PETUNJUK PENYUSUNAN
RENCANA KERJA
KATA PENGANTAR
Buku Petunjuk Penyusunan Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (Renja
K/L) tahun 2017 ini disusun untuk mempermudah Kementerian/Lembaga dalam
menyusun Renja K/L serta dalam rangka persiapan penyusunan Rencana Kerja
Pemerintah (RKP) Tahun 2017 dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara (RAPBN) 2017. Buku Petunjuk ini bertujuan untuk memberikan penjelasan
secara rinci mengenai tata cara pengisian formulir Renja K/L tahun 2017, baik itu
dalam lingkup substansi dari formulir isian maupun terkait dengan penggunaan
perangkat lunak komputer (aplikasi Renja K/L 2017).
Untuk aplikasi dan softcopy buku petunjuk Renja K/L dapat di download di www.bappenas.go.id. Apabila terdapat permasalahan dalam proses pengisian Renja
K/L 2017, baik itu terkait dengan substansi maupun program/aplikasi komputer
dapat kiranya menghubungi:
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)
Direktorat Alokasi Pendanaan Pembangunan
Jl. Taman Suropati No. 2, Jakarta 10310
Telepon (021) 3905650 ext. 1327, 1523
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... iii
DAFTAR ISI ... iv
KAIDAH PENYUSUNAN RENJA K/L... 1
PENYUSUNAN SASARAN KEGIATAN (OUTPUT) DAN INDIKATOR KINERJAKEGIATAN ... 5
FORMULIR 1 ... 9
FORMULIR 2 ... 10
FORMULIR 3 ... 11
PETUNJUK PENGISIAN FORMULIR 1 ... 13
PETUNJUK PENGISIAN FORMULIR 2 ... 20
PETUNJUK PENGISIAN FORMULIR 3 ... 24
KAIDAH PENYUSUNAN RENJA K/L
Rencana Kerja Pemerintah (RKP) merupakan dokumen perencanaan
tahunan yang digunakan sebagai acuan dalam penyusunan Rancangan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) dan dasar pelaksanaan kegiatan-kegiatan
yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah melalui Kementerian/Lembaga. Hal
tersebut seperti yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun
2003 tentang Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang
Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, bahwa penyusunan RAPBN
berpedoman kepada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dengan memperhitungkan
ketersediaan anggaran.
Selain disusun pada level Nasional melalui dokumen RKP, perencanaan
kegiatan tahunan juga dilakukan pada level Kementerian/Lembaga. Perencanaan
kegiatan tahunan oleh K/L tersebut dituangkan dalam bentuk dokumen
perencanaan Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (Renja K/L). Renja K/L adalah
dokumen perencanaan tahunan yang merupakan penjabaran dari Rencana Strategis
Kementerian/Lembaga (Renstra K/L) serta disusun mengacu pada RKP.
Penyusunan Renja K/L 2017 dilaksanakan setelah dikeluarkannya
Rancangan Awal RKP yang di dalamnya mencakup Matrik Rencana Tindak K/L.
Matrik Rencana Tindak K/L merupakan rencana program dan kegiatan K/L
berdasarkan Pagu Indikatif 2017. Pagu Indikatif tersebut merupakan batas tertinggi
indikasi pendanaan yang terdiri atas rupiah murni, PHLN, PNBP, BLU, PDN dan
SBSN yang tidak dapat dilampaui.
Hal – hal yang perlu diperhatikan
Pada penyusunan Renja K/L tahun 2017, beberapa hal yang memerlukan
perhatian sebagai berikut:
2. Target kinerja yang ditetapkan merupakan rencana kinerja dari suatu K/L
dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsi K/L dan/atau penugasan
prioritas pembangunan nasional.
3. Informasi kinerja yang ada dalam Renja K/L meliputi:
a. Visi dan Misi K/L, Sasaran Strategis K/L, dan Misi unit Eselon I;
b. Program, Sasaran Program (Outcome), Indikator Kinerja Program (IKP); c. Kegiatan, Sasaran Kegiatan (Output), Indikator Kinerja Kegiatan (IKK); d. Perkiraan alokasi pendanaan baik untuk tahun yang direncanakan maupun
prakiraan majunya;
4. Informasi tersebut merupakan kebijakan kinerja yang ditetapkan dan bersifat
baku serta menjadi referensi dalam penentuan alokasi pendanaannya.
Informasi tersebut juga telah tercantum dalam dokumen RPJMN dan Renstra
K/L.
5. Program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh K/L seluruhnya dalam kerangka
pelaksanaan tugas-fungsi K/L dan/atau penugasan prioritas pembangunan
nasional.
6. Pengalokasian anggaran pada program dan kegiatan harus mempertimbangkan
kemampuan pelaksanaan dan penyerapan anggaran.
7. Peruntukan indikasi pendanaan harus memperhatikan urutan prioritas sebagai
berikut:
a. Program dan kegiatan yang mendukung pencapaian prioritas
pembangunan yang tercantum dalam RPJMN tahun 2015-2019, Renstra
K/L tahun 2015-2019, dan Rancangan Awal RKP tahun 2017;
b. Kebutuhan belanja pegawai dan operasional harus dipenuhi dan menjadi
prioritas utama
c. Kebutuhan dana pendamping untuk kegiatan-kegiatan yang anggarannya
bersumber dari pinjaman dan hibah luar negeri;
f. Penyediaan dana untuk mendukung pelaksanaan program/kegiatan
berdasarkan peraturan perundangan.
8. Penuangan sumber dana dalam rancangan Renja K/L memperhatikan hal – hal sebagai berikut:
a. Pergeseran alokasi anggaran antar sumber dana tidak dapat dilakukan.
b. Sumber dana yang berasal dari pinjaman dan hibah luar negeri (PHLN)
atau pinjaman dalam negeri (PDN), agar dipastikan sudah ada loan/grant agreement, cara penarikan, kategori penggunaan, tanggal efektif, tanggal
closing date termasuk kewajiban untuk menyediakan Rupiah Murni
Pendamping (RMP).
c. Dalam hal PHLN atau PDN merupakan sumber dana baru dan belum ada
loan/grant agreement-nya, maka dipastikan alokasi anggaran yang telah
ditetapkan dapat direalisasikan dan ditetapkan dalam RUU APBN TA
2017.
