FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
DYNAMIC CAPABILITIES
PAPER
Untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Strategik Program Pascasarjana Magister Ilmu Manajemen
Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran
Oleh :
Ghia Ghaida Kanita
120420140009
Dosen:
Popy Rufaidah, SE, MBA, PhD
Dr. Umi Kaltum, SE, MS
PROGRAM PASCASARJANA MAGISTER ILMU MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS PADJADJARAN
ABSTRAK
Dynamic capabilities merupakan bentuk pengetahuan yang mampu menciptakan nilai bagi perusahaan baik dengan hasil inovasi maupun transformasi dari input menjadi output guna memperoleh sustainable competitive advantage. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang faktor apa saja yang mempengaruhi dynamic capabilities perusahaan atau organisasi. Dalam penelitian ini secara lebih spesifik penulis ingin mengetahui tentang faktor apa saja yang mempengaruhi dynamic capabilities di perusahaan manufaktur makanan dan minuman studi kasus pada AQUA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur dari berbagai jurnal internasional. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa faktor yang mempengaruhi dynamic capabilities di perusahaan manufaktur makanan dan minuman studi kasus pada AQUA ini adalah environmental sensing capabilities, change and renewal capabilities, technological flexibility capabilities, dan organizational flexibility capabilities.
Kata Kunci : Dynamic Capabilities
ABSTRACT
Dynamic capabilities are forms of knowlege that enable to create value for the firms within the innovation result and transformation from input to output to get sustainable competitive advantage. The aims of this study is to know about factor that give impact dynamic capabilities of firm or organization. In these reserach spesifically the writer want to analyze about factor that impact dynamic capabilities in manufacture food and beverage case studi in AQUA. Method used of this study is study literature from some international journals. According to the results that factor impact the dynamic capabilities in manufacture food and beverage case studi in AQUA are environmental sensing capabilities, change and renewal capabilities, technological flexibility capabilities, and organizational flexibility capabilities
Pendahuluan
Para peneliti dan praktisi setuju bahwa dynamic capabilities sangat berpengaruh terhadap sustainable competitive advantage. Hal ini terbukti dari berbagai macam penelitian yang mengungkapkan pentingnya dynamic capabilities di dalam perusahaan atau organisasi untuk menunjang performa daya saing di dalam pasar yang kompetitif. Perusahaan atau organisasi terus melakukan kompetisi atau persaingan secara global dalam kondisi pasar yang berubah secara cepat atau disebut dinamis. Oleh karena itu, perusahaan atau organisasi sangat perlu untuk meningkatkan dynamic capabilities yang mampu memberikan penyesuaian terhadap perubahan dinamis yang terjadi.
Perubahan adalah suatu gerakan manufer yang terjadi sehingga menyebabkan perbedaan dari kondisi sebelumnya. Tentu saja dari masa ke masa sudah banyak perubahan yang terjadi, hal ini juga dikarenakan peran teknologi yang semakin canggih atau modern. Perubahan ini tentu akan memberikan efek yang berbeda bagi perusahaan atau organisasi. Dalam hal ini perusahaan yang mampu menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi maka akan dapat menguasai pasar dan mampu bertahan (survive) di tengah kompetisi yang semakin ketat. Namun bagi perusahaan atau organisasi yang tidak mampu atau kesulitan untuk beradaptasi dengan ritme perubahan yang terjadi secara cepat dan dinamis akan menyebabkan perusahaan atau organisasi ini tidak mampu bertahan di tengah kompetisi pasar yang ada.
