• Tidak ada hasil yang ditemukan

DARI TRADISI MENUJU INDUSTRI Telaah Krea

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "DARI TRADISI MENUJU INDUSTRI Telaah Krea"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

JURNAL KARYA ILMIAH MUSIK BAMBU Vol 2 no 1 Juni 2015

AWILARAS

YANG TRADISI

DAN YANG BERADA DALAM BAYANGAN INDUSTRI

PR

ODI MUSIK BAMBU Isbi BANDUNG

2015

JURNAL KARYA ILMIAH MUSIK BAMBU Vol 2 no 1 Juni 2015

AWILARAS

YANG TRADISI

DAN YANG BERADA DALAM BAYANGAN INDUSTRI

PRODI MUSIK BAMBU Isbi BANDUNG

2015

JURNAL KARYA ILMIAH MUSIK BAMBU Vol 2 no 1 Juni 2015

AWILARAS

YANG TRADISI

DAN YANG BERADA DALAM BAYANGAN INDUSTRI

(2)

JURNAL ILMIAH SENI AWILARAS Vol 2, No 1, Juni 2015

Serumpun bambu sejuta karya merupakan perumpamaan yang kami sitir untuk dijadikan sumber inspirasi dalam penyusunan Jurnal Musik Bambu ISBI Bandung yang kemudian diberi namaAwilaras.Awilaras melalui proses penyelarasan antara cipta dan rasa, diharapkan melahirkan berbagai karya tulis maupun karya pertunjukannya.

Ada sebersit harapan dari jurnal ini, selain sebagai media informasi dan publikasi di lingkungan ISBI Bandung, juga di kalangan masyarakat seni sesuai visi dan misi untuk mengembangkan budaya-musik bambu, baik dalam konteks lokal, nasional, maupun global. dan kontribusinya Terhadap Kelahiran Angklung Indonesia oleh Asep Nugraha...(hal 1-24)

2. Angklung Terebang di Kampung Naga-Tasikmalaya oleh Abun Somawijaya (hal 25-43)

3. Multimedia: Sebuah Tawaran pada Prodi Angklung dan Musik Bambu oleh Dyah Murwaingrum (44-63)

4. Dari Tradisi menuju Industri oleh Hinhin Agung Daryana (64-86)

5. Penerapan dan Pengembangan Akor pada Lagu Nusantara oleh Whayan Cristiana (87-103).

Alamat Redaksi

Jurnal Seni Awilaras Prodi Musik Bambu ISBI Bandung Jalan Buabhatu 212 Bandung 40265

(3)

DARI TRADISI MENUJU INDUSTRI

Telaah Kreativitas dan Inovasi Karinding Attack

Oleh: Hinhin Agung Daryana

Prodi Angklung dan Musik Bambu ISBI Bandung Jl. Buahbatu 212 Bandung

[email protected]

ABSTRACT

This journal is the result from a research that contain about karinding as one of traditional art in Bandung which focused to creativity and innovation from one of popular traditional group named Karinding Attack. This paper titled Dari Tradisi Menuju Industri Telaah Kreativitas dan Inovasi Karinding Attack. Since 2008, their existence has been built the music industry itself. Research method which used in this paper is qualitative method that comprise collected data from oral and written source. In comprehending the research points, writer used some social science approach as like sociology and anthropology to avoid wider discuss. Recently,the growth of karinding music industry related to creativity and innovation from the group it self. Karinding Attack inspired the other karinding music group by it music, appeareance, distribution pattern, and music promotion. In the end, the traditional art movement phenomenon aimkarinding music industry constructed a wider network which makes the exixtence of music karinding become stronger as the traditional art that attracted many people.

Keywords: Karinding, Creativity, Industry

ABSTRAK

Jurnal ini merupakan hasil penelitian mengenai kesenian tradisional Karinding di kota Bandung, dengan fokus pada kreativitas dan inovasi satu kelompok musik bernama

Karinding Attack. Tulisan ini berjudul dari tradisi menuju industri telaah kreativitas dan Inovasi Karinding Attack. Sejak tahun 2008 keberadaan kelompok musikKarinding Attack

telah membangun industri musik karinding. Metode penelitian dalam tulisan ini adalah metode kualitatif yang meliputi pengumpulan data dari sumber lisan atau tulisan. Untuk memahami fokus penelitian maka, penulis menggunakan beberapa pendekatan ilmu sosial seperti sosiologi dan antropologi guna mencegah melebarnya pembahasan. Tumbuhnya industri musik karinding yang sedang terjadi saat ini tidak lepas dari kreativitas dan inovasi dari kelompok musik Karinding Attack, dengan itu pula Karinding Attack berhasil menginspirasi lahirnya kelompok karinding baru baik dari segi musik, penampilan, pola distribusi, dan promosi karya musiknya. Akhirnya, fenomena pergerakan seni tradisi menuju industri musik karinding ini mengontruksi kekuatan jaringan yang lebih luas, dengan perluasan tersebut kini karinding semakin memperkuat eksistensinya sebagai sebuah kesenian tradisional yang diminati banyak orang.

(4)

A. PENDAHULUAN

alam jenis seni populer dan seni rakyat yang apresiatornya cukup signifikan di Indonesia, pengaruh seni terhadap kehidupan cukup terasa. Wawasan seniman cepat sampai pada masyarakatnya dan cepat mempengaruhi perubahan perilaku mereka tetapi, karena karakter seni jenis ini yang kurang meiliki perenungan mendalam atas isi dan bentuknya, maka pengaruh itu juga hanya terbatas pada segi permukaan kehidupan saja seperti gaya hidup, gaya pakaian, gaya bicara, dan gaya berpikir dari seni tersebut dengan cepat mempengaruhi perilaku masyarakat (Sumardjo: 2000: 245).

Bertolak dari pandangan tersebut, terdapat sebuah fenomena menarik yang terjadi dalam sebuah komunitas musik di kota Bandung. Sebuah instrumen musik tradisional yang bernamakarindingberkembang menjadi sebuah kesenian yang populer di berbagai kalangan. Dalam perjalanannya karinding mengalami berbagai perkembangan, awalnya hanya digunakan sebagai instrumen kalangenan (hiburan pribadi), tetapi pada tahun 2008 kesenian karinding perlahan menjadi semakin populer di kalangan masyarakat musik Bandung karena dimainkan, dikemas, dan dikembangkan oleh sebuah komunitas yang menamakan dirinyaBandung Death Metal Syndicate.

