• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI KEPULAUAN B (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI KEPULAUAN B (1)"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

No.275/08/19/Th.X, 6 Agustus 2012

P

ERTUMBUHAN

E

KONOMI

P

ROVINSI

K

EPULAUAN

B

ANGKA

B

ELITUNG

T

RIWULAN

II

T

AHUN

2012

EKONOMI TRIWULAN II 2012 TUMBUH 6,1 PERSEN

 Perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang diukur berdasarkan besaran PDRB atas dasar harga berlaku pada Triwulan II-2012 mencapai Rp 8 304,9 milyar. Sedangkan atas dasar harga konstan 2000, pada triwulan yang sama adalah Rp 3 047,4 milyar.

 Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang diukur dari perubahan PDRB pada triwulan II-2012 mencapai 6,1 persen jika dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2011 (y-on-y). Apabila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q-to-q) pertumbuhan ekonomi mencapai 3,0 persen, secara kumulatif (c-to-c) pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencapai 6,0 persen.  Menurut lapangan usaha, pertumbuhan 6,1 persen (y-on-y) tertinggi diciptakan oleh sektor keuangan, real

estate dan jasa perusahaan tumbuh 12,3 persen, sektor konstruksi 11,5 persen dan sektor pengangkutan dan komunikasi tumbuh sebesar 11,0 persen.

 Menurut penggunaan, dibandingkan Triwulan II-2011 (y-on-y), pertumbuhan ekonomi sebesar 6,1 persen didukung oleh pengeluaran konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 7,1 persen, pengeluaran konsumsi LNPRT tumbuh sebesar 3,6 persen, pengeluaran konsumsi pemerintah 0,9 persen, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) 10,0 persen, ekspor barang dan jasa turun minus 1,2 persen serta impor barang dan jasa 5,5 persen.

 Pertumbuhan PDRB Lapangan Usaha pada Triwulan II-2012 dibandingkan dengan Triwulan I-2012 (q-to-q) sebesar 3,0. Tiga sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi (q-to-q) adalah sektor keuangan, real estat dan jasa perusahaan 4,2 persen, sektor pengangkutan dan komunikasi 4,0 persen dan sektor konstruksi 3,5 persen.

 Pertumbuhan PDRB pada Triwulan II-2012 sebesar 3,0 persen menurut penggunaan ditopang oleh pengeluaran konsumsi rumah tangga yang meningkat sebesar 1,7 persen, pengeluaran konsumsi LNPRT meningkat sebesar 1,9 persen, pengeluaran konsumsi pemerintah meningkat 4,4 persen, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) 3,5 persen, ekspor barang dan jasa 3,2 persen serta impor barang dan jasa 4,1 persen.

 Struktur PDRB Lapangan Usaha Triwulan II-2012 masih didominasi sektor industri pengolahan, sektor perdagangan, hotel dan restoran dan sektor pertanian. Masing-masing sektor tersebut memberikan kontribusi 19,5 persen, 19,2 persen dan 18,9 persen terhadap PDRB.

 Struktur PDRB Penggunaan Triwulan II-2012 didominasi oleh komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 52,5 persen. Selain itu, didukung oleh komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) dan komponen pengeluaran konsumsi pemerintah masing-masing memberikan kontribusi sebesar 27,3 persen dan 15,7 persen.

I.

Besaran PDRB Menurut Lapangan Usaha Triwulan I dan II-2012

Pada Triwulan I-2012 PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp 7 963,3 milyar, kemudian pada Triwulan

II-2012 meningkat menjadi Rp 8 304,9 milyar. Sedangkan atas dasar harga konstan 2000, PDRB Triwulan I-2012

(2)

Tabel 1 menunjukkan besaran PDRB atas dasar harga berlaku, tiga sektor ekonomi yang mempunyai nilai

tambah bruto terbesar pada Triwulan II-2012 adalah sektor industri pengolahan Rp 1 615,7 milyar, sektor

perdagangan, hotel dan restoran Rp 1 594,1 milyar, dan sektor pertanian mencapai Rp 1 570,1 milyar. Sedangkan

urutan enam sektor lainnya yaitu sektor pertambangan dan penggalian Rp 1 321,7 milyar, sektor jasa-jasa Rp 934,1

milyar, sektor konstruksi Rp 701,0 milyar, sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar Rp 281,7 milyar, sektor

keuangan, real estate dan jasa perusahaan Rp 231,0 milyar, dan sektor listrik, gas dan air bersih Rp 55,6 milyar.

