• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH KEMAJUAN TEKNOLOGI TERHADAP MEN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGARUH KEMAJUAN TEKNOLOGI TERHADAP MEN"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH KEMAJUAN TEKNOLOGI TERHADAP

MENINGKATNYA BUDAYA INDIVIDUALISME DALAM

KEHIDUPAN MASYARAKAT PEDESAAN DI INDONESIA

Ditujukan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Pendidikan Sosial Budaya dengan Dosen M. Januar Ibnu Adham, S.Pd., M.Pd.

Disusun oleh

Sasqia Yandidwane (1510631050106)

Uce (1510631050122)

Kelas : 5D

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

(2)

PENGARUH KEMAJUAN TEKNOLOGI TERHADAP

MENINGKATNYA BUDAYA INDIVIDUALISME DALAM KEHIDUPAN

MASYARAKAT PEDESAAN DI INDONESIA

Sasqia Yandidwane¹, Uce¹, M. Januar Ibnu Adham² ¹Mahasiswa Prodi. Pendidikan Matematika FKIP, UNSIKA ²Staff Pengajar Prodi. Pendidikan Matematika FKIP, UNSIKA

Abstrak-Kemajuan teknologi merupakan salah satu dampak dari globalisasi. Tidak hanya hal positif yang terdapat pada kemajuan teknologi namun juga terdapat hal negatif didalamnya. Salah satunya ialah dengan tumbuhnya budaya individualisme pada lapisan masyarakat yang mengakibatkan terkikisnya karakteristik dari masyarakat itu sendiri. Pada masyarakat desa saat ini juga sudah mulai dijumpai budaya individualis. Artinya masyarakat desa saat ini sudah dipengaruhi oleh kemajuan teknologi dan mendapatkan dampaknya yaitu, budaya individualisme. Untuk mengatasinya masyarakat harus bijak dalam memanfaatkan kemajuan teknologi, memiliki kontrol sosial, dan menumbuhkan kembali budaya bergotong royong.

Kata Kunci : kemajuan teknologi, budaya individualism, masyarakat desa

Abstract-Technological advances are one of the impacts of globalization. Not only the positive things that exist in technological advancement but also there are negative things in it. One of them is the growth of individualism culture in the society layer which resulted in the erosion of the characteristics of the society itself. Now in the rural community also has begun to encounter an individualist culture. This means that the rural community is now influenced by technological progress and get the impact that is, the culture of individualism. To overcome this, people must be wise in utilizing technological progress, have social control, and re-grow the culture of mutual cooperation.

Keywords: technological advances, culture of individualism, rural community Pendahuluan

(3)

lapangan pekerjaan. Selain itu di kota juga memproduksi barag-barang elektronik yang dapat digunakan untuk membantu meringankan pekerjan di desa. Dengan itu masyarakat kota juga turut membantu perkembangan teknologi di desa menjadi lebih maju dan lebih baik lagi.

Masyarakat desa dikenal sebagai masyarakat yang memiliki gaya hidup yang sederhana, serta sikap gotong royong yang kuat namun saat ini persatuan di kalangan para penduduk desa semakin lama semakin lemah. Misalnya saat memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia dapat ditemukan penduduk desa yang tidak mengibarkan bendera merah putih di depan rumahnya, bahkan persentasenya tidak jauh berbeda dengan yang mengibarkan bendera di depan rumahnya. Berbeda dengan tahun-tahun sebeumnya, perlahan demi perlahan keacuhan tersebut mulai mengikis karakter dari struktur masyarakat desa yang mengakibatkan berubahnya sosiologi masyarakat desa. Perubahan sosilogi masyarakat desa tentu turut mengubah perilaku masyarakat desa. Pasti pernah kita jumpai masyarakat desa yang saling bersaing untuk menunjukkan bahwa dirinya itu keren karena telah mencontoh perilaku masyarakat kota dan mampu mengikuti trend masa kini. Ini juga akan mengikis karakter dari masyarakat desa yang notabennya sederhana. Hal ini memang sangat memperihatinkan, perlahan karakter masyarakat desa dapat berubah dan akan merubah jati diri masyarakat desa juga.