Ditangan komunitas tersebut karinding di kota Bandung mengalami perluasan segmen. Kini karindingtidak hanya dinikmati oleh masyarakat pendukungnya saja tetapi masyarakat awam dan pemerintah pun mulai memberi perhatian. Kreativitas dan inovasi yang selama ini dilakukan oleh para pelakunya semakin mendorong musik karinding

diapresiasi berbagai lapisan masyarakat.

Karinding (baik sebagai instrumen ataupun sebuah ensambel) kini berubah menjadi sebuah entitas yang tidak hanya berperan dalam dunia musik tradisional. Perjalanan sebuah kelompok musik yang bernama karinding attackmembawa instrumen karinding

sebagai seni tradisional yang tengah menuju sebuah industri musik baru. Torehan sejumlah penghargaan yang diperoleh kelompok ini cukup mempengaruhi masyarakat musik Bandung dalam dalam hal motivasi, fashion, gaya hidup, dan perkembangan musik

karindingitu sendiri.

Latar belakang kultur metal yang kuat dari anggotanya membawa pengaruh besar terhadap konsep musik yang diusung olehkarinding attack. Beberapa ketukan(beat)yang

(5)

tidak lazim digunakan dalam seni tradisi menjadi ciri khas tersendiri yang membedakan

karinding attackdengan kelompok lainnya. Dominannya ketukan metal dan punk dalam musik karinding attack merepresentasikan mereka sebagai kelompok musik tradisional yang membawa pesan baru. Diimbangi oleh pengembangan motif pola permainan

karinding buhun menjadikan konsep musik mereka semakin menarik untuk diapresiasi. Salah satu pendirinya menyampaikan bahwa mereka hanya memainkan musik yang baru dengan sesuatu yang telah lama digunakan play something new with something old , dari pernyataan tersebut tercermin bahwa karinding attack memang berupaya menciptakan sebuah musik baru dengan menggunakan instrumen musik tradisional (karinding) dengan tujuan agar anak-anak muda lebih antusias dalam menilai dan memahami sebuah kesenian tradisional.

Eksistensikarinding attackyang lahir sejak tahun 2008 sangat terkait dengan tumbuh suburnya komunitas musik metal di Kota Bandung. Tidak hanya tingkatan sosial para anggotanya yang menjadi trend setter di komunitas metal Bandung, tetapi terbiasanya mereka menjalankan kelompok musik dengan gayaindieyang lekat dengan slogan DIY(do it your self) menjadikan musik karinding yang diusung oleh karinding attack mudah diterima komunitas dan cenderung banyak diikuti oleh individu-individu dalam komunitas tersebut yang kemudian melakukan penyebaran kembali di masyarakat.

Popularitaskarinding saat ini juga sangat didukung oleh upaya yang tidak kenal lelah yang senantiasa dilakukan oleh karinding attack. Beberapa upaya penyebaran karinding

melalui pertunjukan (off air atauon air di televisi nasional) distribusi album, pendidikan, penulisan buku, dan kolaborasi dengan artis-artis(mainstream) Indonesia seperti Noah merupakan upaya yang terus dilakukan agar seni karinding semakin dikenal oleh masyarakat.

(6)

B. METODE

Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan tujuan untuk menghasilkan sebuah deskripsi, gambaran, atau lukisan secara sistematik, factual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang sedang diamati. Penelitian ini meliputi aktivitas observasi dan wawancara dilaksanakan di kota Bandung, khususnya kepada anggota kelompok musik karinding attack dan pelaku seni

karindinglainnya yang berkaitan dengan data yang diperlukan dalam penelitian ini.

Pengumpulan data dilakukan dengan mengutamakan pandangan informan (emik), dan penulis memerankan diri sebagai instrumen utama yang terjun langsung ke lapangan untuk melakukan pengumpulan data secara mendalam.Secara garis besar pengumpulan data lapangan ini menggunakan empat teknik, yaitu wawancara, observasi, dan studi literatur. Wawancara mendalam dilakukan terlebih dahulu dengan menentukan sejumlah informan, sesuai dengan kompetensinya dalam rangka memperoleh data tentang peranan musikkarindingdalam industri musik.

Penelitian ini terfokus pada kreativitas dan inovasi karinding attack dalam kancah dunia musik tradisional dan dunia musik indie, maka secara garis besar informan juga dibedakan menjadi tiga kelompok di antaranya informan kunci yang mencakup penikmat, pengrajin, pemainkarinding,media massa, dan pemerintah. Melalui informan kunci inilah diharapkan dapat diperoleh berbagai informasi tambahan yang menunjuk informan lain, sebagai teknik bola salju(Snow ball).

C. PEMBAHASAN

1. Seni Tradisi Menuju Industri

Pada dekade pertama di abad ke-21, industri musik telah melalui hal yang hanya dapat digambarkan sebagai sebuah revolusi. Hampir setiap daerah telah bergejolak oleh masifnya unduhan (legal dan ilegal), situs jejaring sosial, dan fenomena teknologi yang terkait. Lanskap baru ini tidak dipungkiri sangat memengaruhi perkembangan industri musik dunia.

(7)

dalam musik industri dapat dibagi menjadi tiga kategori di antaranya: rekaman, publikasi dan pertunjukan. Setiap pekerjaan dalam industri terkait erat dengan beberapa orang lain dalam hubungan simbiosis yang identik dengan negosiasi (Britten, 2004: 6).

Diagram di bawah menggambarkan bagaimana hubungan antara perusahaan dan individu dalam pekerjaan bisnis musik.

Gambar 1. Diagram struktur industri musik (Britten, 2004: 7)

Tanpa disadari apa yang dijelaskan dalam diagram tersebut telah cukup lama dilakukan/ dilaksanakan oleh artis (seniman) yang melabeli dirinya sebagai kelompok yang mengusung genre seni tradisi. Oleh karena itu, penulis meyakini bahwa hal ini merupakan indikasi pergerakan seni tradisi menuju ranah industri musik yang lebih luas.

