• Tidak ada hasil yang ditemukan

SISTEM INFORMASI PENENTUAN OBAT BERDASAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "SISTEM INFORMASI PENENTUAN OBAT BERDASAR"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

SISTEM INFORMASI PENENTUAN OBAT BERDASARKAN JENIS

PENYAKIT PADA PT. KIMIA FARMA (PERSERO)

Satria Irawan

1)

, Nining Ariati

2)

, Hastha Sunardi

3) 1), 2)

Program Studi Sistem Informasi Universitas Indo Global Mandiri 3)

Program Studi Sistem Komputer Universitas Indo Global Mandiri Jl. Jend. Sudirman No. 629 KM.4 Palembang Kode Pos 30129

Email : [email protected]), [email protected]), [email protected] )

ABSTRACT

The list of drugs is a collection of data organized so that it can be read easily in sequence, at PT. Kimia Farma drug applications still use a search list through drugs. See this author to create an app that can display a list of drugs. Applications created accessible list of applications can also search for drugs based on the type of disease in drug applications. To be able to make this application the author uses the P rototype method as a methodology of making and using UML in the development modeling, as well as using Visual Basic 6.0. Applications such as graphics, fireworks, Microsoft Visio 2010 for various diagrams, Community Edition diagrams for diagrams diagrams - UML diagrams, Sql server 2012 to create sql server database manual 2012. This application can be used for users as general users, and admin as a company that. With this application is expected to help users in finding drugs, and can find a drug based on the type of illness suffered through drug application PT. Kimia Farma (Persero), as well as help inform drug for company, for society.

Keywords :System, Information, Desktop Application, PT. Kimia Farma, UML.

1. Pendahuluan

Peningkatan aktivitas produktif masyarakat, perubahan kondisi lingkungan, dan pola hidup sehat yang tidak dijaga, semakin meningkat pula beberapa faktor yang dapat memicu dan mempengaruhi munculnya penyakit. Timbulnya penyakit tentu saja dapat menghambat manusia untuk terus beraktifitas. Masyarakat dapat mengatasi permasalahan akan suatu penyakit dengan mengonsumsi obat. Obat-obatan yang beredar bebas di masyarakat tentunya memudahkan masyarakat untuk memilih obat mana yang sesuai dikonsumsi dengan sakit yang di deritanya. Namun, pemahaman masyarakat tentang obat masih dirasakan kurang mengetahui, untuk itu diperlukan panduan bagi masyarakat dalam memilih obat sesuai dengan kebutuhan.

Salah satu solusi yang bisa diberikan dari permasalahan tersebut adalah dengan mensosialisasikan informasi obat menggunakan aplikasi pencarian obat berdasarkan jenis penyakit, Inovasi terhadap aplikasi obat ditujukan untuk memberi kemudahan kepada perusahaan dalam menemukan informasi mengenai obat yang di produksi oleh perusahaan PT. Kimia Farma (Persero). Perusahaan memerlukan aplikasi yang dapat mencari obat berdasarkan jenis penyakit untuk menunjukkan ketersediaan koleksi yang dimilikinya. Untuk itu, perusahaan memerlukan suatu daftar yang berisikan informasi dari koleksi yang dimilikinya. Aplikasi yang tersedia saat ini adalah berbentuk website, Tetapi masih mempunyai kekurangan dalam menginformasikan tentang jenis obatnya, masyarakat sulit untuk menggunakan aplikasi berbentuk website, dikarnakan masyarakat ingin mencari informasi yang

lebih mudah dalam pencarian obat berdasarkan jenis penyakit, Berdasarkan dengan permasalahan tersebut, diperlukan penyelesaian dengan membuat suatu aplikasi obat dengan pencarian berdasarkan jenis penyakit.

