• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1. Lokasi Proyek

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1. Lokasi Proyek"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

4.1 G arabaran Umum Observasi Lapaagan

Observasi dilakukan mulai tanggal 20 April 2001 sampai dengan tanggal 27 Agustus 2001, dengan lokasi proyek seperti yang ada pada tabel 4.1 dibawahini.

Tabel 4.1 Lokasi Proyek

No. Lokasi Tanggal Observasi Jum lah H ari

1 Darmo Hill Blok U-8 20-21 April 2001 2

2 Dharmala Blok L 25 Mei 2001 1

3 Dharmala Blok 0 5 & 19Juni2001 2

4 Gralaa Wonokoyo 24,25, & 27 M i 2001 3

5 Pakuvs^on 1-4, 6-7,14,16, 18, 20-23, &

27 Agustus 2001 14

Adapun observasi yang dilakukan meliputi:

1. Merk dan tipe alat.

Backhoe yang digunakan dalam pekeijaan galian tanah mempunyai berbagai macam merk dengan banyak tipe. Adapun backhoe yang diamati selama observasi dapat dilihat pada tabel 4.2. Masing-masing tipe dari backhoe mempunyai spesifikasi yang berbeda, contoh dari spesifikasi alat dapat dililiat pada lampiran la dan lb.

(2)

la b e l 4.2

M erk dan Tipe Backhoe Berdasarkan Lokasi Proyek

No. Lokasi Proyek M erk&

Tipe Alat

Tahun Alat

Kapasitas Bucket (m^) 1 Darmo Hill Blok U-8 Samsung SE 210-2 1996 0.8

2 Dharmala Blok L Samsung SE 210-2 LC 1995 0:9

3 Dharmala Blok 0 Komatsu PC 200-6 1995 0.9

4 Graha Wonokoyo Kobelco Acera A -1476 1998 1

SV 05 i

5 Pakuwon Caterpillar 330 X-173 1993 1.9

Caterpillar 330 X-144 1995 1.9

Samsung SE 280 LC 1996 1.5

Goldstar GS 200 1996 0.9

2. Posisi alat.

Posisi alat yang diamati adalah posisi alat pada waktu penggalian apakah berada pada bidang datar atau miring. Selain itu diamati ju g a posisi alat dengan letak pembuangan material, apakah material tersebut dibuang di samping galian atau dibuang di atas dump truck.

3. Volume galian.

U ntuk pengamatan di lapangan, volume galian diukur dari luas dan kedalaman galian. Pengukuran dilakukan secara manual dengan bantuan alat meteran.

4. Kapasitas dari dump truck.

Dump truck yang digunakan ada 2, yaitu:

a. Truk biasa, dengan ukuran bak: panjang = 4.45 m, lebar = 2.25 m, dan tinggi = 1 m. Truk ini digunakan dalam proyek galian tanah di Darmo Hill, Graha Wonokoyo dan Pakuwon.

(3)

b. Truk tronton, dengan ukuran bak: panjang = 5.31 m, lebar = 2.23 m, dan tinggi = 1.65 m. Truk ini hanya digunakan pada proyek galian tanah di Graha Wonokoyo.

5. Cycle time.

Cycle time yang diamati adalah waktu yang diperlukan oleh excavator untuk melakukan empat macam gerakan, yaitu: mengisi bucket {load bucket), mengayun (swing loaded), membuang beban {dump bucket), dan mengayun kembali {swing empty).

6. Swing angle.

Swing angle yang diamati adalah sudut horizontal saat alat memutar dengan bucket terisi {swing loaded) dan saat alat memutar kembali dengan bucket kosong {swing empty).

1. Letak pembuangan.

Letak pembuangan tanah ada 2 macam yaitu ; dibuang secara langsimg di samping galian dan dibuang ke dalam dump truck yang selanjutnya akan dibawa ke tempat penimbunan.

4.2 Pengolahan Data Observasi

Hasil dari observasi disajikan dalam bentuk tabel dan dapat dilihat pada lampiran 2. Data-data yang didapatkan dari hasil observasi kemudian diolah untuk mengetahui besar produktivitas dari excavator. Perhitungan besar produktivitas ini dilakukan dengan tujuan untuk membandingkan produktivitas yang teijadi di lapangan dengan produktivitas secara teoritis.

Produktivitas yang teijadi di lapangan didapat dari perhitungan berdasarkan

(4)

data selama observasi, sedangkan produktivitas secara teoritis didapat melalui perhitungan dengan melihat tabel-tabel pada handbook alat.

D ata hasil observasi hanya ada sebagian yang bisa dihitung produktivitasnya, sedangkan yang lainnya tidak dapat. Hal ini dikarenakan dalam proyek galian tanah tersebut tidak dapat diukur volumenya secara pasti.

Galian tanah selama observasi yang dapat diukur volumenya hanya pada waktu pengeijaan galian jalan dan saluran saja, serta dari dump truck yang dapat diukur kapasitas angkutnya secara pasti. Data yang tidak dapat dihitung produktivitasnya diolah dengan membandingkan waktu siklus dan sudut putamya {swing angle), kemudian digambarkan dalam suatu grafik.

4.2.1 Perhitungan produktivitas secara teoritis.

Perhitungan produktivitas secara teoritis dibuat berdasarkan data- data yang tersedia pada tabel-tabel yang dibuat oleh perusahaan alat berat. Perhitungan ini menggunakan rumusan yang diambil dari tiga sumber, yaitu dari handbook Caterpillar, handbook Komatsu, dan Nunnally (1993).

Oleh karena handbook alat yang dimiliki hanya Caterpillar dan Komatsu, maka mula-mula dibuat perhitungan produktivitas untuk excavator merek Caterpillar dan Komatsu, kemudian hasilnya dibandingkan dengan memakai rumusan dari Nunnally.