Gambar 1.1 Jumlah Perusahaan Makanan dan Minuman Sumber : bps.go.id
Gambar 1.1 di atas menggambarkan pergerakkan jumlah perusahaan makanan dan minuman dari tahun ke tahun, pada gambar tersebut terlihat bahwa pada
0 1000 2000 3000 4000 5000 6000 7000
tahun 2002 jumlah perusahaan ada 4559 sedangkan pada tahun 2003 turun menjadi 4551 lalu pada 2004 turun menjadi 4414. Namun pada 2005 naik menjadi 4639, tahun 2006 mengalami peningkatan menjadi 4722, lalu tahun 2007 meningkat kembali menjadi 6615. Pada tahun 2008 mengalami penurunan menjadi 6341 dan tahun 2009 naik kembali menjadi 6560. Hal ini menunjukkan perkembangan jumlah perusahan makanan dan minuman dari tahun 2002 sampai tahun 2009 yang diikuti oleh penurunan dan peningkatan jumlah perusahaan.
Gambar 1.2 Jumlah Penduduk Indonesia Sumber : bps.go.id
Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui tentang faktor apa saja yang mempengaruhi dynamic capabilities di perusahaan manufaktur makanan dan minuman studi kasus pada AQUA. Karena menurut data bps, perusahaan makanan dan minuman dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan. Hal itu juga dikarenakan kebutuhan masyarakat terhadap kebutuhan makanan dan minuman sangat besar. Hal ini juga dapat dilihat dari pertumbuhan masyarakat Indonesia yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Pandangan Literatur
Gagasan dari dynamic capabilities pertama kali disampaikan oleh Teece et al. (1997) “dynamic capabilities by which firm managers integrate, build, and reconfigure internal and external competencies to address rapidly changing environments become the source of sustained competitive advantage”. Pandangan Teece terhadap dynamic capabilities yaitu tentang bagaimana kemampuan manajer perusahaan atau organisasi dalam mengintegrasikan, membangun dan membuat konfigurasi terhadap kompetensi perusahaan atau organisasi baik yang berasal dari sumber internal maupun yang bearsal dari sumber eksternal agar mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang cepat, sehingga menjadikan kompetensi internal dan eksternal tersebut sebagai sumber dari sustainable competitive advantage. Selanjutnya pada tahun 1997 dilakukan penelitian lebih lanjut untuk meningkatkan pemahaman terhadap hubungan dynamic capabilities untuk meningkatkan competitive advantage. Teece et al. (1997) “ dynamic capabilities are often characterized as unique and idiosyncratic processes that emerge from path-dependent histories of individual firms.” Dynamic capabilities memiliki karakteristik yang unik dan berbeda sehingga memunculkan histori tersendiri bagi perusahaan. Karena sudah semestinya perusahaan memiliki karakteristik khusus yang mampu membedakan perusahaan tersebut dengan perusahaan sejenis. Keunikan atau kekhasan dalam suatu perusahaan menjadi daya tarik tersendiri.
Menurut Eisenhardt dan Martin (2000) dalam jurnal yang berjudul „dynamic capabilities : what are they?‟ dikatakan bahwa “Dynamic capabilities are the firms’s processes that use resources-specifically the processes to integrate, reconfigure, gain and release resources-to match and even create market change. Dynamic capabilities thus are the organizational and strategic routines by which firm achieve new resource configurations as market emerge, collide, split, evolve, and die.” Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dynamic capabilities adalah proses dari perusahaan atau organisasi yang menggunakan sumber daya khusus agar dicocokan dengan perubahan pasar yang ada dengan tujuan untuk menyesuaikan dengan perubahan dinamis yang terjadi di pasar. Selain itu dynamic capabilities juga merupakan konfigurasi sumber daya yang sesuai dengan product life-cycle yaitu emerge, collide, split, evolve, and die. Eisenhardt dan Martin (2000) “dynamic capabilities consist of specific strategic and organizational processes like product development, alliancing, and strategic decision making that create value for firms within dynamic markets by manipulating resources into new value-creating strategies.” Menurut pandangan Eisenhardt dan Martin secara jelas bahwa dynamic capabilities adalah suatu strategi khusus yang mampu membuat suatu kesimpulan strategis yang membuat nilai baru bagi perusahaan yang berada pada pasar yang dinamis dengan cara memanipulasi atau merubah sumber daya-sumber daya yang ada agar mampu menciptakan nilai baru yang strategis.
