• Tidak ada hasil yang ditemukan

APARTEMEN UNTUK TENAGA KERJA ASING DI BADUNG, BALI.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "APARTEMEN UNTUK TENAGA KERJA ASING DI BADUNG, BALI."

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

Arsitektur dan Desain Riset

Studi Perkotaan dan Lingkungan Binaan

Kritik Perencanaan dan Arsitektur Binaan

Elektronik Jurnal Arsitektur milik Jurusan Arsitektur-Fakultas

Teknik-Universitas Udayana yang terbit dua kali

dalamsetahun.

www.ojs.unud.ac.id

Oka Saraswati, AAA; WidyaParamadhyaksa, IN; Syamsul,

AP; Mudra, IK; Yuda Manik, IW; Swanendri, NM; Rumawan

Salain, IP;Sueca, NP; Suartika, GAM;Susanta, IN; Suryada,

IGAB; Widja, IM; Kastawan, IW; Suryada, IGAB; Karel

Muktiwibowo, A.

V

o

lu

m

e

(

4

)

N

o

m

o

r

(1

)

E

d

is

i

Ja

n

u

a

ri

2

0

1

6

(2)

e-Jurnal Arsitektur (JA) Universitas Udayana

e-Jurnal Arsitektur (JA) UNUD adalah kumpulan artikel terbitan berkala yang merupakan hasil studi menyeluruh dan inter disiplin di bidang arsitektur, perencanaan, dan lingkungan terbangun. Tujuan JA UNUD adalah untuk menghubungkan teori dan praktik nyata dunia kerja dalam bidang arsitektur dan desain riset, serta perencanaan kota dan studi lingkungan binaan.

Kontributor artikel JA UNUD utamanya berasal dari para civitas akademika arsitektur, namun tetap terbuka peluang bagi pelaku dan pemerhati bidang arsitektur, seperti: arsitek bangunan, desainer interior, perencana kota, dan arsitek lansekap yang bekerja di institusi akademik, lembaga riset, institusi pemerintahan, universitas, maupun praktik swasta untuk turutberkontribusi.

JA UNUD mempublikasikan studi riset, kritik dan evaluasi objek arsitektur berskala mikro maupun makro, dll. Sub bidang yang dapat menjadi topik artikel di JA UNUD terbagi atas 3 (tiga) bagian:

1. Arsitektural dan Desain Riset:

Topik yang termasuk sub bidang ini, antara lain: teknologi dan desain berkelanjutan, komputer arsitektur, metoda desain dan teori, arsitektur perilaku, desain dan pemrograman arsitektur, pedagogi arsitektur, evaluasi pasca huni, aspek budaya dan sosial dalam desain, dll.Artikelbiasanyamerupakanhasilstudi/skripsi/tugasakhirmahasiswaarsitektur.

2. Studi Perkotaan dan Lingkungan Binaan:

Topik yang termasuk sub bidang ini, antara lain: konservasi perkotaan berkelanjutan, implikasi faktor administratif dan politik terhadap suatu komunitas dan ruang, kota dan daerah perkotaan, perencanaan lingkungan, kebijakan dan desain perumahan, kota baru, aplikasi GIS dalam arsitektur, dll.

3. Kritik Perencanaan Arsitektur dan Arsitektur Binaan:

Topik yang termasuk sub bidang ini, antara lain: hasil diskusi mengenai proyek arsitektur yang sedang direncanakan, dalam tahap konstruksi, dan setelah dihuni. Artikel biasanya merupakan hasil pengamatan terhadap studi kasus.

JURUSAN ARSITEKTUR

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS UDAYANA

Kampus Bukit Jimbaran-Bali, Indonesia

+62 361 703384

[email protected]

(3)

Pengurus e-Jurnal Arsitektur (JA) Universitas Udayana

PenanggungJawab AnakAgungAyu Oka Saraswati

Pengarah I NyomanWidyaParamadhyaksa

Ketua Syamsul Alam Paturusi

Sekretaris I Wayan Yuda Manik

Bendahara Ni Made Swanendri

Penyunting dan Reviewer Putu Rumawan Salain

Ngakan Putu Sueca Gusti Ayu Made Suartika I Nyoman Susanta I Gusti Agung Bagus Suryada

Tim Validasi I Ketut Mudra

I Made Widja Syamsul Alam Paturusi I Wayan Kastawan I Gusti Agung Bagus Suryada

Tim Penerbit I Made Widja Ngakan Putu Sueca I Wayan Kastawan I Gusti Agung Bagus Suryada

Desainer Cover Antonius Karel Muktiwibowo

Arsitektur dan Desain Riset

Studi Perkotaan dan Lingkungan Binaan

Kritik Perencanaan dan Arsitektur Binaan

ejurnal nasional arsitektur milik Jurusan Arsitektur-Fakultas

Teknik-Universitas Udayana yang terbit dua kali dalamsetahun.

Volume (4) Nomor (1) Edisi Januari 2016

ISSN No. 9 772338 505750

Hak Cipta

2016 Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas

Udayana

Seluruh kontributor artikel telah mengijinkan Jurnal Arsitektur

UNUD

untuk

mereproduksi,

mendistribusikan,

dan

mempublikasikan substansi jurnal dalam format elektronik pada

website OJS Universitas Udayana www.ojs.unud.ac.id

(4)

PenuntunPenulisandanPengirimanNaskahe-JurnalArsitektur (JA) UNUD

Tata tulisnaskah:

1. Kategorinaskahilmiahmerupakanhasilpenelitian (laboratorium, lapangan, kepustakaan), ilmiahpopuler (aplikasi, ulasan, opini), diskusi, skripsi, danstugasakhir.

