16
BAB III
PELAKSANAAN KERJA MAGANG
3.1. Kedudukan dan Koordinasi
Pelaksanaan program magang penulis jalani di PT. DaurEsia Jaya Trimegah sebagai
animator intern dengan berkoordinasi di dalam tim desain yang langsung diarahkan
oleh direktur utama. Tugas yang penulis kerjakan selama periode magang adalah permintaan media animasi motion graphic di bawah nama PRAISE yang merupakan mitra dan partner kerja PT. DaurEsia Jaya Trimegah untuk kemudian dikerjakan sesuai target yang sudah ditentukan oleh direktur utama. Mengenai kedudukan dan koordinasi dalam pelaksanaan kerja magang, penulis akan jelaskan secara lebih sebagai berikut:
1. Kedudukan
Penulis memiliki kesempatan untuk mengerjakan proyek animasi PRAISE dalam tim desain yang beranggotakan 5 orang, terdiri dari: Direktur utama perusahaan DaurEsia, Ibu Mignonne, yang juga menjadi pembimbing lapangan penulis; asisten pembimbing dan sekretariat PRAISE, Kak Tania, yang ikut serta memberi feedback serta sebagai pengisi suara voiceover (VO) animasi; Kak Rio dan Kak Pram, yang bertugas untuk membuat aset animasi; dan penulis yang bertugas untuk menyusun animasi dan menggabungkan semua aset untuk nantinya diedit bersama dengan narasi voiceover dan musik. Tim desain ini berada di luar susunan pengurus PT. DaurEsia Jaya Trimegah seperti yang sudah penulis jelaskan pada bagian struktur organisasi perusahaan. Penulis dan Ibu Mignonne, selaku direktur utama dan pembimbing lapangan, merupakan perwakilan dari PT. DaurEsia Jaya Trimegah. Sedangkan anggota tim lain merupakan staf yang tergabung dalam asosiasi PRAISE dan kedua anggota tim lainnya bekerja di bawah satu tim desain.
Penulis memiliki posisi sebagai animator intern di bawah PT. DaurEsia Jaya Trimegah, namun tim desain yang terbentuk dengan bimbingan Ibu Mignonne di
17 atas merupakan tim yang diberikan tanggung jawab untuk mengerjakan proyek PRAISE yang hanya sedang berjalan saat ini. Dalam proses pengerjaan proyek, penulis mengadakan rapat serta diskusi melalui aplikasi Zoom Meeting dengan anggota tim setiap minggu untuk membahas animasi yang akan ditampilkan. Penulis diberikan banyak arahan oleh pembimbing lapangan dan rekan-rekan kerja penulis.
2. Koordinasi
Proyek magang yang dikerjakan oleh penulis dalam tim merupakan proyek dengan hasil akhir berupa animasi motion graphic dengan dua versi untuk ditampilkan kepada target audience yang berbeda. Proyek ini dibuat oleh PRAISE sebagai media untuk memperkenalkan konsep ekonomi sirkular dan tanggung jawab berbagai pihak dalam proses pemilahan dan daur ulang sampah, dinamakan sebagai proyek PRAISE IPRO (Indonesia Packaging Recovery Organization). Sebagai proyek pertama, penulis dengan anggota tim diminta untuk membuat animasi versi lengkap (full) berdurasi 4 menit yang nantinya ditayangkan pada berbagai mitra dari kalangan industri dan pemerintah dalam acara eksternal. Proyek yang menyusul merupakan animasi versi publik berdurasi sekitar 2 menit yang akan disebarluaskan kepada masyarakat melalui media-media yang mendukung. Dalam proses pembuatan proyek dan pelaksanaan kerja magang ini, terdapat beberapa proses yang dilalui sebelum sampai pada tahap penyelesaian animasi. Berikut penulis akan menjabarkan proses pelaksanaan kerja magang penulis berdasarkan pengalaman disertai dengan dokumen yang penulis kumpulkan.
