• Tidak ada hasil yang ditemukan

Isu-isu Kontemporer Keterpaduan Antara Islam Dengan Perdamaian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Isu-isu Kontemporer Keterpaduan Antara Islam Dengan Perdamaian"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

ISLAM DENGAN PERDAM AIAN

Nur Hidayat1

Abstrak

Secar a t eori set iap ajar an agam a m engajar kan kepada um at nya unt uk hidup r ukun dam ai saling t oler ansi dan menghargai kepada perbedaan pendapat dan paham dan t idak m engajarkan pada um at nya melakukan perbuat an kekerasan at au anarkis terhadap umat lainnya atau golongan lain. Tapi secara prakt ek di lapangan masih sering terjadi penyerangan saling m encela ant ara sat u paham dengan paham yang lainnya bahkan terhadap agama yang berbeda. Dalam art ikel ini penulis ingin menyampaikan tent ang missi Islam yait u suat u agama yang Rahmat an Lil‘alamiin, disini agam a mengajarkan kepada umat nya unt uk hidup saling mencint ai ant ar sesama, menegakkan perdamaian dan saling

(2)

toleransi ant ar sesama manusia t anpa membedakan agama dan paham, akan tet api realit as di lapangan masih muncul si fa t da n si ka p sa li n g m en cel a , d a n keker a sa n ya n g mengat asnamakan agama Islam.

A. Pendahuluan

Kita semua tahu bahwa Islam dipandang sebagai agama yang jauh dari kata perdamaian. Padahal kita tahu, sebagai seorang muslim kit a bukanlah orang yang benci perdamaian. Anggapan-anggapan t adi lahir adalah karena ulah segelint ir orang yang m engat as-namakan jihad unt uk menghalalkan segala cara memerangi orang-orang kafir.

M un cu lnya i su -i su m en gen ai keker asan dal am Islam (radikalisme Islam) merupakan tantangan baru bagi umat Islam untuk menjawabnya. Isu ini sebenarnya sudah ada sejak lama, terutama di Internasional. Radikalisme Islam (kekerasan dalam Islam) merupakan m asalah yang b anyak di bicarakan dalam w acana po lit i k dan peradaban global akibat kekuatan media yang memiliki potensi besar dalam m encipt akan persepsi m asyarakat nasional dan dunia. Kalangan luar, sepert i Eropa Barat dan Amerika Serikat menyebut gerakan Islam sebagai agam a yang radikal, kelompok garis keras, ekstrimis, militan, Islam kanan, fundamentalisme sampai terrorisme. Bahkan di negara-negara barat pasca hancurnya ideologi komunisme (perang dingin) m em andang Islam sebagai sebuah gerakan yang menakut kan. Tidak ada gerakan yang lebih ditakut i melebihi gerakan Isl am yan g d i b er i lab el seb agai rad i kali sm e Isl am . Ger akan perlawanan rakyat Palest ina, Revolusi Islam Iran, Partai FIS Al-Jazair, perilaku ant i-AS yang dipert unjukkan M u’ammar Ghadafi ataupun Saddam Hussein, gerakan Islam di M indanao Selat an, gerakan m asyarakat M uslim Sudan yang ant i-AS, m erebaknya solidaritas M uslim Indonesia terhadap saudara-saudara yang t ert indas dan sebagainya, adalah fenomena yang dijadikan media Barat dalam mengkampanyekan label radikalisme Islam.

Dal am perspek t if Barat , gerakan Islam sudah m enj adi fenom ena yang perlu dicurigai. Ter lebih-lebih pasca hancurnya gedung WTC New York yang dit uduhkan dilakukan oleh kelompok

(3)

Islam garis keras (Al-Qaeda dan Taliban) semakin menjadikan Islam sebagai agama yang benar-benar radikal. Praktek-praktek kekerasan yang dilakukan sekelompok Islam dengan membawa simbol-simbol agama telah dimanfaat kan oleh orang-orang Barat , sehingga Islam terus menerus dipojokkan oleh publik. Akan tetapi apa yang perlu dilihat adalah bahwa Islam sebagai agama sangat menjunjung t inggi perdamaian. Hal ini bukan saja ada dalam normat ifitas teks wahyu dan sunnah tetapi termanifestasi dalam sejarah Islam awal. Islam secara normat if dan hist oris (era Nabi) sama sekali t idak pernah mengajarkan praktek radikalisme sebagaimana terminologi di Barat . Islam t idak memiliki keterkaitan dengan gerakan radikal (kekerasan), bahkan t idak ada pesan moral Islam yang menunjuk kepada ajaran radikalisme baik dari sisi normat if maupun hist oris kenabian.