Melihat ke belakang ketika kiprah seorang Hendarso dalam skancah seni tradisi Sunda. Calung Darso sebagai sebuah grup awalnya memang terkesan terpinggirkan. Mengawali karir bersama kelompok Baskara pada 1968, kemudian namanya mulai melejit setelah membentuk kelompok Calung Darso pada 1978. Kini sudah ratusan album dan lagu yang dibawakan dan didistribusikan.

Kemunculan rekaman Album Darso di tahun 1990-an dulu dengan album"Cucu Deui"

(8)

Selama puluhan tahun itu pula Darso tetap berjalan dengan konsep yang dia usung dan perlahan masyarakat pun banyak yang mengapresiasi. Kini Popularitas Darso banyak memberi warna dan menjadi kiblat penyanyi pop Sunda lainnya.

Fenomena tersebut menjadi sebuah bukti bagaimana sebuah seni tradisi dengan berbagai kemasannya menuju dunia industri musik. Bahkan jauh sebelum itu telah banyak bentuk rekaman kaset atauvinylyang didistribusikan di luar negeri ataupun dalam negeri. Sebut saja Euis Komariah sebagai sinden Tembang Sunda cianjuran yang telah mengeluarkan album sejak tahun 90-an, menurut hasil pengamatan penulis album

Jaipongan Javayang dirilis olehJugala Recorddidistribusikan sampai ke negara Jerman. Di lain sisi fenomena terkini yang penulis anggap sebagai terobosan baru sebuah seni tradisi menuju industri ialah eksistensi kesenian karinding. Menurut beberapa penelitian

karindingmerupakan sebuah instrumen yang awalnya hanya berfungsi sebagai instrumen yang dimainkan untuk mengisi waktu luang di sawah atau menggembala hewan.

Perubahan siginifikan terjadi ketika komunitas musik metal yang bernama Ujung Berung Rebels mulai mengenal instrumen karinding yang kemudian melahirkan sebuah grup yang bernama Karinding Attack. Menurut penuturan Kimung (founder karinding attack) ketika persinggungan itu terjadi karinding sempat diisukan punah, tetapi berdasarkan kesadaran bahwa teman-teman Kimung merupakan trend setter dalam ranah musik metal tanah air1 ditambah lagi pada waktu itu (2008) semangat lokalitas di

ranah musik metal sedang sangat bergairah. Sejalan dengan hal tersebut Davis dan Moore dalam Ritzer dan Goodman (2011:118) pernah mengungkapkan bahwa Posisi yang tinggi tingkatannya dalam sistem stratifikasi dianggap kurang menyenangkan untuk diduduki, tetapi lebih penting untuk kelangsungan hidup masyarakat dan memerlukan bakat dan kemampuan terbaik.

Tingkat stratifikasi sosial karinding atttack memudahkan untuk menyampaikan informasi ke pada masyarakat luas, karena segala aktivitas mereka seakan-akan selalu diperhatikan oleh masyarakat (fans-fans nya) ditambah lagi, kecenderungan budaya

(9)

Penetrasi dalam menjelajah dunia musik independen pun terus dilakukan. Didukung oleh kondisi kebudayaan masyarakat kota Bandung (khususnya para penikmat dan pelaku musik independen) yang terbuka akan sebuah perubahan semakin memotivasi karinding atttackuntuk membawakarindingmenuju industri musik yang lebih luas.

2. Sejarah Singkat Karinding Attack dan Pengaruhnya Terhadap Anak Muda/ Remaja Kota Bandung Jawa Barat

Menyebarnyakarindingke wilayah perkotaan menjadikan musik karinding menjadi semakin berkembang. Tercatat telah lahir kurang lebih 50 bahkan lebih kelompok musik

karindingdi Kota Bandung pasca lahirnya sebuah grup karinding yang bernamakarinding atttack Pola kehidupan kota yang fleksibel menerima sebuah perubahan, ditambah pengaruh musik barat yang sudah tidak bisa disaring lagi menjadikan karindingberubah menjadi sebuah musik yang semakin dekat dengan anak muda Bandung.

Kemuculan kembali karinding sebagai alat musik buhun merupakan bentuk dari keinginan sebagian masyarakat urban (sebagai korban utama dari modernitas) untuk kembali terhubung dengan sejarahnya sekaligus meneguhkan kembali identitasnya seraya melawan diri dari gempuran modernitas yang begitu hegemonik. Masyarakat urban dan generasi muda Kota Bandung sebagai tempat awal tonggak lahirnya kembali karinding

telah memberi cukup bukti untuk menarik kesimpulan bahwa fenomena karinding

termasuk dalam fenomena modernitas.

Karinding Attack --disingkat Karat-- berdiri 12 Maret 2009. Awalnya adalah perkenalan sebuah sindikat kerja Bandoong Sindekeit yang merupakan sayap kerja komunitas Metal Ujungberung Rebels yang menggarap produksi dan distribusi rokok

Morbid Nixcotine. Dalam sebuah perbincangan dengan Kimung penulis menemukan bahwa awal persinggungan komunitas Ujungberung Rebels bermula saat acara dalam peluncuran rokokMorbid Nixcotinedigelar sebuah acara pada tanggal 13 Desember 2008 bernamakarinding attack, yang menampilkan kelompok masterkarindingBah Olot.

(10)

Gambar 2, Karinding Attack

(Foto: Koleksi www.karindingattack.com, 2013)

Pada awal penggarapannya kelompok ini terdiri dari Engkus, Utun, Amenk, Man Jasad, Kimung, Okid, Wisnu, Hendra, Iman Zimbot, Gustaff, Ranti, Kimo, Ari, Kiki, dan Diki, namun personil yang memutuskan untuk bersama dalam sebuah kelompok musik hanya Engkus, Utun, Amenk, Man Jasad, Kimung, Okid, Wisnu, Hendra, dan Iman Zimbot. Awalnya, kelompok ini banyak bermain papalidan. Akhirnya mereka sepakat menamai kelompok musik mereka Karinding Attack . Karena memiliki latar belakang kultur musik Metal yang kuat, lagu-lagu yang kemudian diciptakan Karat lebih kental dengan nuansa Punk dan Metal.