Sebelumnya, permintaan pembuatan animasi yang menjadi proyek penulis dengan tim merupakan salah satu bentuk kerja sama dari PT. DaurEsia Jaya Trimegah dengan PRAISE. Ibu Mignonne, selaku direktur utama, mengadakan
meeting dengan beberapa mitra kerja sama untuk membahas cara
mempresentasikan proyek kepada orang-orang yang bersangkutan, yang akhirnya ditentukan dengan menggunakan media visual seperti animasi motion graphic. Asisten pembimbing umumnya juga mengikuti meeting dan mendokumentasikan hal-hal penting. Setelah semua disetujui, bahan pada slide presentasi yang
18 mencakup isi diskusi kemudian diberikan pada tim desain untuk didiskusikan kembali. Tim desain mengadakan beberapa meeting dan proses diskusi untuk membahas konsep yang diperlukan bagi animasi dan saling bertukar pendapat. Dikarenakan pihak mitra sudah mengetahui konsep ekonomi sirkular dan proses pengolahan daur ulang sampah yang dibahas di dalamnya, animasi untuk versi lengkap (full) dirancang sesederhana mungkin dikarenakan akan menampilkan banyak penjelasan. Penulis dan anggota tim yang mengerjakan aset terutama berpartisipasi secara aktif sehingga ide yang dibagikan dapat diterima dengan baik dan tidak ada yang salah tangkap. Penulis kemudian menunggu aset dan voiceover yang akan difinalisasi pembimbing lapangan serta ikut memberi feedback. Pembimbing lapangan juga menentukan target deadline penyelesaian animasi sebelum kembali mengadakan meeting dengan mitra.
Proses pembuatan aset juga mengharuskan penulis untuk berkomunikasi secara konstan dengan rekan-rekan anggota tim agar dapat mengerjakan animasi dengan lebih lancar. Penulis umumnya mendengarkan voiceover yang diberikan terlebih dahulu sehingga dapat memperhitungkan detik kemunculan tiap aset dalam animasi. Setelah semua aset sudah sesuai dengan yang diminta, barulah penulis mulai menyusunnya dengan aplikasi Adobe After Effects. Pada beberapa waktu, penulis perlu memisahkan layer dari beberapa aset yang diberikan dengan aplikasi Adobe Illustrator yang memakan waktu cukup lama. Selesai menyusun animasi, umumnya akan dikirimkan kepada anggota tim terlebih dahulu untuk meminta masukan dan saran sebelum menambahkan voiceover dan musik. Setelah diberikan masukan untuk perbaikan dan segera dikerjakan, kemudian narasi voiceover dan musik dapat ditambahkan dalam animasi dengan aplikasi Adobe Premiere Pro sebelum nantinya meminta approval pembimbing lapangan kembali.
Jika sesuai dengan yang diminta, pembimbing dan asisten pembimbing akan kembali mengadakan meeting dengan mitra untuk membahas animasi yang sudah dibuat. Pembimbing dan asisten pembimbing akan mengadakan diskusi untuk keperluan revisi, sebelum nantinya merangkum dan menyampaikan apa yang kurang atau perlu ditambahkan dari animasi kepada tim desain untuk secepatnya diperbaiki. Finalisasi aset dan animasi serta seluruh proses yang dikerjakan harus
19 melalui pembimbing lapangan terlebih dahulu sebelum ditunjukkan kembali kepada mitra.
Gambar 3.1. Bagan Alur Koordinasi
(sumber: dokumentasi penulis)
3.2. Tugas Yang Dilakukan
Proyek animasi PRAISE IPRO yang menjadi tugas penulis dengan tim desain selama program kerja magang di PT. DaurEsia Jaya Trimegah melalui beberapa proses pengerjaan, dimulai dari menentukan aset serta logo hingga menggabungkan animasi dengan narasi voiceover dan musik. Proses kerja tersebut tidak luput dari kebutuhan revisi dalam berbagai hal bahkan sampai pada detail-detail terkecil. Berikut adalah penjabaran proses kerja dalam beberapa minggu penulis dan tim mengerjakan proyek animasi PRAISE IPRO.
