MAKALAH TENTANG BENTUK-BENTUK PEMILIKAN
PERUSAHAAN
Diajukan Sebagai Salah Satu Tugas Mata Kuliah Pengantar Bisnis DOSEN : Rina Tresnawati, S.E., M.M.
Disusun Oleh:
Muhammad Zulfi R (0117101206) Raden Bunga Melati P (0117101211)
Maya Friska Tarigan (0117101218)
Daftar Isi
Daftar Isi………ii
BENTUK-BENTUK PEMILIKAN PERUSAHAAN………...1
1.1. Pendahuluan…………... ………...1
1.2. Badan Usaha Tidak Berbadan Hukum………..2
Perusahaan Perseorangan………2
Persekutuan Firma (FA)………..4
Persekutuan Komanditer (CV)………....5
1.3. Badan Usaha Berbentuk Badan Hukum………... ….7 Perseroan Terbatas (PT)………..7
Koperasi……….13
Yayasan……….13
Badan Usaha Milik Negara (BUMN)….………..13
1.4. Bentuk-Bentuk Penggabungan Usaha………...16
Penutup………18
BENTUK-BENTUK PEMILIKAN PERUSAHAAN
1.1. Pendahuluan
Terdapat banyak alternatif bentuk badan usaha yang bisa dipilih ketika seseorang atau sekelompok orang memutuskan untuk menjalankan bisnis. Faktor faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilikan bentuk badan usaha antara lain:
1. Jenis usaha yang akan dijalankan 2. Luas operasi/volume usaha
3. Jumlah modal yang dibutuhkan dan kemungkinan penambahan modal 4. Rencana pembagian laba
5. Penentuan tanggung jawab
6. Besar kecilnya resiko kepemilikan
7. Kebebasan/fleksibilitas terhadap aturan pemerintah 8. Jangka waktu berdirinya perusahaan
Status perusahaan dapat dikategorikan menjadi: 1. Tidak berbadan hukum, dengan cirri:
Tidak berdiri sendiri
Kekayaannya perusahaan dan pemilik tidak terpisah atau dianggap identik
a. Perusahaan Perseorangan b. Persekutuan Firma (FA) c. Persekutuan Komanditer (CV) 2. Berbadan hukum, dengan cirri:
Berdiri sendiri
Kekayaan perusahaan terpisah dari kekayaan pemilik
Tanggungjawab pemilik terbatas, sejumlah modal yang disetorkan Contohnya:
a. Perseroan Terbatas (PT) b. Koperasi
c. Yayasan
1.2. Badan Usaha Tidak Berbadan Hukum Perusahaan Perseorangan
Perusahaan perseorangan adalah perusahaan yang dimiliki, dikelola dan dipimpin oleh seseorang yang bertanggung jawab penuh terhadap semua resiko dan aktivitas perusahaan. Tidak ada pemisahan modal antara kekayaan pribadi dan kekayaan perusahaan. Contohnya yaitu usaha laundri, ampera, dan usaha perseorangan lainnya.
Di samping itu tidak diperlukan ijin untuk pendiriannya. Selama ini Pemerintah tidak menentukan suatu kategori khusus tentang bentuk usaha ini, jadi tidak ada pemisahan secara hukum antara perusahaan dengan kepentingan pribadi. Semua urusan perusahaan menjadi satu dengan urusan pribadi dari pemilik.
Perusahaan Perseorangan merupakan salah satu bentuk perusahaan yang banyak dipergunakan di Indonesia. Maju mundurnya perusahaan tergantung sepenuhnya kepada kemampuan si pemilik usaha.
Sebagai pemimpin perusahaannya sendiri harus sanggup mencurahkan segala pikiran dan tenaganya untuk perusahaan tersebut. Pimpinan perusahaan itu harus mempunyai pengetahuan dan keuletan serta harus arif dan bijaksana karna orang yang kurang cakap dan berhati lemah akan mudah menjerumuskan perusahaannya sendiri dalam suatu kerugian.
Dari uraian diatas kebaikan usaha ini adalah kemudahan dalam memulai usaha, adanya kebebasan, flexibilitas dan kerahasiaan lebih terjamin. Sedangkan keburukannya adalah sebagai berikut:
a. Tanggungjawab pemilik tidak terbatas b. Kelangsungan usaha kurang terjamin c. Sumber keuangan terbatas
d. Kesulitan dalam namagemen
Persekutuan Firma (FA)
Firma adalah sebuah bentuk persekutuan untuk menjalankan usaha antara dua orang atau lebih dengan memakai nama bersama, yang mana tanggung jawab masing-masing anggota firma tidak terbatas, dan laba yang diperoleh dari usaha tersebut akan dibagi bersama-sama.