9. Peningkatan efisiensi dengan membatasi/mengurangi komponen yang bersifat
administrasi (biaya administrasi keluaran-BAK) dalam pencapaian sebuah
output;
10. Pembagian urusan dan kewenangan pusat dan daerah, terkait program dan
kegiatan yang dilaksanakan di daerah
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 40 tahun 2006 tentang Tata Cara
Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional, pasal 20 ayat (1) mengatakan bahwa
Pimpinan Kementerian/Lembaga menyusun Rancangan Renja K/L dengan
mengacu pada Rancangan Awal RKP dan berpedoman pada Renstra serta pagu
Indikatif yang tertuang dalam Surat Edaran Bersama. Sedangkan ayat (2)
menyatakan rancangan Renja K/L memuat kebijakan, program dan kegiatan sebagai
penjabaran Renstra K/L.
Selanjutnya, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 90 tahun 2010
tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga, maka
dalam penyusunan Renja K/L oleh Kementerian/Lembaga harus didasarkan atas
dilaksanakan sebelumnya. Renja K/L yang telah disusun Kementerian/Lembaga,
kemudian disampaikan oleh Menteri/Pimpinan Lembaga kepada Kementerian
PPN/Kepala Bappenas dan Kementerian Keuangan sebagai bahan penyempurnaan
PENYUSUNAN SASARAN KEGIATAN (
OUTPUT
) DAN
INDIKATOR KINERJA KEGIATAN
A.Penyusunan Sasaran Kegiatan (Output)
Sasaran Kegiatan (Output) adalah keluaran akhir (output) yang dihasilkan oleh suatu kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung pencapaian sasaran dan tujuan
program dan kebijakan yang dapat berupa barang atau jasa. Sasaran Kegiatan
(output) disusun berdasarkan hal-hal sebagai berikut:
1. Sasaran kegiatan harus menggambarkan keluaran (output) dari pelaksanaan
kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsi unit penanggung jawab kegiatan.
Output kegiatan diperoleh dari terlaksananya berbagai proses secara
bersinergi yang ada dalam kegiatan;
2. Setiap kegiatan dapat memiliki lebih dari satu sasaran kegiatan (output);
3. Sasaran kegiatan yang dirumuskan harus dapat mendukung tercapainya
sasaran program. Sasaran kegiatan merupakan sasaran strategis unit kerja
Eselon II atau unit kerja mandiri.
4. Sasaran kegiatan (output) harus dapat diukur, dikelola, dan diaudit.
Dalam penyusunan sasaran kegiatan (output), terdapat beberapa kriteria-kriteria yang harus diperhatikan yaitu:
1. Rumusan sasaran kegiatan (output) dapat termasuk obyek atau subyek. Contoh:
- Layanan Konsultasi;
- Layanan Bantuan Hukum; atau
2. Rumusan sasaran kegiatan (output) bukan merupakan pernyataan Sasaran/Tujuan, seperti:
- Penurunan Tingkat Kematian Bayi
- Tercapainya peningkatan produksi dan populasi ternak.
3. Rumusan sasaran kegiatan (output) seharusnya tidak menyertakan gerakan terarah pada ukuran statistik tertentu, seperti:
4. Sasaran kegiatan (output) tidak menggunakan rumusan input atau masukan, seperti:
- Kendaraan Bermotor/Pengadaan kendaraan bermotor roda-4
- Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi
5. Rumusan sasaran kegiatan (output) seharusnya tidak menggunakan indikator kinerja, seperti:
- Persentase (%) Penurunan Susut Hasil Tanaman Pangan.
6. Deskripsi sasaran kegiatan (output) harus jelas (tidak bermakna ganda) dan
singkat (4-5 kata), misalnya:
- Jaringan Jalan Nasional yang dibangun;
- Fasilitas Pendidikan Dasar yang disediakan;
- Layanan kesehatan yang disediakan;
- Rekomendasi kebijakan yang disusun;
- Rancangan Undang-Undang yang disusun.
B.Penyusunan Indikator Kinerja Kegiatan (IKK)
Indikator Kinerja Kegiatan adalah alat ukur yang mengindikasikan
keberhasilan pencapaian keluaran (output) dari suatu kegiatan. Indikator Kinerja Kegiatan ditetapkan secara spesifik untuk mengukur pencapaian kinerja berkaitan
dengan sasaran kegiatan (output).
Indikator Kinerja Kegiatan dalam Struktur Manajemen Kinerja merupakan
sasaran kinerja kegiatan yang secara akuntabilitas berkaitan dengan unit organisasi
K/L setingkat Eselon II.
Indikator kinerja kegiatan dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis, yaitu:
1) Indikator kuantitas,
2) Indikator kualitas,
3) Indikator aktualitas (ketepatan waktu), dan
Box 1. Contoh Rumusan Indikator Kinerja Berdasarkan Jenisnya
Karakteristik yang harus terdapat dalam rumusan Indikator Kinerja Kegiatan
adalah sebagai berikut:
1) harus mencerminkan sasaran kinerja unit organisasi Eselon II sesuai dengan
tupoksinya;
2) harus bersifat spesifik dan terukur;
3) harus dapat mendukung pencapaian indikator kinerja program; dan
4) harus dapat dievaluasi berdasarkan periode waktu tertentu.
Indikator Kinerja Kegiatan dalam kerangka akuntabilitas organisasi
merupakan ukuran pencapaian output/kinerja keluaran. Kriteria-kriteria yang digunakan dalam penyusunan indikator kinerja kegiatan adalah sebagai berikut:
1) Rumusan indikator kinerja kegiatan tidak dinyatakan sebagai pernyataan sasaran. 2) Rumusan indikator kinerja kegiatan harus mengacu pada 1 (satu) variabel saja; 3) Rumusan indikator kinerja kegiatan harus mengacu pada 1 (satu) jenis indikator
kinerja, baik itu kuantitas atau kualitas atau aktualitas atau keuangan. Tidak disarankan menggunakan kombinasi 2 (dua) atau 3 (tiga) jenis indikator kinerja sekaligus;
4) Rumusan indikator kinerja kegiatan harus jelas dan spesifik terhadap obyek yang diukur;
Output: Penyediaan Jaringan Transportasi Jalan
Indikator Kinerja Indikator Kuantitas:
-Jumlah kilometer dari jalan raya nasional / jalur lalu lintas yang tersedia -Jumlah kilometer perjalanan kendaraan tahunan di jalan raya nasional
Indikator Kualitas:
-% dari jalan raya nasional dipertahankan pada Indeks Kekasaran rata-rata International harian xxx atau lebih baik
Indikator Aktualitas (Ketepatan Waktu):
-Kecepatan yang aman rata rata per 100 km dari jalan raya nasional
-Jumlah rata-rata kilometer per hari di mana kecepatan berkurang diberlakukan di jalan raya nasional dan jalan arteri akibat perbaikan dan pemeliharaan.