Dalam upaya untuk memperluas jaringan mereka mencoba mempertunjukan

karinding sebagai sebuah pertunjukan ke ranah yang lebih luas. Panggung-panggung di hadapan menteri, gubernur, walikota, bupati, pejabat-pejabat tinggi, masyarakat biasa, negarawan, kepolisian, serta TNI, hingga tampil di sekolah, panggung RT/RW, Karang taruna, himpunan mahasiswa, pensi sekolah menengah, dan pernikahan pernah mereka coba sebagai upaya pelestarian keseniankarinding .

Menilai instrumen karinding dari perspektif musik barat menyebabkan Karat melakukan beberapa inovasi dengan melakukan kolaborasi dengan para musisi yang mempunyai disiplin yang berbeda seperti musisi blues, Metal, Punk, Jazz, beatbox, Hiphop, musik elektronik, Pop, atau dengan musik tradisonal lainnya.

Berbagai upaya konservasi juga dilakukan oleh Karat dan kawan-kawan lain di komunitas Ujung Berung Rebels dengan cara pendokumentasian data-data sejarah

(11)

musik pendidikan yang diajarkan di sekolah-sekolah, seperti kesenian angklung. Jika ditelaahkarindingternyata memiliki nilai pendidikan yang baik. Kebersamaan, kerjasama, dan sensitifitas berkarya merupakan nilai-nilai yang dapat kita ambil dalam memainkan

karindingsecara ensambel.

Dinamika pergantian personil dengan keluarnya Mang Utun serta masuk personil baru kini memperkaya permainan Karat. Masuknya Papay, salah satu pengajar drum di

Blast n Beat dan Purwacaraka. Bersama Papay, Karat merekam dan merilis album Gerbang Kerajaan Serigala yang rilis 20 Februari 2012 melalui konser tunggal Karat yang bertajuk Gerbang Kerajaan Serigala . Dalam konser itu, Karat berkolaborasi dengan Budi Dalton, Trie Utami,Paperback, Trah, dan Risa Sarasvati.

Sepanjang tahun 2012, Karat juga terlibat dalam penggarapan album terbaru Peterpan bertajuk Suara Lainnya, di lagu Sahabat dan Di Belakangku . Karat bukanlah sebuah komunitas, tapi sebuah band dengan personil delapan orang: Man pada vokal dan

karinding, Kimung bermain celempung, Amenk dan Wisnu bermain karinding, Hendra bermain celempung anak, Papay bermain celempung renteng, Okid bermain goong tiup

dantoleat, Ekek bermain suling.

Sampai saat ini Karat telah menelurkan satu album yang bertajuk Gerbang Kerajaan Serigala , di dalam album tersebut terdengar jelas bahwa karinding hanya digunakan sebagai media saja, sementara idiom musik yang digunakan merupakan percampuran musik barat (Metal dan Punk) dengan pola permainankarinding buhungaya abah Olot.

3. Telaah kreativitas dan inovasi karat a. Konsep Kreativitas

Kreativitas dapat dirumuskan sebagai kemampuan yang mencerminkan fluency

(12)

Kreativitas meliputi ciri-ciri kognitif seperti kelancaran, keluwesan, dan keaslian dalam pemikiran. Ciri-ciri afektif meliputi rasa ingin tahu, senang mengajukan pertanyaan dan selalu ingin mencari pengalaman baru. Ciri-ciri psikomotor mencakup bertanggungjawab, atau adanya pengikatan diri terhadap tugas (semangat dan motivasi)

b. Tahapan Proses Kreativitas

Wallas dalam S.C Utami Munandar (1983:78) mengemukakan tahapan kreativitas adalah:

-Tahap persiapan: Tahap pengumpulan informasi atau data yang diperlukan untuk

memecahkan suatu masalah. Pemikiran divergen sangat penting dalam tahap ini.

-Tahap inkubasi: Tahap individu seakan-akan melepaskan diri untuk sementara dari

masalah, tidak memikirkan masalah secara dasar tetapi menyimpannya dalam alam prasadar.

-Tahap iliminasi: Tahap timbulnya insight saat timbulnya inspirasi atau gagasan baru

beserta proses-proses psikologis yang mengawali dan ikut munculnya inspirasi atau gagasan baru.

-Tahap verifikasi atau tahap evaluasi

-Tahap idea atau kreasi baru diuji terhadap realitas. Pada tahap ini pemikiran kritis dan

konvergen sangat diperlukan.

c. Sikap Kreatif

Sikap merupakan salah satu karakteristik psikologis dari kepribadian, begitu pula dengan sikap kreatif merupakan salah satu karakteristik dari kepribadian kreatif. Kepribadian kreatif diartikan sebagai ungkapan khas atau unik, minat dan motivasi individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya yang mencerminkan ciri kreatifnya. Supriadi (1985:53), mengidentifikasi dua puluh empat ciri sikap kreatif, yaitu: 1. Terbuka terhadap pengalaman baru dan pengalaman tidak biasa

2. Fleksibilitas dalam berfikir merespons

3. Bebas dalam menyatakan pendapat dan perasaan 4. Menghargai fantasi

5. Tertarik pada kegiatan kreatif

6. Mempunyai pendapat sendiri dan tidak mudah terpengaruh orang lain 7. Mempunyai rasa ingin tahu yang besar

(13)

9. Berani mengambil resiko yang diperhitungkan 10. Percaya dan mandiri

11. Memiliki tanggung jawab dan komitmen terhadap tugas 12. Tekun dan tidak mudah bosan

13. Tidak kehabisan akal dalam memecahkan masalah 14. Kaya akan inisiatif

15. Peka terhadap situasi lingkungan

16. Lebih berorientasi ke masa kini dan masa depan 17. Memiliki citra diri dan stabilitas emosional yang baik

18. Tertarik pada hal yang abstrak, kompleks, holistic dan mengandung teka-teki. 19. Memiliki gagasan yang orisinal

20. Mempunyai minat yang luas

21. Menggunakan waktu luang untuk kegiatan yang bermanfaat dan konstruktif bagi pengembangan diri

22. Kritis terhadap pendapat orang lain 23. Senang mengajukan pertanyaan yang baik

24. Memiliki kesadaran etik-moral dan estetik yang tinggi

d. Kriteria Kreatif

Shapiro (dalam Dedi Supriadi, 1994:12) mengemukakan bahwa tanpa ada kejelasan mengenai kriteria kreativitas suatu kajian kreativitas patut diragukan keabsahan hasilnya . Kriteria kreativitas diperlukan untuk mengidentifikasi rupa kreatif atau produk kreatif. Kriteria kreativitas ditentukan oleh beberapa dimensi antara lain::