Contohnya firma yufila yaitu usaha yang namanya di ambil dari gabungan nama masing-masing anggotanya.
Ketentuan-ketentuan tentang firma ini diatur dalam pasal 16 Kitab Undang-Undang hukum Dagang (Wetboek van koophandel) yang bunyinya:
Perseroan di bawah firma adalah suatu persekutuan untuk menjalankan perusahaan dibawah nama bersama.
Walaupun para anggota mempunyai kesatuan nama dalam menjalankan usahanya dan perusahaan mempunyai kekayaan sendiri yang terpisah dari kekayaan masing-masing anggota, namun pada umumnya firma bukanlah badan hukum, melaikan sebagai sebutan dari anggota dengan seluruh harta benda pribadinya bertanggung jawab atas semua utang perusahaan. Sedangkan badan hukum mempunyai pengertian bahwa tanggung jawab para anggota terhadap utang perusahaan itu hanya terbatas pada kekayaan dari badan hukum bersangkutan.
Dalam keanggotaan, setiap anggota berhak menjadi pemimpin. Anggota tidak diperbolehkan menerima orang lain menjadi anggota dalam firma apabila tidak memperoleh persetujuan dari anggota-anggota yang lain. Keanggotaannya tidak dapat dipindahkan kepada orang lain selama anggota tersebut masih hidup. Biasanya anggota dalam firma ini adalah orang-orang yang sudah saling mempercayai satu sama lain, dan nama firma dapat diambil dari nama salah satu atau beberapa anggota.
Kelebihan Firma:
Jumlah modal relatif lebih besar dibandingkan perseorangan
Kemampuan organisasi dan manajemen lebih besar
Lebih mudah memperoleh kredit Pendiriaannya relatif mudah Kekurangan Firma:
Tanggung jawab pemilik tidak terbatas Kelangsungan usaha relatif tidak menentu.
Persekutuan Komanditer (CV)
bertanggung jawab secara terbatas terhadap utang-utang perusahaan. Bagi anggota yang disebutkan belakangan (dinamakan komandit) hanya bertanggung jawab sebesar jumlah uang yang mereka masukan dalam CV itu.
Jelasnya, pasal 19 Kitab Undang-Undang hukum Dagang menyatakan bahwa CV adalah suatu bentuk perjanjian kerjasama untuk berusaha bersama antara orang-orang yang bersedia memimpin, mengatur, dan bertanggung jawab penuh dengan kekayaan pribadinya, dengan orang-orang yang memberikan pinjaman dan tidak bersedia memimpin perrusahaan serta bertanggung jawab terbatas pada kekayaan yang diikut sertakan dalam perusahaan tersebut.
Contohnya: CV. Karya Bersama, CV. Rion Putra Perkasa, CV. Family, CV. Bandung MuliaKonveksi, CV. Murni Motor.
a. Keanggotaan dalam CV
Dalam CV terdapat dua mavam anggota, yang juga disebut sekutu atau partner. Sekutu-sekutu Tersebut adalah:
Sekutu Pimpinan (General Partner)
Sekutu Terbatas (Limited Partner)
Temasuk sekutu terbatas adalah anggota yang bertanggung jawab terbatas terhadap utang perusahaan sebesar modal yang disetorkan, dan mereka tidak diperbolehkan aktif dalam perusahaan.
Kelebihan :
Modal yang terkumpul relatif besar
Relatif mudah memperoleh kredit
Kemampuan manajemen lebih besar
Pendiriannya relatif mudah Kekurangan:
Sebagian sekutu mempunyai tanggung jawab tidak terbatas
Kelangsungan hidup perusahaan relatif tidak menentu
Sulit untuk menarik kembali modalnya terutama bagi sekutu pimpinan.