Berdasarkan keterbatasan penelitian sebelumnya, penulisan tertarik untuk membuat penelitian mengenai aplikasi obat yang menggunakan teknologi aplikasi dekstop. Aplikasi yang dibuat memberikan informasi obat dalam bentuk daftar, penulisan menggunakan metode pengembangan sistem prototype dalam pembuatan aplikasi ini. Metode prototype didefinisikan sebagai alat yang memberikan ide bagi pembuat maupun pemakai potensial tentang cara sistem berfungsi dalam bentuk lengkapnya, dan proses untuk menghasilkan sebuah prototype disebut prototyping. Metode ini cocok digunakan karena metode ini bisa mempunyai komunikasi antara pemakai dan pembuat sistem secara fleksibel. Jadi proses perancangan akan terlihat lebih mudah dan efisien.

Berdasarkan uraian diatas, maka dibuatlah suatu Sistem Informasi Penentuan Obat Berdasarkan Jenis Penyakit Pada PT. Kimia Farma (Persero) dengan tujuan :

Mempermudah pihak PT. Kimia Farma dalam penyajian informasi pencarian obat berdasarkan jenis penyakit dan mempermudah masyarakat mendapatkan informasi obat melalui aplikasi destop.

A. Landasan Teori a. Sistem

(2)

variabel yang saling terorgaisasi, saling berinteraksi, dan saling bergantung satu sama lain.[1]

b. Informasi

Menurut AlFatta ( 2007 : 3) Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendatang.[2] c. Sistem Informasi

Menurut Jogiyanto (2005: 18) Sistem informasi menurut Robert A. Leitch dan K. Roscoe Davis adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.[3]

d. Obat

Menurut (Anief, 1991) Obat adalah suatu bahan atau campuran bahan yang di maksudkan untukdi gunakan dalam menentukan diagnosis, mencegah, mengurangi, menghilangkan, menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit, luka atau kelainan badaniah atau rohaniah pada manusia atau hewan termasuk memperelok tubuh atau bagian tubuh manusia.[4]

e. Metode prototype :

Menurut Pressman (2012 : 50), dalam melakukan perancangan yang akan dikembangkan dapat menggunakan Metode Prototype.[5]

Berikut tahapan – tahapan dalam metode prototype :

1. Identifikasi Kebutuhan

Perancang bersama-sama mendefinisikan format seluruh perangkat lunak, mengidentifikasikan semua kebutuhan, dan garis besar sistem yang dibuat.

2. Membangun prototyping

Membangun prototyping dengan membuat perancangan sementara yang berfokus pada penyajian kepada pelanggan (misalnya dengan membuat input dan output).

3. Evaluasi prototyping

Evaluasi ini dilakukan oleh pelanggan apakah prototyping yang sudah dibangun sudah sesuai dengan keinginann pelanggan. Jika sudah sesuai maka langkah 4 akan diambil. Jika tidak prototyping direvisi dengan mengulang langkah 1, 2 , dan 3.

4. Mengkodekan sistem

Dalam tahap ini prototyping yang sudah di sepakati diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman yang sesuai.

5. Menguji sistem

Setelah sistem sudah menjadi suatu perangkat lunak yang siap pakai, harus dites dahulu sebelum digunakan. Pengujian ini dilakukan dengan White Box, Black Box, Basis Path, pengujian arsitektur dan lain-lain.

6. Evaluasi sistem

Pelanggan mengevaluasi apakah sistem yang sudah jadi sudah sesuai dengan yang diharapkan. Jika ya, langkah 7 dilakukan; jika tidak, ulangi langkah 4 dan 5.

7. Menggunakan sistem

Perangkat lunak yang telah diuji dan diterima pelanggan siap untuk digunakan.

B. Teori yang berhubungan khusus aplikasi

Teori yang berhubungan dengan bahasa pemograman secara langsung sangat penting diuraikan terlebih dahulu, untuk pemahaman teori bahasa pemograman Visual Basic 6.0 dan sql server 2012.

a. Bahasa Pemrograman Visual Basic 6.0

Microsoft Visual Basic merupakan bahasa pemrograman yang berbasis Ms-Windows, sebagai bahasa pemrograman yang mutakhir, Microsoft Visual Basic 6.0 didesain untuk memanfaatkan fasilitas yang tersedia dalam Ms-Windows. Microsoft Visual Basic 6.0 juga merupakan bahasa pemrograman Object Oriented Programming (OOP), yaitu pemrograman yang berorientai objek.