20 Tabel 3.1. Detail Pekerjaan Yang Dilakukan Selama Magang
No. Minggu Proyek Keterangan
1. Minggu 1
Animasi PRAISE IPRO versi lengkap (full) tahap awal
• Briefing proyek animasi dengan tim dan target untuk setiap minggunya.
• Pembahasan ide dan konsep untuk animasi versi full.
• Membuat aset animasi yang dibutuhkan, narasi voiceover dan mencari background music
(royalty free) untuk mengiringi
animasi. 2. Minggu
2
Animasi PRAISE IPRO versi full
• Diskusi logo untuk IPRO dan aset yang dibutuhkan untuk animasi versi full.
• Diskusi narasi voiceover yang sudah direkam untuk diberikan masukan serta saran.
3. Minggu 3
Animasi PRAISE IPRO versi full
• Finalisasi logo
• Finalisasi narasi voiceover • Finalisasi aset dan mulai
mengerjakan animasi di Adobe After Effects.
• Render animasi terlebih dahulu tanpa voiceover dan musik. 4. Minggu
4
Animasi PRAISE IPRO versi full
• Editing animasi di Adobe Premiere Pro untuk
digabungkan dengan narasi
21 • Revisi animasi untuk acara
peluncuran PRAISE IPRO yang diselenggarakan melalui
aplikasi Zoom Meeting. 5. Minggu
5-8
Animasi PRAISE IPRO versi full
• Revisi animasi versi full untuk hasil yang lebih maksimal, seperti penggantian caption dan warna, pengurangan aset atau
scene, dan perbaikan narasi voiceover.
6. Minggu 9
Animasi PRAISE IPRO versi publik tahap awal
• Brainstorming ide dan konsep untuk animasi versi publik melalui diskusi.
• Membuat aset-aset tambahan. • Finalisasi revisi animasi dan
narasi voiceover untuk versi
full.
7. Minggu 10
Animasi PRAISE IPRO versi publik
• Pengembangan aset yang sudah dibuat.
• Mencari musik royalty free untuk animasi versi publik. 8. Minggu
11-12
Animasi PRAISE IPRO versi publik
• Finalisasi aset untuk versi publik.
• Memulai pembuatan animasi dan narasi voiceover baru untuk versi publik.
22 3.3. Uraian Pelaksanaan Kerja Magang
Dalam menjalankan pelaksanaan program magang di PT. DaurEsia Jaya Trimegah, penulis diberikan kepercayaan dan mendapatkan kesempatan dalam mengerjakan proyek animasi permintaan PRAISE dengan tim desain untuk dipresentasikan pada acara eksternal serta diunggah nantinya dalam situs dan media sosial PRAISE. Dalam pembuatan animasi, penulis melalui beberapa proses kerja sebagai berikut: 3.3.1. Proses Pelaksanaan
Proyek yang penulis kerjakan dengan tim desain merupakan proyek pembuatan animasi motion graphic. Proyek tersebut terbagi menjadi dua bagian yaitu: pertama untuk membuat media animasi bagi kalangan mitra dan komunitas serta pemerintah, sedangkan yang kedua adalah membuat media animasi yang ditujukan bagi masyarakat dan disebarluaskan melalui media sosial. Proyek yang awalnya dinamakan PRO (Packaging Recovery Organization) ini kemudian dinamakan sebagai proyek IPRO (Indonesia Packaging Recovery Organization) yang penulis dengan tim ikut serta juga berpartisipasi dalam pembuatan logonya. Penulis membantu rekan-rekan kerja yang merupakan anggota tim untuk memberikan
feedback dalam proses pembuatan logo, aset, hingga narasi voiceover dan
penentuan musik. Saran dan masukan yang diberikan oleh pembimbing lapangan juga membantu penulis untuk mengeksplorasi banyak hal yang dapat digunakan dalam membuat animasi dan proses mengedit. Berikut beberapa detail proses pembuatan animasi yang penulis kerjakan bersama tim selama pelaksanaan kerja magang.