2. NaskahditulisdalamBahasa Indonesia danBahasaInggris (abstrak) diketikpadakertasukuran A-4, spasitunggal, denganbatasatas 1,55 cm; bagiandalam 2,5 cm; bagianluar 1,5 cm; danbawah 2,45 cm.

Font yang digunakanadalah Arial 11pt.

3. Batas panjangnaskah/artikeladalah 4 atau 6 halaman.

4. Judulharussingkat, jelastidaklebihdari 10 kata, cetaktebal, hurufkapital, di tengah-tengahkertas. Untukdiskusi, judulmengacupadanaskah yang dibahas (namapenulisnaskah yang dibahasditulissebagaireferensi).

5. Namapenulis/pembahasditulislengkaptanpagelar, di bawahjudul, disertaiinstitusiasalpenulisdanalamat email di bawahinstitusi.

6. Harusada kata kunci (keyword) darinaskah yang bersangkutan minimal 2 kata kunci. Daftar kata kunci

(keyword) diletakkansetelahabstrak

7. AbstrakditulisdalamBahasa Indonesia danInggrismaksimum 200 kata, dicetak miring, font Arial 10pt, spasitunggal. Judulbabditulis di tengah-tengahketikan, cetaktebalhurufkapital

8. Gambar, grafik, tabeldanfotoharusdisajikandenganjelas.

9. Definisinotasidansatuan yang dipakaidalamrumusdisatukandalamdaftarnotasi. Daftarnotasidiletakkansebelumdaftarpustaka

10. Kepustakaandiketik 1 spasi. Jarakantarjudul 2 spasidandiurutkanmenurutabjad. Penulisannyaharusjelasdanlengkapsesuaidengan: namapengarang, tahun, judul, kota: penerbit. Juduldicetak miring.

Keteranganumum:

1. Naskah yang dikirimsebanyaksatueksemplardanmenyerahkansoft copydalam program pengolahan kata MS Word atau format teks/ASCII.

2. Naskahbelumpernahdipublikasikanoleh media cetak lain.

3. Redaksiberhakmenolakataumengeditnaskah yang diterima. Naskah yang tidakmemenuhikriteria yang

ditetapkanakandikembalikan. Naskahdiskusi yang

(5)

Editorial

KetikaDirjenDikimelansirsuratnya No. 152/E/T/2012 yangberisikanWajibPublikasiIlmiahBagi S1/S2/S3, ide dasarnyadasarnyaadalahuntukmendongkrakjumlahkaryailmiahperguruantinggi yang dipublikasikansecaraluasdianggapsangatrendah. Kebijakaninilangsungmengguncangjagadperguruantinggi di Indonesia.Media yang digunakanuntukmewujudkankebijakantersebutadalahjurnalcetakdan e-jurnal.

Sosialisasi e-jurnal di UniversitasUdayanatelahdilakukan, namundalamimplementasinyabukanhal yang mudah.Untukmewujudkannyamelibatkanbanyakpihak, organisasimulaidarijurusanhinggaUniversitas, menempatkan orang-orang yang berkompeten (reviewerdan validator) danbadanpelaksanaannya.Selainitu, dukungankebijakan, sumberdayadanpengalokasiannya.Belumlagimekanismepemantauan, evaluasi, danpengawasanpelaksanaannya.Ditengahkompleksitaspermasalahanini, lahirlahjurnal volume 4 nomor 1 dengansegalaketerbatasannya. Sisikualitassebagaikaryailmiah, berkejarandenganbataswaktu yang sangatterbatasmewarnai volume keempatini.Inimenjadimasalahtersendiri, menransformasiTugasAkhirarsitektur yang didominasigambarperancanganmenjadilaporandalam format jurnalilmiah, bukanhalmudah.Namuniniadalahpilihansatu-satunyadalamkeadaanketerbatasanwaktu.

Diharapkanpadaedisimendatang, penyumbangartikelbukanhanyadarimahasiswa yang sedangtugasakhir, tetapiseluruhmahasiswaarsitekturtanpamemandang

semester.Sehinggadiharapkandiperolehkeberagamannaskah yang

masuksekaligusterdistribusinyajumlahartikel di setiappenerbitan.Dalamkesempatan yang baikini, daridapurpelaksana e-jurnalAsitektur, mengucapkanterimakasihkepadaberbagaipihak yang telahmembantuterwujudnyajurnal volume 4 nomor 1 ini.

(6)

Daftar Isi

Halaman

eJurnalArsitekturUniversitasUdayana... ii

PenguruseJurnalArsitekturUniversitasUdayana ... ii

PenuntunPenulisandanPengirimanNaskah e-JurnalArsitektur (JA) UNUD ... iii

Editorial ... iii

Daftar Isi ... v

1. Tempat Penitipan dan Perawatan Anak Usia Sekolah di Denpasar, Bali. Penerapan Tema Arsitektur Kontekstual pada Tampilan Bangunan.

