PROPOSAL
PENGARUH KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA
PELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS X SMAN 1 PRINGGABYA TAHUN 2013/2014”
Oleh :
RODIANSYAH 151104100
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
PERSETUJUAN
Proposal Rodiansyah NIM : 151104100 yang berjudul “Pengaruh Kompetensi
Pedagogik Guru Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata
Pelajaran Matematika Siswa Kelas X SMAN 1 Pringgabya Tahun 2013/2014”
Telah memenuhi syarat dan disetujui untuk diseminarkan.
Disetujui pada tanggal, 23 Desember 2013.
Dibawah Bimbingan
Pembimbing I Pembimbing II
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang dengan limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyusun proposal ini dengan baik, sebagai salah satu persyaratan untuk menempuh ujian akhir program Strata Satu (S1) pada Institut Agama Islam Negri Mataram.Sholawat Serta Salam Atas Junjungan Alam Nabi Besar Muhammad SAW, Sang Pembimbing Yang Mulia.
Oleh karena itu pada kesempatan yang baik ini penulis sampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan dan bimbingan mulai dari perencanaan hingga penyusunan proposal ini sampai selesai kepada:
1. Bapak Drs.H.Idris M.Pdi selaku pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dengan penuh ketelitian serta memberikan motivasi dan kemudahan sehingga proposal ini bisa terselesaikan
2. Bapak M.Iwan fitriani S.Pdi. M.Pd selaku pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dengan penuh kesabaran dan ketelitian serta memberikan dukungan moril sehingga proposal ini dapat terselesaikan 3. Ibu Parhaini Andriani M.Pd. Si selaku dosen wali yang telah banyak
meluangkan waktu untuk memberikan masukan dan bimbingan serta dorongan motivasi yang kuat dalam penyusunan proposal ini.
4. Bapak dan Ibu dosen Institut Agama Islam Negri Mataram yang telah banyak memberi masukan dan bimbingan dalam penyusunan proposal ini 5. Teman teman seperjuanganku yang selalu memberi motivasi dan
dukungan dalam pembeutan proposal ini.
Semoga Allah SWT memberikan balasan atas amal ibadah dan bantuan yang diberikan dengan tulus ikhlas serta limpahan rahmat dan karunia-Nya senantiasa tercurah kepada kita. Amin .
Sebagai seseorang yang masih dalam taraf belajar, tentu saja proposal ini masih banyak kekurangan dan kesalahan. Untuk itu peneliti dengan hati terbuka menerima kritik dan saran yang sifatnya membangun, guna perbaikan dan peninhkatan kualitas peneliti dimasa yang akan datang.
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL ... i
HALAMAN JUDUL ... ii
HALAMAN PERSETUJUAN... iii
KATA PENGANTAR ... iv
DAFTAR ISI ... v
A. Latar Belakang Masalah... 1
B. Rumusan masalah ... 4
C. Tujuan penelitian ... 5
D. Manfaat penelitian ... 5
E. Telaah pustaka ... 7
F. Kajian pustaka ... 9
1. Pengertian kompetensi guru ... 9
2. Macam-macam kompetensi guru ... 12
3. Pengertian kompetensi pedagogik guru ... 13
4. komponen-komponen kompetensi pedagogik ... 15
6. Pengaruh kompetensi pedagogic guru dalam meningkatkan
prestasi belajar siswa...
30
7. Hakekat matematika... 31
G. Hipotesis Penelitian... 35
H. Metode penelitian... 36
1. Desain dan pendekatan penelitian... 36
2. Populasi dan sampel... 37
3. Instrument penelitian... 38
4. Tekhnik pengumpulan data... 40
5. Tekhnik analisis data... 45
6. Validitas dan reliabilitas... 47
I. Jadwal kegiatan penelitian... 49
PENGARUH KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS X SMAN 1 PRINGGABAYA TAHUN 2013/2014
A. Latar Belakang Masalah
Proses interaksi belajar mengajar adalah inti dari pendidikan, segala
sesuatu yang telah diprogramkan akan dilaksanakan dalam kegiatan belajar
mengajar. Guru dan siswa adalah unsur yang sangatberperan dalam proses
tersebut.Proses belajar mengajar akan berhasil apabila hasilnya mampu
membawa perubahan dalam pengetahun,pemahaman, keterampilan dan nilai
sikap dalam diri anak didik. Pada umumnya guru merupakan faktor yang
sangat dominan dan penting dalam pendidikan formal.1
Selanjutnya salah satu faktor utama yang menentukan mutu pendidikan
adalah guru. Gurulah yang berada digarda terdepan dalam menciptakan
sumber daya manusia. Guru berhadapan langsung dengan peserta didik
didalam kelas melalui proses belajar mengajar. Hal ini menunjukkan bahwa
guru di tuntut menjadi seorang yang kompeten dalam profesinya.
Proses belajar mengajar merupakan peroses kegiatan interaksi antara
dua unsur manusiawi, yakni siswa sebagai pihak belajar dan guru sebagai
pihak yang mengajar.2
1Fachruddin Saudagar, Ali Idrus,Pengembangan Profesionalisme Guru (Jakarta: GP Press, 2009), h. 99
Bila di kaitkan dengan peserta didik, maka guru hendaknya memiliki
pemahaman yang lebih tentang karakteristik dan kondisi peserta didik. Guru
di tuntut untuk memantau pertumbuhan fisik dan mengeksplorasi potensi yang
dimiliki anak didik.3
Dalam rangka membantu siswa untuk mencapai tujuan, maka guruharus
memiliki kompetensi yang unggul dibidangnya, baik itu kompetensi
pedagogik,kompetensi professional,kompetensi sosial maupun kompetensi
keperibadian, maka penelitian ini menekakan pada kompetensi pedagogik.
Salah satu kompetensi yang wajib di miliki oleh seorang guru adalah
kompetensi pedagogik. Dalam Standar Nasional Pendidikan Pasal 28 Ayat (3)
butir a di kemukakan bahwa kompetensi pedagogik adalah kemampuan
mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap
peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil
belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai
potensi yang di milikinya.
Lebih lanjut dalam RPP tentang guru dikemukakan bahwa: kompetensi
pedagogik adalah kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran peserta
didik meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan
pelaksanaan pembelajaran, pengembangan kurikulum /silabus, pelaksanaan
pembelajaran yang mendidik dan dialogis, pemanfaatan
teknologipembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembanganpeserta
didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.4
Sehubungan dengan penjelasan tersebut,maka kemampuan yang dituntut
pada seorang guru tidaklah sekedar tugas dan kewajiban sebagai pendidik
atau pengajar yang menyajikan materi didepan kelas,akan tetapi hendaknya ia
mampu memiliki kemampuan mengelola pembelajaran peserta didikatau
keterampilan dalam memilih dan menentukan metode, media bahkan alat
evaluasi untuk meningkatkan prestasi siswa pada mata pelajaran Matematika.
Berdasarkan hasil observasi awal yang telah dilaksanakan oleh peneliti
di kelas XSMAN 1 Pringgabaya pada mata pelajaranmatematika dalam
proses belajar mengajar terdapat berbagai masalah atau kendala yang
berpengaruh terhadap prestasi siswa diantaranya : 1) kurangnya pemahaman
guru terhadap peserta didik, 2) Kurangnya pemahaman guru dalam
perancangan pembelajaran, 3) Dalam mengadakan evaluasi hasil belajar, guru
masih belum bisa memilih waktu yang efektif, dan 4) Dalam
mengaktualisasikan potensi yang di miliki oleh peserta didik guru masih
kurang mampu. Sehingga berdampak pada siswa yang menyebabkan
rendahnya prestasi belajar siswa.5
Dari berbagai permasalahan terkait dengan kompetensi pedagogik guru
dengan prestasi belajar siswa kelas X SMAN 1 Pringgabayayang telah
disebutkan di atas sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa, dilihat
dari prestasi siswa berdasarkan kriteria ketuntasan minimum yaitu 7,00. 6
Maka peneliti perlu melakukan penelitian dengan alasan, hasil dari
penelitian ini diharapkan menjadi bahan masukan bagi guru dan siswa bahwa
5 Observasi awal, Rabu,13 Oktober 2013, Pukul :10.23 WITA di SMAN 1 Pringgabaya
didalam proses belajar mengajar sangat perlu memaksimalisasi kompetensi
Pedagogik guru untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan yakni salah
satunya meningkatkan prestasi belajar siswa. Disamping itu juga peneliti ingin
mengetahui lebih jauh tentang kompetensipedagogik guru dalam mengajar
mata pelajaran matematika terhadap prestasi siswa.
