BUPATI PASER
PERATURAN BUPATI PASERNOMOR 19 TAHUN 2013 TENTANG
PAGU INDIKATIF ALOKASI DANA KECAMATAN DAN PEDOMAN UMUM PELAKSANAAN PROGRAM PERCEPATAN PEMBANGUNAN
BERBASIS KECAMATAN TAHUN ANGGARAN 2013 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
BUPATI PASER,
Menimbang : a. bahwa untuk percepatan pencapaian prioritas program RPJMD Kabupaten Paser 2009 – 2015, pemerataan pembangunan serta untuk menjaga konsistensi alokasi APBD dengan hasil musrenbang, dipandang perlu adanya Alokasi Dana Kecamatan (ADK) dan Program Percepatan Pembangunan Berbasis Kecamatan (P3BK); b. bahwa dalam rangka kelancaran pelaksanaan Program Percepatan
Pembangunan Berbasis Kecamatan (P3BK) Tahun Anggaran 2013, perlu mengalokasikan dana dalam bentuk Alokasi Dana Kecamatan (ADK) untuk masing-masing Kecamatan se-Kabupaten Paser;
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan b, perlu menetapkan Peraturan Bupati tentang Pagu Indikatif Alokasi Dana Kecamatan dan Pedoman Umum Pelaksanaan Program Percepatan Pembangunan Berbasis Kecamatan.
Mengingat : 1. Undang Nomor 27 Tahun 1959 tentang Penetapan Undang-undang Nomor 3 Darurat Tahun 1953 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 9) sebagai Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 72, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1820);
2. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan
Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indoensia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);
5. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437), sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indoensia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 7. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan
Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); 8. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan
Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234);
9. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);
10.Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4575);
11.Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593); 12.Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian
Urusan Pemerintah Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Propinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);
13.Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2007 tentang Perubahan Nama Kabupaten Pasir menjadi Kabupaten Paser Provinsi Kalimantan Timur (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 110, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4760); 14.Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata
Cara, Penyusunan Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);
15.Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2013 tentang Perubahan Nama Ibu Kota Kabupaten Paser Provinsi Kalimantan Timur dari Tanah Grogot menjadi Tana Paser (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5392);
16.Peraturan Daerah Kabupaten Paser Nomor 19 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan Daerah Kabupaten Paser (Lembaran Daerah Kabupaten Paser Tahun 2008 Nomor 19);
Memperhatikan :
17.Peraturan Daerah Kabupaten Paser Nomor 3 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Paser Tahun 2011 – 2015 (Lembaran Daerah Kabupaten Paser Tahun 2011 Nomor 3);
18.Peraturan Daerah Kabupaten Paser Nomor 17 Tahun 2012 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2013 (Lembaran Daerah Kabupaten Paser Tahun 2012 Nomor 17).
1. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;
2. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.
MEMUTUSKAN :
Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG PAGU INDIKATIF ALOKASI DANA KECAMATAN DAN PEDOMAN UMUM PROGRAM PERCEPATAN PEMBANGUNAN BERBASIS KECAMATAN TAHUN 2013.
BAB I
KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Bupati ini yang dimaksud dengan:
1. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang selanjutnya disingkat APBD adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan daerah yang dibahas dan disetujui bersama oleh Pemerintah Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan ditetapkan dengan Peraturan Daerah.
2. Alokasi Dana Kecamatan yang selanjutnya disebut ADK adalah dana yang dialokasikan oleh Pemerintah Kabupaten untuk Satuan Kerja Perangkat Daerah Kecamatan, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
3. Program Percepatan Pembangunan Berbasis Kecamatan yang selanjutnya disingkat P3BK adalah Program yang pendanaannya bersumber dari ADK dalam rangka percepatan pencapaian prioritas program RPJMD Kabupaten Paser 2009 – 2015, pemerataan pembangunan serta untuk menjaga konsistensi alokasi APBD dengan hasil musrenbang.
4. Pagu Dasar adalah alokasi anggaran minimun ADK yang diterima oleh masing-masing kecamatan.
5. Pagu Proporsional adalah alokasi anggaran ADK yang diterima secara proporsional oleh masing-masing kecamatan berdasarkan beberapa variabel perhitungan yang meliputi luas wilayah, jumlah penduduk, jumlah desa, kontribusi PBB dan jumlah rumah tangga miskin (RTM).