Kajian Teori

1. Teknologi

(4)

Teknologi Informasi menurut Richard Weiner dalam Websters New Word Dictinonary

and Communication yang dikutrip dalam lusie astir ( 2016) disebutkan bahwa

Teknologi Informasi adalah pemprosesan, pengolahan, dan penyebaran data oleh

kombinasi computer dan telekomunikasi” Sa’ud (2008).“Teknologi Informasi menurut Hamzah B. Uno dan Nina Lamatenggo (2011) adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data yang dimana pengolahan itu termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu”. (p. 13).

Menurut O’Connor dan Galpin dalam ( Kadir : 2003 ; 15 ) yang dikutip dalam Ririn Wiseliner (2013) mengemukakan beberapa alasan penggunaan teknologi, yaitu:

1. Secara signifikan meningkatkan pilihan-pilihan yang tersedia bagi perusahaan dan memegang peranan penting dalam implementasi yang efektif terhadap setiap elemen strategi pemasaran.

2. Mempengaruhi proses pengembangan strategi pemasaran karena teknologi informasi memberikan banyak informasi ke manejer melalui pemakaian sistem pengambil keputusan.

3. Teknologi informasi memiliki kemampuan untuk mengintegrasikan berbagai bagian yang berbeda dalam organisasi dan menyediakan banyak informasi ke menejer. sebagai contoh, Sistem Informasi Eksekutif (EIS) mempengaruhi aliran informasi secara vertikal dalam perusahaan. Pihak manajemen atas memiliki

4. Akses informasi yang lebih besar dan mengurangi ketergantungan sumber informasi terhadap manajemen menengah. Jaringan telekomunikasi memungkinkan informasi mengalir dengan mudah di antara departemen dan divisi yang berbeda.

(5)

2. Budaya Individualisme

Maftuhin (2016) menjelaskan bahawa

Secara etimologis, istilah “kebudayaan” berasal dari kata Sansekerta Yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi yang berarti “budi” atau “akal”. Kebudayaan merupakan hasil cipta, rasa, dan karsa yang dianggap abik karena disertai oleh penyaringan akal pikiranmanusia, yaitu bisa bersifat abstrak/metafisik dan benda/material. Cipta adalah hasil pengolahan npikiran manusia yang terus berkembang menjadi suatu pola tertentu, atau bahkan menjadi keyakinan. Keyakinan inilah yang mengantarkan manusia kepada hakikat dari pikiran itu sendiri. Rasa adalah hasil perenungan yang mendalam tentang pikiran beserta realita atau keadaan yang sudah ataupun yang belum dialami. Rasa inilah akan menghasilakn suatu perbuatan dengan nilai baik atau buuruk.rasa sebetulnya bersifat objektif, namun keobjektifan itu akan hilang manakala ekseistensinya sebagai manusia terabaikan.Karsa merupakan hasil pemikiran ditambah dengan rasa dengan diwujudkan dalam suatu tindakan yang berpola. Dalam perkembangan dirinya sebagai manusia didunia, karsa inilah yang kemusdian menjadi tujuan utama, namun daklam perkembangan dirinya sebagai insan tuhan, maka cipta dan rasa inilah yang mejadi tujuan akhir. Ini berarti cipta, rasa, dan karsa merupakan suatu kesatuan utuh yang tidak bisa dipisahkan. Dan sebagai manusia, tuhan telah memberikan itu semua, tugas manusia untuk mengelolanya dengan baik. (p.71-71)

(6)

diwariskan memiliki karakter yang tangguh dalam menjalankan kehidupan. (p. 65).

Individualisme merupakan suatu filsafat yang memiliki pandangan moral, politik atau

sosial yang imenekankan kemerdekaan manusia serta kepentingan bertanggung jawab dan kebebasan sendiri. Seorang individualis akan melanjutkan pencapaian dan kehendak pribadi. Mereka menentang intervensi dari masyarakat, negara, dan setiap badan atau kelompok atas pilihan pribadi mereka. Oleh karena itu, individualisme melawan segala pendapat yang menempatkan tujuan suatu kelompok sebagi lebih penting dari tujuan seseorang individu yang dengan sendiri adalah dasar kepada setipa badan masyarakat. (para 1)

Individualis tmerupakan salah satu hal yang menjadi gambaran umum dimana ada banyak sikap / prilaku masyarakat yang menggambarkan seperti :