Visual Basic merupakan salah satu software untuk membuat program yang cukup sederhana tetapi banyak cakupan yang dapat dikerjakan, karena visual basic dapat mengakses banyak software seperti Excel, Access dan sebagainya. Visual Basic lebih sederhana dari pemrograman yang lain. Kesederhanaan visual basic terletak pada kemudahan membuat bahasa pemrograman dan bentuk tampilan yang dikehendaki. Visual Basic ini merupakan pengembangan bahasa baic yang diterapkan pada program yang berbasis windows.

Visual Basic 6.0 adalah salah satu development tools untuk membangun aplikasi dalam lingkungan windows. Dalam pengembangan aplikasi, visual basic menggunakan pendekatan visual untuk merancang user interface atau tampilan dalam bentuk form, sedangkan untuk kodingnya menggunakan bahasa basic yang cenderung mudah dipelajari. Visual basic telah menjadi tools yang terkenal bagi para pemula maupun developer.[6]

b. Sejarah Perkembangan Visual Basic 6.0

Perkembangan visual basic sangat pesat dikarenakan pemakaiannya yang mudah dan juga dikarenakan banyaknya fasilitas-fasilitas yang disediakan visual basic. Perkembangan yang pesat dapat dilihat dari sejarah perkembangan visual basic tersebut.

Berikut ini akan menjelaskan point-point penting sejarah perkembangan bahasa pemrograman visual basic, yaitu :

a. Visual Basic pertama kali dikeluarkan pada tahun1991 yaitu program visual basic untuk DOS dan unutk Windows.

(3)

c. Pada akhir tahun 1994 visual basic 4.0 dengan tambahan untuk mendukung aplikasi 32 bit. d. Pada akhir tahun 1998 visual basic 6.0 diliris. e. Pada tahun 2002, versi terbaru dari visual basic

diliris yaitu versi visual basic.Net.

f. Sql Server 2012

Microsoft SQL Server adalah sistem manajemen database relasional yang dikembangkan oleh Microsoft. Sebagai database, Microsoft SQL Server adalah produk software yang fungsi utamanya adalah untuk menyimpan dan mengambil data seperti yang diminta oleh aplikasi perangkat lunak lain, baik localhost atau pada komputer yang sama maupun melalui jaringan (pada komputer lain dalam jaringan, termasuk jarigan internet). Banyak edisi yang berbeda dari Microsoft SQL Server ditujukan untuk penggu yang berbeda dan untuk beban kerja yang berbeda pula (mulai dari aplikasi kecil yang menyimpan dan mengambil data di komputer yang sama ataupun untuk jutaan pengguna dan komputer yang mengakses data dalam jumlah besar dari Internet pada waktu yang sama).

Fitur baru SQL Server 2012 dan perangkat tambahan termasuk AlwaysOn SQL Contoh Cluster Server Failover dan Kelompok Ketersediaan yang menyediakan satu set pilihan untuk meningkatkan ketersediaan database, Contained Database yang menyederhanakan bergerak dari database antar instansi, baru dan dimodifikasi Views Manajemen Dinamis dan Fungsi , programabilitas perangkat tambahan termasuk fitur baru Spasial, penemuan Metadata, obyek urutan dan pernyataan throw, peningkatan kinerja seperti Indeks ColumnStore serta perbaikan operasi tingkat OnLine dan Partisi, peningkatan keamanan dan termasuk Provisioning Selama Pengaturan , baru perizinan, peran perbaikan manajemen dan tugas standar skema untuk kelompok.