Menurut Grant (1996), dan Pisano (1994) “dynamic capabilities are the antecedent organizational and strategic routine by which managers alter their resource base-acquire and shed resources, integrate them together, and recombine them-to generate new value-creating strategies.” Maka dynamic capabilities adalah keseluruhan organisasi atau perusahaan dan rutinitas strategi dimana para manajer mampu mengubah sumber daya yang didapatkan maupun sumber daya yang diberikan serta mampu menyatukan sumber daya-sumber daya tersebut bersama dan mengkombinasikannya secara baik agar tercipta suatu nilai strategis yang baru.
Pandangan Henderson dan Cockburn (1994); Teece et al. (1997) “dynamic capabilities are the drivers behind the creation, evolution, and recombination of other resources into new sources of competitive advantage.” Dynamic capabilities dikatakan sebagai akar dari penciptaan,evolusi, dan rekombinasi terhadap sumber daya-sumber daya untuk kemudian menjadi sumber baru untuk mendapatkan competitive advantage.
Kogut dan Zander (1992) “dynamic capabilities are the organizational processes by which firms synthesize and acquire knowledge resources, and generate new applications from those resources.” dynamic capabilities adalah bagian proses dari organisasi atau perusahaan dimana perusahaan mendapatkan pengetahuan sumber daya yang kemudian sumber daya tersebut disatukan ke dalam aplikasi yang baru dari sumber daya-sumber daya yang tersedia.
meningkatkan perspektif dari pandangan dinamis terhadap sumber daya dan kompetensi yang ada untuk dapat menciptakan competitive advantage.
Menurut Grunbaum (2013) dalam jurnal yang berjudul „dynamic capabilities-are they profitable?’ disebutkan bahwa “dynamic capabilities are the internal processes with the purpose of modifying the resource of a given organization.” Jadi dynamic capabilities menurut Grunbaum lebih fokus kepada proses internal di dalam perusahaan atau organisasi itu sendiri yang tujuannya untuk memodifikasi sumber daya yang diberikan oleh organisasi atau perusahaan. Hansen (1999) “dynamic capabilities focus on reconfiguration of resources within firms, transfer processes including routines for replication and brokering are used by managers to copy, transfer, and recombine resources, especially knowledge-based one, within the firm.” Dynamic capabilities lebih fokus pada konfigurasi ulang sumber daya-sumber daya perusahaan, prosesnya dilakukan oleh manajer perusahaan yang mengkopi, men-transfer dan mengkombinasi ulang sumber daya, terutama yang berbasis pengetahuan.
Menurut Evers (2011) dalam jurnal yang berjudul „International new ventures in low tech sectors: a dynamic capabilities perspective’ dikatakan bahwa “dynamic capabilities are actually developed and manifested in international new ventures.” Dalam hal ini kontribusi dynamic capabilities lebih fokus pada sektor pengetahuan dan teknologi yang berkembang secara intensif dari waktu ke waktu. Hal ini memberikan peluang baru bagi INVs untuk lebih berkembang dalam sektor ekonomi.
Helfat dan Peteraf (2003) “dynamic capabilities are the approaches to understand business firm builds upon the basic assumptions of resource-based theory through its assertion that these unique firm capabilities develop over time.” Dynamic capabilities adalah suatu pendekatan untuk memahami bisnis perusahaan berdasarkan teori dasar sumber daya yang memungkinkan kapabilitas perusahaan yang unik untuk dapat berkembang.
Menurut Jiao (2013) dalam jurnal berjudul „Environmental dynamism, innovation and dynamic capabilities: the case of China’ dikatakan bahwa “dynamic capabilities are the development of management capabilities and difficult to imitate combination of organizational, functional, and technological skills to change existing operational mechanism in order to meet new customer needs and finally to improve performance.” Dynamic capabilities adalah bentuk kapabilitas manajemen yang sulit untuk diimitasi secara organisasional, fungsional, dan kemampuan teknologi untuk merubah mekanisme operasional guna menemukan kebutuhan pelanggan baru dan tujuan akhirnya adalah meningkatkan performa.
