EKONOMI ISLAM
DALANI SISTEM
EKONOMI
INDONESIA
(Studi tentang
Prinsip-prinsip Ekonomi
Islam dalam
KHES
dan Implementasinya terhadap Ekonomi Nasional)
IIIy
Yanti danRafidah-Abstrak:
Economic crisis u,hich l*tock over worldin
this time,is factor
from
mistake of itself human being, running economic system capitalist, this system only giving wide of opportunity tobig investors, whereas small investors
will
be pulled overDffir
the things of with economic system of Islam applying the infinite
system, justice,
prohibition
order obligation and lap payfor
religious obligatory Qakat. This matter make economic growthand growth of Islam goforward by significant. Therefore need the
existence of Islam economic principle implementation in national economic system. One of the way of by applying sharing holder
system (profit-sharing).
Kata
Kunci:
Tauhid,Adil,
Khes, Zakat, Riba, Bagi Hasil.PENDAHULUAN
Ekonomi Indonesia dalam
beberapa
tahun terakhir
masihterpuruk
dan
belum
menunjukkan
indikasi
perbaikan
secarakolektif
pada
semua aspekekonomi,
baik makro
mapun mikro.
Hal
ini
dapat
dilihat
dari masih tingginya
alokasi
danaApBN
untuk
melunasi utang luar negeri Indonesia yang mencapai ratusantriliun
rupiah. Dana sebanyakitu
semestinya dapat digunakan untuk pemberdayaan masyarakat,membuka
lapangankerja baru,
sertapeningkatan
mutu
kehidupan masyarakat, misalnya dalam bidangpendidikan,
kesehatan,maupun
bidang
keagamaan (Agustianto, 2009). Selainitu,
angka pengangguran dan kemiskinan di Indonesiajuga
terus meningkat.Inilah
agaknya yang perlukita
sadari bahwaselama
ini
Indonesia menerapkan
sistem ekonomi
yang
tidakrabbani,
berbasis
ribawi,
dan hanya
menguntungkan pemodal besar, dandi
sisilain
merugikan perekonomian masyarakat.Bank-* Dosen Fakultas Syariah IAIN Sulthan Thaha Saifuddin
K0NTIKSTUAIITA Vol.25 No. 1, Juli 200e
bank
ribawi
seperti
yang
disebutkan
sebelumnyamenjadi
salahsatu
pemicu
kemandeganekonomi nasional;
tidak
berimbangnyadana
yang
disuntikkan
pemerintah dengankinerja
bank
tersebut telah menyebabkan pemborosan anggaran negara yang Secara ideal dapat digunakanuntuk
kemashlahatan masyarakat. Selainitu,
kita
p.il.,.
*"tryadari
bahwa sistem kapitalis telahjauh
merambat dalam,t*kt.n
perekonomian nasional. Sistemkapitalis
sebagai yangkita
ketahui hanya memberikan kesempatan yang luas kepada pemodal besar, sementara pemodal
kecil
akan terpinggirkan. Cukup banyakcontoh
di
masyarakat yangmenunjukkan
hal
ini.
Salah satunya adalah begitu mudahnya pemerintah daerahmemberikanizin
usahakepada
konglomerat
untuk
membangunpusat
perbelanjaan yangjustru
merugikan pedagang-pedagangkecil
yang adadi
sekitarnya,misalnya penggusuran atau kehilangan omzet usaha'
Melihat
permasalahan tersebut, sudah saatnya semua kalangandi
negeri
ini,
khususnya pemerintahberalih
ke
sistem
ekonomisyariah,
jelas terlihat
di
matakita
betapa sistem ekonomi kapitaiishanyamengantar bangsa
ini
kejurang
kehancuran. Berbeda denganekonomi
syariah
yang
sangatmenekankan
aspekkeadilan
dankomitmen yang kuat
terhadap pengentasankemiskinan.
Sebagai umat Islam,kita
pun harus menyadari bahwa keterpurukan ekonomiyang
melanda bangsakita
saatini
disebabkan oleh jauhnya umatiarituntunan Ilahi.
Sangat tegas disebutkan dalamAiquran
bahwa ribaitu
diharamkan, akan tetapi kita tetap saja melaksanakanpraktik
riba.Kita
pun harus menyadari bahwa untuk mengaplikasikan sistemekonomi syariah
di
masyarakatbukanlah
hal
mudah, mengingatbangsa
Indonesia
adalah bangsa
yang
heterogen.Akan
tetapi,berawal
dari
suatuniat
untuk
menegakkan aturanilahi
dan untukmewujudkan
kemaslahatanumat, idealitas ekonomi
syariah akanmenjadi suatu realita'
Namun
untuk
mengatasi
persoalan-persoalandi
atas,
kita
memerlukan satu sistemekonomi yang
dapat bertahandi
tengah krisis yang menerpa perekonomian dunia. Untuk itu banyak lembaga keuangan syariah yang dibentuk untuk membantu pemerintah dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat, sehingga dapat menjaminlkonorni Islam dalam Sistem l.konomi...
Kompilasi
HukumEkonomi
Syariah(KHES)
yang disahkan dengan Peraturan MahkamahAgung Nomor
2
Tahun 2008. Dalam KHESterdapat
prinsip-prinsip ekonomi
syariah
yang
ternyataprinsip-prinsip
tersebut dapat dipertahankan sepanjang masa, dapat dipakaisebagai pedoman
dalam
sistem ekonomi nasional.Dalam
prinsip-prinsip
ekonomiIslam,
antaralain
diajarkan bahwa harta bukanlahsatu-satunya
tujuan
kehidupan
di
dunia,
namun
harta
hanyalahfasilitas
atau
saranauntuk
beribadah kepadaAllah.