 Kurangnya komunikasi antara satuorang dengan individu lainya yang ada disekitarnya, contohnya : tetangga dan lingkungan sekitar

 Kurangnya kepedulian terhadap kepentingan orang lain yang ada disekitarnya, contohnya : ketidak pedulian para kondisi penumpang wanita / orangtua yang seharrusnya mendapatkan fasilitas prioritas di kendaraan umum ( contoh : penumpang KRL)

 Minimnya nteraksi dengan orang lain, seperti rekan-rekan kerja dan tetangga sekitar rumah yang pada dasarnya adalah orang-orang yang paling sering bertemu dan negebertatapmuka. (para. 1)

Pegertian umum dari kata yang ditangkap dari kata individualisme adalah bahwa orang termasuk golongan ini mempunyai sifat yang egois, tidak suka saling menolong atau gotongroyong dan tidak bersifat kekeluargaan. Kata individualism ini seiring dengan pengertian umum tentang kapitalisme, dikatakan kapitalisme jika seseorang hanya mengutamakan keuntungan semata dalam hubungannya dengan mahluk sesame atau mahluk lain. Karena sifat yang selalu mencari untung ini, mereka cenderng menjadi oportunis dan melupakan sisi kemanusiaan. (para 1)

3. Masyarakat Pedesaan

(7)

ikatan perasaaan batin yang kuat sesama warga desa, yaitu perasaan setiap warga/anggota masyarakat yang sangat kuat hakekatnya.

Menurut Eka Nursiyamsih (2015) menjelaskan bahwa

Masyarakat merupakan suatu sistem yang terdiri dari bagian-bagian yang saling membutuhkan dan didalam suatu system terdapat bagian-bagiannya pasti ada hambatan-hambatan atau ketidaksesuaian diantara bagiannya, sehingga dalam hal ini sistem harus dapat menanggulangi hambatan yang terjadi. Masyarakat yang merupakan sistem, jika salah satu bagian dari masyarakat tidak berfungsi sesuai dengan perannya, maka suatu sistem tidak dapat menyesuaikan diri di lingkungan dimana mereka bertempat tinggal. Jadi suatu sistem harus saling berfungsi sesuai dengan fungsinya masing-masing untuk dapat menyesuaikan diri untuk memenuhi kebutuhannya. (p. 25)

Secara formal UU Nomor 32 Tahun 2004 menyatakan bahwa “Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.”.

Menurut Ayu Purnami Wulandari (2014) menjelaskan bahwa ciri-ciri masyarakat pedesaan di Indonesia dapat disimpulkan sebagai berikut :

a. Homogenitas sosial

Bahwa masyarakat desa terdiri dari satu atau beberapa kekerabatan saja, sehingga pola hidup tingkah laku maupun kebudayaan sama atau homogen. Hubungan primer pada masyarakat desa hubungan kekeluargaan dilakukan secara musyawarah.

b. Kontrol sosial yang ketat

Setiap anggota masyarakat saling mengetahui masalah yang dihadapi anggota lain bahkan ikut menyelesaikannya.

c. Gotong royong

(8)

d. Ikatan sosial

Setiap anggota masyarakat pedesaan diikat dengan nilai-nilai adat dan kebudayaan secara ketat.

e. Magis religious

Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa bagi masyarakat desa sangat mendalam.

f. Pola kehidupan

Masyarakat desa bermata pencaharian di bidang agraris, baik pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan. (p. 23-24)

Karakteristik umum masyarakat desa : 1. Sederhana

Sebagian besar masyarakat desa hidup dalamkesederhanaan. Kesederhanaan ini terjadi karena dua hal :

a) Secara ekonomi memang tidak mampu.

b) Secara budaya memang tidak senang menyombongkan diri. 2. Mudah curiga

Secara umum masyarakat desa akan mudah curiga pada : a) Hal-hal baru diluar dirinya yang belum dipahaminya

b) Seseorang/sekelompok yang bagi komunitas mereka dianggap “asing” 3. Menjunjung tinggi “unggah-nggah”

Sebagai “orang timur”, orang desa sangat menjunjung tinggi kesopanan atau “unggah-unggah” apabila :

a) Bertemu dengan tetangga b) Berhadapan dengan pejabat

c) Berhadapan dengan orang yang lebih yua/dituakan

d) Berhadapan dengan orang yang lebih mampu secara ekonomi e) Berhadapan dengan orang yang tinggi tingkat pendidikannya 4. Guyub, kekeluargaan

Sudah menjadi karakteristik yang khas bagi masyarakat desa bahwa suasana kekeluargaan dan persaudaraan telah “mendarah daging” dalam hati sanubari mereka.