Indikator Keuangan:
5) Besaran target dan satuannya tidak perlu dituliskan juga dalam rumusan indikator kinerja kegiatan;
6) Rumusan indikator kinerja kegiatan harus memfasilitasi perhitungan rata-rata dan varians untuk jangka waktu yang panjang;
7) Rumusan indikator kinerja kegiatan harus memfasilitasi ekspresi dari target sebagai nilai numerik tunggal. Variabel potensial lainnya dianggap tetap;
8) Rumusan indikator kinerja kegiatan harus memberikan gambaran target maksimal atau minimal, bukan dalam nilai angka tertentu:
Indikator Kinerja Target
Bukan Waktu yang dibutuhkan untuk menanggapi korespondensi
10 hari
Tapi… Persentase korespondensi yang diterima dari klien yang ditanggapi dalam waktu 10 hari
FORMULIR 1 PENJELASAN UMUM
RENCANA KERJA KEMENTERIAN/LEMBAGA (RENJA K/L) TAHUN ANGGARAN 2017
1. Kementerian/Lembaga :
2. Visi :
3. Misi : 1. ...
2. ... 3. ...dst
4. Prioritas Nasional
Kode Prioritas Nasional Alokasi 2017
(juta rupiah)
(1) (2) (3)
99 Prioritas Nasional 1 999 99 Prioritas Nasional 2 999
99 …dst 999
Jumlah 999
5. Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja Sasaran Strategis K/L
Kode Sasaran Strategis K/L Indikator Kinerja Sasaran Strategis K/L Target 2017
Alokasi 2017 (juta rupiah)
(1) (2) (3) (4) (5)
99 Sasaran Strategis 1 999 Indikator Kinerja Sasaran Strategis 1.1. 999
Indikator Kinerja Sasaran Strategis 1.2. 999
99 Sasaran Strategis 2 999 Indikator Kinerja Sasaran Strategis 2.1. 999
Indikator Kinerja Sasaran Strategis 2.2. 999
Jumlah 999
6. Program dan Pendanaan
Kode Program
Indikasi Pendanaan Tahun 2017 (juta rupiah) a/n Menteri/ Kepala Lembaga
FORMULIR 2
RENCANA KERJA KEMENTERIAN/ LEMBAGA (RENJA K/L) TAHUN ANGGARAN 2017
1. Kementerian/Lembaga :
2. Sasaran Strategis K/L yang didukung : 1. ... 2. ... 3. ...dst
3. Program :
4. Unit Organisasi (Eselon 1) :
5. Sasaran Program (Outcome) dan Indikator Kinerja Program (IKP)
Kode Sasaran Program (Outcome)
99 Sasaran Program
(Outcome) A.1. 999
Indikator Kinerja Program A.1.1. 999 Indikator Kinerja Program A.1.2. 999
99 Sasaran Program
(Outcome) A.2. 999
Indikator Kinerja Program A.2.1. 999 Indikator Kinerja Program A.2.2. 999
Jumlah 999
6. Kegiatan dan Pendanaan
Kode Kegiatan Indikasi Pendanaan Tahun 2017 (juta rupiah)
FORMULIR 3
RENCANA KERJA KEMENTERIAN/ LEMBAGA (RENJA K/L) TAHUN ANGGARAN 2017
1. Kementerian/Lembaga :
2. Program :
6. Sasaran Kegiatan (Output) dan Pendanaannya :
Kode Sasaran Kegiatan (Output)
Prioritas Dukungan
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
99 Sasaran Kegiatan
(Output) 1.1. 999 xxx xxx xxx
99 Sasaran Kegiatan
(Output) 1.2. 999 xxx xxx xxx
7. Rincian Kegiatan
A. Perhitungan Pendanaan (Tahun 2017 dan Prakiraan Maju)
Kode Sasaran Kegiatan
(Output)/Komponen
Tahun 2017 Prakiraan Maju
Volume Satuan Biaya
Jumlah Alokasi (juta rupiah)
Volume Jumlah Alokasi
(juta rupiah)
2018 2019 2020 2018 2019 2020
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)
99 Sasaran Kegiatan (Output) 1.1. 999 999 999 999 999 999 999 999
xx1 Komponen 1 999 999 999
xx2 Komponen 2 999 999 999
99 Sasaran Kegiatan (Output) 1.2. 999 999 999 999 999 999 999 999
xx1 Komponen 1 999 999 999
xx2 Komponen 2 999 999 999
Jumlah 999 999 999 999
B. Sumber Pendanaan
Indikasi Pendanaan Tahun 2017 (juta rupiah)
Rupiah PHLN+PDN PNBP+BLU SBSN Jumlah
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)=(4)+(5)+(6)+(7)
99 Sasaran Kegiatan
(Output) 1.1. 999 999 999 999 999
xx1 Komponen 1 BAK/BLK 999 999 999 999 999
xx2 Komponen 2 BAK/BLK 999 999 999 999 999
99 Sasaran Kegiatan
(Output) 1.2. 999 999 999 999 999
xx1 Komponen 1 BAK/BLK 999 999 999 999 999
xx2 Komponen 2 BAK/BLK 999 999 999 999 999
Jumlah 999 999 999 999 999
C. Pendanaan PHLN atau PDN Tahun 2017
Kode
PENJELASAN UMUM
RENCANA KERJA KEMENTERIAN/LEMBAGA (RENJA K/L)
TAHUN ANGGARAN 2017
Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (Renja K/L) adalah dokumen
perencanaan tahunan yang merupakan penjabaran dari RKP dan digunakan sebagai
pedoman penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga. Renja
K/L memuat sasaran-sasaran yang akan dicapai oleh K/L, arah kebijakan, program,
kegiatan pembangunan, dan kebutuhan pendanaannya baik yang dilaksanakan
langsung oleh pemerintah, maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi
masyarakat.