Teece (2007) “dynamic capabilities are the enterpreneurial ability to adapt to rapidly changing environment.” Orientasi enterpreneurial adalah memiliki karakter yang inovatif, proaktif, dan penantang risiko. Jadi dynamic capabilities bisa dikategorikan ke dalam kemampuan enterpreneurial yang mampu beradaptasi dengan perubahan pasar yang dinamis.
Griffith dan Harvey (2000) “dynamic capabilities are the capabilities of enterprises to integrate, develop and reconfigure internal and external competences so as to address rapidly changing environments.” Jadi dynamic capabilities adalah kemampuan perusahaan untuk mampu menyatukan, mengembangkan dan mengkonfigurasi kompetensi internal dan eksternal untuk mampu menghadapi perubahan yang sifatnya cepat.
Menurut Schlemmer (2008) dalam jurnal „The managing director and the development of dynamic capabilities’ dikatakan bahwa “dynamic capabilities are the frameworks that today’s fast changing market force firms to respond quickly and to be innovative.” Artinya dynamic capabilities merupakan kerangka pikiran dari perubahan pasar yang terjadi secara cepat yang juga harus direspon secara cepat oleh perusahaan dan untuk menjadi lebih inovatif.
Dalam jurnal „Knowledge based dynamic capabilities and innovation in networked environments’ dijelaskan bahwa “dynamic capabilities are knowledge based and consisting of acquiring, generating and combing knowledge resources.” Dynamic capabilities adalah salah satu bentuk pengetahuan dasar yang terdiri dari mengumpulkan, menyatukan dan mengkombinasikan sumber daya pengetahuan itu.
Teece et al. (1997) dan Helfat et al. (2007) mengemukakan bahwa “dynamic capabilities includes tangible, intangible, and human assets as well as capabilities the organization owns, controls, or has access to”. Jadi dynamic capabilities berbentuk sumber daya yang berwujud, tidak berwujud, serta aset SDM yang sama dengan kapabilitas organisasi dalam kepemilikan, kontrol, dan kepemilikan akses.
Zollo dan Winter (2002) “dynamic capabilities as a learned and stable pattern of collective activity to modify their operational processes and improve their effectiveness.” Dynamic capabilities sebagai pembelajaran serta pola dalam aktivitas kolektif yang dimodifikasi dalam proses operasional dan mampu meningkatkan efektivitas.
Gagasan Enkel (2012) dalam jurnal „dynamic capabilities for new busniness creation: a cross industry study’ menjelaskan bahwa “dynamic capabilities are the adaptation of a firm’s resource base and regenerative capabilities impact of a firm itself.” Dynamic capabilities merupakan adaptasi dari sumber daya perusahaan dan kapabilitas regeneratif yang memiiki dampak tersendiri bagi perusahaan.
Menurut Nielsen (2006) dalam jurnal „Understanding dynamic capabilities through
knowledge management” dijelaskan bahwa “dynamic capabilities are seen as integrated
sets of knowledge management activities that changes, renews and exploits the knowledge based resources of the firm.” Dynamic capabilities merupakan bentuk integrasi dari ilmu pengetahuan serta aktivitas manajemen yang mampu mengubah, memperbaharui dan mengeksploitasi sumber daya berbasis pengetahuan suatu perusahaan.
Grant (1996) “dynamic capabilities are the firm’s ability to perform repeatedly a productive task which relates either directly or indirectly to a firm’s capacity for creating value through effecting the transformation of inputs into outputs.” Dynamic capabilities merupakan kemampuan perusahaan dalam memproduksi baik secara langsung maupun tidak langsung yang mampu menciptakan nilai karena efek dari perubahan input menjadi output.
Dari pandangan, pengertian, serta definisi mengenai dynamic capabilities di atas dapat dikatakan bahwa sudah semestinya perusahaan atau organisasi mampu mengelola dynamic capabilities mereka agar mampu bertahan dan berkompetisi di pasar yang memiliki perubahan dinamis yang cepat. Dynamic capabilities merupakan bentuk pengetahuan yang mampu menciptakan nilai bagi perusahaan baik dengan hasil inovasi maupun transformasi dari input menjadi output guna memperoleh sustainable competitive advantage.