Hasil perhitungan untuk excavator Cat 330 dan Komatsu PC 200-6 dapat dilihat pada tabel 4.3.

(5)

13 H

o1o 0fN U

1 s

T3g Om m

(6)

Adapun contoh perhitungan dari tabel 4.3 sebagai berikut;

1. Menurut Nunnally.

Contoh; Caterpillar 330

C = cycles/ hour (Tabel 2.7) = 120 S = swing depth factor (Tabel 2.8) = 0.95

V = heaped bucket volume (LCY atau Lm^) = 1 .9 B = bucket fill factor (Tabel 2.9) = 0.9

E = efisiensi pekerjaan (Tabel 2.6) = 0.75 Production = C x S x V x B x E

= 1 2 0 x 0 .9 5 x 1 .9 x 0 .9 x 0 .7 5

= 146.205 m^/hr.

2. Menurut Caterpillar.

Contoh: Caterpillar 330

a. Cara A, produktivitas dihitung dengan menggunakan rumus;

(yd-) Actual ?nVhr =

60 min hr X jo b efficiency factor.

60 mix\l hr Cycle time in min

X average bucket payload in

X jo b efficiency factor.

60 min! hr

Cycle time in min (tabel 2.17) x {heaped bucket cap. X bucket fill factor (tabel 2.15)] x jo b efficiency factor {Xd!oQ\ 2.16).

=(60:0.33) X (1.9 x 0.9) X 0.83.

=258.054 m^/hr.

(7)

b. Cara B, produktivitas dihitung dengan menggunakan rumus:

Estimated bucket payload= heaped bucket cap. x bucket fill factor (tabel2.15).

= 1 .9 x 0 .9

= 1.71 Estimated cycle time = dari tabel 2.17

= 0.33 min.

Actual production = Estimated hourly production (tabel 2.18)x job efficiency factor (tabel 2.16).

= 306.111 X 0.83

= 254.072 mVhr.

3. M enurut Komatsu.

Contoh: Komatsu PC 200-6.

a. Cara A, produktivitas dihitung dengan menggunakan rumus;

Cycle times = standard cycle time (tabel 2.13) x conversion factor (tabel 2.14).

= 1 9 x 0 .7 = 1 3 .3 sec.

Hourly production (m^/hr) = heaped capacity x — — x Cycle time

bucket facto r (tabel 2.10) x jo b efficiency factor (tabel 2.11)

= 0.9 X (3600/13.3) X 1.1 x0.75

= 200.977 m^/hr.

(8)

b. Cara B, produktivitas dihitung dengan menggunakan rumus;

Estimated cycle time = standard cycle time (tabel 2.13) x conversion factor (tabel 2.14).

= 1 9 x 0 .7 = 13.3 sec.

Actual production = estimated hourly production (table 2.12) x bucket factor (table 2.10) x jo b efficiency (tabel 2.11)

= 2 4 4 .0 5 x 1 .1 x0.75

= 201.341 mVhr.

Tujuan dari perbandingan hasil antara ketiga rumusan tersebut adalah untuk mendapatkan suatu faktor konversi (tabel 4.4) yang diharapkan dapat digunakan untuk menghitung produktivitas excavator selain merk Caterpillar dan Komatsu. Hal ini dilakukan karena tidak dimilikinya handbook excavator dengan m erk selain Caterpillar dan Komatsu.

Tabel 4.4 Faktor Konversi

Alat

Perhitungan Produktivitas Berdasarkan:

Perbandingan Hasil Nunnally dengan Caterpillar atau Komatsu (%)

Nilai- Konversi Estimasi

(%) Caterpillar

[1]

Komatsu [2]

Nuimally [3]

CARA A Caterpillar 330

258.055 - 146.205

57.097

57

CARAB 254.072 _ -

Rata-rata 256.064 _ 146.205

CARA A Komatsu PC 200-6

- 200.977 115.425

57.380

CARAB - 201.341 -

Rata-rata - 201.159 115.425

(9)

Jadi untuk menghitung produktivitas excavator selain Caterpillar dan Komatsu digunakan nunus perhitungan menurut Nuimally dengan memakai faktor konversi yang telah didapatkan tadi. Perhitungan ini disajikan dalam tabel 4.5.

4.2.2 Perhitungan produktivitas hasil observasi.

Perhitungan produktivitas dari hasil observasi didapatkan dari volume galian (m^) dibagi waktu siklus total yang diubah ke dalam satuan jam . Hasil dari perhitungan tersebut dapat dilihat pada tabel 4.6.

Dari hasil tersebut dibandingkan dengan perhitungan teoritis, kemudian dicari seberapa besar penurunannya pada tabel 4.7.

(10)

H -o

w ■<

I U

c

c/3

c/3

*(h H

s

§M

Pt,U

C/3cd ffi

O B

■§o

^ ^

2 w eO cc 3 i | i s r ^ l i

| l < i ' -

o 5

i2 o

Ss

3

I

•>

I e

pH

3

13D-

e

>>

o x> <a

eu

M J= fc S Q. s

I §■

jg -o cJS

00

T3

CO 3

^ O o -c

o ' o o.

l e

S

cd

oo o

<N

oo CN fo

O cd

O

&

o

.a ME ^

1 | II cd

CO uhJ

i § i w

c/5 CO

oo p IT) fS

S f

On

00

.2 s

o ^

o I so >

00

SO ed o ^

*o 'o

o o

mOs ON

M <N

§ 2

ES w

V 3 GO

OOl/^

cs0

01

unr - d

cs

(11)

Vsc JO Oee

e

c3

(UM 0

1

VO 2 ; -S

I I

H I Ph ODS3 3

<U

PL,

R

eacn

> B

3 ^

1 s

>!U

5 ^ K ^

V

S '

3

a.3

o ee 5 -55

"5

a a 3 “S

(UB .