Penjelasan Umum Rencana Kerja Kementerian/Lembaga (Renja K/L) ini
diharapkan dapat memberikan gambaran singkat mengenai sasaran yang akan
dicapai, kebijakan yang akan digunakan serta program dan kegiatan yang
diprioritaskan oleh Kementerian/Lembaga. Bagi Kementerian/ Lembaga yang
terkait langsung dengan pencapaian prioritas nasional pada tahun tertentu, maka
program dan kegiatannya harus dapat secara langsung mencerminkan pencapaian
prioritas nasional yang telah ditetapkan.
Untuk setiap Kementerian/Lembaga harus menyusun satu penjelasan umum
sesuai dengan Formulir-1. Penulisan Formulir-1 secara umum dapat dijelaskan
lebih lanjut sebagai berikut:
1. Kementerian/Lembaga:
Diisi dengan nama Kementerian/Lembaga yang bertanggung jawab atas program
dan kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2017.
2. Visi:
Diisi dengan visi dari Kementerian/Lembaga terkait sesuai dengan visi yang
tercantum dalam dokumen rencana strategis (Renstra K/L). Visi merupakan
rumusan umum mengenai keadaan yang ingin dicapai oleh
Kementerian/Lembaga.
Contoh:
Kementerian Pertanian:
Terwujudnya Sistem Pertanian-Bioindustri Berkelanjutan yang Menghasilkan Beragam Pangan Sehat dan Produk Bernilai Tambah Tinggi Berbasis Sumberdaya Lokal untuk Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani
3. Misi
Diisi dengan misi Kementerian/Lembaga terkait sesuai dengan misi yang
tercantum dalam dokumen rencana strategis (Renstra K/L). Misi merupakan
upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi. Misi
Kementerian/Lembaga harus selaras dengan tujuan Kementerian/Lembaga. Misi
mencakup kondisi internal dan eksternal yang dihadapi oleh
Kementerian/Lembaga.
Contoh:
Misi Kementerian Pertanian:
1. Mewujudkan kedaulatan pangan;
2. Mewujudkan sistem pertanian bioindustri berkelanjutan;
3. Mewujudkan kesejahteraan petani;
4. Mewujudkan Reformasi Birokrasi.
4. Prioritas Nasional
1. Kolom Kode (1)
2. Kolom Prioritas Nasional (2)
Prioritas Nasional, diisi dengan Prioritas Nasional yang dalam
pencapaiannya didukung oleh Kementerian/Lembaga sesuai dengan yang
tercantum dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2017.
Prioritas Nasional tahun 2017:
1. Kedaulatan Pangan
2. Kedaulatan Energi
3. Kemaritiman dan Kelautan
4. Revolusi Mental
5. Daerah Perbatasan
6. Daerah Tertinggal
7. Pelayanan Kesehatan
8. Pelayanan Pendidikan
9. Antar Kelompok Pendapatan
10.Desa dan Kawasan Pedesaan
11.Perumahan dan Permukiman
12.Stabilitas Keamanan dan Ketertiban
13.Kepastian dan Penegakan Hukum
14.Konsolidasi Demokrasi dan Efektivitas Diplomasi
15.Reformasi Birokrasi
16.Perkotaan
17.Percepatan Pertumbuhan Industri dan Kawasan Ekonomi (KEK)
18.Pembangunan Pariwisata
19.Peningkatan Iklim Investasi dan Iklim Usaha
20.Peningkatan Ekspor Non Migas
21.Pengembangan Konektivitas Nasional
22.Reformasi Fiskal
23.Reformasi Agraria
3. Kolom Alokasi 2017 (dalam satuan juta rupiah) (3)
Diisi dengan alokasi anggaran yang diusulkan untuk setiap Prioritas Nasional yang dalam pencapaiannya didukung oleh Kementerian/Lembaga pada
tahun 2017. Satuan biaya ditulis dalam juta rupiah.
Contoh:
1. 1.394.106,5 juta rupiah
2. 943.353,3 juta rupiah
5. Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja Sasaran Strategis K/L
1. Kolom Kode (1)
Dalam kolom kode, diisi dengan kode nomor dari Sasaran Strategis yang akan
dilaksanakan oleh Kementerian/ Lembaga pada tahun 2017.
2. Kolom Sasaran Strategis (2)
Sasaran Strategis, diisi dengan sasaran strategis yang akan dicapai oleh
Kementerian/Lembaga sesuai dengan yang tercantum dalam dokumen
rencana strategis (Renstra K/L).
Contoh:
Sasaran Strategis Kementerian Pertanian, antara lain:
1. Swasembada padi, jagung dan kedelai serta peningkatan produksi daging
dan gula;
2. Peningkatan diversifikasi pangan;
3. Peningkatan komoditas bernilai tambah, berdaya saing dalam memenuhi
pasar ekspor dan substitusi impor;
4. Penyediaan bahan baku bioindustri dan bioenergy;
5. Peningkatan pendapatan keluarga petani;
6. Akuntabilitas kinerja aparatur pemerintah yang baik.
3. Kolom Indikator Kinerja Sasaran Strategis (3)
Contoh:
Indikator Kinerja Sasaran Strategis Kementerian Pertanian, untuk Sasaran
Strategis Peningkatan komoditas bernilai tambah, berdaya saing dalam
memenuhi pasar ekspor dan substitusi impor , antara lain:
1. Pertumbuhan Volume Ekspor Produk Pertanian Utama;
2. Pertumbuhan Volume Impor Produk Pertanian Utama Substitusi
Impor;
3. Produksi Cabe Besar;
4. Produksi Cabe Rawit;
5. Produksi Bawang Merah.
4. Kolom Target 2017 (4)
Diisi dengan target yang akan dicapai dari suatu indikator kinerja sasaran
strategis yang akan dilaksanakan Kementerian/Lembaga pada tahun 2017.
Contoh:
Target Indikator Kinerja Sasaran Strategis Kementerian Pertanian:
1. 10 persen (Target Pertumbuhan Volume Ekspor Produk Pertanian Utama);
2. -5 persen (Target Pertumbuhan Volume Impor Produk Pertanian Utama
Substitusi Impor);
3. 1.106 ton (Target Produksi Cabe Besar);
4. 759 ton (Target Produksi Cabe Rawit);
5. 1.173 ton (Target Produksi Bawang Merah).
5. Kolom Alokasi 2017 (dalam satuan juta rupiah) (5)
Diisi dengan alokasi anggaran yang diusulkan untuk setiap sasaran strategis yang akan dilaksanakan pada tahun 2017. Satuan biaya ditulis dalam juta
rupiah.
