BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Tipe Penelitian
Riset (penelitian) berarti “to search for, to find”. Dalam bahasa latin riset berasal dari kata “re” yang artinya lagi dan “cercier” yang artinya mencari. Secara umum riset berarti “mencari informasi tentang sesuatu” (looking for information about something). Bisa juga diartikan sebagai sebuah usaha untuk menemukan sesuatu (an attempt to discover something).42 Selain itu penelitian ilmiah dapat didefinisikan sebagai “an organized, objective, controlled, qualitative or quamtitative empirical analysis of one or more variables” (analisis empiris yang terorganisir, objektif, terkontrol, bersifat kualitatif atau kuantitatif dari satu atau lebih variable)43 Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif, adapun penelitian kuantitatif adalah sebuah metode riset yang menggambarkan atau menjelaskan suatu masalah yang hasilnya tidak terlalu mementingkan kedalaman data atau analisis. Periset lebih mementingkan aspek keluasan data sehingga data atau hasil riset dianggap merupakan representasi dari seluruh populasi44
42
Rachmat Kriyantono, Teknik praktis riset komunikasi, Jakarta. Kencana Prenada Media Group, 2009, Hal. 1.
43
Morissan, Metode Penelitian Survei, Jakarta. Kencana Prenada Media Group, 2012, Hal. 3.
44
Penelitian kuantitatif menggunakan akurasi statistika dalam mengukur sebuah peristiwa. Riset kuantitatif menuntut variabel yang diteliti dapat diukur. Bentuk riset semacam ini memberikan perhatian besar pada seberapa sering variabel muncul dan umunya mengguanakan angka untuk menyampaikan pesan45. Oleh karena itu jenis penelitian ini selalu melibatkan diri pada perhitungan, angka dan kuantitas dalam penelitiannya.
Penelitian kuantitatif memiliki karakteristik sebagai berikut :46
a. Meneliti masalah yang bersifat kuantitas.
b. Metode pengumpulan data yang digunakan dengan observasi, wawancara dan kuesioner.
c. Metode kuantitatif berhubungan dengan eksperimen dan survey. d. Metode kuantitatif datanya bersifat ordinal, rasio atau interval.
e. Penelitian kuantitatif melibatkan pengukuran tingkatan suatu ciri tertentu. f. Penelitian kuantitatif melibatkan diri pada “perhitungan” atau “angka”
atau “kuantitas” atau “jumlah”.
g. Berdasarkan pardigma penelitian, metode penelitian kuantitatif menggunakan paradigma klasik yaitu positivis, paradigma eksperimental, atau paradigma empiricist.
45
Morissan, Op. cit. Hal. 23.
46
Metodologi penelitian kuantitatif ini digunakan oleh peneliti untuk mendapatkan data dari unit analisis (masyarakat) yang menonton tayangan iklan televisi “Oreo”.
Penelitian ini mengkaji dan menguji efek iklan televisi kepada masyarakat yang telah melihatnya di televisi dan yang dimaksud dengan efek adalah segala jenis perubahan yang terjadi pada individu ketika individu tersebut menerima pesan dari sebuah sumber47. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksplanatif.
3.2 Metode Penelitian
Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode penelitian survei, metode penelitian ini banyak dan seringkali digunakan dalam melakukan pengamatan terhadap fenomena sosial48, metode ini dirancang untuk mengumpulkan data tentang aspek-aspek yang diteliti sebagaimana pada saat penelitian dilakukan. Dalam penelitian survei peneliti harus memilih sejumlah responden sebagai sampel dan memberikan mereka kuesioner yang sudah baku dan kuesioner ini merupakan instrument pengumpulan datanya. Tujuannya untuk memperoleh informasi dari responden sejumlah yang telah ditetapkan agar dapat mewakili populasi tertentu, dalam penelitian ini peneliti menggunakan software SPSS 20 dan Microsoft Excel 2010 sebagai alat bantu perhitungan statistik.
47
Wiryanto, Teori Komunikasi Massa, PT. Grasindo, 2002, hal. 62.