Urutan tiga terbesar pada perhitungan PDRB atas dasar harga konstan 2000 adalah sektor pertanian

sebesar Rp 700,5 milyar, sektor industri pengolahan sebesar Rp 616,6 milyar, dan sektor perdagangan, hotel dan

restoran sebesar Rp 605,3 milyar. Urutan terbesar berikutnya yaitu: sektor pertambangan dan penggalian sebesar

Rp 407,2 milyar, sektor jasa-jasa sebesar Rp 235,4 milyar, sektor konstruksi sebesar Rp 227,0 milyar, sektor

keuangan, real estat dan jasa perusahaan sebesar Rp 119,9 milyar dan terakhir dengan nilai tambah terkecil sektor

listrik, gas dan air bersih sebesar Rp 18,0 milyar.

Tabel 1

PDRB Menurut Lapangan Usaha

Atas Dasar Harga Berlaku Dan Harga Konstan 2000 (milyar rupiah)

Lapangan Usaha Harga Berlaku Harga Konstan 2000 Triw I-2012 Triw II-2012 Triw I-2012 Triw II-2012 (1) (2) (3) (4) (5)

1. Pertanian 1.510,5 1.570,1 681,1 700,5

2. Pertambangan & Penggalian 1.278,0 1.321,7 397,1 407,2

3. Industri Pengolahan 1.550,5 1.615,7 598,5 616,6

4. Listrik, Gas & Air Bersih 56,9 55,6 18,5 18,0

5. Konstruksi 667,2 701,0 219,4 227,0

6. Perdagangan, Hotel & Restoran 1.527,7 1.594,1 587,1 605,3

7. Pengangkutan & Komunikasi 267,9 281,7 113,0 117,5

8. Keuangan, Real estat, & Jasa Perusahaan 218,6 231,0 115,0 119,9

9. Jasa-Jasa 886,0 934,1 227,9 235,4

PDRB 7.963,3 8.304,9 2.957,7 3.047,4

II.

Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II-2012

Perekonomian Kepulauan Bangka Belitung yang digambarkan oleh perkembangan PDRB atas dasar harga

konstan 2000, pada Triwulan II-2012 meningkat sebesar 3,0 persen bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya

(q-to-q). Peningkatan ini terjadi pada sebagian besar sektor ekonomi, kecuali sektor listrik, gas dan air bersih.

Sektor Pertanian pada Triwulan II-2012 tumbuh 2,9 persen, sedangkan sebelumnya tumbuh 2,2 persen pada

Triwulan I-2012. Pertumbuhan sektor ini terutama didorong oleh meningkatnya subsektor Perikanan dan subsektor

tanaman perkebunan karena cuaca yang mendukung serta harga yang semakin meningkat. Sektor pertambangan

dan penggalian pada Triwulan II-2012 ini tumbuh sebesar 2,5 persen, sektor industri pengolahan tumbuh sebesar

3,0 persen, sektor listrik, gas dan air bersih mengalami perlambatan sebesar -2,8 persen, sektor konstruksi tumbuh

sebesar 3,5 persen, sektor perdagangan, hotel dan restoran 3,1 persen, sektor pengangkutan dan komunikasi 4,0

persen, sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan tumbuh sebear 4,2 persen dan sektor jasa-jasa tumbuh

(3)

PDRB triwulan II-2012 bila dibandingkan dengan triwulan II-2011 mencerminkan perubahan tanpa

dipengaruhi faktor musim (y-on-y). Secara total PDRB Kepulauan Bangka Belitung meningkat sebesar 6,1 persen.

Bila dirinci menurut lapangan usaha, maka sektor pertanian meningkat sebesar 8,8 persen, sektor pertambangan

dan penggalian 3,1 persen, sektor industri pengolahan 1,1 persen, sektor listrik, gas dan air bersih 4,8 persen, sektor

konstruksi 11,5 persen, sektor perdagangan, hotel dan restoran 5,8 persen, sektor pengangkutan dan komunikasi

11,0 persen, sektor keuangan, real estat dan jasa perusahaan 12,3 persen dan sektor jasa-jasa 7,7 persen.

Sektor pertanian dan sektor perdagangan, hotel dan restoran memberikan sumbangan terbesar terhadap total

pertumbuhan ekonomi Kepulauan Bangka Belitung pada Triwulan II-2012 (y-on-y) dengan kontribusi masing-masing

tumbuh sebesar 2,0 persen dan 1,1 persen, disusul oleh sektor konstruksi sebesar 0,9 persen. Sektor jasa-jasa,

sektor keuangan, real estat dan jasa perusahaan masing-masing sebesar 0,6 dan 0,5 persen, sedangkan sektor

pertambangan dan penggalian dan sektor pengangkutan dan komunikasi masing-masing sebesar 0,4 persen,

sementara sektor listrik, gas air bersih memiliki sumbangan terkecil sebesar 0,03 persen.

