MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT PADA PUSKESMAS BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DENGAN MENGGUNAKAN FRAMEWORK INFORMATION
TECHNOLOGY INSFRASTRUCTURE LIBRARY (ITIL VERSI 3)
Fitriadi
Jurusan Chief Information Officer Fakultas Teknik
Universitas Negeri Padang
ABSTRAKS
Salah satu yang mempengaruhi penyelenggaraan pelayanan publik pada organisasi baik pemerintah
maupun swasta adalah Teknologi Informasi. Dengan memanfaatkan Teknologi Informasi setiap proses
bisnis efisiensi dan efektifitas lebih dapat ditingkatkan. Kemudahan-kemudahan yang diberikan
dengan menggunakan Teknologi Informasi sudah menjadi hal yang sangat utama sekali untuk
diperhatikan dan dipertimbangan dalam mengatur dan mangelola Teknologi Informasi ini pada setiap
organisasi.
Tidak hanya pada organisasi swasta ataupun organisasi lainnya, pemanfaatan Teknologi Informasi ini
juga sangat berperan penting sekali pada instansi pemerintahan. Teknologi Informasi dapat membantu
dan meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan ke arah yang lebih baik. Pelayanan-pelayanan
publik seperti pelayanan kesehatan kepada masyarakat akan lebih bisa ditingkatkan dan menampah
efisiensi dari setiap proses pelayanan. Keputusan-keputusan pun akan lebih mudah diambil
berdasarkan informasi yang diproses dengan menggunakan Teknologi Informasi, sehingga pengaruh
yang ditimbulkan dengan ini semakin menambah kwalitas kerja dari pemerintahan itu sendiri.
Manajemen pelayanan kesehatan masyarakat perlu diatur dan dikelola sedemikian mungkin untuk
meningkatkan pelayanan kesehatan sehingga masyarakat bisa dilayani dengan baik. Kerangka kerja
ITIL Versi 3 bisa digunakan untuk menyusun langkah-langkah operasional sehingga pelayanan
kesehatan pada masyarakat bisa lebih di optimalkan.
1. Pendahuluan
Salah satu yang mempengaruhi penyelenggaraan pelayanan publik pada organisasi baik pemerintah maupun swasta adalah Teknologi Informasi. Dengan memanfaatkan Teknologi Informasi setiap proses bisnis efisiensi dan efektifitas lebih dapat ditingkatkan. Kemudahan-kemudahan yang diberikan dengan menggunakan Teknologi Informasi sudah menjadi hal yang sangat utama sekali untuk diperhatikan dan dipertimbangan dalam mengatur dan mangelola Teknologi Informasi ini pada setiap organisasi.
Tidak hanya pada organisasi swasta ataupun organisasi lainnya, pemanfaatan Teknologi Informasi ini juga sangat berperan penting sekali pada instansi pemerintahan. Teknologi Informasi dapat membantu dan meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan ke arah yang lebih baik. Pelayanan-pelayanan publik seperti pelayanan kesehatan kepada masyarakat akan lebih bisa ditingkatkan dan menampah efisiensi dari setiap proses pelayanan. Keputusan-keputusan pun akan lebih mudah diambil berdasarkan informasi yang diproses dengan menggunakan Teknologi Informasi, sehingga pengaruh yang ditimbulkan dengan ini semakin menambah kwalitas kerja dari pemerintahan itu sendiri.
Manajemen pelayanan kesehatan masyarakat perlu diatur dan dikelola sedemikian mungkin untuk meningkatkan pelayanan kesehatan sehingga masyarakat bisa dilayani dengan baik. Kerangka kerja ITIL Versi 3 bisa digunakan untuk menyusun langkah-langkah operasional sehingga pelayanan kesehatan pada masyarakat bisa lebih di optimalkan.