Contoh:
1. 25.061.187,7 juta rupiah (Alokasi anggaran untuk mendukung pencapaian
sasaran strategis Swasembada padi, jagung dan kedelai serta
peningkatan produksi daging dan gula ;
2. 783.064,1 juta rupiah (Alokasi anggaran untuk mendukung pencapaian sasaran
3. 1.779.284,6 juta rupiah (Alokasi anggaran untuk mendukung pencapaian
sasaran strategis Peningkatan komoditas bernilai tambah, berdaya saing
dalam memenuhi pasar ekspor dan substitusi impor .
6. Program dan Pendanaan
Bagian ini menjelaskan mengenai rekapitulasi alokasi program berdasarkan
sumber pendanaan dalam satu Kementerian/Lembaga.
1. Kolom Kode (1)
Diisi dengan kode program yang akan dilaksanakan oleh Kementerian/
Lembaga pada tahun 2017.
Contoh:
Kode Program : 06
2. Kolom Program (2)
Diisi dengan nama program yang akan dilaksanakan oleh unit organisasi untuk mendukung pencapaian sasaran strategis.
Contoh:
Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Hasil Tanaman Pangan
3. Indikasi Pendanaan Tahun 2017 (satuan ditulis dalam juta rupiah)
i. Kolom Rupiah (3)
Dalam kolom Rupiah, diisi dengan besaran usulan anggaran Rupiah murni
ditambah dengan rupiah pendamping tahun 2017.
ii. Kolom PHLN + PDN (4)
Dalam kolom PHLN + PDN, diisi dengan besaran usulan anggaran PHLN +
PDN tahun 2017.
iii.Kolom PNBP + BLU (5)
Dalam kolom PNBP + BLU, diisi dengan besaran usulan anggaran PNBP +
BLU tahun 2017.
4. Kolom Prakiraan Kebutuhan (Satuan biaya ditulis dalam juta rupiah)
i. Kolom Tahun 2018 (8)
Dalam kolom prakiraan kebutuhan tahun 2018, diisi dengan prakiraan
besaran kebutuhan anggaran untuk kegiatan tahun 2018.
ii. Kolom Tahun 2019 (9)
Dalam kolom prakiraan kebutuhan tahun 2019, diisi dengan prakiraan
besaran kebutuhan anggaran untuk kegiatan tahun 2019.
iii. Kolom Tahun 2020 (11)
Dalam kolom prakiraan kebutuhan tahun 2020, diisi dengan prakiraan
besaran kebutuhan anggaran untuk kegiatan tahun 2020.
Setelah seluruh informasi selesai diisikan dalam Formulir 1 Renja K/L ini,
maka perlu pengesahan Pejabat Setingkat Eselon I (satu) dari
RENCANA KERJA KEMENTERIAN/LEMBAGA
TAHUN ANGGARAN 2017
Tujuan pengisian formulir 2 (dua) ini adalah untuk menjabarkan visi, misi
dan sasaran strategis ke dalam program yang akan dilaksanakan oleh
Kementerian/Lembaga. Formulir 2 (dua) ini diisi sesuai dengan jumlah program
yang dimiliki dan akan dilaksanakan oleh Kementerian/Lembaga.
1. Nama Kementerian/Lembaga
Diisi dengan nama Kementerian/Lembaga yang akan melaksanakan Rencana
Kerja Kementerian/ Lembaga (Renja-KL).
Contoh:
Kementerian Pertanian
2. Sasaran Strategis yang didukung
Diisi dengan sasaran strategis Kementerian/Lembaga yang didukung oleh
pencapaian kinerja program dari unit organisasi.
Contoh:
1. Swasembada padi, jagung dan kedelai serta peningkatan produksi
daging dan gula;
2. Penyediaan bahan baku bioindustri dan bioenergy.
3. Program
Diisi dengan nama program yang akan dilaksanakan oleh unit organisasi
untuk mendukung pencapaian sasaran strategis.
Contoh:
Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Hasil Tanaman
4. Nama Unit Organisasi
Diisi dengan nama Unit Organisasi dalam Kementerian/Lembaga yang
bertanggung jawab atas pelaksanaan program dari Rencana Kerja
Kementerian/ Lembaga.
Contoh:
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan
5. Sasaran Program (Outcome) dan Indikator Kinerja Program (IKP) a. Kolom Kode (1)
Dalam kolom kode, diisi dengan kode nomor dari Sasaran Program yang
akan dilaksanakan oleh Kementerian/ Lembaga pada tahun 2017.
b. Kolom Sasaran Program (Outcome) (2)
Diisi dengan hasil (outcome) yang akan dicapai terkait dengan pelaksanaan program yang dilaksanakan oleh unit organisasi
Kementerian/Lembaga.
Contoh:
1. Peningkatan Produksi dan Daya Saing Tanaman Pangan;
2. Peningkatan Produksi Tanaman Pangan mendukung peyediaan bahan
baku bioindustri dan bioenergi berkelanjutan.
c. Kolom Indikator Kinerja Program (IKP) (3)
Diisi dengan indikator kinerja utama program yang terukur.
Contoh:
1. Meningkatnya Produktivitas Padi
2. Meningkatnya Produktivitas Jagung
3. Meningkatnya Produktivitas Kedelai
4. Meningkatnya Produktivitas Ubi Jalar
d. Kolom Target 2017 (4)
Diisi dengan target yang akan dicapai dari suatu indikator kegiatan yang
akan dilaksanakan Kementerian/Lembaga pada tahun 2017.
Contoh:
1. 15 kuintal/hektar (target peningkatan produktivitas padi);
3. 2 kuintal/hektar (target peningkatan produktivitas kedelai);
4. 15 kuintal/hektar (target peningkatan produktivitas ubi jalar)
e. Kolom Alokasi 2017 (satuan ditulis dalam juta rupiah) (5)
Diisi dengan alokasi anggaran yang diusulkan untuk setiap kegiatan
prioritas yang akan dilaksanakan pada tahun 2017. Satuan biaya ditulis
dalam juta rupiah.
Contoh:
Rp. 7.677.302,4 juta. (Alokasi biaya untuk sasaran program Terwujudnya
Peningkatan Produksi dan Daya Saing Tanaman Pangan ).
6. Kegiatan dan Pendanaan
a. Kolom Kode (1)
Dalam kolom Kode, diisi dengan nomor kode Kegiatan yang akan
dilaksanakan oleh Kementerian/Lembaga pada tahun 2017.
