ABSTRAK
EFEK SEDUHAN TEH OOLONG (Camellia sinensis) TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL LAKI-LAKI DEWASA NORMAL
Nadya Dwinta Aprilia Putri, 2016
Pembimbing I : H. Edwin Setiabudi, dr., SpPD, KKV.FINASIM Pembimbing II : Kartika Dewi, dr., M.Kes., Sp.Ak., PA (K)
Dislipidemia adalah gangguan metabolisme lemak, dapat berupa peningkatan kadar kolesterol total, kolesterol-LDL, dan/atau trigliserida, dengan/tanpa penurunan kolesterol-HDL. Dislipidemia adalah faktor risiko independen penyakit kardiovaskular yang mengakibatkan miokard infark. Flavonoid yang terkandung dalam teh oolong yaitu katekin, telah dilaporkan dapat menghambat enzim HMG KoA reduktase yang berperan dalam sintesis kolesterol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek seduhan teh oolong terhadap penurunan kadar kolesterol total.
Penelitian kuasi eksperimental dengan desain pre dan post-test terhadap 30
laki-laki dewasa normal Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha Bandung periode Januari-Oktober 2016. Subjek penelitian diberikan 8 gram seduhan teh oolong dalam dosis 4 kali/hari selama 6 minggu. Data dianalisis dengan t-test berpasangan α = 0,05 dan p < 0,05.
Pasca pemberian teh oolong selama 6 minggu rerata kadar kolesterol total menurun dengan sangat signifikan dengan persentase rerata penurunan kadar kolesterol total sebesar 5,26 %.
Seduhan teh oolong bisa menurunkan kadar kolesterol total.
Universitas Kristen Maranatha v
ABSTRACT
THE EFFECT OF OOLONG TEA ON TOTAL CHOLESTEROL LEVEL IN NORMAL ADULT MALE
Nadya Dwinta Aprilia Putri, 2016
Supervisor I : H. Edwin Setiabudi, dr., SpPD, KKV.FINASIM Supervisor II : Kartika Dewi, dr,. M.Kes,, Sp.Ak
Dyslipidemia is a disorder of lipid metabolism characterized by increased of total cholesterol, LDL-cholesterol, and/or triglycerides, with/without decrease of HDL-cholesterol. Dyslipidemia is an independent rial factor of cardiovascular disease leading to myocard infarct. Flavonoid of oolong tea, catechins have report can inhibiting the HMG CoA reductase enzyme thereby interfering cholesterol synthesis The aim of this study is to know the effect of oolong tea on lowering total cholesterol levels.
This quasi-experimental study with pre and post-test design to 30 young healthy men medical students of Maranatha Christian University Bandung in period January-October 2016. Subject ingested infusion 8 gram oolong tea divided into 4 doses/day for six weeks. Data analyzed with paired t-test α = 0.05 and p < 0,05. After consuming oolong tea for six weeks, the average of total cholesterol levels decreased with a mean percentage decreased in total kolesterol by 5.26%.
Oolong tea infusion can lowering total cholesterol level.