Penyelenggaraan pemerintahan dalam rangka pelayanan publik memerlukantata kelola yang baik (Permenkominfo, 2007). Dengan menerapkan tata kelola yang baik akan menjamin transparansi, efisiensi, dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan. Di sisi lain, penggunaan TIKoleh institusi pemerintahan sudah dilakukan sejak beberapa dekade lalu, dengan intensitas yang semakin meningkat. Dalam upaya memastikan penggunaan TIKtersebut benar-benar mendukung tujuan penyelenggaraan pemerintahan, dengan memperhatikan efisiensi penggunaan sumber daya dan pengelolaan risiko terkait dengannya,maka diperlukan tata kelola TI(Permenkominfo, 2007).
Untuk meningkatkan pelayanan tersebut, setiap pusat pelayanan kesehatan masyarakat yang ada di lingkungan pem erintah daerah diharapkan dapat menyusun langkah- langkah terpadu untuk mewujudkan masyarakat yang sehat madani dengan memanfaatkan teknologi informasi.
Information Technology Infrastructure Library (ITIL) sebagai suatu kerangka kerja manajemen layanan TI dapat digunakan sebagai panduan dalam menyusun langkah - langkah operasional tersebut. Dengan kerangka kerja ITIL diharapkan hal-hal yang menghambat dan kendala-kendala yang ada dalam proses penyelenggaraan pelayanan kesehatan ini bisa di minimalisir dan dioptimalkan dengan baik.
2. Manajemen Pelayanan Puskesmas
Pelayanan kesehatan merupakan suatu penyelenggaraan transaksi yang ada di puskesmas dimana masyarakat dilayani dengan sebaik-baiknya untuk mendapatkan bimbingan, arahan , informasi dan mengatasi masalah demi mencapai masyarakat yang sehat , mempunyai semangat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari yang berpengaruh terhadap kemajuan daerah dimana masyarakat itu berdomisili. Dari pelayanan ini didapatkanlah data dan informasi berdasarkan proses transaksi yang dilakukan dengan menggunakan teknologi informasi. Masyarakat dilayani pada setiap pusat kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit, kilnik maupun praktek-prakter dokter maupun bidan dan lainnya. Setiap sektor mempunyai data tersendiri dan laporan tersendiri dari setiap bagian pelayanan tersebut.
Sektor kesehatan merupakan bidang yang kaya informasi (information-intensive domain). Aplikasi maupun inovasi pengelolaan informasi untuk mewujudkan pelayanan, pendidikan dan penelitian kesehatan yang efektif, efisien dan bermutu tinggi. Dengan semakin ketatnya persaingan, pengelolaan informasi, pembelajaran, pengetahuan dan kewaskitaan (wisdom) merupakan kunci kelangsungan hidup organisasi kesehatan.
Beberapa organisasi kesehatan di Indonesia menghadapi beberapa masalah seperti lemahnya surveilans, kegagalan pengembangan SIK dan billing systems puskesmas di beberapa daerah menunjukkan betapa lemahnya pelayanan kesehatan yang ada pada puskesmas saat ini.
2.1 Pengembangan Manajemen Pelayanan Puskesmas berbasis IT
sistem informasi yang akurat dan handal dengan memanfaatkan Teknologi Informasi, serta cukup memadai untuk meningkatkan pelayanan puskesmas kepada para pengguna (pasien) dan lingkungan terkait. Dengan lingkup pelayanan yang begitu luas, tentunya banyak sekali permasalahan kompleks yang terjadi dalam proses pelayanan di puskesmas. Banyaknya variabel di puskemas turut menentukan kecepatan arus informasi yang dibutuhkan oleh pengguna dan lingkungan puskesmas.
Selama ini banyak puskesmas yang masih mengelola data-data kunjungan pasien, data-data arus obat, dan juga membuat pelaporan dengan menggunakan cara-cara yang manual. Selain membutuhkan waktu yang lama, keakuratan dari pengelolaan data juga kurang dapat diterima, karena kemungkinan kesalahan sangat besar. Beberapa puskesmas mungkin sudah memakai komputer sebagai alat bantu untuk pengelolaan data, hanya saja sampai sekarang belum banyak program komputer yang secara khusus didesain untuk manajemen data di puskesmas.