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka peneliti berupaya untuk
mengkaji lebih dalam terhadap permasalahan tersebut dan dituangkan dalam
bentuk skripsi yang berjudul “PengaruhKompetensi Pedagogik Guru Dalam
Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika Siswa
Kelas XSMAN 1 Pringgabaya Tahun Pelajaran 2013/20I4”
B. Rumusan Dan Batasan Masalah 1. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam suatu penelitian merupakan suatu keharusan
karena dengan merumuskan masalah, penelitian akan lebih terarah dalam
pembahasan selanjutnya,perumusan masalah dapat dilakukan dengan cara
merumuskan judul selengkapnya.7Berangkat dari latar belakang
permasalahan tersebut, maka dirumuskan permasalahan sebagai berikut
“Apakah adapengaruh kompetensi pedagogik guru dalam
meningkatkanprestasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika siswa
kelas X SMAN 1 Pringgabaya Tahun Ajaran 20I3 /20I4 ?
2. Batasan Masalah
Dalam pembahasan penelitian ini, maka penulis sekaligus
penelitimembatasi masalah penelitian karena beberapa faktor, antara lain :
1) adanya keterbatasan waktu, 2) terbatasnya sarana dan tenaga.8 Mengacu
pada faktor masalah dalam penelitian ini, maka peneliti mengambil judul
“pengaruh kompetensi pedagogik guru dalam meningkatkan prestasi
belajar siswa pada mata pelajaran matematika siswa kelas X SMAN 1
Pringgabaya tahun 2013/2014”. Dimana :
a. Kompetensi Pedagogik Guru (X ) sebagai variabel bebas
b. Prestasi belajar siswa (Y) sebagai variabel terikat
C. Tujuan Penelitian
Dari rumusan masalah diatas, tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah
untuk mengetahui seberapa besar tingkatpengaruh kompetensi pedagogik guru
dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika
siswa kelas X SMAN 1 Pringgabaya tahun 2013/2014.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian terdiri dari dua macam yaitu manfaat secara teoritis
dan praktis. Adapun hasil penelitian ini nantinya diharapkan mempunyai
manfaat sebagai berikut :
1. Manfaat teoritis
Hasil penelitan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan
tentang pentingnya seorang guru yang mempunyai kompetensi dalam
mengajar dan meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran
matematika. Sehingga dapat mengembangkan potensi siswa dan dapat
diajarkan oleh guru-guru yang memiliki kompetensi pada bidangnya,
dengan demikian apa yang menjadi tujuan pembelajaran dapat berhasil
dengan baik.
2. Manfaat praktis a. Bagi Siswa
Dapat membantu siswa untuk meningkatkan prestasi belajar
pada mata pelajaran matematika sehingga standar kompetensi dapat
dituntaskan oleh siswa secara optimal.
b. Bagi Guru
Hasil penelitian ini dapat dipakai sebagai bahan acuan bagi
guru dalam meningkatkan kompetensi pedagogik yang di miliki untuk
meningkatkan prestasi belajar yang lebih baik dari sebelumnya.
c. Bagi Peneliti lain
Hasil penelitian ini dapat diharapkan dapat memberikan
motivasi bagi peneliti lain untuk meneliti lebih lanjut tentang hal-hal
d. Bagi Lembaga
Hasil penelitian ini diharapkan sebagai masukan yang berguna
bagi lembaga pendidikan pada khususnya pada tempat
dilaksanakannya penelitian ini, dalam rangka meningkatkan mutu
pendidkan terutama dibidang studi Matematika.
E. Telaah Pustaka
Untuk mengetahui sejauh mana keaslian dan faktualiasi penelitian ini,
maka peneliti mengadakan telaah pustaka dari peneliti-peneliti sebelumnya
yang berkaitan dengan judul dan permasalahan dengan mempertimbangkan
kedekatan variabel- variabel yang digunakan. Adapun beberapa telaah pustaka
yang digunakan:
1. Fitri Yulianti dengan judul Kompetensi pedagogik guru terhadap prestasi
belajar siswa(20I2).9Dalam penelitian ini membahas tentang kompetensi
pedagogik guru dengan prestasi belajar siswa.Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis dan mendeskripsikan tingkat kompetensi pedagogik
guru yang dilihat dari nilai rata - rata raport semester.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriftif dengan
tekhnik analisis data yang linear dengan rumus statistik pengaruh
product moment. Dilakukan secara kuantitiatif untuk
mngolah,menganalisis dan menginterprestasikan data-data yang
dikumpulkan mlalui angket.Sedangkan secara deskriftif dimaksudkan
untuk menggambarkan secara sistematis mengenai fakta sifat dan
hubungan yang diteliti.Teknik sampling diambil I5% dari jumlah
populasi yang ada sehingga responden yang terpilih sebanyak 30.Teknik
pengumpulan data dilakukan dengan angket pengembangan instrument
kompetensi pedagogik yang telah diuji secara validasi sebanyak 26 item
pertanyaan dinyatakan valid dari hasil penelitian dan dinyatak
reliabel,karena hasil ri >tabel rho yaitu 0,946 > 0,364.
2. Indrasari Fikri Agustina dengan judul : Pengaruh Kompetensi Pedagogik
Guru Terhadap Prestasi belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Arab
Kelas XI MA Aikmel Tahun Ajaran 20II /20I2.10
Hasil penelitiannya mengatakan bahwa :Guru mata pelajaran
dikatakan mempunyai kompetensi pedagogik hal ini dilihat dari
kemampuan siswa ketika mengikuti proses belajar mengajar dan terlihat
dari prestasi belajar siswa, yakni dari hasil analisa antara kedua variabel
(x dan y )terdapat hubungan yag signifikan ,terbukti dari hasil analisa
data yang menunjukkan nilai rxy hasil analisa data = 0,649 sedangkan
nilai data = 0.649 > 0,349. Nilai dalam data product moment dengan
jumlah responden (N ) = 32 Orang siswa.
3. Muhammad Irfan dengan judul :Pengaruh Kompetensi Pedagogik Guru
Dengan Prestasi Pelajar Siswa Pada Bidang Study Al- Qur’an Hadist di
MA Nurussabah Batunyala Tahun Ajaran 2008/2009.11
Dalam penelitian ini membahas tentang kompetensi pedagogik
guru dengan prestasi prestasi belajar siswa,dalam penelitian ini
menggunakan dua variabel yaitu variabel bebas (kompetensi pedagogik
guru ) da variabel terikat (prestasi belajar siswa pada mata pelajaran
Al-qur’an Hadist,dalam penelitian ini menggunakan metode deskriftif
analisis dan metode korelesional yaitu suatu teknik atau cara yang
digunakan untuk menguraikan masalah atau keadaaan yang ada
dilapangan dan menganalisis data atau informasi yang diperoleh tentang
kondisis kompetensi guru terhadap prestasi belajar siswa dalam bidang
study al –qur’an hadist.
F. Kajian Pustaka
1. Pengertian Kompetensi Guru
Kompetensi berasal dari bahasa inggris yaitu competency yang
berarti kemampuan atau kecakapan,Disamping berarti
kemampuan,kompetensi juga berarti the state of being legally competent
or qualified yakni keadaan berwewenang atau memenuhi syarat menurut
ketentuan hukum.Adapun kompetensi guru menurut Barlow (1985), yaitu
kemampuan seorang guru dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban
secara bertanggung jawab dan layak.12
Sesuai dengan pengertian diatas kompetensi berarti kemampuan atau
kecakapan seorang guru dalam mengembankan tugasnya sebagai tenaga
pendidik.Sehingga peserta didik memiliki perubahan sikap, perilaku dan
pola pikir dibidang kognitif, afektif, maupun psikomotorik.