5. Lugas

(9)

karena memang mereka tidak berencana untuk menyakiti orang lain. Kejujuran, itulah yang mereka miliki.

6. Tertutup dalam hal keuangan

Biasanya masyarakat desa akan menutup diri manakala ada orang yang bertanya tentang sisi kemampuan ekonomi keluarga. Apalagi jika orang tersebut belum begitu dikenalnya. Katakanlah mahasiswa yang sedang melaksanakan tugas penelitian survey pasti akan sulit mendapakan informasi tentang jumlah pendapatan danpengeluaran mereka.

7. Perasaan “minder” terhadap orang kota.

Satu fenomena yang ditampakan masyarakat desa, baik secara langsung ataupun tidak langsung ketika bertemu/bergaul denagn orang kota adalah perasaan mindernya yang cukup besar. Biasanya mereka cenderung untuk diam/tidak banyak omong.

8. Menghargai (“ngajeni”) orang lain

Masyarakat desa benar-benar memperhitungkan kebaikan orang lain yang pernah diterimanya sebagi “patokan” untuk membalas budi sebesar-besarnya. Balas budi ini tidak selalu dalam wujud material tetapi juga dalam bentuk penghargaan sosial atau dalam bahasa jawa biasa disebut “ngajeni”.

9. Jika diberi janji, akan selalu diingat.

Bagi masyarakat desa, janji yang pernah diucapkan seseorang/komunitas tertentu akan sangat diingat oleh mereka terlebih berkaitan dengan kebutuhan mereka. Hal ini didasari pengalaman/trauma yang selama ini sering mereka alami, khususnya terkait janji-janji terkait dengan program pembangunan di daerahnya. 10. Suka gotong royong

Salah satu ciri khas masyarakat desa yang dimiliki hampir seluruh kawasan di Indonesia adalah gotong royong

11. Demokratis

Sejalan dengan adanya perubahan struktur organisasi yang ada di desa, pengambilan suatu keputusan terhadap suatu kegiatan pembangunan selalu dilakukan melalui mekanisme musyawarah untuk mufakat.

12. Religius

(10)

4. Sosiologi Pedesaan

Menurut Prof. Dr. Damsar dan Dr. Indrayani dalam buku Pengantar Sosiologi Pedesaan mengatakan bahwa sosiologi pedesaan cabang dari disiplin ilmu sosiologi yang mempelajari tentang kehidupan masyarakat pedesaan beserta segala hal yang terkait, termasuk struktur sosial, kondisi, proses dan sistem sosial.

Sedangkan menurut AR Desai dalam Wikipedia menjelaskan bahwa sosiologi pedesaan adalah ilmu mengenai masyarakat pedesaan. Dikemukakan pula bahwa sosiologi pedesaan merupakan ilmu tentang hukum perkembangan masyarakat pedesaan.

Ada pendapat yang selalu menekankan bahwa desa dianggap sebagai desa pertanian, padahal pada kenyataan ada juga desa yang nonpertanian. Definisi lain masih menggambarkan desa dengan ideal yang artinya desa secara eksplisit berbeda dengan kota. Dengan banyaknya faktor-faktor eksternal yang masuk dan mempengaruhi kehidupan desa maka dapat dikatakan bahwa komunitas desa mulai berkembang ke arah komunitas kota, di mana adat-istiadat, tradisi atau pola kebudayaan tradisional desa mengalami proses perubahan. Pengertian sosiologi pedesaan adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat sebagai keseluruhan yakni hubungan antara manusia dengan manusia, manusia dengan kelompok dan kelompok dengan masyarakat, baik formal maupun material, baik statis maupun dinamis. Pedesaan berasal dari suku kata desa yang berasal dari bahasa sansekerta yaitu desi yang berarti tempat tinggal pengertian desa disini adalah suatu kesatuan masyarakat dalam wilayah jelas baik menurut suasana yang formal maupun informal. dimana satuan terkecilnya terdiri dari keluarga yang mempunyai wilayah dan otonomi sendiri dalam penyelengaraan kehidupan dan keterikatan antara keluarga keluarga dalam kelompok masyarakat terjadi sebagai akibat adanya unsur penguat yang bersifat religius, tradisi dan adat istiadat.