DAFTAR ISI
Halaman
JUDUL ... i
LEMBAR PERSETUJUAN ... i
SURAT PERNYATAAN ... iii
ABSTRAK ... iv
ABSTRACT ... v
KATA PENGANTAR ... vi
DAFTAR ISI ... viii
DAFTAR TABEL... xii
DAFTAR GAMBAR ... xiii
DAFTAR LAMPIRAN ... xiv
BAB IPENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Identifikasi Masalah ... 2
1.3 Maksud dan Tujuan ... 3
1.3.1 Maksud... 3
1.3.2 Tujuan ... 3
1.4 Manfaat Karya Tulis Ilmiah ... 3
1.4.1 Manfaat Akademis ... 3
1.4.2 Manfaat Praktis ... 3
1.5 Kerangka Pemikiran dan Hipotesis Penelitian ... 4
1.5.1 Kerangka Pemikiran ... 4
1.5.2 Hipotesis Penelitian ... 5
ix
2.2 Kolesterol ... 8
2.2.1 Struktur Kimia Kolesterol ... 9
2.2.2 Biosintesis Kolesterol ... 9
2.2.3 Transportasi Kolesterol ... 11
2.2.4 Ekskresi Kolesterol ... 12
2.3 Lipoprotein ... 12
2.3.1 Metabolisme Lipoprotein ... 15
2.3.1.1 Jalur Metabolisme Eksogen ... 15
2.3.1.2 Jalur Metabolisme Endogen ... 16
2.4 Dislipidemia ... 18
2.4.1 Klasifikasi Dislipidemia ... 19
2.4.2 Faktor Risiko Dislipidemia ... 21
2.4.3 Penatalaksanaan Dislipidemia ... 22
2.4.3.1 Intervensi Perubahan Gaya Hidup ... 23
2.4.3.2 Terapi Farmakologis Dislipidemia ... 25
2.4.4 Aterosklerosis ... 25
2.5 Hiperkolesterolemia ... 26
2.6 Teh... 28
2.6.1 Taksonomi Teh ... 28
2.6.2 Teh Oolong ... 29
2.6.2.1 Klasifikasi Teh Oolong ... 29
2.6.2.2 Proses Pengolahan Teh Oolong ... 30
2.6.3 Kandungan Teh dan Manfaatnya ... 31
2.6.3.1 Substansi Fenol ... 32
2.6.3.2 Substansi Bukan Fenol ... 34
2.6.3.3 Substansi Penyebab Aroma ... 36
2.6.3.4 Enzim ... 37
2.6.4 Mekanisme Teh Terhadap Hiperkolesterolemia ... 37
2.7 Penelitian Terdahulu Tentang Teh Oolong ... 40
BAB IIIBAHAN DAN METODE PENELITIAN...42
3.1 Alat dan Bahan ... 42
3.1.1 Alat... 42
3.1.2 Bahan ... 42
3.2 Subjek Penelitian ... 42
3.3 Tempat dan Waktu Penelitian ... 43
3.3.1 Tempat Penelitian ... 43
3.3.2 Waktu Penelitian ... 43
3.4 Metode Penelitian... 43
3.4.1 Desain Penelitian ... 43
3.4.2 Variabel Penelitian ... 43
3.4.2.1 Definisi Operasional Variabel ... 43
3.4.3 Perhitungan Besar Sampel ... 44
3.5 Prosedur Penelitian... 45
3.5.1 Pengumpulan Bahan Uji ... 45
3.5.2 Prosedur Kerja ... 45
3.6 Metode Analisis ... 46
3.7 Hipotesis statistik ... 46
3.8 Aspek Etik Penelitian ... 46
BAB IVHASIL DAN PEMBAHASAN...47
4.1 Hasil Penelitian ... 47
4.2 Pembahasan ... 48
4.3 Pengujian Hipotesis Penelitian ... 50
BAB VSIMPULAN DAN SARAN...51
5.1 Simpulan ... 51
xi
DAFTAR PUSTAKA ... 52
LAMPIRAN ... 57
RIWAYAT HIDUP ... 65
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Klasifikasi Dislipidemia European Atherosclerosis Society (EAS) ... 19
Tabel 2.2 Klasifikasi Dislipidemia World Health Organization (WHO) ... 19
Tabel 2.3 Klasifikasi Kolesterol Total, Kolesterol LDL, Kolesterol HDL, dan Trigliserida Menurut National Cholesterol Education Program Adult Panel III (NCEP ATP III) 2001 ... 20
Tabel 2.4 Tiga Kategori Risiko yang Menentukan Sasaran Kolesterol LDL yang Ingin Dicapai ... 22
Tabel 2.5 Klasifikasi Kadar Kolesterol Dalam Darah ... 27
Tabel 2.6 Senyawa katekin yang terdegradasi pada berbagai jenis teh ... 33
Tabel 2.7 Komponen Kafein dan Katekin Dalam Teh Oolong ... 33
Tabel 2.8 Tabel Kandungan Kafein dalam Berbagai Jenis Teh ... 34
Tabel 4.1 Rerata Kadar Kolesterol Total Sebelum dan Sesudah Mengonsumsi Teh Oolong ... 45
Tabel 4.2 Hasil Uji t Berpasangan Sebelum dan Sesudah Mengonsumsi Seduhan Teh Oolong ... 46