Adapun menurut Syaiful Bahri Djamarah kompetensi merupakan
suatu kemampuan yang mutlak dimiliki guru agar tugasnya sebagai
pendidik dapat terlaksana dengan baik. Beranjak dari pengertian inilah
kompetensi merupakan suatu hal yang tidak bisa dipisahkan dari kegiatan
pendidikan dan pengajaran.Agar memiliki pemahaman yang jelas tentang
kompetensi.13
Menurut Metembun(2002), yang dikutip oleh Syaiful Bahri Guru adalah semua orang yang berwenang dan bertanggung jawab terhadap pendidikan murid-murid,baik secara individual atau klasikal,baik di sekolah maupun di luar sekolah,ini berarti seorang guru minimal memiliki dasar-dasar kompetensi sebagai wewenang dan kemampuan dalam menjalankan tugas. Untuk itu seorang guru perlu memiliki keperibadian,menguasai bahan pelajaran dan mengusai cara-cara mengajar sebagai dasar kompetensi.Bila guru tidak memiliki keperibadian,tidak menguasai bahan pelajaran dan cara-cara mengajar,maka guru gagal menunaikan tugasnya.14
Dari kedua pendapat diatas dapat difahami bahwa kompetensi yaitu
suatu kemampuan atau kecakapan yang dimiliki oleh guru dalam
melaksanakan proses belajar mengajar dalam meningkatkan prestasi
belajar siswa. Kompetensi merupakan seperangkat pengetahuan,
12Muhibbin syah ,Psikologi Pendidikan (,(Jakarta:PT Remaja Rosdakarya,2005),h.229 13 Syaiful bahri Djamarah , Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru (Jakarta:Usaha Nasional,2002), h. 33
keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati,dikuasai, dan
diwujudkan oleh guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya.
Menurut Gordon sebagaimana yang dikutip oleh E. Mulyasa, bahwaada enam aspek atau ranah yang terkandung dalam konsep kompetensi, yaitusebagai berikut :
a. Pengetahuan (knowledge), yaitu kesadaran dalam bidang kognitif, misalnya seorang guru mengetahui cara melakukan identifikasi kebutuhanbelajar, dan bagaimana melakukan pembelajaran terhadap peserta didiksesuai dengan kebutuhannya.
b. Pemahaman (understanding), yaitu kedalaman kognitif dan afektif yangdimiliki oleh individu, misalnya seorang guru yang akanmelaksanakanpembelajaran harus memiliki pemahaman yang baik tentang karakteristikdan kondisi peserta didik, agar melaksanakan pembelajaran berjalan secaraefektif dan efesien.
c. Kemampuan (skill), adalah sesuatu yang dimiliki oleh individu untukmelakuakan tugas atau pekerjaan yang dibebankan kepadanya, misalnyakemampuan guru dalam memilih dan membuat alat peraga sederhanauntuk memberikan kemudahan belajar kepada peserta didik. d. Nilai (value), adalah suatu standar perilaku yang telah diyakini dan secarapsikologis telah menyatu dalam diri seseorang, misalnya standar perilakuguru dalam pembelajaran (kejujuran, keterbukaan, demokratis, dan lain- lain)
e. Sikap (attitude) yaitu perasaan (senang, tak senang, suka-tidak suka) ataureaksi terhadap suatu rangsangan yang datang dari luar, reaksi terhadapkrisis ekonomi, perasaan terhadap kenaikan gaji, dan lain-lain.
f. Minat(interest),adalah kecenderungan seseorang untuk melakukansesuatu perbuatan, misalnya minat untuk melakukan sesuatu atau untukmempelajari sesuatu.15
Dari keenam aspek yang terkandung dalam konsep kompetensi
diatas,jika ditelaah secara mendalam mencakup empat bidang kompetensi
yangpokok bagi seorang guru yaitu kompetensi pedagogik,
kompetensikepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional,
dari keempatjenis kompetensi tersebut harus sepenuhnya dikuasai oleh
guru. Guru yangmemiliki kompetensi pedagogik akan dapat mengelola
pembelajaran denganlebih baik, sehingga proses belajar mengajar dapat
berlangsung secara efektifdan tujuan yang diharapkan dapat tercapai.
2. Macam–Macam Kompetensi Guru
Berdasarkanpendapat yang diatas bahwa kompetensi yang harus
dimiliki oleh Guru meliputi :
a. Kompetensi kepribadian
Kompetensi keperibadian merupakan kemampuan personal
yang mencerminkan keperibadian yang mantap, stabil, dewasa, arif
dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik dan berakhlak
mulia.
b. Kompetensi pedagogik
Kompetensi pedagogik meliputi pemahaman terhadap peserta
didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil
belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan
berbagai potensi yang dimilikinya.
c. Kompetensi profesional
Kompetensi profesional merupakan penguasaan materi
pembelajaran secara luas dan mendalam yang mencakup penguasaan
materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan subtansi keilmuan
yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap struktur dan
metodologi keilmuannya. Setiap subkompetensi memiliki indikator
d. Kompetensi sosial
Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru untuk
berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik,
sesama pendidik, dan masyarakat sekitar .16
3. Pengertian Kompetensi Pedagogik Guru
Tugas guru yang utama adalah mengajar dan mendidik murid di
kelas dan di luar kelas. Guru selalu berhadapan dengan murid yang
memerlukan pengetahuan, keterampilan, dan sikap utama untuk
menghadapi hidupnya di masa depan . Menurut Badan Standar Nasional
pendidikan yang dimaksud dengan kompetensi pedagogik adalah:
Kemampuan dalam peserta didik yang meliputi pemahaman wawasan
atau landasan kependidikan ,pemahaman tentang peserta didik,
pengembangan kurikulum /silabus, perancangan pembelajaran,
pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis, evaluasi hasil
belajar dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan
berbagai potensi yang dimiliknya.17
Sedangkan menurut Lavengeveld yang dikutip oleh Uyoh Sadulloh bahwa pedagogik merupakan suatu ilmu mendidik yang lebih menekankan kepada praktik, menyangkut kegiatan mendidik dan membimbing anak.18
Dalam Standar Nasional Pendidikan, penjelasan pasal 28 ayat (3)
butir A dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi
pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik
16 Farida samarya, Sertifikasi Guru (Bandung :Yrama Widya ),h.22.
meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan
pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar dan pengembangan
peserta didik untukmengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
Dari beberapa pendapat diatas dapat difahami bahwa kompetensi
pedagogik guru merupakan keterampilan guru dalam mengajar dan
membimbing anak didiknya dalam meningkatkan potensi dan kecerdasan
anak didik untuk mencapai tujuan dalam pembelajaran.
Menurut E. Mulyasamengatakan bahwa kompetensi pedagogik
merupakan kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran peserta
didik yang sekurang-kurangnya meliputi hal-hal sebagai berikut:
a. Pemahaman wawasan dan landasan kependidikan
b. Pemahaman terhadap pesrta didik
c. Pengembangan kurikulum/silabus
d. Perancangan pembelajaran
e. Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis
f. Pemanfaatan teknologi pembelajaran
g. Evaluasi hasil belajar
h. Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.19
4. Komponen – komponen kompetensi pedagogik
Guru sebagai tenaga pendidik yang sekaligus memiliki
peranpenting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di negara
ini, terlebihdahulu harus mengetahui dan memahami wawasan dan
landasankependidikan sebagai pengetahuan dasar. Pengetahuan awal
tentangwawasan dan landasan kependidikan ini dapat diperoleh ketika
gurumengambil pendidikan keguruan di perguruan tinggi.
Secara operasional, kemampuan mengelolapembelajaran
menyangkut tiga fungsi manajerial, yaitu perencanaan,
pelaksanaandan pengendalian.
1) Perencanaan menyangkut penetapan tujuan, dan kompetensi serta
memperkirakan cara pencapaiannya.Perencanaaan merupakan
merupakan fungsi sentral dari manajemen pembelajaran dan harus
beriorentasi ke masa depan.
2) Pelaksaanaan atau sering juga disebut implementasi adalah proses
yang memberikan kepastian bahwa proses belajar mengajar telah
memiliki sumber daya manusia dan sarana prasarana yang
diperlukan sehingga dapat membentuk kompetensi dan mencapai
tujuan yang diinginkan.
3) Pengendalianyang bertujuan menjamin kinerja yang dicapai sesuai
dengan rencana atau tujuan yang telah ditetapkan.
