• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGUKURAN KINERJA PERBANKAN SYARIAH DEN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGUKURAN KINERJA PERBANKAN SYARIAH DEN"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

15

Industri Perbankan merupakan sektor yang paling banyak diatur dan diawasi (

! - Ini tentu saja masuk akal karena dana$dana yang dihimpun dari

masyarakat yang dikembangkan melalui berbagai bentuk pembiayaan dan investasi harus dapat

dipertanggung jawabkan. Jika tidak, maka korbanya bukan hanya dana$dananya yang akan

menjadi hilang, melainkan juga bencana ekonomi akan menimpa dan menghancurkan

perekonomian Negara. Hal inilah yang membawa kita pada satu kenyataan akan petingnya

pengaturan dan pengawasan bagi lembaga keuangan syariah. Selain pengawasan dan regulasi

pada bank syariah kinerja dan eksistensinya perlu ditinjau baik dari segi keuangan, kegiatan

perbankan serta pembelajaran dan pertumbuhan.

Sistem perbankan memelihara dana masyarakat dan menyediakan sebagian besar dana

yang dibutuhkan perekonomian. Selain itu perbankan umum secara tidak langsung merupakan

alat bagi Bank Sentral dalam melaksanakan kebijakan moneter. Kemampuan sistem perbankan

melakukan tugas ini dengan efisiensi dan efektif sangat tergantung pada kenerja Perbankan

(2)

16

Kesehatan bank mencakup penilaian terhadap faktor$faktor permodalan ( ) ,

asset quality (kualitas asset), management (manajemen), earning (rentabilitas), liquidity

(likuiditas), dan sensitivity to market risk (sensivitas terhadap risiko pasar)/CAMELS.

CAMELS tak ubahnya sama dengan tolok ukur kinerja tradisional yang mendominasi

pengukuran rasio$rasio keuangan dengan informasi laporan keuangan khususnya laba sebagai

bahan pertimbangan untuk mengukur kinerja suatu organisasi.

Dari penilain di atas maka menjadi suatu perhatian khusus untuk membuat suatu

penilaian terhadap kenerja perbankan syariah dari kegiatan perbankan syariah yang memberikan

pengaruh yang positif terhadap kenerja perbankan penilaian ini bisa ditinjau oleh publik. Dari

kondisi tersebut di atas Perbankan Syariah perlu melakukan suatu terobosan baru dalam

meningkatkan kinerja dan eksistensi lembaga di tengah masyarakat, karena tanggung jawab yang

dipikul bukan hanya kepada pemilik dana dan regulator lembaga tetapi juga kepada Allah SWT.

Perbankan Syariah yang akuntabel dan transparan serta sikap profesional dalam pengelolaan

dana masyarakat.

Mulai banyaknya hadir lembaga perbankan syariah menimbulkan masalah terutama

terkait tata kelola dan kepercayaan masyarakat. Pengelolaan dana masyarakat belum dilakukan

secara optimal dan kurang professional. Sehingga kepercayaan masyarakat untuk

menginvestasikan dana$nya pada Perbankan Syariah menjadi rendah. Oleh karena itu perlu

metode pengukuran kinerja Perbankan Syariah, apakah sudah mengelola lembaganya secara

amanah dan professional berdasarkan syariat dan peraturan undang$undang yang telah

dikeluarkan pemeritah.

Masyarakat Indonesia terkenal sebagai masyarakat yang mayoritas beragama Islam,

namun dalam meoptimalkan lembaga keuangan syariah sebagai media transaksi dan investasi

saat ini belum begitu terwujud secara maksimal. Hal ini terkait dengan tata kelola, kepercayaan

masyarakat dan kinerja perbankan syariah yang tidak dapat terpantau secara objektif oleh

masyarakat umum.

Berdasarkan uraian diatas maka penelitian ini akan mengukur kinerja bank syariah

dalam mengelola dana masyarakat, dengan studi komparatif 4 ( empat) Bank Umum Syariah

yang dijadikan sampel penelitian ini. Sesuai dengan latar belakang di atas penelitian ini bertujuan

untuk : Mengetahui kenerja dalam pencapaian kinerja keuangan dengan

menggerakkan kinerja non keuangan (pelanggan ( ), internal bisnis (

), dan pembelajaran dan pertumbuhan ( ).