xiii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1 Bagan Kerangka Pemikiran ... 5
Gambar 2.2 Struktur Molekul Kolesterol... 9
Gambar 2.3 Biosintesis kolesterol... 11
Gambar 2.4 Metabolisme Eksogen dan Endogen ... 17
Gambar 2.5 Metabolisme Lipoprotein Jalur Reverse Cholesterol Transport ... 18
Gambar 2.6 Gambar Patogenesis Aterosklerosis ... 26
Gambar 2.7 Teh Oolong ... 29
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. ETHICAL APPROVAL ... 57 Lampiran 2. INFORMED CONSENT ... 58 Lampiran 3. HASIL PENELITIAN EFEK SEDUHAN TEH OOLONG (Camellia
sinensis) TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL
TOTAL PADA LAKI-LAKI DEWASA NORMAL. ... 59 Lampiran 4. HASIL UJI STATISTIK UJI NORMALITAS KADAR
KOLESTEROL TOTAL SEBELUM DAN SESUDAH KONSUMSI SEDUHAN TEH OOLONG ... 60 Lampiran 5. HASIL UJI STATISTIK UJI T-BERPASANGAN KADAR
1
BAB I PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Kolesterol merupakan salah satu dari golongan lemak (lipid) padat yang berwujud seperti lilin. Kolesterol bersifat aterogenik atau sangat mudah menempel yang kemudian membentuk plak pada dinding pembuluh darah (aterosklerosis). Kadar kolesterol yang tinggi merupakan salah satu penyebab masalah metabolik yang menyebabkan timbulnya penyakit jantung, pembuluh darah, serta penyakit-penyakit yang berhubungan dengan adanya sumbatan pada pembuluh darah. Penyumbatan yang terjadi pada pembuluh darah koroner jantung akan menyebabkan penyakit jantung koroner (PJK). Tidak hanya itu, penyumbatan (aterosklerosis) juga dapat terjadi pada dinding pembuluh darah otak, ginjal, alat gerak, dan berbagai organ lainnya. Kadar kolesterol yang tinggi biasa dikenal dengan sebutan dislipidemia (Garnadi, 2012).
Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid ditandai oleh peningkatan atau penurunan fraksi lipid plasma (Rader & Hobbs, 2005). Kelainan tersebut berupa peningkatan kadar kolesterol total, kolesterol LDL, dan trigliserida, serta penurunan kolesterol HDL dalam darah (Fodor, 2010). Salah satu bentuk dari dislipidemia adalah hiperkolesterolemia. Hiperkolesterolemia adalah peningkatan kadar satu atau lebih lipoprotein (VLDL, LDL) serta penurunan HDL, yang terjadi akibat tingginya kadar kolesterol dalam masing-masing lipoprotein atau gabungan keduanya (Arisman, 2014).
World Health Organization (WHO) memperkirakan dislipidemia berhubungan
dengan kasus penyakit jantung iskemik secara luas, serta menyebabkan 4 juta kematian per tahun (NCEP, 2001).
Penelitian Multinational monitoring of trends and determinants in cardiovascular disease (MONICA) di Jakarta 1988 menunjukkan bahwa kadar
rata-rata kolesterol total pada wanita adalah 206,6 mg/dL dan pria 199,8 mg/dL, tahun 1993 meningkat menjadi 213,0 mg/dL pada wanita dan 204,8 mg/dL pada pria. Di beberapa daerah nilai kolesterol yang sama yaitu Surabaya (1985) sebesar
195 mg/dL, Ujung Pandang (1990) sebesar 219 mg/dL dan Malang (1994) sebesar 206 mg/dL (Smith , 2007).
Obat-obatan penurun kadar kolesterol harganya relatif mahal dan memiliki efek samping miopati dan rhabdomiolisis (Suyatna, 2007). Sebab dari itulah masyarakat beralih ke obat-obatan tradisional yang relatif lebih aman daripada obat-obatan modern. Obat tradisional berasal dari tumbuh-tumbuhan, termasuk teh (Dalimartha, 2006).