Metode Penelitian
Metodologi penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kajian literatur dari beberapa jurnal serta data sekunder yang diperoleh dari situs resmi AQUA dan referensi lainnya. Aqua adalah sebuah merek Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang diproduksi oleh Aqua Golden Mississipi di Indonesia sejak tahun 1973. Selain di Indonesia, Aqua juga dijual di Singapura. Aqua adalah merek AMDK dengan penjualan terbesar di Indonesia dan merupakan salah satu merek AMDK yang paling terkenal di Indonesia, sehingga telah menjadi seperti merek generik untuk AMDK. Di Indonesia, terdapat 14 pabrik yang memroduksi Aqua. Sejak tahun 1998, Aqua sudah dimiliki pula oleh perusahaan multinasional dari Perancis, Danone, hasil dari penggabungan Aqua Golden Mississippi dengan Danone. AQUA didirikan oleh Tirto Utomo, warga asli Wonosobo yang setelah keluar bekerja dari Pertamina mendirikan usaha air minum dalam kemasan (AMDK). Tirto berjasa besar atas perkembangan bisnis atau usaha AMDK di Indonesia, karena sebagai seorang Pioneer maka Almarhum berhasil menanamkan nilai-nilai dan cara pandang bisnis AMDK di Indonesia.
Berbagai Alasan Untuk Minum AQUA :
AQUA telah menjadi bagian dari keluarga sehat Indonesia lebih selama lebih dari 30 tahun. Sebagai pelopor air minum dalam kemasan sejak didirikan tahun 1973, kini AQUA menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari hidup sehat masyarakat Indonesia. Dulu dan kini, AQUA tetap dan selalu menjadi yang terbesar dan terdepan di Indonesia. Volume penjualan AQUA merupakan volume penjualan terbesar di dunia untuk kategori air mineral.
Lebih lagi kini group DANONE yang merupakan salah satu produsen terbesar dan terbaik di dunia untuk minuman menjadi bagian dari AQUA. Keunggulan DANONE dalam produk makanan dan minuman bernutrisi menjadikan AQUA semakin baik dan kokoh.
Berasal dari sumber mata air terpilih dan terlindung, sehingga menjamin bahwa segala kebaikan alam dari sumbernya tetap terjaga dalam setiap tetesnya. Ini berarti bahwa setiap tetes AQUA memiliki segala kebaikan dan keseimbangan mineral alami.
Sumber mata air dipilih setelah melalui proses yang penuh ketelitian dan hati-hati. Setiap sumber mata air pegunungan harus memenuhi 9 poin kriteria yang kemudian melewati 5 tahap proses seleksi yang ketat selama kurang lebih 1 tahun sebelum akhirnya dapat menjadi mata air AQUA. Tidak heran apabila kualitas AQUA merupakan yang terbaik
Setiap tetes AQUA mengandung mineral alami yang seimbang, menjadikannya sungguh baik untuk dikonsumsi setiap hari oleh seluruh anggota keluarga. Kesembangan mineral-mineral yang alami ini penting fungsinya bagi kesehatan tubuh.
sekeliling sumber air. Dinding perlindungan bawah tanah juga dibangun untuk mencegah rembesan.
Selain itu, AQUA berkomitmen untuk menjaga kelestarian sumber mata airnya dengan tidak mengambil lebih dari apa yang diberikan oleh alam. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa segala Kebaikan Alam tetap terjaga dalam setiap tetes AQUA.
Menggunakan manajemen sumber daya air yang canggih. Sebagai bagian dari Grup Danone di seluruh dunia, AQUA mengikuti aturan yang dituangkan dalam Piagam Danone untuk manajemen sumber daya air untuk menjamin kualitas sumber-sumber mata airnya.