Banyak
lagiprinsip
dasar dalam ekonomi Islam yang lain.RUMUSAN
MASALAH
Berdasarkan
uraian
yang
dikemukakan dalam latar
belakang masalah, makapenelitian tentang prinsip ekonomi Islam dalam sistemekonomi nasional dalam bentuk proposisi sebagai
berikut:
ekonomiIslam
merupakan sistem
yang
sangattepat
untuk
diterapkan
diIndonesia dalam mengangkat bangsa
ini
dari keterpurukan ekonomi. Berdasarkan proposisidi
atas, dirumuskan beberapa masalah yangsignifikan sebagai
berikut:
(1) Apa yang dimaksud dengan ekonomiIslam?
(2)
Bagaimanakonsep dan karakteristik ekonomi
Islam?(3) Bagaimana
prinsip-prinsip yang
terkandungdalam Kompilasi
Hukum Ekonomi Islam
dan bagaimana implementasinya terhadap sistem ekonomi nasional?TUJUAN DAN KEGTINAAN PENELITIAN
Penelitian
ini
bertujuanuntuk
mengetahui secara komprehensif pengertian ekonomiIslam
dengan pemahaman yang komprehensifmengenai
pengertian
ekonomi
Islam,
untuk
memahamikonsep
ekonomi Islam dan karakteristik ekonomi Islam
secara komprehensif dan transparan, dan untuk mengetahui prinsip-prinsipyang
terkandungdalam
Kompilasi
Hukum Ekonomi
Syariah dan implementasinya terhadap sistem ekonomi nasional. Hasil penelitianini
diharapkan dapatdijadikan
sebagai referensi dalam pembahasandan
dialektika ekonomi Islam yang dilakukan oleh
banyak pihak, baik akademisi maupun praktisi. Pembahasan dalam hasil penelitianini
dapat dijadikan sebagai salah satu pedoman dalam implementasiprinsip-prinsip ekonomi syariah
di
masyarakat dan meningkatkanK0NTIKSTUAUTA Vol.25 No' 1, Juli 200e
dan menyelenggarakan
penelitian,
baik
secarakuantitatif
maupunkualitatif.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif (eksploratif).
Penelitian
deskriptif
yang
digunakan
dimaksudkan
untukmemberikan deskripsi
yang
transparandan
akuntabel mengenaikondisi
perekonomian
Indonesia
dan
sistem ekonomi
syariah sebagai sistem ekonomi alternatifdi
Indonesia. Penelitiandeskriptif
mengungkap fenomena
dan realitas
di
masyarakatbahwa
sistemekonomikonvensional
(sistem kapitalis) yang selamaini
diterapkandi
Indonesia sangat merugikan
perekonomian
negara
hingga padatitik
yang
sangatkrusial.
Pendekatanyang
digunakan dalampenelitian
deskriptif
ini
adalah pendekatankualitatif.
PendekatanLualitatif lebih
memungkinkanuntuk
mengungkap data dan faktasebanyak mungkin sehingga masalah yang diangkat lebih transparan. Pendekatan
kualitatif
memungkinkan penulisuntuk
mengelaborasi data yang diperoleh secara komprehensif dan hasil deskripsi menjadilebih akuntabel.
Berdasarkan
topik
(masalah)yang
diangkat
sertajenis
datayang
diperoleh, dalam penelitian
ini
penulis
menerapkanteknik
dokumentasi
dan
literatur. Dokumentasi
yang
diambil
berasaldari
literatur-literatur yang
representatifdan
data-datadari
situs-situs
internet yang
mengaksentuasikan
pembahasannya padaranah ekonomi
Islam.
Dokumentasi
tersebut dimaksudkan untuk memperkuat argumen dan konsepyang
sebelumnyatelah
dibuat.Datayangdiperoleh,
baik data primer maupun data sekunder diolah dengan menggunakan pendekatandeskriptif
analitiskualitatif
yangbertujuan memberikan gambaran yang komprehensif dan transparan
mengenai
konsep ekonomi Islam, karakteristik,
prinsip-prinsipekonomi
Islam yang ditemui
dalam
Kompilasi Hukum
ekonomiSyariah dan implementasinya dalam ekonomi nasional'
TEMUAN DAN PEMBAHASAN
Nilai
Universal
Ekonomi Islam
Konsep ekonomi Islam didasarkan pada ajaran yang bersumber
Lkonomi Islam dalam Sistem l,konomi...
aspek
yang
terkait
denganekonomi Islam
tidak
dapat dilepaskandari
ketentuan-ketentuan dalam dua sumberitu.
Terdapat beberapanilai
universal dalam ekonomi
Islam
yang menjadi
pondasi bagipengembangan
ekonomi dan
sebagaititik
tolak bagi
kebijakan-kebijakan ekonomi
di
kalanganumat muslirn yang disarikan
daridan berdasar pada keduanya.
Nilai-nilai
universal dalam ekonomiIslam
itu
adalah: 7.al-tauhid
(keimanan),2.
al-'adl
(keadilan), 3.al-nubuwah
(kenabian),4. al-khilafah
(pemerintahan),dan
5.
al-ma'ad
(kembali/hasil).
Kelima
nilai
ini
menjadi
dasar
inspirasiuntuk
menyusun proposisi-proposisi danteori-teori
ekonomi Islam(A.Karim,
2003:I7).