6. Rencana Pembangunan Jangka Menengah, yang selanjutnya disingkat RPJM, adalah dokumen perencanaan untuk periode 5 (lima) tahun.
7. Rencana Pembangunan Tahunan Daerah, yang selanjutnya disebut Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), adalah dokumen perencanaan Daerah untuk periode 1 (satu) tahun.
8. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat SKPD adalah perangkat daerah pada pemerintah daerah selaku pengguna anggaran/pengguna barang. 9. Pengguna Anggaran adalah pejabat pemegang kewenangan penggunaan anggaran
untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi SKPD yang dipimpinnya.
10.Kuasa Pengguna Anggaran adalah pejabat yang diberi kuasa untuk melaksanakan sebagian kewenangan pengguna anggaran dalam melaksanakan sebagian tugas dan fungsi SKPD.
11.Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan yang selanjutnya disingkat PPTK adalah pejabat pada unit kerja SKPD yang melaksanakan satu atau beberapa kegiatan dari suatu program sesuai dengan bidang tugasnya
12.Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah yang selanjutnya disingkat RPJMD adalah dokumen perencanaan untuk periode 5 (lima) tahun.
13.Rencana Pembangunan Tahunan Daerah, selanjutnya disebut Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), adalah dokumen perencanaan Daerah untuk periode 1 (satu) tahun.
14.Rencana Kerja dan Anggaran SKPD yang selanjutnya disingkat RKA-SKPD adalah dokumen perencanaan dan penganggaran yang berisi rencana pendapatan, rencana belanja program dan kegiatan SKPD serta rencana pembiayaan sebagai dasar penyusunan APBD
BAB II
MAKSUD DAN TUJUAN Pasal 2
(1)Maksud diluncurkannya ADK adalah agar kecamatan dapat mengusulkan program/kegiatan yang menyentuh kebutuhan langsung masyarakat dalam rangka mempercepat pencapaian program prioritas RPJMD Kabupaten Paser tahun 2010-2015, khususnya akselerasi pembangunan desa dalam rangka mendukung pencapaian tujuan MDGs.
(2)Tujuan Khusus ADK adalah untuk meningkatkan efektifitas Musrenbang dengan menjaga konsistensi alokasi APBD dengan hasil musrenbang ditingkat desa dan kecamatan, memperkuat peran camat sebagai pimpinan SKPD di tingkat kecamatan dalam hal ini kecamatan dapat mengusulkan program/kegiatan yang menyentuh kebutuhan langsung masyarakat (belanja modal/ pembangunan fisik) dan pemerataan pembangunan dan mendukung upaya penanggulangan kemiskinan melalui pemerataan alokasi program/kegiatan yang menyentuh kebutuhan langsung masyarakat.
BAB III
PAGU ALOKASI DANA KECAMATAN Pasal 3
(1) Pagu Indikatif ADK Tahun Anggaran 2013 untuk membiayai P3BK ditetapkan sebesar Rp 20.000.000.000,00 (dua puluh milyar rupiah). Dana tersebut didistribusikan secara proporsional berdasarkan bobot masing-masing kecamatan. (2) Proporsi pembagian Pagu Indikatif ADK untuk kecamatan ditetapkan sebagi
a. Sekitar 50 persen dari total anggaran dialokasikan secara merata ke semua kecamatan (Pagu Dasar ADK per kecamatan)
b. Sekitar 50 persen dibagi ke masing-masing kecamatan secara proporsional (Pagu Proporsional ADK) dengan mempertimbangkan beberapa variabel, yaitu: luas wilayah, jumlah penduduk, jumlah desa/kelurahan, kontribusi PBB dan jumlah RTM.
