PERAN PEMERINTAH DALAM MEMBUAT PERATURAN DALAM
ORGANISASI BISNIS : TRANSPORTASI BERBASIS ONLINE
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas Lingkungan Bisnis dan Hukum Komersil
Disusun oleh :
Pittria Anggini
15/392675/EE/07166PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
! "!
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Semakin berkembangnya teknologi di lingkungan bisnis, membuat perusahaan menggunakan teknologi sebagai inovasi yang dihadirkan dalam penyediaan jasa kepada konsumen. Perkembangan teknologi mempengaruhi segala sektor termasuk jasa penyediaan layanan transportasi. Jasa transportasi berbasis online hadir dimasyarakat dengan memanfaatkan teknologi untuk memberikan inovasi layanan dan kemudahan bertransportasi dengan nyaman dan murah. Transportasi berbasis online ini mulai berkembang di Indonesia sejak tahun 2010, diawali dengan perusahaan start-up seperti GoJek, Uber dan Grab, sebagai pelaku bisnis untuk pertumbuhan aplikasi layanan jasa transportasi online. Proses pemesanan yang mudah (berbasis aplikasi) dan perhitungan biaya perjalanan yang lebih transparan membuat transportasi berbasis online mulai digemari oleh masyarakat.
Transportasi umum merupakan kebutuhan masyarakat yang tidak dapat dihindari untuk memperoleh akses lokasi. Di Indonesia, sistem transportasi umum bisa dikatakan belum berfungsi dengan baik. Penetapan tarif oleh transportasi konvensional terkadang dirasakan terlalu mahal oleh konsumen, argometer yang tidak jujur oleh oknum supir taksi konvensional dan buruknya layanan menjadi kelemahan dari transportasi ini. Dengan bermodalkan gadget dan aplikasi, para konsumen dapat memperoleh layanan transportasi yang murah dan nyaman. Namun, tidak semua masyarakat dapat menggunakan gadget, sehingga taksi konvensional tidak mungkin hilang di masyarakat.
! #! Pemerintah melaksanakan peran vital dan penting dalam masyarakat modern. Pemerintah harus memberikan kepastian hukum bagi masyarakat pengguna transportasi berbasis online. Hal ini yang membuat penulis tertarik untuk menulis makalah yang berjudul “PERAN PEMERINTAH DALAM MEMBUAT PERATURAN DALAM ORGANISASI BISNIS : TRANSPORTASI BERBASIS ONLINE.”
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang dipaparkan diatas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
1. Apa peran Pemerintah dalam membuat peraturan dalam organisasi bisnis? 2. Apa yang dimaksud dengan Transportasi berbasis online ?
3. Peraturan Pemerintah mengenai Transportasi berbasis Online
! $!
II. PEMBAHASAN
A. Peran Pemerintah dalam Membuat Peraturan dalam Organisasi Bisnis
Pemerintah melaksanakan peran vital dan penting dalam masyarakat modern. Masyarakat tidak dapat berfungsi secara baik tanpa aktivitas pemerintah. Masyarakat melihat pemerintah dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar yang penting. Hal-hal yang penting diantaranya mengenai keamanan dan perlindungan yang diberikan. Pemerintah juga diharapkan memberikan keamanan ekonomi, layanan sosial, dan hal-hal yag berkaitan dengan masalah sosial yang membutuhkan tindakan kolektif, atau kebijakan publik.
Pemerintah menggunakan alat kebijakan publik yang berbeda untuk mencapai tujuan kebijakan. Alat dari kebijakan publik meliputi kombinasi insentif dan hukuman yang digunakan oleh pihak pemerintah untuk mendorong masyarakat, bisnis, untuk bertindak dalam mencapai tujuan kebijakan. Kekuatan peraturan pemerintah dimaksudkan untuk mencapai tujuan publik. Pengaruh kebijakan publik merupakan outcome yang muncul dari peraturan pemerintah. Karena kebijakan publik mempengaruhi banyak orang, organisasi, dan pihak lain yang berkepentingan, kebijakan publik tersebut akan menyenangkan sebagian orang dan tidak menyenangkan sebagian yang lain (Lawrence dan Weber, 2008).
1. Jenis - Jenis Kebijakan Publik a. Kebijakan ekonomi
! %! industri tertentu), dan kebijakan perdagangan (mendukung atau tidak mendukung perdagangan dengan negara lain).
b. Kebijakan Bantuan Sosial
Negara-negara industri maju mengembangkan sistem layanan sosial untuk warganya. Perkembangan ekonomi telah memperbaiki wilayah kunci pelayanan bantuan sosial (seperti layanan kesehatan dan pendidikan) dan akan berlanjut mengikuti pertumbuhan ekonomi. 2. Regulasi Pemerintah Terhadap Bisnis
Regulasi adalah cara utama mendapatkan kebijakan publik. Karena pemerintah beroperasi pada banyak tingkatan (pusat, povinsi, kabupaten), bisnis modern menghadapi sejumlah regulasi yang komplek. Masyarakat mengandalkan pemerintah untuk menetapkan aturan tingkah laku atau regulasi untuk masyarakat dan organisasi. Dalam regulasi pemerintah terdapat bentuk yang berbeda. Badan regulasi menghadapi tantangan untuk menetapkan aturan-aturan yang adil dan efektif dalam mencapai tujuan publik.
