• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peranan Beberapa Jenis dan Populasi Cacing Tanah sebagai Vektor Aspergillus niger ke Potongan Batang Kelapa Sawit

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Peranan Beberapa Jenis dan Populasi Cacing Tanah sebagai Vektor Aspergillus niger ke Potongan Batang Kelapa Sawit"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

Lampiran 1. Persentase Cacing yang Pindah

Lampiran 1.1 Jumlah Cacing yang Pindah

Perlakuan Ulangan Total Rataan

I II III IV

Keterangan : Angka yang diikuti huruf dan angka menunjukkan jenis dan jumlah cacing yang berpindah; e : endogeic; a : anecic.

Lampiran 1.2 Persentase Cacing yang Pindah (%)

Perlakuan Ulangan Total Rataan

I II III IV

Lampiran 1.3 Daftar Sidik Ragam Persentase Cacing yang Pindah

SK db JK KT Fhit F 5%

KK = Koefisien Keragaman tn = Tidak nyata

(2)

Lampiran 2. Populasi A. niger yang dipindahkan Cacing Tanah

Lampiran 2.1 Populasi A. niger Pada Kotoran Cacing Tanah yang Pindah (x 103 CFU/mL)

Perlakuan Ulangan Total Rataan

I II III IV Kotoran Cacing yang Pindah

SK db JK KT Fhit F 5%

KK = Koefisien Keragaman tn = Tidak nyata

(3)

Lampiran 2.3 Populasi Mikroba A. niger Pada Potongan Batang Kelapa Sawit yang diletakkan pada Compartment B (x 103 CFU/mL)

Perlakuan Ulangan Total Rataan

I II III IV Potongan Batang Kelapa Sawit yang diletakkan pada

Compartment B

KK = Koefisien Keragaman tn = Tidak nyata

(4)

Lampiran 3. Rasio C/N Potongan Batang Kelapa Sawit

Lampiran 3.1 Nilai C-organik Potongan Batang Kelapa Sawit yang diletakkan pada Compartment A (%)

Perlakuan diletakkan pada Compartment B (%)

(5)

Lampiran 3.3 Nilai N-total Potongan Batang Kelapa Sawit yang diletakkan

(6)

Lampiran 3.5 Penurunan Nilai C-organik Potongan Batang Kelapa Sawit yang diletakkan pada Compartment A (%)

Perlakuan Ulangan Total Rataan

I II III IV Potongan Batang Kelapa Sawit yang diletakkan pada

Compartment A

KK = Koefisien Keragaman tn = Tidak nyata

(7)

Lampiran 3.7 Penurunan Nilai C-organik Potongan Batang Kelapa Sawit yang diletakkan pada Compartment B (%)

Perlakuan Ulangan Total Rataan

I II III IV Potongan Batang Kelapa Sawit yang diletakkan pada

Compartment B

KK = Koefisien Keragaman tn = Tidak nyata

(8)

Lampiran 3.9 Penurunan Nilai N-total Potongan Batang Kelapa Sawit yang diletakkan pada Compartment A (%)

Perlakuan Ulangan Total Rataan

I II III IV

C0 0.10 -0.83 -0.55 0.37 -0.91 -0.23

CA1 0.53 0.11 0.53 0.55 1.72 0.43

CE1 0.06 0.75 -0.43 0.41 0.79 0.20

CK1 0.44 0.32 0.35 0.71 1.82 0.46

CA2 0.27 0.25 0.65 0.46 1.63 0.41

CE2 -0.40 0.27 -0.22 0.81 0.46 0.12

CK2 0.25 0.21 0.52 0.68 1.66 0.42

Total 1.25 1.08 0.85 3.99 7.17

Rataan 0.18 0.15 0.12 0.57 0.26

Lampiran 3.10 Daftar Sidik Ragam Nilai N-total Pada Potongan Batang Kelapa Sawit yang diletakkan pada Compartment A

SK db JK KT Fhit F 5%

Perlakuan 6.00 1.50 0.25 2.11tn 2.66

Ulangan 3.00 0.93 0.31 2.62tn 3.16

Galat 18.00 2.13 0.12

Total 27.00 4.57

KK = 31.19% Keterangan :

(9)

Lampiran 3.11 Penurunan Nilai N-total Potongan Batang Kelapa Sawit yang diletakkan pada Compartment B (%)

Perlakuan Ulangan Total Rataan

I II III IV

Lampiran 3.12 Daftar Sidik Ragam Penurunan Nilai N-total Pada Potongan Batang Kelapa Sawit yang diletakkan pada Compartment