1.3. Badan Usaha Berbentuk Badan Hukum Perseroan Terbatas (PT)
Saham yang dikeluarkan PT pada prinsipnya dapat digolongkan dalam dua jenis saham yaitu:
Saham biasa (common stock) Saham istimewa (preferred stock)
Perseroan adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh beberapa orang dan diawasi oleh dewan direktur. Setiap pemilik memiliki tanggung jawab yang terbatas atas harta perusahaan, juga merupakan badan hukum karena memiliki kekayaan sendiri yang terpisah dari kekayaan pribadi masing-masing pemegang saham.
PT didirikan dengan akte dibawah tangan dan didaftarkan serta disah kan oleh Direktorat Koprasi. PT mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : didirikan dengan akte notaries dan disahkan oleh Departemen Kehakiman, merupakan persekutuan modal, tidak langsung mengerjakan kepentingan anggota; anggotanya bersifat menunggu, maju mundurnya usaha tegantung pada kecakapan direksinya, hak suara dan rapat anggota seimbang dengan besar kecilnya saham yang dipegang oleh para anggota masing-masing, besar kecilnya keuntungan berdasarkan kepada jumlah saham yang dimiliki dan besarnya keuntungan yang diterima dibatasi dan pada umumnya acuh tak acuh terhadap kesejahteraan masyarakat.
Dalam perusahaan bentuk PT ini selain diperlukan akte notaries juga ada syarat financial dan yuridis . Dalam bentuk PT harus ada:
Komisaris Dewan Direktur
Jenis-jenis PT yang perlu diketahui adalah :
PT Tertutup PT Terbuka PT Perseorangan PT Kosong PT Asing PT Dometik
Contohnya: PT. Grundfos pompa, PT. Melia Nature, PT. Medco Energi, PT. Burner Batubara Indonesia, PT. Nusa Persada.
1. Prosedur Pendirian Pembuatan PT: Cek dan Pemesanan Nama Perusahaan
Persetujuan pemakaian nama Perseroan Terbatas Akta pendirian Perseroan Terbatas
Surat keterangan domisili perusahaan NPWP-Nomor pokok wajib pajak
Surat keterangan terdaftar sebagai wajib pajak
Pengesahan anggaran dasar PT oleh Menteri Hukum dan HAM RI SIUP-Surat izin usaha perdagangan
BNRI-Berita negara RI dan TBNRI-Tambahan Negara RI
2. Syarat-syarat Pendirian Pembuatan PT:
Nama Perusahaan (Anda siapkan 2 atau 3 nama perusahaan bila pilihan pertama ditolak Departemen Hukum dan Ham)
Bidang Usaha yang Digeluti
Nama-Nama Pemilik Modal (Minimal Dua Orang)
Klasifikasi Usaha: Kecil (Rp51 Juta – Rp500 Juta), Menengah (Rp501 Juta – Rp10 M), Besar (Di atas 10 M)
Persentase Kepemilikan Modal
Nama Direktur Utama/Direktur (Pimpinan Tertinggi Perusahaan) Copy KTP Pemilik Modal
Kartu Keluarga (bila Direktur Utama/Direktur adalah perempuan) NPWP Direktur Utama/Direktur
Foto Direktur/Direktur Utama ukuran 3×4 2 lembar (4×6 2 lembar untuk wilayah Bogor)
Surat Keterangan Domisili Usaha
Copy Bukti Surat Kepemilikan Tempat Usaha dan PBB atau Bukti Sewa-Menyewa Tempat Usaha
Nomor Telepon Perusahaan
3. Prosedur Pendirian Perseroan Terbatas
Bilamana seseorang akan mendirikan perseroan terbatas, maka para pendiri, yang biasanya terdiri dari 2 orang atau lebih, melakukan perbuatan hukum sebagai yang tersebut dibawah ini:
· Pertama, para pendiri datang di kantor notaris untuk diminta dibuatkan akta pendirian Perseroan Terbatas. Yang disebut akta pendirian itu termasuk di dalamnya anggaran dasar dari Perseroan Terbatas yang bersangkutan. Anggaran dasar ini sendiri dibuat oleh para pendiri, sebagai hasil musyawarah mereka. Kalau para pendiri merasa tidak sanggup untuk membuat anggaran dasar tersebut, maka hal itu dapat diserahkan pelaksanaannya kepada notaris yang bersangkutan
notaris yang dahulu. Tambahan akta notaris ini harus mnedapat pengesahan dari Departemen Kehakiman. Setelah itu ditetapkan surat keputusan terakhir dari Departemen Kehakiman tentang akta pendirian Perseroan Terbatas yang bersangkutan
Ketiga, para pendiri atau salah seorang atau kuasanya, membawa akta pendirian yang sudah mendapat pengesahan dari Departemen Kehakiman beserta surat keputusan pengesahan dari Departemen Kehakiman tersebut ke kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri yang mewilayahi domisili Perseroan Terbatas untuk didaftarkan. Panitera yang berwenang mengenai hal ini mengeluarkan surat pemberitahuan kepada notaris yang bersangkutan bahwa akta pendirian PT sudah didaftar pada buku register PT.
