• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROPOSAL PENGARUH KOMPETENSI PEDAGOGIK G

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PROPOSAL PENGARUH KOMPETENSI PEDAGOGIK G"

Copied!
60
0
0

Teks penuh

(1)

PROPOSAL

PENGARUH KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA

PELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS X SMAN 1 PRINGGABYA TAHUN 2013/2014”

Oleh :

RODIANSYAH 151104100

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI

(2)

PERSETUJUAN

Proposal Rodiansyah NIM : 151104100 yang berjudul “Pengaruh Kompetensi

Pedagogik Guru Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata

Pelajaran Matematika Siswa Kelas X SMAN 1 Pringgabya Tahun 2013/2014”

Telah memenuhi syarat dan disetujui untuk diseminarkan.

Disetujui pada tanggal, 23 Desember 2013.

Dibawah Bimbingan

Pembimbing I Pembimbing II

(3)

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang dengan limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyusun proposal ini dengan baik, sebagai salah satu persyaratan untuk menempuh ujian akhir program Strata Satu (S1) pada Institut Agama Islam Negri Mataram.Sholawat Serta Salam Atas Junjungan Alam Nabi Besar Muhammad SAW, Sang Pembimbing Yang Mulia.

Oleh karena itu pada kesempatan yang baik ini penulis sampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan dan bimbingan mulai dari perencanaan hingga penyusunan proposal ini sampai selesai kepada:

1. Bapak Drs.H.Idris M.Pdi selaku pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dengan penuh ketelitian serta memberikan motivasi dan kemudahan sehingga proposal ini bisa terselesaikan

2. Bapak M.Iwan fitriani S.Pdi. M.Pd selaku pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dengan penuh kesabaran dan ketelitian serta memberikan dukungan moril sehingga proposal ini dapat terselesaikan 3. Ibu Parhaini Andriani M.Pd. Si selaku dosen wali yang telah banyak

meluangkan waktu untuk memberikan masukan dan bimbingan serta dorongan motivasi yang kuat dalam penyusunan proposal ini.

4. Bapak dan Ibu dosen Institut Agama Islam Negri Mataram yang telah banyak memberi masukan dan bimbingan dalam penyusunan proposal ini 5. Teman teman seperjuanganku yang selalu memberi motivasi dan

dukungan dalam pembeutan proposal ini.

Semoga Allah SWT memberikan balasan atas amal ibadah dan bantuan yang diberikan dengan tulus ikhlas serta limpahan rahmat dan karunia-Nya senantiasa tercurah kepada kita. Amin .

Sebagai seseorang yang masih dalam taraf belajar, tentu saja proposal ini masih banyak kekurangan dan kesalahan. Untuk itu peneliti dengan hati terbuka menerima kritik dan saran yang sifatnya membangun, guna perbaikan dan peninhkatan kualitas peneliti dimasa yang akan datang.

(4)

Penyusun

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ... i

HALAMAN JUDUL ... ii

HALAMAN PERSETUJUAN... iii

KATA PENGANTAR ... iv

DAFTAR ISI ... v

A. Latar Belakang Masalah... 1

B. Rumusan masalah ... 4

C. Tujuan penelitian ... 5

D. Manfaat penelitian ... 5

E. Telaah pustaka ... 7

F. Kajian pustaka ... 9

1. Pengertian kompetensi guru ... 9

2. Macam-macam kompetensi guru ... 12

3. Pengertian kompetensi pedagogik guru ... 13

4. komponen-komponen kompetensi pedagogik ... 15

(5)

6. Pengaruh kompetensi pedagogic guru dalam meningkatkan

prestasi belajar siswa...

30

7. Hakekat matematika... 31

(6)

G. Hipotesis Penelitian... 35

H. Metode penelitian... 36

1. Desain dan pendekatan penelitian... 36

2. Populasi dan sampel... 37

3. Instrument penelitian... 38

4. Tekhnik pengumpulan data... 40

5. Tekhnik analisis data... 45

6. Validitas dan reliabilitas... 47

I. Jadwal kegiatan penelitian... 49

(7)

PENGARUH KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS X SMAN 1 PRINGGABAYA TAHUN 2013/2014

A. Latar Belakang Masalah

Proses interaksi belajar mengajar adalah inti dari pendidikan, segala

sesuatu yang telah diprogramkan akan dilaksanakan dalam kegiatan belajar

mengajar. Guru dan siswa adalah unsur yang sangatberperan dalam proses

tersebut.Proses belajar mengajar akan berhasil apabila hasilnya mampu

membawa perubahan dalam pengetahun,pemahaman, keterampilan dan nilai

sikap dalam diri anak didik. Pada umumnya guru merupakan faktor yang

sangat dominan dan penting dalam pendidikan formal.1

Selanjutnya salah satu faktor utama yang menentukan mutu pendidikan

adalah guru. Gurulah yang berada digarda terdepan dalam menciptakan

sumber daya manusia. Guru berhadapan langsung dengan peserta didik

didalam kelas melalui proses belajar mengajar. Hal ini menunjukkan bahwa

guru di tuntut menjadi seorang yang kompeten dalam profesinya.

Proses belajar mengajar merupakan peroses kegiatan interaksi antara

dua unsur manusiawi, yakni siswa sebagai pihak belajar dan guru sebagai

pihak yang mengajar.2

1Fachruddin Saudagar, Ali Idrus,Pengembangan Profesionalisme Guru (Jakarta: GP Press, 2009), h. 99

(8)

Bila di kaitkan dengan peserta didik, maka guru hendaknya memiliki

pemahaman yang lebih tentang karakteristik dan kondisi peserta didik. Guru

di tuntut untuk memantau pertumbuhan fisik dan mengeksplorasi potensi yang

dimiliki anak didik.3

Dalam rangka membantu siswa untuk mencapai tujuan, maka guruharus

memiliki kompetensi yang unggul dibidangnya, baik itu kompetensi

pedagogik,kompetensi professional,kompetensi sosial maupun kompetensi

keperibadian, maka penelitian ini menekakan pada kompetensi pedagogik.

Salah satu kompetensi yang wajib di miliki oleh seorang guru adalah

kompetensi pedagogik. Dalam Standar Nasional Pendidikan Pasal 28 Ayat (3)

butir a di kemukakan bahwa kompetensi pedagogik adalah kemampuan

mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap

peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil

belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai

potensi yang di milikinya.

Lebih lanjut dalam RPP tentang guru dikemukakan bahwa: kompetensi

pedagogik adalah kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran peserta

didik meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan

pelaksanaan pembelajaran, pengembangan kurikulum /silabus, pelaksanaan

pembelajaran yang mendidik dan dialogis, pemanfaatan

teknologipembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembanganpeserta

didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.4

(9)

Sehubungan dengan penjelasan tersebut,maka kemampuan yang dituntut

pada seorang guru tidaklah sekedar tugas dan kewajiban sebagai pendidik

atau pengajar yang menyajikan materi didepan kelas,akan tetapi hendaknya ia

mampu memiliki kemampuan mengelola pembelajaran peserta didikatau

keterampilan dalam memilih dan menentukan metode, media bahkan alat

evaluasi untuk meningkatkan prestasi siswa pada mata pelajaran Matematika.

Berdasarkan hasil observasi awal yang telah dilaksanakan oleh peneliti

di kelas XSMAN 1 Pringgabaya pada mata pelajaranmatematika dalam

proses belajar mengajar terdapat berbagai masalah atau kendala yang

berpengaruh terhadap prestasi siswa diantaranya : 1) kurangnya pemahaman

guru terhadap peserta didik, 2) Kurangnya pemahaman guru dalam

perancangan pembelajaran, 3) Dalam mengadakan evaluasi hasil belajar, guru

masih belum bisa memilih waktu yang efektif, dan 4) Dalam

mengaktualisasikan potensi yang di miliki oleh peserta didik guru masih

kurang mampu. Sehingga berdampak pada siswa yang menyebabkan

rendahnya prestasi belajar siswa.5

Dari berbagai permasalahan terkait dengan kompetensi pedagogik guru

dengan prestasi belajar siswa kelas X SMAN 1 Pringgabayayang telah

disebutkan di atas sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa, dilihat

dari prestasi siswa berdasarkan kriteria ketuntasan minimum yaitu 7,00. 6

Maka peneliti perlu melakukan penelitian dengan alasan, hasil dari

penelitian ini diharapkan menjadi bahan masukan bagi guru dan siswa bahwa

5 Observasi awal, Rabu,13 Oktober 2013, Pukul :10.23 WITA di SMAN 1 Pringgabaya

(10)

didalam proses belajar mengajar sangat perlu memaksimalisasi kompetensi

Pedagogik guru untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan yakni salah

satunya meningkatkan prestasi belajar siswa. Disamping itu juga peneliti ingin

mengetahui lebih jauh tentang kompetensipedagogik guru dalam mengajar

mata pelajaran matematika terhadap prestasi siswa.