BR

"O Sm V

S s S es

3 S

I =3

cs

§ge cs H

V P

2

m

U

o

(N w00

W3 scd c/5

t-- !>-

^O t>

o o 00

^ m' (N '—

os

CN

<N

CN

e as0

VOI

oo

(N Oeu

cs

B

o VO Os

>0

t>

00

(N CN On CN

O>n CNOs

vbVO

CN H

7-^

Qcn CNH

P HOsPVO

on CM m

fN «o '=1-VO

o>n 00

CN

m >0 00

r*l T f

VO

00

<N 00 ■O

mVO VO 00

rno

00

VO CN t^ro ONCN

o»o

CN

■^’

V <

I

CN rn

CN

<n

oo

vd

-(Si4—*

H mm

CN CN

<ri

om rn m as

cn om OI

m'

o

V)

om

034-*

Ho

<0 VO CN m

o

<n VO

Os

s

VO

T--1

2<u u

<

_oo

■sXI o

<n

o

r<^

l>

Xo

Uts

s

rouS

CN

mB CN1—i ro

O P r '

CN

p 00

p VO

I

i

co . 1 s f

H

B ^

<n

os B B

o I

03

(12)

la b e l 4.7

Perbedaaan Produktivitas Teoritis dan Observasi

Zo Lokasi

Proyek Alat

Produktivitas Teoritis

(m^/hr) Tabel 4.3 & 4.5

Produktivitas Observasi

(m’/hr) Tabel 4.6a

Perbedaan Produk­

tivitas (m^/hr)

Hasil Prosentase Obser/Teori

(%) 1 Pakuwon

(16/8/01)

Cat 330 X-173

256.064 166.792 89.272 65.1368

2 Wonokoyo (24/7/01)

Kobelco SV 05

235 146.0218 88.9782 62.1369

3 Wonokoyo (27/7/01)

Kobelco SV05

235 129.277 105.723 55.011

4 DharmalaL (25/5/01)

Samsung SE210-2

202.5 216 -13.5 106.667

5 DharmalaO Galian I (19/6/01)

Komatsu PC200-6

201.159 121.0767 80.0823 60.1895

6 DharmalaO Galian II (19/6/01)

Komatsu PC200-6

201.159 113.7877 87.3713 56.566

Dari hasil tabel 4.7 dapat diambil suatu kesimpulan yaitu:

1. Pada proyek Dharmala L teqadi kenaikan produktivitas dari produktivitas teoritis. Teijadinya kenaikan produktivitas ini dapat dipengaruhi oleh posisi alat yang dekat dengan timbunan, dimana tanah yang digali diletakkan di samping galian saluran, sehingga v^aktu siklus yang dibutuhkan alat cepat. Adanya kenaikan produktivitas dari perhitungan teoritis ini sangat jarang bahkan tidak mungkin teijadi di lapangan, karena produktivitas maximum yang dapat dihasilkan alat adalah sama dengan produktivitas teoritis.

Sehingga dapat disimpulkan jik a teijadi kenaikan diakibatkan oleh tingkat ketelitian dari observasi yang kurang baik, antara lain diakibatkan karena ketelitian waktu pencatatan, ketelitian waktu

(13)

melakukan pengukuran waktu siklus, ataupun ketelitian waktu melakukan pengukuran volume pekerjaan, serta faktor konversi yang kurang tepat.

2. Pada proyek Wonokoyo terdapat perbedaan penunm an produktivitas pada tanggal 24 dan tanggal 27 M i 2001. Ini dapat teijadi karena pada tanggal 27 Juli 2001 m ang bebas yang tersedia di lapangan m akin kecil, karena luasan basement yang telah digali oleh alat lebih luas dibanding pada tanggal 24 Juli 2001, sehingga alat mengalami kesulitan dalam manuver alat untuk melakukan pengisian ke dalam truk pengangkut. Hal ini mempengaruhi waktu siklus alat. Adapun perbedaan waktu siklus alat pada tanggal 24 dan 27 Agustus 2001 dapat dilihat pada persamaan regresi (lampiran 4).

3. Pada proyek Dharmala O antara galian I dan galian II teijadi perbedaan produktivitas. Karena terjadi pada hari yang sama, maka kondisi fisik pekeijaan tidak jauh berbeda antara galian I dan galian II. Yang menyebabkan perbedaan adalah faktor Sumber Daya Manusia. Dalam observasi didapatkan bahwa teijadi penunman kerja dari operator seiring dengan makin bertambahnya waktu keija.

4.2.3 Grafik perbandingan antara waktu siklus dengan sudut putar.

D ata observasi yang tidak dapat dihitung nilai produktivitasnya diolah dengan membuat suatu grafik dan histogram.

Dalam grafik ini ditunjukkan hubungan antara waktu siklus dengan sudut putar dari excavator. Dibuat dengan memplot waktu siklus

(14)

rata-rata dan besar dari swing angle (sudut putar). Swing angle didapat dari penjumlahan antara swing loaded dan swing empty. Sedangkan waktu siklus rata-rata didapat dari rata-rata waktu siklus untuk setiap besaran sudut putar yang terjadi.

la b e l dan grafik dari hubungan antara waktu siklus rata-rata dengan swing angle dapat dilihat pada lampiran 3 dan lampiran 4.

Tem yata dari grafik tersebut terlihat bahwa semakin besar swing loaded^

maka cycle juga semakin besar.

Untuk mengetahui frekuensi dari sudut putar alat selama beroperasi dibuat histogram yang menunjukkan hubungan tersebut.