48
3.3 Populasi dan Sampel
Populasi adalah suatu kumpulan subjek, variabel, konsep atau fenomena49 sedangkan sampel adalah bagian dari populasi yang mewakili keseluruhan anggota populasi yang bersifat representatif.50
3.3.1 Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah anak-anak yang bersekolah di MI. Fatahillah Jakarta Selatan. Jumlah anak yang bersekolah pada sekolah tersebut sebanyak 524 siswa-siswi dari kelas 1 sampai dengan kelas 6. Dalam penelitian ini, peneliti hanya meneliti siswa kelas 5 dan 6 saja yang berjumlah 158.
Jumlah populasi dari penelitian berjumlah 158 anak yang di dalamnya terdiri dari siswa dan siswi Madrasah Ibtidayah (sederajat dengan Sekolah Dasar/SD) kelas 5 dan 6.
3.3.2 Sampel
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik sampel probabilitas dengan tipe penarikan sampel acak sederhana. Simple random sample atau yang biasa disebut dengan sampel acak sederhana adalah sampel random/acak yang dimana setiap individu (subjek), elemen, peristiwa atau unit dalam populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih sebagai anggota sampel. 51
49 Morissan, Op.Cit. Hal. 109. 50
Morissan, Op Cit Hal. 109.
51
Dalam menentukan sampel dari populasi besar yang didapat dari dugaan proporsi populasi dapat digunakan Rumus Yamane :52
N n = __________ Nd2+1 158 _______________ = 113.26164874 158 x (0,05)2 + 1 n = 113.26164874 dibulatkan menjadi 114 Keterangan : n = Ukuran Sampel
N = Populasi d = Tingkat Presisi
52
3.4 Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini penulis menggunakan dua teknik pengumpulan data yaitu data primer dan data sekunder, dengan penjelasan sebagai berikut :53
1. Data Primer.
Data primer adalah data yang diperoleh dari sumber data pertama atau tangan pertama di lapangan. Sumber data ini bisa responden atau subjek penelitian, dari hasil pengisian kuesioner, wawancara, observasi.
2. Data Sekunder.
Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber kedua atau sumber sekunder. Data ini juga dapat diperoleh dari data primer penelitian terdahulu yang telah diolah lebih lanjut menjadi bentuk-bentuk seperti tabel, grafik, diagram, gambar dan sebagainya sehingga menjadi informatif bagi pihak lain.
3.5 Definisi Konsep
3.5.1 Iklan Oreo Versi Animasi
Sebuah komunikasi komersil dan nonpersonal yang dilakukan oleh produsen makanan “Oreo” tentang sebuah organisasi dan produk-produknya yang ditransmisikan ke suatu khalayak target melalui media
53
bersifat massal54, berupa tampilan audio visual yang terdiri dari susunan gambar tanpa manusia atau benda nyata lainnya yang disajikan melalui media televisi.
Model komunikasi SOR menggambarkan stimulus yang diterima lalu diolah oleh diri audiens, sehingga menimbulkan respon terhadap stimulus yang telah didapat sebelumnya.
3.5.2 Minat Beli
Minat beli adalah tahap kecenderungan responden untuk bertindak sebelum keputusan membeli benar-benar dilaksanakan55. Dalam hal ini minat transaksional, minat referensial, minat preferensial dan minat eksploratif merupakan indikator dari minat beli.
3.6 Operasionalisasi Konsep
Bagian ini menerangkan dan menampilkan bagan yang merupakan operasionalisasi konsep dari penelitian “Pengaruh Tayangan Iklan Oreo Versi Animasi Terhadap Minat Beli Siswa dan Siswi MI. Fatahillah Jakarta Selatan”. Pada bagian ini penulis berusaha untuk menerangkan bagian-bagian dari setiap variabel beserta indikator-indikator dan ukurannya.
54 Monle Lee dan Carla Jonshon. Prinsip-prinsip Pokok Periklanan Dalam Prespektif Global:
Prenada Media. 2004 Hal. 3
55 Thomas C. Kinnear and James R. Taylor. Marketing Research: An Applied Approach. New York:
Berikut adalah operasionalisasi konsep dari penelitian “Pengaruh Tayangan Iklan Oreo Versi Animasi Terhadap Minat Beli Siswa dan Siswi MI. Fatahillah Jakarta Selatan” :
Tabel 3.1
Operasionalisasi Konsep
Variabel Dimensi Sub-dimensi Indikator Skala
Iklan Oreo Versi Animasi (X) Stimulus Frekuensi Seberapa sering khalayak menyaksikan tayangan iklan oreo
5. Sering Sekali 4. Sering 3. Ragu-ragu 2. Jarang 1. Tidak Pernah Action Sequence (Urutan Adegan) Seberapa Memperhatikan adegan yang terjadi
pada iklan oreo versi animasi 5. Sangat Memperhatikan 4. Memperhatikan 3. Ragu-ragu 2. Sedikit Memperhatikan 1.Tidak Memperhatikan
Setting
(Layar
Belakang).