Contoh: 1761
b. Kolom Kegiatan (2)
Dalam kolom Kegiatan diisi dengan nama Kegiatan yang akan
dilaksanakan oleh Kementerian/Lembaga pada tahun 2017.
Contoh:
Kegiatan Pengelolaan Produksi Tanaman Aneka Kacang dan Umbi
c. Kolom Indikasi Pendanaan Tahun 2017 (Satuan biaya ditulis dalam
juta rupiah).
i. Kolom Rupiah (3)
Dalam kolom Rupiah, diisi dengan besaran usulan anggaran
Rupiah murni ditambah dengan rupiah pendamping tahun
2017.
ii. Kolom PHLN + PDN (4)
iv. Kolom SBSN (6)
Dalam kolom SBSN, diisi dengan besaran usulan anggaran
SBSN tahun 2017.
v. Kolom Jumlah (7)
Adalah Jumlah usulan anggaran tahun 2017, (Rupiah+PHLN +
PDN+PNBP + BLU+SBSN).
d. Kolom Prakiraan Kebutuhan (Satuan biaya ditulis dalam juta
rupiah)
i. Kolom Tahun 2018 (8)
Dalam kolom prakiraan kebutuhan tahun 2018, diisi dengan
prakiraan besaran kebutuhan anggaran untuk kegiatan tahun
2018.
ii. Kolom Tahun 2019 (9)
Dalam kolom prakiraan kebutuhan tahun 2019, diisi dengan
prakiraan besaran kebutuhan anggaran untuk kegiatan tahun
2019.
iii. Kolom Tahun 2020 (11)
Dalam kolom prakiraan kebutuhan tahun 2020, diisi dengan
prakiraan besaran kebutuhan anggaran untuk kegiatan tahun
2020.
Setelah seluruh informasi selesai diisikan dalam formulir 2 Renja K/L ini,
maka perlu pengesahan Pejabat Setingkat Eselon I (satu) dari
RENCANA KERJA KEMENTERIAN/LEMBAGA
TAHUN ANGGARAN 2017
1. Nama Kementerian/Lembaga
Diisi dengan nama Kementerian/Lembaga yang akan melaksanakan Rencana
Kerja Kementerian/ Lembaga (Renja K/L).
Contoh:
Kementerian Pertanian
2. Nama Program
Diisi dengan Nama Program yang akan dilaksanakan oleh unit organisasi untuk
mendukung pencapaian sasaran strategis.
Contoh:
Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Hasil Tanaman Pangan
3. Sasaran Program (Outcome) yang didukung
Diisi dengan hasil (outcome) yang akan dicapai terkait dengan pelaksanaan program yang dilaksanakan oleh unit organisasi Kementerian/Lembaga.
Contoh:
1. Terwujudnya Peningkatan Produksi dan Daya Saing Tanaman Pangan
2. Terwujudnya Peningkatan Produksi Tanaman Pangan mendukung peyediaan
bahan baku bioindustri dan bioenergi berkelanjutan
4. Kegiatan
Dalam kolom Kegiatan diisi dengan nama Kegiatan yang akan dilaksanakan oleh
Kementerian/Lembaga pada tahun 2017.
5. Nama Unit Organisasi
Adalah nama Unit Organisasi Eselon 2 yang bertanggung jawab atas pelaksanaan
kegiatan dari Rencana Kerja Kementerian/ Lembaga.
Contoh:
Direktorat Aneka Kacang dan Umbi
6. Sasaran Kegiatan dan Pendanaannya
a. Kolom Kode (1)
Dalam kolom kode, diisi dengan kode nomor dari Sasaran Kegiatan yang akan
dilaksanakan oleh Kementerian/Lembaga pada tahun 2017.
b. Kolom Sasaran Kegiatan (Output)(2)
Dalam kolom Sasaran Kegiatan (Output), diisi dengan sasaran dari kegiatan yang akan dilaksanakan.
Contoh:
Sasaran Kegiatan (Output):
1. Lahan produksi kedelai yang dibudidayakan;
2. Lahan produksi ubi kayu yang dibudidayakan;
3. Lahan produksi ubi jalar yang dibudidayakan.
c. Kolom Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) (3)
Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) yang dapat berupa (i) Indikator Kuantitas,
(ii) Indikator Kualitas, (iii) Indikator Aktualitas (Ketepatan Waktu) atau (iv)
Indikator Keuangan. Keempat jenis indikator ini bersifat opsional sebagai alat
untuk mengukur sebuah kegiatan.
Contoh:
Indikator Kinerja Kegiatan (IKK):
1. Luas lahan penerapan budidaya kedelai (IKK dari sasaran kegiatan (output)
Lahan produksi kedelai yang dibudidayakan ;
2. Luas lahan penerapan budidaya ubi kayu (IKK dari sasaran kegiatan (output)
Lahan produksi ubi kayu yang dibudidayakan );
3. Luas lahan penerapan budidaya ubi jalar (IKK dari sasaran kegiatan (output)
d. Kolom Target 2017 (4)
Adalah target yang akan dicapai dari suatu sasaran kegiatan (output) dan indikator kinerja kegiatan yang akan dilaksanakan Kementerian/Lembaga
pada tahun 2017.
Contoh:
a) 700.000 hektar (Target luas lahan produksi kedelai yang dibudidayakan)
b) 15.000 hektar (Target luas lahan produksi ubi kayu yang dibudidayakan)
c) 3.200 hektar (Target luas lahan produksi ubi jalar yang dibudidayakan)
e. Kolom Alokasi tahun 2017 (satuan dalam juta rupiah) (5)
Diisi dengan alokasi anggaran yang diusulkan untuk setiap sasaran kegiatan
(output) yang akan dilaksanakan pada tahun 2017. Satuan biaya ditulis dalam juta rupiah.
Contoh:
Rp. 1.674.769,0 juta. (Alokasi biaya untuk sasaran kegiatan (output) Lahan
produksi kedelai yang dibudidayakan )
f. Kolom Prioritas Nasional (6)
Kolom Prioritas Nasional diisi dengan uraian Prioritas Nasional yang didukung
oleh sasaran kegiatan (output) terkait.
Contoh:
Sasaran Kegiatan (Output) Terlaksanakannya penerapan teknologi
intensifikasi budidaya kedelai mendukung Prioritas Nasional Kedaulatan
Pangan maka kolom 6 diisi dengan uraian Kedaulatan Pangan
g. Kolom Program Prioritas Nasional (7)
Kolom Program Prioritas Nasional diisi dengan uraian Program Prioritas
Nasional yang didukung oleh sasaran kegiatan (output) terkait.
