32
I. REFERENSI
SNI 03-1969-1990, Metoda Pengujian BJ dan Penyerapan Air Agregat Kasar.
SNI 03-1970-1990, Metoda Pengujian BJ dan Penyerapan Air Agregat Halus.
ASTM C.127-1993, TM Specification Gravity and Absorptionof Coarse Aggregate.
ASTM C.128-1993, TM Specification Gravity and Absorption of Fine Aggregate.
ASTM D.75-2001, Practice for Sampling Aggregate. SNI 03-6889-2002, Tata cara pengambilan contoh Agregat. ASTM C.33-2001, Specification for Concrete Aggregate.
SK SNI S-04-2417-1989-F, Spesifikasi Agregat sebagai bahan bangunan.
II. TUJUAN
Dapat menentukan sifat agregat kasar dan halus berdasarkan Berat Jenis dan
Penyerapan Air dalam kaitan penggunaannya untuk bahan campuran beraspal
dan beton semen.
III.DASAR TEORI
Agregat merupakan bahan pengisi beton yang memiliki rongga-rongga
atau pori-pori yang dapat terisi dengan air atau udara. Hal ini perlu diperhatikan
karena air atau udara yang tekandung di dalam agregat dapat mempengaruhi
proses pembuatan beton. Ada empat kedaan kandungan air dalam agregat yang
33
(Basah) (SSD) (Kering Udara) (Kering Oven)
Dalam pembuatan beton, air yang diserap oleh agregat akan tetap berada
dalam agregat, sedangkan air bebas akan bercampur dengan semen dan dapat
berfungsi sebagai air pembentuk pasta semen. Air bebas ini akan mempengaruhi
faktor air semen (W/C ratio) dari beton yang akan dibuat.
Berat jenis SSD adalah perbandingan berat benda (agregat) pada keadaan
jenuh air murni pada volume yang sama pada suhu tertentu.
Penyerapan air adalah jumlah air dalam agregat yang diserap dari
keadaan kering mutlak (oven) sampai ke keadaan jenuh air. Kering muka
dinyatakan dalam persen berat kering. Dari pengujian kadar air agregat di
lapangan maka dapat dihitung jumlah air yang perlu ditambahkan atau dikurangi
(koreksi kadar air lapangan).
Berat jenis kering (curah) adalah perbandingan antara berat agregat
kering dan berat air suling yang isinya sama dengan isi agregat dalam keadaan
jenuh pada suhu 250C.
Berat jenis jenuh kering permukaan (SSD) adalah perbandingan antara
berat agregat jenuh kering permukaan dan berat air suling yang isinya sama
dengan isi agregat dalam keadaan jenuh pada suhu 250C.
Berat jenis semu (apparent) adalah perbandingan antara berat agregat
kering dan berat air suling yang isinya sama dengan isi agregat dalam keadaan
kering pada suhu 250C.
Penyerapan air (water absorption) adalah banyaknya air yang dapat
diserap oleh agregat dari kondisi kering oven kepada kondisi jenuh kering
permukaan (SSD) yang dinyatakan dalam prosen terhadap berat agregat kering
34 Berat jenis dan penyerapan air agregat perlu diketahui, selain menentukan
mutu agregat juga diperlukan dalam perancangan campuran dan pengendalian
mutu beton.
< 4.75 mm Berat jenis jenuh kering muka(SSD)
+ �− �
Berat jenis kering (Curah)
+ P− P
Berat jenis semu (Apparent)
+ P− P
Penyerapan air (%) − � %
> 4.75 mm Berat jenis jenuh kering muka(SSD)
−
Berat jenis kering (Curah)
−
Berat jenis semu (Apparent) −
Penyerapan air (%) − � %
IV. PERALATAN DAN BAHAN
PERALATAN
No Nama Peralatan Gambar Peralatan Keterangan
35
2. Timbangan ketelitian 0,01 gram,
kapasitas >2000 gram
3. Oven
Digunakan untuk membuat agregat
kering oven
4. Piknometer / Gelas Ukur
Kapasitas minimal 500 ml
5. Pelat Kaca ukuran 15 x 15 cm
6. Nampan
Terbuat dari bahan yang tidak mudah menyerap air (baja
36
7. 1 set kerucut Abram
diameter atas 40 mm dan diameter bawah
Agregat kasar halus dan agregat kasar
Airsuling atau aquades Tissue
V. PROSEDUR PELAKSANAAN PENGUJIAN
a) Agregat Halus
1. Siapkan semua peralatan dan bahan yang diperlukan.
2. Ayak benda uji dengan ayakan 4,75 mm, lalu hitung persentase yang
tertahan dan yang lolos.