Pemahaman terhadap peserta didik merupakan salah satu kompetensi
pedadogik yang harus dimiliki guru, sedikitnya terdapat empat hal yang
harus dipahami guru dari peserta didiknya, yaitu tingkat
kecerdasan,kreativitas,cacat fisik dan perkembangan kognitif.
1. Tingkat kecerdasan (intelegensi )
Dalam bukunya Psikologi Pendidikan, Alisuf Sabri
menyimpulkan arti dari kecerdasan (intelegensi) sebagai berikut :
a) Kemampuan umum mental individu yang tampak dalam caranya
bertindak atau berbuat atau dalam memecahkan masalah atau
dalam melaksanakan tugas.
b) Suatu kemampuan mental individu yang ditunjukan melalui
kualitas kecepatan, ketepatan dan keberhasilannya dalam
bertindak/berbuat atau memecahkan masalah yang dihadapi.
Dari pengertian diatas dapat dikemukakan bahwa selain
ditentukan berdasarkan hasil tes IQ(Intelligence quetiont), ternyata tinggi atau rendahnya tingkat kecerdasan seseorang dapat dilihat dari
kecepatan, ketepatan dan keberhasilan seseorang dalam bertindak atau
dalam memecahkan masalah.
2. Kreativitas
Proses pembelajaran pada hakikatnya untuk mengembangkan
aktivitas dan kreativitas peserta didik, melalui berbagai interaksi dan
pengalaman belajar. Namun dalam pelaksanannya seringkali kita
dilaksanakan justru menghambat aktivitas dan kreativitas peserta
didik.
Dari uraian diatas dapat difahami bahwa krativitas peserta
didik dalam belajar sangat bergantung pada kreativitas guru dalam
mengembangkan standar kompetensi, serta menciptakan lingkungan
belajar yang kondusif.Guru dapat mengemukakan berbagai
pendekatan dalam meningkatkan kreativitas peserta didik.
3. Kondisi fisik atau psikologis
Kondisi fisik antara lain berkaitan dengan penglihatan,
pendengaran, kemampuan bicara dan lain-lain.Dalam menyikapi
kondisi peserta didik guru harus bersikap lebih sabar,dan telaten,tetapi
dilakukan secara wajar sehingga tidak menimbulkan kesan negatif.
4. Pertumbuhan dan perkembangan kognitif
c. Pengembangan kurikulum
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan
mengenaitujuan, isi dan bahan pembelajaran, serta cara yang digunakan
sebagaipedoman pelaksanaan pembelajaran untuk mencapai tujuan
pendidikantertentu.
Sedangkan silabus adalah seperangkat rencana dan pengaturanuntuk
membantu mengembangkan seluruh potensi yang meliputikemampuan
fisik, intelektual, emosional, moral agama serta optimal dalamlingkungan
Dalam proses belajar mengajar, kemampuan guru dalam
mengembangkankurikulum/silabus sesuai dengan kebutuhan peserta didik
sangat penting,agar pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan
menyenangkan.20
d. Perancangan Pembelajaran
Perancangan pembelajaran merupakan salah satu kompetensi
pedagogis yang harus dimiliki guru, yang akan bermuara pada
pelaksanaanpembelajaran. Perancangan pembelajaran sedikitnya
mencakup tigakegiatan, yaitu:
1. Identifikasi kebutuhan
Kebutuhan merupakan kesenjangan antara apa yang seharusnya
dengan kondisi yang sebenarnya, atau sesuatu yang harus dipenuhi
untuk mencapai tujuan. Identifikasi kebutuhan bertujuan antara lain
untuk melibatkan dan memotivasi peserta didik agar kegiatan belajar
dirasakan sebagai bagian dari kehidupan dan mereka merasa
memilikinya.
2. Identifikasi Kompetensi
Kompetensi merupakan sesuatu yang ingin dimiliki oleh peserta
didik dan merupakan komponen utama yang harus dirumuskan dalam
pembelajaran yang memiliki peran penting dan menentukan
arahpembelajaran.Penilaian pencapaian kompetensi perlu dilakukan
secaraobjektif,berdasarkankinerja peserta didik, dengan bukti
penguasaanmereka terhadap suatu kompetensi sebagai hasil belajar.
3. Penyusunan Program Pembelajaran
Penyusunan program pembelajaran akan bermuara pada
RencanaPelaksanaan Pembelajaran (RPP), sebagai produk
programpembelajaran jangka pendek, yang mencakup komponen
programkegiatan belajar dan proses pelaksanaan program. Komponen
programyang mencakup kompetensi dasar, materi standar, metode dan
teknik, mediadan sumber belajar, waktu belajar dan daya dukung
lainnya.
Dengandemikian, rencana pelaksanaan pembelajaran pada
hakikatnyamerupakan suatu sistem, yang terdiri atas
komponen-komponen yangsaling berhubungan serta berinteraksi satu sama lain,
dan membuatlangkah-langkah pelaksanaannya, untuk mencapai tujuan
ataumembentuk kompetensi.21
e. Pelaksanaan Pembelajaran Yang Mendidik dan Dialogis
Kegagalan pelaksanaan pembelajaran sebagaian besar disebabkan
oleh penerapan metode pendidkan konvensional, anti dialog,pewarisan
pengetahuan dan tidak bersumber pada realitas masyarakat.
Pembelajaran yang mendidik dan dialogis merupakan respon terhadap
praktek pendidikan anti realitas, yang menurut Freire harus diarahkan pada
proses hadap masalah. Titik tolak penyusunan program pendidikan atau
politik harus beranjak dari kekinian, eksistensial, dan konkrit yang
mencerminkan aspirasi-aspirasi masyarakat.
Tugas guru yang paling utama dalam pembelajaran adalah
mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan
perilaku dan pembentukan kompetensi peserta didik. Umumnya
pelaksanaan pembelajaran mencakup tiga hal yaitu :
1. Pre Test (tes awal)
Pelaksanaan pembelajaran biasanya dimulai dengan pre
test,untuk menjajagi proses pembelajaran yang akan dilaksanakan.
Oleh karena itu pre test memegang peranan yang cukup penting
dalam proses pembelajaran, yang berfungsi antara lain sebagai berikut
:
a) Untuk mengetahui tingkat kemajuan peserta didik sehubungan
dengan proses pembelajaran yang dilakukan, dengan cara
membandingkan hasil pre test dengan post test.
b) Untuk mengetahui kemampuan awal yang telah dimiliki
pesertadidik mengenai kompetensi dasar yang akan dijadikan
topik dalamproses pembelajaran
c) Untuk mengetahui darimana seharusnya proses
pembelajarandimulai, kompetensi dasar mana yang telah dimiliki
peserta didik,dan tujuan-tujuan mana yang perlu mendapat
penekanan danperhatian khusus.22
2. Proses
Kualitas pembelajaran dan pembentukan kompetensi peserta
didik dapat dilihat dari segi proses dan hasil. Dari segi proses,
pembelajaran dan pembentukan kompetensi dikatakan berhasil dan
berkualitas apabilaseluruhnya atau sebagian besar (75%) peserta didik
terlibatsecara aktif, baik mental, fisik, maupun sosial,
disampingmenunjukkan gairah belajar yang tinggi, semangat belajar
yang besar,dan tumbuhnya rasa percaya diri. Sedangkan dari segi
hasil, prosespembelajaran dan pembentukan kompetensi dikatakan
berhasil apabilaterjadi perubahan kompetensi dan prilaku yang positif
pada diri pesertadidik seluruhnya atau sebagian besar (75%). Lebih
lanjut prosespembelajaran dan pembenetukan kompetensi dikatakan
berhasil danberkualitas apabila masukan merata, menghasilkan output
yang banyakdan bermutu tinggi, serta sesuai dengan kebutuhan,
perkembangan masyarakat dan pembangunan.