Menurut KhurshidAhmad,nilai-nilai
universalekonomi
Islam dan
sekaligus sebagai
landasanfilosofis
untukpengernbangan
ekonomi Islam
adalah:(l)
al+auhid
(keesaan dan keagungan Tuhan), (2) al-rububiyah (pengaturan Tuhan akan sumber alam), (3) al-khilafaft (pemerintahan), dan(4)ult
azkiy ah(kebersihan,kesucian,
dan
pengembangan)(Ahmad,
1982:
221). Nilai-nilai
universal
di
atasselanjutnya
dapatdiklafikasikan
menjadi
enam macam,yaitu:
(I)
al-tauhid
(dalam arti al-uluhiyahdanrububiyah),
(2) al-'adl
(keadllan),(3)
al-nubuwwah (kenabian),(4) al-khilafah
(pemerintahan),(5) al-tazkiyah
(kebersihan atau kesucian), dan (6)al-ma'ad
(kembali, hasil,
hari
kemudian). Keenamnilai
universalini
yang mewarnai dan menjadi
titik
tolak
segalanorma,
aturan,kebijakan, dan
penyelesaian persoalanekonomi
Islam.
Di
antaranilai-nilai
universal dari ekonomi Islam adalah sebagai berikut:1.
Nilai
Tauhid(al-Uluhiyah
dan Rububiyah)Tauhid merupakan
inti
pokok
ajaranIslam yang
berupapengakuan
bahwa
tiada
tuhan
selainAllah,
satu-satunya zat yang berhak disembah. Tauhid terbagi dua macam,yaitu
tauhidal-uluhiy ah dan tauhid
al-rububiych.
Tauhid al-uluhiy ah berartimengesakan
Allah,
tidak
beranak dan tidakpula
diperanakkan,tak
punya sekutu atau
rekanan.Dalam
pandanganini,
Allah
adalah Tuhan yang
mutlak.
Dia
meliputi
dan mengatasi segala sesuatu.Dia
Tuhan dan selain-Nya harus menyembahkepada-Nya. Tauhid al-rububiyah
berkenaan denganAllah
sebagai Tuhan, pencipta, dan pengatur atram semesta. Keberadaan Tuhan dalam pengertianini
dapat diketahui terutamarnelalui
KONfiKSTUAilTA Vol.25 No. 1, Juli200e
Dalamlslam,prinsiputamadalamkehidupanumatmanusia
adalahAllah
SWT,
sebagaiZat
Yang
Maha Esa'
Sementaraitu,
manusia merupakan makhlukAllah
yang diciptakan dalambentuk yang paling
baik.
Sesuai dengan hakikat wujud manusia sebagaikhuff"n
dalam kehidupan dunia,yakni
melaksanakantugaskekhalifahandalamkerangkapengabdiankepadaSang
tvtatraPencipta. Manusia
juga
mempunyai kewajiban untuk
menciptakan suatu masyarakat yang berhubunganbaik
denganAllah
han membina kehidupan masyarakat yang harmonis sertamemeliharaagama,akal,danbudaya(Shihab,2000:166)'
2.
Prinsip Keadilan (a1-'Adl)Secara
garis
besar
keadilan
dapat
didefinisikan
sebagaisuatu
keadaan
ketika
terdapat
kesamaanperilaku
di
matahukum,
kesamaanhak
kornpensasi,hak hidup
secara layak'hak menikmati
pembangunan'dan
tidak
adanyapihak
yangdirugikan
serta
adanyakeseimbangan
dalam setiap
aspekkehidupan.Keadilandapatmenghasilkankeseimbangan
dalam
perekonomian dengan meniadakan kesenjangan antatapemilik
modal (orang kaya) dengan pihak yang membutuhkan' Walaupun tentuIslam tidak
menganjurkan kesamaan ekonomi dan mengakui adanya ketidaksamaan ekonomi antar orang perorang (Sudarsono
,2003:107).
Wujud
keadilan dalam ekonomiterkait dengan empat hal, yaitu keadilan tukar-menukar, keadilan
distributif,
keadilan sosial, dan keadilan hukum(Idri &
TTutik,
2008: 39).
Untuk itu
perlu
ditegakkanprinsip
keadilan dalamsetiap sendi kehidupan, khususnya bidang perekonomian'
3.
Pernerintahan(Khilafah)
Dalam Islam
pemerintah memainkan peran
yang
sangatpenting dalam ekonomi,
yaitu
memastikan bahwa
kegiatanItono*i
berjalan
secarabenar tanpa kezaliman.
Pemerintahmemilikihakikutcampurdalamkegiatanekonomiyang
dilakukan
individu-individu,
baik untuk mengawasi kegiatanini
maupunmengaturataumelaksanakanbeberapamacamkegiatan
ekonomi yang tidak mampu dilaksanakan oleh
individu-individu
(Assal
danAbdul
Karim,
1999: 101)'l,konomi Islam dalam Sistem Lkonomi...
akhlak.
Lingkup
ajaranlslam yang membimbing manusia dalammenjalankan
kehidupan,
termasukbidang
ekonorni
adatiga,
yaitu:
akidah,akhlak,
dan syariah.Faktor
akidah berpengaruh kuat padajiwa
seseorang dan pada sikap hidupnya, faktor moralmenj adikan seseorang mempunyai rasa kemanusiaan (humanis)
dan
bertanggungjawab
pada setiap
perilakunya,
danfaktor
syariah
berfungsi
sebagaisistem komando
seseorang dalam bersosialisasi dengan masyarakat luas (al-Nabahan,
2002: 2-3).Hubungan ekonomi Islam dengan akidah dan syariah Islam
itulah yang menyebabkan kegiatan ekonomi dalam Islam berbeda dengan kegiatan ekonomi menurut sistem-sistem hasil penemuan manusia, menyebabkaffrya
memiliki
sifat pengabdian dancita-cita yang luhur,
dan
menyebabkannyamemiliki
pengawasanatas pelaksanaan kegiatan
ini
dengan pengawasan sebenarnya.Prinsip-Prinsip Ekonomi Islam
Dalam
KHBS
Dengan
disahkannya Undang-UndangNomor
3
Tahun
2006tentang
Ekonomi
Syariah,peradilan
agama mempunyai hak untukmenangani kasus tersebut di pengadilan. Sebagai acuan dalam proses
beracara
di
badanperadilan
agam4 maka dibentuk
pula
sebuahKompilasi
Hukum Ekonomi
Syariah.