3. Benda uji dicuci untuk menghilangkan debu atau bahan-bahan lain yang
melekat pada permukaan agregat.
4. Setelah dicuci bersih kemudian rendam benda uji dalam air selama ± 24
jam.
5. Keluarkan benda uji dari air, lalu pisahkan antara yang kasar (<4,75
mm) dan yang halus (>4,75 mm).
6. Masukkan agregat yang lolos (<4,75 mm) ke dalam kerucut terpancung
37 ditambah satu kali penumbukan untuk bagian atasnya, seluruhnya 25
kali penumbukan.
7. Angkat kerucut perlahan-lahan secara vertikal ke atas.
Perhatikan !
Sebelum diangkat, cetakan harus dibersihkan dari butiran-butiran yang
berada di luar cetakan.
8. Periksa bentuk agregat yang terjadi, setelah kerucut diangkat.
Disini ada 3 kemungkinan bentuk agregat yang terjadi, seperti di
bawah ini :
( kering) (basah) (SSD)
Jika agregat kering, maka agregat perlu ditambah air dengan cara
dipercikan. Jika agregat basah, maka agregat perlu dikeringkan
dahulu sampai didapat bentuk SSD.
9. Setelah SSD dicapai, timbang agregat halus SSD tersebut (Bj).
10. Isi bejana gelas (piknometer) dengan air hingga penuh, lalu
hilangkan gelembung-gelembung udara yang terjebak dalam
piknometer dengan menggunakan spatula atau kawat.
38 tutup kaca, kemudian timbang berat piknometer + air + tutup kaca
(Bp).
12.Keluarkan air dari piknometer (± ½ isi piknometer), lalu masukkan
benda uji yang sudah dalam keadaan SSD tersebut diatas, lalu
hilangkan gelembung-gelembung udara yang terjebak.
13.Tambahkan kembali air hingga penuh, lalu tutup kembali dengan
tutup kaca perlahan-lahan (tanpa ada gelembung yang terjebak)
kemudian timbang berat piknometer + air + agregat + tutup kaca
(Bpj).
14.Keluarkan benda uji dari piknometer perlahan-lahan dan tampung
dalam cawan, kemudian keringkan dalam oven pada suhu 110º C
sampai berat tetap.
15.Keluarkan benda uji dari oven, lalu timbang berat benda uji kering
tersebut (Bk).
16.Pada agregat halus >4.75 lakukan pengujian seperti pada agregat
kasar.
b). Pengujian Agregat kasar
1. Siapkan semua bahan dan peralatan yang diperlukan.
2. Benda uji di cuci untuk menghilangkan debu atau bahan-bahan lain
39 3. Setelah dicuci bersih, kemudian rendam benda uji dalam air pada suhu
kamar kurang lebih 24 jam.
4. Keluarkan benda uji dari air, lalu lap dengan kain lembab sampai
selaput air pada permukaan agregat hilang (agregat ini dinyatakan dalam
keadaan jenuh air kering permukaan atau SSD).
5. Timbang benda uji dalam keadaan SSD tersebut (Bp).
6. Timbang agregat dalam air, masukkan benda uji yang sudah dalam
keadaan SSD tersebut, lalu hilangkan gelembung-gelembung udara
yang terjebak (Ba)
7. Keluarkan benda uji dari keranjang secara perlahan dan tampung dalam
cawan, kemudian keringkan dalam oven sampai berat tetap.
40
VI.DATA dan PERHITUNGAN
41
VII. KESIMPULAN
Dari data tabel di atas maka didapat berat jenis dan penyerapan air untuk
agregat kasar yang diperoleh dari lab. Uji bahan.
Agregat
kasar
Agregat halus
< 4.75 mm > 4.75 mm Gabungan
Berat jenis jenuh
kering permukaan
(SSD)(gr/ml)
2,50 2.50 2.41 2.44
Berat jenis Bulk
(Kering Oven)(gr/ml)
2,51 2.50 2.26 2.50
Berat jenis Bulk
(Apparent)(gr/ml)
2.68 2.72 2.65 2.67