3. Post Test
Pada umumnya pelaksanaan pembelajaran diakhiri dengan post
testseperti halnya pre test,post test memiliki banyak
kegunaan,terutamadalam melihatkeberhasilanpembelajaran.Fungsi
post tes antara lain dapat dikemukakan sebagai berikut:
a) Untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik
terhadapkompetensi yang telah ditentukan, baik secara individu
maupunkelompok. Hal ini dapat diketahui dengan
b) Untuk mengetahui kompetensi dasar dan tujuan-tujuan yang
dapatdikuasai oleh peserta didik, serta kompetensi dasar dan
tujuan-tujuanyang belum dikuasai.
c) Untuk mengetahui peserta didik yang perlu mengikuti
kegiatanremedial, dan yang perlu mengikuti kegiatan pengayaan,
serta untuk mengetahui tingkat kesulitan belajar.
d) Sebagai bahan acuan untuk melakukan perbaikan terhadap
prosespembelajaran dan pembentukan kompetensi peserta didik
yang telah dilaksanakan, baik terhadap perencanaan, pelaksanaan
maupun evaluasi.23
f. Pemanfaatan Teknologi Pembelajaran
Penggunaan teknologi dalam pendidikan dan pembelajaran
(learning)dimaksudkan untuk memudahkan atau mengefektifkan kegiatan
pembelajaran.Dalam hal ini, guru dituntut untuk memiliki kemampuan
menggunakan dan mempersiapkan materi pembelajaran dalam suatu
sistem jaringan computer yang dapat diakses oleh peserta didik. Oleh
karena itu, seyogyanya guru dan calon guru dibekali dengan berbagai
kompetensi yang berkaitan dengan penggunan teknologi informasi dan
komunikasi sebagai teknologi pembelajaran.24
g. Evaluasi Hasil Belajar
Evaluasi artinya penilaian terhadap tingkat keberhasilan siswa
mencapaiTujuan yang telah ditetapkan dalam sebuah program. Padanan
kataevaluasi adalah assesment yang menurut Tardif (1989) berarti proses
penilaian untuk menggambarkan prestasi yang dicapai seorang siswa
sesuai kriteria yang telah ditetapkan.25
Evaluasi hasil belajar dilakukan untuk mengetahui perubahan perilaku
dan pembentukan kompetensi peserta didik ,yang dapat dilakukan dengan
penilaian kelas, tes kemampuan dasar, penilaian akhir satuan pendidikan
dan sertifikasi, serta penilaian program.
1. Penilaian kelas
Penilaian kelas dilakukan dengan ulangan harian, ulangan
umum, dan ujian akhir. Ulangan harian setiap elesai proses
pembelajaran dalam satuan bahasan atau kompetensi tertentu, ulangan
harian ini terdiri dari seperangkat sosial yang harus dijawab para
peserta didik, dan tugas-tugas terstruktur yang berkaitan dengan
konsep yang sedang dibahas.
2. Tes Kemampuan Dasar
Tes kemampuan dasar dilakukan untuk mengetahui
kemampuan membaca, menulis, dan berhitung yang diperlakukan
dalam rangka memperbaiki program pembelajaran.Tes kemampuan
dasar dilakukan pada setiap tahun akhir kelas III.
3. Penilaian Akhir Satuan Pendidikan dan Sertifikasi
Pada setiap akhir semester dan tahun pelajaran
diselenggarakan kegiatan penilaian guna mendapatkan gambaran
secara utuh dan menyeluruh mengenai ketuntasan belajar peserta
didik dalam satuan waktu tertentu .
4. Penilaian program
Penilaian program dilakukan oleh Departemen Pendidikan
Nasional dan Dinas pendidikan secara kontinu dan
berkesinambungan.Penilaian program dilakukan untuk mengetahui
kesesuaian kurikulum dengandasar, fungsi, dan tujuan pendidikan
nasional, serta kesesuaiannya dengan tuntutan perkembangan
masyarakat, dan kemajuan zaman. h. Pengembangan Peserta Didik
Pengembangan peserta didik merupakan bagian dari kompetensi
pedagogik yang harus dimiliki guru, untuk mengaktualisasikan berbagai
potensi yang dimiliki oleh setiap peserta didik.Pengembangan peserta
didik dapat dilakukan oleh guru melalui berbagai cara, antara lainmelalui
kegiatan ekstra kurikuler (ekskul) pengayaan dan remedial, serta
bimbingan dan konsling (BK ).26
5. Prestasi Belajar Dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya a. Pengertian Prestasi Belajar
Prestasi adalah “hasil dari suatu kegiatan yang diperoleh dengan
jalan keuletan kerja, baik secara individual maupun kelompok dalam
bidang kegiatan tertentu”.27Prestasi adalah “hasil dari suatu kegiatan
yang telah dikerjakan, diciptakan, baik secar individual maupun
kelompok.Prestasi tidak akan pernah dihasilkan selama seseorang tidak
melakukan kegiatan”.28
Sedangkan belajar adalah “suatu proses usaha yang dilakukan
seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang baru
secarakeseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam
interaksi dengan lingkungannya.”29
Pendapat lain mengatakan bahwa “prestasi belajar lebih
menekankan pada proses perubahan tingkah laku yang menuju kearah
kemajuan diatas perbaikan, perubahan-perubahan yang dicapai dalam
proses belajar meliputi aspek kognitif, efektifdan psikomotor”.30
Sedangkan menurut Peorwanto prestasi yaitu “hasil yang dicapai
oleh seseorang dalam usaha belajar sebagaimana yang dinyatakan
dalam raport.”31
b. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
27Djamarah, Prestasi danKompetensi Guru ...,h.19
28Hamdani, Strategi Belajar Mengajar ( Bandung: CV Pustaka Setia, 2011), h. 137. 29Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya (Jakarta: Rineka Cipta, 2003),h.2
30Sudjana, Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar (Bandung : Sinar Baru Al-Gansindo offsot,1989),h.49.
Pada dasarnya, faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar
dapat digolongkan menjadi dua bagian, yaitu “faktor dari dalam
(internal) dan faktor dari luar (internal).”32
1) Faktor internal
Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri
siswa sendiri. faktor ini dapat dibagi menjadi dua : yaitu faktor
jasmaniah (fisiologis) dan faktor rohaniah (psikologis).
a) Faktor jasmaniah (fisiologis)
Proses belajar seseorang akan terganggu jika kesehatan
seseorang terganggu,selain itu juga ia akan cepat lelah,kurang
semangat,mudah pusing.33Jika disertai pusing kepala berat
misalnya,dapatmenurunkankualitas ranah cipta (kognitif)
sehingga materi yang dipelajarinya kurang difahami.34
Sesuai dengan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa untuk menciptakan belajar yang baik, harus mengusahakan agar kesehatan tetap terpelihara. Dalam hal ini nutrisi harus cukup, karena kekurangan kadar makanan akan menyebabkankurangnya kondisijasmani yang pengaruhnya dapat berupa kelesuan dan sebagainya yang dapat memberikan pengaruh terhadap kegiatan belajar dan hasil belajar.
b) Faktor psikologis (rohaniah)
32Hamdani, Strategi Belajar dan Mengajar (Bandung Pustaka Setia 2011),h.139.
Banyak faktor psikologis yang dapat mempengaruhi
prestasi belajar siswa. Namun di antara faktor-faktor rohani
yang dipandang esensial itu adalah tingkat kecerdasan,
perhatian, bakat, minat dan motivasi siswa.35
c) Faktor kesehatan
Faktor kesehatan sangat berpengaruh terhadap proses
belajar siswa,jika kesehatan seseorang terganggu atau cepat
lelah, kurangbersemangat , mudah pusing, ngantuk dan
keadaan badannya lemah atau ada gangguan kelainan alat
inderanya, maka konsentrasi belajar siswa akan kurang .
d) Faktor kelelahan
Ada beberapa faktor kelelahan yang dapat
mempengaruhi prestasi belajar siswa, antara lain dapat
disebabkan menjadi dua macam yaitu kelelahan jasmani dan
kelelahan rohani.