Contoh:
Sasaran Kegiatan (Output) Terlaksanakannya penerapan teknologi
h. Kolom Kegiatan Prioritas Nasional (8)
Kolom Kegiatan Prioritas Nasional diisi dengan uraian Kegiatan Prioritas
Nasional yang menjadi induk dari sasaran kegiatan (output) tersebut.
Contoh:
Sasaran Kegiatan (Output) Terlaksanakannya penerapan teknologi
intensifikasi budidaya kedelai merupakan turunan dari Kegiatan Prioritas
Nasional Teknologi Peningkatan Produktivitas Pertanian, Peternakan,
Perikanan dan Penyuluhan maka kolom 8 diisi dengan uraian Teknologi
Peningkatan Produktivitas Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Penyuluhan
i. Kolom Dukungan (9)
Kolom Program Tematik diisi dengan Program Tematik dari Sasaran Kegiatan
(Output) terkait (kolom 2). Kolom delapan (9) diisi dengan kode program tematik sesuai yang tertera di bawah.
1. Program Dukungan Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS/PPP)
2. Program Anggaran Responsif Gender (ARG)
3. Program Kerjasama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST)
4. Program terkait Mitigasi Perubahan Iklim/Adaptasi Perubahan Iklim
(MPI/API)
5. Pengarusutamaan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba (PPBAN)
6. Reformasi Birokrasi (RB)
7. Rincian Kegiatan
A. Perhitungan Pendanaan (Tahun 2017 dan Prakiraan Maju)
a. Kolom Kolom Kode (1)
Dalam kolom nomor, diisi dengan kode nomor dari Sasaran Kegiatan
(Output) yang akan dilaksanakan oleh Kementerian/ Lembaga pada tahun 2017.
b. Kolom Sasaran Kegiatan (Output)/Komponen (2)
Contoh:
Sasaran Kegiatan (Output): Lahan produksi kedelai yang dibudidayakan
Kolom Komponen diisi dengan komponen-komponen pembentuk sasaran
kegiatan (output)
Contoh:
Komponen pembentuk sasaran kegiatan output Lahan produksi kedelai
yang dibudidayakan :
1. Fasiltasi/Bantuan Budidaya Kedelai;
2. Pembinaan, Pengawalan, Monitoring dan Evaluasi Penerapan
Budidaya Kedelai
c. Kolom Target/Volume Tahun 2017 (3)
Diisi dengan target/volume pencapaian dari suatu sasaran kegiatan
(output) dan komponen yang akan dilaksanakan Kementerian/Lembaga pada tahun 2017.
Contoh:
1. 700.000 hektar (target dari Sasaran Kegiatan (Output) Lahan produksi
kedelai yang dibudidayakan )
2. 268 kegiatan (target dari komponen Pembinaan, Pengawalan,
Monitoring dan Evaluasi Penerapan Budidaya Kedelai .
d. Kolom Satuan Biaya Tahun 2017 (4)
Diisi dengan besaran satuan biaya di tingkat komponen.
e. Kolom Jumlah Alokasi Tahun 2017 (satuan dalam juta rupiah) (5)
Diisi dengan alokasi anggaran yang diusulkan untuk setiap sasaran
kegiatan/komponen yang akan dilaksanakan pada tahun 2017. Satuan
biaya ditulis dalam juta rupiah.
Contoh:
Rp. 1.674.769,0 juta. (Alokasi biaya untuk Sasaran Kegiatan (Output)
f. Kolom Prakiraan Target/Volume Tahun 2018 (6)
Diisi dengan prakiraan target/volume pencapaian dari suatu Sasaran
Kegiatan (output) yang akan dilaksanakan Kementerian/Lembaga pada tahun 2018.
Contoh:
700.000 hektar (prakiraan target dari Sasaran Kegiatan Output Lahan
produksi kedelai yang dibudidayakan pada tahun 2018)
g. Kolom Prakiraan Target/Volume Tahun 2019 (7)
Diisi dengan prakiraan target/volume pencapaian dari suatu Sasaran
Kegiatan (output) yang akan dilaksanakan Kementerian/Lembaga pada tahun 2019.
Contoh:
700.000 hektar (prakiraan target dari Sasaran Kegiatan Output Lahan
produksi kedelai yang dibudidayakan pada tahun 2019)
h. Kolom Prakiraan Target/Volume Tahun 2020 (8)
Diisi dengan prakiraan target/volume pencapaian dari suatu Sasaran
Kegiatan (output) yang akan dilaksanakan Kementerian/Lembaga pada tahun 2020.
Contoh:
700.000 hektar (prakiraan target dari Sasaran Kegiatan (Output Lahan
produksi kedelai yang dibudidayakan pada tahun 2020)
i. Kolom Prakiraan Jumlah Alokasi Tahun 2018 (9)
Diisi dengan prakiraan total jumlah anggaran yang akan dialokasikan pada
tahun 2018 untuk kegiatan yang terkait baik yang bersumber dari rupiah
murni maupun PHLN atau PDN, PNBP, BLU, PLN, HLN, PDN, SBSN dalam
satuan juta rupiah.
Contoh:
Rp. 1.558.564,0 juta. (Prakiraan alokasi biaya untuk Sasaran Kegiatan
Output Lahan produksi kedelai yang dibudidayakan pada tahun 2018)
j. Kolom Prakiraan Jumlah Alokasi Tahun 2019 (10)
Diisi dengan prakiraan total jumlah anggaran yang akan dialokasikan pada
murni maupun PHLN atau PDN, PNBP, BLU, PLN, HLN, PDN, SBSN dalam
satuan juta rupiah.
Contoh:
Rp. 1.494.454,0 juta. (Prakiraan alokasi biaya untuk Sasaran Kegiatan
Output Lahan produksi kedelai yang dibudidayakan pada tahun 2019)
k. Kolom Prakiraan Jumlah Alokasi Tahun 2020 (11)
Diisi dengan prakiraan total jumlah anggaran yang akan dialokasikan pada
tahun 2020 untuk kegiatan yang terkait baik yang bersumber dari rupiah
murni maupun PHLN atau PDN, PNBP, BLU, PLN, HLN, PDN, SBSN dalam
satuan juta rupiah.