Ber dasar kan h al t erseb ut , m aka p em akalah m encob a menguraikan tentang isu-isu kontemporer keterpaduan antara Is-lam dengan Perdamaian.

B. Pengertian Perdamaian

Damai memiliki banyak art i, art i kedamaian berubah sesuai dengan hubungannya dengan kalimat . Perdamaian dapat menunjuk ke perset ujuan mengakhiri sebuah perang, atau ket iadaan perang, atau ke sebuah periode di mana sebuah angkatan bersenjata t idak memerangi musuh. Damai dapat juga berarti sebuah keadaan tenang, sepert i yang umum di tempat-tempat yang terpencil, mengijinkan unt uk t idur at au m edit asi. Dam ai dapat juga m enggam barkan keadaan emosi dalam diri dan akhirnya damai juga dapat berart i kombinasi dari definisi-definisi di atas.

M anusia yang telah dianugerahi akal dan nafsu dipercaya oleh Tuhan unt uk menjadi khalifah-Nya dengan misi menjaga bumi dari kerusakan. Unt uk menjadi keseimbangan ant ara ke dua kekuatan yang dimiliki manusia tersebut , Agama adalah jaw abannya. Oleh karennya Allah mengut us rasul-rasul-Nya guna menyebarkan ajaran-ajaran yang dapat menjadi pelita manusia dalam mengarungi bahtera kehidupan ini. Islam merupakan penyem purna dari ajaran-ajaran sebelumnya. Dan ia adalah agama samaw i terakhir yang dibawa oleh Rasul terakhir dan unt uk umat terakhir yang hidup di zaman akhir.

(4)

Dengan berpedoman pada Al- Qur ’an dan As-Sunnah maka Islam m am pu m enjaw ab t ant angan zam an sem enjak kem unculannya, zaman ini hingga yang akan datang.

Islam m uncul unt uk m enjadi “ penyelam at ” dunia sebagai Rahmat an Lil ‘Alamin oleh karenanya set iap ajaran Islam memiliki nilai kebenaran yang t idak diragukan lagi. Ia berusaha menciptakan perdamaian di bumi sehingga umat manusia dan seluruh makhluk Allah dapat hidup sejahtera.

Islam dengan penger t ian epist im ologi m em i li ki m akna penyerahan diri, pasrah, pat uh dan t unduk kepada kehendak Allah, ia adalah agama yang membawa kemaslahatan bagi pemeluknya baik di dunia maupun di akherat . Firman Allah SWT dalam Q.S Ali Imran ayat 85 :

Art inya : “ Barang siapa mencari agama selain dari agama Is-lam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Q.S. Ali-Imran : 85)

Dalam ajaran Islam bahw a perdamaian merupakan kunci pokok menjalin hubungan antar umat manusia, sedangkan perang dan pert ikaian adalah sum ber m alapetaka yang berdampak pada ker u sakan so si al . Agam a m u li a in i san gat m em p er h at i kan keselamatan dan perdamaian, juga menyeru kepada umat manusia agar selalu hidup rukun dan damai dengan t idak mengikut i hawa nafsu dan godaan Syaitan, firman Allah :

Art inya; Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhannya, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syait han. Sesungguhnya syait han it u m usuh yang nyat a bagimu

(5)

C. Keterkaitan Antara Islam Dan Perdamaian

Isl am seb agai agam a d am ai sesun gguh nya t i dak membenarkan adanya prakt ek kekerasan. Cara-cara radikal unt uk mencapai t ujuan polit is atau mempertahankan apa yang dianggap sakral bukanlah cara-cara yang Islami. Di dalam t radisi peradaban Islam sendiri juga t idak dikenal adanya label radikalisme.

QS. Al-Anbiyaa’ : 107

Art inya: “ Dan t iadalah kami mengut us kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”