Diproses dengan sistem proses terpadu yang menjamin bahwa tidak ada apapun antara Anda dan kebaikan alam. Sistem proses terpadu ini merupakan proses yang canggih namun sederhana dan dapat memastikan bahwa tidak ada satupun mineral penting dari alam yang terbuang percuma.
Setiap tahapan dan titik proses ada kontrol kualitas yang menjamin kualitas produk, sehingga menjamin bahwa segala kebaikan alam tetap terjaga dalam setiap tetes AQUA.
Sistem proses dan kualitas AQUA memenuhi standar yang dibuat oleh Good Manufacturing Practice dan Good Sanitation-Hygienic Practice sekaligus kualitas produk akhir sesuai dengan SNI 01-3553-2006 atau "Codex for Bottle Water". AQUA merupakan merek minuman yang sudah terpercaya hingga puluhan tahun
sebagai merek terbaik. Terbukti AQUA sudah menerima berbagai penghargaan yang merupakan wujud kepercayaan dan kepuasan konsumen, antara lain: Indonesian Best Brand Award (penghargaan untuk merek terbaik Indonesia) dari tahun 2003-2004, Indonesian Customer Satisfaction Award (penghargaan untuk merek yang memberikan kepuasan tertinggi kepada konsumennya) dari tahun 2003 dan Indonesian Golden Brand Award di tahun 2005-2007.
AQUA secara aktif melakukan berbagai program untuk menyehatkan konsumen Indonesia, diantaranya program AKSI (AQUA untuk Keluarga Sehat Indonesia) dan AuAI (AQUA untuk Anak Indonesia).
• AQUA dapat kokoh berdiri karena budaya perusahaan adalah bersikap toleran, tidak memaksakan kehendak pusat, berbagi kekuasaan dengan eselon bawah dan mempraktikkan desentralisasi.
• Kesuksesan AQUA sangat ditunjang oleh para karyawannya yang mempunyai loyalitas dan dedikasi tinggi serta berpengetahuan luas dan mendalam, baik di bidang masing-masing maupun secara umum.
• Menjadi pelopor kemasan gelas plastik (cup) di dunia sehingga kini menjadi standar industri. AQUA pula yang mempelopori peralihan dari PVC ke PET. Dan AQUA pula yang mempelopori konsep fully integrated manufacturing yang memungkinkan produksi terpadu air minum dan botol kemasannya mulai dari tingkat biji plastik.
• Melakukan aliansi dengan Group DANONE yang merupakan salah satu kelompok perusahaan air minum dalam kemasan terbesar di dunia dan ahli dalam nutrisi. Hal ini berdampak pada peningkatan kualitas produk, market share, dan penerapan teknologi pengemasan air terkini.
Kelemahan
• Adanya produk palsu di pasaran yang menggunakan label AQUA. Oleh karna itu AQUA berkomitmen untuk meminimalkan pemalsuan produknya dengan melakukan pengecekan pasar secara rutin, untuk memastikan bahwa produk yang beredar adalah benar-benar produk AQUA yang memenuhi standar kualitas yang sudah ditentukan. • Harga produk AQUA sangat ditentukan oleh kebijakan harga yang digunakan oleh perusahaan AQUA yaitu kebijakan harga wholesaler. Antara lain yaitu geographical price quotation dan price adjusted to buyers position.
• Saluran ditribusi terlalu panjang. Dimana hasil produksi dari AQUA kemudian disalurkan ke distributor-distributor, kemudian aqua disalurkan ke retailer dan pada akhirnya sampai ke tangan konsumen.
• Perusahaan AQUA dalam penarikan karyawan masih menggunakan spoil system karena perusahaan pada awal berdiri merupakan perusahaan keluarga. Meskipun kini sudah menggunakan merit system dalam memberikan kesempatan kerja di lingkungan AQUA.
Kesempatan
• Dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk, diharapkan permintaan konsumen akan produk yang dihasilkan oleh perusahaan dapat meningkat. Sehingga perusahaan dapat meningkatkan produksi penjualannya.