- Dimensi person: Kriteria kreativitas yang identik dengan ciri-ciri kepribadian orang kreatif. Menurut teori ini orang-orang kreatif memiliki ciri kepribadian yang secara signifikan berbeda dengan orang yang kurang kreatif

- Dimensi proses: Kreativitas menyangkut bagaimana seseorang dapat sampai pada suatu produk kreatif proses apa yang dilaluinya tahap-tahap apa yang dialaminya.

- Dimensi produk: Produk merupakan hasil kreatvitas yang menunjukkan hasil perbuatan, kinerja, karya dalam bentuk barang atau gagasan.

4. Konsep Inovasi

(14)

Thompson dan Eveland (1967) mendefinisikan inovasi sama dengan teknologi, yaitu suatu desain yang digunakan untuk tindakan instrumental dalam rangka mengurangi ketidakteraturan suatu hubungan sebab akibat dalam mencapai suatu tujuan tertentu. Jadi, inovasi dapat dipandang sebagai suatu upaya untuk mencapai tujuan tertentu.

a. Karakteristik Inovasi

Rogers menyatakan bahwa inovasi adalah an idea, practice, or object perceived as new by the individual. (suatu gagasan, praktek, atau benda yang dianggap/dirasa baru oleh individu) Rogers (1983: xviii). Lebih lanjut lagi Rogers menyatakan (1983: 211) mengemukakan lima karakteristik inovasi meliputi:

1) Keunggulan relatif (relative advantage) Keunggulan relatif adalah derajat dimana suatu inovasi dianggap lebih baik/unggul dari yang pernah ada sebelumnya. Hal ini dapat diukur dari beberapa segi, seperti segi ekonomi, prestise sosial, kenyamanan, kepuasan dan lain-lain. Semakin besar keunggulan relatif dirasakan oleh pengadopsi, semakin cepat inovasi tersebut dapat diadopsi.

2) Kompatibilitas (compatibility)

Kompatibilitas adalah derajat dimana inovasi tersebut dianggap konsisten dengan nilai-nilai yang berlaku, pengalaman masa lalu dan kebutuhan pengadopsi. Sebagai contoh, jika suatu inovasi atau ide baru tertentu tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku, maka inovasi itu tidak dapat diadopsi dengan mudah sebagaimana halnya dengan inovasi yang sesuai (compatible).

3) Kerumitan (complexity)

Kerumitan adalah derajat dimana inovasi dianggap sebagai suatu yang sulit untuk dipahami dan digunakan. Beberapa inovasi tertentu ada yang dengan mudah dapat dimengerti dan digunakan oleh pengadopsi dan ada pula yang seBaliknya. Semakin mudah dipahami dan dimengerti oleh pengadopsi, maka semakin cepat suatu inovasi dapat diadopsi.

4) Kemampuan diuji cobakan (trialability)

(15)

Kemampuan untuk diamati adalah derajat dimana hasil suatu inovasi dapat terlihat oleh orang lain. Semakin mudah seseorang melihat hasil dari suatu inovasi, semakin besar kemungkinan orang atau sekelompok orang tersebut mengadopsi. Jadi dapat disimpulkan bahwa semakin besar keunggulan relatif; kesesuaian (compatibility); kemampuan untuk diuji cobakan dan kemampuan untuk diamati serta semakin kecil kerumitannya, maka semakin cepat kemungkinan inovasi tersebut dapat diadopsi.

b. Jenis Inovasi

Brooks dalam Tschmuck (2006: 181) mewujudkan konsep yang agak luas tentang inovasi yang membedakan antara inovasi teknologi dan inovasi sosial, dengan yang terakhir yang dibagi ke dalam 4 jenis antara lain:

1)Market innovations(inovasi pasar)

2)Management innovations(inovasi manajemen) 3)Political innovations(inovasi politik) dan

4)Institutional innovations(inovasi institusi)

Dengan inovasi pasar yang berarti kemampuan pemasaran baru yang membantu memungkinkan untuk memperkenalkan baik secara teknologi yang sudah ada di pasar baru atau teknologi baru di pasar yang sudah ada. Brooks menjelaskan inovasi manajemen sebagai organisasi kerja baru yang mengarah ke peningkatan produktivitas. Brooks menjelaskan inovasi manajemen sebagai organisasi kerja baru yang mengarah ke peningkatan produktivitas.

(16)

Gambar 4

Tipe inovasi menurut Tschmuck (2006: 182)

5. Kreativitas dan InovasiKarinding Attackdalam ranah Industri a. Kreativitas

Upaya-upaya kreatif yang dilakukan karinding attack dapat dijadikan sebuah titik tolak seni karinding diposisikan sebagai tren baru bagi anak-anak muda Bandung, Kebanggaan, semangat, dan antusias yang tinggi ketika merespon instrumen karinding

merupakan bukti konkret sebuah populernya sebuah seni tradisi.Eksposuremedia (cetak dan elektronik) serta merchandising menjadi senjata utama yang efektif mendongkrak keseniankarindingsemakin dikenal masyarakat luas.