Perdam aian m erupakan hal yang pokok dalam kehidupan manusia, karena dengan kedamaian akan tercipta kehidupan yang sehat , nyaman dan harmonis dalam set iap interaksi antar sesama. Dalam suasana aman dan damai, manusia akan hidup dengan penuh ketenangan dan kegem biraan juga bisa melaksanakan kew ajiban dalam bingkai perdamaian. Oleh karena it u, kedamaian merupakan hak m ut lak set iap ind ividu . Bahkan kehadiran dam ai d alam kehidupan set iap m ahluk m er upakan t unt ut an, karena dibalik u n gkap an d am ai i t u m enyi m p an keram ahan , kel em b u t an , persaudaraan dan keadilan. Dari paradigma ini, Islam dit urunkan oleh Allah SWT ke muka bumi dengan perant araan seorang Nabi yang diut us kepada seluruh manusia unt uk menjadi rahmat bagi seluruh alam, dan bukan hanya unt uk pengikut M uhammad semata. Islam pada int inya bert ujuan menciptakan perdamaian dan keadilan bagi seluruh manusia, sesuai dengan nama agama ini: yait u al-Islâm. Is-lam bukan nam a dar i agam a t er t en t u, m elain kan n am a d ar i persekut uan agam a yang dibawa oleh Nabi-Nabi dan dinisbat kan kepad a sel ur u h p en gi ku t m ereka. It ul ah m i si d an t u j u an dit urunkannya Islam kepada manusia. Karena it u, Islam dit urunkan t idak unt uk memelihara permusuhan atau menyebarkan dendam di ant ara um at m anusia. Konsepsi dan fakt a-fakt a sejarah Islam menunjukan, bagaimana sikap tasâmuh (t oleran) dan kasih sayang kaum muslim terhadap pemeluk agama lain, baik yang tergolong ke dalam ahl al-Kitab maupun kaum mushrik, bahkan terhadap seluruh

(6)

makhluk, Islam mendahulukan sikap kasih sayang, keharmonisan dan kedamaian.2

Di dalam Islam gagasan t ent ang perdam aian m erupakan pemikiran yang sangat mendasar dan mendalam karena berkait erat dengan watak agama islam, bahkan merupakan pemikiran universal islam mengenai alam, kehidupan, dan manusia.3 Yang dimaksud uni-versal disini adalah pemikiran Islam yang sama t ujuannya dengan aj aran-aj aran Nabi-Nabi t erdahulu dalam upaya m encipt akan kemanusiaan dan keadilan di muka bumi.

Nilai-nilai perdam aian pada hakikat nya banyak term akt ub dalam Al-Qur ’an dan juga secara jelas diindikasikan dalam berbagai riwayat Hadis Nabi. Tidak ada sat u ayat pun dalam Al-Qur ’an, dan t idak ada sat u Hadis pun yang mengobarkan semangat kebencian, permusuhan, pertentangan, atau segala bent uk perilaku negatif yang m engancam st abilit as dan kualit as kedam aian hidup. Al-Qur ’an m en egaskan bahw a Rasulu llah SAW diut u s oleh All ah un t uk menebarkan kasih sayang:

“ dan t iadalah Kam i m engut us kam u, m elainkan unt uk (menjadi) rahmat bagi semest a alam”. (Q.S. Al-Anbiya: 10).4 Ada berbagai pendapat tentang kejelasan maksud art i dari “ rahmat bagi semesta alam”, ada yang berpendapat bahwa rahmat t ersebut hanya ber laku unt uk orang islam saj a dan ada yang mengatakan bahwa rahmat tersebut berlaku unt uk seluruh umat manusia. Kami sepakat dengan pendapat yang kedua bahwa kasih sayang diberikan kepada siapa saja yang berada di muka bumi tanpa membedakan dari segi apapun baik suku, bangsa, agama, ras dan lain sebagainya sesuai dengan watak perdamaian dalam islam.

Di samping sumber dari Al-Qur ’an, hadit s-hadit s juga banyak mencant umkan tema perdamaian. Sebagai cont oh,

“Allah mencint ai kelembut an, Allah memberikan keberkahan at as kelembut an, dan bukan at as kekerasan” (H.R. M uslim).5 2 Ibnuharun.m ult iply.com (diakses 20 okt ober 2012 22:30 WIB)

3 Sayyid qutub. Islam dan perdam aian dunia. (Jakarta:firdaus.1987). hlm . 7 4 Quranic St udies.blogspot .com (diakses 20 okt ober 2012 22:40 WIB) 5ibid

(7)

Dalam hadit s tersebut , perdamaian digambarkan dengan ke-lem but an. Art inya, perdam aian akan t ercipt a jika set iap orang melakukan sesuatu dengan kelembutan. M isalnya di Negara kita yang mult ikult ural ini, perbedaan-perbedaan akan selalu ada, baik agama, kebudayaan, warna kulit dan lain sebagainya. M aka jika kelembutan t idak kit a t erapkan dalam m enerim a perbedaan t ersebut m aka perdamaian t idak akan terw ujud.