a. Regulasi Ekonomi
Regulasi ekonomi bertujuan untuk memodifikasi operasi normal pasar bebas dan kekuatan penawaran dan permintaan. Regulasi ekonomi meliputi regulasi yang mengendalikan harga atau gaji, alokasi sumber daya publik, penetapan area layanan, penetapan banyaknya peserta, dan penjatahan sumber daya.
b. Regulasi sosial
! &!
3. Pengaruh Regulasi
Secara umum, pemerintah mengharapkan keuntungan yang diperoleh dari regulasi melebihi pengorbananya.
1. Biaya Regulasi
Pengeluaran regulasi social merefleksikan pertumbuhan di area kesehatan lingkungan, keamanan kerja, dan perlindungan konsumen. Kebutuhan regulasi harus diseimbangkan dengan biaya dan taksiran mengenai pencapaian tujuan yang diinginkan. Pemerintah bertugas mengatur tindakan bisnis tertentu, dan menderegulasi aturan yang tidak lagi dibutuhkan oleh industri, pemerintah berlaku sebagai pengendali (misalnya tekanan pasar dari pesaing). 2. Perbaikan Regulasi yang Berkesinambungan
Pemerintah melakukan diregulasi pada beberapa aturan, sementara disisi lain pemerintah juga membuat aturan baru. Reregulasi adalah penambahan dan perluasan regulasi pemerintah, terutama di wilayah (aturan) yang sebelumnya dikurangi. Jelasnya, bisnis tidak efektif ntuk mengatur dirinya sendiri dan pasar tidak dapat mencegah kejahatan bisnis. Pemerintah dan masyarakat harus tetap bekerja keras untuk mencapai keseimbangan antara kebebasan pasar dan pengawasan pemrintah terhadap tindakan bisnis.
B. Transportasi Berbasis Online
! '! menambahkan dalam aplikasi transportasi online berupa servis tambahan sebagai kurir, yaitu bisa sebagai kurir pengantar barang, membelikan makanan atau keperluan lain sampai dengan memesankan tiket bioskop. Transportasi berbasis online ini dapat memberikan tarif yang lebih murah kepada konsumen daripada transportasi konvesional. Transportasi online ini menggunakan cara berbasis kemitraan (dengan pemilik kendaraan), perusahaan bisa menekan biaya. Perusahaan tidak perlu membeli armada transportasi dan mengeluarkan biaya maintenance. Oleh sebab itu transportasi online berani memasang tarif murah sesuai jarak yang tercantum dalam pesanan.
C. Peraturan Pemerintah mengenai Transportasi berbasis Online
Keputusan pemerintah mengatur transportasi online sudah tepat, memang harus diatur dan memberi kepastian hukum. Dalam revisi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 tentang penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek, ada 11 butir regulasi baru yang akan mengikat angkutan online. 11 pokok pembahasan dalam revisi PM 32 Tahun 2016 (PM 26 Tahun 2017) ini, meliputi : 1. Jenis Angkutan Sewa
Kendaraan Bermotor Umum yang memiliki Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) warna hitam hanya kendaraan angkutan sewa; Nomenklatur angkutan sewa khusus untuk mengakomodir pelayanan angkutan taksi online.
2. Kapasitas silinder mesin kendaraan
Angkutan Sewa Umum minimal 1.300 cc; Angkutan Sewa Khusus minimal 1.000 cc. 3. Batas Tarif Angkutan Sewa Khusus
! (!
4. Kuota jumlah angkutan sewa khusus
Penetapan kebutuhan jumlah kendaraan dilakukan oleh Gubernur sesuai domisili perusahaan; dan Kepala BPTJ untuk wilayah JABODETABEK.
5. Kewajiban STNK Berbadan Hukum
Jika sebelumnya ketentuan STNK atas nama perusahaan, direvisi menjadi STNK atas nama badan hukum. Selanjutnya STNK yg msh atas nama perorangan msh tetap berlaku sampai dengan habis masa berlakunya.
6. Pengujian Berkala (KIR)
Tanda uji berkala kendaraan bermotor (KIR) pertama semula dilakukan dengan cara pengetokan, disesuaikan menjadi dengan pemberian plat yang di embose; Kendaraan bermotor yang paling lama 6 Bulan sejak dikeluarkannya STNK tidak perlu di uji KIR, dapat dengan melampirkan Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT).
7. Pool
Persyaratan ijin penyelenggaraan angkutan umum semula harus memiliki ‘pool’ disesuaikan menjadi memiliki/menguasai tempat penyimpanan kendaraan; Harus mampu menampung jumlah kendaraan yang dimiliki.