(3) Pagu Dasar ADK untuk setiap kecamatan ditetapkan sebesar Rp 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah) dengan rumusan perhitungan sebagai berikut:
Pagu Dasar ADK per
Kecamatan = 50% Total Pagu ADK : Jumlah Kecamatan (4) Pagu Proporsional yang diterima masing-masing kecamatan ditetapkan dengan
rumusan perhitungan sebagai berikut: Pagu Proporsional ADK per
Kecamatan = 50% Total Pagu ADK x Bobot Kecamatan (5) Rumusan penetapan nilai bobot kecamatan (BKx) ditetapkan sebagai berikut:
BKx = a1KV1+ a2KV2 + …. anKVn
a1, a2, …. an = Angka bobot dari masing-masing variabel
KV1, KV2, …. KVn = Koefisien masing-masing variabel
(6) Rumus koefisien variabel kecamatan x adalah sebagai berikut: KV luas wilayah = Luas wilayah kecamatanLuas wilayah kabupaten
KV jumlah desa =
Jumlah desa/kelurahan se kecamatan
Jumlah desa/kelurahan se kabupaten
KV kontribusi PBB = Jumlah realisasi PBB kecamatanJumlah realisasi PBB kabupaten KV jumlah
penduduk = Jumlah penduduk kecamatanJumlah penduduk kabupaten KV jumlah RTM = Jumlah RTM kecamatanJumlah RTM kabupaten
(7) Penetapan variabel dan bobot variabel adalah sebagai berikut: No Variabel Notasi Variable Notasi
Bobot Bobot 1. Luas wilayah V1 a1 25 2. Jumlah desa/kelurahan V2 a2 25 3. Kontribusi PBB V3 a3 10 4. Jumlah penduduk V4 a4 20 5. Jumlah RTM V5 a5 20 Jumlah 100
(8) Definisi Variabel (menggunakan basis data tahun sebelumnya) :
a. Variabel luas adalah luas wilayah kecamatan berdasarkan data luas wilayah kecamatan yang ada di Bappeda;
b. Variabel jumlah desa / kelurahan berdasarkan data dari Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa;
c. Variabel konstribusi PBB adalah realisasi PBB di kecamatan berdasarkan data dari Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD); d. Variabel jumlah penduduk adalah jumlah penduduk yang bersumber dari
BPS;dan
e. Variabel RTM adalah jumlah rumah tangga miskin yang bersumber dari BPS. (9) Besarnya Pagu Indikatif Dana ADK masing-masing kecamatan sebagaimana
dimaksud pada ayat (1), tercantum dalam lampiran dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Bupati ini.
(10) Pagu Indikatif Dana ADK yang diterima masing-masing kecamatan dianggarkan secara proporsional untuk melaksanakan program/kegiatan yang akan didanai melalui bidang cakupan P3BK.
(11) Pagu Indikatif Dana ADK dipergunakan untuk membiayai belanja modal, administrasi kegiatan dan belanja lainnya yang sesuai dengan cakupan kegiatan yang dapat didanai melalui P3BK.
(12) Alokasi Dana Kecamatan yang telah digunakan untuk membiayai Pelaksanaan P3BK dialokasikan dalam DPA masing-masing kecamatan.
(13) Besaran ADK untuk masing-masing kecamatan dihitung dan dialokasikan oleh Tim Fasilitasi Tingkat Kabupaten secara proporsional dengan menggunakan indikator-indikator jumlah penduduk, jumlah desa, luas wilayah, jumlah RTM dan kontribusi PBB.
(14) Untuk kelancaran pengelolaan pelaksanakan P3BK, sekitar 3 % (persen) dari total pagu ADK per kecamatan dialokasikan untuk membiayai administrasi kegiatan.
BAB IV
RUANG LINGKUP PROGRAM PERCEPATAN PEMBANGUNAN BERBASIS KECAMATAN Pasal 4
(1) Lokasi Pelaksanaan P3BK pada Tahun 2013 tersebar di 10 (sepuluh) Kecamatan yang meliputi :
a. Kecamatan Tanah Grogot; f. Kecamatan Batu Sopang; b. Kecamatan Pasir Belengkong; g. Kecamatan Muara Komam; c. Kecamatan Tanjung Harapan; h. Kecamatan Muara Samu; d. Kecamatan Batu Engau; i. Kecamatan Long Ikis;dan e. Kecamatan Kuaro; j. Kecamatan Long Kali. (2) Sasaran kegiatan P3BK adalah sebagai berikut:
a. peningkatan kualitas SDM melalui upaya peningkatan sarana dan prasarana pendidikan;
b. peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya peningkatan sarana dan prasarana kesehatan;
c. penciptaan lapangan kerja di perdesaan;
d. pemberdayaan ekonomi masyarakat perdesaan;dan
e. peningkatan infrastruktur dan sarana/prasarana desa.