Ada beberapa ajaran Islam yang berorientasi kepada pem-bent ukan perdam aian di tengah um at manusia, sehingga mereka dapat hidup sejahtera dan harmonis, diantaranya:

1. Larangan M elakukan Kedzaliman.

Islam sebagai agama yang membawa misi perdamaian dengan tegas mengharamkan kepada umat manusia melakukan kedzaliman, kapan dan di mana saja. Firman Allah QS. A-Furqaan:19 berikut ini : “ Dan barangsiapa di ant ara kamu yang berbuat zalim, niscaya Kami rasakan kepadanya azab yang besar ” (QS. A-Furqaan:19).

Di samping it u Rasulullah bersabda :

“ Wahai umatku sesungguhnya telah aku haramkan bagi diriku perbuat an dzalim dan aku juga mengharamkannya diant ara kalian maka janganlah berbuat dzalim”.

Kedzalim an adalah sum ber pet aka yang dapat m erusak st abilit as perdam aian dunia. M aka selayaknya set iap insan sadar bahwa kedzaliman adalah biang kemunduran. Dengan demikian jika m enghendaki kehidupan yang dam ai m aka t indakan kedzaliman harus dijauhi.

2. Adanya Persamaan Derajat

Persamaan derajat di antara manusia merupakan salah sat u hal yang ditekankan dalam Islam. Tidak ada perbedaan antara sat u golongan dengan golongan lain, semua memiliki hak dan kewajiban yang sama. Kaya, miskin, pejabat , pegawai, perbedaan kulit , et nis dan bahasa bukanlah alasan unt uk mengist imewakan kelompok atas kelompok lainnya. Allah berfirman :

(8)

“ Hai manusia, sesungguhnya Kami mencipt akan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan m enjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kam u saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di ant ara kamu di sisi Allah ialah or ang yang paling ber t aqw a di ant ar a kam u. Sesungguhnya Allah M aha M enget ahui lagi M aha M engenal”. Raulullah bersabda : “ Sesungguhnya Allah t idak m elihat kepada bent uk kalian at aupun kepada hart a kalian, tet api Allah m elihat kepada hat i dan perbuat an kalian”.

Jadi yang membedakan derajat seseorang atas yang lainnya hanyalah ketakwaan. Yang paling bertakwa dialah yang paling mulia. Dengan adanya persamaan derajat it u, maka semakin meminimalisir t im bulnya benih-benih kebencian dan per m usuhan di ant ara manusia, sehingga semuanya dapat hidup rukun dan damai.

3. M enjunjung Tinggi Keadilan

Islam sangat menekankan perdamaian dalam kehidupan sosial di tengah masyarakat , keadilan harus diterapkan bagi siapa saja walau dengan musuh sekalipun. Dengan ditegakkannya keadilan, maka tidak ada seorang pun yang merasa dikecewakan dan didiskriminasikan sehingga dapat meredam rasa permusuhan, dengan demikian konflik t idak akan terjadi. Allah berfirman dalam Qs. Al-M âidah: 8;

“ Hai orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuat u kaum, mendorong kamu unt uk berlaku t idak adil. Berlaku adillah, karena adil it u lebih dekat kepada t aqw a. Dan bert aqw alah kepada Allah, sesungguhnya Allah M aha M engetahui apa yang kamu kerjakan” (Qs. Al-M âidah: 8).

4. M emberikan Kebebasan

Islam m enjunjung t inggi kebebasan, t erbukt i dengan t idak adanya paksaan bagi siapa saja dalam beragama, set iap orang bebas menent ukan pilihannya. Firman-Nya QS Al-Baqarah : 256 :

(9)

“ Tidak ada paksaan unt uk (m em asuki) agam a (Islam ); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari pada jalan yang salah (QS Al-Baqarah : 256).

Dalam ayat lain Allah berfirman QS Yûnus: 99:

“ Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. M aka apakah kamu (hendak) m em aksa m anusia supaya m ereka m enj adi orang-orang yang beriman semuanya (QS Yûnus: 99).

Dengan adanya kebebasaan it u maka set iap orang puas unt uk menent ukan pilihannya, t idak ada yang merasa terkekang hingga berujung pada munculnya kebencian. Dengan kebebasan ini, jalan menuju kehidupan damai semakin terbuka lebar.

5. M enyeru Hidup Rukun dan Saling Tolong M enolong.

Islam juga menyeru kepada umat manusia unt uk hidup rukun dan saling t olong menolong dalam melakukan perbuatan mulia dan m engaj ak m er eka u n t u k sal i ng b ah u m em b ah u m en u m p as kedzaliman di muka bumi ini, dengan harapan kehidupan yang damai dan sejahtera dapat terw ujud. Allah berfirman Qs. Al-M âidah : 2.

