Pengaruh Perubahan
Pengaruh Perubahan Iklim Te
Iklim Terhadap Sektor
rhadap Sektor Pertanian
Pertanian
Produksi Tanaman Cabai Rawit
Produksi Tanaman Cabai Rawit
(Studi Kasus di Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri)
(Studi Kasus di Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri)
Agus Miyanto
Agus Miyanto
Program Studi Ekonomi Pembangunan, FakProgram Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Sosial dan Ekonomi, Universitas Suryaultas Sosial dan Ekonomi, Universitas Surya E-mail:
E-mail: [email protected]@gmail.com
Abstrak Abstrak Perubahan iklim merupakan
Perubahan iklim merupakan fenomena alam fenomena alam yang saat ini menjadi isu pyang saat ini menjadi isu penting yang dibicarakan enting yang dibicarakan oleholeh dunia. Perubahan iklim memberikan dampak dalam berbagai sektor, salah satunya adalah sektor pertanian. dunia. Perubahan iklim memberikan dampak dalam berbagai sektor, salah satunya adalah sektor pertanian. Pertanian merupakan sektor yang paling rentan terhadap perubahan iklim, karena iklim adalah penentu Pertanian merupakan sektor yang paling rentan terhadap perubahan iklim, karena iklim adalah penentu utama dari hasil produksi. Hal tersebut terlihat seperti kasus hasil produksi cabai rawit di desa Bulupasar, utama dari hasil produksi. Hal tersebut terlihat seperti kasus hasil produksi cabai rawit di desa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri pada tahun 200!20"0. Hasil dari penelitian ini adalah dengan adanya Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri pada tahun 200!20"0. Hasil dari penelitian ini adalah dengan adanya perubahan i
perubahan iklim klim memberikan dampak memberikan dampak penurunan terhadap penurunan terhadap hasil hasil produksi produksi cabai cabai rawit rawit dari dari hasil hasil tahun tahun 200200 yang mampu mencapai ".2#$ kg mengalami penurunan menjadi %"& kg pada tahun 20"0, atau terjadi yang mampu mencapai ".2#$ kg mengalami penurunan menjadi %"& kg pada tahun 20"0, atau terjadi penurunan
penurunan produksi produksi sebesar sebesar &0,2'(. &0,2'(. )amun )amun dengan dengan menurunnya menurunnya hasil hasil produksi, produksi, harga harga cabai cabai rawitrawit mengalami peningkatan menjadi *p&+
mengalami peningkatan menjadi *p&+."+%,-kg di tahun 20"0 y."+%,-kg di tahun 20"0 yang sebelumnya '.+2$,-kg ang sebelumnya '.+2$,-kg pada tahun 200,pada tahun 200, sehingga dengan meningkatnya harga cabai memberikan kenaikan pendapatan para petani cabai di esa sehingga dengan meningkatnya harga cabai memberikan kenaikan pendapatan para petani cabai di esa Bulupasar
Bulupasar sebesar sebesar *p2%.#&".#0+,.*p2%.#&".#0+,.
Pendahuluan Pendahuluan
Perub
Perubahan ahan iklim iklim yang yang dipicu dipicu oleholeh pemanasan
pemanasan global global akibat akibat dari dari efek efek gas gas rumahrumah kaca merupakan isu lingkungan yang mendapat kaca merupakan isu lingkungan yang mendapat perhatian
perhatian dalam dalam beberapa beberapa dekade dekade terakhir.terakhir. Perubahan iklim /
Perubahan iklim /climatclimate e changchanges)es) merupakan merupakan sa
salalah h sasatu tu fefenonommenena a alalam am didimmanana a teterjrjadadii perubahan
perubahan nilai nilai unsurunsur unsurunsur iklim iklim baik baik secarasecara al
alamamiaiah h mmauauppun un yyanang g ddipiperercecepapat t akakibibatat ak
aktitififitatas s mamanunusisia a di di mumuka ka bubumi mi inini. i. eejajak k re1olusi industri dimulai hingga sekarang telah re1olusi industri dimulai hingga sekarang telah me
menynyebebababkakan n teterjarjadidinynya a pepeniningngkakatan tan susuhuhu udara global.
udara global.