(11)

Perubahan masyarakat pedesaan merupakan keadaan yang selalu berbeda dalam batas waktu tertentu. Perubahan menyangkut struktur, norma, dan berbagai aspek lain dalam masyarakatan. Perubahan ini biasanay menyangkut kebiasaan ekonomi,perubahan tatanan politik serta perubahan pada adat kebiasaan. Perubahan sosial sendiri akan melahirkan sebuah pembaharuan kepada berbagai kemampuan yang sebelumnya ada. Tentu saja perubahan ini di sebabkan oleh banyak faktor baik dari dalam maupun dari luar masyarakat. Semenjak ilmu pengetahuan dan teknologi pesat berkembangnya perubahan sosial juga berjalan sangat cepat mengiringinya. Demikian pulah masyarkat pedesaan tak luput dari imbas perubahan itu.

Proses sosial masyarakat desa adalah pola hubungan penduduk pedesaan dalam rangka melangsungkan kehidupannya. Proses sosial ini meliputi hubungan dalam kegiatan ekonomi, keagamaan, politik dan juga adat. Proses sosial masyarakat pedesaan sangatlah kompleks dan sangat melekat pada setiap anggota yang mana perubahan terjadi agak lambat. Lebih lambatnaya perkembangan proses sosial ini mengingat kecenderungan untuk tetap pada kondisi semula masyarakat pedesaan yang kuat.

(12)

begitu pentingnya mobilitas sosial dalam kehidupan bermasyarakat maka sosiologi pedesaan juga menjadiakn sebagai bahasan utama.

Mobilitas tenaga kerja masyarakat desa juga menjadi bahasan sosiologi pedesaan. Hal ini mengingat perkembangan ekonomi masyarakat pedesaan yang tertinggal dari perkotaan telah mendorong mobilitas tenaga kerja besar-besaran di pedesaan. Implikasi dari kegiatan ini juga menjadi bahasan karena adanaya mobilitas tenaga kerja antar sektor di pedesaan telah merubah demikian cepat berbagai aspek kehidupan masyarakat desa.

Sistem mata pencaharian masyarakat pedesaan tak lepas dari perkembagan kebudayaan masyarakatnaya. Pergeseran dari model pertanian subsitem ke pertanian moderen tentu berdampak pada sistem mata pencaharian masyarakat desa. Pergeseran dari pertanian ke sektor ke sektor jasa dan perdagangan merupakan fenomena yang tak terelakn dalam kehidupan desa. Demikian juaga sering kita jumpai mata pencaharian di desa semakin bervariasi sementara kultur dan tata niai serta daya dukung lahan cenderung tetap.

Budaya dan sistem religi masyarakat desa juga menarik untuk diulas sebagai pokok bahasan dalam sosiologi pedesaan. Keunikan pola hubungan antara petani dengan alam dan menifestasi ke-tuhanannya merupakan fenomena menarik dalam mengunggkapkan tata nilai dan pandangan hidup masyarakat pedesaan. Dengan derasnaya prestasi budaya dari luar dan perkembagan yang begitu pesat pada teknologi infomasi menyebabkan sistem religi dan perkembagannya menarik untuk di- kaji. Pandanagn mereka terhadap masa depan, terhadap kemajuan serata menifestasi ke-tuhanannya dengan berbagai perkembagan tentu sangat penting untuk di bahas.

(13)

Pembahasan

Saat ini, banyak ditemukan budaya individualisme dalam berbagai macam lapisan masyarakat di Indonesia. Salah satunya ialah pada masyarakat desa. Masyarakat desa yang dikenal sebagai masyarakat yang sederhana, saling bergotong royong, dan ramah kini telah tersentuh oleh globalisasi. Kenyataan dari globalisasi salah satunya ialah kemajuan teknologi namun sayangnya, kemajuan teknologi ini tidak diimbangi dengan Social Control. Social Control yang lemah atau bahkan jika sampai tidak ada Social Control maka akan mengakibatkan mudahnya budaya luar masuk begitu saja dan diadopsi oleh masyarakat Indonesia dan membentuk karakter masyarakat yang individualis. Terdapat kasus, pada saat memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ditemukan penduduk desa yang tidak mengibarkan bendera merah putih di depan rumahnya, bahkan persentasenya tidak jauh berbeda dengan yang mengibarkan bendera di depan rumahnya. Berbeda dengan tahun-tahun sebeumnya, perlahan demi perlahan keacuhan tersebut mulai mengikis karakter masyarakat pedesaan.