: “ Dan t olong-m enolonglah kam u dalam (m engerjakan) kebajikan dan t aqw a, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bert aqw alah kam u kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya” (Qs. Al-M âidah : 2).

6. M enganjurkan Toleransi

Islam m enganjurkan kepada umat nya saling t oleransi at as segala perbedaan yang ada, dalam rangka m encegah t erjadinya pert ikaian yang dapat merugikan semua pihak. Dalam firman-Nya QS Fushshilat : 34-35:

“ Dan t idaklah sam a kebaikan dan kejahat an. Tolaklah (kejahat an it u) dengan cara yang lebih baik, maka t iba-t iba orang yang ant aramu dan ant ara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi tem an yang sangat set ia. Sifat-sifat yang baik it u t idak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan t idak

(10)

dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang m empunyai keberunt ungan yang besar ” (QS Fushshilat : 34-35).

7. M eningkatkan Solidaritas Sosial.

Solidaritas sosial juga ditekankan oleh agama mulia ini unt uk ditanamkan kepada set iap individu dalam masyarakat , agar dapat memposisikan manusia pada tempat nya serta dapat mengentaskan kefakiran, kebodohan dan kehidupan yang t idak menent u. M aka Is-lam mew ajibkan kepada orang yang m ampu unt uk m enyisihkan hartanya guna diberikan kepada mereka yang membut uhkan. Allah berfirman QS Al-M a’ârij : 24-25:

“ Dan orang-orang yang dalam hart anya t ersedia bagian tertent u, bagi orang (miskin) yang memint a dan orang yang t idak mempunyai apa-apa (yang t idak mau memint a) (QS Al-M a’ârij : 24-25).

Dalam surat lain Allah berfirman QS Al-Taubah : 103:

“Ambillah zakat dari sebagian hart a mereka, dengan zakat it u kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendo’alah unt uk mereka. Sesungguhnya doa kamu it u (menjadi) ketemt raman jiwa bagi mereka. Dan Allah M aha M endengar lagi M aha M engetahui (QS Al-Taubah : 103).

M aha Suci Allah yang telah mewajibkan zakat bagi hambanya yang mampu guna meringankan beban orang-orang miskin. Firman-Nya QS Al-Taubah: 60:

“ Sesungguhnya zakat-zakat it u, hanyalah unt uk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat , para M u’allaf yang dibujuk hat inya unt uk (m em erdekaan) budak, orang yang berhut ang, unt uk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuat u ketet apan yang diw ajibkan Allah; Dan Allah M aha M enget ahui lagi M aha Biajaksana”( QS Al-Taubah: 60). Dengan adanya kewajiban membayar zakat tersebut , maka menunjukkan bahwa ajaran Islam membent uk kehidupan sejahtera b agi m asyarakat . Den gan ad anya keh id u p an sej ah t er a i t u mencerminkan bahwa perdamaian sudah terw ujud. Aksi terorisme yang kerap t erjadi di belahan dunia telah menciptakan ketakutan

(11)

yang menghant ui set iap orang, semuanya hidup dalam kecemasan, saling mencurigai bahkan menuduh dan menuding atas aksi tersebut . Islam sebagai agama cinta kasih yang menjunjung t inggi perdamaian sangat mengutuk aksi terorisme itu. Oleh karenanya sangat naïf sekali jika Islam “ didakwa” sebagai sumber t indakan biadab tersebut yang telah banyak menelan korban jiwa. Perlu diingat bahwa perdamaian adalah suat u anugerah yang harus dipertahankan oleh set iap muslim. Dari uraian t ersebut jelaslah kiranya bahw a m akna per-damaian dalam Islam sudah mendarah daging dan kita sebagai umat Islam sudah sepantasnya unt uk mew ujudkan perdamaian dimulai dari diri sendiri, keluarga, masyarakat hingga mendunia.

D. Cara Islam M engatasi Perm asalahan-Permasalahan Dengan Perdamaian

Aksi kekerasan/ terorisme yang melanda Indonesia, dari Bom M alam Natal tahun 2000, kediaman kedutaan Philipina tahun 2001, Bom Bali I tahun 2002, Kedutaan Aust ralia t ahun 2004, dan Bom Bali II Okt ober 2005. Pada tanggal 12 Okt ober 2002 pukul 23.15 WITA terjadi ledakan bom di Bali tepat nya di Paddy’s Cafe dan Sari Club di Jalan Legian.