(I Wayan Prasumartha Suaryadhi, Ida Ayu Armeli, AnakAgungAyu Oka Saraswati) ... 1-4

2. Apartemen Untuk Tenaga Kerja Asing di Badung, Bali

(Irfan Jois P. Nababan, Evert Edward Moniaga, I Putu Sugiantara) ... 5-10

3. Pengembagan Goa Maria Palasari di Jembrana sebagai Tempat Ziarah dan Rumah Retret, Bali. Suatu Studi Mengenai Pendekatan Konsep Ruang Hijau

(Denalia Chrisma, I Nyoman Surata, I Ketut Mudra) ... 11-16

4. Gedung Penjualan Sarana Pendidikan di Denpasar, Bali. Penerapan Tema Ramah Lingkungan pada Tampilan Bangunan

(I Made Adi Astika, Gusti Ayu Made Suartika, I Wayan Wiryawan) ... 17-20

5. Gedung Pertunjukan Teater Modern di Denpasar, Bali. Suatu Pendekatan Tema Arsitektur Neo-Vernakular pada Konsep Tampilan Main Gate.

(Dewa Gede Surya Negara, Ciptadi Trimarianto, I Gusti Agung Bagus Suryada) ... 21-24

6. Gedung Teater Kontemporer di Badung, Bali. Penerapan Tema Future Elastic pada Tampilan Bangunan.

(Yosep Indra Aprilianto, I Wayan Gomudha, I Nyoman Widya Paramadhyaksa) ... 25-28

7. Klinik Bersalin di Gianyar, Bali

(Ida Ayu Dwi Sartika, Ida Bagus Gde Wirawibawa, I Ketut Mudra) ... 29-34

8. Pusat Kebugaran dan Spa di Denpasar, Bali

(Ni WayanWiwinDarsika, I WayanGomudha, I WayanKastawan) ... 35-40

9. GaleriBatu Akik di Denpasar, Bali. Penerapan Tema Neo-Vernakular dalam Perancangan Galeri

(Gede Bambang Yudha Dharmawani, Syamsul Alam Paturusi, I Nyoman Susanta) ... 41-44

10. Suatu Studi Mengenai Konsep Struktur dan Tampilan Bangunan Bambu. Kasus Studi: Fasilitas Wisata Agro pada Simantri Budi Luhur Kintamani, Bali.

(Andika Surya Pramana, I Nengah Lanus, Putu Gede Sukarsana) ... 45-48

11. Penataan Fasilitas Wisata Pantai di Banjar Ponjok, Serangan, Bali. Suatu Studi Mengenai Perumusan Strategi Penataan Arsitektur.

(Putu Aditya Saputra, Ida Ayu Armeli, I Nyoman Widya Paramadhyaksa) ... 49-54

12. Taman Baca Pelajar di Kabupaten Tabanan, Bali. Suatu Studi Mengenai Konsep Tampilan Ruang Dalam.

(Made Ayu Intan Kripayani, Ida Bagus Gde Primayatna, Ida BagusNgurah Bupala) ... 55-58

13. Gereja Katolik Fransiscus Asisi di Denpasar, Bali

(Antonio Fransiscus Jaury, Ngakan Putu Sueca, I Ketut Muliawan Salain) ... 59-64

14. Klinik Perawatan Anjing di Kota Denpasar, Bali. Suatu Studi Mengenai Penerapan Konsep Arsitektur Tropis pada Klinik Perawatan Anjing di Kota Denpasar

(7)

15. Penataan Pantai Purnama Gianyar, Bali. Perpaduan yang Berkorelasi antara Sirkulasi Spiritual dengan Sirkulasi Wisata

(Agus Warma Viegas, Widiastuti, Anak Agung Gede Dharma Yadnya) ... 71-74

16. Spa dan Yoga di Kabupaten Badung, Bali. Suatu Studi Mengenai Perancangan Spa dan Yoga

(Anastasia Ayu, Ida Bagus Gde Primayatna, I Ketut Mudra) ... 75-78

17. Re-DesignTerminal Pelabuhan Penyeberangan Padangbai, Kab. Karangasem, Bali

(Putu Hendra Semaradana, Ciptadi Trimarianto, I Putu Sugiantara)... 79-84

18. Tempat Bermain Anak-anak Khusus Permainan Tradisional Bali di Denpasar

(Ni Ketut Ayu Adi Ardini, Ida Ayu Armeli, Ida Bagus Gde Wirawibawa)... 85-90

19. Sekolah Tinggi Pariwisata di Gianyar, Bali

(I Wayan Dedik Pariarta, Ciptadi Trimarianto, dan I Wayan Yuda Manik.) ... 91-94

20. Penangkaran Penyu di Desa Perancak Kab. Jembrana, Bali

(Gede Karang Subadra, I Made Widja, dan Ida Bagus Gde Wirawibawa) ... 95-98

21. Peternakan Burung di Badung Utara, Bali

(I Gede Suarjana, I Wayan Meganada, dan Ida Bagus Gde Primayatna) ...99-102

22. Dojo Karate Internasional di Denpasar, Bali

(Ida Bagus Oka Basudewa, Ida Ayu Armeli, dan I Gusti Agung Bagus Suryada.) ... 103-108

23. Wisata Taman Air di Sanur, Denpasar-Bali

(Made Ferry Irawan Saputra, Ida Bagus Gde Wirawibawa, dan I Gusti Bagus Budjana) ... 109-114

24. Taman Penitipan Anak di Denpasar, Bali

(Cokorda Gede Baskara Putra, I Nengah Lanus, dan I Ketut Mudra) ... 115-118

25. Pusat Pelestarian Kesenian Wayang Kulit Tradisional Bali di Badung, Bali

(I Putu Ekho Adi Putra, A.A. Gde Dharma Yadnya, dan Putu Gede Sukarsana) ... 119-124