Hal yang menyebabkan hal demikian terjadi ialah pertama, karena adanya serangan dari kaum kapitalis dan liberal yang ingin memporak-porandakan kesatuan dan persatuan NKRI dengan maksud agar mereka bisa menguasai negeri ini, dengan cara-cara yang halus. Langkah-langkah mereka yang paling menonjol adalah dengan menguasai media-media massa, dan mengemas budaya-budaya yang notebene sangat jauh dari karakter bangsa ini dan itu semua dilesakkan kedalam rumah-rumah kita dengan penuh keterang-terangan, seperti televisi. Bila tidak jeli dalam memilih program acara maka kita akan terpengaruh dengan hal-hal yang tidak berbau keindonesiaan.

(14)

saat ini membuat kepentingan individu lebih tinggi dari kepentingan umum-nya. Dengan kata lain kemajuan teknologi membuat rasa sosial seseorang berkurang. Dan dampak dari kemajuan teknologi berpengaruh pada hubungan keluarga, sejawat serta lingkungan kehidupan keseharian yang mengakibatkan manusia secara individu terdorong untuk menutup diri dari lingkungan sekitar kehidupannya.

Dalam kemajuan teknologi rasa sosialisasi kita manusia semakin berkurang dan banyak menimbulkan rasa prasangka terhadap sesama, sehingga dalam pertumbuhan sosial manusia saat ini banyak terjadi perselisihan antara satu dengan yang lain-nya. Oleh karena itu pertumbuhan sosial sangat di pengaruhi oleh perkembangan teknologi yang menyebabkan adanya kemajuan dan kemunduran di dalamnya, sehingga mengarahkan pertumbuhan sosial pada saat ini untuk melakukan kehidupan secara individualistis dan lebih ke-efesiensi. Hal ini sangat jelas terasa dalam kehidupan pada saat ini, sehingga kemajuan teknologi memaksa terjadinya perubahan sosial dalam bidang pola hidup seseorang untuk menjadi seseorang yang kapitalisme dan menciptakan seseorang tumbuh dengan kepentingan pribadi lebih tinggi dari kepentingan umum.

Ada beberapa cara untuk mengatasi sikap individualisme agar tidak semakin tumbuh pesat pada tiap lapisan masyarakat di Indonesia, yaitu :

1. Masyarakat harus bisa memanfaatkan teknologi dengan bijak 2. Membuat prioritas berdasarkan moral

3. Menumbuhkan kembali semangat gotong royong, karena dengan cara gotong royong kegiatan yang dikerjakan lebih cepat selesai dan setiap individu dapat merasakan pentingnya gotong royong, selain itu dapat menumbuhkan tali persaudaraan atau silaturahmi masyarakat semakin erat

4. Meningkatkan rasa solidaritas atau kepedulian antar individu yang satu dengan yang lain

5. Menumbuhkan sifat rela berkorban

6. Bahwasanya manusia adalah makhluk sosial, jadi manusia tidak bisa hidup sendiri dan perlu bantuan orang lain

7. Menanamkan kesadaran dan motivasi pada individu sehingga individu akan berubah dengan kesadaran dirinya

8. Harus bisa mengedepankan kepentingan bersama dari pada kepentingan pribadi

(15)