Penanganan radikalism e/ terorisme/ non-perdam aian perlu dilakukan secara terus menerus dan mut lak memerlukan kerjasama yang terpadu lintas instansi dan lintas negara. Unt uk it u diperlukan penanggulangan secara komprehensif yang melibat kan peran dan fungsi berbagai instansi Pemerintah baik pusat maupun daerah dan bekerjasama dengan komunitas internasional dengan dukungan dan part isipasi segenap komponen bangsa. M eskipun bangsa Indonesia tengah menghadapi masalah terorisme namun demikian ternyata dalam masyarakat masih terjadi perdebat an tentang penanganan terorisme di Indonesia oleh pemerintah. Bagi sebagian kelompok di m asyarakat , penanganan t erorism e di Indonesia hanyalah unt uk m engikut i keinginan Am erika Serikat . Perang dianggap sebagai bent uk perpanjangan tangan kepent ingan Am erika Serikat dalam memerangi Islam.

(12)

Lebih jauh lagi, pesan-pesan perdamaian yang ada dalam Is-lam t idak hanya berupa nilai-nilai normat if belaka. Fakta sejarah telah membukt ikan adanya usaha unt uk mew ujudkan nilai-nilai tersebut dalam tataran realita. Piagam M adinah, misalnya, merupakan cont oh konkrit upaya Nabi SAW mew ujudkan perdamaian. Tujuan utama dari Piagam yang berjumlah 47 pasal it u, pada hakekat nya, adalah mew ujudkan prinsip perdamaian serta mengembalikan keharmonis-an pada m asyarakat M adinah pada m asa it u. Secara eksplisit , ket etapan prinsip ini juga t erekam dalam beberapa pasal dalam Piagam it u. Ant ara lain pada pasal 17 yang m enyat akan bahw a seluruh umat Islam harus bersat u dan mengambil peran yang sama bila mengadakan perdamaian dengan pihak lain. Di samping it u, pada pasal 45 juga dinyatakan bahwa agar orang-orang mukmin akt if dan gemar dalam menerima serta memprakarsai perdamaian.6

Sepert i dalam firman Allah SWT Qs. An-Nahl : 125 berikut ini:

Art inya: “ Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tent ang siapa yang t ersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat pet unjuk.”

Agam a Islam yang disebar kan dan diaj ar kan oleh Nabi M uhammad merupakan agama yang dit ujukan demi kesejahteraan dan keselamatan seluruh umat sekalian alam. Kata Islam sendiri yang berasal dari bahasa Arab berart i t unduk, pat uh, selamat , sejahtera, dan damai. M aka, agama Islam mengajarkan umat nya unt uk selalu m enegakkan perdam aian di dunia sehingga persaudaraan dapat terjalin dengan erat .

6 htt p:/ / iksab1sem arang.w ordpress.com /2011/07/12/ et i ka-perdam aian-islam -dalam -wacana-global/

(13)

Banyak alasan unt uk menyatakan bahwa Islam adalah agama perdamaian. Set idaknya ada t iga alasan, yakni: pert ama, Islam it u sendiri berart i kepat uhan diri (subm ission) kepada Tuhan dan perdamaian (peace

).

Kedua, salah sat u dari nama Tuhan dalam al-asma‘ al-husna

adalah Yang Maha damai (

al-salam). Ket iga, per-damaian dan kasih-sayang merupakan keteladanan yang dipraktikkan oleh Nabi M uhammad SAW. Di antara bukt i konkrit dari perhat ian Islam terhadap perdamaian adalah dengan dirumuskannya Piagam M adinah (al-sahifah al-madinah), perjanjian Hudaibiyah, dan pakta perjanjian yang lain.7

Sebelum Nabi M uhammad diut us oleh Allah unt uk mengajar-kan agama Islam, sejarah mencatat bahwa kehidupan manusia pada wakt u it u dikenal sebagai masa Jahiliah. Di zaman Jahiliah it u banyak terjadi kezhaliman sepert i pembunuhan, permusuhan, penindasan, dan lain sebagainya. Namun, setelah Nabi M uhammad saw diut us sebagai Rasul Allah dan menyampaikan ajaran Islam, bukt i bahwa Islam agama perdamaian terw ujud. Pengikut Nabi M uhammad saw berangsur-angsur banyak, Islam menjadi agama yang menjanjikan keselamatan dan kesejahteraan. Hal ini sesuai dengan firman Allah sw t , QS. Al Anbiya:107 “ Dan t iadalah Kam i m engut us kam u, m elainkan unt uk (m enjadi) rahm at bagi semest a alam .” (QS. Al Anbiya:107)