%$ &

Data penelitian ini dari data sekunder. Data sekunder diperoleh dengan hasil laporan

(3)

17

Stuktur Organisasi yang diterbitkan kepada masyarakat umum di media website dan juga

melakukan studi kepustakaan dengan mempelajari buku$buku, kajian ilmiah dan dokumen$

dokumen yang berhubungan dengan perbankan syariah dan, standarisasi operasional system

serta alat ukur kinerja perbankan syariah.

Teknik pengolahan dan analisis data secara umum menggunakan statistik deskriptif dan

table kontingensi yang ditampilkan dalam nilai presentase, angka, kolom, baris dan total.

Pengukuran kinerja dilakukan dengan menggunakan skala pengukuran yang disajikan dalam

bentuk table.

Kinerja Bank Syariah tersebut dilihat dengan Balanced Scorecard ada empat perspektif

yang digunakan, yaitu: keuangan, kegiatan perbankan serta/Perspektif bisnis internal,

pembelajaran dan pertumbuhan, Namun dalam penelitian ini hanya tiga perpsektif yang

digunakan, minus perspektif pelanggan. Ketiga perspektif ini di transformasikan pada lima

komponen yang menjadi variabel pengukuran kinerja Perbankan. Kelima komponen tersebut

adalah (1) Kinerja kepatuhan syariah, legalitas dan kelembagaan (2) kinerja manajemen (3)

kinerja keuangan (4) pelaksanaan prinsip syariah.

Keempat komponen diberikan bobot untuk menghasilkan penilaian yang lebih adil,

karena pembobotan atas masing$masing aspek menjadi penting sesuai dengan peran masing$

masing aspek terhadap kinerja empat BUS yang menjadi objek penelitian. Bobot tertinggi

sebesar 40% adalah pada aspek kinerja Manajemen karena aspek ini adalah unsur utama dari

penerapan tata kelola yang baik (good corporate governance) untuk meningkatkan kepercayaan

dari masyarakat yang berdampak pada peningkatan kegiatan perbankan.

Bobot 30% pada aspek penilaian Kinerja Kepatuhan Syariah, Legalitas dan

Kelembagaan. Aspek kinerja ini mempunyai peran utama dalam legitimasi lembaga keuangan

syariah.

Bobot 15% masing$masing diberikan pada aspek Layanan dan Pelaporan Keuangan,

Aspek Layanan merupakan kenerja optimal dalam memberikan layanan syariah pada nasabah,

sedangkan aspek laporan Keuangan dalam penilaian kenerja Balance Scorecard ini, bukan

menjadi proritas utama pengukuran kenerja Bank Syariah.

Tabel 1 Pembobotan Komponen Penilaian Kinerja Optimal

No Komponen Penilaian Bobot (%)

1 Kinerja Kepatuhan Syariah, Legalitas dan Kelembagaan 30%

2 Kinerja Keuangan 15%

3 Kinerja Manajemen 40%

4 Pelaksanaan Prinsip Syariah 15%

(4)

18

Total skor pengukuran diperoleh dari penjumlahan dari skor per indikator. Sedangkan

skor per indikator merupakan penjumlahan skor dari tiap detail indikator. Adapun skor perdetail

indikator dibuat dalam bentuk persentase dan dikalikan dengan bobot per indikator, yang

dirumuskan dengan persamaan sebagai berikut:

Rumus Skor perdetail indikator =

1 nilai x bobot x % detail indicator X bobot

total skor kinerja dengan nilai maksimal (10). Hal ini dapat dilihat dari tabel 2dan tabel 3 sebagai

berikut:

Tabel 2 Nilai rating dari setiap angka

Nilai minimal dan

Tabel 3 Predikat Nilai Komposit Komparasi Kinerja Prima Bank Umum Syariah.