Jika ditelaah, terjadi sebuah hubungan erat antara populernya karinding dengan komunitas musik metal di kota Bandung. Kimung menuturkan bahwa dinamika karinding

yang dimainkan Karinding Attack tidak bisa lepas dari komitmen Bandung Death Metal Syndicate (BDMS2) dalam mengembangkan identitas lokal di ranah musik death metal,

terutama di kalangan anak mudanya. BDMS sendiri merupakan sayap paling muda dari

Ujungberung Rebels3yang secara fokus menjaga dan mengembangkan ranah musikdeath

metal. BDMS mewadahi ribuan anak-anak muda yang menyenangi musik death metal

(17)

Relasi yang kuat tersebut mempengaruhi anak muda pelaku karinding dari segi

fashion maupun kebiasaan-kebiasaan lainnya yang telah menjadi kultur di komunitas musik metal, termasuk di dalamnya pola penulisan, sistem promosi, distribusi, dan produksi karya dalam bentuk rilisian fisik (CD dan merchandise). Dalam beberapa kesempatan penulis menemukan pelakukarindingdi kota Bandung menggunakan atribut metal yang digabungkan dengan atribut kasundaan. Hal tersebut kemudian semakin berkembang ke arah positif ketika anak muda tersebut seolah mendapat stimulan untuk lebih mengenal kebudayaan Sunda lainnya.

Beberapa faktor yang menentukan sangat berkembangnya karinding di kalangan anak muda Bandung (terutama komunitas metal) yang kemudian menyebar juga ke beberapa kota di Jawa Barat (masih dalam ranah komunitas metal) tidak lepas dari upaya kreatif karat sebagai sebuah kelompok musik yang dapat dirangkum ke dalam beberapa poin di bawah ini:

1) Semangat DIY (do it youself) yang selalu dipegang dan dijalankan menjadikan karat tetap eksis dalam ranah musik, salah satunya ditandai oleh penggunaan media cetak dan media sosial sebagai bagian dari upaya promosi.

2) Memelihara jaringan yang kuat, kultur komunitas musik yang identik dengan tingginya saling menghargai komunitas antargenre di kota Bandung menjalin pertemanan dengan para musisi di luar genre nya sangat membantu penyebaran musik Karat. Diluar itu pula beberapa mencoba memetakan jejaring musik karinding yang ada wilayah kota Bandung dan Jawa Barat.

3) Melakukan beberapa kolaborasi. Kolaborasi yang pernah dilakukan oleh Karat merupakan elemen penting dalam konstruksi musik Karat (hampir dapat dipastikan kalau Karat tidak melakukan kolaborasi maka kondisinya tidak akan seperti sekarang) karena dari proses kolaborasi mereka belajar dari pengalaman dalam bekerja sama dengan musisi di luar disiplin mereka. Keterbukaan komunitas Ujungberung Rebels

(18)

4) Masuknya karinding ke wilayah pendidikan. Upaya regenerasi karinding yang dilakukan oleh karat dengan cara menyelenggarakan sebuah pelatihan dan pembuatan instrumen karinding. Realisasi yang telah dilakukan ialah membentuk sebuah perkumpulan yang dikhususkan untuk belajar karinding yang disebut kelas karinding

(KEKAR). Kegiatan ini dilakukan setiap hari senin dari pukul 17.00 sampai 19.00.dan banyak melahirkan regenerasi kelompok musikkarinding.

b. Inovasi

Berdasarkan pengkategorian inovasi yang diungkap oleh Brooks penulis mencermati bahwa apa yang telah dilakukan oleh karinding attack merupakan sebuah inovasi yang tidak dilakukan oleh kelompok musik sejenis (seni tradisional) lainnya di kota Bandung. Perwujudan konsep tentang inovasi yang dilahirkan oleh karat baik itu inovasi teknologi maupun inovasi sosial, telah dilakukan oleh karat dan terbukti telah memberikan pengaruh terhadap perkembangan musikkarindingdi Jawa Barat.

1). Inovasi pasar

Inovasi pasar yang berarti kemampuan pemasaran baru yang membantu untuk memperkenalkan baik secara teknologi yang sudah ada di pasaran maupun teknologi yang memang belum ada sebelumnya. Perwujudan inovasi pasar ini dilakukan dengan merilis sebuah album yang bertajuk Gerbang Kerajaan Serigala .

(19)

Gambar 5

CoveralbumKarindingAttack Gerbang Kerajaan Serigala

Jejaring musik metal dan musik indie umumnya menjadi jalur distribusi yang dilakukan karat yang dianggap efektif sampai saat ini. Di samping itu pemetaan jejaring musikkarindingdi Jawa Barat merupakan sebuah target yang sedang dilakukan karat dalam upaya distribusi dan promosi, namun dikarenakan belum sempurnanya peta jejaringkarindingtersebut maka penggunaan media sosial menjadi jalan keluar untuk meraih pendengar dan fans yang ada di luar kota Bandung.

Catatan penting dalam kegiatan promosi karat ialah dengan menggelar pertunjukan atau mengisi acara dalam event-event besar menjadi sesuatu yang cukup mendongkrak nama karat lebih dikenal oleh banyak orang. Dalam pertunjukannya terkadang karat tidak hanya membawakan lagu-lagu sendiri saja, tetapi tidak jarang mereka melakukan beberapa kolaborasi dengan artis terkenal lainnya seperti Budi Arab, Noah, atau mengisi acara di televisi lokal ataupun nasional.

Promosi lainnya ialah memproduksi merchandise berupa t-shirt yang digarap oleh personil karat itu sendiri. Para personil karat mempunyai hak untuk memproduksi jenis

merchandise yang akan mereka produksi, namun karena keterbatasan sampai saat ini pembagian tersebut belum terlaksana.

(20)

Brooks menjelaskan inovasi manajemen sebagai organisasi kerja baru yang mengarah ke peningkatan produktivitas. Brooks menjelaskan inovasi manajemen sebagai organisasi kerja baru yang mengarah ke peningkatan produktivitas.

Dalam perjalanannya karat telah mengalami beberapa pergantian manajemen sejak tahun 2008. Namun demikian pergantian manajemen di tubuh karat justru mendorong para personilnya untuk tetap eksis di dunia musik dengan membuat beberapa proyek ataupun eksplorasi diranah musik karinding untuk memberi inspirasi karat dalam penulisan lagu sekaligus menjaga produktivitas musik karat agar tidak menurun.