26. Sekolah Menengah Kejuruan Seni Rupa di Blahbatuh-Gianyar, Bali

(I Kadek Udiana, Putu Rumawan Salain, dan Ngakan Ketut Acwin Dwijendra)... 125-130

27. GedungKonserMusikInternasionaldi Badung, Bali

(I G. N. Rio Brahmantya P, Ida Bagus Ngurah Bupala, dan I Wayan Yuda Manik) ... 131-136

28. Rumah Sakit Jiwa Kelas B di Kabupaten Badung, Bali

(I Made Wira Setiawan, Ida Ayu Armeli, dan I Putu Sugiantara) ... 137-142

29. Pusat Latihan Cabang Olah Raga Renang di Denpasar, Bali

(I GustiNgurahBagus Eka Dwipayana, I Made Widja, dan I Nyoman Widya Paramadhyaksa) ... 143-148

30. City Hotel di Denpasar, Bali

(I Gst. Pt. Anom Prasetya Utama Putra, A. A. Ayu Oka Saraswati, dan I G. A. Bagus Suryada) ... 149-154

31. Pusat Produksi & Distribusi Majalah Bog-Bog di Denpasar, Bali

(I Komang Yogi Purwanta, I Made Widja, dan Ni Made Swanendri) ... 155-160

32. Pusdiklat Tenis Lapangan Bali di Denpasar, Bali

(Anak Agung Ngurah Ryan Prasatya Putra, I Wayan Meganada, dan I Nyoman Widya Paramadhyaksa)... 161-166

33. Pusat Penelitian Dan Pengembangan Ternak Sapi Bali di Kabupaten Tabanan, Bali

(A.A Gede Trisna Gamana Pratama, I Made Adhika, dan I Nyoman Widya Paramadhyaksa) ... 167-170

34. Hostel di Tanah Lot Tabanan, Bali

(Made NurjayaPermana, Ida BagusSarjana, I NyomanSusanta) ... 171-174

35. Galeri Kain Tenun Endek di Kota Denpasar, Bali

(PutuGdeSuwandi Putra Nugraha, Ida BagusNgurahBupala, PutuGedeSukarsana) ... 175-178

36. Sentra Penjualan Kerajinan Gamelan Bali di Desa Tihingan Klungkung, Bali

(TjokordaGedeAgungPradnya Putra, I GustiBagusBudjana, I NyomanSurata) ... 179-184

(8)

(I KadekIndraPurnama, I NyomanSudiarta, Ida BagusGdePrimayatna) ... 185-188

38. Fasilitas Rekreasi Taman Bunga di Kota Denpasar, Bali

(DwiAdintyaEradiputra, SyamsulAlamPaturusi, I WayanKastawan) ... 189-194

39. Restoran Aneka Boga Bali di Denpasar, Bali. Kasus Studi: Suatu Konsep Perancangan Restoran Dalam Pendekatan Hospitality

(FajarKurniaAdi, I Made Widja, Ida BagusGdeWirawibawa) ... 195-198

40. Taman Kota Mangupura

(George GedeRaditya, Evert Edward Moniaga, SyamsulAlamPaturusi) ... 199-202

41. Pengembangan Pasar Hewan Bebandem, Karangasem-Bali

(I PutuAgusSuartana, Widiastuti, Evert Edward Moniaga) ... 203-206

42. Pengembangan Kawasan Waterfront di Danau Buyan, Bali

(I Gede Made DiastawaGiri, I WayanGomudha, I WayanKastawan)... 207-212

43. Wisata Tenun Rangrang di Nusa Penida, Bali

(I WayanKuatrayana, I WayanMeganada, Evert Edward Moniaga) ... 213-216

44. Relokasi Pasar Seni Guwang di Kabupaten Gianyar, Bali

(I WayanGaniSeptiadi, Ida AyuArmeli, I WayanYudaManik) ... 217-220

45. Bangunan Multifungsi (Mixed-Use Building) Fasilitas Hotel dan Mall di Lovina, Buleleng, Bali

(I GedeUripSuputra, I WayanGomudha, GustiAyu Made Suartika) ... 221-226

46. Arena Kompetisi dan Pusat Pelatihan Barongsai di Denpasar, Bali. Suatu Pendekatan Konsep Arsitektural

(SaptaHartawan, A.A. Gde Dharma Yadnya, CiptadiTrimariarto) ... 227-230

47. Pusat Pelatihan dan Sarana Olahraga Menembak di Denpasar, Bali. Kasus Studi: Pendekatan Konsep Arsitektur Tehadap Penyediaan Sarana Olahraga Menembak

(I Dewa Made AdiyogaPramanaPurwa, I GustiBagusBudjana, I PutuSugiantara) ... 231-234

48. Toko Modern Bahan Bangunan di Kabuaten Badung

(I Nyoman Erin Diana, AnakAgungAyu Oka Saraswati, I WayanYudaManik) ... 235-240

49. Pendidikan Nonformal Bernuansa Alam untuk Pengembangan Kreatifitas Anak di Denpasar

(I KadekRakaWinda, Ida AyuArmeli, I WayanYudaManik) ... 241-246

50. Dynamic Active Space pada Perancangan Kantor Produksi Iklan di Badung, Bali

(I NyomanSatriaTrypartha, I WayanMeganada, Ni Made Swanendri) ... 247-252

51. Sekolah Fotografi di Denpasar, Bali

(Trihono Ari Prabowo, NgakanPutuSueca, I WayanWiryawan)... 253-258

52. Villa Resort in Tulamben Karangasem, Bali

(I Gst. Ag.AyuWulanSuantari, PutuRumawanSalain, Ida BagusGdePrimayatna) ... 259-264