Beberapa fitur dalam Microsoft SQL Server 2012 :

1. Columnstore Indexes, Ini fitur baru yang bagus dan yang benar-benar unik untuk SQL Server. Fitur ini dirancang untuk penggunaan dengan sistem permintaan pada pusat penyimpanan data.

2. Kinerja super cepat. Lebih efektif mengatur kinerja dalam lingkungan multi-tenancy seperti cloud computing.

3. BI semanctic model, fitur ini ada untuk menggantikan fitur Analysis Services Unified

Dimensional Model. Sistem ini

mengimplementasikan hybrid model yang memungkinkan satu data model akan mendukung semua proses BI di SQL Server.[7]

2. Prosedur Website yang Berjalan Saat Ini

Pada saat ini, jika masyarakat ingin mengetahui produk obat-obatan yang diproduksi oleh PT. Kimia Farma, langkah yang dilakukan adalah dengan cara

bertanya langsung dengan mendatangi apotik - apotik Kimia Farma yang terdekat atau datang ke Kantor Pusat atau Kantor Cabang PT. Kimia Farma yang ada di kota tempat tinggal masyarakat yang bersangkutan. Alternatif kedua adalah dengan cara memanfaatkan website PT. Kimia Farma (https://www.kimiafarma.co.id) dan menelusuri (browsing) atau mencari (searching) produk obat - obatan yang ingin diketahuinya.

Use Case Diagram Sistem Berjalan A. Sequence Diagram Website yang

Berjalan Saat Ini

Sequence diagram (diagram urutan) adalah suatu diagram UML yang memperlihatkan atau menampilkan interaksi - interaksi antar objek di dalam sistem yang disusun pada sebuah urutan atau rangkaian waktu. Interaksi antar objek tersebut termasuk pengguna, display, dan sebagainya berupa pesan / message. Sequence diagram sistem yang berjalan disajikan di bawah ini:

(4)

B. Perancangan Sistem

Setelah dilakukan analisis pada sistem yang berjalan dan ditemukanlah permasalahannya. Selanjutnya, dilakukan perancangan yang akan digunakan pada diibutuhkannya sistem informasi penentuan obat berdasarkan jenis penyakit ini nantinya. Pada perancangan sistem ini terdapat use case diagram, activity diagram, sequence diagram, class diagram dan rancangan antarmuka.

Use Case Diagram Sistem yang Diusulkan

Class Diagram Sistem yang Diusulkan C. Mengkodekan Sistem

Berdasarkan tahapan metode prototype, penulis melanjutkan tahapan yang berikutnya yaitu tahap mengkodekan sistem. Dalam pembuatan pengkodean sistem ini, penulis membuat dengan memakai berbagai macam tools yaitu :

a.

Visual Basic 6.0, sebagai aplikasi penulisan coding program.

b.

Sql server 2012, sebagai tempat database sistem yang akan dibuat.

D. Hasil Implementasi

Setelah selesai melakukan tahap pengkodean, penelti mulai memasuki tahap pembangunan yaitu kegiatan hasil implementasi. Implementasi merupakan tahap meletakkan aplikasi agar siap untuk dioperasikan. Pada tahap ini akan dijelaskan mengenai aplikasi yang dirancang dan bagaimana cara penggunaannya.

E. Lingkungan Implementasi

Perangkat pengembangan sangat menentukan kinerja dari sistem yang akan dibangun. Lingkungan implementasi ini terbagi atas tiga bagian yaitu perangkat keras, perangkat lunak dan pengguna. a. Perangkat Keras (Hardware)

Processor Processor Intel(R) Celeron (R) 1,6Ghz

RAM 2 GB

Monitor 14”

Harddisk 500 GB HDD b. Perangkat Lunak

Sistem Operasi Windows 10

Visual Basic 6.0

Sql Server 2012 c. Pengguna

Pengguna sistem ini adalah Masyarakat yang mempunyai komputer yang dapat menjalankan aplikasi destop.