Keempat, para pendiri membawa akta pendirian PT beserta surat keputusan tentang pengesahan dari Departemen Kehakiman, serta pula surat dari Panitera Pengadilan negeri tentang telah didaftarnya akta pendirian PT tersebut ke kantor Percetakan Negara, yang menerbitkan Tambahan Berita Negara RI. Sesudah akta pendirian PT tersebut diumumkan dalam Tambahan Berita Negara RI,maka PT yang bersangkutan sudah sah menjadi badan hukum.
Kelebihan bentuk PT ini adalah :
Mudah untuk memindahkan hak milik perusahaan dengan menjual saham
Kekurangannya adalah :
Pendirian perusahaan relatif sulit Biaya pendirian perusahan relatif besar Relatif lama waktu pendiriannya
Rahasia perusahaan relatif kurang terjamin Koperasi
Adalah badan usaha yang beranggota orang-orang atau badan hukum koprasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.
Yayasan
Merupakan organisasi yang tidak mencari keuntungan tetapi untuk usaha yang bersifat sosial.
Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
Badan Usaha Milik Negara merupakan badan usaha yang dikenal public enterprise yang berisikan dua elemen esensial yakni unsur pemerintah (public) dan unsur bisnis (enterprise) artinya BUMN ini tidaklah murni pemerintah 100 persen dan tidak murni bisnis 100 persen.
Untuk lebih jelas mengenai klasifikasi dan ciri-ciri yang melekat pada masing-masing bentuk BUMN, dapat dilihat pada diagram berikut ini.
4. Perjan (IBW) Governmental Agency
a. Makna usaha, tujuan perusahaan.public service b. Status hukum: Bukan badan hukum
c. Hubungan organisatoris dengan pemerintah: sebagai bagian dari Departemen/Ditjen (tidak otonom)
d. Pemilikan/penguasaan pemerintah: sepenuhnya dan langsung seperti terhadap bagian Departemen/Ditjen/Dit
e. Pengurusan oleh pemerintah: pemimpin adalah kepala jawatan yang diangkat oleh pemerintah
f. Pengawasan oleh pemerintah: langsung dan secara hierarkis fungsional, pemeriksaan oleh akuntan Negara, neraca disahkan oleh menteri
g. Kekayaan/permodalan: dari pemerintah melalui Anggaran Belanja Tahunan
h. Status kepegawaian: pegawai negri
i. Ruang lingkup kegiatan usaha: pada umumnya public utility yang bersifat vital dan strategis
5. Perum (UU prp 1998) public Corporation
a. Makna usaha, tujuan perusahaan: public service dan profic seimbang/kondsional.
b. Status hukum: badan hukum berdasarkan UU 19 prp tahun 1998 dan PP/ pendirian
d. Pemilikan/penguasaan oleh pemerintahan: sepenuhnya dan tidak langsung yaitu mulai penanaman kekayaan Negara yang dipisah
e. Pengurusan oleh peerintah: pimpinan adalah suatu direksi yang diangkat oleh pemerintah
f. Pengawasan oleh pemerintah: melalui pejabat atau badan yang berfungsi sebagai komisaris. Pemeriksaan oleh akutan Negara, neraca disahkan menteri
g. Kekayaan/permodalan: dari kekayaan Negara yang dipisahkan dan merupakan modal dasar perum. Modal tidak terbagi dalam saham.