• Perkembangan teknologi yang sangat cepat mendorong kemajuan dunia bisnis. Perusahaan yang mempunyai keunggulan dalam hal teknologi tentunya dapat menunjang keadaan produksi yang dihasilkan, mulai dari efektifitas dan efisiensi proses produksi yang dapat dihasilkan.
• AQUA memiliki penelitian yang aktif dan usaha pengembangan yang mencari bahan-bahan pengemasan dan cara-cara yang baru untuk menarik konsumen.
• AQUA menggunakan seluruh media untuk promosi iklannya. Seperti product knowledge melalui brosur sederhana. Dan pada even-even olahraga, bus, taxi, dan kendaraan umum lainnya, TV, radio, koran, dan majalah.
Ancaman
• Di indonesia, situasi politik setiap tahunnya cukup dapat dikontrol oleh pemerintah, walaupun keadaan politik yang ada tidak begitu stabil. Kondisi politik yang terjadi akan mempengaruhi aktivitas perusahaan.
• Saat ini kondisi perekonomian indonesia masih belum stabil. Hal ini dikarenakan karena laju inflasi yang cukup tinggi dan berfluktuasi.
• AQUA memiliki banyak pesaing. Bahwa saat ini ada begitu banyak perusahaan sejenis yang memproduksi air minum dalam kemasan (AMDK) dengan harga dan kualitas yang dihasilkan bervariasi. Dengan keadaan ini, perusahaan dituntut untuk dapat terus memiliki keunggulan bersaing, sehingga perusahaan akan tetap hidup dan bersaing secara sehat. • Dalam pengolahan sumber air oleh AQUA sangat dipengaruhi oleh kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Hal ini sangat berpengaruh bagi dunia usaha seperti yang dilakukan oleh AQUA. Air adalah salah satu sumber daya alam yang dalam pengolahannya mendapatkan ikut campur tangan pemerintah. Oelh karena itu, kapasitas produksi per detik yang dilakukan oleh kegiatan produksi AMDK harus dalam pengawasan pemerintah. Perusahaan AMDK tidak boleh mengeksploitasi air sesuka hatinya.
Hasil Penelitian
Environmental sensing capabilities
TMT berperan dalam membangun, menyatukan, mengkombinasikan, serta mengkonfigurasi sumber daya-sumber daya yang ada agar digunakan seoptimal mungkin. TMT AQUA mampu memberdayakan potensi yang ada sehingga menciptakan nilai keunggulan kompetitif. Menurut Prahalad dan Hamel (1990) “companies should deepen their understanding of laws in industries and seize upon changing trends.” Jadi aktivitas perusahaan (TMT) adalah beradaptasi dengan perubahan lingkungan agar mampu mencukupi kebutuhan lingkungannya. Perubahan terhadap lingkungan adalah dengan memiliki kepedulian akan lingkungan sekitar.
Change and renewal capabilities
Collis (1994) “the capabilities to integrate resources are valuable” oleh karena itu setiap kapabilitas yang menyatukan sumber daya adalah bernilai. Menurut Teece et al. (1997) “dynamic capabilities are not only capable of developing, configuring and integrating resources, but also integrating, innovating and updating operational process.” Tentu dalam perusahaan butuh perubahan dan pembaharuan, hal ini agar konsumen tidak merasa bosan terhadap produk yang ditawarkan. Dalam kasus AQUA tentu isi tidak dapat dimodifikasi (karena berupa air putih), namun modifikasi bisa dilakukan dalam bentuk kemasan yang menarik seperti yang sekarang sudah dilakukan dengan gambar pada botol kemasan yang menarik seperti wayang, makanan tradisional, bola, dan lain-lain.
Technological flexibility capabilities
Menurut Ianisti dan Clark (1994) “it is critically important that existing technologies shall be rapidly improved to meet needs of customers based on a given products and or services.” Perusahaan harus mampu memilih teknologi yang tepat bagi perusahaan atau organisasinya. Kemampuan untuk berkompetisi dalam industri manufaktur juga ditentukan oleh kemajuan teknologinya, perusahaan dengan kecanggihan teknologi yang disesuaikan produknya akan mampu meningkatkan daya saing dalam persaingan pasar. AQUA menggunakan teknologi yang baik dalam mengambil air dari gunung, lalu mesin suling yang digunakan juga sudah baik sehingga kualitas air gunung tetap terjaga.