Teh merupakan minuman tersering yang dikonsumsi masyarakat setelah air. Teh secara garis besar dibagi menjadi tiga menurut proses fermentasinya, yaitu teh hijau yang tanpa fermentasi, teh oolong yang semi-fermentasi, dan teh hitam yang difermentasi secara penuh. Sekarang, sekitar 75% dari teh yang diproduksi di seluruh dunia adalah teh hitam, sekitar 23% teh hijau, dan 2% teh oolong (Ausmus, 2003).
Teh oolong mengandung polifenol dan kafein yang berpengaruh terhadap metabolisme lemak dan dapat menurunkan masa lemak. Pada penelitian sebelumnya di Cina menunjukkan bahwa teh oolong jika dikonsumsi secukupnya dapat memberikan efek yang baik untuk kesehatan, yaitu sebagai anti obesitas dan meningkatkan aktivitas metabolisme lipid (He et al., 2009).
Teh oolong sudah dikenal masyarakat Indonesia, namun penggunaannya sebagai terapi suportif kurang diketahui. Berdasarkan latar belakang ini, penulis tertarik untuk meneliti efek pemberian seduhan teh oolong dalam menurunkan kadar kolesterol total.
1.2 Identifikasi Masalah
3
1.3 Maksud dan Tujuan
1.3.1 Maksud
Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek seduhan teh oolong sebagai terapi suportif yang berpengaruh terhadap metabolisme kolesterol dalam menurunkan kadar kolesterol total.
1.3.2 Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai efek seduhan teh oolong terhadap perubahan kadar kolesterol total pada laki-laki dewasa normal.
1.4 Manfaat Karya Tulis Ilmiah
Manfaat yang diharapkan dari penelitian efek seduhan teh oolong terhadap kadar
kolesterol total pada laki-laki dewasa normal adalah sebagai berikut :
1.4.1 Manfaat Akademis
Penelitian ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang efek teh
oolong terhadap penurunan kadar kolesterol total dan menjadi acuan pelaku kesehatan jika ingin melakukan penelitian tentang teh oolong maupun melanjutkan penelitian penulis.
1.4.2 Manfaat Praktis
Penelitian ini bermanfaat bagi masyarakat umum tentang terapi herbal terhadap
dislipidemia dengan menggunakan seduhan teh oolong yang lebih aman dikonsumsi daripada obat-obatan penurun kolesterol.
1.5 Kerangka Pemikiran dan Hipotesis Penelitian
1.5.1 Kerangka Pemikiran
Teh oolong dapat mempercepat metabolisme lemak melalui aktivasi lipoprotein
lipase dan secara signifikan meningkatkan pengeluaran energi dan oksidasi lemak. (Ekawati et al., 2007)
Komponen aktif utama dari teh oolong yang memengaruhi metabolisme lipid adalah kafein dan polifenol termasuk epigallocatechin-3-gallate (EGCG), epicatechin-3-gallate (ECG), gallocatechin gallate (GCG), gallocatechin (GC),
dan catechin gallate (CG) (Lin et al., 2003).
Kafein pada teh oolong dapat meningkatkan lipolisis. Kafein dapat menurunkan kadar lemak tubuh dengan meningkatkan thermogenesis yang merupakan salah satu proses dari oksidasi lemak. Dengan adanya peningkatan thermogenesis tersebut dalam tubuh, metabolisme akan meningkat dan sel-sel lemak ini kemudian digunakan sebagai energi untuk mendukung peningkatan metabolik (He et al., 2009). Sedangkan catechin (sebagai polifenol utama) menghambat penyerapan kolesterol oleh sel-sel usus, menurunkan kelarutan kolesterol dalam asam empedu, dan mengaktifkan lipase lipoprotein untuk mengurangi kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah. (Wang et al., 2006; Ekawati et al., 2007).