Seberapa menarikkah suasana
yang hadir pada iklan oreo versi
animasi 5.Sangat Menarik 4. Menarik 3. Ragu-ragu 2.Sedikit Menarik 1. Tidak Menarik Copy (Tulisan) Seberapa memperhatikan khalayak tentang kalimat yang terucap dan tulisan yang terdapat pada oreo versi animasi
5. Sangat Memperhatikan 4. Memperhatikan 3. Ragu-ragu 2. Sedikit Memperhatikan 1.Tidak Memperhatikan Music (Musik) Seberapa Enakkah Jingle (Musik) yang
ada pada iklan oreo versi animasi 5.Sangat Enak 4. Enak 3. Ragu-ragu 2. Sedikit Enak 1. Tidak Enak
Organism Evaluasi Kognitif
Seberapa mengetahui khalayak terhadap
isi iklan oreo
5.Sangat Mengetahui 4.Mengetahui
3. Ragu-ragu
2. Sedikit mengetahui 1. Tidak Mengetahui
Response Penilaian Iklan
Seberapa baguskah tayangan iklan oreo
menurut khalayak 5.Sangat Bagus 4.Bagus 3.Ragu-ragu 2.Sedikit bagus 1. Tidak bagus
Minat Beli (Y) Minat Transaksional Pembelian Produk Ketertarikan khalayak untuk membeli produk oreo 5. Sangat Tertarik 4. Tertarik 3. Ragu-ragu 2. Sedikit Tertarik 1. Tidak Tertarik
Minat Referensial Mereferensikan Produk Ketertarikan khalayak umtuk mengajak keluarga,
teman atau orang-orang terdekatnya untuk membeli produk oreo 5. Sangat Tertarik 4. Tertarik 3. Ragu-ragu 2. Sedikit Tertarik 1. Tidak Tertarik Minat Preferensial Pengutamaan produk Keteguhan dalam memilih produk oreo diantara produk biskuit lainnya. 5. Sangat Setuju 4. Setuju 3. Ragu-ragu 2.Sedikit Setuju 1.Tidak Setuju Keteguhan dalam memilih produk oreo diantara produk biskuit lainnya yang mirip
dengan oreo. 5. Sangat Setuju 4. Setuju 3. Ragu-ragu 2.Sedikit Setuju 1. Tidak Setuju
Minat Eksploratif Pencarian Informasi Seberapa inginkah khalayak untuk mencari tahu bagaimana rasa oreo
5. Sangat Ingin 4. Ingin 3. Ragu-ragu 2. Sedikit Ingin 1. Tidak Ingin Seberapa inginkah khalayak untuk mencari tahu berapa
harga oreo 5. Sangat Ingin 4. Ingin 3. Ragu-ragu 2. Sedikit Ingin 1. Tidak Ingin Seberapa inginkah khalayak untuk mencari tahu dimana membeli oreo 5. Sangat Ingin 4. Ingin 3. Ragu-ragu 2. Sedikit Ingin 1. Tidak Ingin
3.7 Teknik Analisa Data
Untuk mengetahui hasil pendapat mengenai pengaruh tayangan iklan oreo versi animasi terhadap minat beli, maka langkah-langkah analisis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
3.7.1 Skala Pengukuran Instrumen
Dalam penelitian ini peneliti memberikan skor atas jawaban-jawaban yang diberikan oleh para responden terhadap pernyataan yang ada dalam kuesioner, adapun alat yang digunakan yaitu dengan menggunakan skala likert.