Tabel 2

Laju Pertumbuhan PDRB Triwulanan Menurut Lapangan Usaha (persen)

8. Keuangan, Real estat, & Jasa

Perusahaan 2,1 4,2 10,4 12,3 11,4 0,5

9. Jasa-Jasa 0,2 3,3 7,0 7,7 7,4 0,6

PDRB 0,1 3,0 5,9 6,1 6,0 6,1

Selanjutnya PDRB Kepulauan Bangka Belitung Semester I-2012 dibandingkan dengan Semester I-2011

menunjukkan kenaikan sebesar 6,0 persen dan terjadi di semua sektor. Pertumbuhan ini didorong oleh pertumbuhan

sektor keuangan, real estat dan jasa perusahaan 11,4 persen, sektor konstruksi 11,2 persen, sektor pengangkutan

dan komunikasi 10,5 persen, sektor listrik, gas dan air bersih 9,1 persen, sektor pertanian 8,8 persen, sektor

jasa-jasa 7,4 persen, sektor perdagangan, hotel dan restoran 5,8 persen, sektor pertambangan dan penggalian 3,5

persen serta sektor industri pengolahan 0,8 persen.

III.

Struktur PDRB Menurut Lapangan Usaha Triwulan II-2012

Lebih dari separuh PDRB atas dasar harga berlaku pada triwulan II-2012 berasal dari tiga sektor terbesar

yaitu sektor industri pengolahan, sektor perdagangan, hotel dan restoran dan sektor pertanian. Masing-masing

sektor ini memberikan kontribusi 19,5 persen, 19,2 persen dan 18,9 persen terhadap PDRB. Urutan struktur tiga

(4)

mengalami peningkatan peranan dibandingkan dengan Triwulan I-2012, yaitu peranan sektor keuangan, real estat

dan jasa perusahaan dan sektor jasa-jasa yaitu masing-masing mengalami peningkatan dari 2,7 persen menjadi 2,8

persen; 11,1 persen menjadi 11,2 persen. Sektor pertanian dan sektor pertambangan dan penggalian menunjukkan

peranan yang menurun, sementara sektor lainnya memiliki peranan yang relatif tetap.

Tabel 3.

Struktur PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha (persen)

Lapangan Usaha 2011 2012

Triw I Triw II Triw I Triw II (1) (2) (3) (4) (5)

1. Pertanian 18,5 18,4 19,0 18,9

2. Pertambangan & Penggalian 16,9 17,2 16,0 15,9

3. Industri Pengolahan 21,0 21,0 19,5 19,5

4. Listrik, Gas & Air Bersih 0,6 0,7 0,7 0,7

5. Konstruksi 7,4 7,5 8,4 8,4

6. Perdagangan, Hotel & Restoran 19,2 18,7 19,2 19,2

7. Pengangkutan & Komunikasi 3,2 3,2 3,4 3,4

8. Keuangan, Real estat, & Jasa Perusahaan 2,6 2,6 2,7 2,8

9. Jasa-Jasa 10,6 10,6 11,1 11,2

PDRB 100,0 100,0 100,0 100,0

IV.

PDRB Menurut Penggunaan Triwulan II-2012

PDRB menurut penggunaan terdiri dari pengeluaran konsumsi rumah tangga, pengeluaran konsumsi

LNPRT, pengeluaran konsumsi pemerintah, pembentukan modal tetap bruto (PMTB), perubahan inventori, dan

ekspor - impor.

Tabel 4

PDRB Menurut Penggunaan

Atas Dasar Harga Berlaku Dan Harga Konstan 2000 (milyar rupiah)

Komponen Penggunaan Harga Berlaku Harga Konstan 2000 Triw I-2012 Triw II-2012 Triw I-2012 Triw II-2012 (1) (2) (3) (4) (5)

1. Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 4.199,2 4.358,8 1.472,1 1.497,2

2. Pengeluaran Konsumsi LNPRT 80,2 82,7 24,8 25,3

3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 1.209,3 1.302,6 322,6 336,9

4. Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto 2.162,0 2.267,0 752,4 778,9

