Studi Pemodelan Curah hujan sintetik dari beberapa stasiun di wilayah Pringsewu. Damar Adi Perdana 1) Ahmad Zakaria 2) Sumiharni 3)
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Model curah hujan harian sintetik yang dihasilkan menjadi sangat akurat dengan koefisien korelasi rata-rata model periodik adalah 0,9719, koefisien korelasi model
Dengan menggunakan metode FFT model curah hujan harian sintetik yang dihasilkan menjadi sangat akurat dengan koefesien korelasi rata- rata model Periodik Stasiun Metro panjang data
Tabel 4.12 Perbandingan Kumulatif Bulanan Curah Hujan Harian Terukur dan Curah Hujan Hasil Pemodelan Sintetik (Periodik + Stokastik) Tahun 1990 dari Stasiun Hujan PH 016
Model curah hujan harian sintetik yang dihasilkan menjadi sangat akurat dengan koe- fisien korelasi rata-rata model periodik adalah 0,9719, koefisien korelasi model stokastik
Sedangkan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mensimulasikan curah hujan harian berdasarkan periode dominan dan periode tidak dom- inan dari beberapa stasiun hujan di
Untuk mengetahui karakteristik komponen periodik dan komponen stokastik curah hujan harian dalam penelitian ini digunakan data curah hujan seri waktu 16 tahun
Nilai koefisien korelasi rata-rata (R) antara data dengan model periodik curah hujan adalah sebesar 0,97305, antara seri data stokastik dan model stokastik adalah sebesar 0,99150,
Sepektrum curah hujan dari data curah hujan seri waktu dapat digunakan sebagai ma- sukan untuk menghasilkan program periodik dan stokastik curah hujan buatan dengan menggunakan