman mati. Segala daya upaya telah dilakukan salah satunya adalah mengenai permohonan ekstradisi. Namun hal itu ditolak dengan tegas oleh Presiden Indonesia Joko Widodo. Berikut adalah kronologi singkat kasus yang menjerat dua Bali Nine yang dirangkum oleh salah satu media massa, yaitu CNN Indonesia 84:

(31)

commit to user

61

Waktu Peristiwa

April 2005

Polri menerima informasi dari AFP bahwa terdapat penyelundupan narkoba oleh warga negara Australia yang dibawa keluar dari Indonesia.

April 2005

Andrew Chan ditangkap bersama empat orang di Bandara Ngurah Rai Denpasar. Mereka adalah Scott Rush, Michael Czugaj, Renae Lawrence, dan Martin Stephens yang membawa 8,3 kilogram heroin. Myuran Sukumaran, Tan Duc Thanh Nguyen, Si Yi Chen, dan Matthew Norman ditangkap di Kuta saat tengah bersiap untuk mengirim heroin tahap dua.

22 April 2005 Polri menyebut Chan sebagai 'godfather' dari operasi ilegal penyelundupan heroin.

27 September 2005

Kejaksaaan Tinggi Bali memutuskan kesembilan warga negara Australia, yang selanjutnya dikenal dengan Bali Nine, dikenakan tuduhan kepemilikan dan perdagangan heroin dengan ancaman maksimal hukuman mati.

11 Oktober 2005 Persidangan Bali Nine mulai digelar di Pengadilan Negeri Denpasar.

24 Januari 2006 Jaksa menuntut hukuman mati untuk Sukumaran. 26 Januari 2006 Chan juga dituntut hukuman mati.

14 Februari 2006 Pengadilan Negeri Denpasar memvonis mati Chan dan Sukumaran.

26 April 2006 Banding Chan dan Sukumaran ke pengadilan tinggi ditolak.

10 Mei 2011

Mahkamah Agung menguatkan putusan

Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi, kasasi Chan ditolak.

6 Juli 2011 Kasasi Sukumaran ke Mahkamah Agung ditolak. 13 Mei 2012 Chan mengajukan grasi kepada Presiden Susilo

Bambang Yudhoyono.

9 Juli 2012 Sukumaran mengajukan grasi kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Desember 2012

Dua warga Australia menerima penangguhan hukuman hingga satu tahun. Kemudian Jaksa agung menghilangkan nama mereka dari daftar penjahat yang dieksekusi pada tahun 2013.

18 September 2013 Tony Abbott terpilih sebagai Perdana Menteri Australia. Kasus Bali Nine merupakan salah satu

(32)

commit to user

62

agenda politik yang harus segera diselesaikan.

Maret 2014 Pengajuan banding melalui para pengacara

terpidana kasus Bali Nine. 11 Desember 2014

Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa dirinya tidak memberikan grasi kepada terpidana terkait kejahatan narkotika.

7 Januari 2015 Presiden Jokowi menolak grasi yang diajukan Sukumaran.

22 Januari 2015 Chan juga tidak menerima grasi dari Presiden Jokowi.

4 Februari 2015 Permintaan peninjauan kembali Chan dan

Sukumaran ditolak. 13 Februari 2015

Hakim yang memvonis mati Chan dan Sukumaran dilaporkan ke Komisi Yudisial atas dugaan pelanggaran Kode Etik Pedoman dan Perilaku Hakim (KEPPH).

24 Februari 2015

Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta menolak gugatan Chan dan Sukumaran terhadap keputusan presiden yang menolak memberikan grasi.

6 April 2015

PTUN menolak pengajuan gugatan banding Chan dan Sukumaran atas keberatan mereka terhadap putusan PTUN dan keputusan presiden yang menolak grasi mereka.

9 April 2015

Melalui pengacaranya, Chan dan Sukumaran menggugat Pasal 11 ayat 1 Undang-Undang Nomor 5 tahun 2010 tentang Grasi ke Mahkamah Konstitusi

Gambar

Gambar 1. Peta Negara Australia  Sumber: www.adelia.web.id
Gambar 2. Peta Negara Indonesia  Sumber: www.gta.wikia.com

Referensi

Dokumen terkait

Untuk respon laju pengerjaan bahan ( Material Removal Rate ) normalisasi rasio S/N akan menggunakan karakteristik semakin besar semakin baik, dengan rumus (6) ,

Hasil implementasi sistem pakar diagnosa penyakit tanaman padi dengan metode inferensi forward chaining dan backward chaining berbasis web mempermudah untuk diakses siapa

Umumnya bakteri gram negatif mempunyai sensitivitas yang rendah terhadap antibiotik lini pertama dan kedua, kecuali Enterobacter aerogenes yang masih sensitif terhadap gentamisin

Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan penelitian yang menjawab akibat hukum tidak dilaksanakannya kewajiban pemberitahuan oleh direksi baru kepada Menteri dan tanggung

Ini artinya bahwa semakin tinggi suhu pemanasan, akan diikuti oleh penurunan jumlah titrasi larutan Huble yang menunjukkan penurunan kandungan asam lemak tidak jenuh pada minyak

Dari analisis katalog gempabumi di wilayah penelitian diperoleh variasi nilai-b berkisar antara 0,8-2,5, variasi nilai-a berkisar antara 6-12 sedangkan periode ulang gempabumi

Kesalahpahaman sering terjadi karena faktor komunikasi Apabila pelayanan yang diberikan buruk, pasien akan memberikan respon negatif berupa ketidakpuasan sehingga pasien tersebut

Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan 25 PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DATA PENDAFTARAN PASIEN RAWAT JALAN MENGGUNAKAN BASIS.. DATA MYSQL (STUDI KASUS