53. Polemik Rumah Susun Sederhana Sewa di Denpasar, Bali

(9)

PENDAHULUAN

Sektor pariwisata menyumbang besar dalam pesatnya peningkatan sektor perekonomian di Bali.Hal itu di-tunjukkan dengan sumbangan sektor jasa hotel dan restoran yang mencapai rata-rata 30 persen dalam pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bali (Santri. 2009). Selain itu terbentuknya Masyara-kat Ekonomi ASEAN (MEA) juga membuka peluang besar untuk investasi yang tidak terbatas pada faktor geografis.Pada satu sisi tingginya arus investasi mengakibatkan peran warga asing di Bali khususnya kawa-san Denpasar dan Badung juga meningkat.Hal ini disebabkan investasi yang dilakukan Pemerintah maupun investor asing berpengaruh cukup besar terhadap penyerapan tenaga kerja, dikarenakan adannya hubun-gan yang positif antara investasi Pemerintah dan investasi asing terhadap penyerapan tenaga kerja (Suryati. 2000).Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Bali, jumlah warga asing yang bekerja secara resmi di Bali, mengalami peningkatan. Pada 2013 terhitung pekerja asing yang bekerja di sembilan kabupaten/kota di Bali berjumlah 1.802 dan pada 2014 meningkat sebanyak 1.856. Jum-lah tertinggi tersebar di Denpasar dan Badung yang sebagian besar mereka bekerja di sektor jasa hotel dan restoran.

APARTEMEN UNTUK TENAGA KERJA ASING DI BADUNG, BALI

Irfan Jois P. Nababan1), Evert Edward Moniaga2), dan I Putu Sugiantara3)

1)

Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana

[email protected]

2)

Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana

[email protected]

3)

Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana

ABSTRACT

The era of globalization opens great opportunities for the inclusion of culture and investors from around the world. Com-petition result of efforts to meet the needs is unavoidable due to the influx of foreign workers to Indonesia and vice versa often encountered. Along the way, foreign workers need decent housing in accordance with the standard of living in their home country are relatively high. Because often dwelling that has been able to accommodate the needs of domestic la-bor, it is less able to facilitate the needs of foreign workers who tend to be different lifestyles. This paper is a study of the feasibility of planning apartments for foreign workers in Badung. This article is the principal instrument of exploration into areas that serve both the purpose and observations to the source as well as to the location as well as the study of the li-terature to support the quality of the arguments put forward.

Keywords: globalization, foreign workers, foreign workers apartment

ABSTRAK

Era globalisasi membuka peluang besar bagi masuknya kebudayaan dan investor dari berbagai belahan dunia. Persaingan akibat upaya untuk memenuhi kebutuhan merupakan hal yang tidak dapat dihindari akibat masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia dan sebaliknya seringkali dijumpai. Dalam perjalanannya, tenaga kerja asing memerlukan hunian yang layak sesuai dengan taraf hidup di negara asalnya yang relatif tinggi. Karena seringkali hunian yang sudah dapat mengakomodasi kebutuhan tenaga kerja domestik, dirasa kurang mampu memfasilitasi kebutuhan tenaga kerja asing yang cenderung berbeda gaya hidupnya. Tulisan ini merupakan studi tentang kelayakan perencanaan apartemen untuk tenaga kerja asing diKabupaten Badung. Instrumen pokok tulisan ini adalah eksplorasi ke daerah yang dijadikan tujuan dan observasi baik ke narasumber maupun ke lokasi serta studi berbagai literatur guna mendukung kualitas argumen yang diajukan.

(10)

Struktur perekonomian Bali yang dibangun lewat keunggulan pariwisata sebagai sektor utama (leading sec-tor) membuat Bali menjadi salah satu kawasan dengan pertumbuhan harga properti mewah paling tinggi di dunia yaitu 22 persen pada 2013 (Koran Sindo, Rabu 19 Maret 2014, Properti Indonesia Juara di Asia Tenggara).Hal ini mendorong munculnya banyak hunian mewah yang dirasa mampu mengakomodasi kebu-tuhan para tenaga kerja asing.

Namun pada kenyataan hunian yang dirancang jarang memperhatikan keterbatasan Ruang Terbuka Hijau (RTH).Upaya yang dilakukan adalah mewujudkan suatu integrasi antara desain dengan lingkungan yang se-laras sehingga tidak merusaknya.Salah satu pengaplikasiannya adalah melalui penerapan hunian vertikal yang diharapkan mampu meminimalkan dampak tersebut.Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpul-kan pengadaan proyek apartemen ini dapat menjadi salah satu usaha penyediaan fasilitas potensial bagi warga asing yang menetap untuk bekerja maupun berbisnis di Badung. Apartemen yang nyaman dan aman tanpa mengesampingkan kepekaan terhadap isu lingkungan secara tidak langsung akan meningkatkan pendapatan daerah setempat.

PENGERTIAN APARTEMEN

Apartemen berarti suatu wadah akomodasi berupa gedung bertingkat yang dibangun dalam suatu lingkun-gan, yang terbagi di dalam bagian-bagian yang distrukturkan secara fungsional dalam arah horizontal mau-pun vertikal dan merupakan satuan-satuan yang dapat digunakan secara terpisah yang dilengkapi dengan bagian - bagian bersama dan tanah sama (UU RI. No. 20 Th. 2011 tentang Rumah Susun).