Dalam Kompilasi
Hukum Ekonomi Syariah ini terdapat empat buku ,yal<mBuku I Subjek Hukumdan Amwal, Buku
II
Akad, BukuIII
Zakat danHibah,
dan BukuIV
Akuntasi Syariah.
Dari
beberapa buku tersebut, penulis mengambilbeberapa
prinsip ekonomi yang
terdapat dalamI(ompilasi
HukumEkonomi
Syariah.1.
Prinsip AmanahDalam sistem ekonomi
Islam
salah satu prinsip
yangharus ditegakkan adalah
prinsip
amanah.
Amanah
berartimengembalikan hak apa saj a kepadapemiliknya, tidakmengambil
sesuatu
melebihi
haknya dantidak
mengurangi hak orang lain,baik berupa harga atau upah (Qardhawi ,
tt
I77).Allah
berfinnan:"Sesungguhnya
Allah
menyuruh lcamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya"(an-Nisa':
58).Bisnis dengan amanah dikenal dalam Islam seperti menjual
K0NIIKSTUMITA Vol.25 No. 1, Juli200e
melebihkannya.
Amanah
bertambah
penting saat
seseorangmembentuk serikat dagang (musyarakaft), melakukan bagi hasil
(mudharabah),
atau menitipkan
barang
untuk
menjalankanproyek yang telah disepakati bersama
(wadi'ah).Dalam
halini,
pihak yang
lain
percayadan memegangjanji
demi kemaslahatanbersama.
Jika
salah satu
pihak
menjalakannyahanya
demikemaslahatan
dirinya
sendiri, maka ia telah berkhianat. Prinsipini
dapatditemui
dalamKHES
BukuII
Akad(2008:15-160)'
2.
Prinsip Ikhtiyari/SukarelaPrinsip ini menekankan pada aspek kebebasan dalam berbuat, kebebasan dapat dikelompokkan menjadi dua,
yaitu
kebebasaneksistensial
dan
kebebasan
sosial.
Kebebasan
eksistensialberkenaan dengan kemampuan seseorang
untuk
menentukantindakan sendiri.
Kebebasanini
tidak
menekankan segi bebas dart apa tetapi bebas untuk apa. Kebebasan mendapat wujudnyayang
positif
dalam tindakan
yang
disengaja (Suseno, 1987:22-23). Kebebasan sosial adalah kebebasan yang diterirna dari orang
lain.
Kebebasan sosial menekankan segi bebasdari
apaatau siapa. Kebebasan mendapat wujudnya yang negatif karena seseorang disebut bebas apabila kemungkinan-kemungkinannya
untuk bertindak
tidak
dibatasi oleh orang lain.Kebebasan dalam ekonomi Islam dimaksud pada kebebasan
eksistensial,
yaitu
keleluasaan
dalam melakukan
aktivitasekonomi tanpa
ada paksaandari
orang yang
mengakibatkanaktivitas itu tidak sesuai dengan kehendak pelakunya. Kebebasan
dalam ekonomi
Islam
bersangkut
paut
dengan
kebebasanjasmani dan rohani. Seorang muslim dapat melakukan transaksi
ekonomi secara
fisik
dan sekaligus ia bebas menentukan sendiri apakah menyukai suatujenis
transaksi atautidak.
Dengan katalain,
kebebasan dalarnekonomi Islam
tenmrjud dalam bentukfisik
berupa kebebasanuntuk
rnengadakanaktivitas
ekonomidan kebebasan untuk menyukai atau menolak kegiatan ekonomi
tertentu.
Kebebasan sosialjuga terjadi
dalam ekonomi
Islam ketika seseorang dilarang memaksa orang lain untuk melakukanatau
meninggalkan
transaksi ekonomi tertentu.
Pemaksaanl.konomi Islam dalam Sistem lkonomi...
perampasan kebebasan secara sosial. Islam melarang perbuatan semacam
ini
kecualibagi
orang tertentu yang belum atautidak
cakap dalam melakukan transaksiekonomi
seperti anak kecil,orang gila,dan sebagainya.
Dalam ekonomi Islam,
kebebasan merupakanhal
esensialkarena sah-tidaknya suatu akad terletak pada kebebasan untuk
meneruskan
atau
tidak
aktivitas ekonomi
tersebut.
DalamAlquran,
kebebasanitu
disebut
denganridha, rela,
atau sukasama suka. Kereiaan
menjadi kunci pokok
kesahan sebuah transaksi dan ketidakrelaan yang digambarkan dengan kebatilandalam Alquran
juga
merupakan kunci pokok ketidaksahan suatutransaksi
ekonomi
(al-Nisa'
ayat 29). Dengan demikian, dapatdinyatakan
bahwa
esensi
kebebasantransaksi
bisnis
dalamIslam terkait dengan kerelaan untuk
memilih
(freedom of choise) antara melaksanakan transaksi atautidak
dengan pertirnbangan ada tidaknya unsur saling menguntungkan (mutualis mutandis)dan bukan
sebaliknya.
Kebebasanini
dapat
menghindarkanseseorang
dari
perbuatan
batil
dan
zalim
dalam
aktivitas ekonomi yang berujung pada kerugian sepihak atau kedua belahpihak. Karena itu, kebebasan dalam ekonomi Islam bersifat
tidak
terbatas karena dibatasi oleh kebebasan orang lain.