Kemajuan teknologi memang sangat membantu kehidupan masyarakat. Namun nyatanya kemajuan teknologi melahirkan budaya individualisme yang salah satunya merupakan dampak dari globalisasi. Dengan tidak diimbanginya dengan Social Control maka globalisasi akan cepat mempengaruhi karakteristik lapisan masyarakat pedesaan dan akan mengakibatkan terkikisnya karakter asli masyarakat pedesaan di Indonesia. Dalam kemajuan teknologi rasa sosialisasi kita manusia semakin berkurang dan banyak menimbulkan rasa prasangka terhadap sesama, sehingga dalam pertumbuhan sosial manusia saat ini banyak terjadi perselisihan antara satu dengan yang lain-nya. Oleh karena itu pertumbuhan sosial sangat di pengaruhi oleh perkembangan teknologi yang menyebabkan adanya kemajuan dan kemunduran di dalamnya, sehingga mengarahkan pertumbuhan sosial pada saat ini untuk melakukan kehidupan secara individualistis dan lebih ke-efesiensi. Hal ini sangat jelas terasa dalam kehidupan pada saat ini, sehingga kemajuan teknologi memaksa terjadinya perubahan sosial dalam bidang pola hidup seseorang untuk menjadi seseorang yang kapitalisme dan menciptakan seseorang tumbuh dengan kepentingan pribadi lebih tinggi dari kepentingan umum.

Ada beberapa cara untuk mengatasi sikap individualisme agar tidak semakin tumbuh pesat pada tiap lapisan masyarakat di Indonesia, yaitu :

1. Masyarakat harus bisa memanfaatkan teknologi dengan bijak 2. Membuat prioritas berdasarkan moral

3. Menumbuhkan kembali semangat gotong royong, karena dengan cara gotong royong kegiatan yang dikerjakan lebih cepat selesai dan setiap individu dapat merasakan pentingnya gotong royong, selain itu dapat menumbuhkan tali persaudaraan atau silaturahmi masyarakat semakin erat

4. Meningkatkan rasa solidaritas atau kepedulian antar individu yang satu dengan yang lain

5. Menumbuhkan sifat rela berkorban

6. Bahwasanya manusia adalah makhluk sosial, jadi manusia tidak bisa hidup sendiri dan perlu bantuan orang lain

7. Menanamkan kesadaran dan motivasi pada individu sehingga individu akan berubah dengan kesadaran dirinya

8. Harus bisa mengedepankan kepentingan bersama dari pada kepentingan pribadi.

Ucapan Terima Kasih

(16)

Terima kasih juga kepada bapak M. Januar Ibnu Adham, S.Pd., M,Pd. yang telah memberikan tugas ini guna melatih kemampuan kami dalam menulis dan menganalisa suatu kehidupan sosial dalam masyarakat.

Darftar Pustaka

Admin. (2017). Pengertian Individualisme Menurut Para Ahli. Diperoleh dari

http://www.penegertianmenurutparaahli.net/pengertian-individualistik-dan-contohnya/ Diakses pada tanggal 3 Desember 2017 pukul 11.00 WIB

Admin. (2017). Pembahasan Individualisme. Diperoleh dari

http://www.scribd.com/mobile/doc94414644/Bab-2-Pembahasan-Individual-is-Me. Diakses pada tanggal 3 Desember 2017 pukul 11.00 WIB

Admin. (2017). Rural Community. Diperoleh dari

http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/JUR._PEND._GEOGRAFI/197210242001121-BAGJA_WALUYA/GEOGRAFI_DESAKOTA/Rural_Comunity.pdf. Diakses pada tanggal 3 Desember 2017 pukul 11.00 WIB

Aminullah, D (2016). Makalah Tentang Msyarakat Pedesaan dan Perkotaan. Diperoleh dari http://danutrimandana.blogspot.co.id/2016/03/makalah-tentang-masyarakat-pedesaan-dan.html. Diakses pada tanggal 20 November 2017 pukul 15.45 WIB

Astri, L. (2016). Pengaruh penggunaan produk teknologi informasi dan komunikasi terhadap sikap moral siswa kelas VIII di SMP Erlangga Kecamatan Kotaagung Timur

Kabupaten Tanggamus Tahun Pelajaran 2015/2016. Diperoleh dari http://digilib.unila.ac.id/24343/3/SKRIPSI%20TANPA%20BAB

%20PEMBAHASAN.pdf. Diakses pada tanggal 3 Desember 2017 pukul 11.00 WIB Azizah, A (2016). Gaya Hidup Individualisme di Masyarakat. Diperoleh dari

https://www.kompasiana.com/aningg/gaya-hidup-individualisme-di-masyarakat_5816d811bc9373b90a56fbea. Diakses pada tanggal 20 November 2017 pukul 16.01 WIB