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka peneliti berupaya untuk

mengkaji lebih dalam terhadap permasalahan tersebut dan dituangkan dalam

bentuk skripsi yang berjudul “PengaruhKompetensi Pedagogik Guru Dalam

Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika Siswa

Kelas XSMAN 1 Pringgabaya Tahun Pelajaran 2013/20I4”

B. Rumusan Dan Batasan Masalah 1. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam suatu penelitian merupakan suatu keharusan

karena dengan merumuskan masalah, penelitian akan lebih terarah dalam

pembahasan selanjutnya,perumusan masalah dapat dilakukan dengan cara

merumuskan judul selengkapnya.7Berangkat dari latar belakang

permasalahan tersebut, maka dirumuskan permasalahan sebagai berikut

“Apakah adapengaruh kompetensi pedagogik guru dalam

meningkatkanprestasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika siswa

kelas X SMAN 1 Pringgabaya Tahun Ajaran 20I3 /20I4 ?

2. Batasan Masalah

(11)

Dalam pembahasan penelitian ini, maka penulis sekaligus

penelitimembatasi masalah penelitian karena beberapa faktor, antara lain :

1) adanya keterbatasan waktu, 2) terbatasnya sarana dan tenaga.8 Mengacu

pada faktor masalah dalam penelitian ini, maka peneliti mengambil judul

“pengaruh kompetensi pedagogik guru dalam meningkatkan prestasi

belajar siswa pada mata pelajaran matematika siswa kelas X SMAN 1

Pringgabaya tahun 2013/2014”. Dimana :

a. Kompetensi Pedagogik Guru (X ) sebagai variabel bebas

b. Prestasi belajar siswa (Y) sebagai variabel terikat

C. Tujuan Penelitian

Dari rumusan masalah diatas, tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah

untuk mengetahui seberapa besar tingkatpengaruh kompetensi pedagogik guru

dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika

siswa kelas X SMAN 1 Pringgabaya tahun 2013/2014.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian terdiri dari dua macam yaitu manfaat secara teoritis

dan praktis. Adapun hasil penelitian ini nantinya diharapkan mempunyai

manfaat sebagai berikut :

1. Manfaat teoritis

Hasil penelitan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan

tentang pentingnya seorang guru yang mempunyai kompetensi dalam

(12)

mengajar dan meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran

matematika. Sehingga dapat mengembangkan potensi siswa dan dapat

diajarkan oleh guru-guru yang memiliki kompetensi pada bidangnya,

dengan demikian apa yang menjadi tujuan pembelajaran dapat berhasil

dengan baik.

2. Manfaat praktis a. Bagi Siswa

Dapat membantu siswa untuk meningkatkan prestasi belajar

pada mata pelajaran matematika sehingga standar kompetensi dapat

dituntaskan oleh siswa secara optimal.

b. Bagi Guru

Hasil penelitian ini dapat dipakai sebagai bahan acuan bagi

guru dalam meningkatkan kompetensi pedagogik yang di miliki untuk

meningkatkan prestasi belajar yang lebih baik dari sebelumnya.

c. Bagi Peneliti lain

Hasil penelitian ini dapat diharapkan dapat memberikan

motivasi bagi peneliti lain untuk meneliti lebih lanjut tentang hal-hal

(13)

d. Bagi Lembaga

Hasil penelitian ini diharapkan sebagai masukan yang berguna

bagi lembaga pendidikan pada khususnya pada tempat

dilaksanakannya penelitian ini, dalam rangka meningkatkan mutu

pendidkan terutama dibidang studi Matematika.

E. Telaah Pustaka

Untuk mengetahui sejauh mana keaslian dan faktualiasi penelitian ini,

maka peneliti mengadakan telaah pustaka dari peneliti-peneliti sebelumnya

yang berkaitan dengan judul dan permasalahan dengan mempertimbangkan

kedekatan variabel- variabel yang digunakan. Adapun beberapa telaah pustaka

yang digunakan:

1. Fitri Yulianti dengan judul Kompetensi pedagogik guru terhadap prestasi

belajar siswa(20I2).9Dalam penelitian ini membahas tentang kompetensi

pedagogik guru dengan prestasi belajar siswa.Penelitian ini bertujuan

untuk menganalisis dan mendeskripsikan tingkat kompetensi pedagogik

guru yang dilihat dari nilai rata - rata raport semester.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriftif dengan

tekhnik analisis data yang linear dengan rumus statistik pengaruh

product moment. Dilakukan secara kuantitiatif untuk

mngolah,menganalisis dan menginterprestasikan data-data yang

dikumpulkan mlalui angket.Sedangkan secara deskriftif dimaksudkan

(14)

untuk menggambarkan secara sistematis mengenai fakta sifat dan

hubungan yang diteliti.Teknik sampling diambil I5% dari jumlah

populasi yang ada sehingga responden yang terpilih sebanyak 30.Teknik

pengumpulan data dilakukan dengan angket pengembangan instrument

kompetensi pedagogik yang telah diuji secara validasi sebanyak 26 item

pertanyaan dinyatakan valid dari hasil penelitian dan dinyatak

reliabel,karena hasil ri >tabel rho yaitu 0,946 > 0,364.

2. Indrasari Fikri Agustina dengan judul : Pengaruh Kompetensi Pedagogik

Guru Terhadap Prestasi belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Arab

Kelas XI MA Aikmel Tahun Ajaran 20II /20I2.10

Hasil penelitiannya mengatakan bahwa :Guru mata pelajaran

dikatakan mempunyai kompetensi pedagogik hal ini dilihat dari

kemampuan siswa ketika mengikuti proses belajar mengajar dan terlihat

dari prestasi belajar siswa, yakni dari hasil analisa antara kedua variabel

(x dan y )terdapat hubungan yag signifikan ,terbukti dari hasil analisa

data yang menunjukkan nilai rxy hasil analisa data = 0,649 sedangkan

nilai data = 0.649 > 0,349. Nilai dalam data product moment dengan

jumlah responden (N ) = 32 Orang siswa.

(15)

3. Muhammad Irfan dengan judul :Pengaruh Kompetensi Pedagogik Guru

Dengan Prestasi Pelajar Siswa Pada Bidang Study Al- Qur’an Hadist di

MA Nurussabah Batunyala Tahun Ajaran 2008/2009.11

Dalam penelitian ini membahas tentang kompetensi pedagogik

guru dengan prestasi prestasi belajar siswa,dalam penelitian ini

menggunakan dua variabel yaitu variabel bebas (kompetensi pedagogik

guru ) da variabel terikat (prestasi belajar siswa pada mata pelajaran

Al-qur’an Hadist,dalam penelitian ini menggunakan metode deskriftif

analisis dan metode korelesional yaitu suatu teknik atau cara yang

digunakan untuk menguraikan masalah atau keadaaan yang ada

dilapangan dan menganalisis data atau informasi yang diperoleh tentang

kondisis kompetensi guru terhadap prestasi belajar siswa dalam bidang

study al –qur’an hadist.

F. Kajian Pustaka

1. Pengertian Kompetensi Guru

Kompetensi berasal dari bahasa inggris yaitu competency yang

berarti kemampuan atau kecakapan,Disamping berarti

kemampuan,kompetensi juga berarti the state of being legally competent

or qualified yakni keadaan berwewenang atau memenuhi syarat menurut

ketentuan hukum.Adapun kompetensi guru menurut Barlow (1985), yaitu

(16)

kemampuan seorang guru dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban

secara bertanggung jawab dan layak.12

Sesuai dengan pengertian diatas kompetensi berarti kemampuan atau

kecakapan seorang guru dalam mengembankan tugasnya sebagai tenaga

pendidik.Sehingga peserta didik memiliki perubahan sikap, perilaku dan

pola pikir dibidang kognitif, afektif, maupun psikomotorik.