Contoh:
Rp. 1.444.344,0 juta. (Prakiraan alokasi biaya untuk Sasaran Kegiatan
Output Lahan produksi kedelai yang dibudidayakan pada tahun 2020)
B. Sumber Pendanaan
a. Kolom Kode (1)
Dalam kolom kode, diisi dengan kode nomor dari Sasaran Kegiatan
(Output) yang akan dilaksanakan oleh Kementerian/ Lembaga pada tahun 2017.
b. Kolom Sasaran Kegiatan (Output)/Komponen (2)
Dalam kolom Sasaran kegiatan (output), diisi dengan sasaran dari kegiatan yang akan dilaksanakan.
Contoh:
Sasaran Kegiatan (Output): Lahan produksi kedelai yang dibudidayakan
Kolom Komponen diisi dengan komponen-komponen pembentuk sasaran
kegiatan (output)
Contoh:
c. Jenis Komponen (BAK/BLK) (3)
Diisi dengan klasifikasi jenis dari suatu komponen, termasuk sebagai
Biaya Administrasi Keluaran (BAK) atau Biaya Langsung Keluaran (BLK).
- BAK merupakan kelompok biaya keluaran dari komponen yang
bersifat dukungan administratif terhadap pencapaian Sasaran
Kegiatan (Output).
- BLK merupakan kelompok biaya keluaran dari komponen yang
berkaitan secara langsung dengan pencapaian Sasaran Kegiatan
(Output).
d. Kolom Indikasi Pendanaan Tahun 2017 (Satuan biaya ditulis dalam juta
rupiah).
i. Kolom Rupiah (4)
Dalam kolom Rupiah, diisi dengan besaran usulan anggaran Rupiah
Murni ditambah dengan rupiah pendamping tahun 2017.
ii. Kolom PHLN + PDN (5)
Dalam kolom SBSN, diisi dengan besaran usulan anggaran SBSN tahun
2017.
v. Kolom Jumlah (8)
Adalah jumlah usulan anggaran tahun 2017, (Rupiah + PHLN +
PDN+PNBP + BLU + SBSN).
C. Pendanaan PHLN atau PDN Tahun 2017
a. Kolom Kode (1)
Dalam kolom kode, diisi dengan nomor urut dari Sasaran Kegiatan
b. Sasaran Kegiatan (Output)/Komponen (2)
Dalam kolom Sasaran kegiatan (output), diisi dengan sasaran dari kegiatan yang akan dilaksanakan.
Contoh:
Sasaran Kegiatan (Output): Lahan produksi kedelai yang dibudidayakan
Kolom Komponen diisi dengan komponen-komponen pembentuk sasaran
kegiatan (output)
Contoh:
Komponen pembentuk sasaran kegiatan output Lahan produksi kedelai
yang dibudidayakan :
1. Fasiltasi/Bantuan Budidaya Kedelai;
2. Pembinaan, Pengawalan, Monitoring dan Evaluasi Penerapan
Budidaya Kedelai.
c. Kolom Sumber/Loan (3)
- Sumber, diisi dengan nama negara pemberi Pinjaman atau Hibah Luar
Negeri baik bilateral maupun multilateral. Untuk kegiatan yang
mendapatkan Pinjaman Dalam Negeri harus mencantumkan sumber
pemberi pinjaman.
- Loan, diisi dengan nama Loan atau Hibah Luar Negeri baik bilateral maupun multilateral.
Contoh:
Sumber : IFAD (Kode Sumber: 18)
Loan (NPPPHLN) : IFAD to support SOLID (Kode Loan: GI835-ID)
d. Kolom Pinjaman/Hibah Luar Negeri (PHLN) atau Pinjaman Dalam Negeri
(PDN) Tahun 2017 (4 s/d 11)
i. Kolom Jenis PHLN (P, H, KE) (4)
Jenis Pinjaman/Hibah Luar Negeri (PHLN), diisi dengan jenis PHLN
kegiatan yang akan dilaksanakan sesuai dengan Mata Uang Asing
(MUA) pemberi Pinjaman/Hibah Luar Negeri (PHLN) atau Pinjaman
Dalam Negeri (PDN) yang bersangkutan.
Contoh:$ US 15.000.000
iii. Kolom Penyerapan sampai dengan Desember 2015 (6)
Kolom Penyerapan, diisi dengan besaran persentase (%) penyerapan
anggaran dari pelaksanaan kegiatan yang dibiayai oleh
Pinjaman/Hibah Luar Negeri (PHLN) atau Pinjaman Dalam Negeri
(PDN) sampai dengan Desember Tahun 2015.
Contoh: 25%.
iv. Kolom Tanggal Mulai (7)
Kolom Tanggal Mulai, diisi dengan tanggal mulai efektifnya
Pinjaman/Hibah Luar Negeri (PHLN) atau Pinjaman Dalam Negeri
(PDN) dengan kontrak/perjanjian yang ada.
Contoh: 29 September 2014
v. Kolom Tanggal Tutup (8)
Kolom Tanggal Tutup, diisi dengan tanggal penutupan atau
berakhirnya Pinjaman/Hibah Luar Negeri (PHLN) atau Pinjaman
Dalam Negeri (PDN) sesuai dengan kontrak/perjanjian yang ada.
Contoh: 29 September 2018
vi. Kolom Rencana Penarikan (9 - 10)
Kolom PLN/PDN/SBSN (9)
Kolom PLN/PDN/SBSN diisi dengan rencana penarikan Pinjaman
Luar Negeri (PLN) atau Pinjaman Dalam Negeri (PDN) atau Surat
Berharga Syariah Negara (SBSN) yang telah dirupiahkan untuk
Tahun 2017. (satuan biaya ditulis dalam juta rupiah).
Kolom Hibah (10)
Kolom Hibah, diisi dengan rencana penarikan Hibah Luar Negeri
yang telah dirupiahkan untuk tahun 2017 (satuan biaya ditulis
vii. Kolom Kebutuhan Dana Pendamping (11)
Kebutuhan dana pendamping, diisi dengan total besaran rupiah murni
yang digunakan sebagai dana pendamping Pinjaman/Hibah Luar
Negeri (PHLN) atau Pinjaman Dalam Negeri (PDN) tersebut. (satuan
biaya ditulis dalam juta rupiah).
Setelah seluruh informasi selesai diisikan dalam Formulir 3 Renja K/L ini,
maka perlu pengesahan Pejabat Setingkat Eselon I (satu) dari