Skala likert atau method of summated ratings, yang berarti setiap jawaban atau tanggapan itu dijumlahkan sehingga mencapai nilai total, skala ini secara umum menggunakan peringkat angka penilaian. Setiap pilihan jawaban memiliki bobot yang berbeda dan seluruh jawaban responden dijumlahkan berdasarkan bobotnya sehingga menghasilkan suatu skor tunggal mengenai suatu topik tertentu56.
56
3.7.2 Uji Validitas
Validitas mengacu pada seberapa jauh suatu ukuran empiris cukup menggambarkan arti sebenarnya dari konsep yang tengah diteliti57 . Uji Validitas adalah pengujian yang dilakukan untuk mengetahui sejauh mana alat pengukur benar-benar dapat mengukur apa yang ingin diukurnya58.
Teknik analisis ini dengan cara mengkorelasikan masing-masing skor item dengan skor total. Skor total adalah penjumlahan dari keseluruhan item. Item-item pertanyaan yang berkorelasi signifikan dengan skor total menunjukan item-item tersebut mampu memberikan dukungan dalam mengungkap apa yang ingin diungkap.59
Pengujian menggunakan uji dua sisi dengan taraf signifikansi 0,005. Kriteria pengujian adalah sebagai berikut :60
1. Jika r hitung > r tabel (uji 2 sisi dengan sig. 0,05) maka instrumen atau item-item pertanyaan berkorelasi signifikan terhadap skor total (dinyatakan valid).
2. Jika r hitung < r tabel (uji 2 sisi dengan sig. 0,05) maka instrumen atau item-item pertanyaan tidak berkorelasi signifikan terhadap skor total (dinyatakan tidak valid).
57
Ibid Hal. 103
58
Husein Umar. Metode Riset Komunikasi Organisasi. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama. 2002 Hal 99.
59
Dwi Priyatno. Mandiri Belajar SPSS. Jakarta: Mediakom. 2008. Hal 17.
60
Tabel 3.2
Uji Validitas Tayangan Iklan Oreo Butir Soal Hasil uji validitas Rtabel Ket.
1 0,519 0,195 Valid 2 0,513 0,195 Valid 3 0,579 0,195 Valid 4 0,464 0,195 Valid 5 0,434 0,195 Valid 6 0,467 0,195 Valid 7 0,520 0,195 Valid
Sumber : Data diolah 2015
Tabel 3.3
Uji Validitas Tayangan Minat Beli Butir Soal Hasil uji validitas Rtabel Ket.
1 0,364 0,195 Valid 2 0,573 0,195 Valid 3 0,406 0,195 Valid 4 0,429 0,195 Valid 5 0,538 0,195 Valid 6 0,402 0,195 Valid 7 0,511 0,195 Valid
3.7.3 Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah suatu nilai yang menunjukan konsistensi suatu alat pengukur dalam mengukur gejala yang sama. Setiap alat pengukur seharusnya memiliki kemampuan memberikan hasil pengukuran yang konsisten. Pada alat pengukur pada fenomena fisik seperti berat dan panjang badan, konsistensi hasil pengukuran bukanlah hal yang sulit dicapai. Akan tetapi untuk mengukur permasalahan bisnis yang mencakup fenomena sosial seperti sikap, opini, persepsi, pengukuran yang konsisten agak sulit dicapai.61
Uji Signifikansi dilakukan pada taraf signifikansi 0,05 artinya instrumen dapat dikatakan reliabel bila nilai alpha lebih besar dari r kritis product moment. Atau kita bisa menggunakan batasan tertentu seperti 0,6. Menurut Sekaran, reabilitaskurang dari 0,6 adalah kurang baik, sedangkan 0,7 dapat diterima dan diatas 0,8 adalah baik62.
Tabel 3.4 Uji Reliabilitas
Variabel Alpha Cronbach Kriteria Keterangan
Tayangan Iklan 0,773 > 0,6 Reliabel
Minat Beli 0,746 > 0,6 Reliabel
Sumber : Data diolah 2015
61
Husein Umar Op Cit Hal. 108.
62
3.7.4 Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mngetahui apakah populasi data berdistribusi normal atau tidak. Uji ini biasanya digunakan untuk mengukur data berskala ordinal, interval, ataupun rasio. Dalam penilitian ini peneliti menggunakan metode grafik63.