Nilai Komposit Predikat Komposit

(5)

19

dan memulai kegiatan operasinya pada 27 Syawwal 1412 H atau 1 Mei 1992. Dengan dukungan

nyata dari eksponen Ikatan Cendekiawan Muslim se$Indonesia (ICMI) dan beberapa pengusaha

Muslim, pendirian Bank Muamalat juga menerima dukungan masyarakat, terbukti dari

komitmen pembelian saham Perseroan senilai Rp 84 miliar pada saat penandatanganan akta

pendirian Perseroan. Selanjutnya, pada acara silaturahmi peringatan pendirian tersebut di Istana

Bogor, diperoleh tambahan komitmen dari masyarakat Jawa Barat yang turut menanam modal

senilai Rp 106 miliar.

Tabel 4 Pengukuran Kinerja Bank Muamalat

No Komponen Penilaian Nilai

(%) Angka Huruf

1 Kinerja Kepatuhan Syariah, Legalitas dan

Kelembagaan 0.2520

Sumber : Bank Muamalat data diolah

( ! , &

Kehadiran BSM sejak tahun 1999, sebagai tindak lanjut dari keputusan Bank

Mandiri melakukan konsolidasi serta membentuk Tim Pengembangan Perbankan Syariah.

Pembentukan tim ini bertujuan untuk mengembangkan layanan perbankan syariah di kelompok

perusahaan Bank Mandiri, sebagai respon atas diberlakukannya UU No. 10 tahun 1998, yang

memberi peluang bank umum untuk melayani transaksi syariah +

-Tim Pengembangan Perbankan Syariah memandang bahwa pemberlakuan UU tersebut

merupakan momentum yang tepat untuk melakukan konversi PT Bank Susila Bakti dari bank

konvensional menjadi bank syariah. Oleh karenanya, Tim Pengembangan Perbankan Syariah

segera mempersiapkan sistem dan infrastrukturnya, sehingga kegiatan usaha BSB berubah dari

bank konvensional menjadi bank yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah dengan nama PT

Bank Syariah Mandiri sebagaimana tercantum dalam Akta Notaris: Sutjipto, SH, No. 23 tanggal

8 September 1999.

PT Bank Syariah Mandiri hadir, tampil dan tumbuh sebagai bank yang mampu

memadukan idealisme usaha dengan nilai$nilai rohani, yang melandasi kegiatan operasionalnya.

Harmoni antara idealisme usaha dan nilai$nilai rohani inilah yang menjadi salah satu keunggulan

Bank Syariah Mandiri dalam kiprahnya di perbankan Indonesia. BSM hadir untuk bersama

(6)

20

Hasil perhitungan kinerja Bank Syariah Mandiri dapat dilihat pada tabel di bawah ini

Tabel 5 Pengukuran Kinerja Bank Syariah Mandiri

No Komponen Penilaian Nilai

(%) Angka Huruf

1 Kinerja Kepatuhan Syariah, Legalitas dan

Kelembagaan 0.3000 10.0 AAA+

2 Kinerja Keuangan 0.1500 10.0 AAA+

3 Kinerja Manajemen 0.3760 9.4 AAA

4 Pelaksanaan Prinsip Syariah 0.1200 8.0 AA+

Overall 0.9460 9.5 AAA+

Sumber : Bank Syariah Mandiri, data diolah

( ! ,

Dengan berlandaskan pada Undang$undang No.10 Tahun 1998, pada tanggal tanggal

29 April 2000 didirikan Unit Usaha Syariah (UUS) BNI dengan 5 kantor cabang di Yogyakarta,

Malang, Pekalongan, Jepara dan Banjarmasin. Selanjutnya UUS BNI terus berkembang menjadi

28 Kantor Cabang dan 31 Kantor Cabang Pembantu.

Di dalam Corporate Plan UUS BNI tahun 2000 ditetapkan bahwa status UUS bersifat

temporer dan akan dilakukan spin off tahun 2009. Rencana tersebut terlaksana pada tanggal 19

Juni 2010 dengan beroperasinya BNI Syariah sebagai Bank Umum Syariah (BUS). Realisasi

waktu spin off bulan Juni 2010 tidak terlepas dari faktor eksternal berupa aspek regulasi yang

kondusif yaitu dengan diterbitkannya UU No.19 tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah

Negara (SBSN) dan UU No.21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Disamping itu,

komitmen Pemerintah terhadap pengembangan perbankan syariah semakin kuat dan kesadaran

terhadap keunggulan produk perbankan syariah juga semakin meningkat

Hasil perhitungan kinerja BNI Syariah dapat dilihat pada tabel di bawah ini

Tabel 6. Pengukuran Kinerja BNI Syariah

No Komponen Penilaian Nilai

(%) Angka Huruf

1 Kinerja Kepatuhan Syariah, Legalitas dan

Kelembagaan 0.2760 9.2 AAA

2 Kinerja Keuangan 0.1260 8.4 AA+

3 Kinerja Manajemen 0.2720 6.8 A+

4 Pelaksanaan Prinsip Syariah 0.0960 6.4 AAA

Overall 0.7700 7.7 AAA

(7)

21

( ! ,

PT. Bank BCA Syariah berdiri dan mulai melaksanakan kegiatan usaha dengan prinsip$

prinsip syariah setelah memperoleh izin operasi syariah dari Bank Indonesia berdasarkan

Keputusan Gubernur BI No. 12/13/KEP.GBI/DpG/2010 tanggal 2 Maret 2010 dan

kemudian resmi beroperasi sebagai bank syariah pada hari Senin tanggal 5 April 2010.

Kepemilikan saham PT Bank BCA Syariah adalah sebagai berikut : 1). PT Bank Central Asia

Tbk.: 296.299 lembar saham (99,9997%) , 2). PT BCA Finance : 1 lembar saham (0,0003%)

BCA Syariah mencanangkan untuk menjadi pelopor dalam industri perbankan syariah

Indonesia sebagai bank yang unggul di bidang penyelesaian pembayaran, penghimpun dana dan

pembiayaan bagi nasabah perseorangan, mikro, kecil dan menengah. Masyarakat yang

menginginkan produk dan jasa perbankan syariah yang berkualitas serta ditunjang oleh

kemudahan akses dan kecepatan transaksi merupakan target dari BCA Syariah.

Hasil perhitungan kinerja BCA Syariah dapat dilihat pada tabel di bawah ini

Tabel 6 Pengukuran Kinerja BCA Syariah

No Komponen Penilaian Nilai

(%) Angka Huruf

1 Kinerja Kepatuhan Syariah, Legalitas dan

Kelembagaan 0.2760 9.2 AAA

2 Kinerja Keuangan 0.114 7.6 AA$

3 Kinerja Manajemen 0.1920 4.8 BBB

4 Pelaksanaan Prinsip Syariah 0.0960 6.4 A

Overall 0.6780 6.8 A+

Sumber : BCA Syariah, data diolah

- . ( ) ) ! ,

Dari empat Bank Umum Syariah yang diteliti dapat dibuat analisis perbandingan

sebagaimana yang tercantum dalam tabel 7 Dari tabel ini terlihat dengan menggunakan metode

yang sama memperoleh nilai bahwa kinerja kepatuhan syariah, legalitas dan kelembagaan,

mempunyai nilai rata$rata Kinerja Prima 9.23, dengan predikat komposit Sangat Baik, sedangkan

untuk kinerja Manjemen dengang nilai rata$rata 6.1, Kinerja Keuangan dengan nilai rata$rata 8,8,

dan Kinerja Perspektif Layanan Perbankan dengang nilai rata$rata 8.1, tiga katagori kenerja ini

dengan predikat komposit Baik.

Tabel 7 Perbandingan BUS Menurut Masing$masing Kinerja

(8)

22

Sumber : Bank Muamalat, BSM, BNI, BCA Syariah, data diolah

Berdasarkan hasil penilaian kinerja keempat Bank Umum Syariah ini, maka sebagai

kesimpulan dapat dibuat peringkat seperti tertera pada tabel 8 Dari tabel ini dapat lihat bahwa

peringkat terbaik kinerja prima dapat dilihat dalam table.