1. Proyek Animasi PRAISE IPRO Versi Full
Pelaksanaan kerja magang penulis dimulai pada tanggal 3 Agustus 2020 dengan briefing proyek yang diberikan pembimbing lapangan mengenai animasi yang akan dibuat dan hasil akhir yang diharapkan, serta target yang ditetapkan untuk setiap minggunya. Proyek animasi ini bertujuan untuk memberi pengenalan terhadap IPRO, sistem pengolahan daur ulang sampah di Indonesia yang menerapkan sistem ekonomi sirkular di dalamnya.
23
Gambar 3.2. Logo IPRO
(sumber: data perusahaan)
Animasi ini ditunjukkan kepada kalangan mitra dan pemerintah dalam acara Peluncuran Packaging Recovery Organization (PRO) melalui aplikasi Zoom
Meeting yang digelar pada tanggal 25 Agustus 2020. Melalui briefing, terdapat
juga penjadwalan Zoom Meeting untuk setiap minggu dengan tim desain dikarenakan pemberlakuan WFH (Work From Home) yang dikeluarkan perusahaan semasa preventif menghadapi pandemi serta komunikasi yang terus dilakukan melalui media group chat Whatsapp.
Gambar 3.3. Poster Acara Peluncuran PRO/IPRO
24
Gambar 3.4. Aplikasi Zoom Meeting
(sumber: dokumentasi penulis)
Dalam meeting pertama yang dilakukan setelah briefing proyek, tim desain mengadakan diskusi untuk membahas konsep dan aset yang akan digunakan untuk animasi pertama yang dinamakan versi lengkap (full). Bersamaan dengan pembuatan aset, tim juga mempersiapkan narasi voiceover dan mencari
background music untuk diedit bersama dengan animasi nantinya. Pembuatan
logo yang dipercayakan kepada tim juga dilakukan seiring berjalannya pembuatan aset dan narasi voiceover. Penulis akan menjelaskan terlebih dahulu proses diskusi sebelum masuk dalam tahap pengerjaan animasi. Proses diskusi berawal dari pembahasan slide presentasi powerpoint yang merupakan hasil
meeting dari pembimbing lapangan dan asisten pembimbing dengan mitra kerja
sama. Berikut merupakan contoh isi proyek yang terdapat dalam bentuk slide presentasi pada awalnya.
25
Gambar 3.5. Slide Presentasi untuk Pembuatan Animasi IPRO
(sumber: data perusahaan)
Slide presentasi mencakup isi yang akan ditampilkan dalam animasi versi full nantinya. Seperti yang dapat dilihat di atas, versi full terbagi menjadi beberapa slide yang membahas tentang hal-hal yang mendukung berjalannya proyek IPRO dan penjelasan lebih detail mengenai program IPRO tersebut. Proyek animasi ini sudah disetujui sejak awal untuk menggunakan narasi voiceover serta musik sehingga mudah untuk dipahami dan dicerna. Berikut merupakan salah satu contoh slide presentasi yang memiliki notes sebagai rujukan bagi pembuatan aset serta animasinya.
26 Gambar 3.6. Slide Presentasi dengan Notes
(sumber: data perusahaan)
Highlight kotak berwarna hijau dalam slide presentasi di atas, yang juga muncul
pada beberapa halaman slide dengan warna berbeda, merupakan narasi yang nantinya digunakan oleh asisten pembimbing untuk merekam voiceover. Sedangkan notes yang terdapat di bawah slide merupakan rujukan untuk pembuatan detail aset dan gerakan untuk animasi disertai caption yang akan dimunculkan. Briefing proyek yang tertera pada slide presentasi di atas kemudian dipindahkan oleh anggota tim yang bertanggung jawab membuat aset ke dalam bentuk PDF untuk diserahkan pada pembimbing lapangan dan asisten pembimbing, serta file AI Adobe Illustrator untuk digunakan penulis dalam membuat animasi.
