• Tidak ada hasil yang ditemukan

IDENTIFIKASI LAPISAN KERAS MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI WENNER-SCHLUMBERGER DI GELANGGANG OLAHRAGA INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "IDENTIFIKASI LAPISAN KERAS MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI WENNER-SCHLUMBERGER DI GELANGGANG OLAHRAGA INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 2. Peta geologi lembar  Tanjungkarang [7].
Gambar 4. Desain survei geolistrik.  Hasil dan Pembahasan
Tabel 3. Informasi litologi pada lintasan 2.  Nilai  Resistivitas  (Ωm)  Litologi  Kedalaman (m)  <28,2  Lempung  tufan  0 – 13,9  28,2 – 75,8  Pasir tufan  13,9 – 23,9  75,8 – 124  Tuf  23,9 – 29,7  Lintasan 3

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan pengolahan dan analisis nilai resistivitas rendah ( ρ < 20,9 Ωm ) pada lintasan 1, 2, dan 3 yang memotong perlapisan antara batuan yang memiliki nilai resistivitas

Hasil yang didapatkan dari software Res2Dinv berupa citra resistivitas bawah permukaan 2D, dengan mengacu pada Tabel 1 tentang resistivitas jenis batuan dan

Bidang lemah tersebut dapat dilihat pada meter ke (180- 230) dari elektroda 1 dengan kedalaman berkisar (2,50-40) meter dari permukaan tanah yang memotong

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur lapisan bawah permukaan di Desa Pana Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang dan untuk mengetahui potensi longsor dilihat

Berdasarkan pengolahan dan analisis nilai resistivitas rendah ( ρ < 20,9 Ωm ) pada lintasan 1, 2, dan 3 yang memotong perlapisan antara batuan yang memiliki nilai resistivitas

Interpretasi ini dilakukan untuk mengetahui lapisan litologi bawah permukaan dengan mengidentifikasikan nilai resistivitas yang telah didapatkan dari pengolahan data

Berdasarkan hasil pemodelan 2D yang diperoleh dari persebaran nilai resistivitas keenam titik sounding, didapatkan persebaran lapisan batupasir tufaan dengan nilai

Hasil penafsiran kedalaman, ketebalan, tahan jenis, perkiraan litologi dan sifat lapisan tanah/batuan terhadap air tanah Hasil dari penelitian tentang interpretasi bawah permukaan