Adapun menurut Syaiful Bahri Djamarah kompetensi merupakan

suatu kemampuan yang mutlak dimiliki guru agar tugasnya sebagai

pendidik dapat terlaksana dengan baik. Beranjak dari pengertian inilah

kompetensi merupakan suatu hal yang tidak bisa dipisahkan dari kegiatan

pendidikan dan pengajaran.Agar memiliki pemahaman yang jelas tentang

kompetensi.13

Menurut Metembun(2002), yang dikutip oleh Syaiful Bahri Guru adalah semua orang yang berwenang dan bertanggung jawab terhadap pendidikan murid-murid,baik secara individual atau klasikal,baik di sekolah maupun di luar sekolah,ini berarti seorang guru minimal memiliki dasar-dasar kompetensi sebagai wewenang dan kemampuan dalam menjalankan tugas. Untuk itu seorang guru perlu memiliki keperibadian,menguasai bahan pelajaran dan mengusai cara-cara mengajar sebagai dasar kompetensi.Bila guru tidak memiliki keperibadian,tidak menguasai bahan pelajaran dan cara-cara mengajar,maka guru gagal menunaikan tugasnya.14

Dari kedua pendapat diatas dapat difahami bahwa kompetensi yaitu

suatu kemampuan atau kecakapan yang dimiliki oleh guru dalam

melaksanakan proses belajar mengajar dalam meningkatkan prestasi

belajar siswa. Kompetensi merupakan seperangkat pengetahuan,

12Muhibbin syah ,Psikologi Pendidikan (,(Jakarta:PT Remaja Rosdakarya,2005),h.229 13 Syaiful bahri Djamarah , Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru (Jakarta:Usaha Nasional,2002), h. 33

(17)

keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati,dikuasai, dan

diwujudkan oleh guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya.

Menurut Gordon sebagaimana yang dikutip oleh E. Mulyasa, bahwaada enam aspek atau ranah yang terkandung dalam konsep kompetensi, yaitusebagai berikut :

a. Pengetahuan (knowledge), yaitu kesadaran dalam bidang kognitif, misalnya seorang guru mengetahui cara melakukan identifikasi kebutuhanbelajar, dan bagaimana melakukan pembelajaran terhadap peserta didiksesuai dengan kebutuhannya.

b. Pemahaman (understanding), yaitu kedalaman kognitif dan afektif yangdimiliki oleh individu, misalnya seorang guru yang akanmelaksanakanpembelajaran harus memiliki pemahaman yang baik tentang karakteristikdan kondisi peserta didik, agar melaksanakan pembelajaran berjalan secaraefektif dan efesien.

c. Kemampuan (skill), adalah sesuatu yang dimiliki oleh individu untukmelakuakan tugas atau pekerjaan yang dibebankan kepadanya, misalnyakemampuan guru dalam memilih dan membuat alat peraga sederhanauntuk memberikan kemudahan belajar kepada peserta didik. d. Nilai (value), adalah suatu standar perilaku yang telah diyakini dan secarapsikologis telah menyatu dalam diri seseorang, misalnya standar perilakuguru dalam pembelajaran (kejujuran, keterbukaan, demokratis, dan lain- lain)

e. Sikap (attitude) yaitu perasaan (senang, tak senang, suka-tidak suka) ataureaksi terhadap suatu rangsangan yang datang dari luar, reaksi terhadapkrisis ekonomi, perasaan terhadap kenaikan gaji, dan lain-lain.

f. Minat(interest),adalah kecenderungan seseorang untuk melakukansesuatu perbuatan, misalnya minat untuk melakukan sesuatu atau untukmempelajari sesuatu.15

Dari keenam aspek yang terkandung dalam konsep kompetensi

diatas,jika ditelaah secara mendalam mencakup empat bidang kompetensi

yangpokok bagi seorang guru yaitu kompetensi pedagogik,

kompetensikepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional,

dari keempatjenis kompetensi tersebut harus sepenuhnya dikuasai oleh

guru. Guru yangmemiliki kompetensi pedagogik akan dapat mengelola

(18)

pembelajaran denganlebih baik, sehingga proses belajar mengajar dapat

berlangsung secara efektifdan tujuan yang diharapkan dapat tercapai.

2. Macam–Macam Kompetensi Guru

Berdasarkanpendapat yang diatas bahwa kompetensi yang harus

dimiliki oleh Guru meliputi :

a. Kompetensi kepribadian

Kompetensi keperibadian merupakan kemampuan personal

yang mencerminkan keperibadian yang mantap, stabil, dewasa, arif

dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak

mulia.

b. Kompetensi pedagogik

Kompetensi pedagogik meliputi pemahaman terhadap peserta

didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil

belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan

berbagai potensi yang dimilikinya.

c. Kompetensi profesional

Kompetensi profesional merupakan penguasaan materi

pembelajaran secara luas dan mendalam yang mencakup penguasaan

materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan subtansi keilmuan

yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap struktur dan

metodologi keilmuannya. Setiap subkompetensi memiliki indikator

(19)
(20)

d. Kompetensi sosial

Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru untuk

berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik,

sesama pendidik, dan masyarakat sekitar .16

3. Pengertian Kompetensi Pedagogik Guru

Tugas guru yang utama adalah mengajar dan mendidik murid di

kelas dan di luar kelas. Guru selalu berhadapan dengan murid yang

memerlukan pengetahuan, keterampilan, dan sikap utama untuk

menghadapi hidupnya di masa depan . Menurut Badan Standar Nasional

pendidikan yang dimaksud dengan kompetensi pedagogik adalah:

Kemampuan dalam peserta didik yang meliputi pemahaman wawasan

atau landasan kependidikan ,pemahaman tentang peserta didik,

pengembangan kurikulum /silabus, perancangan pembelajaran,

pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis, evaluasi hasil

belajar dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan

berbagai potensi yang dimiliknya.17

Sedangkan menurut Lavengeveld yang dikutip oleh Uyoh Sadulloh bahwa pedagogik merupakan suatu ilmu mendidik yang lebih menekankan kepada praktik, menyangkut kegiatan mendidik dan membimbing anak.18

Dalam Standar Nasional Pendidikan, penjelasan pasal 28 ayat (3)

butir A dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi

pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik

16 Farida samarya, Sertifikasi Guru (Bandung :Yrama Widya ),h.22.

(21)

meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan

pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar dan pengembangan

peserta didik untukmengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

Dari beberapa pendapat diatas dapat difahami bahwa kompetensi

pedagogik guru merupakan keterampilan guru dalam mengajar dan

membimbing anak didiknya dalam meningkatkan potensi dan kecerdasan

anak didik untuk mencapai tujuan dalam pembelajaran.

Menurut E. Mulyasamengatakan bahwa kompetensi pedagogik

merupakan kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran peserta

didik yang sekurang-kurangnya meliputi hal-hal sebagai berikut:

a. Pemahaman wawasan dan landasan kependidikan

b. Pemahaman terhadap pesrta didik

c. Pengembangan kurikulum/silabus

d. Perancangan pembelajaran

e. Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis

f. Pemanfaatan teknologi pembelajaran

g. Evaluasi hasil belajar

h. Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.19

4. Komponen – komponen kompetensi pedagogik

(22)

Guru sebagai tenaga pendidik yang sekaligus memiliki

peranpenting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di negara

ini, terlebihdahulu harus mengetahui dan memahami wawasan dan

landasankependidikan sebagai pengetahuan dasar. Pengetahuan awal

tentangwawasan dan landasan kependidikan ini dapat diperoleh ketika

gurumengambil pendidikan keguruan di perguruan tinggi.

Secara operasional, kemampuan mengelolapembelajaran

menyangkut tiga fungsi manajerial, yaitu perencanaan,

pelaksanaandan pengendalian.

1) Perencanaan menyangkut penetapan tujuan, dan kompetensi serta

memperkirakan cara pencapaiannya.Perencanaaan merupakan

merupakan fungsi sentral dari manajemen pembelajaran dan harus

beriorentasi ke masa depan.

2) Pelaksaanaan atau sering juga disebut implementasi adalah proses

yang memberikan kepastian bahwa proses belajar mengajar telah

memiliki sumber daya manusia dan sarana prasarana yang

diperlukan sehingga dapat membentuk kompetensi dan mencapai

tujuan yang diinginkan.

3) Pengendalianyang bertujuan menjamin kinerja yang dicapai sesuai

dengan rencana atau tujuan yang telah ditetapkan.

(23)

Pemahaman terhadap peserta didik merupakan salah satu kompetensi

pedadogik yang harus dimiliki guru, sedikitnya terdapat empat hal yang

harus dipahami guru dari peserta didiknya, yaitu tingkat

kecerdasan,kreativitas,cacat fisik dan perkembangan kognitif.