B

(10)

Lampiran 3.13 Rasio C/N Potongan Batang Kelapa Sawit yang diletakkan

(11)

Lampiran 3.15 Penurunan Rasio C/N Potongan Batang Kelapa Sawit yang diletakkan pada Compartment A

Perlakuan Ulangan Total Rataan

I II III IV

Lampiran 3.16 Penurunan Daftar Sidik Ragam Rasio C/N Pada Potongan Batang Kelapa Sawit Compartment A

SK db JK KT Fhit F 5%

KK = Koefisien Keragaman tn = Tidak Nyata

(12)

Lampiran 3.17 Penurunan Rasio C/N Potongan Batang Kelapa Sawit yang diletakkan pada Compartment B

Perlakuan Ulangan Total Rataan

I II III IV

C0 -13.61 -4.42 1.85 15.35 -0.83 -0.21

CA1 -22.46 12.68 4.07 -0.67 -6.38 -1.59

CE1 14.85 29.74 16.64 6.48 67.71 16.93

CK1 7.05 17.21 -15.89 5.27 13.64 3.41

CA2 -7.94 4.70 -42.76 13.32 -32.69 -8.17

CE2 -4.47 18.03 6.60 -4.92 15.24 3.81

CK2 -15.50 7.99 8.31 7.50 8.29 2.07

Total -42.09 85.93 -21.18 42.33 64.99

Rataan -6.01 12.28 -3.03 6.05 2.32

Lampiran 3.18 Daftar Sidik Ragam Penurunan Rasio C/N Potongan Batang Kelapa Sawit yang diletakkan pada Compartment B

SK db JK KT Fhit F 5%

Perlakuan 6.00 1394.53 232.42 1.36tn 2.66

Ulangan 3.00 1477.25 492.42 2.87tn 3.16

Galat 18.00 3087.02 171.50

Total 27.00 5958.80

KK : 41,38% Keterangan :

(13)

Lampiran 4. Uji Korelasi Persentase Cacing yang Pindah dengan Populasi Sawit yang Diletakkan pada Compartment B dengan Rasio C/N Potongan Batang Kelapa Sawit yang diletakkan pada

Compartment B

Rasio C/N Potongan Batang

Kelapa Sawit di Compartment

(14)
(15)

Lampiran 7. Foto Kegiatan Penelitian

Persiapan Penelitian

Persiapan Tanah dan Pengambilan Cacing Tanah

Penyortiran Cacing Tanah

Pengisian Compartment A dengan Tanah dan Potongan Batang Kelapa Sawit yang diberi Jamur Aspergillus niger koleksi Laboratorium

(16)

Kotoran Cacing Tanah di Compartment A

Pengisian Compartment B dengan Tanah dan Potongan Batang Kelapa Sawit

Kotoran Cacing Tanah di kedua Compartment

(17)

Pengambilan kotoran cacing tanah yang pindah

Pengisolasian Jamur Aspergillus niger

Isolasi Jamur Aspergillus niger

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelepah dan daun kelapa sawit yang difermentasi dengan Aspergillus niger sebagai salah satu bahan pakan dalam konsentrat

Adanya korelasi antara kepadatan populasi cacing tanah dengan perbedaan strata umur tegakan kelapa sawit, tentunya berkaitan dengan kondisi abiotik tanah yang

Jamur merupakan mikroorganisme yang telah banyak digunakan untuk mempercepat laju dekomposisi bahan organik. Penelitian ini dilakukan di laboratorium biologi tanah

Penambahan berbagai sumber karbohidrat terlarut pada substrat pelepah sawit yang difermentasi menggunakan kapang Aspergillus niger dapat meningkatkan kandungan protein

YAHYA PARTOMUAN HARAHAP : Pelepah dan Daun Kelapa Sawit Terfermentasi oleh Aspergillus niger dalam konsentrat terhadap Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Pada Ransum Sapi

Pemberian konsentrat yang menggunakan pelepah daun kelapa sawit yang telah difermentasi dengan Aspergillus niger memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap konsumsi bahan

Adanya korelasi antara kepadatan populasi cacing tanah dengan perbedaan strata umur tegakan kelapa sawit, tentunya berkaitan dengan kondisi abiotik tanah yang

Produksi gula sederhana selama proses fermentasi TKKS oleh jamur Aspergillus niger pada berbagai ukuran partikel substrat menunjukkan hasil.. semakin halus (Gambar