Kebebasan
dalam ekonomi
Islam
dapat
dikategorikan menjadi beberapa kategori, yaitu kebebasan dalam bertransaksi,kebebasan
dalam
berproduksi,
kebebasandalam
berbelanja,memiliki
dan
mengonsumsi, kebebasan
dalam
memilih
melanjutkan
atau
membatalkan transaksi,
dan
kebebasandalam
menentukan harga barang.Pertama,
kebebasan dalam bertransaksi, Islammemberikankebebasan kepada setiapindividu
ataukelompok
untuk
melakukan transaksiekonomi
(freedomof
transaction)
tanpa ada paksaandari
siap pun yang ditandaidengan
adanya kerelaankedua belah
pihak
yang
melakukanaktivitas-aktivitas ekonomi
itu.
Kebebasan dapatterjadi
pada penentuan barang yang akan ditransaksikan, penggunaan barang yang ditransaksikan termasuk penyalurannya, serta j angka rvaktutransaksi
dan
sebagainya.Di
sini
penting
ijab
qabul
antaraK0NTIKSTUALITA Vol. 25 No. 1, Juli 200e
bentuk akad ekonomi yang dilakukan.
Ini
terjadi
karena dalamkonsep
ekonomi Islam, hak
seseorangharus dihargai
sesuaidengan
hasil
usahanya dalam artianyang luas
(recognized asthe
rightful
owner of whatever is the resultof their labor in
the widest sense)(Thaliqani, tt:
210).Kedua, kebebasan dalam berproduksi. Berproduksi berarti menghasilkan
produk.
Produk sendiri merupakan elemen yang sangatpenting dari
suatu pemasaran. Suatukebijakan
harga,komunikasi, dan distribusi
tidak
terlepas bahkan harus sesuai dengankebijakan
mengenai
produk. Ada
beberapa defenisitentang
produk,
yang
dikemukakan
oleh
pakar
ekonomi' MenurutPhilip Kotleq
produk adalah setiap apa saja yang dapatditawarkan
di
pasar untuk mendapatkan perhatian pemakai ataukonsumen
yang
dapat memenuhi keinginan atau
kebutuhan.Ia
meliputi
benda
fisik, jasa
orang, tempat,
organisasi, dan gagasan(Kotler,
1995: 127)' Meskipun dalamfiqh
Islam jatang dijelaskan tentangproduksi
barang,tetapi
tentang bagaimana menjual dan membeli barang hasil produksi,tidakberarti
bahwaIslam tidak mengatur bidang
ini,
Islam memberikan keleluasaankepada
umatnya dalam
mengelola
dan
memproduksi
harta dengan dorongan yangkuat
agarmereka
dapathidup
mandiridan menghindari sikap meminta-minta.
Kebebasan dalam berproduksir
ini
di
dalam Islam diajarkan agarbarang yang diproduksi adalah barang halal, bukan haram.Barang
atauproduk
yang haram
adalah sesutauzat
(benda),I
Kebebasan dalarn berproduksi, yang juga merupakan kelebihan sistemekonorni kapitalis, dapat memberikan keuntungan dalam perekonomian sebagai berikut: (1) Dapat mendorong aktivitas ekonomi secara signifikan. Kebebasan berusaha bagi tiap individu akan mendorong kreativitas dan aktivitas ekonorni yang mengarah pada produktivitas masyarakat (2) Persaingan bebas akan mewujudkan
produksi dan harga produksi ke tingkat yang lebih wajar dan rasional. Persaingan
tebas antar pelaku ekonomi akan mendorong kegiatan produksi di tahap yang
rasional. Keuntungan dan tingkat harga akan tercapai dalam tingkat yang wajar
(3) Mendorong motivasi pelaku ekonomi untuk mencapai prestasi yang terbaik.
Do.ongu., moiirrasi untuk meraih keuntungan akan memacu semangat untuk
rnelakukan motivasi pada berbagai kegiatan ekonomi sehingga kegiatan ekonomi
akan semakin efisien. Lihat lmammudin Yuliadi, Ekonomi Islant(Yogyakarta"
l.konomi Islam dalam Sistem Lkonomi...
sebagaimana yang tersebut dalam
Alquran
yang dilarangAllah
untuk
memakannya,dan
barang siapayang
melanggar maka b erdo sa. S e dangkan b ar angatau produk yang halal adalah s esuatuzat (benda) yang tersebut dalamAlquranyang diperbolehkan oleh
Allah
dan halaluntuk
dimakan(al-Ghazali, 1995:31).
Dengandemikian,
manusiadiberi
kebebasanuntuk
memproduksi apasaja dengan syarat
produk
itu
tidak harambaik
dari segi zatnyamaupun karena
hal lain
seperti mengandung unsur merugikan orang lain dan sebagainya.Ketiga,
kebebasan
dalam
berbelanja,
memiliki,
danmengonsumsi.
Umat
muslim
diberi
kebebasan
untukmembelanjakan
harta
dan
mengonsumsi
apa
saja
yangdiirrginkan
selama
tidak
bertentangandengan
aturan-aturansyariat. Kebebasan
diberikan
dalam berbelanja apa pun selamabarang
yang
diperjualbelikan
dan
cara
memerolehnya tidak mengandungunsur
haram.
Kebebasan membelanjakan hartadalam
Islam
dibatasi
dengan aturan tentanghalal
dan haram.Jika barang
yang
ditransaksikanhalal
dan memerolehnyajuga
dengan
cara halal, umat Islam
bebas
mempergunakan dan mentransaksikannya. Sebaliknya, bila barang yang ditransaksikan haram dan m emero lehnya j u ga dengan car a y angharam, dilarangmempergunakan
dan
mentransaksikannya.
Setiap
individu
memiliki
kebebasandalam
mengembangkan hartanya dengan cara y angbaik, namun harus meninggaikan praktik perdaganganyang
diharamkan,baik
dengan carariba
maupun dengan caramenimbun dan yang sejenisnya.