Dalam pembangunan apartemen, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain :

1. Lokasi

Sesuai karakter utama konsumen apartemen yang mengutamakan aspek efisiensi, maka pemilihan lokasi merupakan aspek penting pada perancanagn apartemen.Apartemen direncanakan berada berdekatan den-gan daerah perkantoran atau komersial sehingga meminimalkan biaya dan waktu tempuh. Secara umum beberapa pertimbangan dalam pemilhan lokasi apartemen (Ditjen Cipta Karya, DPU. 1980):

a. Waktu tempuh paling lama 30 menit untuk mencapai tempat kerja dan pusat-pusat pelayanan di perko-taan.

b. Sudah terdapat jaringan infrastruktur yang lengkap. Kelengkapan jaringan infrastruktur dapat meminimal-kan biaya pengadaan jaringan baru pada pengembangan apartemen.

c. Aksesibiltas baik, meliputi ketersediaan sarana dan prasarana transportasi dengan kulitas baik.

d. Memberikan kesempatan untuk dapat membina individu dan keluarga serta terjamin dari segala bahaya. Misalnya dengan pemilihan lokasi di area-area yang tidak rawan bencana dan memungkinkan terjdinya ite-raksi antar penghuni dengan berbagai fasilitas layanan pengembangan sumber daya (fasilitas pendidikan, fasilitas sosial, fasilitas komersial, dsb)

2. Fasilitas

Dalam sebuah apartemen sendiri dibutuhkan fasilitas - fasilitas yang akan menunjang kelancaran opera-sional di dalamnya, diantaranya (Schmert. 1981):

a. Fasilitas standar

Ruang tidur utama, ruang tidur tambahan, dapur (kitchen), ruang makan (dinning room), ruang tamu (guest room), ruang keluarga (living room), ruang kerja (dens), ruang baca, tempat parkir (parking area), ruang cuci dan pengeringan, jalur pedestrian (pedestrian ways).

b. Fasilitas tambahan

Coffee shop, sauna tubs, kolam renang (swimming pool), fasilitas kebugaran (gym) dan sebagainya.

SPESIFIKASI UMUM APARTEMEN UNTUK TENAGA KERJA ASING

Tenaga kerja asing adalah warga negara asing pemegang visa dengan maksud bekerja di wilayah Indone-sia (UU RI. No. 13 Th. 2003).

Tujuan dari pengadaan apartemen ini antara lain:

Pertama, bertujuan untuk mengakomodasi kebutuhan hunian bagi para pekerja asing yang bekerja dan me-netap dengan fasilitas kenyamanan dan keamanan yang lengkap.

Kedua, bertujuan untuk mendapatkan keuntungan melalui penyediaan fasilitas hunian bagi tenaga kerja as-ing yang bekerja atau berbisnis yang disewakan secara komersial.

Ketiga, ikut berperan dalam usaha pelestarian lingkungan sekitar dengan menciptakan hunian vertikal yang

meminimalisir penggunaan lahan berlebih atau ruang terbuka hijau dalam perencanaannya.

(11)

1. Berdasarkan tujuan pembangunan tergolong bersifat komersil karena didirikan oleh swasta sebagai proyek investasi yang berorientasi pada keuntungan.

2. Berdasarkan sistem kepemilikan merupakan apartemen sewa karena penghuni hanya menetap sementa-ra.

3. Berdasarkan sistem pelayanan.

a. Apartemen sewa(non-service) yaitu apartemen yang disewakan (baik fully furnished maupun non-furnished) tanpa layanan harian (daily service).

b. Apartemen service, yaitu apartemen yang disewakan berikut layanan harian layaknya hotel.

4. Berdasarkan kemampuan ekonomi penghuni tergolong apartemen mewah, karena penghuni merupakan orang asing golongan ekonomi menengah ke atas (high class).

Karakteristik tenaga kerja asing sendiri berbeda dengan tenaga kerja domestik, yakni antara lain : Sikap in-dividualisme tinggi, dinamis, menghargai privasi, dan cepat bosan atau tegang akibat tuntutan pekerjaan. Oleh karena itu pembagunan hunian mewah (apartemen) yang mampu mengakomodasi kebutuhan-kebutuhan tersebut sangatlah diperlukan.

Sebelum masuk lebih jauh ke pembahasan lebih lanjut, mari kita kaji terlebih dahulu klasifikasi kegiatan yang terjadi dalam apartemen yang terbagi dalam beberapa segmen seperti yang teetera dalam tabel berikut, yakni:

Tabel 1.Civitas, aktivitas dan kebutuhan ruang

NO. CIVITAS AKTIVITAS KEBUTUHAN

RUANG

1. PENGHUNI

(TKA)

AKTIVITAS UTAMA

Datang / pergi Main entrance

Memarkir kendaraan Parkir penghuni

Beristirahat dan tidur Bedroom

Bersantai dan berinteraksi bersama pasan-gan atau keluarga (bagi yang berpasan-gan/berkeluarga)

Living room & terrace

Memasak dan menyiapkan makanan Kichen & pantry

Makan dan minum Dinning room

MCK Bathroom / toilet

Bertemu rekan/keluarga Guest room

Menyelesaikan pekerjaan / belajar R. kerja / r. baca

Hiburan individu dalam unit hunian (home entertainment)

Living room

AKTIVITAS PENUNJANG

Berkumpul dan bersosialisasi sesama peng-huni

Open space (taman)

Bersantai sambil ngopi Coffe and pastry

shop (bila sedang be-roperasi)

Rekreasi olah raga oSwimming pool

oJogging track

oBasket & tennis court

oGym & healthy club

Berbelanja kebutuhan sehari-hari skala kecil. Mini mart

Rekreasi hiburan anak-anak dan keluarga. Backyardplaygrou

nd

Cek kesehatan Clinic + apotek

2.