F. Pembahasan Implementasi

Pembahasan implementasi merupakan hasil atau gambaran dari implementasi sistem informasi penentuan obat berdasarkan jenis penyakit Pada PT. Kimia Farma (Persero). Pembahasan ini merupakan tahap yang menjelaskan mengenai bagaimana cara kerja aplikasi ini. Sub bab ini akan membahas hasil dari running sistem. Peneliti melakukan eksekusi dengan menggunakan aplikasi destop. Aplikasi destop ini dapat berfungsi sebagai sebuah aplikasi destop yang dijalankan pada PC.

a. Rancangan Antarmuka Menu Utama

(5)

Pada rancangan menu utama di atas dapat dilihat daftar pilihan aktivitas yang disediakan dari menu ethical, generic, others, penyakit, dan exit. Ada beberapa aplikasi dari pihak PT. Kimia Farma (Persero) yang dapat digunakan untuk pengguna.

b. Rancangan Antarmuka Menu Ethical

Gambar Rancangan Antarmuka Menu Ethical Pengguna dapat mencari obat dan muncul keterangan detail produk yang ada dalam aplikasi. Pada layar aplikasi juga disediakan fasilitas untuk menambahkan data dengan menggunakan button Simpan, Update, Reset, Edit, dan Hapus data yang akan di proses oleh pengguna.

c. Rancangan Antarmuka Menu Generic

Gambar Rancangan Antarmuka Menu Generic

Pengguna dapat mencari obat dan muncul keterangan detail produk yang ada dalam aplikasi. Pada layar aplikasi juga disediakan fasilitas untuk menambahkan data dengan menggunakan button Simpan, Update, Reset, Edit, dan Hapus data yang akan di proses oleh pengguna.

d. Rancangan Antarmuka Others

Gambar Rancangan Antarmuka Menu Others Pengguna dapat mencari obat dan muncul keterangan detail produk yang ada dalam aplikasi. Pada layar aplikasi juga disediakan fasilitas untuk menambahkan data dengan menggunakan button Simpan, Update, Reset, Edit, dan Hapus data yang akan di proses oleh pengguna.

e. Rancangan Antarmuka Penyakit

Gambar Rancangan Antarmuka Penyakit Pengguna dapat mencari obat berdasarkan jenis penyakit yang diderita untuk melihat produk yang ada dalam aplikasi. Sehingga pengguna dapat menemukan obat dengan cepat.

3. Kesimpulan dan Saran A. Kesimpulan

(6)

Kimia Farma (Persero) Berbasis Aplikasi Destop, maka peneliti menarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Peneliti membangun aplikasi obat berbasis aplikasi destop.

2. Pengembangan aplikasi obat di buat berbasis aplikasi destop dengan melakukan pencarian obat berdasarkan penyakit.

3. Aplikasi Obat Pada PT. Kimia Farma (Persero) Palembang, mempermudah pengguna dalam mencari informasi obat berdasarkan jenis penyakit yang di derita.

4. Sistem yang dikembangkan dapat mempermudah pihak PT. Kimia Farma (Persero) dalam menyampaikan informasi obat melalui aplikasi destop.

B. saran

Berdasarkan uraian dan pembahasan pada bab-bab sebelumnya mengenai Aplikasi Obat Pada PT. Kimia Farma (Persero) Berbasis Aplikasi Destop, maka peneliti mencoba memberikan saran-saran sebagai berikut :

1. Diharapkan sistem yang sudah berjalan ini dapat di kembangkan sesuai dengan kebutuhan user di masa yang akan datang. 2. Untuk admin, diharapkan melakukan input data

informasi secara rutin sehingga pengguna mendapatkan informasi yang terbaru.

Daftar Pustaka

[1] Al Fatta, Hanif. 2007. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi. Yogyakarta : ANDI.

[2] Al Fatta, Hanif. 2007. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi. Yogyakarta : ANDI.

[3] Jogiyanto HM. 2005. Analisis dan Design Sistem Informasi Pendekatan Terstruktur dan Aplikasi Bisnis Edisi pertama Cetakan Ke 4. Andi. Yogyakarta, Indonesia.