eellaaiinn memenininngkgkatatkakann ituitu, , perperubaubahanhan iklim juga menyebabkan anomali iklim seperti iklim juga menyebabkan anomali iklim seperti fen
fenomeomena na nsnso o /l/l)i)ino no dan dan 3a3a)in)ina4, a4, 5656 /5
/5nndidian an 6c6ceaean n iipopolele4, 4, ppenenururuunanan n atatauau peningkatan
peningkatan suhu suhu udara udara secara secara ekstrim, ekstrim, curahcurah hujan dan musim bergeser dari pola biasanya hujan dan musim bergeser dari pola biasanya da
dan n titidadak k menmenenentu tu serserta ta pepermrmukukaan aan air air lalautut me
meniningngkakat t dadan n teterjrjadadininyya a rorob b di di bebebeberarapapa wilayah. l)ino adalah kejadian iklim di mana wilayah. l)ino adalah kejadian iklim di mana terjadi penurunan jumlah dan intensitas curah terjadi penurunan jumlah dan intensitas curah hujan akibat naiknya suhu permukaan laut di hujan akibat naiknya suhu permukaan laut di w
wiillayayah ah aammuuddra ra PPaasisififik k eellaattaan n yyanangg me
mendndororonong g memengngalalirirnynya a mmasassa sa uauap p aiair r didi wilay
wilayah ah 5ndo5ndonesia nesia ke ke arah arah timurtimur. ebalikny. ebaliknya,a, 3a)ina adalah kejadian iklim di mana terjadi 3a)ina adalah kejadian iklim di mana terjadi
peningkatan
peningkatan jumlah jumlah dan dan intensitas intensitas curah curah hujanhujan hi
hingngga ga mmememasasukuki i mmususim im kekemamararau u akakibibatat penurunan
penurunan suhu suhu permukaan permukaan laut laut di di wilayahwilayah am
amudrudra a PasPasifik ifik elelatan atan yanyang g memmemperperkaykayaa mas
massa sa uap air uap air di di wilwilayaayah h 5nd5ndoneonesia sia /)u/)urdirdin,n, 20"04.
20"04.
7enurut 8renberth, Houghton dan 9ilho 7enurut 8renberth, Houghton dan 9ilho //""&&4 4 cciitt. . iittjjeenn. . PPeennaattaaaan n **uuaanngg ekim
ekimpraswipraswil, l, 200220024,4, ikiklim lim selselalalu u beberurubabahh menurut ruang dan waktu. alam skala waktu menurut ruang dan waktu. alam skala waktu perubahan
perubahan iklim iklim akan akan membentuk membentuk pola pola atauatau siklus tertentu, baik harian, musiman, tahunan siklus tertentu, baik harian, musiman, tahunan ma
maupupun un sisiklklus us bebebeberarapa pa tatahuhunanan. n. eelalainin perubahan
perubahan yang yang berpola berpola siklus, siklus, akti1itasakti1itas ma
manunusisia a memenynyebebababkakan n popola la ikiklim lim beberurubabahh secara berkelanjutan, baik dalam skala global secara berkelanjutan, baik dalam skala global maupun skala
maupun skala lokal. Perubahan lokal. Perubahan iklim iklim /anomali4/anomali4 ak
akan an memembmbawawa a pepengngararuh uh papada da inintetensnsititasas dam
dampak pak dan dan sangsangat at tertergangantuntung g padpada a tintingkagkatt penyimpangannya /:riyanto, 2
penyimpangannya /:riyanto, 20"04.0"04. Per
Pertantanian aian adaldalah seah sektoktor yanr yang g sansangatgat rentan terhadap perubahan iklim, karena iklim rentan terhadap perubahan iklim, karena iklim ad
adalalah ah pepenenentntu u ututamama a dadari ri prprododukuktiti1i1itatass pertanian
pertanian /:dams,/:dams, at.al at.al ., ., ""''4. 4. 7e7enunururutt u
ubabarrjojo, , nnegegararaannegegarara a ddenenggan an kkonondidisisi geografis yang lebih khusus seperti 5ndia dan geografis yang lebih khusus seperti 5ndia dan :fr
:frika ika akaakan n menmengalgalami ami penpenuruurunan nan proprodukduksisi pertanian
20"#4. i kK ebanyakan negara berkembang, sektor pertanian memberikan mata pencaharian utama dan pekerjaan bagi sebagian besar penduduk dan memberikan kontribusi jauh
terhadap PB nasional. 7enurut Komisi untuk :frika 200&, 6leh karena itu, penurunan produksi pertanian yang disebabkan oleh Perubahan iklim di masa depan serius dapat melemahkan ketahanan pangan dan memperburuk mata pencaharian kondisi bagi penduduk miskin pedesaan /;al<adilla, at.al.,
20"04.
Perubahan iklim terjadi di 5ndonesia dan berdampak pada wilayah wilayah pertanian dan kawasan pesisir /:dger, 200"4. ektor pertanian merupakan salah satu sektor penting yang mengalami dampak perubahan iklim, terutama diakibatkan oleh banjir, kekeringan, dan hama /5PB, 2004, di 5ndonesia merupakana salah satu negara yang mengalami dampak perubahan iklim dalam sektor pertanian. ektor pertanian yang mengalami dampak dari perubahan iklim antara lain seperti tanaman pangan, padi, jagung kedelai maupun cabai.
;abai termasuk tanaman yang mengalami kerusakan akibat perubahan iklim yang ekstrim. :kibatnya, terjadi penurunan produksi yang cukup signifikan sehingga kenaikan harga tidak dapat dihindarkan. 7enurut Herlina, 20"0, tanaman cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi penting di 5ndonesia /7aulidah, at.al., 20"24.