Kelelahan jasmani terlihat dengan lemah lunglainya
tubuh dan timbul kecenderungan untuk membaringkan
tubuh.Kelemahan jasmani terjadi karena ada substansi
pembakaran didalam tubuh,sehingga darasa kurang lancar pada
bagian tertentu . Sedangkan kelelahan rohani dapat terus
menerus karena memikirkan masalah yang berarti tanpa
beristirahat,mengerjakan sesuatu karena terpaksa,tidak sesuai
dengan minat dan perhatian.36
2) Faktor dari luar (eksternal)
Faktor ekternal terdiri atas dua macam, yaitu.ingkungan
sosial dan lingkungan non sosial.Yang termasuk dalam lingkungan
sosial adalah guru, kepala sekolah, staf administrasi, teman-teman
sekelas, rumah tempat tinggal siswa, alat-alat belajar, dan
lain-lain. Adapun yang termasuk dalam lingkungan non sosial adalah
gedung sekolah, tempat tinggal, dan waktu belajar.37
Faktor eksternal yang dapat mempengaruhi belajar adalah
keadaan keluarga, keadaan sekolah, dan lingkungan masyarakat.
a) Keadaan keluarga
Keluarga merupakan lingkungan terkecil dalam
masyarakat tempat seseorang dilahirkan dan
dibesarkan.Keluarga adalah lembaga pendidikan pertama dan
utama.Keluarga yang sehat artinya untuk pendidikan kecil,
tetapi bersifat menentukan dalam ukuran besar, yaitu
pendidikan bangsa, negara dan dunia.Adanya rasa aman dalam
keluarga sangat penting dalam keberhasilan seseorang dalam
belajar.Rasa aman itu membuat seseorang terdorong untuk
belajar secara aktif karena rasa aman merupakan salah satu
36Ibidh., h. 59.
kekuatan pendorong dari luar yang menambah motivasi untuk
belajar.38.
b) Keadaan Sekolah
Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal pertama
yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan belajar
siswa.Oleh karena itu, lingkungan sekolah yang baik dapat
mendorong siswa untuk belajar lebih giat.Keadaan sekolah ini
meliputi cara penyajian pelajaran, hubungan guru dengan
siswa, alat-alat pelajaran, dan kurikulum. Hubungan antara
guru dan siswa yang kurang baik akan mempengaruhi
hasil-hasil belajarnya.39
c) Lingkungan Masyarakat
Disamping orang tua,lingkungan juga merupakan
salahsatu faktor yang berpengaruh terhadap hasil belajar siswa
dalam proses pelaksanaan pendidikan. Lingkungan alam sekitar
sangat berpengaruh terhadap perkembangan pribadi anak sebab
dalam kehidupan sehari-hari anak akan lebih banyak bergaul
dengan lingkungan tempat ia berada.40
Prestasi belajar dalam penelitian ini adalah hasil yang
dicapai oleh siswa kelas X SMAN 1 Pringgabaya yang berupa
angka atau nilai setelah mengerjakansoal-soal matematika
yang di berikan oleh gurunya. Sehingga dalam penelitian ini
38Hamdani ,Strategi Belajar Mengajar ( Bandung:Pustaka Setia).h,143 39Ibid., h. 144.
teknik penelitian yang digunakan yaitu menggunakan teknik
dokumentasi untuk nilai raport siswa dan menggunakan teknik
angket untuk mengetahui pengaruh kompetensi pedagogik guru
terhadap prestasi belajar siswa.
6. Pengaruh Kompetensi Pedagogik Guru Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa
Kompetensi Guru merupakan seperangkat pengetahuan,
keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai, dan
diaktualisasikan oleh guru dalam melaksanakan tugas keprofesionalan.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2007 tentang
Guru, dinyatakan bahwasanya kompetensi yang harus dimiliki oleh Guru
meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi
sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan
profesi. Kompetensi Guru tersebut bersifat menyeluruh dan merupakan
satu kesatuan yang satu sama lain saling berhubungan dan saling
mendukung.Kompetensi pedagogik yang dimaksud dalam tulisan ini yakni
antara lain kemampuan pemahaman tentang peserta didik secara
mendalam dan penyelenggaraan pembelajaran yang mendidik.
Pemahaman tentang peserta didik meliputi pemahaman tentang
psikologi perkembangan anak. Sedangkan Pembelajaran yang mendidik
meliputi kemampuan merancang pembelajaran, mengimplementasikan
pembelajaran, menilai proses dan hasil pembelajaran, dan melakukan
Guru mempunyai pengaruh dominan terhadap kualitas pengajaran,
sebab guru adalah sutradara dan sekaligus aktor dalam proses pengajaran.
Dari seorang guru yang sangat dominan mempengaruhi kualitas
pengajaran adalah kompetensi profesional yang dimiliki oleh guru. Artinya
kemampuan dasar yang dimilki oleh seorang guru, baik dibidang kognitif
(intelektual), seperti penguasaan bahan, sikap, mencintai profesinya dan
bidang perilaku seperti keterampilan mengajar, penggunaan metode
pembelajaran, menilai hasil belajar siswa, dan lain-lain.41
Untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi-potensi yang
ada dalam diri siswa, maka guru sebagai salah satu komponen penting
dalam dunia pendidikan, memiliki peran penting dalam memahami,
memanfaatkan dan menciptakan kondisi dimana siswa mampu dengan
sendirinya menyalurkan bakat dan minatnya serta keterampilannya.Oleh
karena itu , guru mata pelajaran matematika harus memiliki kompetensi
pedagogik untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa .Guru
mata pelajaran matematika dikatakan memiliki kompetensi pedagogik hal
ini terlihat dari kemampuan siswa mengikuti proses belajar mengajar dan
terlihat dari prestasi belajar siswa.
7. Hakekat Matematika
Istilah matematika sangat sulit didefinisikan secara akurat, pada
umumnya orang hanya akrab dengan satu cabang matematika elementer
yang disebut aritmatika atau ilmu hitung, yang secara informal dapat
diartikan sebagai ilmu tentang berbagai ilmu bilangan yang bisa langsung
diperoleh dari bilangan bulat, melalui beberapa operasi dasar yaitu tambah,
kurang, kali dan bagi.
Matematika menurut pandangan beberapa ahli yang di kutip oleh Abdurrahman menyatakan sebagai berikut :
a. Menurut Johnson dan Mylebust (1967:244).
Matematika adalah bahasa simbol yang fungsinya praktis untuk mengekpresikan hubungan–hubungan kuantitatif dan keruangan.
b. Lerner (1988:430), mengemukakan bahwa
matematika disamping bahasa simbol juga merupakan bahasa universal yang memungkinkan manusia memikirkan, mencatat dan mengkomunikasikan ide mengenai elemen dan kualitas.
c. Kline (1981:430) juga mengemukakan bahwa
matimatika merupakan bahasa simbolis dan ciri utamanya adalah berfikir dedukatif, tetapi juga tidak melupakan cara bernalar induktif.
d. Menurut Paling (1981:1), matimatka adalah suatu
cara untuk menemukan jawaban terhadap permasalahan yang dihadapi manusia, suatu cara menggunakan informasi, mengunakan pengetahuan tentang menghitung dan yang paling penting adalah memikirkan dalam diri manusia-manusia itu sendiri dalam melihat dan menggunakan hubungan-hubungan.42
Definisi matematika ada beraneka ragam dan definisi tersebut
tergantung pada sudut pandang pembuat definisi. Ada beberapa definisi
matematika sebagai berikut:
1) Matematika adalah cabang ilmu pengetahuan eksak dan terorganisir
secara sistematik
2) Matematika adalah pengetahuan tentang bilangan dan kalkulasi
3) Matematika adalah pengetahuan tentang penalaran logik dan
berhubungan dengan bilangan
4) Matematika adalah pengetahuan tentang fakta-fakta kuantitatif dan
masalah tentang ruang dan bentuk
KOMPETENSIPEDAG
OGIKGURU MENGHASILKAN GURU YANG
BERKOMPETEN /PROFESIONAL
PRESTASI BELAJAR SISWA
5) Matematika adalah pengetahuan tentang struktur-struktur yang logik
6) Matematika adalah pengetahuan tentang aturan-aturan yang ketat.43
Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa
matematika adalah cabang ilmu pengetahuan eksak tentang bilangan,
kalkulasi, penalaran logik, fakta-fakta kuantitatif, masalah ruang dan
bentuk, aturan-aturan yang ketat dan pola keteraturan serta tentang struktur
yang terorganisir.
Karena matematika tersusun secara teratur, maka untuk
mempelajari matematika harus secara urut dan hierarkis. Dalam belajar
matematika ada persyaratan tertentu yang harus dipenuhi sebelum suatu
konsep tertentu dipelajari. Persyaratan tertentu yang harus dipenuhi
sebelum suatu konsep tertentu dipelajari. Persyaratan itu merupakan
prasyarat misalnya: penjumlahan merupakan prasyarat bagi perkalian,
differensial merupakan prasyarat bagi integral, dan sebagainya.