27
Gambar 3.7. Contoh Aset Animasi dalam Bentuk PDF
(sumber: data perusahaan)
Aset animasi kemudian dikirimkan pada pembimbing lapangan dan anggota tim lain untuk mendapatkan feedback. Setelahnya, file PDF dan AI berisi aset akan melalui beberapa revisi sebelum akhirnya penulis dapat memulai pembuatan animasi. Revisi yang dilakukan berupa penggantian warna dan beberapa detail kecil yang ada dalam gambar aset. Proses pembuatan seluruh aset memakan waktu sekitar seminggu termasuk dengan beberapa revisi yang dilakukan. Penulis membantu mengubah sebagian bentuk aset file AI yang sudah disetujui menjadi file PNG yang digunakan untuk disusun menjadi animasi motion
28 memilah seleksi musik royalty free dari website Bensound serta membantu memberikan feedback untuk asisten pembimbing yang mulai merekam narasi
voiceover. Pembuatan logo proyek IPRO juga berjalan selama proses
pengerjaan aset serta animasi.
Gambar 3.8. Mengubah Bentuk File dengan Adobe Illustrator
(sumber: dokumentasi penulis)
Gambar 3.9. Proses Pembuatan Logo Melalui Screenshot
29 Logo akhir IPRO yang sebelumnya penulis perlihatkan nantinya digunakan untuk seluruh program IPRO yang berjalan ke depannya. Finalisasi logo ditentukan melalui diskusi dengan anggota tim dan mendapatkan approval dari pembimbing lapangan serta anggota mitra yang terlibat. Sedangkan untuk narasi voiceover, proses pengerjaan dilakukan melalui group chat Whatsapp sehingga setiap anggota tim dapat memberikan masukan dan menentukan rekaman narasi yang akan digunakan. Saat beberapa aset dan narasi voiceover sedang dalam tahap finalisasi, penulis memulai pengerjaan beberapa aset animasi yang sudah direvisi dan mendapatkan approval dengan menggunakan aplikasi Adobe After Effects dimulai pada tanggal 13-14 Agustus 2020. Aset-aset yang sudah dapat digunakan untuk membuat animasi kemudian penulis susun dalam Adobe After Effects disesuaikan dengan isi dari slide presentasi serta narasi voiceover yang sudah direkam. Berikut merupakan tampilan pengerjaan animasi pada Adobe After Effects.
Gambar 3.10. Pengerjaan Animasi dengan Adobe After Effects
(sumber: dokumentasi penulis)
Pertama, seluruh aset dimasukkan ke dalam satu panel yang dinamakan project
panel untuk kemudian disusun dalam sebuah composition seperti tampilan di
atas. Aset-aset tersebut disusun melalui layers panel pada bagian kiri bawah sehingga dapat diatur timing serta penempatannya pada panel timeline di sebelahnya. Memasuki proses pengerjaan animasi, terdapat beberapa revisi
30 yang dilakukan selama proses berjalan sehingga pengerjaan dapat memakan waktu seminggu dan lebih. Pembuatan animasi dimulai dari minggu kedua hingga minggu ketiga Agustus. Dalam progress animasi, penulis melakukan render setiap beberapa hari untuk ditunjukkan pada tim dan meminta masukan serta saran. Terdapat juga sebagian kecil revisi untuk aset sehingga harus beberapa kali mengganti gambar aset dan penempatannya di tengah pengerjaan animasi. Selama proses tersebut, musik sudah ditentukan dan narasi voiceover sedang berada dalam tahap penyelesaian. Penulis menggunakan minggu-minggu tersebut termasuk dengan hari libur dan memiliki hari lembur untuk menyelesaikan target karena waktu menuju acara peluncuran yang terhitung mendesak. Animasi versi full ada dalam tahap penyelesaian pada minggu ketiga, di mana penulis mulai mengedit animasi dengan narasi voiceover dan musik menggunakan aplikasi Adobe Premiere Pro. Kredit untuk musik royalty
free yang didapatkan dari website Bensound juga penulis tuliskan pada bagian
akhir animasi.
Gambar 3.11. Mengedit Animasi dengan Adobe Premiere Pro
(sumber: dokumentasi penulis)
Selama proses pengerjaan dari awal pembuatan hingga mencapai tahap penyelesaian animasi, pembimbing lapangan melakukan meeting setiap minggu yang beberapanya diikuti oleh asisten pembimbing untuk menunjukkan
31 proses pengerjaan juga merupakaan permintaan dari mitra. Proses mengedit animasi pun melalui proses revisi yang sama sebelum mendapat approval penuh. Animasi dapat diselesaikan sebelum hari acara peluncuran yaitu pada tanggal 23-24 Agustus 2020. Berikut merupakan beberapa contoh scene yang dianimasikan.