(3) Usulan program/kegiatan P3BK yang menyentuh kebutuhan langsung masyarakat (belanja modal/pembangunan fisik) yang akan didanai dari ADK merupakan hasil kesepakatan dalam Musyawarah Perencanaan Permbangunan (Musrenbang) ditingkat kecamatan dan kegiatan yang dihasilkan melalui proses perencanaan top down.
(4) Usulan program/kegiatan P3BK yang menyentuh kebutuhan langsung masyarakat (belanja modal/pembangunan fisik) yang akan didanai dari ADK dikoordinasikan dengan SKPD Teknis terkait sebelum dianggarkan dalam APBD 2013 melalui Pos Anggaran SKPD Kecamatan.
(5) Cakupan kegiatan P3BK yang dapat didanai dari ADK mengacu pada program prioritas RPJMD Kabupaten Paser tahun 2010 – 2015 dan RKPD Tahun 2013.
(6) Jenis usulan kegiatan P3BK sebagaimana dimaksud pada ayat (3), penggunaannya diprioritaskan untuk menangani permasalahan sebagai berikut:
a. Bidang Pendidikan mencakup: Pembangunan/Rehabilitasi sarana/prasarana pendidikan (gedung/meubelair) dan pengadaan peralatan sekolah;
b. Bidang Kesehatan mencakup: Pembangunan/Rehabilitasi sarana dan prasarana kesehatan (Puskesmas, Pusban, Polindes, Posyandu);
c. Bidang Pemberdayaan ekonomi mencakup: Pengembangan industri dan UKM di desa, Penguatan Bumdes, Pengembangan produk-produk unggulan desa melalui program one village one product (ovop), Pembangunan/rehabilitasi pasar desa, Pembuatan Demplot dan pengadaan sarana prasarana pertanian;dan
d. Bidang infrastruktur dan sarana/prasarana desa mencakup : 1. pembangunan Prasarana Irigasi Desa;
2. pembangunan Jalan Usaha Tani dan Jalan Lintas Desa, Jembatan dan infrastruktur Desa lainnya;
3. pembangunan Air Bersih; 4. pembangunan Listrik desa;
5. penataan Lingkungan Pemukiman;
6. pembangunan Prasarana Jalan lingkungan; 7. sanitasi;
8. semenisasi Jalan-Jalan Lingkungan;dan 9. pembangunan Rumah Layak huni bagi MBR.
(7) Kegiatan yang didanai melalui P3BK adalah kegiatan yang diusulkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan yang secara berjenjang dilaksanakan mulai dari Musrenbang di tingkat desa sampai ke tingkat kecamatan.
Pasal 5
Kegiatan yang tidak dapat didanai dari pagu dana P3BK meliputi: a. pembangunan rumah ibadah;
b. pembangunan batas desa; c. pembangunan gapura; d. pembebasan tanah /lahan;
e. pengadaan sarana dan prasarana perkantoran kecamatan dan desa; f. belanja bantuan atau hibah dalam bentuk uang;
g. kegiatan lain yang bersifat konsumtif;dan
h. kegiatan yang telah didanai dari sumber dana lainnya. BAB V
MEKANISME PENGELOLAAN PROGRAM PERCEPATAN PEMBANGUNAN BERBASIS KECAMATAN
Bagian Pertama Persiapan dan Perencanaan
Pasal 6
(1) Di tingkat Kabupaten dibentuk Tim Fasilitasi P3BK Tingkat Kabupaten. Tim tersebut diketuai oleh Ketua Bappeda dan melibatkan Bidang-bidang di Bappeda dan SKPD terkait.
(2) Tim Fasilitasi P3BK Tingkat Kabupaten terbagi menjadi 4 Kelompok Kerja (Pokja) sesuai dengan bidang cakupan kegiatan P3BK. Susunan Tim Fasilitasi Tingkat Kabupaten ditetapkan dengan Surat Keputusan Bupati.