Jadi, dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa belajar
matematika adalah suatu usaha atau proses untuk memahami suatu konsep
tentang bilangan, kalkulasi, penalaran logik, fakta-fakta kuantitatif,
masalah ruang dan bentuk, aturan-aturan yang ketat dan pola keteraturan
serta tentang struktur yang terorganisir.
8. Kerangka Pikir
Kompetensi guru adalah seperangkat kemampuan –kemapuan yang
harus dimliki oleh seorang guru agar dapat melaksanakan tugas mengajarnya
dengan berhasil.Kompetensi dapat diartikan dengan kemampuan, kecakapan
dan wewenang yang menggambarkan kualifikasi baik yang kualitatif maupun
kuantitatif .
Sedangkan kompetensi pedagogik guru yaitu kemampuan gurudalam
mengelola pembelajaran peserta didik meliputi pemahaman terhadap peserta
didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar dan
pengembangan peserta didik untukpengembangan peserta didik
untukmengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
Guru profesional adalah guru yang memiliki
kompetensi yang dipersyaratkan untuk melakukan tugas
pendidikan dan pengajaran. Kompetensi di sini meliputi
pengatahuan, sikap, dan keterampilan profesional, baik yang
profesional merupakan salah satu kemampuan dasar yang
harus dimiliki seseorang guru.
Prestasi adalah hasil yang dicapai oleh seorang siswa karena
usahanya untuk memiliki suatu kecakapan ilmu pengetahuan atau
perubahan-perubahan yang dicapai seseorang dalam usahanya untuk memiliki suatu
kecakapan maupun keterampilan-keterampilan tertentu.
Berdasarkan bagan diatas dapat dikemukakan bahwa terdapat
pengaruh kompetensi pedagogik guru terhadap prestasi belajar siswa.
G. Hipotesis Penelitian
Dari arti katanya, hipotesis berasal dari dua penggalan kata yaitu
“hypo” yang artinya di bawah dan “thesa” yang artinya kebenaran.
Sehubungan dengan pembatasan pengertian tersebut maka hipotesis adalah
suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian
sampai terbukti melalui data yang terkumpul.44
Hipotesis merupakan anggapan dasar yang kemudian membuat suatu
teori yang masih harus diuji kebenarannya. Suatu hipotesis akan diterima
apabila data yang dikumpulkan mendukung pernyataan. Hipotesis dalam
penelitian ini adalah hipotesis kerja.“Terdapat pengaruh yang signifikan
antara Kompetensi Pedagogik Guru dengan prestasi belajar pada mata
pelajaran matematika siswa kelas X SMAN 1 Pringgabaya 2012/2013”.
H. Metode Penelitian
1. Desain dan Pendekatan Penelitian
Desain penelitian merupakan strategi untuk memperoleh data
yang valid sesuai dengan karakteristik variabel dan tujuan penelitian .
Desain penelitian pada dasarnya merupakan keseluruhan proses pemikiran
dan penentuan yang matang tentang hal-hal yang akan dilakukan .“Desain
penelitian merupakan landasan berpijak serta dapat pula dijadikan dasar
penelitian oleh peneliti sendiri maupun orang lain terhadap kegiatan
penelitian”. 45
Sesuai dengan masalah yang dikaji dalam penelitian ini serta
memperhatikan jenis data dan macam data,maka penelitian ini dilakukan
dengan pendekatan kuantitatif, karena data-data atau informasi yang
dikumpulkan dalam penelitian ini berbentuk angka-angka yang
memerlukan perhitungan dengan menggunakan analisis statistik .
Dalam penelitian ini,peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif
karena peneliti bermaksud mencari “Pengaruh Kompetensi Pedagogik
Guru Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran
Matematika Siswa Kelas X SMAN 1 Pringgabaya Tahun Ajaran
2013/2014” untuk mencari pengaruh kompetensi pedagogik guru terhadap
prestasi belajar siswa digunakan pendekatan statistik untuk mengukurnya,
dimana pendekatan statistikadalah data yang terdiri dari angka- angka
yang diperoleh setelah mengadakan penelitian dilapangan dan pada
akhirnya akan ditarik kesimpulan.
2. Populasi dan Sampel a. Populasi
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitan. Dalam suatu
keseluruhan maka perlu digeneralisasikan dalam suatu tekhnik.
Pendapat lain menjelaskan bahwa populasi adalah keseluruhan objek
penelitian yang terdiri dari manusia, benda-benda, nilai
test,peristiwa-peristiwa sebagai sumber data yang memiliki karakteristik tertentu
dalam penelitian.
Berdasarkan pendapat diatas,dapat dipahami bahwa populasi
adalah keseluruhn dari objek penelitian yang mempunyai karakteristik
tertentu dalam penelitian.Dalam penelitian ini yang menjadi populasi
adalah guru mata pelajaran matematika dan siswa-siswi SMAN 1
Pringgabaya.
b. Sampel
Sampel penelitian adalah sebagian dari populasi yang diambil
sebagai sumber data dan dapat mewakili seluruh populasi.46
Sehubungan dengan hal tersebut, maka peneliti di sini
menggunakan sampel random berdasarkan kelas (cluster) dengan cara
pengundian untuk mengambil sampel penelitian karena jumlah
populasinya sebanyak 120 yang terdiri dari empat kelas yaitu: kelas A,
B, C dan D , masing-masing kelas memiliki kemampuan yang sama
dan terdiri dari 30 siswa. Dengan demikian maka peneliti memberi hak
yang sama kepada setiap subjek untuk memperoleh kesempatan dipilih
menjadi sampel. Oleh karena itu hak setiap subjek sama, maka peneliti
terlepas dari perasaan ingin mengistimewakan satu atau beberapa
subjek untuk dijadikan sampel.
Sebagaimana yang dikemukakan oleh Arikunto yaitu:Apabila
subjeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga
penelitiannya merupakan penelitian populasi. Jika subjeknya besar,
dapat diambil 10- 15% atau 20- 25% atau lebih, tergantung
setidak-tidaknya dari kemampuan peneliti dilihat dari segi waktu, tenaga dan
biay, sempit luasnya wilayah pengamatan setiap subyek, hal ini
menyangkut banyak sedikitnya data,dan besar kecilnya resiko
ditanggung oleh peneliti.47Adapun sampel yang diteliti pada penelitian
ini adalah kelas A yang berjumlah30 siswa.
3. Instrument Penelitian
Instrument adalah alat pada waktu peneliti menggunakan suatu
metode. Sedangkan instrument pengumpulan data adalah alat bantu yang
dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan
data agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya.
Jadi instrument penelitian adalah alat yang di gunakan peneliti
untuk mendapatkan data yang diinginkan sesuai dengan metode yang di
gunakan agar data yang diperoleh lebih mudah.
Seorang peneliti yang mengadaka penelitian ketika akan mencari
data tentunya akan menggunakan instrument penelitian sebagai alat
bantunya,alat yang digunakan sangat berhubungan erat dengan metode
yang akan digunakan dalam penelitian ini, karena itu peneliti menyajikan
beberapa pedoman yang akan peneliti gunakan ketika akan melakukan
penelitian. Antara lain, yaitu :
a. Instrumen Angket
Angket atau kuesioner adalah sejumlah pertanyaan –pertanyaan
tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden
dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui.48
Pedoman angket berisi tentang pengaruh kompetensi
pedagogik guru. Sedangkan jenis angket yang digunakan adalah
angket tertutup dimana semua pertanyaan-pertanyaan telah tersedia
jawabannya, siswa hanya akan memilih salah satunya saja. Angket
tersebut berbentuk pilihan ganda (multiple choice) yang terdiri dari
empat poin yakni (a ) selalu,(b)sering (c), kadang- kadang,(d) tidak
pernah .Dengan ketentuan skor sebagai berikut :
1) Jika responden menjawab (a) memperoleh skor 4
2) Jika responden menjawab (b) memperoleh skor 3
3) Jika responden menjawab skor (c )memperoleh skor 2.