Islam juga mengajarkan bagaimana menghadapi perpecahan dan segala perselisihan yang bermaksud memecah belah umat. Nilai-nilai perdamaian pada hakikat nya banyak termakt ub dalam al-Qur’an dan juga secara jelas diindikasikan dalam berbagai riwayat Hadis Nabi. Tidak ada sat u ayat pun dalam al-Qur ’an, dan t idak ada sat u Hadis p un yan g m engo bar kan sem an gat keb en cian , p er m u su h an , pertentangan, atau segala bent uk perilaku negat ive dan represif yang mengancam stabilitas dan kualitas kedamaian hidup. Dalam Al Quran dijelaskan bahw a sejak zam an Rasul pun Islam selalu m endapat pertentangan dan serangan dari musuh-musuh Islam. Rasulullah saw difit nah dan dimusuhi. Namun beliau tetap ist iqomah menjalankan

7 htt p:/ / iksab1sem arang.w ordpress.com /2011/07/12/ et i ka-perdam aian-islam -dalam -wacana-global/

(14)

syariat dari Allah sw t . Dalam QS. Al An’am:112menyebut kan, “ Dan demikianlah Kami jadikan bagi t iap-t iap nabi it u musuh, yait u syait han-syait han (dari jenis) m anusia dan (dari jenis) jin, sebahagian m ereka m em bisikkan kepada sebahagian yang lain perkat aan-perkat aan yang indah-indah unt uk menipu (manusia). Jika l au Tuh a n m u m en g h en d a ki , ni scaya m er eka t id a k mengerjakannya, maka t inggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.” (QS. Al An’am:112)

Begit u pula dalam surat Al Baqarah ayat 120:

“ Or an g-o r a ng Yah udi da n Nasr an i t ida k a ka n sena ng kepadamu hingga kam u m engikut i agama mereka. Kat akanlah: “ Sesungguhnya pet unjuk Allah it ulah pet unjuk (yang sebenarnya). Dan sesungguhnya jika kamu mengikut i kemauan mereka setelah penget ahuan dat ang kepadam u, maka Allah t idak lagi m enjadi pelindung dan penolong bagimu.”

Sifat Rasul dalam menyampaikan ajaran Islam di zaman it u bisa menjadi teladan kita di tengah adanya berbagai fit nah maupun usah pem ecahbelahan um at Islam yang akhir-akhir ini sem akin m enj adi, baik ber upa f ilm , t ulisan, buku, dan lain sebagainya. Keim anan kita sebagai umat Islam sedang diuji oleh Allah sw t , di mana kita merasa marah di kala kesucian Islam diporak-porandakan, sehingga Islam memiliki image yang buruk di m at a dunia. M aka ingat lah kita akan firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 103:

“ Dan berpeganglah kamu semuanya kepada t ali (agama) Al-lah, dan janganlah kamu bercerai berai.”8

Al-Qur ’an m enegaskan bahw a Rasulullah SAW diut us oleh Allah unt uk menebarkan kasih sayang:

“ dan Tiadalah Kam i m engut us kam u, m elainkan unt uk (menjadi) rahmat bagi semest a alam”. (Q.S. Al-Anbiya: 10).

Zuhairi M israw i menyatakan bahwa ada dua hal utama yang perlu diket ahui dari ayat t ersebut . Pert am a, m akna rahm at an. Secara linguist ik, rahmat un

berarti kelembutan dan kepedulian (

(15)

riqqah w a al-t a’at ht huf). Kedua, m akna li l’alam in. Para ulam a berbeda pendapat dalam memahami ayat ini. Ada yang berpendapat bahwa cinta kasih Rasulullah saw. hanya unt uk orang muslim saja. Tapi ulama lain berpendapat bahwa cinta kasih Rasulullah saw unt uk semua umat manusia. Hal ini mengacu pada ayat t erdahulu yang menyatakan bahwa Rasulullah diut us unt uk seluruh umat manusia (kaffat an li an-nas

). Sebuah Hadis yang diriwayatkan oleh Imam

M uslim disebut kan pula bahwa

sesungguhnya saya tidak diutus sebagai pemberi laknat , t api saya diut us unt uk member rahmat”.9

E. Kesim pulan

Damai memiliki banyak art i, art i kedamaian berubah sesuai dengan hubungannya dengan kalimat . Perdamaian dapat menunjuk ke perset ujuan mengakhiri sebuah perang, atau ket iadaan perang, atau ke sebuah periode di mana sebuah angkatan bersenjata t idak memerangi musuh. Damai dapat juga berarti sebuah keadaan tenang, sepert i yang umum di tempat-tempat yang terpencil, mengijinkan unt uk t idur at au m edit asi. Dam ai dapat juga m enggam barkan keadaan emosi dalam diri dan akhirnya damai juga dapat berart i kombinasi dari definisi-definisi di atas.

