AsuhanKeperawatanpadaKeluarga yang
MenderitaHipertensidenganPrioritasMasalahKetidaksei mbanganNutrisidi KelurahanSitiRejo II Kecamatan
Medan Amplas
KaryaTulisIlmiah (KTI)
DisusundalamRangkaMenyelesaikan
Program Studi DIII Keperawatan
OLEH
DITA HEDIANTI SAFIRA 132500058
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2016
HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS
Saya yang bertandatangan di bawahini:
Nama : Dita Hedianti Safira Nim : 132500058
DenganinimenyatakanbahwaKaryaTulisIlmiah ini yang berjudul“ Asuhan Keperawatan pada Keluarga yang Menderita Hipertensi dengan Prioritas Masalah Ketidakseimbangan Nutrisi di Kelurahan Siti Rejo II Kecamatan Medan Amplas”
adalahbenarhasilkaryasendiri,
kecualidalampengutipansubstansidisebutkansumbernyadanbelumpernahdianjurka nkepadainstitusimanapunsertabukankaryajiplakan.Sayabertanggungjawabataskeab sahandankebenaranisinyasesuaidengankaidahilmiah yang harusdijunjungtinggi.
Demikianpernyataaninisayabuatdengansebenarnya,
tanpaadatekananataupaksaandaripihakmanapunsertabersediamendapatsanksiakade mikjikaternyatadikemudianharipernyataaninitidakbenar.
Medan, Mei 2016
Dita Hedianti Safira
Kata Pengantar
Puji dan syukur penulis ucapkan ke hadiran Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini yang merupakan salah satu syarat untuk mengikuti tugas akhir program studi DIII Keperawatan di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara.
Adapun judul Karya Tulis Ilmiah ini adalah : ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA DENGAN MASALAH UTAMA HIPERTENSI DI KELURAHAN SITI REJO II KECAMATAN MEDAN AMPLAS. Dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah ini, penulis banyak mendapatkan bantuan dari berbagai pihak baik moral maupun material, untuk itu dalam kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat:
1. Bapak Setiawan, S.Kp, MNS, P.hd selaku Dekan Fakultas Keperawatan .Universitas Sumatera Utara
2. Ibu Sri Eka Wahyuni, S.Kep, Ns, M.Kep selaku Wakil Dekan 1 Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara.
3. Ibu Cholina Trisa Siregar, S.kep, M.Kep,spKMB selaku Wakil Dekan II Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara.
4. Ibu Dr. Siti Saidah Nasution, SKp, M.Kes, SpMat selaku Wakil Dekan III Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara.
5. Ibu Nur Afi Darti, S.Kp, M.Kep selaku Ketua Prodi DIII Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara.
6. Bapak Achmad Fathi, S.Kep, Ns,MNS selaku Pembimbing Akademik saya
7. Ibu Siti Zahara Nasution, S.Kp, MNS selaku Dosen pembimbing karya tulis ilmiah ini
8. IbuLufthiani, S.Kep, Ns, M.Kes Selaku dosen penguji karya tulis ilmiah ini
Dalam kesempatan ini juga, penulis secara khusus ingin memberikan penghargaan yang sebesar-besarnya beserta ucapan terima kasih yang setulus- tulusnya kepada:
Terutama rasa syukur dan terima kasih yang begitu mendalam kepada orang tua saya sendiri Bapak Surata dan Ibunda yang sangat saya sayangi Safani Afanti , yang selalu memberikan motivasi, dukungan moral maupun material serta yang tiada henti mendoakan penulis.
Terima kasih kepada seluruh rekan-rekan mahasiswa/i DIII Keperawatan Fakultas Keperawatan USU, khususnya stambuk 2013
Orang-orang yang tidak pernah kulupakan, yang sudah menjadi seperti keluarga baru di dalam dunia perkuliahan, teman, sahabat, yang selalu mendukung dan memotivasi, Muhammad Ridho Maulana Lubis, Adang Adhilla, Tri Mai Rizki, Nurchairani , Syahfitri Handayani, Winda Seppy, Putri Fatma, Siti Khairiah Semoga karya tulis ilmiah ini berguna dan bermanfaat khususnya bagi penulis dan bagi kita semua.
Medan, Mei 2016
Dita Hedianti Safira
DAFTAR ISI
Lembar Orisinalitas... i
Lembar Pengesahan...ii
Kata Pengantar...iii
Daftar Isi... v
BAB I PENDAHULUAN...1
A. Latar Belakang... 1
B. Tujuan...2
C. Manfaat...3
BAB II PENGELOLAAN KASUS...5
A. Konsep Dasar Asuhan Keperawatan dengan Masalah Kebutuhan Dasar Nutrisi... 5
1. Pengkajian ...15
2. Analisa Data... 16
3. Rumusan Masalah... 16
4. Perencanaan ... 17
B. Asuhan Keperawatan Kasus...20
1. Pengkajian………. 20
2. Analisa Data………..………… 25
3. Diagnosa ………...……… 26
4. Implementasi dan Evaluasi………...……… 26
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN...36
A. Kesimpulan...36
B. Saran...38 DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
Lampiran 1 : Lembar Konsultasi
BAB 1
PENDAHULUAN
A.Latar BelakangNutrisi adalah zat-zat gizi dan zat lain yang berhubungan dengan kesehatan dan penyakit, termasuk keseluruhan proses dalam tubuh manusia untuk menerima makanan atau bahan-bahan dari lingkungan hiduonya dan menggunakan bahan-bahan tersebut untuk aktivitas penting dalam tubuhnya serta mengeluarkan sisanya.(Wartona, 2004)
Hipertensi merupakan gangguan nutrisi yang ditandai dengan adanya gangguan metabolism karbohidrat akibat kurang insulin atau gangguan karbohidrat secara berlebihan. (Hidayat, 2006)
Penyakit hipertensi ini terjadi karena salah satu akibat masalah yang sering muncul dari perubahan gaya hidup, seperti mengkonsumsi makanan yang tinggi garam, stress yang dialami, obesitas. Bagi laki-laki kebiasaan merokok, minum- minuman berakohol akan memicu timbulnya hipertensi. ( Hidayat, 2006)
Di Indonesia, sampai saat ini memang belum ada data yang bersifat nasional, multisenter, yang dapat menggambarkan prevelensi lengkap mengenai hipertensi.
Namun beberapa sumber, yakni Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2004, prevalensi hipertensi di Indonesia pada orang yang berusia di atas 35 tahun adalah lebih dari 15,6%. Survei faktor resiko penyakit kardiovaskular (PKV) oleh proyek WHO di Jakarta, menunjukkan angka prevalensi hipertensi dengan tekanan darah 160/90 masing-masing pada pria adalah 13,6% (1988), 16,5%
(1993), dan 12,1% (2000). Pada wanita, angka prevalensi mencapai 16% (1988), 17% (1993), dan 12,2% (2000). Secara umum, prevalensi hipertensi pada usia lebih dari 50 tahun berkisar antara 15%-20% .
Di sumatera utara sendiri, sebesar 2.6 % penduduk mengalamihipertensi.
Populasi yang semakin tua dan penuaan adalah factor utama penyebab hipertensi.(Depkes,2010)
Berdasarkan wawancara langsung yang dilakukan terhadap 5 orang penderita hipertensi diketahui bahwa pada dasarnya para pasien ini mengetahui bahwa mereka harus mengurangi konsumsi garam. Namun demikian, ternyata mereka menunjukkan sikap yang kurang mendukung dimana setiap hari kandungan garam yang dikonsumsi masih cukup tinggi suka makan sembarangan . Hal ini terjadi karena sudah menjadi kebiasaan selera makan bahwa kalau masakan yang dirasakan kurang asin maka akan mengurangi selera makan mereka. Selain itu pelaksanaan kepatuhan diet rendah garam juga kurang mendapat dukungan dari keluarga dimana anggota keluarga mereka memang menyukai masakan terasa asin daripada masakan manis. Sikap dan dukungan keluarga di atas yang menyebabkan penderita hipertensi ini tidak dapat melakukan diet rendah garam secara sempurna. Perilaku pasien yang ditemukan adalah tidak pernah mengontrol kesehatannya.
Berdasarkan hal di atas, penulis sangat tertarik untuk memberikan promosi kesehatan mengenai diet hipertensi pada 5 orang penderita hipertensi di kediamannya masing-masing. Pengelolaan pelayanan keperawatan yang diberikan adalah pengetahuan tentang hipertensi.
B. Tujuan
Tujuan UmumUntuk mengetahui perawatan hipertensi yang dilakukan oleh keluarga di Kelurahan Siti Rejo II Kecamatan Medan Amplas
Tujuan Khusus
a. Penulis mampu melakukan pengkajian pada keluarga dengan masalah utama hipertensi.
b. Penulis mampu merumuskan diagnosa keperawatan pada keluarga dengan masalah utama hipertensi.
c. Penulis mampu menyusun rencana asuhan keperawatan pada keluarga dengan masalah utama hipertensi.
d. Penulis mampu melakukan implementasi pada keluarga dengan masalah utama hipertensi.
e. Penulis mampu melakukan evaluasi pada keluarga dengan masalah utama hipertensi.
Manfaat
MahasiswaMelatih mahasiswa dalam melaksanakan keperawatan komunitas khususnya pada pasien hipertensi sehingga mahasiswa dapat secara langsung memberikan intervensi kepada anggota keluarga yang menderita hipertensi sehingga hal ini dapat menambah pengalaman dan pengetahuan mahasiswa. Selain itu dapat dijadikan sebagai bahan masukan dalam menyusun kebijaksanaan yang dapat mencegah kejadian hipertensi pada masyarakat.
Pendidikan Keperawatan
Diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pendidikan keperawatan pada aspek aplikatifnya dan menjadi referensi tersendiri untuk meningkatkan asuhan keperawatan dalam ruang lingkup keperawatan komunitas khususnya perawatan pasien hipertensi.
Komunitas
Diharapkan secara langsung dapat menambah pengetahuan bagi pasien dan keluarga dalam melaksanakan diet hipertensi sehingga dapat menjaga kebugaran tubuhnya dengan menjaga diet rendah garam dengan baik sehingga tidak terjadi komplikasi akibat hipertensi.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN MASALAH KEBUTUHAN DASAR NUTRISI
DEFINISI
Nutrisi merupakan proses pemasukan dan pengolahan zat makanan oleh tubuh yang bertujuan menghasilkan energi dan digubakan dalam aktivitas tubuh.(
Hidayat, 2006).
Kebutuhan berikut ini, seringkali disebut 14 kebutuhan dasar Henderson, memberikan kerangka kerja dalam melakukan asuhan keperawatan (Henderson, 1996);
1. Bernapas secara normal 2. Makan dan minum cukup 3. Eliminasi
4. Bergerak dan mempertahankan posisi yang di kehendaki 5. Istirahat dan tidur
6. Memilih cara berpakaian; berpakaian dan melepas pakaian 7. Mempertahankan temperatur tubuh dalam rentang normal 8. Menjaga tubuh tetap bersih dan rapi
9. Menghindari bahaya dari lingkungan 10. Berkomunikasi dengan orang lain 11. Beribadah menurut keyakinan 12. Berkerja yang menjanjikan prestasi
13. Bermain dan berpartisipasi dalam berbagai bentuk rekreasi
14. Belajar, menggali atau memuaskan ras keingintahuan yang mengacu pada perkembangan dan kesehatan normal.
Berdasarkan Teori Henderson, hipertensi masuk ke dalam tingkatan kebutuhan dasar manusia yang ke dua yaitu “Makan dan minum cukup”.(Potter & Perry, 2005).
PRINSIP-PRINSIP NUTRISI
Pada umumnya, ketika kebutuhan energi dipenuhi lengkap oleh asupan kalori pada makanan, maka berat badan tidak berubah. Jika pemasukan kalori melebihin kebutuhan energi, maka berat seseorang akan menambah. Ketika pemasukan kalori gagal untuk memenuhi kebutuhan energi, maka seseorang akan kehilangan berat badan.
Nutrien merupakan elemen penting untuk proses dan fungsi tubuh. Enam kategori zat makanan adalah air, karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral.
Kebutuhan energi dipenuhi dengan metabolisme karbohidrat, protein dan lemak.
Air adalah komponen tubuh yang vital dan bertindak sebagai penghancur zat makanan. Vitamin dan mineral tidak menyediakan energi, tetapi penting untuk proses metabolisme dan keseimbangan asam-basa.
Makanan kadang-kadang digambarkan menurut kepadatan nutrien, proposi nutrien penting untuk jumlah kalori. Makanan dengan kepadatan nutrien tinggi, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran, , menyediakan sejumlah besar nutrien yang berhubungan dengan kalori. Makanan dengan kepadatan nutrien rendah, seperti gula dan alkohol, tinggi kalorinya tapi berzat gizi rendah.( Potter & Perry, 2006).
Karbohidrat
Karbohidrat merupakan zat gizi yang terdapat dalam makanan, pada umumnya dalam bentuk amilum. Pembentukan amilum terjadi dalam mulut melalui enzim ptialin yang ada dalam air ludah. Amilum diubah menjadi maltosa, kemudian diteruskan ke dalam lambung. Dari lambung hidrat arang dikirim terus ke usus dua belas jari. Getah pankreas yang dialirkan ke usus dua belas jari mengandung amilase. Dengan demikian, sisa amilum yang belum diubah menjadi
maltosa oleh amilase pankreas diubah seluruhnya menjadi maltosa. Maltosa ini kemudian diteruskan ke dalam usus halus. Usus halus mengeluarkan getah pankreas hidrat arang, yaitu maltose yang bertugas mengubah maltosa menjadi dua molekul glukosa sakarosa, fruktosa dan glukosa. Laktose bertugas mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa. Setelah berada dalam usus halus, seluruhnya diubah menjadi monosakarida oleh enzim-enzim tadi..
Penyerapan karbohidrat yang dikonsumsi/ dimakan masih dapat ditemukan dalam tiga bentuk, yaitu polisakarida, disakarida dan monosakarida.
Disakarida dan monosakarida mempunyai sifat mudah larut dalam air sehingga dapat diserap melewati dinding usus/mukosa usus mengikuti hukum difusi osmose dan tidak memerlukan tenanga serta langsung memasuki pembuluh darah.
Proses penyerapan yang tidak memerlukan tenaga dan mengikuti hukum difusi osmose dikenal sebagai penyerapan pasif..( Hidayat, 2006).
Lemak
Pencernaan lemak dimulai dalam lambung ( walaupun hanya sedikit), karena dalam mulut tidak ada enzim pemecah lemak. Lambung mengeluarkan enzim lipase untuk mengubah sebagian kecil lemak menjadi asam lemak dan gliserin, kemudian diangkut melalui getah bening dan selanjutnya masuk kedalam peredaran darah untuk kemudian tiba dihati. Sintesis kembali terjadi dalam saluran getah bening, mengubah lemak gliserin menjadi lemak seperti aslinya.
Penyerapan lemak dilakukan secara pasif setelah lemak diubah menjadi gliserol asam lemak. Asam lemak mempunyai sifat empedu, asam lemak yang teremulsi ini mampu diserap melewati dinding usus halus. Penyerapan membutuhkan tenaga, lagi pula tidak semua lemak dapat diserap, maka penyerapan lemak dikatakan dengan cata aktif selektif.(Hidayat, 2010).
Protein
Kelenjar ludah dalam mulut tidak membuat enzim protease. Enzim protease baru terdapat dalam lambung, yaitu pepsin yang mengubah protein menjadi albuminosa dan pepton.( Hidayat, 2010)
Kebutuhan Protein per Hari
Umur Berat Badan
(kg)
Tinggi Badan (cm)
Protein (gr)
0-6 bulan 5.5 60 12
7-12 bulan 8.5 71 14
1-3 tahun 12 89 23
4-6 tahun 18 108 32
7-9 tahun 23.5 120 36
PRIA
10-12 tahun 30 135 45
13-15 tahun 40 152 57
16-19 tahun 53 160 62
20-59 tahun 56 162 50
60 tahun 56 162 50
WANITA
10-12 tahun 32 139 49
13-15 tahun 42 153 47
16-19 tahun 46 154 47
20-59 tahun 50 154 44
60 tahun 50 154 44
Mineral
Mineral tidak membutuhkan pencernaan. Mineral hadir dalam bentuk tertentu sehingga tubuh mudah untuk memprosesnya. Umumnya, mineral diserap
dengan mudah melalui dinding usus halus secara difusi pasif maupun transportasi aktif.
Mekanisme transportasi aktif penting jika kebutuhan tubuh meningkat atau adanya diet rendah kadar mineral. Hormon adalah zat yang memegang peranan penting dalam mengatur mekanisme aktif ini. Penyerapan dapat lebih jauh dipengaruhi oleh sistem pencernaan.
Beberapa senyawa organik tertentu, seperti asam oxalit, akan menghambat penyerapan kalsium. Mineral dipakai dalam berbagai hal. Beberapa dari mineral adalah komponen esensial dari jaringan tubuh, sedang yang lainnya esensial pada proses kimia tertentu. (Hidayat, 2010)
Jenis Mineral, Sumber dan Fungsi
Jenis Mineral Sumber Fungsi
Kalsium Susu Pembentukan gigi dan
tulang, aktivitas neuromuskular dan
koagulasi ( penggumpalan) darah.
Fosfor Telur, daging dan susu Penyangga pembentukan gusi dan tulang.
Yodium Garam beryodium dan
makanan laut
Pengaturan metabolisme tubuh dan mempelancar pertumbuhan.
Besi Hati, telur dan daging Komponen hemoglobin dan membantu oksidasi dalam sel.
Magnesium Biji-bijian, susu dan daging
Pengaktifan enzim, pembentukan gigi dan tulang dan membantu kegiatan neuromuskular.
Zinc Makanan laut dan hati Bahan pembentuk enzim dan insulin.
Vitamin
Pencernaan vitamin melibatkan pengurainnya menjadi molekul-molekul yang lebih kecil sehingga dapat diserap dengan efektif. Beberapa penyerapan vitamin dilakukan dengan difusi sederhana, tetapi sistem transportasi aktif sangat penting untuk memastikan pemasukan yang cukup.( Hidayat, 2010).
Jenis Vitamin, Sumber dan Fungsi
Jenis vitamin Sumber Fungsi
Vitamin A Lemak hewani, mentega, keju, kuning telur, susu lengkap, minyak ikan, sayuran hijau, buah yang kuning dan sayuran.
Membantu pertumbuhan sel tubuh dan pengelihatan,
menyehatkan rambut dan kulit, integritas membran epitel dan mencegah xerophtalmia.
Vitamin B1 (thiamin) Larut dalam air
Ikan, daging ayam tanpa lemak, kacang-kacangan dan susu.
Metabolisme karbohidrat, membantu kelancaran sistempersarafan dan mencegah beri-beri atau penyakit yang ditandai neuritis.
Vitamin B2 (riboflavin) Larut dalam air
Telur, sayuran hijau, daging tanpa lemak, susu dan biji-bijian.
Membantu pembentukan enzim, pertumbuhan dan membant adaptasi cahaya dalam mata.
Vitamin B3 (niacian) Daging tanpa lemak, hati, ikan, kacang-kacangan,
Metabolisme karbohidrat, lemak, protein dan
biji-bijian, telur dan hati komponen enzim serta mencegah menurunnya nafsu makan.
Vitamin B6 (pyridoksin)
Biji-bijian, sayuran, daging, pisang
Membantu kesehatan gusi dan gigi, pembentukan sel darah merah, serta metabolisme karbohidrat, lemak dan protein.
Vitamin B12 (cyancobalamin)
Hati, susu, daging tanpa lemak, ikan dan kerang laut
Metabolisme protein, membantu pembentukan sel darah merah, kesehatan jaringan dan mencegah anemia.
Vitamin C (ascorbutacid)
Jeruk, tomat, kubis, sayuran hijau dan kentang
Menjaga kesehatan tulang, gigi dan gusi, membantu pembentukan dinding pembuluh darah dan pembuluh kapiler, kesembuhan jaringan dan
tulang, serta memudahkan penyerapan
zat besi dan asam folat.
Vitamin D Minyak ikan, susu,
kuning telur, mentega, hati, kerang, atau terbentuk dikulit akibat pemanasan sinar matahari
Membantu penyerapan kalsium dan fosfor serta mencegah rakhitis.
Vitamin E ( alpha tocopherol)
Sayuran hijau Membantu pembentukan sel darah merah dan melindungi asam amino utama.
Vitamin (biotin) Kuning telur, sayuran hijau, susu dan hati
Membantu kegiatan enzim serta metabolisme karbohidrt, lemak dan protein.
Vitamin K Hati, telur dan sayuran hijau
Membantu produksi protrombin.
Air
Air merupakan komponen kritis dalam tubuh karena fungsi sel bergantung pada lingkungan cair. Air menyusun 60% hingga 70% dari seluruh berat badan.
Persentase seluruh air dalam tubuh lebih banyak untuk orang kurus daripada orang gemuk karena otot terdiri dari banyak air daripada jaringan lain kecuali darah. Bayi memiliki persentase terbesar dari total berat badan untuk air, dan orang tua mempunyai lebih sedikit. Ketika kehilangan air, seseorang dapat bertahan tidak lebih dari beberapa jam di padang pasir atau beberapa hari dilingkungan yang sangat terlindungi.( Hidayat, 2010).
Rentang Kebutuhan Cairan Sehari-hari
Usia Kebutuhan cairan
(ml/kg/hari)
3 hari 80-100
10 hari 125-150
3 bulan 140-160
6 bulan 130-155
9 bulan 125-145
1 tahun 120-135
2 tahun 115-125
4 tahun 100-110
6 tahun 100-110
10 tahun 90-100
14 tahun 50-60
18 tahun 40-50
19-50 tahun 50
Masalah Kebutuhan Nutrisi
Secara umum, gangguan kebutuhan nutrisi terdiri atas kekurangan dan kelebihan nutrisi, obesitas, malnutrisi, diabetes melitus, hipertensi, jantung koroner, kanker dan anoreksia nervosa..( Hidayat, 2006).
Kekurangan Nutrisi
Kekurangan nutrisi merupakan keadaan yang dialami seseorang dalam keadaan tidak berpuasa (normal) atau resiko penurunan berat badan akibat ketidakcukupan asupan nutrisi untuk kebutuhan metabolisme.( Hidayat, 2006).
Tanda Klinis :
- Berat badan 10-20% dibawah normal.
- Tinggi badan dibawah ideal.
- Lingkar kulit trisep lengan tengah kurang dari 60% ukuran standar.
- Adanya kelemahan dan nyeri tekan pada otot.
- Adanya penurunan albumin serum.
- Adanya penurunan transferin.
Kemungkinan Penyebab :
- Meningkatnya kebutuhan kalori dan kesulitan dalam mencerna kalori akibat penyakit infeksi atau kanker.
- Disfagia karena adanya kelainan persarafan.
- Penurunan absorpsi nutrisi akibat penyakit croh atau intoleransi laktosa..( Hidayat, 2006).
Kelebihan Nutrisi
Kelebihan nutrisi merupakan suatu keadaan yang dialami seseorang yang mempunyai risiko peningkatan berat badan akibat asupan kebutuhan metabolisme secara berlebih.
Tanda Klinis:
- Berat badan lebih dari 10% berat ideal.
- Obesitas ( lebih dari 20% berat ideal).
- Lipatan kulit trisep lebih dari 15 mm pada pria dan 25 mm pada wanita.
- Adanya jumlah asupan yang berlebihan.
- Aktivitas menurun atau monoton.
Kemungkinan Penyebab : - Perubahan pola makan.
- Penurunan fungsi pengecapan dan penciuman.( Hidayat, 2010)
Obesitas
Obesitas merupakan masalah peningkatan berat badan yang mencapai lebih dari 20% berat badan normal. Status nutrisinya adalah melebihin kebutuhan metabolisme karena kelebihan asupan kalori dan penurunan dalam penggunaan kalori.( Hidayat, 2006).
Malnutrisi
Malnutrisi merupakan masalah yang berhubungan dengan kekurangan zat gizi pada tingkat seluler atau dapat dikatakan sebagai masalah asupan zat gizi yang tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh. Gejala umumnya adalah berat badan rendah dengan asupan makanan yang cukup atau asupan kurang dari kebutuhan tubuh, adanya kelemahan otot dan penurunan energi, pucat pada kulit, membran mukosa, konjungtiva dan lain-lain.( Hidayat, 2006).
Hipertensi
Hipertensi merupakan gangguan nutrisi yang ditandai dengan adanya gangguan metabolisme karbohidrat akibat kurang insulin atau enggunaan karbohidrat secara berlebiha.( Hidayat, 2006).
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUTUHAN NUTRISI Pengetahuan
Pengetahuan yang kurang tentang manfaat makanan bergizi dapat memengaruhi pola konsumsi makan. Hal tersebut dapat disebabkan oleh kurangnya informasi sehingga dapat terjadi kesalahan dalam memahami kebutuhan gizi.(Hidayat, 2010).
Prasangka
Prasangka buruk terhadap beberapa jenis bahan makan bergizi tinggi dapat memengaruhi status gizi seseorang. Misalnya, dibeberapa daerah, tempe yang merupakan sumber protein yang paling murah , tidak dijadikan bahan makanan yang layak untuk dimakann karena masyarakat menganggap bahwa mengonsumsi makanan tersebut dapat merendahkan derajat mereka.(Hidayat, 2010).
Kebiasaan
Adanya kebiasaan yang merugikan atau pantangan terhadap makanan tertentu juga dapat memengaruhi status gizi. Misalnya, dibeberapa daerah, terdapat larangan makan pisang dan pepaya bagi para gadis remaja. Padahal, makanan tersebut merupakan sumber vitamin yang sangat baik. Ada pula larangan makan ikan bagi anak-anak karena ikan dianggap dapat mengakibatkan cacingan, padahal ikan merupakan sumber protein yang sangat baik bagi anak- anak.(Hidayat, 2010).
Kesukaan
Kesukaan yang berlebihan terhadap suatu jenis makanan dapat mengakibatkan kurangnya variasi makanan, sehingga tubuh tidak memperoleh zat-zatyang dibutuhkan secara cukup.kesukaan dapat mengakibatkan merosotnya
gizi pada remaja bila nilai gizinya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Saat ini, para remaja di kota-kota besar di negara kita memiliki kecenderungan menyenangi makanan tertentu secara berlebihan, seperti makanan cepat saji ( junkfood) , bakso dan lain-lainnya. Makanan-makanan ini tentu saja dapat berdampak buruk bagi kesehatan mereka jika dikonsumsi terlalu sering dan berlebihan karena tidak memiliki asupan gizi yang baik.(Hidayat, 2010).
Ekonomi
Status ekonomi dapat memengaruhi perubahan status gizi karena penyediaan makanan bergizi membutuhkan pendanaan yang tidak sedikit. Oleh karena itu, masyarakat dengan kondisi perekonomian yang tinggi biasanya mampu mencukupi kebutuhan gizi keluarganya dibandingkan masyarakat dengan kondisi perekonomian rendah.( Hidayat, 2010).
Proses Asuhan Keperawatan dengan Prioritas Masalah Kebutuhan Dasar Nutrisi
1. Pengkajian
Pengkajian keperawatan terhadap masalah kebutuhan nutrisi dapat meliputi pengkajian khusus masalah nutrisi dan pengkajian fisik secara umum yang berhubungan dengan kebutuhan nutrisi.( Hidayat, 2006).
1. Riwayat makanan
Riwayat makanan meliputi informasi atau keterangan tentang pola makanan, tipe makanan yangg dihindari atau diabaikan, makanan yang lebih disukai, yang dapat digunakan untuk membantu merencanakan jenis makanan untuk sekarang, dan rencana makanan untuk masa selanjutnya.
2. Kemampuan makan
Beberapa hal yang perlu dikaji dalam hal kemampuan makan, antara lain kemampuan mengunyah, menelan, dan makan sendiri tanpa bantuan orang lain.
3. Pengetahuan tentang nutrisi
Aspek lain yang sangat penting dalam pengkajian nutrisi adalah penentuan tingkat pengetahuan pasien mengenai kebutuhan nutrisi.
4. Nafsu makan, jumlah asupan 5. Tingkat aktivitas.
6. Pengonsumsian obat.
7. Penampilan fisik
Penampilan fisik dapat dilihat dari hasil pemeriksaan fisik terhadap aspek-aspek berikut: rambut yang sehat berciri mengkilat, kuat, tidak kering, dan tidak mengalami kebotakan bukan karena faktor usia; daerah diatas kedua pipi dan bawah kedua mata tidak berwarna gelap; mata cerah dan tidak ada rasa sakit atau penonjolan pembuluh darah; daerah bibir tidak kering, pecah-pecah, ataupun mengalami pembengkakan; lidah berwarna merah gelap, tidak berwarna merah terang, dan tidak ada luka pada permukaannya; gusi tidak bengkak, tidak mudah berdarah, dan gusi yang mengelilingi gigi harus rapat serta erat tidak tertarik kebawah sampai dibawah permukaan gigi; gigi tidak berlubang dan ttidak berwarna; kulit tubuh halus, tidak bersisik, tidak timbul bercak kemerahan, atau tidak terjadi pendarahan yang berlebihan; kuku jari kuat dan berwarna merah muda.
8. Pengukuran Antropometrik
Pengukuran ini meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan dan lingkaran lengan. Tinggi badan anak dapat digambarkan pada suatu kurva/gravik sehingga dapat terlihat pola perkembangannya.(Hidayat, 2010).
2.
Rumusan Masalah
- Nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh - Resiko ketidakseimbangan nutrisi - Kesiapan Meningkatkan Nutrisi
3. Analisa Data
Data objektif:
− Klien mengatakan makan makanan yang sama dengan anggota keluarga yang lain
− Klien mengatakan sering makan yang mengandung tinggi garam
− Klien mengatakan sering pusing
− Klien mengatakan sakit dibagian lehernya Data subjektif:
− Klien tampak mengalami kegemukan
− Klien tampak pucat
− Klien tampak lemas
− Klien tampak memegangi lehernya
4. Perencanaan
Perencanaan adalah kategori dari perilaku keperawatan dimana tujuan yang berpusat pada klien dan hasil yang diperkirakan ditetapkan dan intervensi keperawatan dipilih untuk mencapai tujuan tersebut. (Potter&Perry,2005)
Tujuan :
− Meningkatkan nafsu makan apabila nutrisi kurang.
− Membantu memenuhi kebutuhan nutrisi.
− Mempertahankan nutrisi melalui oral atau parentral.
Rencana tindakan :
− Monitor perubahan faktor yang menyebabkann terjadinya kekurangan kebutuhan nutrisi atau kelebihannya dan status kebutuhan nutrisinya.
− Kurangi faktor yang memengaruhi perubahan nutrisi.
− Ajarkan untuk merencanakan makanan.
− Kaji tanda vital dan bising usus.
− Monitor glukosa, elektrolit, albumin dan hemoglobin.
− Berikan pendidikan keperawatan tentang cara diet, kebutuhan kalori, atau tindakan lainnya.
Tindakan pada gangguan kekurangan nutrisi secara umum dapat dilakukan dengan cara :
− Mengurangi kondisi atau gejala penyakit yang menyebabkan penurunan nafsu makan.
− Memberi makanan yang disukai sedikit demi sedikit tetapi sering dengan memerhatikan jumlah kalori dan tanpa kontraindikasi.
− Menata ruangan senyaman mungkin.
− Menurunkan stres psikologis.
− Menjaga kebersihan mulut.
− Menyajikan makanan yang mudah dicerna.
− Hindari makanan yang mengandung gas.
Tindakan pada gangguan obstruksi mekanis secara umum dapat dilakukan dengan cara:
− Lakukan kebersihan mulut segera dengan kumur-kumur menggunakan minuman bikarbonat rendah kalori atau ½ atau ¼ larutan hidrogen peroksida dan air sebagai pembersih mulut.
− Ajarkan teknik mempertahankan nafsu makan dengan mengubah variasi dan kepadatan seperti jus atau sop kental.
− Gunakan suplemen tinggi kalori atau protein.
Tindakan pada gangguan kesulitan makan secara umum dapat dilakukan dengan cara :
− Atur posisi seperti duduk tegak 60-90 derajat pada kursi atau di tepi tempat tidur.
− Pertahankan posisi selama 10-15 menit.
− Fleksikan kepala ke depan pada garis tengah tubuh 45 derajat untuk mempertahankan kepatenan esofagus.
− Mulai dari jumlah yang kecil.
− Anjurukan untuk membersihkan mulut, hindari makan yang pedas atau asam, makanan berserat ( sayur mentah), dan rendam makanan kering yang lunak.
Tindakan pada gangguan kelebihan nutrisi secara umum dapat dilakukan dengan cara:
− Hindari makanan yang mengandung lemak
− Berikan motivasi untuk menurunkan berat badan
− Lakukan program olahraga.(Hidayat, 2010)
B. ASUHAN KEPERAWATAN KASUS 1. Pengkajian
Data Umum
Intial kepala keluarga : Tn. A Usia : 80 Tahun Pendidikan : S1
Agama : Islam
Suku : Batak Mandiling Alamat : Jln. Sakti Lubis Tipe Keluarga : Keluarga Inti Komposisi Keluarga :
Ny. A
Jenis kelamin : Perempuan Hubungan dengan KK : Istri
Umur : 75 Tahun Pendidikan : SMA Tn. FZ
Jenis kelamin : Laki-laki Hubungan dengan KK : Anak Umur : 45 Tahun Pendidikan : S1 Tn. FA
Jenis kelamin : Laki-laki Hubungan dengan KK : Anak Umur : 42 Tahun Pendidikan : S1 Tn. FI
Jenis kelamin : Laki-laki Hubungan dengan KK : Anak Umur : 40 Tahun Pendidikan : S1
Genogram
Keterangan :
Status Social Ekonomi Keluarga :
Sumber pendapatan keluarga berasal dari suami dan anak-anak sejumlah Rp.
3.000.000/ bulan.
Aktivitas Rekreasi Keluarga :
Biasanya keluarga nonton acara tv bersama dihari libur dan apabila ada libur panjang jalan-jalan ke tempat hiburan.
Riwayat Tahap Perkembangan Keluarga
Tahap Perkembangan keluarga Saat Ini : Keluarga dengan anak dewasa
Tahap Perkembangan Keluarga yang Belum Terpenuhi : Masih ada yang belum terpenuhi
Riwayat Keluarga Inti :
Ny. A menderita penyakit hipertensi hingga saat ini, sehingga Ny. A sering mengalami pusing dan mengalami nyeri dibagian kepalanya, Ny. A juga
: Laki-laki : Perempuan : Laki- laki ( Keluarga Binaan) : Perempuan
mengalami keterbatasan aktivitas akibat pusing yang dialaminya, suka makan- makanan tinggi lemak.
Riwayat Keluarga Sebelumnya :
Dari pengakuan keduanya tidak ada anggota keluarga yang menderit penyakit menular atau penyakit seperti yang diderita oleh Ny. A saat ini.
Lingkungan
Karakteristik Rumah :
Rumah terbuat dari batu bata dan permanet terdiri dari 3 kamar tidur, 1 kamar mandi, ada halaman. Rumah rapi dan bersih.
Denah Rumah :
Keterangan :
: Kamar Tidur
: Kamar Mandi
: Dapur
Karakteristik Lingkungan :
Hubungan keluarga dengan antar tetangga terjain dengan baik.
Mobilitas Geografis Keluarga :
Keluarga Tn. A sudah tinggal dilingkungan tersebut 45 tahun.
Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat : Keluarga ikut serta dalam kegiatan yang dibuat dilingkungan.
Sistem Pendukung Keluarga : Ruang tv
Struktur keluarga
Pola Komunikasi Keluarga :
Keluarga biasanya menggunakan bahasa indonesia dan bahasa daerah mandailing.
Struktur Kekuatan Keluarga :
Setiap ada masalah diselesaikan dengan cara diskusi dan musyawarah.
Struktur Peran :
Setiap masing-masing anggota keluarga menjalankan peran sesuai dengan perannya masing-masing.
Nilai dan Norma Keluarga :
Keluarga percaya bahwa hidup sudah diatur Allah SWT dan kadang ikut dengan tata cara tradisi sebagai suku batak mandailing.
Fungsi Keluarga
Fungsi Afektif :
Hubungan antar keluarga baik , saling mendukung, bila ada yang sakit langsung dibawa ke petugas kesehatan.
Fungsi Sosial :
Hubungan antar anggota keluarga terjalin harmonis dan baik. hubungan keluarga dengan tetangga juga terjalin baik.
Fungsi Reproduksi :
Jumlah anak 3 orang.
Fungsi Ekonomi :
Keluarga dapat memenuhu kebutuhan makan 3 kali sehari, kebutuhan pakaiab, biaya berobat, listrik, dan lain-lain.
Fungsi Perawatan Kesehatan :
Mengenai masalah kesehatan Ny. A mengatakan kadang lupa minum obat dan suka makanan asin dan bersantan.
Stress dan Koping Keluarga
Stressor Jangka Pendek dan Jangka Panjang : Jangka Pendek : Ny. A sering merasa pusing
Jangka Panjang : Keluarga khawatir penyakit Ny. A menjadi komplikasi.
Kemampuan Keluarga Berespon Terhadap Situasi / Stressor :
Keluarga selalu memeriksakan anggota eluarga yang sakit ke petugas kesehatan terdekat.
Strategi Koping yang Digunakan :
Keluarga selalu menyelesaikan masalah dengan diskusi dan musyawarah.
Strategi Adaptasi Disfungsional :
Apabila merasa kurang sehat langsung istirahat.
Harapan Keluarga :
Keluarga berharap menjadi keluarga yang lebih baik.
Riwayat Kesehatan Sekarang
Pemeriksaan FisikTD : 130/80 mmhg RR : 22 x/i
DN : 72x/i
Nafas : Tidak Teratur Kulit : Tidak Ada Sianosis BB : 70 Kg
TB : 155 Cm
2. Analisa Data
Data Masalah kesehatan Masalah keperawatan keluarga Ds : Ny. A mengatakan
sering sakit di kuduk bagian belakang, kepala berdenyut-denyut.
Do : Ny. A tampak kesakitan dan memegang kuduk bagian belakang.
Saraf simpatis Ach
Saraf pasca ganglion Aorepinefrine Konriksi Sakit kepala Nyeri
Nyeri pada keluarga Tn. A terutama pada Ny.A
berdasarkan
ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang menderita hipertensi
Ds : keluarga mengatakan bahwa Ny.A mudah merasa lelah saat melakukan aktivitas.
Do : Ny. A tampak kelihatan lelah dan lemas.
Peningkatan Co Peningkatan afterload Frekuensi jantung meningkat
Kelelahan
Aktivitas terhambat Intoleransi aktivitas
intoleransi aktivitas pada keluarga Tn. A terutama pada Ny.A berdasarkan
ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang menderita hipertensi.
Ds : Ny. A mengatakan makan yang sama dengan anggota keluarga yang lain.
Do : Tidak memisahkan makanan untuk anggota
Intake nutrisi adekuat Keyakinan budaya Pola hidup monoton Nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh
Pemenuhan nutrisi mengenai hubungan antara aturan penanganan dan kontrol proses penyaki pada keluarga
Tn.A berdasarkan
keluarga dengan makanan Ny.A.
ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang menderita hipertensi.
3.
Diagnosa Keperawatan
- Nyeri pada keluarga Tn. A terutama pada Ny.A berdasarkan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang menderita hipertensi.
- Resiko intoleransiaktivitas pada keluarga Tn. A terutama pada Ny.A berdasarkan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang menderita hipertensi.
- Resiko ketidakseimbangan nutrisi mengenai hubungan antara aturan penanganan dan kontrol proses penyakt pada keluarga Tn.A berdasarkan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang menderita hipertensi.
4.
Perencanaan
No
Diagnosa keperawatan
Tujuan Evaluasi intervens
i Umum Khusus Kriteria
hasil
Standar
1 Nyeri Nyeri hilang
Keluhan
sakit di belakang
kepala hilang.
Keluhan kepala berdenyut- denyut hilang.
Pasien mengungka pkan tidak adanya skit kepala dan tampak nyaman.
Pasien segera melakuka n tirah baring
saat nyeri kambuh.
Keluarga melakuka n teknik- teknik
Anjurkan pasien untuk melakuk an tirah baring saat fase akut.
Ajarkan keluarga untuk
kompres dingin, pijatan punggung dan leher saat nyeri muncul.
Keluarga selalu menginga tkan supaya Ny.A tidak membung kuk.
Keluarga membawa Ny.A ke puskesma s 1 kali setiap minggu untuk cek tekanan darah.
Keluarga selalu memantau kepatuhan
melakuk an tindakan nonfarm akologis untuk menghila ngkan sakit kepala seperti kompres dingin pada dahi, pijat punggun g dan leher,
teknik relaksasi.
Anjurkan pasien dan keluarga untuk mengont rol aktivitas- aktivitas yang dapat
Ny.A dalam mejalanka n terapi farmakolo gis.
meningk atkan sakit kepala misal batuk panjang membun gkuk.
Anjurkan keluarga untuk selalu melakuk an cek tekanan darah setiap 1 minggu sekali.
Anjurkan keluarga untuk memanta u
kebutuha n pasien dalam menjalan kan terapi farmakol
ogis 2 intoleransi
aktivitas
Dapat melakuk an aktivitas sehari- hari dengan baik
Ny.A bisa melaukan aktivitas sehari-hari dengan rasa nyaman.
Tidak mudah merasa
lelah saat beraktivitas .
Menunjuka n
penurunan dalam tanda-tanda intoleransi fisiologis.
Keluarga membantu mengurang i beban aktivitas
Ny.A.
Klien dapat berpertisipa si dalam aktivitas yang diinginkan, diperlukan.
Merasa nyaman saat beraktivit as Ny.A melakuka n teknik penghema tan energi saat beraktivit as.
Ny.A melakuka n aktivitas bertahap yang dapat ditolerir.
Keluarga membant u aktivitas rumah tangga yang biasa dilkukan oleh Ny.A.
Kaji respon pasien terhadap aktivitas : nyeri dada,
peningka tan tekanan darah yang nyata saat beraktivi tas.
Anjurkan pasien tentang teknik penghem atan energi misalany a
menggun kanan kursi saat mandi, melakuk an
aktivitas secara perlahan- lahan.
Berikan dorongan untuk melakuk an aktivitas bertahap jika dapat ditolerir.
Anjurkan keluarga untuk membant u
aktivitas- aktivitas rumah tangga.
3 ketidakseimb angan nutrisi
Keluarg a
memiliki pengetah uan mengena i
hubunga n aturan
Keluarga mengetahui bahwa penyakit darah tinggi merupakan penyakit yang
Keluarga mengerti makanan yang boleh dan tidak boleh
dikonsumsi oleh klien.
Keluarga mampu menjelask an tentang penyakit, gejala, bahaya, komplikas i
Berikan sejumlah informas i
mengena i
penyakit, gejala dan
penanga nan dan kontrol penyakit .
disebabkan karena gaya hidup yang salah.
Keluarga tidak membiarka n Ny.A memakan makanan yang asin dan daging.
Keluarga memisahka n makanan anggota keluarga dengan makanan Ny.A
hipertensi .
Keluarga mampu melakuka n
pengontro lan intake makanana n tinggi lemak dan tinggi garam.
Keluarga sudah memisahk an
makanan anggota keluarga dengan makanan Ny.A.
penyeba bnya dan bahaya yang ditimbul kan.
Anjurkan keluarga untuk membata si intake makanan yang tinggi garam dan tinggi lemak.
Anjurkan keluarga untuk memisah kan makanan anggota keluarga
5.
Implementasi dan Evaluasi
Hari/tanggal N0. Dx Implementasi Keperawatan
Evaluasi (SOAP) Senin ,
24 Mei 2016
Nyeri Mengatur posisi tirah baring.
Mengajarkan
Ny.A teknik relaksasi.
Mengajarkan
anggota kelurga mengontrol
aktivitas Ny.A Menganjurkan
keluarga untuk mencek TD Ny. A setiap minggu.
S:
pasien
mengatakan nyeri sedikit berkurang.
O:
TD: 130/80mmhg RR:
22x/i HR:
70x/i A:
masalah belum teratasi.
P:
intervesi dilanjutkan.
Senin,
24 Mei 2016
intoleransi aktivitas
Mengkaji TD Ny.A.
Menganjurkan
S:
Ny.A melakukan
Ny.A banyak istirahat.
Menganjurkan
Ny.A untuk melakukan
aktivitas secara bertahap.
Menganjurkan anggota keluarga untuk membantu kegiatan Ny.A
aktivitas secara perlahan.
O:
TD: 130/80mmhg RR:
22x/i HR:
70x/i A:
Masalah sebagian teratasi.
P:
Intervensi dilanjutkan.
Selasa, 25 Mei 2016
ketidakseimbangan nutrisi
Menganjurkan anggota keluarga memisahkan makanan.
Mengajarkan Ny.A untuk gaya hidup sehat.
Menganjurkan
keluarga untuk S:
Ny. A mulai mengurangi
mkanan yang tinggi garam.
O:
TD: 130/80mmhg
memberi motivasi untuk Ny.A.
RR:
22x/i HR:
70x/i A:
Masalah sebagian teratasi.
P:
Intervensi dilanjutkan.
BAB III PENUTUP A. Kesimpulan
Pada bab ini penulis, membahas tentang proses telaah antara data pendukung dengan yang terjadi anatara teori dengan kenyataan yang dilakukan 24 Mei 2016 sampai 28 Mei 2016 meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan , intervensi , implementasi dan evaluasi. Prinsip dari pembahasan ini dengan memfokuskan pada pengkajian keluarga dengan masalah utama hipertensi. Proses keperawatan adalah metode dimana suatu konsep diterapkan dalam pratek keperawatan.
Kesimpulan yang dapat diambil dari studi kasus ini, antara lain : Pengkajian
Dari data 5 orang pasien didapatkan bahwa 3 orang memiliki data Pengkajian terhadap masalah pemenuhan nutrisi pada pasien telah dilakukan secara komprehnsif dan diperoleh hasil, yaitau kebutuhan nutrisi lebih dari kebutuhan. Dengan tanda dan gejala pasien suka makan makanan yang tinggi garam, tinggi lemak. Dan tidak membatasi makanannya dan tidak menjaga pola makannya. Sehingga menjadi pemicu tekanan darah menigkat.
Diagnosa
Dari hasil data 5 pasien didapatkan hasil bahwa 3 orang memiliki data yang sama. Etiologi nya adalah konsumsi garam yang berlebih karena garam memengaruhi viskositas darah dan memperberat kerja ginjal yang mengeluarkan renin angiotensin yang dapat meningkatkan tekanan darah. Tidak membatasi jumlah asupan makanan.
Diagnosa yang muncul adalah resiko ketidakseimbangan nutrisi berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit.
Rencana Keperawatan - Monitor tekanan darah.
- Kaji pemahaman klien tentang hubungan langsung antara hipertensi dengan kegemukan.
- Bicarakan pentingnya menurunkan masukan kalori dan batasi masukan lemak, garam,gula sesuai indikasi.
- Mengurangi konsumsi alcohol.
-Menurunkan berat badan, mengurangi risiko obesitas.
-Berolahraga .
Tindakan Keperawatan
Tindakan keperawatan yang dilakukan merupakan implementasi dari rencana keperawatan yang telah disusun, yaitu Menganjurkan anggota keluarga memisahkan makanan, Mengajarkan pasien untuk gaya hidup sehat, Menganjurkan keluarga untuk memberi motivasi untuk pasien dalam menjaga pola hidupnya dan rajin berolahraga.
Evaluasi
Evaluasi terhadap keberhasilan yang telah dilakukan dengan evaluasi hasil akhir, yaitu secara subjektif : mengatakan makan yang sama dengan anggota keluarga yang lain suka makan tinggi garam dan lemak. Objektif : pasien memperhatikan penjelasan tentang cara perawatan hipertensi dan pencegahan hipertensi. Planning pada evaluasi anjurkan untuk menjaga kesehatan untuk memeriksakan kesehatan di layanan kesehatan. Anjurkan mengurangi makanan yang asin dan daging, makanan yang diawetkan, makanan instan dan minuman yang beralkohol yang diwetkan yang bisa memacu meningkatkan tekanan darah.
B. Saran
Bagi insitusi pelayanan kesehatan
Diharapkan perawat dapat mempertahankan asuhan keperawatan kebutuhan dasar nutrisi pada pasien hipertensi dengan ASKEP yang berkualitas dan memberikan perawatan pada klien secara komprenhensif untuk mencapai tujuan
menjalin hubungan kerjasama yang baik antara sesama teman sejawat serta dengan klien sendiri guna mempermudah keberhasilan perawatan.
Bagi pendidikan / mahasiswa
Mahasiswa diharapkan dapat mengerti dan terus meningkatkan kualitas dan kuantitas dalam pembekalan, pengetahuan, dan keterampilan terutama dalam pemberian Asuhan Keperawatan dengan pemenuhan kebutuhan nutrisi pada klien dengan hipertensi, serta tindakan-tindakan yang akan diambil dalam membuat asuhan keperawatan kebutuhan nutrisi yang bermanfaat bagi pasien. Mahasiswa bisa membandingkan antara teori dan kasus yang terjadi di lapangan. Semoga bermanfaat bagi semua mahasiswa dan membantu dalam pembuatan asuhan keperawatan.
DAFTAR PUSTAKA
Hidayat,AA. 2006. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta : Salemba Medika
Mutaqqin, Arif. 2009. Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem kardiovaskuler dan Hematologi. Jakarta : Salemba Medika.
Nanda Internasional. 2014. Diagnosa Keperawatan, 2012-2014. Jakarta : ECG.
Potter&Perry. 2005. Fundamental Keperawatan, Volume 1. Jakarta : ECG.
Potter&Perry. 2006. Fundamental Keperawatan, Volume 2. Jakarta : ECG.
Wartona,UJ. 2010. Keperawatan Kardiovaskuler. Jakarta : Salemba Medika.