(3) Tim Fasilitasi P3BK Tingkat Kabupaten bertugas untuk melakukan monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan P3BK.
(4) Untuk memverfikasi dan mengasistensi usulan kegiatan P3BK, dibentuk Tim verifikasi. Penetapan nama-nama Tim verifikasi ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Bappeda.
(5) Di tingkat Kecamatan dibentuk Tim Fasilitasi P3BK Tingkat Kecamatan yang diketuai oleh Camat dan dibantu oleh Sekretaris Kecamatan dan para Kasi dan staf di Kantor Kecamatan. Susunan Tim Fasilitasi Tingkat Kecamatan ditetapkan dengan Surat Keputusan Camat.
(6) Tim Fasilitasi di tingkat Kecamatan bertugas melakukan Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan P3BK di Desa/Kelurahan yang secara administratif berada dibawah pembinaannya;
(7) Pada Tahap Perencanaan, setiap kecamatan melakukan musyawarah yang pelaksanaannya diintegrasikan dengan Musrenbang reguler tingkat kecamatan dengan menghadirkan seluruh kepala desa, instansi terkait ditingkat kecamatan, komponen masyarakat dan stakeholders lainnya untuk menyusun Daftar Usulan Rencana Kegiatan (DURK) yang akan dilaksanakan dalam satu tahun anggaran; (8) Camat, Kepala Desa, pimpinan instansi terkait di tingkat kecamatan dan
stakeholders lainnya membahas DURK tersebut untuk dirumuskan dan disepakati menjadi kegiatan prioritas untuk diusulkan didanai ADK melalui P3BK.
(9) Kesepakatan yang dihasilkan dalam Musrenbang di tingkat kecamatan dituangkan dalam bentuk Berita Acara Hasil Musyawarah yang ditandatangani oleh Camat dengan lampiran daftar hadir peserta Musrenbang Kecamatan.
(10) Kegiatan P3BK yang telah disetujui ditingkat kecamatan dituangkan kedalam Rencana Kerja Anggaran (RKA) masing-masing Kecamatan dan menjadi satu kesatuan dengan kegiatan kecamatan lainnya.
(11) Kegiatan yang telah dituangkan kedalam RKA selanjutnya dikoordinasikan dengan Tim verfikasi dan SKPD terkait untuk memastikan kesesuaian program dan kegiatan, rasionalisasi besaran belanja dan singkronisasi kegiatan SKPD terkait.
Bagian Kedua Pelaksanaan
Pasal 7
Proses pengadaan barang dan jasa (pembangunan konstruksi dan jasa konsultansi) mengacu kepada Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.
Bagian Ketiga Pemantauan Evaluasi
Pasal 8
(1) Pemantauan dan Evaluasi kegiatan P3BK dilaksanakan oleh Tim fasilitasi Tingkat Kecamatan dan Tim Fasilitasi Tingkat Kabupaten.
(2) Hasil pemantauan dan evaluasi disampaikan oleh Tim fasilitasi Tingkat Kecamatan secara tertulis setiap bulan kepada Tim Fasilitasi Tingkat Kabupaten, yang berisi tentang realisasi serapan dana dan kemajuan pelaksanaan fisik kegiatan, permasalahan-permasalahan yang dihadapi, serta upaya-upaya yang telah dilakukan untuk memecahkan masalah tersebut.
(3) Dalam rangka mendukung pengelolaan P3BK dialokasikan dana bagi tim fasilitasi tingkat kabupaten dan tim fasilitasi tingkat kecamatan. Alokasi dana tersebut dimaksudkan untuk mengoptimalkan kinerja Tim yang pengunaannya untuk membiayai kegiatan Koordinasi dengan instansi terkait dan pembinaan monitoring dan pengawasan pelaksanaan P3BK di lapangan.
Bagian Keempat Pengawasan
Pasal 9
Pengawasan dan audit atas pelaksanaan P3BK dilakukan oleh aparat pengawas fungsional dari Inspektorat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
BAB VI
PENGORGANISASIAN Pasal 10
(1) Tingkat Kabupaten: Unit organisasi P3BK di tingkat Kabupaten adalah Tim Fasiliitasi Tingkat Kabupaten dan Tim verifikasi dan aistensi kegiatan P3BK. Dalam melaksanakan tugasnya, Tim Fasiliitasi Tingkat Kabupaten dibantu oleh tenaga kesekretariatan yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan.