1. Tingkat kecerdasan (intelegensi )

Dalam bukunya Psikologi Pendidikan, Alisuf Sabri

menyimpulkan arti dari kecerdasan (intelegensi) sebagai berikut :

a) Kemampuan umum mental individu yang tampak dalam caranya

bertindak atau berbuat atau dalam memecahkan masalah atau

dalam melaksanakan tugas.

b) Suatu kemampuan mental individu yang ditunjukan melalui

kualitas kecepatan, ketepatan dan keberhasilannya dalam

bertindak/berbuat atau memecahkan masalah yang dihadapi.

Dari pengertian diatas dapat dikemukakan bahwa selain

ditentukan berdasarkan hasil tes IQ(Intelligence quetiont), ternyata tinggi atau rendahnya tingkat kecerdasan seseorang dapat dilihat dari

kecepatan, ketepatan dan keberhasilan seseorang dalam bertindak atau

dalam memecahkan masalah.

2. Kreativitas

Proses pembelajaran pada hakikatnya untuk mengembangkan

aktivitas dan kreativitas peserta didik, melalui berbagai interaksi dan

pengalaman belajar. Namun dalam pelaksanannya seringkali kita

(24)

dilaksanakan justru menghambat aktivitas dan kreativitas peserta

didik.

Dari uraian diatas dapat difahami bahwa krativitas peserta

didik dalam belajar sangat bergantung pada kreativitas guru dalam

mengembangkan standar kompetensi, serta menciptakan lingkungan

belajar yang kondusif.Guru dapat mengemukakan berbagai

pendekatan dalam meningkatkan kreativitas peserta didik.

3. Kondisi fisik atau psikologis

Kondisi fisik antara lain berkaitan dengan penglihatan,

pendengaran, kemampuan bicara dan lain-lain.Dalam menyikapi

kondisi peserta didik guru harus bersikap lebih sabar,dan telaten,tetapi

dilakukan secara wajar sehingga tidak menimbulkan kesan negatif.

4. Pertumbuhan dan perkembangan kognitif

c. Pengembangan kurikulum

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan

mengenaitujuan, isi dan bahan pembelajaran, serta cara yang digunakan

sebagaipedoman pelaksanaan pembelajaran untuk mencapai tujuan

pendidikantertentu.

Sedangkan silabus adalah seperangkat rencana dan pengaturanuntuk

membantu mengembangkan seluruh potensi yang meliputikemampuan

fisik, intelektual, emosional, moral agama serta optimal dalamlingkungan

(25)

Dalam proses belajar mengajar, kemampuan guru dalam

mengembangkankurikulum/silabus sesuai dengan kebutuhan peserta didik

sangat penting,agar pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan

menyenangkan.20

d. Perancangan Pembelajaran

Perancangan pembelajaran merupakan salah satu kompetensi

pedagogis yang harus dimiliki guru, yang akan bermuara pada

pelaksanaanpembelajaran. Perancangan pembelajaran sedikitnya

mencakup tigakegiatan, yaitu:

1. Identifikasi kebutuhan

Kebutuhan merupakan kesenjangan antara apa yang seharusnya

dengan kondisi yang sebenarnya, atau sesuatu yang harus dipenuhi

untuk mencapai tujuan. Identifikasi kebutuhan bertujuan antara lain

untuk melibatkan dan memotivasi peserta didik agar kegiatan belajar

dirasakan sebagai bagian dari kehidupan dan mereka merasa

memilikinya.

2. Identifikasi Kompetensi

Kompetensi merupakan sesuatu yang ingin dimiliki oleh peserta

didik dan merupakan komponen utama yang harus dirumuskan dalam

pembelajaran yang memiliki peran penting dan menentukan

arahpembelajaran.Penilaian pencapaian kompetensi perlu dilakukan

(26)

secaraobjektif,berdasarkankinerja peserta didik, dengan bukti

penguasaanmereka terhadap suatu kompetensi sebagai hasil belajar.

3. Penyusunan Program Pembelajaran

Penyusunan program pembelajaran akan bermuara pada

RencanaPelaksanaan Pembelajaran (RPP), sebagai produk

programpembelajaran jangka pendek, yang mencakup komponen

programkegiatan belajar dan proses pelaksanaan program. Komponen

programyang mencakup kompetensi dasar, materi standar, metode dan

teknik, mediadan sumber belajar, waktu belajar dan daya dukung

lainnya.

Dengandemikian, rencana pelaksanaan pembelajaran pada

hakikatnyamerupakan suatu sistem, yang terdiri atas

komponen-komponen yangsaling berhubungan serta berinteraksi satu sama lain,

dan membuatlangkah-langkah pelaksanaannya, untuk mencapai tujuan

ataumembentuk kompetensi.21

e. Pelaksanaan Pembelajaran Yang Mendidik dan Dialogis

Kegagalan pelaksanaan pembelajaran sebagaian besar disebabkan

oleh penerapan metode pendidkan konvensional, anti dialog,pewarisan

pengetahuan dan tidak bersumber pada realitas masyarakat.

Pembelajaran yang mendidik dan dialogis merupakan respon terhadap

praktek pendidikan anti realitas, yang menurut Freire harus diarahkan pada

proses hadap masalah. Titik tolak penyusunan program pendidikan atau

(27)

politik harus beranjak dari kekinian, eksistensial, dan konkrit yang

mencerminkan aspirasi-aspirasi masyarakat.

Tugas guru yang paling utama dalam pembelajaran adalah

mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan

perilaku dan pembentukan kompetensi peserta didik. Umumnya

pelaksanaan pembelajaran mencakup tiga hal yaitu :

1. Pre Test (tes awal)

Pelaksanaan pembelajaran biasanya dimulai dengan pre

test,untuk menjajagi proses pembelajaran yang akan dilaksanakan.

Oleh karena itu pre test memegang peranan yang cukup penting

dalam proses pembelajaran, yang berfungsi antara lain sebagai berikut

:

a) Untuk mengetahui tingkat kemajuan peserta didik sehubungan

dengan proses pembelajaran yang dilakukan, dengan cara

membandingkan hasil pre test dengan post test.

b) Untuk mengetahui kemampuan awal yang telah dimiliki

pesertadidik mengenai kompetensi dasar yang akan dijadikan

topik dalamproses pembelajaran

c) Untuk mengetahui darimana seharusnya proses

pembelajarandimulai, kompetensi dasar mana yang telah dimiliki

peserta didik,dan tujuan-tujuan mana yang perlu mendapat

penekanan danperhatian khusus.22

2. Proses

(28)

Kualitas pembelajaran dan pembentukan kompetensi peserta

didik dapat dilihat dari segi proses dan hasil. Dari segi proses,

pembelajaran dan pembentukan kompetensi dikatakan berhasil dan

berkualitas apabilaseluruhnya atau sebagian besar (75%) peserta didik

terlibatsecara aktif, baik mental, fisik, maupun sosial,

disampingmenunjukkan gairah belajar yang tinggi, semangat belajar

yang besar,dan tumbuhnya rasa percaya diri. Sedangkan dari segi

hasil, prosespembelajaran dan pembentukan kompetensi dikatakan

berhasil apabilaterjadi perubahan kompetensi dan prilaku yang positif

pada diri pesertadidik seluruhnya atau sebagian besar (75%). Lebih

lanjut prosespembelajaran dan pembenetukan kompetensi dikatakan

berhasil danberkualitas apabila masukan merata, menghasilkan output

yang banyakdan bermutu tinggi, serta sesuai dengan kebutuhan,

perkembangan masyarakat dan pembangunan.