Histogram ini disajikan pada lampiran 5. Berdasarkan histogram tersebut dapat ditarik suatu kesimpulan sebagai berikut:

1. Untuk excavator Caterpillar 330 X-173 operator cenderung mengarahkan alat pada sudut putar 180°.

2. Untuk excavator Caterpillar 330 X-144 operator cenderung mengarahkan alat pada sudut putar 180°.

3. Untuk excavator Samsung SE 280 LC operator cenderung mengarahkan alat pada sudut putar 360°.

4. Untuk excavator Goldstar GS 200 operator cenderung mengarahkan alat pada sudut putar 180°.

5. Untuk excavator Kobelco Acera A-1476 SV 05 operator cenderung mengarahkan alat pada sudut putar 360°.

6. Untuk excavator Samsung SE 210-2 operator cenderung mengarahkan alat pada sudut putar 300°.

(15)

7. Untuk excavator Komatsu PC 200-6 operator cenderung mengaralikan alat pada sudut putar 180°.

4.3 Pengolahan Data Kuesioner.

Dalam melakukan penelitian terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas excavator, dibuat suatu kuesioner (lampiran 6) untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berpengaruh dalam produktivitas excavator. Kuesioner ini dibagi menjadi 3 bagian, yaitu;

- Bagian pertama berisi data-data responden beserta alat yang dimiliki.

- Bagian kedua berisi pertanyaan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas excavator. Jawaban dari bagian kedua berupa skala penilaian.

- Bagian ketiga berisi berisi pertanyaan tentang pemeliharaan dan waktu keija alat. Jawaban dari bagian ketiga berupa multiple choice.

Kuesioner tersebut dibagikan kepada beberapa responden, seperti terlihat pada tabel 4.8.

Tabel 4.8 Responden

No Nama Perusahaan Alamat Telpon

1 UD. Agung Subur Jl. KH M ukmin 48 Sidoaijo 8941749

2 PT. Altrak JI. Rungkut Industri III/27 8490628

3 PT. Bina Karya Agung Jl. Jemursari 111/27 8665542 4 PT. Etika Dharmakonserens Jl. Raya Kendangsari 11 8416382 5 PT. Haragon Jl. Taman Panjangjiwo Permai 31 8435603 6 PT. Istana Jatayu Jl. A rief Rahman Hakim 5923838 7 PT. Megah Karya Jl. Simo Gunung Barat III A/4 5674726 8 PT. Trakindo Jl. Rungkut Industri Raya 2 8438398

(16)

Jumlah kuesioner yang dibagikan, yang kembali dan yang tidak kembali dapat dilihat pada tabel 4.9.

la b e l 4.9 Jumlah Kuesioner

No. Nama j Jum lah Kuesioner

Perusahaan 1 Dibagikan Kembali Tidak Kembali

1 UD. Agung Subur ! 1 1 -

2 PT. Altrak 1 s 5 -

3 PT. Bina Karya Agung 1 2 . 2 -

4 PT. Etika Dharmakonserens ! 7 6 1

5 PT. Haragon i 1 1 -

6 PT. Istana Jatayu i 5 4 1

7 PT. Megah Karya i 5 5 -

8 PT. Trakindo i 5 - 5

Total= 31 24 7

4.3.1 Fengolahan kuesioner bagian I.

Hasil dari kuesioner bagian I dapat dilihat pada lampiran 7.

43.2 Pengolahan kuesioner bagian n .

Skala penilaian dinyatakan dengan angka 1 sampai dengan 4 (iihat table 4.10).

Tabel 4.10 Skala Penilaian

Skala Penilaian Pengaruh

1 Sangat tidak mempengaruhi

2 Tidak mempengaruhi

3 Mempengaruhi

4 Sangat mempengaruhi

(17)

Hasil kuesioner bagian II yang telah kembali sejumlah 24 responden dapat dilihat pada lampiran 8. Dari hasil yang diperoleh tersebut dianalisa dengan menggunakan kode seperti pada tabel 4.11 untnk memperoleh nilai mean masing-masing faktor. Hasil analisa mean tersebut disajikan dalam tabel 4.12. Setelah dilakukan analisa mean akan dibuat peringkat berdasarkan mean dari masing-masing faktor. Peringkat tersebut dapat dilihat pada tabel 4.13. Untuk faktor- faktor yang mempunyai nilai mean sama, peringkat dilihat dari standar deviasinya. Faktor dengan standar deviasi lebih kecil menempati peringkat yang lebih tinggi.

Tabel 4.11

Penjelasan Kode Kuesioner Bagian II

Variabel Kode

1. F aktor Pekerjaan 1.1. Topografi dari lapangan.

- Pengaruh kemirmgan/kelandaian. 1.1.1.

- Pengarah kefinggian. 1.1.2.

1.2. Dimensi/ukuran pekerjaan.

- Kedalaman galian. 1.2.1.

1.3. Kondisi iklim dan permukaan.

- Drdnase permukaan. 1.3.1.

- air tanah. 1.3.2.

- Temperatur udara. 1.3.3.1.

- Tekanan udara. I.3.3.2.

- kelembaban udara. I.3.3.3.

- Angin. I.3.3.4.

- Musim hujan. I.3.4.I.

- Musim kemarau. 1.3.4.2.

1.4. Geologi dari daerah galian.

- Pasir. 1.4.1.1.

- Kerikil. 1.4.1.2.

- Tanah lepas. I.4.I.3.

- Tanah keras. 1.4.1.4.

(18)

Tabel 4.11: (sambungan)

Variabel Kode

- Material berbatu. 1.4.1.5.