Pola manajerial yang lazim digunakan oleh band-band metal pun merupakan pola yang diadopsi oleh karat. Perusahaan rekaman yang menaungi karat adalah karat music

yaitu sebuah label yang dibangun oleh karat sendiri. Untuk mengatur segala teknis pertunjukan karat dibantu oleh seorang manajer bernama Bambang (megadeth) yaitu seorang sosok yang telah lama malang melingtang sejak musik indie berkembang di kota Bandung. Selanjutnya, dalam proses produksi ketika menggelar pertunjukan karat dibantu olehsound engineerdanstage crew.

3). Inovasi politik

Inovasi politik ditandai dengan tindakan politik dan hukum yang mempunyai tujuan baru. Upaya hukum untuk menguasakan hak cipta karat kepada Yayasan Karya Cipta Indonesia (KCI) masih dalam tahap penggodokan dan masih belum terealisasikan sampai saat ini. Keterbatasan informasi dan rumitnya prosedur penguasaan menjadi beberapa alasan mengapa hal ini masih belum terealisasikan.

4). Inovasi kelembagaan

(21)
(22)

D. PENUTUP

Kreativitas dan inovasi yang dilakukan oleh Karinding Attack sejak lahir tahun 2008 ternyata memberikan kontribusi yang sangat signifikan bagi perkembangan musik bambu umumnya dan karinding khususnya. Menjamurnya grup karinding di Bandung dan Jawa Barat menjadi cukup bukti bahwa karindingmerupakan kesenian yang cukup populer di masyarakat. Sampai saat ini hampir terdapat 250 grup karinding di Jawa Barat yang sebagian besar terpengaruh oleh eksistensiKarinding Attack.

Semangat DIY (do it yourself)menjadi faktor penentu mengapa hal ini bisa terjadi, karena mereka sama sekali tidak bergantung pada seseorang baik itu lembaga ataupun individu dalam upaya pengembangan keseniankarinding. Tentu saja hal ini sangat terkait dengan latar belakang sebagian personilnya yang telah lama tumbuh dan berkembang dalam komunitas musik indie. Penulis mencermati bahwa pengadopsian pola pikir komunitas musik indie yang diterapkan dalam upaya promosi dan distribusi kesenian tradisional dalam hal inikarindingsangat efektif dilakukan.

Tidak hanya idelogi musik indie dengan DIY nya tetapi kreativitas dan inovasi

Karinding Attackpatut diperhitungkan. Kreativitas para anggota Karinding Attackdengan menggunakan eksposuremedia cetak, media elektronik, dan media sosial sebagai bagian dari strategi promosi kelompok musiknya. Selain itu juga mereka terus memelihara jejaring musik metal sebagai wadah awal tumbuhnya seni karinding, sekaligus berusaha memetakan jejaring musik karinding. Upaya tersebut mereka implementasikan melalui beberapa kolaborasi dengan beberapa artis solo (baik mainstream maupun sidestream) atau kelompok musik lainnya di luar hasrat musik mereka. Upaya kreatif lainnya ialah

D. PENUTUP

Kreativitas dan inovasi yang dilakukan oleh Karinding Attack sejak lahir tahun 2008 ternyata memberikan kontribusi yang sangat signifikan bagi perkembangan musik bambu umumnya dan karinding khususnya. Menjamurnya grup karinding di Bandung dan Jawa Barat menjadi cukup bukti bahwa karindingmerupakan kesenian yang cukup populer di masyarakat. Sampai saat ini hampir terdapat 250 grup karinding di Jawa Barat yang sebagian besar terpengaruh oleh eksistensiKarinding Attack.

Semangat DIY (do it yourself)menjadi faktor penentu mengapa hal ini bisa terjadi, karena mereka sama sekali tidak bergantung pada seseorang baik itu lembaga ataupun individu dalam upaya pengembangan keseniankarinding. Tentu saja hal ini sangat terkait dengan latar belakang sebagian personilnya yang telah lama tumbuh dan berkembang dalam komunitas musik indie. Penulis mencermati bahwa pengadopsian pola pikir komunitas musik indie yang diterapkan dalam upaya promosi dan distribusi kesenian tradisional dalam hal inikarindingsangat efektif dilakukan.

Tidak hanya idelogi musik indie dengan DIY nya tetapi kreativitas dan inovasi

Karinding Attackpatut diperhitungkan. Kreativitas para anggota Karinding Attack dengan menggunakan eksposuremedia cetak, media elektronik, dan media sosial sebagai bagian dari strategi promosi kelompok musiknya. Selain itu juga mereka terus memelihara jejaring musik metal sebagai wadah awal tumbuhnya seni karinding, sekaligus berusaha memetakan jejaring musik karinding. Upaya tersebut mereka implementasikan melalui beberapa kolaborasi dengan beberapa artis solo (baik mainstream maupun sidestream) atau kelompok musik lainnya di luar hasrat musik mereka. Upaya kreatif lainnya ialah

D. PENUTUP

Kreativitas dan inovasi yang dilakukan oleh Karinding Attack sejak lahir tahun 2008 ternyata memberikan kontribusi yang sangat signifikan bagi perkembangan musik bambu umumnya dan karinding khususnya. Menjamurnya grup karinding di Bandung dan Jawa Barat menjadi cukup bukti bahwa karindingmerupakan kesenian yang cukup populer di masyarakat. Sampai saat ini hampir terdapat 250 grup karinding di Jawa Barat yang sebagian besar terpengaruh oleh eksistensiKarinding Attack.

Semangat DIY (do it yourself)menjadi faktor penentu mengapa hal ini bisa terjadi, karena mereka sama sekali tidak bergantung pada seseorang baik itu lembaga ataupun individu dalam upaya pengembangan keseniankarinding. Tentu saja hal ini sangat terkait dengan latar belakang sebagian personilnya yang telah lama tumbuh dan berkembang dalam komunitas musik indie. Penulis mencermati bahwa pengadopsian pola pikir komunitas musik indie yang diterapkan dalam upaya promosi dan distribusi kesenian tradisional dalam hal inikarindingsangat efektif dilakukan.

Tidak hanya idelogi musik indie dengan DIY nya tetapi kreativitas dan inovasi

(23)

masuknya karinding ke ranah pendidikan dengan membuat program pelatihan rutin bernama kelaskarinding (KEKAR).

Di samping kreativitas para anggotaKarinding Attackmelakukan beberapa Inovasi, inovasi yang dimaksud mencakup inovasi Pasar, Inovasi Manajemen, Inovasi Politik, Inovasi Kelembagaan. Pengkategorian inovasi yang digagas oleh Brooks tersebut pada dasarnya mengacu pada pola atau strategi promosi karinding Attack pasca dirilisnya album pertama mereka.

Empat tipe inovasi tersebut memang belum semua terealisasikan oleh Karinding Attack.Adapun sampai saat ini mereka mampu merealisasikan inovasi pasar dan inovasi manajemen, salah satu pola pendistribusian album dalam jejaring musik metal dan jejaring musik karinding menjadi salah satu bukti inovasi pasar. Inovasi manajemen untuk mendongkrak produktivitas mereka realisasikan dengan mengadopsi pola manajerial yang lazim digunakan oleh band-band metal dan membangun perusahaan rekaman sendiri dengan labelkarat music.

DAFTAR PUSTAKA

Britten, Anna

2006 Working In the Music Industry.United Kingdom. Paperback

Kimung

2011 Jurnal Karat karinding Attacks Ujung berung Rebels.Bandung. Minor books. 2011 Memoar melawan Lupa. Bandung: Minor books.

Kutha Ratna, Nyoman

2010 Metodologi Penelitian Kajian Budaya dan Ilmu Sosial Humaniora Pada Umumnya.Yogyakarta. Pustaka Pelajar.

Peter Tschmuck

2006 Creativity And Innovation In The Music Industry. Netherland. Springer.

Rogers, M Everett

1983 Diffusion of Innovations.United States Of America. Macmillan Publishing.

Shuker, Roy

(24)

R.M. Soedarsono

1998 Seni PertunjukanIndonesiadi Era GloBalisasi. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta.

S. Soekanto

2003 Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Press.

Atik Soepandi

1988 Kamus Istilah Karawitan Sunda. Bandung: Pustaka Buana.

Jakob Sumardjo.

2000 Filsafat seni. Bandung. ITB.

2003 Simbol-Simbol Artefak Budaya Sunda: Tafsir-Tafsir Pantun sunda.Bandung: Kelir.

Dedi Supriadi

1994 Kreativitas, Kebudayaan & Perkembangan Iptek.Bandung. Alfabeta.

Ahmad Surjadi

2006 Masyarakat Sunda Budaya dan Problematika.Bandung: Alumni

Sutrisno dan Hendar Putranto, ed.

2005 Teori-teori Kebudayaan. Yogyakarta. Kanisius.

Syahrial Syarbaini dan Rusdiyana

2009 Dasar-Dasar sosiologi.Yogyakarta. Graham Ilmu.

Wenstein, Deena

2000 Heavy Metal: The Music and Its Cultures. Cambridge: Da Capo Press.

Rujukan Elektronik

http://seleb.tempo.co/read/news/2011/09/13/112355908/kepergian-darso-bakal-pengaruhi-musik-pop-sunda, diakses 26 November 2015 pada pukul 14. 47.

http://www.ciputraentrepreneurship.com/sosial/nano-s-bawa-musik-sunda-mendunia diakses 26 November 2015 pada pukul 15. 24.

(25)

Catatan:

1Beberapa sosok dibelakang berdirinyakarindingattack antara lain: Amenk (Disinfected), Man Jasad, atau

Addy Gembel (Forgotten) yang di awal eksplorasikarindingjuga sering ikut bergabung. beberapa orang di atas merupakan frontman dari band-band Metal yang telahberdiri selam kurang lebih 20 tahun dan mempunyai ribuan fans di Indonesia.

2 Bermainkarinding hingga mencapai titik trans di antara personilnya, Tahapan ini banyak membantu

antara personil untuk saling memahami rasa yang diciptakan satu sama lainnya.

3 Sejak awal berdiri, BDMS sudah berkomitmen menggunakan simbol dan identitas lokal dalam

mendukung pergerakannya. Nama Bandung di awal nama komunitas ini saja sudah mencerminkan kebanggaan mereka dalam mengusung identitas lokal. munculnya kesadaran ini,Ujungberung Rebelsdan BDMS banyak terinspirasi dari komunitas-komunitas metal di seluruh dunia yang begitu bangga dengan nilai lokalitas mereka sendiri sekaligus menghargai nilai lokalitas lainnya. Untuk itu, jargon Kasundaan seperti Siliwangi digunakan, silih asah, silih asih, silih asuh, silih wangian yang dipahami Ujungberung Rebels dan BDMS adalah mengenai bagaimana mengembangkan diri dan lingkungan sendiri seiring dengan menjaga dengan orang lain serta lingkungan tempat orang lain hidup. Hanya dengan toleransi dan tenggang rasa seperti itulah kondisi silih wangian akan tercipta.

Gambar

Gambar 1. Diagram struktur industri musik(Britten, 2004: 7)
Gambar 2, Karinding Attack
Gambar 4Tipe inovasi menurut Tschmuck (2006: 182)
CoverGambar 5 album Karinding Attack �Gerbang Kerajaan Serigala�

Referensi

Dokumen terkait

Analisis lanjutan terhadap kelompok senyawa induser diperoleh 50 senyawa yang ternyata memiliki idS melebihi -9,5 kkal/mol terhadap kelima protein target dengan

Jelaskan rencana mendapatkan umpan balik guna memperbaiki tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan dan penjaminan mutu dalam rangka peningkatan kualitas program

Berdasarkan hasil dan pembahasan pada penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa peningkatan self-efficacy mahasiswa pada mata kuliah program linier yang mendapat PBL

[r]

Jika anda tertarik untuk membudidayakan tanaman buah berwarna merah ini, anda tidak perlu khawatir karena pada kesempatan kali ini JualBenihMurah.com akan memberikan ulasan

kelas kontrol dengan model pembelajarn konvesional namun tidak terlalu signifikan terhadap hasil belajar siswa.Dimana model Project Based Learning (PjBL) memiliki nilai

Dengan berpijak pada pendapat para pakar dan uraian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa bahasa jurnalistik merupakan bahasa yang digunakan oleh para wartawan, redaktur, atau