PENGUN-JUNG

AKTIVITAS UTAMA

Datang / pergi Main entrance

Memarkir kendaraan Parkir pengunjung

Berkunjung / menjemput penghuni Lobby & guest hall

Bertamu Guest room penghuni

Mencari informasi oFront office

oCounter

recepcion-ist

Bertemu pengelola R. pengelola

AKTIVITAS PENUNJANG

Bersantai dengan penghuni Open space (taman)

Bersantai sambil ngopi Coffe and pastry

shop (bila sedang be-roperasi)

(12)

NO. CIVITAS AKTIVITAS KEBUTUHAN RUANG

3.

PENGELO-LA

AKTIVITAS UTAMA

Datang / pergi Main entrance

Memarkir kendaraan Parkir pengelola

Menerima tamu R. tamu pengelola

Bekerja R. pengelola

Rapat R. rapat

AKTIVITAS PENUNJANG

Makan dan minum Kantin karyawan

Istirahat R. istirahat

Buang air /sanitair Toilet karyawan

4. SERVIS AKTIVITAS

UTAMA

Memberikan pelayanan keamanan Security check

Melakukan pengecekan dan pemeliharaan utilitas ME apartemen

o R. ME

o Gudang peralatan

AKTIVITAS PENUNJANG

Makan dan minum o Kantin karyawan

Istirahat R. istirahat

Buang air / sanitair Toilet karyawan

TEMA PERENCANAAN APARTEMEN UNTUK TENAGA KERJA ASING DI KABUPATEN BA-DUNG

Tema merupakan suatu pola atau gagasan spesifik yang berulang di seluruh desain suatu proyek.Tema mencakup pembahasan wacana yang berkaitan dengan bentuk atau geometri, teknologi, lingkungan bu-daya, perilaku dan konteks (Snyder.1985).

Dalam penentuan tema disini yang mejadi dasar pertimbangannya adalah, fungsi (hunian mewah dengan fasilitas lengkap), pengguna (tenaga kerja asing yang moderen dan dinamis), dan juga lokasi (Kabupaten Badung yang beriklim tropis dengan sektor pariwisata yang menonjol).

Gambar 1.Permainan pola geometris dalam bangunan bertingkat

sumber :Jois, 2015

Penggunaan tanaman

merambat sebagai elemen estetika serta menambah kesan hijau dan teduh

Kanopi atau atap seba-gai elemen estetika serta

sebagai vocal

pointen-trance utama bangunan

Penggunaan material

kaca sebagai elemn esteti-ka serta memberiesteti-kan kesan lapang dan mengundang

Penggunaan bentuk dasar persegi agar menguatkan kesan geometris

(13)

Berdasarkan pertimbangan di atas maka tema yang diterapkan adalah “desain dengan pendekatan geometri

arsitektur”, dimana geometri merupakan suatu dasar pemikiran akan bentuk, mulai dari bentuk yang ada pada alam hingga bentuk yang merupakan suatu ciri arsitektur. Menurut World Book Encyclopedia (1993), geometri didefinisikan:

“Geometry is a branch of mathematics. It involves studying the shape, size, and position of geometric fig-ures. These figures include plane (flat) figure, such as triangle and rectangles, and solid (three dimensional)

figures, such as cubes and spheres”.Dalam definisi tersebut dijelaskan bahwa geometri merupakan suatu ilmu matematika yang terkait dengan bentuk, ukuran, dan pemposisian.

Kimberly Elam mengemukakan bahwa “Architecture has some of the strongest educational ties to geometric organization because of the necessity for order and efficiency in contruction, and desire to create

aestheti-cally pleasing structures”(Elam, 2001).Ia menjelaskan bahwa arsitektur memiliki hubungan yang kuat den-gan geometri. Salah satu yang menghubungkan antara kedua hal tersebut adalah nilai estetis.Dari pendapat tersebut didapat bahwa geometri dapat menjadi salah satu elemen yang dapat menjadikan karya arsitektur yang sederhana dapat memiliki nilai estetis yang dibatasi dengan aturan - aturan geometri yang ada.

Gambar 2.Penerapantema geometris pada tampilan apartemen untuk TKA di Badung

sumber :Jois, 2015

Penerapan tema “desain dengan pendekatan geometri” dipilih untuk menciptakan desain yang sederhana namun tetap estetis melalui permainan unsur – unsur geometris, diantaranya:

1. Menciptakan suasana yang natural dengan pemilihan warna-warna alami yang lembut seperti coklat, krem, dan warna-warna lainnya.

2. Ornamen dan aksesoris ruangan menggunakan bentuk-bentuk yang sederhana dan praktis sehingga fungsional dan tidak memerlukan banyak ruang/space.

3. View dan orientasi bangunan menghadap pada arah dimana cahaya matahari diusahakan dapat mema-suki ruangan pada pagi hingga sore hari.

4. Tampilan yang khas dari bangunan ini terletak pada bentuk bangunan yang menggunakan banyak ele-men garis tegas serta dipadukan dengan material tertentu sehingga dapat memaksimalkan nilai estetis dari karya terebut.