3. Post Test

Pada umumnya pelaksanaan pembelajaran diakhiri dengan post

testseperti halnya pre test,post test memiliki banyak

kegunaan,terutamadalam melihatkeberhasilanpembelajaran.Fungsi

post tes antara lain dapat dikemukakan sebagai berikut:

a) Untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik

terhadapkompetensi yang telah ditentukan, baik secara individu

maupunkelompok. Hal ini dapat diketahui dengan

(29)

b) Untuk mengetahui kompetensi dasar dan tujuan-tujuan yang

dapatdikuasai oleh peserta didik, serta kompetensi dasar dan

tujuan-tujuanyang belum dikuasai.

c) Untuk mengetahui peserta didik yang perlu mengikuti

kegiatanremedial, dan yang perlu mengikuti kegiatan pengayaan,

serta untuk mengetahui tingkat kesulitan belajar.

d) Sebagai bahan acuan untuk melakukan perbaikan terhadap

prosespembelajaran dan pembentukan kompetensi peserta didik

yang telah dilaksanakan, baik terhadap perencanaan, pelaksanaan

maupun evaluasi.23

f. Pemanfaatan Teknologi Pembelajaran

Penggunaan teknologi dalam pendidikan dan pembelajaran

(learning)dimaksudkan untuk memudahkan atau mengefektifkan kegiatan

pembelajaran.Dalam hal ini, guru dituntut untuk memiliki kemampuan

menggunakan dan mempersiapkan materi pembelajaran dalam suatu

sistem jaringan computer yang dapat diakses oleh peserta didik. Oleh

karena itu, seyogyanya guru dan calon guru dibekali dengan berbagai

kompetensi yang berkaitan dengan penggunan teknologi informasi dan

komunikasi sebagai teknologi pembelajaran.24

g. Evaluasi Hasil Belajar

(30)

Evaluasi artinya penilaian terhadap tingkat keberhasilan siswa

mencapaiTujuan yang telah ditetapkan dalam sebuah program. Padanan

kataevaluasi adalah assesment yang menurut Tardif (1989) berarti proses

penilaian untuk menggambarkan prestasi yang dicapai seorang siswa

sesuai kriteria yang telah ditetapkan.25

Evaluasi hasil belajar dilakukan untuk mengetahui perubahan perilaku

dan pembentukan kompetensi peserta didik ,yang dapat dilakukan dengan

penilaian kelas, tes kemampuan dasar, penilaian akhir satuan pendidikan

dan sertifikasi, serta penilaian program.

1. Penilaian kelas

Penilaian kelas dilakukan dengan ulangan harian, ulangan

umum, dan ujian akhir. Ulangan harian setiap elesai proses

pembelajaran dalam satuan bahasan atau kompetensi tertentu, ulangan

harian ini terdiri dari seperangkat sosial yang harus dijawab para

peserta didik, dan tugas-tugas terstruktur yang berkaitan dengan

konsep yang sedang dibahas.

2. Tes Kemampuan Dasar

Tes kemampuan dasar dilakukan untuk mengetahui

kemampuan membaca, menulis, dan berhitung yang diperlakukan

dalam rangka memperbaiki program pembelajaran.Tes kemampuan

dasar dilakukan pada setiap tahun akhir kelas III.

3. Penilaian Akhir Satuan Pendidikan dan Sertifikasi

(31)

Pada setiap akhir semester dan tahun pelajaran

diselenggarakan kegiatan penilaian guna mendapatkan gambaran

secara utuh dan menyeluruh mengenai ketuntasan belajar peserta

didik dalam satuan waktu tertentu .

4. Penilaian program

Penilaian program dilakukan oleh Departemen Pendidikan

Nasional dan Dinas pendidikan secara kontinu dan

berkesinambungan.Penilaian program dilakukan untuk mengetahui

kesesuaian kurikulum dengandasar, fungsi, dan tujuan pendidikan

nasional, serta kesesuaiannya dengan tuntutan perkembangan

masyarakat, dan kemajuan zaman. h. Pengembangan Peserta Didik

Pengembangan peserta didik merupakan bagian dari kompetensi

pedagogik yang harus dimiliki guru, untuk mengaktualisasikan berbagai

potensi yang dimiliki oleh setiap peserta didik.Pengembangan peserta

didik dapat dilakukan oleh guru melalui berbagai cara, antara lainmelalui

kegiatan ekstra kurikuler (ekskul) pengayaan dan remedial, serta

bimbingan dan konsling (BK ).26

5. Prestasi Belajar Dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya a. Pengertian Prestasi Belajar

(32)

Prestasi adalah “hasil dari suatu kegiatan yang diperoleh dengan

jalan keuletan kerja, baik secara individual maupun kelompok dalam

bidang kegiatan tertentu”.27Prestasi adalah “hasil dari suatu kegiatan

yang telah dikerjakan, diciptakan, baik secar individual maupun

kelompok.Prestasi tidak akan pernah dihasilkan selama seseorang tidak

melakukan kegiatan”.28

Sedangkan belajar adalah “suatu proses usaha yang dilakukan

seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang baru

secarakeseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam

interaksi dengan lingkungannya.”29

Pendapat lain mengatakan bahwa “prestasi belajar lebih

menekankan pada proses perubahan tingkah laku yang menuju kearah

kemajuan diatas perbaikan, perubahan-perubahan yang dicapai dalam

proses belajar meliputi aspek kognitif, efektifdan psikomotor”.30

Sedangkan menurut Peorwanto prestasi yaitu “hasil yang dicapai

oleh seseorang dalam usaha belajar sebagaimana yang dinyatakan

dalam raport.”31

b. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

27Djamarah, Prestasi danKompetensi Guru ...,h.19

28Hamdani, Strategi Belajar Mengajar ( Bandung: CV Pustaka Setia, 2011), h. 137. 29Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya (Jakarta: Rineka Cipta, 2003),h.2

30Sudjana, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar (Bandung : Sinar Baru Al-Gansindo offsot,1989),h.49.

(33)

Pada dasarnya, faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar

dapat digolongkan menjadi dua bagian, yaitu “faktor dari dalam

(internal) dan faktor dari luar (internal).”32

1) Faktor internal

Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri

siswa sendiri. faktor ini dapat dibagi menjadi dua : yaitu faktor

jasmaniah (fisiologis) dan faktor rohaniah (psikologis).

a) Faktor jasmaniah (fisiologis)

Proses belajar seseorang akan terganggu jika kesehatan

seseorang terganggu,selain itu juga ia akan cepat lelah,kurang

semangat,mudah pusing.33Jika disertai pusing kepala berat

misalnya,dapatmenurunkankualitas ranah cipta (kognitif)

sehingga materi yang dipelajarinya kurang difahami.34

Sesuai dengan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa untuk menciptakan belajar yang baik, harus mengusahakan agar kesehatan tetap terpelihara. Dalam hal ini nutrisi harus cukup, karena kekurangan kadar makanan akan menyebabkankurangnya kondisijasmani yang pengaruhnya dapat berupa kelesuan dan sebagainya yang dapat memberikan pengaruh terhadap kegiatan belajar dan hasil belajar.

b) Faktor psikologis (rohaniah)

32Hamdani, Strategi Belajar dan Mengajar (Bandung Pustaka Setia 2011),h.139.

(34)

Banyak faktor psikologis yang dapat mempengaruhi

prestasi belajar siswa. Namun di antara faktor-faktor rohani

yang dipandang esensial itu adalah tingkat kecerdasan,

perhatian, bakat, minat dan motivasi siswa.35

c) Faktor kesehatan

Faktor kesehatan sangat berpengaruh terhadap proses

belajar siswa,jika kesehatan seseorang terganggu atau cepat

lelah, kurangbersemangat , mudah pusing, ngantuk dan

keadaan badannya lemah atau ada gangguan kelainan alat

inderanya, maka konsentrasi belajar siswa akan kurang .

d) Faktor kelelahan

Ada beberapa faktor kelelahan yang dapat

mempengaruhi prestasi belajar siswa, antara lain dapat

disebabkan menjadi dua macam yaitu kelelahan jasmani dan

kelelahan rohani.

Kelelahan jasmani terlihat dengan lemah lunglainya

tubuh dan timbul kecenderungan untuk membaringkan

tubuh.Kelemahan jasmani terjadi karena ada substansi

pembakaran didalam tubuh,sehingga darasa kurang lancar pada

bagian tertentu . Sedangkan kelelahan rohani dapat terus

menerus karena memikirkan masalah yang berarti tanpa

(35)

beristirahat,mengerjakan sesuatu karena terpaksa,tidak sesuai

dengan minat dan perhatian.36

2) Faktor dari luar (eksternal)

Faktor ekternal terdiri atas dua macam, yaitu.ingkungan

sosial dan lingkungan non sosial.Yang termasuk dalam lingkungan

sosial adalah guru, kepala sekolah, staf administrasi, teman-teman

sekelas, rumah tempat tinggal siswa, alat-alat belajar, dan

lain-lain. Adapun yang termasuk dalam lingkungan non sosial adalah

gedung sekolah, tempat tinggal, dan waktu belajar.37

Faktor eksternal yang dapat mempengaruhi belajar adalah

keadaan keluarga, keadaan sekolah, dan lingkungan masyarakat.

a) Keadaan keluarga

Keluarga merupakan lingkungan terkecil dalam

masyarakat tempat seseorang dilahirkan dan

dibesarkan.Keluarga adalah lembaga pendidikan pertama dan

utama.Keluarga yang sehat artinya untuk pendidikan kecil,

tetapi bersifat menentukan dalam ukuran besar, yaitu

pendidikan bangsa, negara dan dunia.Adanya rasa aman dalam

keluarga sangat penting dalam keberhasilan seseorang dalam

belajar.Rasa aman itu membuat seseorang terdorong untuk

belajar secara aktif karena rasa aman merupakan salah satu

36Ibidh., h. 59.

