• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

METODOLOGI PENELITIAN

4.1 Pengumpulan Data

Data merupakan bagian yang sangat penting dalam penelitian. Oleh karena itu kelengkapan data akan membantu pengerjaan penelitian. Data yang dikumpulkan dikelompokkan ke dalam data primer dan data sekunder. Data sekunder yang diperlukan untuk menunjang penelitian ini meliputi data curah hujan daerah tangkapan, tata guna lahan, dan sebagian karakteristik daerah tangkapan waduk.

Data primer yang diambil meliputi konsentrasi nitrat pada air waduk dan tanah di daerah tangkapan, serta konduktivitas hidrolik daerah tangkapan. Pemeriksaan konsentrasi nitrat dalam air adalah untuk mengetahui kondisi waduk Cisanti terkait dengan eutrofikasi.

Selain itu, peta juga merupakan data penting yang digunakan dalam penelitian ini. Peta yang digunakan adalah peta Lebaksari yang masuk wilayah kabupaten Bandung keluaran Bakosurtanal tahun 2001. Adapun peta ini bukan termasuk peta digital yang dapat langsung diolah menggunakan software pembantu. Proses pengolahan pada peta untuk mendapatkan lokasi waduk Cisanti dan daerah tangkapan beserta segmentasinya.

4.2 Tahapan Pengembangan Model

Penelitian mengenai model kualitas dan kuantitas air di danau tropis ini dilakukan untuk mendapatkan satu alat bantu pengolahan sumber daya air. Dalam rangka mengembangkan model kuantitas dan kualitas air tersebut dilakukan berbagai studi penunjang. Hal ini dilakukan untuk melengkapi model yang akan dikembangkan.

Studi pertama yang dilakukan adalah studi pemrograman FORTRAN. Studi berkaitan dengan program yang digunakan dalam pengembangan model komputer. Bahasa FORTRAN dikembangkan oleh para pembuatnya untuk menjawab tantangan terhadap permasalahan-permasalahan numerik yang berkaitan dengan perhitungan, foormula- formula dan angka-angka. Bahkan pada awal tahun 90-an bahasa ini dipakai secara luas tidak hanya di bidang matematika murni saja, namun juga hingga disiplin ilmu lain seperti teknik sipil.

Pelaksanaan penelitian tugas akhir ini diawali dengan model perkiraan limpasan

pada daerah tangkapan segmen untuk memprediksi masukan nitrat dari curah hujan yang

melimpas di daerah tangkapan lokasi studi waduk, yaitu ISTFM atau Integrated System

(2)

Tropical Flow Model (Sudjono, 1995). Selanjutnya digunakan model kuantitas air pada

waduk yang diharapkan mampu memberikan output sedekat mungkin dengan kondisi nyata dari lokasi studi. Selanjutnya dikembangkan model komputer kualitas air waduk.

Model kualitas air waduk ini dibangun dengan menggunakan persamaan-persamaan untuk nitrogen dan algae oleh Brown dan Barnwell (1987). Pada studi kali ini, nitrat nitrogen menjadi nutrien pembatas yang digunakan sebagai parameter untuk mengevaluasi status trofik waduk. Dengan integrasi keseluruhan model komputer tersebut diharapkan dapat diamati kecenderungan tingkat trofik pada waduk Cisanti.

4.3 Penerapan Model

4.3.1 Penentuan Lokasi Waduk Cisanti

Waduk cisanti sebenarnya merupakan sebuah telaga atau situ dengan keliling waduk 2 km. Pada peta Lebaksari keluaran Bakosurtanal tahun 2001 tidak terdapat lokasi waduk Cisanti, sehingga lokasi waduk Cisanti pada peta didapat dengan cara memetakan secara manual koordinat titik-titik waduk Cisanti menggunakan software GIS-Arcview. Koordinat titik-titik waduk Cisanti didapat dengan bantuan alat Global Positioning System (GPS).

Hasil dari penentuan koordinat titik-titik waduk Cisanti dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel IV-1 Koordinat titik-titik waduk Cisanti hasil pengukuran melalui GPS.

Titik

Koordinat

Titik

Koordinat Lintang

Selatan Bujur Timur

Lintang

Selatan Bujur Timur

1 107 71 107

2 107 72 107

3 107 73 107

4 107 74 107

5 107 75 107

6 107 76 107

7 107 77 107

8 107 78 107

9 107 79 107

10 107 80 107

11 107 81 107

12 107 82 107

13 107 83 107

14 107 84 107

15 107 85 107

16 107 86 107

17 107 87 107

18 107 88 107

19 107 89 107

20 107 90 107

(3)

Titik

Koordinat

Titik

Koordinat Lintang

Selatan Bujur Timur

Lintang

Selatan Bujur Timur

21 107 91 107

22 107 92 107

23 107 93 107

24 107 94 107

25 107 95 107

26 107 96 107

27 107 97 107

28 107 98 107

29 107 99 107

30 107 100 107

31 107 101 107

32 107 102 107

33 107 103 107

34 107 104 107

35 107 105 107

36 107 106 107

37 107 107 107

38 107 108 107

39 107 109 107

40 107 110 107

41 107 111 107

42 107 112 107

43 107 113 107

44 107 114 107

45 107 115 107

46 107 116 107

47 107 117 107

48 107 118 107

49 107 119 107

50 107 120 107

51 107 121 107

52 107 122 107

53 107 123 107

54 107 124 107

55 107 125 107

56 107 126 107

57 107 127 107

58 107 128 107

59 107 129 107

60 107 130 107

61 107 131 107

62 107 132 107

63 107 133 107

64 107 134 107

65 107 135 107

66 107 136 107

67 107 137 107

68 107 138 107

(4)

Titik

Koordinat

Titik

Koordinat Lintang

Selatan Bujur Timur

Lintang

Selatan Bujur Timur

69 107 139 107

70 107 140 107

4.3.2 Penentuan Luas Daerah Tangkapan

Sebelum menentukan luas daerah tangkapan waduk Cisanti, terlebih dahulu dipetakan daerah tangkapan waduk Cisanti tersebut. Jika memetakan lokasi waduk Cisanti dibutuhkan koordinat-koordinat waduknya yang didapat dengan menggunakan GPS, maka lain halnya dengan memetakan daerah tangkapan waduk. Daerah tangkapan waduk dipetakan berdasarkan profil kontur yang terdapat pada peta kemudian disesuaikan dengan lokasi waduk yang telah dimunculkan, semuanya dilaksanakan dengan menggunakan software GIS-ArcView. Luas daerah tangkapan didapat dengan membandingkan skala bar pada peta terhadap perhitungan yang dilakukan berdasarkan software GIS-ArcView.

Gambar 4.1. Daerah tangkapan waduk Cisanti.

U

Legenda:

(5)

4.3.3 Segmentasi Daerah Tangkapan

Pembagian daerah tangkapan menjadi array dan segmen dilakukan untuk memudahkan perhitungan pergerakan debit limpasan permukaan tiap satuan waktu. Data yang diukur untuk tiap segmen adalah rata-rata dari lebar, panjang, luas dan kemiringan tiap-tiap segmen. Pengukuran dilakukan dengan cara manual dengan membandingkan panjang pada peta yang diukur dengan panjang lintang selatan dan bujur timur sebenarnya.

Gambar 4.2 Array (angka Romawi warna biru) dan segmen (angka Latin warna merah) daerah tangkapan waduk Cisanti beserta titik lokasi pengambilan sample air: (1) inlet waduk, (2) tengah waduk dan (3) outlet

waduk.

4.3.4 Penentuan Karakteristik Daerah Tangkapan Tiap Segmen

Karakteristik daerah tangkapan bagi tiap segmen yang perlu diketahui antara lain luas area, kemiringan, tata guna lahan, serta jenis tanah. Luas tiap daerah tangkapan dihitung dengan software seperti halnya pada penentuan luas permukaan segmen waduk.

Kemiringan lahan dihitung dengan pengukuran pada peta topografi. Adapun karakteristik lain sepeti tata guna lahan dan sifat tanah dapat diperoleh dari data-data primer dan sekunder.