(2) Tingkat Kecamatan: Pelaku P3BK tingkat Kecamatan terdiri atas Tim fasilitasi tingkat kecamatan, pengguna Anggaran atau Kuasa Pengguna Anggaran selaku Penanggung Jawab Kegiatan, Pejabat pelaksana Teknis kegiatan, Tim/pejabat pengadaan Barang dan Jasa dan Tim Pemeriksa Barang/Kegiatan.
(3) Tim Fasilitasi Tingkat Kecamatan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan PPTK, Pejabat/Tim pengadaan barang dan jasa dan Tim Pemeriksa barang/kegiatan dibentuk melalui Surat Keputusan Camat.
(4) Tim fasilitasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) terdiri dari unsur-unsur yang berasal dari orang-orang dengan berbagai latar belakang keahlian dan pengalaman, yaitu Kasi-kasi Kecamatan atau pejabat yang ditunjuk dari unsur kecamatan dan unsur lainnya (sesuai dengan kebutuhan) sebagai anggota.
(5) Pejabat/Tim pengadaan barang dan jasa dan Tim Pemeriksa barang/kegiatan diangkat dari staf yang memenuhi persyaratan menurut aturan perundangan-undangan.
(6) Tugas masing–masing unit organisasi tersebut adalah sebagai berikut: a. Tugas Pokok Tim Fasilitasi Tingkat Kabupaten adalah:
1. menyusun dan mempersiapkan Tim Fasilitasi Tingkat Kabupaten;
2. memberikan penjelasan tentang kebijakan P3BK pada pelaksanaan diseminasi/orientasi Kabupaten;
3. memberikan arahan tentang prioritas pembangunan daerah dan strategi pembangunan kluster sebagai bahan masukan dalam perumusan rencana kegiatan;
4. memberikan arahan dalam penentuan bentuk pelaksanaan rencana kegiatan fisik;
5. mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan pembangunan prasarana fisik; 6. memberikan arahan masukan metode pembinaan dalam kegiatan
pemanfaatan dan pemeliharaan prasarana;
7. menghitung Pagu indikatif P3BK untuk masing-masing kecamatan berdasarkan Rumus dan Variabel yang telah ditetapkan;
8. menyusun petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis P3BK;
10.menjadi narasumber pada kegiatan sosialisasi dan Musrenbang yang dilaksanakan di Kecamatan;
11.melakukan monitoring pelaksanaan fisik kegiatan yang dilakukan oleh Kecamatan;dan
12.memberikan masukan kepada Pengguna Anggaran selaku Penanggung Jawab Fisik Kegiatan/Camat dalam menyusun laporan bulanan.
b. Tugas Pokok Tim Fasilitasi P3BK tingkat Kecamatan adalah:
1. membentuk dan menetapkan Tim Fasilitasi P3BK Tingkat Kecamatan, menunjuk Pejabat pelaksana Teknis kegiatan, Pejabat/Tim Pengadaan Barang dan jasa, dan Tim pemeriksa barang/Kegiatan;
2. mengikuti Diseminasi/orientasi P3BK di tingkat Kabupaten; 3. mengadakan sosialisasi kegiatan P3BK;
4. memimpin rapat pembahasan usulan dalam Musrenbang kecamatan dan menandatangani hasil kesepakatan tersebut dalam Berita Acara Kesepakatan;
5. mengkoordinasikan, memantau dan mengawasi pelaksanaan kegiatan pembangunan prasarana fisik;
6. membuat laporan bulanan perkembangan kemajuan fisik dan keuangan serta permasalahannya melalui jalur struktural;dan
7. mengadakan koordinasi dengan konsultan perencana dan pengawas. BAB VII
SISTEM INFORMASI DAN PELAPORAN Pasal 11