- Metode penggalian. 1.4.2,

1.5. Spesifikasi dari pekerjaan. 1.5,

2. F aktor Alat 2.1. Tipe alat.

- Mesin. 2.1,1.

- Sistem kontrol. 2.1.2.

- Ukuran boom. 2.1,3.

- Ukuran arm/slick. 2.1,4,

- Ukuran/kapasitas bucket. 2.1,5.

- Kapasitas pengisian dan lubrikasi. 2.1.6.

- Ruang kerja/gerak. 2.1.7.

- Dimensi. 2.1,8.

- Tekanan tanah dan berat. 2.1.9.

- Kapasitas angkat dari exca\>ator. 2.1.10.

2.2. Kondisi fisik alat. 2.2.

2.3. Waktu siklus. 2.3.

2.4. Sudut Putaran. 2.4.

2.5. Posisi alat dengan letak timbunan (di samping galian/di atas truk). 2.5.

2.6. Ukuran alat pengangkut (ukuran truk). 2.6.

3. F aktor M anajem en

3.1. Manajemen sumber daya manusia/personil yang mengoperasikan backhoe.

- Ketrampilan operator. 3.1.1.

- Pelatihan///-a/w>7^. 3.1.2.

- Motivasi. 3.1.3.

3.2. Manajemen peralatan

- Seleksi dari alat. 3,2,1,

- Pengoperasian alat. 3,2.2.

- Pemeliharaan preventif;

1. Pembersihan sistematis. 3.2.3.1a,

2. Pemeriksaan/inspeksi. 3.2.3,1b.

3. Pemberian minyak. 3,2.3.1c,

4. Penyetelan. 3,2,3,Id,

5. Perbaikan dalam waktu yang telah ditentukan untuk menjaga agar alat dalam kondisi baik.

3,2,3.le.

- Pemeliharaan breakdown-.

1. Servis. :3,2.3,2a.

2. Penggantian suku cadang. 3,2,3.2b.

3.3. Manajemen pekerjaan.

- Perencanaan. 3.3,1,

- Layout rencana. 3.3.2.

- Pengawasan dan koordinasi pekeqa. 3,3,3,

(19)

Tabel 4.12 Hasil Analisa Mean

1. Faktor Pekerjaan Kode Mean Standar

Deviasi

Mean Rata-rata

Mean Rata-rata Faktor 1.1. Topografi dari lapangan 1.1.1. 3.292 0.624 3.188

I

2.960 1.1.2. 3.083 0.717

1.2. Dimensi/ukuran pekerjaan 1.2.1. 2.958 0.806 2.958 1.3. Kondisi iklim dan permukaan 1.3.1. 2.750 0.794

2.734 1.3.2. 3.125 0.741

1.3.3.1. 2.750 0.897 I.3.3.2. 2.542 0.779 I.3.3.3. 2.500 0.659 I.3.3.4. 2.417 0.776 I.3.4.I. 3.625 0.576 1.3.4.2. 2.167 0.963 1.4. Geologi dari daerah galian 1.4.1.1. 2.667 1.007

3.063 1.4.1.2. 2.625 0.711

I.4.I.3. 2.458 0.721 l.'4.1.4. 3.375 0.824 1.4.1.5. 3.667 0.565 1.4.2. 3.583 0.504 1.5. Spesifikasi dari pekeijaan

(Urutan/rangkaian dari konstniksi)

1.5. 2.875 0.680 2.857

2. Faktor Alat Kode Mean Standar

Deviasi

Mean Rata-rata

Mean Rata-rata Faktor

2.1 Tipealat 2.1.1. 3.500 0.780

3.175

3.321 2.1.2. 3.250 0.737

2.1.3. 3.125 0.612 2.1.4. 3.042 0.690 2.1.5. 3.292 0.624 2.1.6. 2.833 0.816 2.1.7. 3.083 0.654 2.1.8. 2.958 0.624 2.1.9. 3.208 0.833 2.1.10. 3.458 0.588

2.2. Kondisi fisik alat. 2.2. 3.750 0.442 3.750

2.3. Waktu siklus. 2.3. 3.458 0.721 3.458

2.4. Sudut putaran. 2,4. 3.333 0.565 3.333

2.5. Posisi alat dengan letak timbunan. 2.5. 3.125 0.850 3.125 2.6. Ukutan alat pengangkut (truk). 2.6. 3.083 0.881 3.083

(20)

Tabel 4.12: (sambungan)

3. F aktor M anajem en i Kode i

M ean S tandar Deviasi

M ean R ata-rata

M ean R ata-rata F aktor 1 3.1. Manajemen SDM. o . 1.1. 3.875 0.338

•3.1.2. 3.417 0.504 3.500

3.1.3. 3.208 0 658 3.2. Manajemen peralatan. '3.2.1. 3.458: 0.509

•'3.2.2. 3.417 0.584

!3.2.3.1a. 3.083 0.654 i

13.2.3.lb. 3.125 0.612 3.361 3394

:3.2.3.1c. 3.458 0.588 i3.2.3.1d. 3.125: 0.537

;3.2.3.1e. 3.583 0.504 i!

l3.2.3.2a. 3.542 0.721 !

i i3.2.3.2b. 3.458 0.658

3.3. Manajemen pekeijaan. ;3.3.1. 3.333 0.565

13.3.2. 3.250 0.532 3.319

13.33. 3375 0.576

(21)

I

§

I

ccd

I

CO

03

- 2 (D

CQ

0

1

5

-xsPL,

s

2

a

scx

S u

00 o

pH

J

bO

, g

Vh

Oh

«

M 2 s .S C5

A

C?