5. Perubahan Inventori 391,5 493,3 154,4 182,6

6. Ekspor Barang dan Jasa 4.700,7 4.867,7 1.600,8 1.651,6

7. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 4.779,6 5.067,3 1.369,5 1.425,1

PDRB 7.963,3 8.304,9 2.957,7 3.047,4

Bila besaran komponen penggunaan tersebut pada Triwulan I-2012 dibandingkan dengan triwulan II-2012,

pengeluaran konsumsi rumah tangga atas dasar harga berlaku naik dari Rp 4 199,2 milyar menjadi Rp 4 358,8

milyar, pengeluaran konsumsi LNPRT naik dari Rp 80,2 milyar menjadi Rp 82,7 milyar, pengeluaran konsumsi

pemerintah naik dari Rp 1 209,3 milyar menjadi Rp 1 302,6 milyar. Pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atas

(5)

pada Triwulan II-2012. Perubahan Inventori naik dari Rp 391,5 milyar menjadi Rp 493,3 milyar, ekspor barang dan

jasa naik dari Rp 4 700,7 milyar menjadi Rp 4 867,7 milyar serta impor barang dan jasa naik dari Rp 4 779,6 milyar

menjadi Rp 5 067,3 milyar.

Perhitungan komponen penggunaan PDRB atas dasar harga konstan 2000 pada Triwulan II-2012 juga

menunjukkan peningkatan bila dibandingkan dengan Triwulan I-2012. Pengeluaran konsumsi rumah tangga naik dari

Rp 1 472,1 milyar menjadi Rp 1 497,2 milyar, pengeluaran konsumsi LNPRT naik dari Rp 24,8 milyar menjadi Rp

25,3 milyar, pengeluaran konsumsi pemerintah naik dari Rp 322,6 milyar menjadi Rp 336,9 milyar, pembentukan

modal tetap bruto (PMTB) mengalami kenaikan dari Rp 752,4 milyar menjadi Rp 778,9 milyar, perubahan inventori

naik dari Rp 154,4 milyar menjadi Rp 182,6 milyar, ekspor barang dan jasa naik dari Rp 1 600,8 milyar menjadi Rp 1

651,6 milyar serta impor barang dan jasa naik dari Rp 1 369,5 milyar menjadi Rp 1 425,1 milyar.

Tabel 5

Pengeluaran konsumsi rumah tangga secara riil meningkat sebesar 1,7 persen pada Triwulan II-2012

dibandingkan dengan Triwulan I-2012. Bila dibandingkan triwulan II-2011 (y-on-y), pengeluaran konsumsi rumah

tangga mengalami peningkatan sebesar 7,1 persen. Demikian pula bila pertumbuhannya ditinjau dari segi kumulatif

(semester I-2012 terhadap semester I-2011) mengalami peningkatan sebesar 7,1 persen. Pengeluaran konsumsi

LNPRT tumbuh 1,9 persen pada Triwulan II-2012 dibandingkan dengan Triwulan I-2012. Bila dibandingkan dengan

triwulan yang sama pada tahun sebelumnya, pengeluaran konsumsi LNPRT mengalami pertumbuhan sebesar 3,6

persen dan secara kumulatif tumbuh sebesar 3,3 persen.

Pengeluaran konsumsi pemerintah tumbuh sebesar 4,4 persen pada Triwulan II-2012 bila dibandingkan

dengan Triwulan I-2012. Pertumbuhan 0,9 persen dialami oleh pengeluaran konsumsi pemerintah, bila Triwulan

II-2012 dibanding Triwulan II-2011 (y-on-y). Laju pertumbuhan pengeluaran konsumsi pemerintah turun sebesar minus

0,4 persen pada semester I-2012 bila dibandingkan semester I-2011. Pada Triwulan II-2012, laju pertumbuhan

pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tumbuh sebesar 3,5 persen. Bila dibandingkan dengan Triwulan I-2012,

(6)

Laju pertumbuhan ekspor barang dan jasa mengalami peningkatan 3,2 persen pada Triwulan II-2012 bila

dibandingkan dengan Triwulan I-2012. Namun sebaliknya, laju pertumbuhan menurun bila dibanding Triwulan

II-2011, yaitu sebesar minus 1,2 persen. Demikian pula laju pertumbuhan ekspor barang dan jasa semester I-2012

menurun sebesar minus 2,5 persen bila dibandingkan semester I-2011.