Tabel 8 Peringkat Bank Umum Syariah Menurut Kinerja Prima

No Bank Umum

Syariah Nilai Total Peringkat Katagori

1 Bank Muamalat 0.6380 6.4 A Baik

Sumber : Bank Muamalat, BSM, BNI, BCA Syariah, data diolah

3$ &

Berdasarkan pengolahan data dan hasil analisis kinerja Bank Umum Syariah dengan

mengacu pada permasalahan dan tujuan penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa : Kinerja

Bank Syariah tersebut dilihat dengan Balanced Scorecard diperoleh penilaian kenerja dari hasil

penelitian mengenai nilai kinerja empat Bank Umum Syariah dengan menggunakan metode yang

sama, maka bisa ditarik kesimpulan dari masing$masing perspektif sebagai berikut:

1. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan, untuk Kinerja Kepatuhan syariah,legalitas dan

kelembagaan, masing$masing memiliki nilai Sangat Baik, Kenerja Manajemen memiliki Nilai

Baik.

2. Kenerja Penghimpunan Dan Penyaluran Dana Serta Pelayanan Jasa dalam Perspektif

Layanan Perbankan Pelaksanaan Prinsip Syariah, masing$masing bank memiliki nilai Baik.

3. Perspektif Keuangan pada laporan keuangan dan Kinerja legitimasi sosial, masing masing

memiliki nilai kenerja Baik.

4

Amin Riawan, A, Menata Perbankan Syariah di Indonesia, Jakarta: UIN Press, 2009

Badroen, Faisal. Suhendra, M. Arief Mufraeni, dan Ahmad D. Bashori. 2007. #

(9)

23

Bourne, Mike, Monica Franco and John Wilkes. 2003. Corporate Performance

Management. # % Vol 7 No. 3

Chapra M. Umer, Regulasi & Pengawasan Bank Syariah, Jakarta: Bumi Aksara, 2008.

$$$$$$$$$$$$, Corporate Governance, Jakarta: Bumi Aksara, 2008

Darmawi, Herman, Manajemen Perbankan, Jakarta: Bumi Aksara, 2011

Harahap, Sofyan Syafri. Kerangka Teori dan Tujuan Akuntansi Syariah, Jakarta: Pustaka

Quantum, 2008.

http://www.bcasyariah.co.id/

http://www.bni.co.id/Syariah/tabid/174/Default.aspx

http://www.muamalatbank.com/

http://www.syariahmandiri.co.id/

Joel G. Siegel, Kamus Istilah Akuntansi. Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 1994

Nasirwan (PnBS), Setiawan Budi Utomo ( PnB) Good Governance Bank Syariah, Jakarta:

(10)

Gambar

Tabel 1 Pembobotan Komponen Penilaian Kinerja Optimal
Tabel 3 Predikat Nilai Komposit Komparasi Kinerja Prima Bank Umum Syariah.
Tabel 4  Pengukuran Kinerja Bank Muamalat
Tabel 5  Pengukuran Kinerja Bank Syariah Mandiri
+3

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil analisis data dapat diperoleh bahwa kinerja keuangan antara perbankan syariah jika dibandingkan dengan perbankan konvensional dilihat dari Loan

Manfaat yang dapat diperoleh bagi beberapa pihak dari penelitian mengenai perbandingan kinerja keuangan perbankan syariah dengan perbankan konvensional

Manfaat yang diperoleh bagi beberapa pihak dari penelitian menegenai perbandingan kinerja keuangan perbankan konvensional dengan perbankan. syariah adalah sebagai

ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PERBANKAN

Bank syariah sebagai lembaga keuangan yang menawarkan produk dan layanan sesuai prinsip syariah harus memiliki misi untuk mengembangkan pengetahuan bagi para pegawainya begitu

Berdasarkan hasil analisis data dapat diperoleh bahwa kinerja keuangan antara perbankan syariah jika dibandingkan dengan perbankan konvensional dilihat dari Loan

Sesuai dengan tingkat pengungkapan kinerja sosial lima bank syariah yang telah diperoleh, maka penulis berasumsi bahwa tidak semua Bank Umum Syariah mengaplikasikan

Sedangkan penelitian ini menunjukkan bahwa pada saat ini Maybank Syariah Indonesia menjadi bank syariah yang memiliki kinerja terbaik, dengan begitu Perbankan Syariah di Indonesia sudah