5
Gambar 1.1 Bagan Kerangka Pemikiran
1.5.2 Hipotesis Penelitian
Berdasarkan kerangka pemikiran diatas, dapat diambil hipotesis penelitian sebagai berikut :
Pemberian seduhan teh oolong menurunkan kadar kolesterol total Teh Oolong
Kafein Catechin
(EGCG & ECG)
lipolisis & thermogenesis
sel-sel lemak
Menghambat penyerapan
kolesterol
kelarutan kolesterol dalam asam empedu
Mengaktifkan lipase lipoprotein untuk mengurangi kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah
Memperpanjang stimulasi simpatetik dari thermogenesis
kadar lemak lebih cepat
kadar kolesterol total dalam darah
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan
Pemberian seduhan teh oolong menurunkan kadar kolesterol total
5.2 Saran
Penelitian membandingkan pemberian seduhan teh oolong dengan jenis teh lainnya, seperti teh hijau, teh putih, dan teh hitam dan lain sebagainya, karena kandungan kafein dan catechin pada masing-masing teh berbeda dan memberikan efek yang berbeda pula.
EFEK SEDUHAN TEH OOLONG (Camellia sinensis)
TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL
LAKI-LAKI DEWASA NORMAL
KARYA TULIS ILMIAH
Karya Tulis Ilmiah ini Dibuat Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran
NADYA DWINTA APRILIA PUTRI
1310230
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA
BANDUNG
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan kasih-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “Efek Seduhan Teh Oolong (Camellia sinensis) Terhadap Kadar Kolesterol Total Laki-Laki Dewasa Normal” ini dengan baik dan sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan. Karya Tulis Ilmiah ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana kedokteran (S. Ked) di Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha.
Penyusunan karya tulis ini terdapat kesulitan dan hambatan yang penulis alami, namun berkat dukungan, bantuan, dorongan, dan semangat dari berbagai pihak inilah Karya Tulis Ilmiah dapat terselesaikan dengan baik. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Lusiana Darsono, dr., M.Kes sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha yang telah memberikan kesempatan kepada penulis membuat Karya Tulis Ilmiah ini.
2. H. Edwin Setiabudi, dr., SpPD, KKV.FINASIM sebagai Pembimbing I yang telah dengan penuh kesabaran dan ketekunan memberikan dorongan, perhatian, bimbingan, pengarahan, serta saran dalam pembuatan Karya Tulis Ilmiah ini mulai dari awal sampai akhir.
3. Kartika Dewi, dr., M.Kes, Sp.Ak sebagai Pembimbing II yang telah dengan penuh kesabaran dan ketekunan memberikan dorongan, perhatian, bimbingan, pengarahan, serta saran dalam pembuatan Karya Tulis Ilmiah ini mulai dari awal sampai akhir.
4. Kepala Bagian dan Staf Laboratorium Patologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha yang telah membantu dalam proses pengerjaan penelitian Karya Tulis Ilmiah ini.
Universitas Kristen Maranatha vii
6. Teman-teman yang sangat mendukung penulis, Sarah Amalia, Chintya Gusyuanasari, Herdayanti Sukma, Michelle Angel, Laksmi Indira, Utin Dewi, Vica Christia, Hengki Yong, Ratna, dan masih banyak lagi, terima kasih untuk semangat, dorongan, dan kerja sama selama menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini.
7. Teman-teman yang telah bersedia menjadi subjek penelitian, terima kasih telah meluangkan waktu demi proses penelitian ini.
8. Kedua orang tua Papa Bambang Sutrisno dan Mama Ety Kurniawati, serta kakak tercinta Aulia Wara A.P. yang telah memberikan dukungan baik moril maupun materil, nasehat, serta doa kepada penulis untuk menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini.
9. Kepada berbagai pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu yang telah membantu penulis menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini.
Akhir kata, penulis berharap Karya Tulis Ilmiah ini dapat bermanfaat bagi ilmu kedokteran, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha, serta masyarakat luas.
Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
Bandung, Oktober 2016
DAFTAR PUSTAKA
Adam JM. 2009. Dislipidemia. Dalam: Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiasti S (penyunting). Buku Ilmu Penyakit Dalam Jilid 3 edisi ke-5. Jakarta: Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. h.1984
Almatsier S. 2010. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.
Anwar TB. 2004. Dislipidemia Sebagai faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner. Jurnal Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara dalam : http://repository.usu.ac.id.
Arciero PJ, Gardner AW, Calles-Escandon J, Benowitz NL, Poehlman ET. 1995. Effects of caffeine ingestion on NE kinetics, fat oxidation, and energy expenditure in younger and older men. Am J Physio; 268 (6): 1192-8.