Laju pertumbuhan impor barang dan jasa mengalami kenaikan sebesar 4,1 persen pada Triwulan II-2012

bila dibandingkan dengan Triwulan I-2012. Sedangkan apabila dibandingkan dengan triwulan yang sama pada tahun

2011, impor Triwulan II-2012 naik sebesar 5,5 persen. Sementara impor barang dan jasa tumbuh sebesar 4,8 persen

pada semester I-2012 bila dibandingkan semester I-2011.

Pertumbuhan ekonomi pada Triwulan II-2012 (y-on-y) bersumber dari komponen pembentukan modal tetap

bruto (PMTB) sebesar 1,8 persen dan komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 1,7 persen.

Komponen konsumsi pemerintah memberikan kontribusi 1,0 persen. Sedangkan ekspor neto memberikan kontribusi

negatif, yaitu sebesar minus 0,4 persen (ekspor 3,4 persen dan impor 3,8 persen).

Tabel 6.

Struktur PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Penggunaan (persen)

Komponen Penggunaan 2011 2012

Triw I Triw II Triw I Triw II (1) (2) (3) (4) (5)

1. Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga 50,5 50,9 52,7 52,5

2. Pengeluaran Konsumsi LNPRT 1,0 1,0 1,0 1,0

3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 15,5 15,8 15,2 15,7

4. Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto 24,6 25,2 27,1 27,3

5. Perubahan Inventori 3,2 3,5 4,9 5,9

6. Ekspor Barang dan Jasa 62,9 62,8 59,0 58,6

7. Dikurangi Impor Barang dan Jasa 57,8 59,1 60,0 61,0

PDRB 100,0 100,0 100,0 100,0

Pengeluaran konsumsi rumah tangga atas dasar harga berlaku masih mempunyai kontribusi terbesar

terhadap PDRB, yaitu 52,5 persen pada Triwulan II-2012. Selain itu, didukung oleh komponen pembentukan modal

tetap bruto (PMTB) dan komponen pengeluaran konsumsi pemerintah masing-masing memberikan kontribusi

sebesar 27,3 persen dan 15,7 persen. Sedangkan ekspor neto memberikan kontribusi negatif, yaitu sebesar minus

3,4 persen.

Pengeluaran konsumsi rumah tangga sedikit mengalami penurunan kontribusi dibandingkan dengan

triwulan sebelumnya yang mempunyai kontribusi sebesar 52,7 persen. Demikian juga dengan kontribusi komponen

ekspor barang dan jasa mengalami penurunan jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Kontribusi komponen

pengeluaran konsumsi pemerintah, pembentukan modal tetap bruto (PMTB), perubahan inventori, dan impor barang

dan jasa meningkat dibandingkan Triwulan I-2012. Sedangkan komponen pengeluaran konsumsi LNPRT

Gambar

Tabel 1
Tabel 2  Laju Pertumbuhan PDRB Triwulanan Menurut Lapangan Usaha
Tabel 3.  Struktur PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha
Tabel 5  Laju Pertumbuhan Komponen-Komponen PDRB Penggunaan
+2

Referensi

Dokumen terkait

(1994), kegiatan Hasil pengukuran seismik dan magnetik dengan vulkanisme di Jawa ditunjukkan oleh keterdapatan lava lintasan berarah barat laut – tenggara yang memotong

Alat ini bekerja dengan baik dengan mengenali E-KTP yang telah terkonfigurasi dalam database, sehingga secara otomatis kunci sepeda motor akan hidup (ON) dan motor dapat

Cara kerja robot dalam menyapu lantai adalah dengan memutar sapu yang terdapat di sisi depan bawah serta bagian tengah dari robot dan menggunakan vacuum cleaner untuk

menghasilkan produk multimedia (musik, video, film, game, entertaiment, dan lain-lain) Atau penggunaan sejumlah teknologi yang berbeda yang memungkinkan untuk

(1) Ruang lingkup yang diatur dalam Peraturan Daerah ini adalah penyelenggaraan perumahan oleh pengembang dengan jumlah paling sedikit 5 (lima) kaveling yang

WT Strategi: UKM Kerupuk Kulit dapat meningkatkan kualitas produk seperti merek, perijinan, BPOM pegemasan.Berdasarkan hasil obsevasi dan pengamatan produk kerupuk

Koefisien Determinasi (R²) ... PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN ... Gambaran Perekonomian di Indonesia ... Pembahasan Hasil Penelitian ... Distribusi Jumlah Kemiskinan, Produk

Pada sub bab metodelogi penelitian ini menjelaskan langkah-langkah yang akan dilalui untuk melakukan penelitian ini dalam penerapan pengenalan penerima surat formal dengan