• Tidak ada hasil yang ditemukan

WAWASAN SOSIAL BUDAYA MARITIM (2)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "WAWASAN SOSIAL BUDAYA MARITIM (2)"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

WAWASAN SOSIAL BUDAYA MARITIM

A. Pengantar

Negara maritim adalah negara yang memiliki wilayah lautan atau negara yang berada dikawasan teritorial laut yang sangat luas dan memiliki banyak pulau. Indonesia disebut negara maritim karena Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan luas lautan kurang lebih 3.273.810 km² atau sebagian besar wilayah Indonesia merupakan wilayah perairan. kepulauan Pasifik.

Menurut Rahardjo Adisasmita, pembanggunan ekonomi maritim merupakan studi yang sangat luas, meliputi berbagai bidang, berbagai unsur, dan berbagai aspek pembangunan yang sangat luas, berbagai bidang meliputi bidang-bidang ekonomi, sosial (dan budaya), dan politik. Mengingat sangat pentingnya peranan dan fungsi pembangunan maritim, maka pembangunan ekonomi maritim perlu dipelajari sebagai suatu studi tersendiri, dalam upaya mendukung pengembangan dan pengelolaan sumber-sumberdaya kemaritiman dan kelautan secara lebih optimal dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat matitim yang lebih tinggi.

Pengembangan usaha budidaya laut di berbagai daerah pesisir Indonesia tentu berbeda-beda bergantung pada latar belakang budaya masing-masing. Hampir setiap gugusan kepulauan yang terdapat di wilayah Indonesia memiliki ciri khas masing-masing, Termaksud diantaranya budidaya rumput laut.

Sulawesi Selatan yang merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang terkenal kaya akan budaya bahari karena terbentang daerah pesisir yang luas, dan Tingginya potensi rumput laut di Sulawesi selatan menumbuhkan UKM pengolah rumput laut untuk mendongkrak ekonomi masyarakat setempat. Contohnya ialah pabrik pengolahan rumput laut yang berada di Pinrang.

Budidaya rumput laut ini masih dipertahankan oleh komunitas nelayan beserta masyarakat pesisir sekitar. Adapun budidaya ini tentu memiliki nilai-nilai, pesan, dan fungsi tersendiri yang telah melekat kuat pada masyarakat sekitar, sehingga mereka

Nama

: Meuthia Alysha Fauzia Nusaly

NIM : J011171508

Prodi: Kedokteran Gigi

Topik

: Ekonomi

(2)

masih tetap menjaga dan mewariskan kearifan lokal yang mereka miliki dari generasi ke generasi. Hal inilah yang membuat penulis tertarik membuat artikel untuk menelusuri lebih dalam mengenai budidaya rumput laut sebagai salah satu pendongkrak ekonomi maritime di Pinrang, Sulawesi selatan.

B. Metode Penulisan

Jenis data yang digunakan dalam penulisan artikel ialah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data sekunder ialah dengan menggunakan metode studi pustaka, sedangkan teknik pengumpulan data primer menggunakan metode wawancara. Metode studi pustaka digunakan untuk menyusun kerangka teoritis dan mendapatkan informasi berupa teori terkait topik artikel. Sedangkan metode wawancara yang digunakan bermanfaat untuk mendapatkan dan menggali informasi secara lebih dalam dari informan secara langsung. Informan yang diwawancarai merupakan pihak yang kompeten dan memahami dengan baik situasi, kondisi, serta budaya masyarakat sekitar yang terkait dengan objek penulisan.

C. Pembahasan

Kabupaten Pinrang memiliki potensi pengembangan budidaya rumput laut yang cukup besar, terbentang dari Kecamatan Lembang yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sulawesi Barat hingga Kecamatan Suppa yang berbatasan langsung dengan Kota Pare-Pare. Usaha budidaya rumput laut merupakan salah satu mata pencaharian masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir pantai selain sebagai nelayan. Produksi rumput laut di kabupaten Pinrang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Berdasarkan data Badan Pusat Stasitik, produksi rumput laut jenis Euchema cottonii kabupaten Pinrang sebesar 3.582,30 ton (BPS, 2015) dimana 96,88% produksi berasal dari kecamatan Suppa yaitu sebesar 3470,70 ton dan sisanya dari kabupaten Lembang dan Duampanua. Kecamatan Suppa merupakan kecamatan yang berbatasan dengan Kota Pare-Pare dan termasuk dalam kecamatan pesisir yang memiliki potensi untuk dikembangkan.

(3)

pengolah rumput laut jenis berkapasitas prouksi yang besar. Adanya jaminan bahwa perusahaan tersebut akan membeli rumput laut masyarakat suppa dan menyamakan harga sesuai dengan harga rumput laut dunia membuat usaha budidaya rumput laut menjadi sangat menggiurkan dikalangan masyarakat.Budidaya rumput laut merupakan salah satu usaha yang mudah untuk dilakukan dan membutuhkan modal yang relatif tidak terlalu tinggi. Dengan modal 10-15 jt sudah bisa memulai usaha tersebut, ketersediaan bibit yang memadai dan tidak membutuhkan keterampilan dan teknologi yang rumit juga menjadikan usaha ini bisa dilakukan oleh siapa saja. Salah satu keunggulan budidaya rumput laut ini adalah termasuk usaha padat karya yaitu mampu menyerap tenaga kerja yang banya, seperti anggota kelurga atau membayar anak muda atau ibu-ibu untuk mengikat rumput laut pada tali. Selain itu usaha budidaya rumput laut tidak mengahsilkan limbah yang dapat merusak lingkungan.

(4)

Pinrang “.Apalagi kata dia, dengan adanya pembangunan pabrik pengolahan rumput laut terbesar di dunia ini,maka kabupaten Pinrang akan semakin di kenal di seantoro jagat, sehingga perusahaan raksasa yang lain, ikut berinvestasi di Kabupaten Pinrang.Sejak dua tahun terakhir kata dia, Kabupaten Pinrang menempati posisi ke empat sebagai daerah yang paling ramah dan mudah untuk berinvestasi ” Masuknya PT BLG ini, menjadi salah satu bukti bahwa Pinrang layak menjadi destinasi investasi diberbagai sektor “.

(5)

Alosi studio. https://inspiratifnews.com/pinrang-akan-jadi-pusat-produksi-rumput-laut/ (diakses 21 November 2017)

Referensi

Dokumen terkait