Pengembangan suatu pelayanan kesehatan erat kaitannya dengan Sistem Informasi Puskesmas (SIMPUS) dimana penterjemah dari setiap aspek pelayanan pada puskesmas ini terdapat pada SIMPUS. Pengembangan tidak dapat dilakukan dengan hanya membeli satu perangkat lunak kemudian dibagikan ke puskesmas yang ada, tetapi juga harus diikuti dengan berbagai langkah secara organisatoris maupun secara operasional. Langkah-langkah pengembangan dapat berupa program pra-implementasi dan program pasca-implementasi. Beberapa langkah yang harus dilakukan antara lain :
1. Pendataan awalberbagai masalah baik dari segi perangkat keras ataupun calon petugas data.
2. Pembentukan team informasi baik tingkat puskesmas atau tingkat dinas kesehatan. Team untuk tingkat puskesmas dapat terdiri dari seorang penanggung jawab program, disertai beberapa operator. Sedangkan untuk tingkat dinas kesehatan, mungkin diperlukan satu team khusus untuk mengorganisir alur data dan juga bertanggung jawab untuk manajemen data-data kesehatan. Apabila dimungkinkan dapat dibentuk satu sub dinas Informatika / Pengolahan Data Elektronik.
tempat pelayanan kesehatan, data obat-obat gudang farmasi, data diagnosis, dan beberapa data-data dasar lainnya. Data-data ini nantinya akan dikodekan karena SIMPUS akan banyak membutuhkan masukkan data berupa kode.
4. Sosialisasi data-data dasar. Hal ini perlu dilakukan ke semua staf medis dan petugas di puskesmas supaya lebih mengenal sedini mungkin sistem yang akan dipakai.
5. Pelatihan petugas SIMPUS. Dalam proses masukkan data, tentunya dibutuhkan petugas khusus yang benar-benar menguasai program SIMPUS. Untuk itu perlu minimal 2 orang dari tiap puskesmas yang harus di beri pelatihan untuk awal pelaksanaan implementasi SIMPUS. Setelah beberapa saat di implementasikan, maka diharapkan staf-staf puskesmas dapat belajar dari petugas yang sudah menguasai.
6. Ujicoba implementasi. Hal ini dibutuhkan untuk mencoba semua staf, dalam pengisian lembar registrasi pasien, juga untuk mengasah ketrampilan masukkan data dari petugas yang sudah dilatih.
7. Evaluasi, dilakukan untuk mencari masukkan dan juga memberi masukkan kepada semua pihak yang terkait dalam pengembangan SIMPUS.
2.2 Proses Managemen Pelayanan Kesehatan
Adapun proses pengembangan pelayanan kesehatan :
• perencanaan pengembagan pelayanan
• analisis permasalahan layanan
• perancangan layanan,
• penerapan,
• evaluasi,
2.3 Information Technology Service Continuity Management (ITSCM)
ITSCM merupakan salah satu proses area dari service design ITIL versi 3. Tujuan dari ITSCM adalah untuk mendukung seluruh proses manajemen keberlangsungan bisnis dengan memastikan bahwa kebutuhan teknis TI dan fasilitas layanan (termasuk sistem komputer, jaringan, aplikasi, data repositories, telekomunikasi, lingkungan, dukungan teknis dan service desk) dapat kembali beroperasi dan sesuai dengan timescalebisnis. Sasaran dari ITSCM diantaranya adalah untuk :
1. Memelihara rencana-rencana berkelanjutan layanan TI (IT service continuity plans) dan rencana-rencana pemulihan TI yang mendukung kelanjutan bisnis
2. Melengkapi exercisebusiness impact analysis (BIA)secara teratur untuk menjamin seluruh rencana-rencana berkelanjutan dikelola agar selaras dengan dampak perubahan dan kebutuhan bisnis.