Islam
juga
membatasi kebebasan dalam mengonsumsi dankepemilikan barang
di
samping dengan batasan-batasan hukum(law)
halal-haram,
juga
individu orang
lain
dan
kebijakanp emerintah. S elanj utnya kebebasan dalam mengonsumsi dibatasi agar tidak terjadi keborosan (al-tabzir) atau berlebih-lebihan (a/-israJ).
Dalam
surahal-Isra'
ayat 26-27,Allah
melarang orangyang berbuat
boros
dan merrganggapnya sebagai teman setanyang sangat ingkar kepada Tuhan.
Keempat,
kebebasan
dalam
memilih
melanjutkan
ataumembatalkan transaksi.
Dalam bidang
muamalah.
umatKONTIKSTUAIJTA Vol.25 No. 1, Juli 200e
atau
meninggalkan suatu
perbuatanmelebihi
dalam
bidangibadah.
Seorangmuslim
dewasaboleh
sajatidak
melakukantransaksi
ekonomi
tertentu berbeda dengan ibadah
tertentu, salatmisalnya,
yang harus dilaksanakan. Dasar hukum bidang muamalahjuga
mubah sebagaimana disebutkan dalam kaidahfiqh "asal
segala sesuatu adalah mubahhingga
terdapatdalil
yang mengharamkannya" Q'{ujaim,
tt:
97).Karena
itu,
kebebasan dalam bidang muamalahlebih
luasdaripada kebebasan
dalam bidang
ibadah.Dalam
pengertian,karena
bidang
muamalah
merupakanhal
mubah dan
bukankewaj iban, kebebasan
untuk
melakukan atau meninggalkannyamenjadi hak prerogatif
manusia berbeda dengan ibadah yangwajib
dilaksanakan dan menjadi hakprerogatif Tuhan, meskipunketika
memasuki
teknik
operasional keduanya
sama-samaharus
mengikuti
ketentuan tertentuyang diatur
dalam hukumIslam.
Kebebasanmemilih
dalam transaksi
ekonomi
terjadi padahak
untuk
meneruskan atau membatalkan akad aktivitasekonomi, yang dalam
istilah fiqh
disebut denganhak
khiyar.Menurut
Wahbah al-Ztshalh,khiyar
adalah suatukeadaanyang
menyebabkanpihak-pihak yang
berakadmemiliki hak
untukmemutuskan akadnya,
yakni
meneruskan atau membatalkannyajlka khiyar
tersebutberupa
khiyar
'aib, syarat,
atav ru'yah,atau
memilih di
antara dua barangjika
khiyar ta'yin (al-Zuhaih,
1989: 250).
Kelima,
kebebasandalam
menentukan harga dan barang. Harga dan barang merupakan dua faktor pokok dalam transaksiekonomi. Tiap
individu
mempunyaihak
dan kebebasan untuk menentukanbarang
dan
harga dalam transaksi
ekonominya.Dalam Islam
ditentukan bahwa
tiap
individu
berhak
untukmendapat perlakuan yang sama mendapatkan barang dan harga.
Distribusi
barang hendaknyatidak
terbatas pada kalangan ataukelompok tertentu.
Hal
tersebut berbeda dengan konsep ekonomi pada sistemkapitalis, yang mana modal memegang peranan strategis.
Pelaku-pelaku ekonomi
yang memiliki
modal
relatif
cukup
banyak, akan menikmati peluang usaha yang lebih besar dan memerolehlkonomi Islam dalam Sistem l,konomi...
tidak
memiliki
modal hanya menimbulkan kesenjangan sosial dan ketimpangan ekonomi(Hamilton,I99I:
19). Begitu pula konsepIslam memberikan kebebasan terhadap penentuan harga, dalam
Islam
ini
semuadiatur
dalam perundang-undangan dan hukum Islam. Flukum yang menyangkut muamalah adalah berdasarkan pengambilan berbagai maslahah. Karena syariat Islam bertujuanmenegakkan keadilan dan memerangi kezaliman.
Maka
segalasesuatu
yang
wajib
ikut
menjadi
wajib pula, dan
apayang
membantujalannya keadilan
merupakansunah
yang
lazim,
sedang melaksanakannya adalah
jalan
yang mesti ditempuh.3.
PrinsipTransparansiPrinsip kejujuran,
dasar setiap usahauntuk
menjadi orangkuat
secara
moral
adalah kejujuran.
Kejujuran
merupakankualitas
dasarkepribadian
moral.
Tanpakejujuran,
manusiatidak menjadi dirinya
sendiri.
Bersikapjujur
terhadap oranglain
memiliki
dua arti. Pertama, sikap terbuka dalam pengertianbahwa
kita
selalu
muncul
sebagaidiri
kata sendiri
dalam segalasikap
dan tindakan. Kedua,sikap wajar
ataufair
yaitu
memperlakukan orang menurut standar-standar yang diharapkan dan dipergunakan orang lain terhadap dirinya.
Kejujuran dalam ekonomi Islam terwujud
dalam berbagai aspek:a.
Kejujuran yang
terwujud
dalam
pemenuhan syarat-syaratperj anj ian dan kontrak;
b.
Kejujuran
yangterwujud
dalam penawaran barang dan jasadengan mutu yang baik;
c.
Kejujuran
menyangkut hubungan kerja.4.
Prinsip Menghindari RibaDalam
konsepIslam
di
tegaskan bahwa masalah ekonomidapat
dilakukan oleh
siapa saja dan kapan saja, namun harus sesuai dengantuntunan
ajaranAlquran
dan Sunnah. Salah satu konsepyang
ditanamkanAlquran
kepada manusia agar dalampraktik
pelaksanaan ekonomi menghindari riba.Secara
fiqh,
riba diartikan
sebagaisetiap
tambahan dariKONIIKSTUAUTA Vol. 25 No. 1, Juli 200e
ataupun hadiah. Namun pengertian riba menurut syariat adalah
pengambilan
tambahandari
harta
pokok
tanpa ada transaksibisnis
riil
baik
dalam utang-piutang maupunjual-beli
(al-Ayni, 1310 H: 436).Batil
dalam halini
adalah perbuatan ketidakadilanQatim) atau diam
menerima ketidakadilan.