Gambar 3.12. Scene dalam Animasi IPRO Versi Full
(sumber: dokumentasi penulis)
Beberapa hari seusai acara peluncuran IPRO, revisi kembali dilakukan untuk hasil yang lebih maksimal terutama pada bagian caption yang ditampilkan di dalam animasi dan narasi voiceover sebelum beralih mengerjakan versi publik. Proses tersebut berjalan dari awal hingga akhir bulan September mencapai awal bulan Oktober. Pengerjaan memakan cukup banyak waktu dikarenakan variasi aspek yang perlu diubah dari awal atas permintaan para mitra dan melalui diskusi tim. Pembahasan konsep dan ide yang akan digunakan untuk versi publik dilakukan di sela-sela proses pengerjaan revisi animasi versi full. Animasi versi full setelah melalui berbagai revisi pada akhirnya berdurasi mendekati waktu 4 menit, yaitu sepanjang 3 menit 58 detik.
32 2. Proyek Animasi PRAISE IPRO Versi Publik
Proses pengerjaan proyek animasi PRAISE IPRO versi publik dimulai setelah animasi versi full ada dalam tahap finalisasi pada awal bulan Oktober. Proses yang dilakukan serupa dalam pembuatan animasi sebelumnya, yaitu dengan pembahasan ide dan konsep dengan tim terlebih dahulu. Jika animasi sebelumnya membahas pengenalan dan penjelasan mengenai IPRO secara detail, maka versi publik akan menampilkan penjelasan singkat mengenai program IPRO bersama dengan tambahan kontribusi yang mudah dipahami mengingat proyek ini akan ditayangkan melalui media sosial. Tim memutuskan untuk menggunakan sebagian aset yang sudah dibuat dengan pembuatan beberapa aset dan narasi voiceover baru. Berikut merupakan beberapa aset baru untuk versi publik yang dibuat dalam bentuk file PDF.
Gambar 3.13. Aset Baru untuk Animasi IPRO Versi Publik
(sumber: data perusahaan)
Pengerjaan animasi versi publik memiliki proses dan timeline yang sama dengan pembuatan animasi sebelumnya. Program IPRO akan diperkenalkan
33 dan dijalankan pada akhir tahun 2020 sehingga proyek ini diestimasikan selesai pada akhir bulan November atau bulan Desember. Konteks pada animasi versi publik dibuat dengan tampilan menyerupai versi full yang sederhana dan berdurasi lebih pendek. Versi publik terutama dibuat dengan pemikiran bahwa penjelasan yang terdapat di dalamnya diharapkan dapat diterima dan tersampaikan dengan baik. Pembuatan aset tambahan dan narasi voiceover baru melalui proses revisi yang beruntun dan memakan waktu sekitar dua minggu. Penulis memulai pengerjaan animasi pada pertengahan bulan Oktober. Animasi ini pada awalnya direncanakan dengan durasi sepanjang 1 menit 30 detik, namun durasi untuk hasil akhir animasi mencapai 2 menit 39 detik. Berikut merupakan beberapa contoh scene animasi versi publik yang dibuat dengan aset baru.
Gambar 3.14. Scene dalam Animasi IPRO Versi Publik
34 3.3.2. Kendala Yang Ditemukan
Penulis tentunya mengalami banyak kendala selama proses pelaksanaan kerja magang di PT. DaurEsia Jaya Trimegah. Kendala yang dialami berupa hal-hal luar yang mempengaruhi lingkungan kerja penulis serta hal-hal internal yang terdapat dalam proses pengerjaan proyek. Beberapa kendala yang dialami penulis adalah sebagai berikut, di antaranya:
1. Penulis diberikan proyek besar sebagai tugas pertama sehingga pada awalnya merasakan tekanan saat memulai kerja magang. Proyek yang penulis rasa membutuhkan perhatian penuh membuat sulit untuk mengurus keperluan kampus dan jadwal yang padat di rumah dikarenakan penulis juga bukan merupakan orang yang pintar membagi waktu.
2. Laptop yang penulis gunakan untuk mengerjakan proyek merupakan laptop dengan sistem Windows 10, di mana versi Windows tersebut dikatakan memiliki banyak masalah yang penulis bisa katakan benar. Selain itu, aplikasi Adobe After Effects yang penulis gunakan hanya terdapat pada laptop ini. Terdapat hari-hari di mana laptop memulai update sendiri saat penulis sedang mengerjakan animasi walaupun auto update sudah dimatikan dan memakan waktu lama. Selain itu, laptop sering mengalami
lagging saat membuka aplikasi dan saat melakukan rendering.
3. Penulis melupakan beberapa shortcuts dan kegunaan tools dalam menggunakan aplikasi untuk pembuatan animasi dan editing sehingga perlu waktu untuk mempelajarinya kembali di sela-sela proses pengerjaan proyek walaupun waktu tersebut dapat digunakan untuk mempercepat proses kerja penulis.
4. Pemberlakuan WFH (Work From Home) yang penulis syukuri sebagai pencegahan semasa pandemi, namun penulis juga temukan sulit terutama karena proses kerja yang membutuhkan banyak diskusi. Beberapa hal dapat dijelaskan lebih baik dengan bertatap muka dan koneksi internet dari penulis dan anggota tim lain terkadang membuat Zoom Meeting harus diteruskan
35 pembahasannya melalui group chat. Hal tersebut mengakibatkan waktu proses kerja yang lebih lama.
5. Penulis terkadang sulit berkonsentrasi karena kondisi di rumah selama pemberlakuan WFH, baik dari kegaduhan di sekitar lingkungan rumah maupun cuaca yang terus berubah membuat penulis bekerja dengan kondisi badan yang kurang sehat pada waktu tertentu. Hari-hari lembur yang dijalani juga menjadi salah satu alasan kurang sehatnya penulis dan memperlambat proses kerja penulis.
3.3.3. Solusi Atas Kendala yang Ditemukan
Tidak semua kendala dapat diselesaikan dengan cepat, namun kendala yang penulis alami beberapa di antaranya dapat diatasi sehingga pelaksanaan kerja magang dan proses kerja proyek penulis berjalan dengan cukup baik dan lancar. Berikut beberapa hal yang penulis lakukan sebagai solusi dari kendala-kendala penulis:
1. Selama menjalankan magang, penulis menjaga pola makan yang baik serta banyak memanfaatkan waktu kosong untuk istirahat sehingga dapat fokus dalam mengerjakan proyek. Penulis juga meminum supplemen kesehatan selama hari kerja dengan dosis secukupnya. 2. Penulis membagi proses kerja dengan membuat animasi di laptop dan
melakukan editing di komputer iMac penulis sehingga laptop tidak mengalami loading yang lama karena banyaknya aplikasi yang dibuka dan digunakan atau mudah lag.
3. Penulis mendapatkan banyak tips dari anggota tim yang juga bekerja dalam bidang yang dekat dengan penulis dalam menggunakan aplikasi Adobe. Penulis juga belajar melalui youtube, internet, bertanya pada teman-teman, dan melihat kembali karya-karya animasi dan motion
graphic yang pernah dikerjakan selama kuliah untuk mempelajari
teknisnya pada jam break makan siang atau waktu kosong yang tidak digunakan untuk istirahat.
36 4. Diskusi yang diadakan dengan anggota tim sekarang banyak dilakukan melalui group call di Whatsapp untuk menghemat waktu, dan proses pengerjaan yang memerlukan highlight atau revisi kemudian dirangkum kembali pada setiap akhir diskusi melalui notes yang dikirimkan melalui
group chat.
5. Penulis mencoba menjaga konsentrasi dengan memindahkan workspace penulis yang jauh dari kegaduhan pada waktu luang yang tersedia dan mencoba fokus bekerja dengan mendengarkan musik yang tenang.