5. Permainan bentuk-bentuk geometris yang berani dan tidak monoton dimaksimalkan, seperti permainan bidang maju dan mundur pada sisi bangunan, ataupun pengaplikasian efek bertangga-tangga.

6. Pencahayaan dan penghawaan yang diterapkan yaitu :

a. Pencahayaan pada bangunan mengoptimalkan pemanfaatan sinar matahari sebagai penerangan dalam bangunan pada pagi hingga sore hari.

(14)

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan yang didapat dalam tulisan ini adalah bahwa apartemen merupakan salah satu solusi dari perma-salahan pemenuhan kebutuhan hunian vertikal untuk Tenaga Kerja Asing (TKA).Hunian yang dimaksud ada-lah hunian yang mampu mengakomodasi segala kebutuhan TKA dengan karakteristik mereka yang cende-rung, individualistis, dinamis serta menjunjung tinggi nilai privasi. Kebutuhan akan hunian mewah yang semakin besar mampu meningkatkan sektor perekonomian Kabupaten Badung karena sebagian besar Te-naga Kerja Asing (TKA) yang tinggal di Bali berprofesi di wilayah Badung dan Denpasar.

Apartemen ini diharapkan akan mampu menunjang segala kegiatan TKA, antara lain: Lokasi strategis, Me-miliki fasilitas untuk kegiatan utama (mandi, makan, tidur, dll); kegiatan penunjang (olahraga dan rekrea-si);kegiatan pengelola (kantor pengelola, kantor, ruang rapat dll); kegiatan servis (gudang peralatan, mekanikal elektrikal, dll).

Yang harus menjadi fokus utama dalam pembangunan apartemen ini yang seringkali diabaikan oleh pem-bangunan hunian lainnya adalah faktor lingkungan, artinya pempem-bangunan harus tetap memperhatikan lingkungan dan keterbatasan RTH.Estetika dan keselarasan dengan bangunan di sekitar lokasi juga harus diperhatikan dimana pada masa mendatang, apartemen ini juga dapat menjadi bahan pertimbangan untuk memfasilitasi tenaga kerja domestik dengan gaya hidup yang semakin maju dan dinamis akibat persaingan ketat di era globalisasi ini. Pembangunan sesuai dengan perubahan pola kebutuhan masyarakat adalah hal yang wajar namun dengan tetap berpegang pada kebudayaan dan kearifan lokal.

REFERENSI

Badan Pusat Statistik. 2013. Badung dalam Angka Tahun 2013. BPS Kabupaten Badung.Denpasar. Elam, Kimberly. 2001. Geometry Of Design. New York: Princeton ArchitecturalPress.

Jois, Irfan.2015.Apartemen Untuk Tenaga Kerja Asing di Badung. Fakultas Teknik Arsitektur Universitas Udayana. Denpasar. (tidak dipublikasikan)

Koran Sindo. 2014. Properti Indonesia Juara di Asia Tenggara. Rabu 19 Maret Jakarta.

Pemerintah Republik Indonesia. 2011. UU No. 20 tahun 2011, Tentang Rumah Susun. Jakarta. Presiden Republik Indonesia. 2003. UU No. 13 tahun 2003, Tentang Ketenagakerjaan. Jakarta.

Schmertz, Mildred F. 1981. Apartments, Townhouse, and Condominium. New York: Mc Graw-Hill Book Co. Snyder, James C. & Anthony J. Catanese, 1994, Pengantar Arsitektur. Jakarta: Erlangga.

Suryati, Maria Ni Made. 2000. Pengaruh Investasi terhadap Penyerapan tenaga Kerja di Provinsi Bali. Skrip-si S1. Fakultas Ekonomi UniverSkrip-sitas Udayana. Denpasar. (tidak dipublikaSkrip-sikan)

Santri, Arisa. 2009. Analisis Potensi Sektor Pariwisata Untuk Meningkatkan Kesempatan Kerja dan Penda-patan Masyarakat Provinsi Bali.Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor. (tidak dipublika-sikan).

Gambar

Tabel 1.Civitas, aktivitas dan kebutuhan ruang
Gambar 1.Permainan pola geometris dalam bangunan bertingkat
Gambar 2.Penerapantema geometris pada tampilan apartemen untuk TKA di Badung sumber :Jois, 2015

Referensi

Dokumen terkait

Kecemasan diri yang sifatnya abstrak akan sulit jika divisualkan secara langsung tanpa ditampilkan secara simbolik. Maka dari itu ungkapan secara simbolik digunakan

Pembagian makanan yang diberikan atau dilakukan oleh pihak sekolah membuat Suku Anak Dalam ahirnya bersekolah, ketertarikan individu Suku Anak Dalam terhadap makanan

Kompresor udara biasanya menghisap udara dari udara atmosfer (p = 1 atm), namun adapula kompresor yang menghisap udara atau gas yang bertekanan lebih tinggi dari tekanan atmosfer

[r]

Berdasarkan hasil plot tersebut yang di overlay dengan type curve Ganesh Thakur, maka dapat dilihat bahwa hasil plot berhimpitan dengan type curve nomor 2,

x Pemberian insentif berupa insentif material di Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Tengah sudah lama diberlakukan, namun demikian insentif nonmaterial belum

Namun penulis ingin menganalisa dan menghitung perpindahan panas yang terjadi dalam ketel uap pipa air (water tube boiler) dengan data kapasitas uap boiler yang

dekatan aljabar max-plus dalam sistem even diskrit dinamik adalah karena plus dapat menangani dengan mudah proses sinkronisasi (Braker, 1990). Pendekatan dengan aljabar