(36)

kekuatan pendorong dari luar yang menambah motivasi untuk

belajar.38.

b) Keadaan Sekolah

Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal pertama

yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan belajar

siswa.Oleh karena itu, lingkungan sekolah yang baik dapat

mendorong siswa untuk belajar lebih giat.Keadaan sekolah ini

meliputi cara penyajian pelajaran, hubungan guru dengan

siswa, alat-alat pelajaran, dan kurikulum. Hubungan antara

guru dan siswa yang kurang baik akan mempengaruhi

hasil-hasil belajarnya.39

c) Lingkungan Masyarakat

Disamping orang tua,lingkungan juga merupakan

salahsatu faktor yang berpengaruh terhadap hasil belajar siswa

dalam proses pelaksanaan pendidikan. Lingkungan alam sekitar

sangat berpengaruh terhadap perkembangan pribadi anak sebab

dalam kehidupan sehari-hari anak akan lebih banyak bergaul

dengan lingkungan tempat ia berada.40

Prestasi belajar dalam penelitian ini adalah hasil yang

dicapai oleh siswa kelas X SMAN 1 Pringgabaya yang berupa

angka atau nilai setelah mengerjakansoal-soal matematika

yang di berikan oleh gurunya. Sehingga dalam penelitian ini

38Hamdani ,Strategi Belajar Mengajar ( Bandung:Pustaka Setia).h,143 39Ibid., h. 144.

(37)

teknik penelitian yang digunakan yaitu menggunakan teknik

dokumentasi untuk nilai raport siswa dan menggunakan teknik

angket untuk mengetahui pengaruh kompetensi pedagogik guru

terhadap prestasi belajar siswa.

6. Pengaruh Kompetensi Pedagogik Guru Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa

Kompetensi Guru merupakan seperangkat pengetahuan,

keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai, dan

diaktualisasikan oleh guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2007 tentang

Guru, dinyatakan bahwasanya kompetensi yang harus dimiliki oleh Guru

meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi

sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan

profesi. Kompetensi Guru tersebut bersifat menyeluruh dan merupakan

satu kesatuan yang satu sama lain saling berhubungan dan saling

mendukung.Kompetensi pedagogik yang dimaksud dalam tulisan ini yakni

antara lain kemampuan pemahaman tentang peserta didik secara

mendalam dan penyelenggaraan pembelajaran yang mendidik.

Pemahaman tentang peserta didik meliputi pemahaman tentang

psikologi perkembangan anak. Sedangkan Pembelajaran yang mendidik

meliputi kemampuan merancang pembelajaran, mengimplementasikan

pembelajaran, menilai proses dan hasil pembelajaran, dan melakukan

(38)

Guru mempunyai pengaruh dominan terhadap kualitas pengajaran,

sebab guru adalah sutradara dan sekaligus aktor dalam proses pengajaran.

Dari seorang guru yang sangat dominan mempengaruhi kualitas

pengajaran adalah kompetensi profesional yang dimiliki oleh guru. Artinya

kemampuan dasar yang dimilki oleh seorang guru, baik dibidang kognitif

(intelektual), seperti penguasaan bahan, sikap, mencintai profesinya dan

bidang perilaku seperti keterampilan mengajar, penggunaan metode

pembelajaran, menilai hasil belajar siswa, dan lain-lain.41

Untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi-potensi yang

ada dalam diri siswa, maka guru sebagai salah satu komponen penting

dalam dunia pendidikan, memiliki peran penting dalam memahami,

memanfaatkan dan menciptakan kondisi dimana siswa mampu dengan

sendirinya menyalurkan bakat dan minatnya serta keterampilannya.Oleh

karena itu , guru mata pelajaran matematika harus memiliki kompetensi

pedagogik untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa .Guru

mata pelajaran matematika dikatakan memiliki kompetensi pedagogik hal

ini terlihat dari kemampuan siswa mengikuti proses belajar mengajar dan

terlihat dari prestasi belajar siswa.

7. Hakekat Matematika

Istilah matematika sangat sulit didefinisikan secara akurat, pada

umumnya orang hanya akrab dengan satu cabang matematika elementer

yang disebut aritmatika atau ilmu hitung, yang secara informal dapat

diartikan sebagai ilmu tentang berbagai ilmu bilangan yang bisa langsung

(39)

diperoleh dari bilangan bulat, melalui beberapa operasi dasar yaitu tambah,

kurang, kali dan bagi.

Matematika menurut pandangan beberapa ahli yang di kutip oleh Abdurrahman menyatakan sebagai berikut :

a. Menurut Johnson dan Mylebust (1967:244).

Matematika adalah bahasa simbol yang fungsinya praktis untuk mengekpresikan hubungan–hubungan kuantitatif dan keruangan.

b. Lerner (1988:430), mengemukakan bahwa

matematika disamping bahasa simbol juga merupakan bahasa universal yang memungkinkan manusia memikirkan, mencatat dan mengkomunikasikan ide mengenai elemen dan kualitas.

c. Kline (1981:430) juga mengemukakan bahwa

matimatika merupakan bahasa simbolis dan ciri utamanya adalah berfikir dedukatif, tetapi juga tidak melupakan cara bernalar induktif.

d. Menurut Paling (1981:1), matimatka adalah suatu

cara untuk menemukan jawaban terhadap permasalahan yang dihadapi manusia, suatu cara menggunakan informasi, mengunakan pengetahuan tentang menghitung dan yang paling penting adalah memikirkan dalam diri manusia-manusia itu sendiri dalam melihat dan menggunakan hubungan-hubungan.42

Definisi matematika ada beraneka ragam dan definisi tersebut

tergantung pada sudut pandang pembuat definisi. Ada beberapa definisi

matematika sebagai berikut:

1) Matematika adalah cabang ilmu pengetahuan eksak dan terorganisir

secara sistematik

2) Matematika adalah pengetahuan tentang bilangan dan kalkulasi

3) Matematika adalah pengetahuan tentang penalaran logik dan

berhubungan dengan bilangan

4) Matematika adalah pengetahuan tentang fakta-fakta kuantitatif dan

masalah tentang ruang dan bentuk

(40)

KOMPETENSIPEDAG

OGIKGURU MENGHASILKAN GURU YANG

BERKOMPETEN /PROFESIONAL

PRESTASI BELAJAR SISWA

5) Matematika adalah pengetahuan tentang struktur-struktur yang logik

6) Matematika adalah pengetahuan tentang aturan-aturan yang ketat.43

Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa

matematika adalah cabang ilmu pengetahuan eksak tentang bilangan,

kalkulasi, penalaran logik, fakta-fakta kuantitatif, masalah ruang dan

bentuk, aturan-aturan yang ketat dan pola keteraturan serta tentang struktur

yang terorganisir.

Karena matematika tersusun secara teratur, maka untuk

mempelajari matematika harus secara urut dan hierarkis. Dalam belajar

matematika ada persyaratan tertentu yang harus dipenuhi sebelum suatu

konsep tertentu dipelajari. Persyaratan tertentu yang harus dipenuhi

sebelum suatu konsep tertentu dipelajari. Persyaratan itu merupakan

prasyarat misalnya: penjumlahan merupakan prasyarat bagi perkalian,

differensial merupakan prasyarat bagi integral, dan sebagainya.

Jadi, dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa belajar

matematika adalah suatu usaha atau proses untuk memahami suatu konsep

tentang bilangan, kalkulasi, penalaran logik, fakta-fakta kuantitatif,

masalah ruang dan bentuk, aturan-aturan yang ketat dan pola keteraturan

serta tentang struktur yang terorganisir.

8. Kerangka Pikir

(41)

Kompetensi guru adalah seperangkat kemampuan –kemapuan yang

harus dimliki oleh seorang guru agar dapat melaksanakan tugas mengajarnya

dengan berhasil.Kompetensi dapat diartikan dengan kemampuan, kecakapan

dan wewenang yang menggambarkan kualifikasi baik yang kualitatif maupun

kuantitatif .

Sedangkan kompetensi pedagogik guru yaitu kemampuan gurudalam

mengelola pembelajaran peserta didik meliputi pemahaman terhadap peserta

didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar dan

pengembangan peserta didik untukpengembangan peserta didik

untukmengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

Guru profesional adalah guru yang memiliki

kompetensi yang dipersyaratkan untuk melakukan tugas

pendidikan dan pengajaran. Kompetensi di sini meliputi

pengatahuan, sikap, dan keterampilan profesional, baik yang

(42)

profesional merupakan salah satu kemampuan dasar yang

harus dimiliki seseorang guru.