Di dalam islam gagasan t ent ang perdam aian m erupakan pemikiran yang sangat mendasar dan mendalam karena berkait erat dengan watak agama islam, bahkan merupakan pemikiran universal islam mengenai alam, kehidupan, dan manusia.

Agam a Islam yang disebar kan dan diaj ar kan oleh Nabi M uhammad merupakan agama yang dit ujukan demi kesejahteraan dan keselamatan seluruh umat sekalian alam. Kata Islam sendiri yang berasal dari bahasa Arab berart i t unduk, pat uh, selamat , sejahtera, dan damai. M aka, agama Islam mengajarkan umat nya unt uk selalu m enegakkan perdam aian di dunia sehingga persaudaraan dapat terjalin dengan erat . Islam juga mengajarkan bagaimana menghadapi

9 htt p:/ / iksab1sem arang.w ordpress.com /2011/07/12/ et i ka-perdam aian-islam -dalam -wacana-global/

(16)

perpecahan dan segala perselisihan yang bermaksud memecah belah umat . Nilai-nilai perdam aian pada hakikat nya banyak term akt ub dalam al-Qur ’an dan juga secara jelas diindikasikan dalam berbagai riwayat Hadis Nabi. Tidak ada sat u ayat pun dalam al-Qur ’an, dan t idak ada sat u Hadis pun yang mengobarkan semangat kebencian, perm usuhan, pertentangan, atau segala bent uk perilaku negat ive dan represif yang m engancam stabilitas dan kualitas kedamaian hidup.

(17)

DAFTAR PUSTAKA

Azzam Pasha, Abdurrahman. 1985. Konsepsi Perdamaian Islam. PT Karya Uni Press: Jakarta.

M as’ud, Abdurrahm an. 2003. M enuju Paradigma Islam Humanis. Gama M edia: Yogyakarta.

Qut ub, Sayyid. 1987. Islam dan Perdam aian Dunia. PT Temprint : Jakarta.

Jurdi, Syarifuddin. 2011. Islam dan Ilmu Sosial Indonesia. LABSOS UIN Sunan Kalijaga: Yogyakarta.

htt p:/ / Ibnuharun.mult iply.com htt p:/ / Pemikiran islam.ht m

htt p:/ / Quranic St udies.blogspot .com

h t t p : / / w w w . a c a d e m i a . e d u / 7 0 5 4 5 0 / Pancasila_dalam_Diskursus_Hubungan_Internasional_Kontemporer h t t p :/ / j er r y i n d r aw an .w o r d p r ess. co m /201 2/09/ 1 1/ p er l u nya-pemaham an-lint as-budaya-bagi-unt so-unit ed-nat ion-t ruce-supervision-organization-unt uk-memecah-kebunt uan-dalam-penyelesaian-konflik-palest ina-israel/

h t t p :/ / cah yai sl am .w o r d p r ess. co m /2009/05/ 15/ i sl am -agam a-perdam aian/

h t t p : / / i k sab 1 se m ar an g.w o r d p r ess. co m / 2 0 1 1 /07/ 1 2 / e t i k a-perdamaian-islam-dalam-w acana-global/

Referensi

Dokumen terkait

jaringan komputer global, maka setiap komputer yang terhubung ke internet harus memiliki alamat yang unik yang disebut dengan IP address. Jika anda terhubung ke internet

Maka menjadi jelas bahwa Rasulullah saw memang diciptakan oleh Allah sebagai rahmat bagi alam jagad raya.. Hanya itu yang dilakukan, tidak lebih. Semua itu termasuk bid’ah

It is inferred that collision between the eastern margin of the Core Zone and the North Atlantic craton resulted in basin closure, initiation of east- dipping subduction under

Jika satu prosesor diasosiasikan dengan setiap elemen list dan pointer lompatan secara paralel, jarak dari akhir list hanya ½ bagian melalui instruksi next[i] ← next[next[i]].. Jika

[r]

 Akhir : masukkan tanggal akhir pelaksaan pemilihan penyedia dengan memilih pada datepicker Pelaksanaan Pekerjaan.  Awal : masukkan tanggal awal pelaksaan pekerjaan dengan

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa ”manajemen berbasis sekolah” adalah pengkoordinasian dan penyerasian sumber daya yang dilakukan secara otonomis

PERBANDINGAN KEBUGARAN JASMANI ANTARA SISWA PERKOTAAN DAN PEDESAAN DI KABUPATEN KUNINGAN.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |