Pembuktian Terbalik Perampasan Aset Korupsi.
Teks penuh
Dokumen terkait
1) Setiap orang yang didakwa melakukan salah satu tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Pasal 3, Pasal 4, Pasal 13, Pasal 14, Pasal 15, dan Pasal
Tesis ini membahas tentang pelaksanaan pembuktian terbalik dan perampasan aset dalam tindak pidana pencucian uang dari hasil kejahatan narkotika dilihat dari perspektif
Negara Australia juga telah menerapkan NCB dan tertuang dalam Criminal Property Confication Act (CPCA) yang mengatur penyitaan aset bisa dilakukan tanpa kehadiran tergugat,
Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam pasal 2 Undang-undang nomor 31 tahun 1999, hal ini bertujuan untuk mempernudah pembuktian tentang keberadaan sifat tercelanya suatu
Sementara itu hubungannya dengan Pasal 37A khususnya ayat (3), bahwa sistem terbalik menurut Pasal 37 berlaku dalam hal pembuktian tentang sumber (asal) harta benda terdakwa
Pengembalian aset hasil tindak pidana korupsi dalam hukum positif adalah sistem penegakan hukum yang dilakukan oleh ne- gara sebagai korban tindak pidana korupsi untuk mencabut,
Dalam ketentuan pasal 77 dan 78 UU TPPU 2010 sesuai dengan asas lex certa menunjukan bahwa harta kekayaan yang wajib dibuktikan terdakwa adalah harta kekayaan yang hanya terkait dengan
Pasal 37 Undang-Undang No.31 Tahun 1999 jo Undang- Undang No.20 Tahun 2001 yang menentukan bahwa: 1 Terdakwa mempunyai hak untuk membuktikan bahwa ia tidak melakukan tindak pidana