Prestasi adalah hasil yang dicapai oleh seorang siswa karena

usahanya untuk memiliki suatu kecakapan ilmu pengetahuan atau

perubahan-perubahan yang dicapai seseorang dalam usahanya untuk memiliki suatu

kecakapan maupun keterampilan-keterampilan tertentu.

Berdasarkan bagan diatas dapat dikemukakan bahwa terdapat

pengaruh kompetensi pedagogik guru terhadap prestasi belajar siswa.

G. Hipotesis Penelitian

Dari arti katanya, hipotesis berasal dari dua penggalan kata yaitu

“hypo” yang artinya di bawah dan “thesa” yang artinya kebenaran.

Sehubungan dengan pembatasan pengertian tersebut maka hipotesis adalah

suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian

sampai terbukti melalui data yang terkumpul.44

Hipotesis merupakan anggapan dasar yang kemudian membuat suatu

teori yang masih harus diuji kebenarannya. Suatu hipotesis akan diterima

apabila data yang dikumpulkan mendukung pernyataan. Hipotesis dalam

penelitian ini adalah hipotesis kerja.“Terdapat pengaruh yang signifikan

antara Kompetensi Pedagogik Guru dengan prestasi belajar pada mata

pelajaran matematika siswa kelas X SMAN 1 Pringgabaya 2012/2013”.

(43)

H. Metode Penelitian

1. Desain dan Pendekatan Penelitian

Desain penelitian merupakan strategi untuk memperoleh data

yang valid sesuai dengan karakteristik variabel dan tujuan penelitian .

Desain penelitian pada dasarnya merupakan keseluruhan proses pemikiran

dan penentuan yang matang tentang hal-hal yang akan dilakukan .“Desain

penelitian merupakan landasan berpijak serta dapat pula dijadikan dasar

penelitian oleh peneliti sendiri maupun orang lain terhadap kegiatan

penelitian”. 45

Sesuai dengan masalah yang dikaji dalam penelitian ini serta

memperhatikan jenis data dan macam data,maka penelitian ini dilakukan

dengan pendekatan kuantitatif, karena data-data atau informasi yang

dikumpulkan dalam penelitian ini berbentuk angka-angka yang

memerlukan perhitungan dengan menggunakan analisis statistik .

Dalam penelitian ini,peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif

karena peneliti bermaksud mencari “Pengaruh Kompetensi Pedagogik

Guru Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran

Matematika Siswa Kelas X SMAN 1 Pringgabaya Tahun Ajaran

2013/2014” untuk mencari pengaruh kompetensi pedagogik guru terhadap

prestasi belajar siswa digunakan pendekatan statistik untuk mengukurnya,

dimana pendekatan statistikadalah data yang terdiri dari angka- angka

yang diperoleh setelah mengadakan penelitian dilapangan dan pada

akhirnya akan ditarik kesimpulan.

(44)

2. Populasi dan Sampel a. Populasi

Populasi adalah keseluruhan subjek penelitan. Dalam suatu

keseluruhan maka perlu digeneralisasikan dalam suatu tekhnik.

Pendapat lain menjelaskan bahwa populasi adalah keseluruhan objek

penelitian yang terdiri dari manusia, benda-benda, nilai

test,peristiwa-peristiwa sebagai sumber data yang memiliki karakteristik tertentu

dalam penelitian.

Berdasarkan pendapat diatas,dapat dipahami bahwa populasi

adalah keseluruhn dari objek penelitian yang mempunyai karakteristik

tertentu dalam penelitian.Dalam penelitian ini yang menjadi populasi

adalah guru mata pelajaran matematika dan siswa-siswi SMAN 1

Pringgabaya.

b. Sampel

Sampel penelitian adalah sebagian dari populasi yang diambil

sebagai sumber data dan dapat mewakili seluruh populasi.46

Sehubungan dengan hal tersebut, maka peneliti di sini

menggunakan sampel random berdasarkan kelas (cluster) dengan cara

pengundian untuk mengambil sampel penelitian karena jumlah

populasinya sebanyak 120 yang terdiri dari empat kelas yaitu: kelas A,

B, C dan D , masing-masing kelas memiliki kemampuan yang sama

dan terdiri dari 30 siswa. Dengan demikian maka peneliti memberi hak

yang sama kepada setiap subjek untuk memperoleh kesempatan dipilih

(45)

menjadi sampel. Oleh karena itu hak setiap subjek sama, maka peneliti

terlepas dari perasaan ingin mengistimewakan satu atau beberapa

subjek untuk dijadikan sampel.

Sebagaimana yang dikemukakan oleh Arikunto yaitu:Apabila

subjeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga

penelitiannya merupakan penelitian populasi. Jika subjeknya besar,

dapat diambil 10- 15% atau 20- 25% atau lebih, tergantung

setidak-tidaknya dari kemampuan peneliti dilihat dari segi waktu, tenaga dan

biay, sempit luasnya wilayah pengamatan setiap subyek, hal ini

menyangkut banyak sedikitnya data,dan besar kecilnya resiko

ditanggung oleh peneliti.47Adapun sampel yang diteliti pada penelitian

ini adalah kelas A yang berjumlah30 siswa.

3. Instrument Penelitian

Instrument adalah alat pada waktu peneliti menggunakan suatu

metode. Sedangkan instrument pengumpulan data adalah alat bantu yang

dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan

data agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya.

Jadi instrument penelitian adalah alat yang di gunakan peneliti

untuk mendapatkan data yang diinginkan sesuai dengan metode yang di

gunakan agar data yang diperoleh lebih mudah.

Seorang peneliti yang mengadaka penelitian ketika akan mencari

data tentunya akan menggunakan instrument penelitian sebagai alat

bantunya,alat yang digunakan sangat berhubungan erat dengan metode

(46)

yang akan digunakan dalam penelitian ini, karena itu peneliti menyajikan

beberapa pedoman yang akan peneliti gunakan ketika akan melakukan

penelitian. Antara lain, yaitu :

a. Instrumen Angket

Angket atau kuesioner adalah sejumlah pertanyaan –pertanyaan

tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden

dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui.48

Pedoman angket berisi tentang pengaruh kompetensi

pedagogik guru. Sedangkan jenis angket yang digunakan adalah

angket tertutup dimana semua pertanyaan-pertanyaan telah tersedia

jawabannya, siswa hanya akan memilih salah satunya saja. Angket

tersebut berbentuk pilihan ganda (multiple choice) yang terdiri dari

empat poin yakni (a ) selalu,(b)sering (c), kadang- kadang,(d) tidak

pernah .Dengan ketentuan skor sebagai berikut :

1) Jika responden menjawab (a) memperoleh skor 4

2) Jika responden menjawab (b) memperoleh skor 3

3) Jika responden menjawab skor (c )memperoleh skor 2.

4) Jika responden mnjawab skor (d) memperoleh skor 1.49

Tabel I.1 Skor Jawaban Angket/Koesioner

O p t i

Jawaban Skor

(47)

o

disebarkan kepada siswa kelas X SMAN 1 Pringgabaya yang menjadi

subjek penelitianya.

b. Instrument observasi

Observasi adalah pengamatan dan pencatatan yang sistematis

terhadap gejala- gejala yang diteliti”. Sedangkan menurut Sutrisno Hadi

dalam bukunya Sugiono mengemukakan bahwa”observasi merupakan

suatu proses yang komplek, proses yang tersusun dari berbagai

prosesbiologi dan psikologi “50

4. Teknik Pengumpulan Data

Dalam melakukan penelitian ini untuk memperoleh hasil penelitian

yang valid,peneliti menggunakan beberapa metode,penggunaan metode ini

adalah untuk mendukung lancarnya penelitian,adapun yang dipakai dalam

penelitian adalah:

(48)

1. Metode angket

Angket merupakan suatu daftar pertanyaan tertulis yang harus

dijawab oleh siswa, yang menjadi sasaran dari angket tersebut ataupun

orang lain. Angket atau kuesioner adalah sejumlah

pertanyaan-pertanyaan tertulis yang di gunakan untuk memperoleh informasi dari

responden .

Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa angket

adalah suatu pengumpulan data dengan menggunakan sejumlah

pertanyaan tertulis yang diedarkan kepada subyek penelitian untuk

memperoleh informasi atau jawaban metode angket ini di gunakan

untuk mengumpulkan sejumlah data tentang kompetensi pedagogik

guru.