Organizational flexibility capabilities
Kesimpulan
Pandangan Teece terhadap dynamic capabilities yaitu tentang bagaimana kemampuan manajer perusahaan atau organisasi dalam mengintegrasikan, membangun dan membuat konfigurasi terhadap kompetensi perusahaan atau organisasi baik yang berasal dari sumber internal maupun yang bearsal dari sumber eksternal agar mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang cepat, sehingga menjadikan kompetensi internal dan eksternal tersebut sebagai sumber dari sustainable competitive advantage. Oleh karena itu sudah semestinya perusahaan atau organisasi mampu mengelola dynamic capabilities mereka agar mampu bertahan dan berkompetisi di pasar yang memiliki perubahan dinamis yang cepat. Dynamic capabilities merupakan bentuk pengetahuan yang mampu menciptakan nilai bagi perusahaan baik dengan hasil inovasi maupun transformasi dari input menjadi output guna memperoleh sustainable competitive advantage. Faktor yang mempengaruhi dynamic capabilities di perusahaan manufaktur makanan dan minuman studi kasus pada AQUA ini adalah : environmental sensing capabilities, change and renewal capabilities, technological flexibility capabilities, dan technological flexibility capabilities.
Implikasi
Implikasi penelitian ini adalah untuk akademisi agar mampu menambah ilmu pengetahuan tentang dynamic capabilities supaya dapat dilakukan penelitian lebih dalam mengenai studi ini. Selain itu penelitian ini juga berguna bagi manajemen perusahaan agar mampu mengetahui faktor yang mempengaruhi dynamic capabilities yang diharapkan agar perusahaannya mampu memiliki sustainable competitive advantage. Bagi manajemen dan pembuat kebijakan tentunya penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai pertimbangan dalam membuat kebijakan dalam perusahaan atau organisasi mereka. Sesuai dengan pandangan menurut Prahaland dan Hamel (1990) yang menyebutkan bahwa “managers have a limited opportunity horizon.” Oleh karena itu diharapkan dengan adanya penelitian ini akan membantu para manajer keluar dari vicious cycle jika para manajer mampu memperluas pandangannya dan meningkatkan komitmen terhadap dynamic capabilities. Serta diharapkan untuk perusahaan yang masih memiliki poor performance untuk dapat mengubah keadaan menjadi lebih baik lagi.
Saran Penelitian Selanjutnya
Daftar Pustaka
Cheng, P. (2013). Responsible downsizing strategy as a panacea to firm performance: the role of dynamic capabilities. Internaional journalof manpower , 1015.
Eisenhardt, K. M., & Martin, J. A. (2000). Dynamic Capabilities: What Are They? Strategic Management Journal , 1105-1121.
Enkel, E. (2012). Dynamic capabilities for new business creation: a cross industry study. Journal of management , 17.
Evers, N. (2011). International New Ventures in "Low Tech" Sectors: A Dynamic Capabilities Perspective. Strategic Management Journal , 502-528.
Grunbaum, N. N. (2013). Dynamic Capabilities-Are They Profitable? Strategic Management Journal , 182.
Jiao, H. (2011). Environmental dynamism, innovation, and dynamic capabilities: the case of China. Journal of Enterprising Communities People and Places in the Global Economy , 131-144.
Jiau, H. (2010). An empirical study on paths to develop dynamic capabilities: from the perspective of enterpreneurial orientation and organizational learning. Front. Bus. Res. China , 47.
Nielsen, A. P. (2006). Understanding dynamic capabilities through knowledge management. Journal of knowledge management , 59.
Schlemmer, F. (2008). The managing director and the development of dynamic capabilities. International journal of organizational analysis , 109-137.