Pengambilantambahan secara
batil
akan menimbulkan kezalimandi
antara para pelaku ekonomi.Dengan pengertian di atas, penghapusan riba dalam ekonomi
Islam dapat dimaknai secara sempit maupun secara luas. Secara
sempit, penghapusan riba berarti penghapusan riba yang terjadi
dalam utang piutang maupun
jual beli.
Jadi dalam konteksini
bunga yang merupakan riba dalam utang-piutang secara mutlak harus dihapuskan
dari
perekonomian.Demikian
pula berbagaibentuk
transaksijual-beli yang
menimbulkan
riba,
misalnyatransaksi-transaksi yang spekulatif, tanpa pengukuran (v aluation)
yang
jelas,
jugu
harusdilarang.
Secara luas penghapusan ribadapat
dimaknai
sebagai penghapusan segalabentuk
praktik
ekonomi yang
menimbulkan
kezaliman atau
ketidakadilan.Jika kezaliman harus
dihapus,
implikasinya
keadilan
harusditegakkan. Keduanya merupakan sebuah kausalitas yang tegas
dan jelas
(Anonim,
2008: 70-11). ZakatZakatmenurut etimologi berarti berkat, bersih, berkembang, dan
baik.
Dinamakan zakat karena dapat mengembangkan danmenjauhkan
harta
yang
telah diambil
zakatnya
dari
bahaya.Dalam istilah fiqh, zakat adatah sebutan atau nama bagi sejumlah harta tertentu yang diwajibkan
Allah
supaya diserahkan kepadaorang-orang
yang
berhak (mustahak)
(al-Jaziry,
1990:
590)'Kata
zakat banyak disebut dalamAlquran
dan pada umumnya dirangkaikan dengan kata salat dalam satu ayat. Ada26katazakat
yang
ielalu
dihubungkan dengan salat(al-Jaziry,1990:590)' Hal
ini
menunjukkan betapa pentingperan
zakat dalam kehidupanumat
Islam.
Zakat menuruttenninologi berarti
sejumlah hartatertentu
yang diwajibkan
oleh
Allah untuk
diberikan
kepada para mustahik yang disebutkan dalamAlquran. Atau
bisajuga
terarti
sejumlah tertentu dari harta tertentu yang diberikan untuk orang tertenfu.l,konomi Islam dalam Sistern lkonomi..,
Tujuan dari zakat itu sendiri adalah agarhartayang berkumpul
pada orang kaya
tidak
menumpuk,
tapi
dapat dikembangkansehingga
menjadi
lebih produktif bila
disalurkan.Di
sampingitu
pula
membantu orang-orangmiskin
sehingga mereka dapat merubah kehidupan dari penerimazakat, tetapi berubah menjadip embayar zakat. Dengan demiki an, term p emb er day aan menj adi
lebih bermakna (al-Jaziry, 1990: 590).
Implementasi
Prinsip Ekonomi Islam
terhadap
SistemEkonomi
Nasional
Sistem ekonomi
kapitalis dengan sistem
bunganya
didugasebagai penyebab
terjadinya
krisis.
Sistem ekonomi
Islam
mulaidilirik
sebagai suatu
pilihan
alternatif dan
diharapkan
mampumenjawab tantangan
dunia
di
masa
yang akan
datang.
Dalammelaksanakan
sistem ekonomi
Islam
diperlukan
prinsip-prinsipyang
sangat mendasar yang bersumberdari
ajaran wahyu,prinsip-prinsip itu
kemudiandi
kenal denganistilah prinsip
ekcnomi Islam. Salah satu upaya untuk melaksanakanprinsip
tersebut adalah upayaatau
kerja
pemerintah dalam menerapkanprinsip-prinsip
ekonomiIslam.
Tanpa keterlibatan pemerintahsulit
terlaksana. Pemerintahmemiliki
kedudukan
dan perananpenting
dalam ekonomi
Islam.Eksistensi peran
pemerintahdalam sistem ekonomi
Islam
bukan sematakarena
adanyakegagalan pasar
dan
ketidaksempurraanpasar. Pada dasarnya, peranan pemerintah merupakan derivasi dan konsep kekhalifahan dan konsekuensi adanya kewaj iban-kewaj iban
ko
lektif
untuk merealisasikan/a I ah(Anontm,
2 00 8 : 84- 8 5).Peran
pemerintah
sangat dibutuhkan
dalam
penerapanprinsip
ekonomi Islam,
karenapemerintah
yang
dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar bagi masyarakat, pemerintah mampumendistribusikan pendapatan dan kekayaan, men)rusun perencanaan pembanguna ekonomi dan mengambil berbagai kebijakan ekonomi
dan nonekonomi yang relevan
bagi
penvujudan
kesejahteraan masyarakat.Di
samping itu pula, peran masyarakat juga berkewajiban untukmerealisasikan
falah.
Pemerintahdan
masyarakat harus bergerakbersama
untuk
mencapai
kesejahteraanumat.
Untuk
penerapanKONIIKSTUALITA Vol.25 N0.1, Juli 200e
antara
lain
ketentuan pembayaranzakat
Kewajiban
menunaikan zakatakan menimbulkan efek domino dalam kehidupan masyarakat.B aik dari se gi produksi, yaitu zakat akan menimbulkan n ew d em ander
potensial
sehingga akan meningkatkan permintaan secara agregatyang pada akhirnya akan mendorong produsen untuk meningkatkan
produksi guna memenuhi permintaan yangada
(Edwin'
tt:
50)'Dari
aspek investasi, peningkatanproduksi
akan
mendorongperusahaan
untuk
meningkatkan investasi, dan membuka lapangankerja. zakatakan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, karena dana yang disalurkan akan berputar dan akan meningkatkan pertumbuhan
ekonomi.
zakatjuga
berperan dalam mendistribusikan pendapatankhususnya dalam mengurangi kesenjangan pendapatan yang pada
akhirnya akan mengurangi kesenjangan sosial.