S

§

s

«u

•I §

ODU ) O

§ S

cs:

n ^

2 «

&o c

§ ^

os

o: 2

.5

i ^

X Q

c

«u

- oo

fi«

* s r - S

Cd

©

’l 2

o

\D C ^

00 CO

<Nl

Gcd

c3

&

eti - o

00 OD-

O H

c s

Cvl

' O

VO

<N

3

I

Cl, a cS T 3

T 3 C O

VO O

1 3CiO

’ O

T 3

*5bo

* 0

O

CO

oc c o

Lnr -

00

Ws5

(D §

Q- c3

.- T3 C5j

" O

*5503

£*So

oQ- 00

C50c

I

a

DH

(22)

£

«es

S

s

CMl

•i; e;

1 1

S I

<N

Oin 00rr m <N 00o cOS

4>

-I g

M) <u01) vO

e£is »

*5 «

U) o

g ^

OS

cs ON

i a •■■

« 52

"O .2

s >

ec a

aC8 u

O00

oo ITi

o

On

VO CS VO

On

<S VO

OO

d

cn

00

triVO CN VO

00in 0\

00o C'4

0 0

<n0 0

00

<N Tt

o*r> 00 VO

m otn

00 d

00 00

m00

o

o <N

c4 vq 04 c<i

On

c<i cs c4

Tf CA

S)

cc

»-C.a:- cl

<In O

« fS

13o3 (Uo.

c(2

’<3

‘55

-o

<N c4

Q.3 4-i3 T3D CO

<s

s

§Ci)

c0>

T3

VO

E

3

03

c;a.

c3c3 c s3 D

vdc<i

(23)

5

«

05 II

e fe

« o

&£)

e

VO

S

COcn

W )

1 1

c 5 cs ^

CC

VO o \ cs

U ) c ^

3 S

QD O

g ^

os

CS ON

ec 2

•O .2

£ >

5 «

(/3 Q

C s

• Vo

oin

t >

CO

cs

m 00o

<N o \o

00

*T)

CO

CO

Tj-00 i n

CA c S CO

T f v >

VO

CO 0 0o ;

C -- CO

«r>

CO

<N co‘

CO

<N CO*

< s

CN i n

a c s CO CS CO*

oom VO

00

COcs

ro’

c s CO

o

oW-J

( S

VO

r-*

c o

CO CO

CO co' CO

C3

V*^

h S a

i

o s

«

C/Di

§s

o ' c ?

C c3

C

-S

' s a -

g i

r o

a

s n *

<u 0>

cu

§s

*c5^c cd

r o CO

(24)

Berdasarkan hasil pada tabel 4.13 tersebut dapat dilihat bahwa untuk peringkat total dari;

1. Faktor pekeijaan secara keseluruhan yang menempati peringkat tertinggi adalah faktor material berbatu (kode 1.4.1.5) dengan mean sebesar 3,667.

2. Faktor alat secara keseluruhan yang menempati peringkat tertinggi ada pada kondisi fisik alat (kode 2.2) dengan mean 3,750.

3. Faktor manajemen secara keseluruhan yang menempati peringkat tertinggi adalah pada ketrampilan dari operator (kode 3.1.1), dengan mean 3.875.

Untuk peringkat pertama pada tiap subfaktor dari faktor pekeijaan adalah sebagai berikut;

1. Faktor topografi; peringkat pertama ditempati oleh faktor kemiringan tanah (kode 1.1.1) dengan mean sebesar 3,292.

2. Faktor dimensi/ukuran pekeijaan: peringkat pertama ditempati oleh faktor kedalaman galian (kode 1.2.1) dengan mean sebesar 2,958.

3. Faktor kondisi iklim dan permukaan: peringkat pertama ditempati faktor musim hujan (kode 1.3.4.1) dengan mean sebesar 3,625.

4. Faktor geologi: peringkat pertama ditempati oleh faktor material berbatu (kode 1.4.1.5) dengan mean sebesar 3,667.

5. Faktor spesifikasi pekeijaan: peringkat pertama ditempati oleh faktor spesifikasi pekeijaan (kode 1.5) dengan mean sebesar 2,875.

(25)

Untuk peringkat pertama pada tiap subfaktor dari faktor alat adalah sebagai berikut:

1. Faktor tipe alat: peringkat pertama ditempati oleh faktor mesin (kode 2.1.1) dengan mean sebesar 3,5.

2. Faktor kondisi fisik alat: peringkat pertama ditempati oleh faktor kondisi fisik alat (kode 2.2) dengan mean sebesar 3,750.

3. Faktor waktu siklus: peringkat pertama ditempati oleh faktor waktu siklus (kode 2.3) dengan mean sebesar 3,458.

4. Faktor sudut putaran: peringkat pertama ditempati oleh faktor sudut putaran (kode 2.4) dengan mean sebesar 3,333.

5. Faktor posisi alat dengan letak timbunan: peringkat pertama ditempati oleh faktor itu sendiri (kode 2.5) dengan mean sebesar 3,125.

6. Faktor ukuran alat pengangkut (truk): peringkat pertama ditempati oleh faktor itu sendiri (kode 2.6) dengan mean sebesar 3,083.

Untuk peringkat pertama pada tiap subfaktor dari faktor manajemen adalah sebagai berikut:

1. Faktor manajemen SDM: peringkat pertama ditempati oleh ketrampilan operator (kode 3.1.1), dengan mean sebesar 3,875.

2. Faktor manajemen peralatan: peringkat pertama ditempati oleh perbaikan dalam waktu yang telah ditentukan untuk menjaga agar alat dalam kondisi baik (kode 3.2.3.l.e ) dengan mean sebesar 3,583.

(26)

3. Faktor manajemen pekeijaan; peringkat pertama ditempati oleh pengawasan dan koordinasi pekeija (kode 3.3.3) dengan mean sebesar 3,375.