Arisman. 2014. Buku Ajar Ilmu Gizi Obesitas, Diabetes Melitus, dan Dislipidemia. Jakarta: ECG
Ausmus S. 2003. USDA ARS Online Magazine; 51(9). Available at: http://agresearchmag.ars.usda.gov/
Baird TA, Parsons MW, Phanh T, Butcher KS, Desmond PM, Tress BM et al. 2003. Persistent poststroke hyperglycemia is independently associated with infarct expansion and worse clinical outcome. In: Stroke; 34(9). American Heart Association.
Balittri & Towaha J. 2013. Kandungan Senyawa Kimia pada Daun Teh (Camellia sinensis). Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri. Diakse dari: http://perkebunan.litbang.pertanian.go.id
Botham KM, Mayes PA. 2015. Cholesterol synthesis, transport, & excretion. In: RK Murray, DA Bender, KM Botham, PJ Kennelly, & VW Rodwell, (Eds.). Harper’s illustration biochemistry 30th edition. New York : McGraw-Hill,Inc.
53
Budijanto D. 2013. Populasi, Sampling, dan Besar Sample. http://www.risbinkes.litbang.depkes.go.id/. Diakses: 6 Oktober 2016.
Bursill CA and Roach PD. 2007. A green tea catechin extract upregulates the hepatic low density lipoprotein receptor in rats. J Lipid; 42: 621-7.
Chacko SM et al. 2010. Beneficial effects of green tea : a literature review. In : Chinese Medicine; 5(13): 1–9.
Dalimartha S. 2006. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Jakarta: Trubus Agriwidya
Diwan JJ. 2008. Molecular biochemistry II: cholesterol synthesis. Available at: https://www.rpi.edu/
Djohan TB. 2004. Penyakit Jantung Koroner Dan Hipertensi. Medan: Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
Dominiczak MH & Beastall G. 2005. Biosynthesis of cholesterol and steroids. In : Baynes JW & Dominiczak MH (eds.) Medical Biochemistry, 2nd edition. Philadelphia : Elsevier Mosby.
Ekawati A, Andriyani D, Rukmini S, dan Indriani L. 2007. Pengaruh Teh Hitam (Camellia sinensis) terhadap Ketebalan Dinding Arteri Koronaria Tikus Putih yang diberi Diet Tinggi Lemak. Yogyakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.
European Atherosclerosis Society (EAS). 2011. http://www.eas-society.org/. Accesed: 14 September 2016
Executive summary of the third report of the National Cholesterol Education Program (NCEP) expert panel on detection, evaluation, and treatment of high blood cholesterol in adult ( adult treatment panel III ), JAMA. 2001; 285: 2486-97.
Fodor G. 2010. Primary Preventation of CVD: Treating Dyslipidemia. In: Clinical Evidence Handbook. Available at: www.clinicalevidence.bmj.com.
Franciscus DS. 2007. Farmakologi dan terapi: Hipolipidemik. Dalam: Gunawan SG, Setabudy R (penyunting). Jakarta: Departemen Farmakologi Terapi dan Terapeutik.
Garnadi Y. 2012. Hidup Nyaman dengan Hiperkolesterol. Jakarta : PT Agro Media Pustaka
Hall JE. 2016. Metabolism and Temperature Regulation: Lipid Metabolism. In: Hall JE (Ed), Guyton and Hall Text Book of Medical Physiology, 13th edition. Philadelphia: Elsevier Saunders. pp.863-74
Han L, Takaku T, Li J, Kimura Y, and Okuda H. 1999. Anti-obesity action of oolong tea. Inter J Obes; 23: 98–105.
Hardani E. 2012. Efek Pemberian Ekstrak Teh Hijau (Camellia sinensis) var. Assamnica Terhadap Total Lemak Tubuh dan Profil Lipid Wanita Dewasa Overweight dan Obesitas Pegawai Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada. h.62.
Hartoyo A. 2003. Teh dan Khasiatnya Bagi Kesehatan : Sebuah Tinjauan Ilmiah. Jakarta: Kanisius.
He RR et al. 2009. Beneficial effects of oolong tea consumption on diet-induced overweight and obese subjects. Chinese J Integrative Med; 15(1): 34–41.