3. Menyediakan panduan dan saran untuk seluruh area bisnis dan TI yang berkaitan dengan kelanjutan dan pemulihan
4. Memastikan mekanisme yang tepat untuk kelanjutan dan pemulihan agar sesuai dengan tujuan kelanjutan bisnis.
5. Menilai dan dampak perubahan pada rencana-rencana kelanjutan layanan TI dan
rencana-rencana pemulihan TI Memastikan bahwa ketersediaan layanan diimplementasikan sesuai dengan anggaran yang ditetapkan.
3. IMPLEMENTASI 3.1 Service Strategy
Rancangan layanan-layanan IT yang akan disediakan dalam manajemen layanan kesehatan pada puskesmas ini adalah :
- Pelayanan Registrasi
Registrasi merupakan proses dimana masyarakat atau pasien mendaftar ketika akan berobat, pelayanan ini akan di layani oleh beberapa operator yang siap memasukkan data pasien yang akan berobat.
- Pelayana unit
Pelayanan unit adalah pelayanan pada bagian-bagian yang langsung berhubungan dengan kegiatan pemeriksaan kegiatan. Seluruh kegiatan akan tercatan dalam database.
- Pelayanan Apotik
Pelayanan apotik merupakan pelayanan kepada masyarakat yang berhubungan dengan obat-obatan. Masyarakat akan dimudahkan dan dilayani dengan pencatatan data yang akurat sesuai kepada resep dokter yang diberikan.
- Pelayanan Billing/ Kasir
Pembayaran biaya transaksi yang sudah dilakukan selama pasien bertransaksi atau berobat.
3.2 Service Design
Regulasi yang mengikat erat proses-proses yang dijalankan dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan pada puskesmas.mulai dari input- proses-output.
- SDM
Tugas pokok dan fungsi dari setiap SDM sudah diatur dari regulasi diatas. - SIMPUS
Sekumpulan modul-modul yang membantu menyelenggarakan pelayanan kesehatan pada puskesmas tentang pencatatan data , laporan sampai kepada penunjang pengambilan keputusan.
3.3 Service Transition
Pada tahap ini seluruh proses yang sudah dibangun di implementasikan dengan mensosialisasi kepada seluruh pihak yang terkait. Adapun tahapannya :
1. Sosialisasi sistem layanan 2. Pelatihan SDM
3. Instalisasi perangkat pendukung
3.4 Service Operation
3.5 Continuous Service Operation
Tahapan ini merupakan tahapan dimana tahapan mengatur kesinambungan sistem yang sudah berjalan, tahapan evaluasi sistem sihingga sistem yang berjakan dan penyelenggaraan pelayanan kesehatan puskesmas akan lebih meningkat kepada pelayanan yang lebih baik.
4. PENUTUP
Keberhasilan layanan kesehatan pada puskesmas merupakan salah satu hal yang perlu ditata kelola agar penyelenggaran pelayanan dapat terselenggara dengan baik sehingga masyarakat dapat terlayani sesuai dengan kebutuhannya. Manajemen pelayanan ini merencanakan strategi-strategi dalam keberlangsungan layanan TI di puskesmas harus dilakukan secara sistematis dan latihan yang terus menerus untuk meningkatkan dan memperbaiki proses layanan TI. Keberhasilan dari proses ini tentunya harus didukung oleh semua pihak agar tujuan yang diharapkan dapat terlaksana dengan baik.
PUSTAKA
Permenkominfo.(2007).Panduan Umum Tata Kelola Teknologi Informasi dan Komunikasi Tony Jenskins. (2000). ITIL Versi 3. Service Design
Helgesson, and Li, Y. Y. (2009).Managing Risks on Critical IT Systems in Public Service Organizations. International Conference on Computational Science and Engineering. IEEE Information Technology Service Management Forum (ITSMF). (2007).An Inftroductory Overview of