Apabila peringkat dilihat dari setiap faktor pekeijaan, maka yang menerapati urutan teratas adalah faktor topografi lapangan (kode 1.1) dengan mean rata-rata sebesar 3,188. Untuk faktor alat yang menempati urutan teratas adalah faktor kondisi fisik alat (kode 2.2) dengan mean rata-rata sebesar 3,750. Sedangkan untuk faktor manajemen yang menempati urutan teratas adalah faktor manajemen sumber daya manusia (kode 3.1) dengan mean rata-rata sebesar 3,514.

Dari table 4.13 dapat dilihat secara keseluruhan bahwa faktor- faktor yang mempengaruhi produktivitas excavator yang menempati urutan teratas adalah dari faktor manajemen dengan mean rata-rata faktor sebesar 3,394. Kemudian di urutan kedua ditempati oleh faktor alat, dengan mean rata-rata faktor sebesar 3,321. Pada urutan terakhir ditempati oleh faktor pekeijaan, dengan mean rata-rata faktor sebesar 2,960.

Dari beberapa kuesioner, ada masukan dari responden berupa faktor-faktor lain yang mempengaruhi produktivitas excavator yang tidak disebutkan dalam kuesioner. Adapun faktor-faktor lain tersebut antara lain;

1. Pada bagian faktor pekeijaan: a. Luas galian.

b. Tanah lumpur, rawa-rawa.

c. Land clearing.

(27)

2. Pada bagian faktor alat: a. Umur daripada alat.

b. Lebar pendeknya 3. Pada bagian faktor manaj em en:

- Faktor manaj emen SDM: a. Pengalaman operator.

b. D isiplinkerja.

c. Feeling atau naluri operator.

d. Pikiran dan kesehatan fisik SDM.

e. Sistem penggajian.

- Faktor manajemen alat; pemanasan sebelum mesin dijalankan.

4.3.3 Pengolahan kuesioner bagian HI.

Hasil dari kuesioner bagian HI dapat dilihat pada lampiran 9.

Dari hasil yang diperoleh tersebut dianalisa dengan menggunakan kode seperti pada tabel 4.14, kemudian diolah dengan menggunakan analisa frekuensi seperti yang ditunjukkan tabel 4.15.

(28)

t-^or3

■5boi

PP Vh

(UC oW 0>

:3 - 0>

T3

’oS

'o ’(D PL,

-o oi

CN <N oi

T -< 1-H T—1 cs

*3

. f i 1

.S s ‘C 6

*C

1

•S§(J cda db rfS

s

1

Oj CcdO1o

«2

A "E

I

*CcC

1

c3

■«E

CO

’S ccOfi

CiC

1

CQ3 ed

C/D<U Ph

t -

*oO »-H<N vS 1-H1-H «H1-^1-H 11T-H 1—•

•S ^ 3 'S S 2 -5

3 l - i

" 6

B 60 ea

5a c3 13

a>

E S« T3

£ .2'C

fi

a

s CA c3

*w

§g S cd

•3

§ 1

3 ca

JS "3

§ 1 s ^

^ s.

A

2 Ccd ■| i l s § u c g '53

V•c ■g ^ S

5 e V

" i 1 U| 4->

CJ o <D a o> o a AhPhCL, PhPM P^i d

§ 1CQ

co _o

<D 3

'Uyc

3o

ti­2^

esc/3 15c

<

5 =

^2 1

S 60

<N

ON

cs

— CS fo ir>

§

§Cu

§ .*5§

I<i>

o.

cs

I

rSca

*c>

SQ>

Cl,

(N

0 0tri

ON

oo

oo

oo

oo

m

00

noe

!$' VO

(29)

Dari hasil analisa frekuensi (tabel 4.15) didapatkan bahwa responden paling banyak melakukan pemeliharaan sebagai berikut;

1. Pemeliharaan preventif.

a.Pembersihan sistematis: tiap 10 jam pemakaian/harian (45.83%).

b.Pem eriksaan/inspeksi; tiap 250 jam pemakaianA>ulanan (25%).

c.Pemberian minyak : tiap 250 jam pemakaian/bulanan (41.67%).

dPenyetelan ; saat dibutuhkan (58.33%).

e.Perbaikan dalam waktu yang telah ditentukan untuk menjaga agar alat dalam kondisi baik; tiap 250 jam pemakaiaivbulanan (29.17%).

2. Pemeliharaan breakdown.

a. Servis ; saat dibutuhkan (33.33%).

b.Penggantian suku cadang : saat dibutuhkan (62.50%).

Pada tabel 4.15 didapatkan bahw a waktu k eq a dari alat tiap hari adalah 8 jam (66.67%), kemudian pilihan kedua ada pada pilihan laiimya yaitu; 9 jam ke atas (12.5%). Sedangkan waktu keija alat tiap jam adalah 45-50 menit atau bekeija secara normal (45.83%).

Selain diolah dengan analisa frekuensi secara keseluruhan pada tabel 4.15, hasil kuesioner bagian III ini ju g a diolah dengan analisa frekuensi berdasarkan perusahaan masing-masing (tabel 4.16).

Kemudian dari hasil pada tabel 4.16 dibuat pengelompokan jawaban frekuensi terbesar berdasarkan perusahaan pada tabel 4.17. Hal ini bertujuan untuk mengetahui pemeliharaan alat yang dilakukan oleh masing-masing perusahaan responden.