I

II

III 1

1 1 19

19

14

U

Legenda:

(2) (3) (1)

(6)

4.3.5 Penetapan Jumlah Input Data

Data sekunder yang diperlukan bagi input data antara lain data curah hujan harian di lokasi studi, data kuantitas atau debit harian sungai utama, serta data kualitas sungai dan waduk. Penentuan jumlah input data dilakukan berdasar kelengkapan data sekunder yang ada selama jangka waktu tertentu. Selanjutnya jumlah input data ditetapkan dengan membagi jangka waktu pada data sekunder tersebut dengan time step ( t) tertentu.

4.4 Simulasi Model

Data-data input yang berhasil diperoleh selanjutnya dimasukkan dalam formula ISTFM untuk mendapatkan aliran limpasan pada setiap segmen waduk. Data-data ini diharapkan akan menghasilkan output kuantitas yang sedekat mungkin dengan situasi yang sebenarnya di waduk Cisanti. Data input kualitas air pada waduk dan limpasan digunakan bagi simulasi kualitas air waduk yang dilakukan dengan menggunakan program hasil pengembangan berdasar pada persamaan-persamaan untuk nitrogen dan algae oleh Brown dan Barnwell (1987) dengan nitrat nitrogen sebagai nutrien pembatas yang digunakan sebagai parameter untuk mengevaluasi status trofik waduk.

4.5 Analisa Hasil Pengolahan

Dari hasil simulasi model komputer dapat diketahui konsentrasi nitrogen pada waduk dan kita analisa kualitas air waduk tersebut berdasarkan parameter utamanya yaitu nitrat nitrogen, dimana lebih jauh kita dapat menganalisa status trofik waduk Cisanti tersebut. Diharapkan hasil analisa ini dapat membantu usaha pengendalian atau pencegahan terjadinya eutrofikasi yang merugikan. Adapun batas kandungan nutrien nitrat pada suatu sumber air permukaan telah diatur oleh pemerintah dalam Peraturan Pemerintah no 82 tahun 2001, seperti tersaji pada tabel IV-2.

Tabel IV-2 Batas Kandungan Nitrat dalam Peraturan Pemerintah no. 82 tahun 2001.

Parameter Satuan Kelas

Ket.

I II III IV

Nitrat, sebagai N mg/l 10 10 20 20

Batas kandungan nitrat berbeda-beda tergantung pada peruntukan sumber air

permukaan. Peruntukan suatu sumber air permukaan dibagi menjadi empat kelas, yaitu:

(7)

Kelas I, adalah air yang peruntukannya dapat digunakan untuk air baku air minum, dan atau peruntukan lainnya yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut.

Kelas II, adalah air yang peruntukannya dapat digunakan untuk prasarana/sarana,rekreasi, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman, dan atau peruntukan lainnya yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tsb.

Kelas III, adalah air yang peruntukannya dapat digunakan untuk pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman, dan atau peruntukan lainnya yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan tersebut.

Kelas IV, adalah air yang peruntukannya dapat digunakan untuk mengairi tanaman

dan atau peruntukan lainnya yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan

tersebut.

Referensi

Dokumen terkait

And if I follow any tradition, it is his.” Beckett was thinking more of Johnson’s private, melancholic, tormented life than his periodical essays, but many of the essays

Perusahaan umum pegadaian adalah satu – satunya badan usaha di Indonesia yang secara resmi mempunyai izin untuk melaksanakan kegiatan lembaga keuangan

Penelitian ini bertujuan untuk menguji kadar protein dan organoleptik tape ubi ungu melalui fermentasi dengan dosis ragi yang berbeda dan penambahan sari kulit buah

Disarankan supaya dibuat rencana strategis pelayanan kesehatan primer untuk mencapai tujuannya termasuk MDG bidang kesehatan untuk mengahasilkan informasi dan bukti

dihadapi, langkah pertama ialah ketika wanita bersalin baru tiba di kaunter penerimaan, jururawat perlu menunjukkan sikap menerima ketibaan mereka dengan ramah,

Apabila penelitian ini terbukti, diharapkan dapat memberi manfaat dalam pengembangan psikologi pada bidang psikologi pendidikan dan psikologi perkembangan untuk mengetahui

Perwakilan perusahaan yang hadir adalah Direktur atau yang mewakili dengan membawa surat kuasa. Demikian

Dua setengah suku di bagian timur sungai Yordan telah melaksanakan kewajibannya dengan baik walaupun sudah mendapat milik pusaka dan bagiannya, dan mendirikan