8. Bengkel
Dapat menyediakan fasilitas pemeliharaan kendaraan (bengkel); atau Kerjasama dengan pihak lain.
9. Pajak
Substansi untuk kepentingan perpajakan pada penyelenggaraan angkutan umum taksi online dikenakan terhadap perusahaan aplikasi sesuai usul dari Ditjen Pajak.
10. Akses Dashboard
! )! ijin penyelenggaraan angkutan umum; Untuk kepentingan pengawasan operasional taksi online.
11. Sanksi
Pemberian sanksi dikenakan baik ke perusahaan angkutan umum maupun perusahaan aplikasi; Sanksi atas pelanggaraan perusahaan aplikasi diberikan oleh Menteri Kominfo dengan melakukan pemutusan akses (pemblokiran) sementara terhadap aplikasi sampai dengan dilakukan perbaikan.
Dalam pemberlakuan aturan tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan akan dilakukan dengan masa transisi. Menhub juga menegaskan Kementerian Perhubungan ingin memberikan pelayanan kepada seluruh kalangan masyarakat serta ingin memberikan ruang usaha yang baik dan kondusif kepada seluruh masyarakat. PM 26 tahun 2017 tersebut diantaranya memuat 11 poin revisi yang telah dibahas dan disepakati bersama antara para pemangku kepentingan, seperti para akademisi, pengamat transportasi, asosiasi terkait, dan pelaku usaha jasa transportasi, baik yang reguler maupun yang berbasis aplikasi (online). Hasilnya selain sudah dilakukan uji publik juga telah disosialisasikan ke berbagai kota dan dipublikasikan melalui media massa.
! *+! batas bawah, kuota, pengenaan pajak, dan penggunaan nama pada STNK, masa transisi diberikan selama 3 bulan untuk pemberlakuannya.
D. Tujuan Pemerintah dalam membuat peraturan mengenai transportasi berbasis online
Adanya aturan-aturan tersebut selain alasan pajak, otoritas atau aturan perlu semacam ini perlu dipertimbangkan untuk perlindungan konsumen. Ada beberapa jenis persyaratan teknis untuk kendaraan menjadi transportasi umum. Sebuah taksi misalnya, setiap pengemudi, setiap mobil harus didaftarkan oleh perusahaan mereka dan bahwa perusahaan bersama dengan data yang terdaftar di otoritas. Sehingga dapat dilacak dan ada badan hukum atau badan hukum yang bertanggung jawab atas tindakan apapun yang dilakukan oleh pengemudi di dalam kendaraan yang terdaftar. dan kendaraan harus memperbaharui setiap lima tahun, untuk memastikan bahwa performa kendaraan tidak akan membahayakan keselamatan penumpang.
Untuk transportasi berbasis online, masalah keamanan menjadi pertanyaan pertama. Karena kendaraan yang dipergunakan oleh para pengendara transportasi berbasis online adalah kendaraan pribadi, maka peraturan mana yang harus diikuti untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang. Kedua, jika sesuatu yang buruk terjadi pada kendaraan, katakanlah penyebab kecelakaan adalah kendaraan yang tidak terawat dengan baik, siapa yang akan bertanggung jawab untuk itu.
! *"!
III. KESIMPULAN
Pemerintah melaksanakan peran vital dan penting dalam masyarakat dan memberikan keamanan ekonomi, layanan sosial, dan hal-hal yag berkaitan dengan masalah sosial yang membutuhkan tindakan kolektif, atau kebijakan publik. Masyarakat mengandalkan pemerintah sebagai regulator untuk menetapkan aturan tingkah laku atau regulasi untuk masyarakat dan organisasi. Adanya jasa transportasi berbasis online memberikan solusi dimasyarakat namun tidak dengan kepastian regulasiya. Peran pemerintah dalam memberikan kepastian hukum mengenai layanan transportasi berbasis online ini dituangkan dalam revisi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 tentang penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek dengan 11 butir regulasi baru yang akan mengikat angkutan online. Dalam pemberlakuan aturan tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan akan dilakukan dengan masa transisi.
Perkembangan teknologi di sektor transportasi dan inovasi yang terus dikembangkan
oleh perusahaan aplikasi transportasi online sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Oleh karena
itu, realisasi sikap pemerintah dibutuhkan terhadap permasalahan ini. Peran pemerintah
selaku regulator (pembuat aturan) dibutuhkan agar dapat memberi jalan keluar atau solusi
yang baik dalam perbaikan sistem transportasi yang ada di Indonesia. Kementerian
! *#!
DAFTAR PUSTAKA
Lawrence, A.T dan Weber, J. 2008. Business and Society: Stakeholders, Ethics and Public Policy, 12th ed. USA : McGraw Hill.
Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 tentang penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek
KUH Perdata, UU No. 8 / 1999 tentang Perlindungan konsumen.
https://www.go-jek.com/ http://dephub.go.id https://www.tempo.co/