(30)

VO

<u

§ a CL,

§

•gu pq cnC

Ph

c;3m

13

fcO

i

I

rS

§■

(S

CM

"OO

idse

-oc

Bo

cu

CM

•C»CO

p :5eC

§unSy bXjb;}^ buiq xd SC

cC3 2a

CM oo

CM

I

s

JD

§I '

=i

I

Pk

cS

uoSbjbh Id 'Z

(31)

*c3

■*:i G O c i

H -S r=3

I

§ (Jh

00

cs <s cs

cs

'd '£-^

- x j

:Sa!c1V.' '■O

■t C3

I

s 15eo

c

T3o

O

CN

I

Pim

C

0

1

X )

:B

I

" o B

CLh

cs ci

nXBjEf Bire;si i d £

(32)

O c3

H ^ s

to CO

o<N

o

o

o<s

cs cs CM

■:n

cC :S*o

i

c T3o

OSO ccS

I 0^

Ip3

<N

•oO

1

I

:S 60 PM 01

0

— i1 c4

•1>

x:-cc

jnqns gungy on S ^JW id '9

(33)

o CO

§

cS

C!3

tn3 i-<

UJ Cnj c3

ffl

GO (D

• e(U H 1—(

§

C/D

S

§

■S

>—i

§

o o .

Sj PL,

§

X)3

003

CiOG 3)

<

c

1

2

ffi

XJ3

£ co liiil

c

cd

*-Cw

I

co

i i

§O

PQ ci8

•oo c

cdUi C

tS

o

TI5 § 1C

O D.

oo O

bc '■a§c

oQ .

fn<S oo

oo o oc

co

T 3c oa C/3

Oc cu T3C

oo.

f/i cS

Oc

•ao

CG

CO

P<

-£=§ OO

<s

I VO

bc -a

§G CO

C

COcs

o c3 -o

I

i

§

CL,§

<s

cs ci

G 0

1 I

G

:GCO 13

e<D

Oh

o oo

oo oo

TD OO

in

cd

¥-iiS

:3

ci

(34)

Dari tabel 4.17 dapat disimpulkan bahwa setiap perusahaan melakukan pemeliharaan alat dalam jangka waktu yang tidak sama.

Untuk mengetahui pemeliharaan apa saja yang dilakukan oleh kontraktor pada proyek di Pakuwon, Graha Wonokoyo, Dharmala dan Darmo Hill dapat dilihat langsung pada tabel 4.18. Tabel 4.18 ini merupakan ringkasan dari tabel 4.17.

Tabel 4.18 Pemeliharaan

PROYEK PAKUWON GRAHA

WONOKOYO

DARMO HILL DHARMALA

NO Jenis

pemeliharaan

FT. Etika Darm aconserens

PT. Haragon PT. Istana Jatay u

PT. M egah K arya dan PT

Bina K arya Afiung Pemeliharaan preventif.

1.1.1 Pembersihan sistematis alat.

Harian Saat dibutuhkan Harian Harian

1.1.2 Pemeriksaan/

inspeksi alat secara menyeluruh.

Saat alat akan dioperasikan

Saat dibutuhkan Bulanan Bulanan

1.1.3 Pemberian minyak.

Saat dibutuhkan Harian Bulanan

1.1.4 Penyetelan. Saat dibutuhkan Saat dibutuhkan Saat dibutuhkan

Saat dibutuhkan 1.1.5 Perbaikan

dalam waktu yang

ditentukan untuk

menjaga agar alat dalam kondisi baik.

Bulanan Saat dibutuhkan Bulanan '/4 tahunan

Pemeliharaan breakdown.

1.2.1 Servis. Mingguan Saat dibutuhkan Saat dibutuhkan

Vi tahunan 1.2.2 Suku cadang Saat dibutuhkan Saat dibutuhkan Saat

dibutuhkan

8 jam Waktu kerja

2 Waktu keija alat tiap hari.

Lainnya;>9 jam 8 jam 8 jam 8 jam

3 Waktu keija alat tiap jam.

Penuh 60 menit Normal (45-50 menit)

Normal (45-50 menit)

Normal (45-50 menit)

(35)

4.4 Pengolahan Data Wawancara

Pihak-pihak yang berhasil diwawancarai adalah operator, pengawas lapangan, dan pimpinan dari perusahaan kontraktor dan persewaan alat berat.

Hasil dari wawancara dapat dilihat pada label 4.19.

Referensi

Dokumen terkait

Pertanyaan seperti, mengapa ada 12 lambang yang digunakan untuk melambangkan 12 zodiak tersebut, atau bagaimana awal mula terpilihnya 12 lambang tersebut untuk menjadi lambang

Alnia juga mengatakan bahwa remaja menilai perkembangan budaya batik adalah tradisi yang diangkat menjadi trend yang diharapkan dapat menjadi daya tarik tersendiri

Tapi kenyataannya, beberapa makanan yang memiliki IG yang rendah atau kandungan karbohidrat yang sangat kecil ternyata dapat menyebabkan suatu respons insulin yang tinggi

permukiman. b) Pusat ini ditandai dengan adanya pampatan agung/persimpangan jalan (catus patha) sebagai simbol kultural secara spasial. c) Pola ruang desa adat yang berorientasi

Iklan dapat diartikan sebagai berbagai bentuk presenteasi nonpersonal atas ide, produk atau jasa yang dibiayai oleh pihak sponsor (perusahaan), sedangkan word of mouth

Sinarmas Multifinance Cabang Bima dan umumnya pada organisasi atau perusahan agar dapat membantu karyawan dalam mengatasi stres kerja, karena kalao karyawan mengalami

Peran penyuluh sebagai teknisi yang dilakukan seperti kegiatan demonstrasi plot, demonstrasi area, temu lapangan, dan pameran saat ada event (lomba BP3K tingkat

Bullying adalah salah satu bentuk dari perilaku agresi dengan kekuatan dominan pada perilaku yang dilakukan secara berulang-ulang dengan tujuan mengganggu anak lain atau