Di
samping ketentuan zakatyang dapat diterapkan di Indonesia, ada hal yangjuga
sangat pentingyakni
penerapan sistem bagi hasil dan pelarangan riba. Petunjukini
sesuai dengan tujuan hukum Islam,yakni untuk
kemaslahatan masyarakat. Karenaitu
perlu
dipertegas tentang peiarangan riba,baik
melalui perintah agama mupun dalambentuk yang tegas, seperti pembuatan prda pelarangan
praktik
ribadan
menerapkansistem
bagi hasil dalam
sistem
perekonomiandi
Indonesia.
Dngan
melaksanakanprinsip-prinsip
ajarun Isiam, perekonomian akan mengalami kemajuan yanglebih baik.
Hal ini
iesuai
dengan kenyataanyang
adabahwa sistem ekonomi
Islamdapat mampu bertahan di tengah
krisis
ekonomi dunia'PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan
uraian
di
atas dapatdisimpulkan
bahwaprinsip-prinsip
ekonomi
Islam
adalahprinsip-prinsip yang
sesuai denganajaranlslam. Dlam
prinsip-prinsip
ini
diterapkan prinsip ketuhanan,keadilan, larangan
riba,
dan kewajiban
zakat.
Hal
inilah
yang membuat pertumbuhandan
perkembanganekonomi
Islam
maju.Karena
itu
perlu adanya implementasi prinsip ekonomi Islam dalamsistem perekonomian nasional. Salah satu cara adalah menerapkan
l,kononi Islam dalarn Sisten lkonomi...
DAFTAR PUSTAKA
Agustianto, Potensi Ekonomi Syariah Sangat Besar
(Online) http:ll
ekonomisyariah.neilindex.php.page: Akses I 5 Januari 2009Anonim, Kompilasi
Hukum Ekonomi Syariah, Jakarta: MahkamahAgung,2008.
Karim, Adiwarman,
Ekonomi
Islatn:
Suatu
Kajian
KontemporerJakarta: Gema Insani Press, 2003.
Ahmad, Khurshid
,
"Islam
and
the
Challenge
of
Econcmic Development", dalam John Danohue dan JohnL
. Esposito (ed.),Islam
in
Transition: Muslim
Perspectives,(New York: Oxford
University
Press, 1982).Al-Assal, Ahmad
Muhammad
dan Fathi Ahmad
Abdul
karim,Sistem,
Prinsip
dan
Tujuan EkonomiIslam,
(Bandung: PustakaSetia, 1999).
Al-Ayni,
Badranad-Din,
UmdatulQari
Syarah Shahih al-Bukhari, (Konstantinopel:Mathba'a al-Amira,
1310H).
Al-Ghazali, Imam
,Halal
Haram
dan Syubhat,(Solo:
CV
pustakaMantiq,
1995).Hamilton, Peter (ed), Talcott Parson dan Pemikirannya, (Yogyakarta: PT. Tiara Wacana, 1991).
Idri, &
Titik
Triwulan Tutlk, Prinsip-Prinsip Ekonomi Islam. (Jakarta:Lintas Pustaka, 2008).
Ibnu
Nujaim,
Al-Asybah wa an-Nazhair, .Al-Jaziry,Abd
al-Rahman,Kitab
al-Fiqh
'ala Mazahibal-Arba'ah,
JuzI, (Beirut:
Daral-Fikr,
I4Il
HlI9g0).
Kotler,
GharyAmstrong Philip,
Dasur-dasar Pemasaran, (Jakarta: Intermasa, 1995).Mahmasani, Subhi , The Philosophy Of Jurisprudence in Islarn
,terj.
Farhat J. Ziadeh (Leiden: E.I
Brill,
1961).Nasution, Mustafa
Edwin
et.
al.,
Pengenalan
Ekonomi
Islarn, (Jakarta: Kencana, 2001).Al-Nabahan,
ld.
Faruq,
SistemEkonomi
Islam: Pilihan
setelahKegagalan Sistem Ekona"mi
Kapilalis dan
Sosialis, (Yogyakarla:UiI
Press, 2002).KONTIKSTUAIITA Vol.25 No. 1, Juli 200e
Peraturan Mahkamah
Agung
Republik
IndonesiaNomor 2
tahun 2008.Rofiq,Ahm
ad,,Fiqh Kontel<stual dari Normatifke Pemaknaan Sosial, (Semarang: Pustaka Pelajar, 2004)-Shihab, M.Quraisy, Membumikan Alquran : Fungs i dan P eran wahyu
d a I am Keh i dup an M a sy ar akar, (B andung'. Mizan, 2 000)'
Waw as an
Alquran,
(Bandung : Mizan, 2000)'Sudarsono,
Heri,
Konsep Ekonomi
Islam:
Suatu
Pengantar, (Yogyakarta: Ekonisia, 2003).Suseno, FranzMagnis,
Etika
Dasar, (Jakarta: Kanisius, 1987)'Thaliqani, Mahmud,
"The
characteristic
of
Islamic
Economics", dalam John J. Donohue dan JohnL.
Esposito (ed),Islamic
inTransition, (New
York:
OxfordUniversity
Press, 1982)'Yuliadi,
Imammudin, Ekonomi
Islam,
(Yogyakarta:
LembagaPengkajian dan Pengamalan Islam (LPPD, 2001)'