Damsar, dkk. (2016). Pengantar Sosiologi Pedesaan. Jakarta: Kencana Prenada Media

Erine, L (2017). Perbedaan Pola Fikir Masyarakat Kota dan Desa. Diperoleh dari

(17)

Jumanti, M. (2014). Sosiologi Pedesaan. Diperoleh dari

https://mananjumati.wordpress.com/2014/09/13/sosiologi-pedesaan/. Diakses pada tanggal 5 Desember 2017 pukul 19.00 WIB

Maftuhin, dkk. (2016). Pendidikan Sosial Budaya.Bandung, Indonesia : CV. Maulana Media Grafika.

Nursiyamsih, E. (2015). Kehidupan sosial-ekonomi petani dalam sistem sewa adol oyodan pada masyarakat pedesaan (Kasus di Desa Penangkan Kecamatan Wonotunggal Kabupaten Batang) Diperoleh dari http://lib.unnes.ac.id/20781/1/3401411075-S.pdf. Diakses pada tanggal 3 Desember 2017 pukul 11.00 WIB

Saras, S (2014). Teknologi Mendorong Sikap Individualisme. Diperoleh dari http://dwisucisaraswaty.blogspot.co.id/2014/01/teknologi-mendorong-sifat-individualisme.html. Diakses pada tanggal 28 November 2017 pukul 13.00 WIB Wikipedia [2013]. Individualisme. Diperoleh dari

https://id.wikipedia.org/wiki/Individualisme. Diakses pada tanggal 20 November 2017 pukul 15.47 WIB

Wikipedia. Teknologi. Diperoleh dari https://id.m.wikipedia.org/wiki/teknologi. Diakses pada tanggal 3 Desember 2017 pukul 11.00 WIB

Wisenliner, R. (2013). Pengaruh Penerapan Teknologi Informasi terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Serasi Autoraya-Trac Astra Rent a Car Cabang Pekanbaru. Diperoleh dari http://repository.uin-suska.ac.id/1794/1/2013_2013213MEN.pdf. Diakses pada tanggal 3 Desember 2017 pukul 11.00 WIB

Wulandari, A.P. (2014). Pemberdayaan masyarakat desa dalam upaya peningkatan

kesejahteraan keluarga melalui pelatihan pembuatan sapu gelagah di Desa Kajongan Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga. Diperoleh dari

http://eprints.uny.ac.id/18907/1/ayu%20purnami%20wulandari_10102244022.pdf. Diakses pada tanggal 3 Desember 2017 pukul 11.00 WIB

Wulandari, N. (2014). Manajemen pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi di SD Muhammadiyah Wirobrajan 3 Yogyakarta. Diperoleh dari

http://eprints.uny.ac.id/14412/1/SKRIPSI.pdf. Diakses pada tanggal 3 Desember 2017 pukul 11.00 WIB

Referensi

Dokumen terkait

Analisis Regresi Berganda (Multiple Regression Analysis) merupakan ekstensi dari metode regresi dalam analisis bivariate yang digunakan untuk menguji pengaruh dua atau

salah satu upaya yang dilakukan dalam menghadapi persaingan adalah meliputi country of origin dengan menunjukan asal Negara pemilik perusahaan, akan membuat

proses belajar mengajar, yang meliputi cara memgelola kelas, membuka pelajaran, cara memberikan materi pelajaran, menutup pelajaran serta hal-hal lain yang dapat

There was no significant difference in serotonin level of rat brain tissue between treatment group given aerobic physical exercise three times a week and that given seven times a

Alat penguji kuat tekan genteng keramik berglazur merupakan salah satu instrument untuk memastikan kualitas produk sesuai semua persyaratan (standar). Alat penguji

Merupakan mahasiswa atau mahasiswi yang berasal dari etnis Tionghoa dan non-Tionghoa. Cara berkomunikasi yang masih dipengaruhi oleh etnis atau latar

Adapun permasalahan pada PT Asuransi Ramayana Cabang Palembang adalah pihak kantor menginginkan adanya media yang dapat mempermudah mereka dalam proses pengajuan

Berdasarkan uraian tersebut maka yang dimaksud dengan teori pembelajaran matematika dalam penelitian ini adalah pembelajaran yang membuat siswa untuk menemukan