Tabel 1. 2 Kisi-kisi angket

(49)

kegiat

(50)

3 2 4

2 5

2. Metode Dokumentasi.

Menurut Suharsimi, metode dokumentasi adalah mencari data

mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku,

surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda dan sebagainya.51

Teknik pengumpulan data dengan metode dokumentasi ini

yaitu meminta secara langsung dari sekolah atau wakil kepala sekolah

tentang data-data yang diperlukan.

Adapun untuk melengkapi data melalui metode dokumentasi

yaitu sebagai berikut:

1) Nilai prestasi belajar matematika siswa kelas X SMAN I

Pringgabaya

2) Keadaan siswa SMAN 1 Pringgabaya

3) Sejarah Berdirinya SMAN 1 Pringgabaya

4) Keadaan guru dan pegawaiSMAN 1 Pringgabaya

5) Keadaan sarana dan prasarana SMAN 1 Pringgabaya

6) Struktur Organisasi SMAN 1 Pringgabaya

3. MetodeObservasi

(51)

Observasi sebagai metode pengamatan dan pencatatan secara

sistematis terhadap gejala yang tampak pada obyek di tempat

penelitian.52Metode observasi adalah suatu usaha sadar untuk

mengumpulkan data yang dilakukan secara sistematis dengan prosedur

yang terstandar.53

Adapun metode observasi yang peneliti gunakan adalah dengan

cara observasi sistematis dimana peneliti gunakan adalah dengan cara

observasi sistematis dimana peneliti mengamati secara langsung objek

yang diteliti dengan menggunakan pedoman observasi sebagai

instrumen pengamatan. Metode observasi merupakan salah satu teknik

yang dipergunakan peneliti untuk mengamati kondisi dan letak

geografis SMAN 1 Pringgabaya dan mengamati kegiatan pelaksanaan

pembelajaran.

Dalam pelaksanaan pembelajaran hal-hal yang diamati oleh

peneliti adalah sebagai berikut:54

Tabel 1.3. Pengamatan kegiatan pelaksanaan pembelajaran V

uka Pelajaran apersepsia) Melakukan b) Memberitahu

(52)

V n bahasa yang jelas, mudah dipahami

(53)

V

up pelajaran kesimpulan/rangkuma) Memberikan an

Adapun dalam penelitian ini menggunakan penelitian pengaruh

yang bertujuan untuk menemukan ada atau tidaknya hubungan anatara

kompetensi pedagogik guru dengan prestasi belajar siswa.Koefisien

pengaruh adalah suatu alat statistik, yang dapat digunakan untuk

membandingkan hasil pengukuran dua variabel.

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah

(54)

kompetensi pedagogik guru sebagai variabel (X) dan prestasi belajar siswa

pada mata pelajaran matematika sebagai variable (Y) .

Berdasarkan masalah, tujuan dan hipotesis yang diajukan dalam

penelitian maka, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif,

pengumpulan data dilakukan berbentuk angka. Sehingga tekhnik analisis

data yang digunakan adalah tekhnik analisis statistik dengan menggunakan

rumus“product moment”, Hal ini sesuai dengan pendapatnya Netrabahwa

tekhnik korelasi product moment ini digunakan untuk mencari koefisien

pengaruh antara gejala interval dengan gejala interval lainnya. Selanjutnya

berdasarkan koefisien pengaruh yang diperoleh penulis dapat mengadakan

pengetesan hipotesis koefisien pengaruh yang diperoleh.

Kompetensi pedagogik guru dan prestasi belajar siswa

merupakan suatu gejala interval dapat dilakukan pengumpulan data

melalui angket, observasi dan dokumentasi, selanjutnya data yang

diperoleh dari hasil angket,observasi dan dokumentasi tersebut

diwujudkan dalam bentuk nilai mentah dan akan diolah dengan

menggunakan rumus korelasiproduct moment (rumus mentah ).Adapun

rumus korelasiproduct momentyaitu :

Keterangan:

rxy : Koefisien pengaruh antar x dan y

rxy= N

XY

(

X

)(

Y

)

(55)

∑xy : Angket pengaruh antara variabel X dan variabel Y

N : Jumlah obyek peneliti

Xy : Jumlah hasil perkalian anatar skor X dengan Skor Y

∑x :Jumlah seluruh skor X

∑y : Jumlah seluruh skor Y

X2 : Jumlah skor X yang dikuadratkan

Y2 : Jumlah skor Y yang dikuadratkan.55

6. Validitas dan Reliabilitas a. Validitas Instrument

Dalam suatu instrumen dikatakan baik jika alat ukur yang

digunakan untuk mendapatkan data(mengukur) itu valid. Valid berarti

instrument tersebut dapat mengukur apa yang seharusnya diukur.

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan

tingkat-tingkat kevalidan dan kesahihan suatu instrument.56Validitas

menunjukkan sejauh mana skor atau nilai, ukuran yang diperoleh

benar-benar menyatakan hasil pengukuran atau pengamatan yang ingin

diukur.

Macam-Macam validitas umumnya digolongkan dalam tiga

kategori, yaitu :

1) validitas isi (content validity),

2) validitas berdasarkan kriteria (criterion-related validity)

3) validitas konstruk.

(56)

Pada penelitian ini akan dibahas hal menyangkut validitas

untuk menguji apakah pertanyaan-pertanyaan itu telah mengukur

aspek yang sama, untuk itu dipergunakanlah validitas konstruk .

Validitas konstruk digunakan untuk mengukur prestasi belajar

siswa setelah melakukan pengamatan dan pemberian angket

(pertanyaan-pertanyaan) terhadap siswa-siswa kelas XSMAN 1

Pringgabaya. Uji validitas dilakukan dengan mengukur pengaruh

antara variabel/ item dengan skor total variabel. Cara mengukur

validitas konstruk yaitu denganmencari pengaruh antara

masing-masing pertanyaan dengan skor total menggunakan rumus teknik

korelasi product moment, sebagai berikut:

Keterangan:

rxy : Koefisien korelasi.n : Jumlah subjek atau responden.

x : Skor butir.

y : Skor total.

Dalam suatu instrument dikatakan valid atau tidak dapat

diketahui dengan cara mengkorelasikankan antara skor butir dengan

skor total (Y ). Bila harga pengaruh di bawah 0,30,maka dapat

disimpulkan bahwa butir instrument tersebut tidak valid.57

b. Reliabilitas Instrument

57Sugiyono ,Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif,(Bandung :Alfabeta,20I2 ),h, I26. rxy= N

XY

(

X

)(

Y

)

{

N

X2

(

X

)

2

}{

N

Y2

(

(57)

Reliabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa suatu

instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat

pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Untuk menguji

reliabilitas instrumen, Pengujian reliabilitas dilakukan dengan

teknik belah dua (split helf) yang dianalisis dengan

r rII = reliabilitas instrument

rI/2 I/2 = rxy yang disebutkan sebagai indek korelasi anatara dua 1 Studi literatur dan kajian masalah

2 Observasi awal 

4 Pengambilan atau pengumpulan data

5 Analisis data

6 Interpretasi dan penarikan

Gambar

Tabel I.1 Skor  Jawaban Angket/Koesioner
Tabel 1. 2 Kisi-kisi angket
Tabel 1.3. Pengamatan kegiatan pelaksanaan pembelajaran

Referensi

Dokumen terkait

Pada langkah berikutnya, untuk melengkapi perbaikan yang telah dilakukan dalam langkah pertama hingga ketiga, akan dibuat sebuah alat untuk me-recycle tembakau, prinsipnya

Hasil dari penelitian ini adalah JWT yang diimplementasikan dapat melakukan validasi terhadap username dan password yang dikirimkan oleh publisher, JWT mampu melakukan

video in helping junior high school students speaking English.. This

Dalam proses penilaian jawaban esai dibangi menjadi 2 proses yaitu dengan model graph dan dengan term frekuensi, untuk proses dengan model graph data kunci dan jawaban

Uji tempel adalah uji iritasi dan kepekaan kulit yang dilakukan dengan cara mengoleskan sediaan uji pada kulit normal panel manusia dengan maksud untuk

Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.. Jakarta: Departemen Kesehatan

Multimedia merupakan suatu konsep dan teknologi baru dalam bidang teknologi informasi, dimana dalam bentuk teks, gambar, suara, animasi dan video disatukan dalam komputer

Dan dengan berakhirnya Skripsi ini, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada banyak pihak yang turut serta membantu dan memberikan dukungan selama penyusunan