Hilal YU & Engelhardt. 2007. Characterisation of white tea–comparison to green and black tea. Germany: Braunschweig Univ, Department of Food Chemistry.
Koo SI & Noh SK. 2007. Green Tea as Inhibitor of the Intestinal Absorption of Lipids: Potential Mechanism for its Lipid-Lowering Effect. J Nutr Biochem; 18(3): 179-83.
Kuhn DJ, Burns AC, Kazi A and Dou QP. 2004. Direct inhibition of The ubiquitin-proteasome pathway by ester bond-containing green tea polyphenols is associated with the increased expression of sterol regulator-binding protein and LDL reseptor. In: Biochimica et Biophysica Acta (BBA)-Molecular and Cell Biology of Lipids; 1682:1-10.
Kumar V, Abbas AK, Fausto N, and Aster JC. 2010. Robbins and Cotran pathologic basis of disease. 8th Ed, Philladelphia: Elsevier Inc. p. 499-501.
55
Kuo KL et al. 2005. Comparative studies on the hypolipidemic and growth
suppressive effects of oolong, black, pu-erh, and green tea leaves in rats. J Agr and Food Chemist; 53: 489-98.
Kusnaedi. 2009. Terapi Teh. Bekasi: Duta Media Tama. h.14
Lin YS, Tsai YJ, Tsay JS, Lin JK. 2003. Factors affecting The levels of tea polyphenols and caffeine in tea leaves. J Agr Food Chemist; 51: 1864-73.
Löest HB, Noh SK and Koo SI. 2002. Green tea extract inhibits the lymphatic absorbtion of cholesterol and alpa-tacopherol in overiectomized rats. J Nutr; 132: 1282–8.
Persatuan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI). 2013. Pedoman Tatalaksana Dislipidemia. http://www.inahearth.org. Diunduh: 26 Agst 2016.
Simatupang A. 1997. Cholesterol, Hypercholesterolemia and Drugs Against it a review. Dalam: Cermin Dunia Kedokteran. hal.5-12.
Suyatna FD. 2007. Hipolipidemik. Dalam: Sulistia Gan Gunawan, Rianto Setiabudy, Nafrialdi (penyunting): Farmakologi dan terapi, Edisi 5. Jakarta : Gaya Baru. hal. 375-6.
Rader DJ and Hobbs HH. 2005. Disorder of Lipoprotein Metabolism. In: Kasper DL, Fauci LS, Longo DL, Braunwald E, Hauser SL, Jameson JL : Harrison’s Principles of Internal Medicine, 16th edition. New York: Mac Graw Hill.
Rohdiana D. 2001. Aktivitas Daya Tangkap Radikal Polifenol dalam Daun Teh. Yogyakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.
Rossi D. 2011. Teh dari Asal-Usul, Tradisi, Khasiat, hingga Racikan Teh. Yogyakarta: ANDI, BestBook.
Rumpler W et al. 2001. Oolong tea increase metabolic rate and fat oxidation in men. J nutr; 131: 2848-52.
Sartika RA. 2008. Pengaruh Asam Lemak Jenuh,Tidak Jenuh dan Asam Lemak Trans Terhadap Kesehatan. J Kesehatan Masyarakat Nasional; 2(4). h.154-60
Smith DG. 2007. Epidemiology of Dyslipidemia and Economic Burden on the Healthcare System. Am J Managed Care; 13. p.68-71.
Wang S, Noh SK and Koo SI 2006. Epigallocatechin gallate and caffeine differentially inhibit the intestinal absorption of cholesterol and fat in ovariectomized rats. J Nutr; 136: 2791-6.
Xu Ning and Chen Zong-Mao. 2003. TEA Bioactivity and Therapeutic Potential. New York: Taylor & Francis.
Yang TT and Marcel WL. 2000. Chinese Green Tea Lowers Cholesterol Level Through an Increase in Fecal Lipid Excretion. J Life Sci; 66(5): 411-23.
Yen CE, Stone SJ, Koliwad S, Harris C, and Farese RV. 2008. DGAT enzymes and triacylglycerol biosynthesis. J Lipid Research; 49(11): 2283–301.