Sistem informasi dan pelaporan P3BK didasarkan pada prinsip-prinsip manajemen terbuka dan dibuat dalam rangka pengendalian pelaksanaan program. Secara spesifik sistem informasi dan pelaporan dimaksudkan untuk:
a. memantau perkembangan pelaksanaan kegiatan P3BK; b. mengendalikan kinerja pelaksanaan pembanguan P3BK ;
c. bahan evaluasi pelaksanaan kegiatan sebagai bahan masukan baik untuk pelaksanaan kegiatan berikutnya maupun untuk pengembangan program;dan
d. bahan pertanggungjawaban pelaksanaan P3BK. Pasal 12
Sistem Informasi dan Pelaporan P3BK dilakukan secara berjenjang dari Tim fasilitasi P3BK di tingkat kecamatan ke Tim fasilitasi tingkat kabupaten. Mekanisme Pelaporan dilakukan oleh aparat terkait secara berjenjang dari kecamatan sampai ke kabupaten yakni :
a. Camat selaku Pengguna Anggaran sekaligus sebagai Penanggung Jawab Kegiatan menyampaikan laporan berisi rekapitulasi realisasi serapan dana, kemajuan pelaksanaan fisik kegiatan dan permasalahan yang terjadi di lapangan setiap bulannya kepada Bupati melalui Ketua Bappeda selaku ketua Tim Fasilitasi Tingkat Kabupaten;dan
b. Tim fasilitasi tingkat Kabupaten berdasarkan laporan tim fasilitasi tingkat kecamatan dan hasil monitoring menghimpun dan merekap laporan berisi rekapitulasi kemajuan fisik dan keuangan, realisasi dan efektivitas penggunaaan dana untuk seluruh kecamatan setiap bulannya kepada Bupati.
BAB VIII
KETENTUAN PENUTUP Pasal 13
Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Paser.
Diundangkan di Tana Paser pada tanggal 5 Februari 2013
SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN PASER, ttd
H. HELMY LATHYF, M.Si
Ditetapkan di Tana Paser pada tanggal 5 Februari 2013
BUPATI PASER, ttd
H.M. RIDWAN SUWIDI
BERITA DAERAH KABUPATEN PASER TAHUN 2013 NOMOR 19 Salinan sesuai dengan aslinya
Kepala Bagian Hukum Setda Kab.Paser, H. Suwardi, SH, M. Si
Pembina
LAMPIRAN : PERATURAN BUPATI PASER NOMOR 19 TAHUN 2013 TANGGAL 5 FEBRUARI 2013 PAGU INDIKATIF ALOKASI DANA KECAMATAN
TAHUN ANGGARAN 2013
BUPATI PASER, ttd
H.M RIDWAN SUWIDI Salinan sesuai dengan aslinya
Kepala Bagian Hukum Setda Kab.Paser, H. Suwardi, SH, M. Si Pembina NIP. 19620424 199303 1 011 NO KECAMATAN BELANJA PEMBANGUNAN (BELANJA MODAL, PERENCANAAN DAN PENGAWASAN) BELANJA ADMINISTRASI KEGIATAN TOTAL PAGU PER KECAMATAN 1 2 3 4 5 1 Batu Sopang 1.700.173.000 44.691.800 1.744.864.800 2 Muara Samu 1.506.511.800 43.145.000 1.549.656.800 3 Batu Engau 1.692.702.800 44.215.000 1.736.917.800 4 Tanjung Harapan 1.694.201.100 44.310.700 1.738.511.800 5 Pasir Belengkong 1.993.214.500 63.396.600 2.056.611.100 6 Tanah Grogot 2.205.923.300 76.973.800 2.282.897.100 7 Kuaro 1.776.059.900 49.535.700 1.825.595.600 8 Long Ikis 2.337.206.800 85.353.600 2.422.560.400 9 Muara Komam 1.944.363.200 60.278.500 2.004.641.700 10 Long Kali 2.539.478.400 98.264.500 2.637.742.900 TOTAL 19.389.834.800 610.165.200 20.000.000.000
NO. NAMA JABATAN PARAF 1. H. Andi Azis Kasubbag. Produk Hukum Daerah
2. H. Suwardi Kepala Bagian Hukum 3. H. Heriansyah Idris Asisten Tata Pemerintahan 4. H. Helmy Lathyf Sekretaris Daerah