[4] Anief, M. (1991). Apa yang Perlu Diketahui Tentang Obat. Yogyakarta: PenerbitGajah Mada University Press. Halaman 3.

[5] Roger, S. Pressman, Ph.D. , 2012, Rekayasa Perangkat Lunak (Pendekatan Praktisi) Edisi 7 : Buku 1 “, Yogyakarta: Andi

[6] Pengertian para ahli tentang sql server 2012http://49012039uzhe.blogspot.co.id/2012/10/ microsoft-sql-server-2012.html

[7] Pengertian visual basic 6.0 dan sejarah dari visual

basic 6.0

http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/12345 6789/45885/Chapter%20II.pdf;jsessionid=E93C4 29DA345D26176DFB204842051C5?sequence=4 [8] Febrian, Jack. 2007. Kamus Komputer dan Teknologi Informasi. Penerbit Informatika. Bandung.

[9] Sutabri, Tata. 2003. Analisa Sistem Informasi. Penerbit Andi. Yogyakarta, Indonesia.

[10] Witarto. 2004. “Memahami Sistem Informasi”. Bandung : Informatika.

[11] Anief, M. (1991). Apa yang Perlu Diketahui Tentang Obat. Yogyakarta: PenerbitGajah Mada University Press. Halaman 3.

[12] McLeod, Jr.,Raymond; Schell, George P. 2008. Sistem Informasi Management. Penerbit Salemba Empat, Jakarta

[13] Rosa A.S dan M.Shalahuddin, 2011:131), Rekasaya Perangkat Lunak

[14] Rosa A.S dan M.Shalahuddin , 2011:123), Rekasaya Perangkat Lunak

[15] Rosa A.S dan M. Shalahuddin (2013:165), Rekayasa perangkat lunak

[16] Rosa A.S dan M. Shalahuddin, 2011:131), Rekasaya Perangkat Lunak

[17]...http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/589/jbptuniko

mpp-gdl-robbymukhl-29401-9-unikom_r-i.pdf [18] Dokumen Kimia Farma, sejarah perusahaan visi

dan misi PT. Kimia Farma(Persero) Tbk. Plant Palembang

[19] https://www.kimiafarma.co.id

Gambar

Gambar Rancangan Antarmuka Menu Utama
Gambar Rancangan Antarmuka Menu Others Pengguna dapat mencari obat dan muncul

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan solusi diatas maka dibuatlah sebuah aplikasi Inventory Obat yang dapat digunakan untuk memantau persediaan obat dan tanggal expired obat pada BPS Farida

Bagaimana membuat sistem informasi pencarian obat berdasarkan penyakit dan riwayat penyakit pasien agar dapat membantu dokter dalam memilih dan menentukan obat yang

Dengan adanya Sistem Informasi Pengelolaan Data Obat yang dibuat diharapkan dapat mempermudah pencarian data obat sebelumnya karena penginputan data masuk dan data

Hal ini dapat menyukitkan petugas jika ingin melakukan pengecekan obat masuk dan keluar, maupun melihat stok obat secara realtime karena banyak nya jenis obat yang ada, Solusi

Untuk itu diharapkan teknologi sistem informasi yang akan digunakan dalam tanaman obat keluarga akan membantu mencari informasi dan menyelesaikan permasalahan tanaman obat

Untuk itu diharapkan teknologi sistem informasi yang akan digunakan dalam tanaman obat keluarga akan membantu mencari informasi dan menyelesaikan permasalahan tanaman obat

Penelitian ini mengembangkan aplikasi yang akan digunakan pada Sistem Informasi Persediaan Obat, dengan studi kasus Apotik Cahaya meliputi persediaan obat,

Salah satu perkembangan teknologi informasi yaitu adanya sistem informasi yang bisa memberikan solusi untuk proses pengolahan data penjualan.. RIZKI JAYA PRODUCTION merupakan perusahaan