Distribusi normal akan membentuk satu garis lurus diagonal dan plotting data residual akan dibandingkan dengan garis diagonal. Jika data menyebar disekitar garis diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. Jika data menyebar jauh dari garis diagonal, maka model regresi tidak memnuhi asumsi normalitas
3.7.5 Uji Hipotesis
Dalam menguji hipotesis, ada beberapa langkah yang harus dilalui, yaitu64 :
1. Menemukan formulasi hipotesis.
Ho : Tidak ada Pengaruh Tayangan Iklan Oreo Versi Animasi
Terhadap Minat Beli Siswa dan Siswi MI. Fatahillah Jakarta Selatan.
63 Ibid Hal. 28 64
Hasan Iqbal. Pokok-pokok materi metodologi penelitian dan aplikasinya. Bogor: Ghalia. 2002. Hal 54.
Ha : Ada Pengaruh Tayangan Iklan Oreo Versi Animasi Terhadap
Minat Beli Siswa dan Siswi MI. Fatahillah Jakarta Selatan.
2. Menentukan taraf nyata dan nilai tabel.
Taraf nyata adalah batas toleransi dalam menerima kesalahan dari hasil hipotesis terhadap nilai parameter populasinya. Taraf nyata dilambangkan dengan α (alpha). Dalam hal ini menggunakan α = 5% = 0.05%.
3. Menentukan nilai kriteria pengujian.
Kriteria pengujian adalah bentuk pembuatan keputusan dalam hal menerima atau menolak hipotesis nol dengan cara membandingkan nilai kritis (nilai α tabel dari distribusinya) dengan nilai uji statistika.
3.7.6 Analisis Regresi Linear Sederhana
Dwi Priyatno mengatakan bahwa regresi linear sederhana adalah hubungan secara linear antara satu variabel independen (X) dengan variabel dependen (Y). Analisis ini untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen apakah positif atau negatif.65 Dengan rumus umum regresi linear sederhana sebagai berikut66 :
Y = a + bX
Keterangan :
Y : Variabel Dependen
X : Variabel Independen
a : Konstanta (Nilai Y apabila X=0)
b : Koefisien Regresi, yaitu angka peningkatan atau penurunan variabel dependen yang didasarkan pada variabel independen. Bila b (+) maka naik, bila b (-) maka terjadi penurunan.
65
Dwi Priyatno. Mandiri Belajar SPSS. Jakarta: Mediakom. 2008. Hal 66.
66
3.7.7 Analisis Koefisien Korelasi
Analisis korelasi sederhana digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan antara dua variabel dan untuk mengetahui arah hubungan yang terjadi, dengan menggunakan data berskala interval untuk rasio. Nilai korelasi (r) bekisar antara 1 sampai -1, nilai semkain mendekati -1 berarti hubungan antara dua variabel semakin lemah. Nilai positif menunjukkan hubungan searah (X naik, maka Y naik) dan nilai negative menunjukkan hubungan terbalik (X naik, maka Y turun). Pedoman untuk memberikan interpetasi koefisien korelasi sebagai berikut :
Tabel 3.5 Koefisien Korelasi
Internal Koefisien (r hitung) Tingkat Hubungan
0,00 s/d 0,199 Sangat Rendah
0,20 s/d 0,399 Rendah
0,40 s/d 5,99 Cukup Rendah
0,60 s/d 0,799 Kuat
0,80 s/d 1,00 Sangat Kuat
Persons’s Correlation (Product Moment)67 atau dapat kita cari dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Keterangan :
r : Koefisien korelasi
n : jumlah individu dalam sampel
X : angka mentah untuk variabel X
Y : angka mentah untuk variabel Y
3.7.8 Uji Determinasi
Analisa determinasi dalam regresi linear digunakan untuk mengetahui persentase sumbangan pengaruh variabel independen (X) secara serentak terhadap variabel dependen68. Nilai koefisien determinasi yang kecil berarti kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen sangat terbatas, nilai yang mendekati satu berarti variabel independen memberikan semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel dependen.
67
Kriyantono, Rachmat, Teknik praktis riset komunikasi, Jakarta. Kencana Prenada Media Group, 2009, Hal. 175-176.
68
Dwi Priyatno. Mandiri Belajar SPSS. Jakarta: Mediakom. 2008. Hal 79.