h. Status kepegawaian: pegawai perusahaan Negara berdasarkan UU tersendiri
i. Ruang lingkup kegiatan usaha: pada umumnya usaha-usaha penting berupa public utility/service
3. Persero (KUHD) Government/State Campany
a. Makna usaha, tujuan perusahaan: profit sebagai titik berat
b. Status hukum: badan hukum berdasarkan KUHD dan PP pendirian ( dengan akte notaris)
c. Hubungan organisasi dengan pemerintahan: berdiri sendiri sebagai kesatuan organisasi yang tercapai (otonom)
d. Pemilikan/penguasaan oleh pemerintah: dapat sepenuhnya atau sebagian yaitu melalui pihak saham secara keseluruhan atau sebagian
f. Pengawasan oleh pemerintahan: pelalui dewan komisaris yang diangkat oleh rapat umum pemegang saham
g. Kekayaan/permodalan: dari kekayaan Negara yang dipisahnya dan merupakan modal dasar persero, untuk keseluruhan atau sebagian modal perseroan terbagi dalam saham-saham
h. Status kepegawaian: pegawai perusahaan swasta biasa.
i. Ruang lingkup kegiatan usaha: seperti pada perusahaan swasta biasa
1.4. Bentuk-Bentuk Penggabungan Usaha
Dalam usaha meningkatkan aktivitas bisnisnya, perusahaan dapat membentuk kerjasama ataupun penggabungan usaha dengan perusahaan-perusahaan lainnya. Kerjasama atau penggabungan usaha tersebut dapat terlihat dari beberapa bentuk perusahaan berikut ini.
Joint Venture
Joint Venture merupakan bentuk kerjasama antara beberapa perusahaan (biasanya berasal dari beberapa Negara) yang memodali berdirinya suatu perusahaan baru di suatu Negara tertentu. Modal perusahaan joint venture ini berupa saham yang berasal dari beberapa perusahaan pendiri (bisa swasta maupun pemerintah). Perusahaan pendiri tetap eksis dan dapat terus melanjutkan kegiatan bisnisnya.
Trust
meleburkan diri (fusi). Hasil penggabungan ini merupakan perusahaan yang memiliki modal lebih besar.
Holding Company
Merupakan suatu bentuk perusahaan yang memiliki kemampuan financial/permodalan yang kuat sehingga dapat menggunakannya untuk membeli saham-saham perusahaan lainnya. Holding company ini akan menjadi salah satu pemilik dari perusahaan yang saham-sahamnya telah dibeli.
Sindikat
Sindikat merupakan kerjasama antara beberapa pihak atau orang untuk melaksanakan suatu proyek khusus dibawah suatu perjanjian tertentu. Apabila proyek khusus tersebut telah selesai dilaksanakan maka kerjasama atau sindikat ini pun dapat diakhiri.
Kartel
Kartel merupakan bentuk persekutuan antara beberapa perusahaan sejenis dibawah suatu perjanjian tertentu. Dalam hal ini masing-masing perusahaan yang menjadi anggota kartel tetap berdiri sendiri dalam menjalankan bisnisnya, mempunyai kedudukan yang sama dan setiap waktu bisa saja membatalkan perjanjian yang dimaksud. Menurut jenis perjanjiannya, terdapat beberapa bentuk kartel, yaitu:
o Kartel daerah
o Kartel produksi
o Kartel harga
o Kartel pembagian laba
Penutupan
Kesimpulan
Kepemilikan (Proprietorship) adalah tipe organisasi yang paling sederhana, dimana perusahaan dimiliki oleh perorangan yang beroperasi dengan namanya sendiri atau dibawah suatu merek dagang. Pemilik bertanggungjawab penuh, termasuk tanggungjawab yang tak terbatas. Bila perusahaan bangkrut, seluruh asset pemilik, baik milik perusahaan maupun milik pribadi bisa digunakan untuk membayar hutang. Hanya beberapa regulasi yang mengatur kepemilikan tunggal, dan pemilik bisa memilih waktu akhir tahun fiskal mereka sendiri untuk perusahaan. Jenis bisnis ini berada dibawah yurisdiksi teritorial atau propinsi. Nama yang dipilih oleh pemilik untuk menjalankan usahanya harus didaftarkan di teritori atau propinsi masing-masing. Bila pemilik (tunggal) menjalankan bisnis dengan namanya sendiri tanpa tambahan kata-kata lain, maka ia tidak perlu lagi untuk mendaftarkan nama perusahaannya.
berhalangan karena sakit. Liabilitas tak terbatas dari pemilik juga menjadi kerugian, terutama di pasar yang sedang berkembang, atau dalam situasi iklim bisnis yang tidak pasti.
Daftar Pustaka
http://agri25.blogspot.co.id/2013/07/bentuk-bentuk-kepemilikan-perusahaan.html