4) Jika responden mnjawab skor (d) memperoleh skor 1.49
Tabel I.1 Skor Jawaban Angket/Koesioner
O p t i
Jawaban Skor
o
disebarkan kepada siswa kelas X SMAN 1 Pringgabaya yang menjadi
subjek penelitianya.
b. Instrument observasi
Observasi adalah pengamatan dan pencatatan yang sistematis
terhadap gejala- gejala yang diteliti”. Sedangkan menurut Sutrisno Hadi
dalam bukunya Sugiono mengemukakan bahwa”observasi merupakan
suatu proses yang komplek, proses yang tersusun dari berbagai
prosesbiologi dan psikologi “50
4. Teknik Pengumpulan Data
Dalam melakukan penelitian ini untuk memperoleh hasil penelitian
yang valid,peneliti menggunakan beberapa metode,penggunaan metode ini
adalah untuk mendukung lancarnya penelitian,adapun yang dipakai dalam
penelitian adalah:
1. Metode angket
Angket merupakan suatu daftar pertanyaan tertulis yang harus
dijawab oleh siswa, yang menjadi sasaran dari angket tersebut ataupun
orang lain. Angket atau kuesioner adalah sejumlah
pertanyaan-pertanyaan tertulis yang di gunakan untuk memperoleh informasi dari
responden .
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa angket
adalah suatu pengumpulan data dengan menggunakan sejumlah
pertanyaan tertulis yang diedarkan kepada subyek penelitian untuk
memperoleh informasi atau jawaban metode angket ini di gunakan
untuk mengumpulkan sejumlah data tentang kompetensi pedagogik
guru.
Tabel 1. 2 Kisi-kisi angket
kegiat
3 2 4
2 5
2. Metode Dokumentasi.
Menurut Suharsimi, metode dokumentasi adalah mencari data
mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku,
surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda dan sebagainya.51
Teknik pengumpulan data dengan metode dokumentasi ini
yaitu meminta secara langsung dari sekolah atau wakil kepala sekolah
tentang data-data yang diperlukan.
Adapun untuk melengkapi data melalui metode dokumentasi
yaitu sebagai berikut:
1) Nilai prestasi belajar matematika siswa kelas X SMAN I
Pringgabaya
2) Keadaan siswa SMAN 1 Pringgabaya
3) Sejarah Berdirinya SMAN 1 Pringgabaya
4) Keadaan guru dan pegawaiSMAN 1 Pringgabaya
5) Keadaan sarana dan prasarana SMAN 1 Pringgabaya
6) Struktur Organisasi SMAN 1 Pringgabaya
3. MetodeObservasi
Observasi sebagai metode pengamatan dan pencatatan secara
sistematis terhadap gejala yang tampak pada obyek di tempat
penelitian.52Metode observasi adalah suatu usaha sadar untuk
mengumpulkan data yang dilakukan secara sistematis dengan prosedur
yang terstandar.53
Adapun metode observasi yang peneliti gunakan adalah dengan
cara observasi sistematis dimana peneliti gunakan adalah dengan cara
observasi sistematis dimana peneliti mengamati secara langsung objek
yang diteliti dengan menggunakan pedoman observasi sebagai
instrumen pengamatan. Metode observasi merupakan salah satu teknik
yang dipergunakan peneliti untuk mengamati kondisi dan letak
geografis SMAN 1 Pringgabaya dan mengamati kegiatan pelaksanaan
pembelajaran.
Dalam pelaksanaan pembelajaran hal-hal yang diamati oleh
peneliti adalah sebagai berikut:54
Tabel 1.3. Pengamatan kegiatan pelaksanaan pembelajaran V
uka Pelajaran apersepsia) Melakukan b) Memberitahu
V n bahasa yang jelas, mudah dipahami
V
up pelajaran kesimpulan/rangkuma) Memberikan an
Adapun dalam penelitian ini menggunakan penelitian pengaruh
yang bertujuan untuk menemukan ada atau tidaknya hubungan anatara
kompetensi pedagogik guru dengan prestasi belajar siswa.Koefisien
pengaruh adalah suatu alat statistik, yang dapat digunakan untuk
membandingkan hasil pengukuran dua variabel.
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
kompetensi pedagogik guru sebagai variabel (X) dan prestasi belajar siswa
pada mata pelajaran matematika sebagai variable (Y) .
Berdasarkan masalah, tujuan dan hipotesis yang diajukan dalam
penelitian maka, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif,
pengumpulan data dilakukan berbentuk angka. Sehingga tekhnik analisis
data yang digunakan adalah tekhnik analisis statistik dengan menggunakan
rumus“product moment”, Hal ini sesuai dengan pendapatnya Netrabahwa
tekhnik korelasi product moment ini digunakan untuk mencari koefisien
pengaruh antara gejala interval dengan gejala interval lainnya. Selanjutnya
berdasarkan koefisien pengaruh yang diperoleh penulis dapat mengadakan
pengetesan hipotesis koefisien pengaruh yang diperoleh.
Kompetensi pedagogik guru dan prestasi belajar siswa
merupakan suatu gejala interval dapat dilakukan pengumpulan data
melalui angket, observasi dan dokumentasi, selanjutnya data yang
diperoleh dari hasil angket,observasi dan dokumentasi tersebut
diwujudkan dalam bentuk nilai mentah dan akan diolah dengan
menggunakan rumus korelasiproduct moment (rumus mentah ).Adapun
rumus korelasiproduct momentyaitu :
Keterangan:
rxy : Koefisien pengaruh antar x dan y
rxy= N
∑
XY−(
∑
X)(
∑
Y)
∑xy : Angket pengaruh antara variabel X dan variabel Y
N : Jumlah obyek peneliti
Xy : Jumlah hasil perkalian anatar skor X dengan Skor Y
∑x :Jumlah seluruh skor X
∑y : Jumlah seluruh skor Y
X2 : Jumlah skor X yang dikuadratkan
Y2 : Jumlah skor Y yang dikuadratkan.55
6. Validitas dan Reliabilitas a. Validitas Instrument
Dalam suatu instrumen dikatakan baik jika alat ukur yang
digunakan untuk mendapatkan data(mengukur) itu valid. Valid berarti
instrument tersebut dapat mengukur apa yang seharusnya diukur.
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan
tingkat-tingkat kevalidan dan kesahihan suatu instrument.56Validitas
menunjukkan sejauh mana skor atau nilai, ukuran yang diperoleh
benar-benar menyatakan hasil pengukuran atau pengamatan yang ingin
diukur.
Macam-Macam validitas umumnya digolongkan dalam tiga
kategori, yaitu :
1) validitas isi (content validity),
2) validitas berdasarkan kriteria (criterion-related validity)
3) validitas konstruk.
Pada penelitian ini akan dibahas hal menyangkut validitas
untuk menguji apakah pertanyaan-pertanyaan itu telah mengukur
aspek yang sama, untuk itu dipergunakanlah validitas konstruk .
Validitas konstruk digunakan untuk mengukur prestasi belajar
siswa setelah melakukan pengamatan dan pemberian angket
(pertanyaan-pertanyaan) terhadap siswa-siswa kelas XSMAN 1
Pringgabaya. Uji validitas dilakukan dengan mengukur pengaruh
antara variabel/ item dengan skor total variabel. Cara mengukur
validitas konstruk yaitu denganmencari pengaruh antara
masing-masing pertanyaan dengan skor total menggunakan rumus teknik
korelasi product moment, sebagai berikut:
Keterangan:
rxy : Koefisien korelasi.n : Jumlah subjek atau responden.
x : Skor butir.
y : Skor total.
Dalam suatu instrument dikatakan valid atau tidak dapat
diketahui dengan cara mengkorelasikankan antara skor butir dengan
skor total (Y ). Bila harga pengaruh di bawah 0,30,maka dapat
disimpulkan bahwa butir instrument tersebut tidak valid.57
b. Reliabilitas Instrument
57Sugiyono ,Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif,(Bandung :Alfabeta,20I2 ),h, I26. rxy= N
∑
XY−(
∑
X)(
∑
Y)
√
{
N∑
X2−(
∑
X)
2}{
N∑
Y2−(
Reliabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa suatu
instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat
pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Untuk menguji
reliabilitas instrumen, Pengujian reliabilitas dilakukan dengan
teknik belah dua (split helf) yang dianalisis dengan
r rII = reliabilitas instrument
rI/2 I/2 = rxy yang disebutkan sebagai indek korelasi anatara dua 1 Studi literatur dan kajian masalah
2 Observasi awal
4 Pengambilan atau pengumpulan data
5 Analisis data
6 Interpretasi dan penarikan