;abai dapat tumbuh baik di dataran tinggi maupun dataran rendah. :kan tetapi, tanaman cabai tidak tahan terhadap hujan, terutama pada waktu berbunga karena bunga bunganya akan mudah gugur /unarjono, 20"04. Kondisi cuaca yang tidak menentu yang menyebabkan itensitas hujan lebih tinggi menyebabkan penurunan produksi cabai pada khir tahun 20"0 hingga awal tahun 20"" mencapai &0( /:nonim, 20"04.
esa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, dikenal dengan pertanian cabainya. eperti di daerah lain, produksi cabai pada musim tanam tahun 20"0, di lokasi ini juga mengalami penurunan karena curah hujan yang meningkat, yakni dari ".+"& mm pada tahun 200 menjadi ".+# mm pada tahun 20"0, sehingga jumlah produksinya jauh lebih rendah daripada musim tanam tahun 200
/B7K= Karangploso, 20""4. engan penurunan cabai yang dialami oleh petani desa Bulupasar maka penulis merumuskan beberapa tujuan yaitu, /"4 7endeskripsikan pengetahuan dan sikap petani cabai rawit terhada perubahan iklim di esa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri> /24 7engetahui dampak perubahan iklim terhadap produksi dan harga
cabai rawit pada tahun 200 dan 20"0 di di esa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri> dan /#4 7enganalisis dampak perubahan iklim terhadap pendapatan petani
cabai rawit pada tahun 200 dan tahun 20"0 di esa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri.
Tinjauan Literatur a. Perubahan 5klim
alam laporan yang dikeluarkannya tahun 200", 5ntergo1ernmental Panel on ;limate
;hange /5P;;4 menyimpulkan bahwa temperatur udara global telah meningkat 0,% derajat ;elsius /" derajat 9ahrenheit4 sejak "'%". Pemanasan tersebut terutama disebabkan oleh akti1itas manusia yang menambah gasgas rumah kaca ke atmosfer. 5P;; memprediksi peningkatan temperatur ratarata global akan meningkat "," hingga %,+ ?; /2,0 hingga "",& ?94 antara tahun "0 dan 20"0. Kondisi ini akan mengakibatkan iklim tetap terus menghangat selama periode tertentu akibat emisi yang telah dilepaskan sebelumnya dan karbon dioksida akan tetap berada di atmosfer selama seratus tahun atau lebih sebelum alam mampu menyerapnya kembali /tocker, et al., 200$4 .
7enurut /United ations Frame!ork "onvention on "limate "hange, #$$%4, perubahan iklim merupakan perubahan yang disebabkan oleh akti1itas manusia baik secara langsung maupun tidak langsung yang mengubah komposisi atmosfer secara global dan mengakibatkan perubahan 1ariasi iklim yang dapat diamati dan dibandingkan selama kurun waktu tertentu.
Perubahan iklim terjadi di 5ndonesia dan berdampak pada wilayahwilayah pertanian dan kawasan pesisir /:dger, 200"4. ektor pertanian
merupakan salah satu sektor penting yang mengalami dampak perubahan iklim, terutama diakibatkan oleh banjir, kekeringan, dan hama /5PB, 2004.
b. ektor Pertanian
ektor pertanian merupakan salah satu sektor yang menrima dampak dari perubahan iklim yang salahsatunya dikarenakan oleh pemanasan global. ampak dari pemansan global &'lobal !arming ) akan mempengaruhi pola presipitasi, e1aporasi, !ater run-o(( , kelembaban tanah dan 1ariasi iklim yang sangat fluktuatif secara keseluruhan mengancam keberhasilan produksi pangan.
Kajian terkait dampak perubahan iklim pada bidang pertanian oleh )ational :cademy
of cience-): /200$4, 5klim jangka panjang seperti perubahan dan peristiwa cuaca ekstrim akan membawa lebih besar fluktuasi hasil panen dan persediaan makanan dan risiko yang lebih tinggi dari kerawanan pangan /5P;; 20"24. 7emahami dampak dan adaptasi perubahan iklim pada pertanian menurut wilayah sangat penting untuk kebijakan perubahan iklim. Perubahan iklim dan dampaknya terhadap pertanian diharapkan ber1ariasi signifikan antar daerah. 7enghadapi perubahan iklim, bagaimana untuk
menge1aluasi dampak perubahan iklim terhadap pertanian, memahami tanggapan dari petani untuk iklim berubah, dan merumuskan strategi nasional yang tepat untuk mengatasi perubahan iklim yang paling mendesak
menunjukkan bahwa pertanian di 5ndonesia telah dipengaruhi secara nyata oleh adanya 1ariasi hujan tahunan dan antar tahun yang disebabkan oleh :ustralia:sia 7onsoon and l )inoouthern 6scilation /)64.
Metode Penelitian 1 Pengumpulan ata
alam melakukan penelitian ini, penulis melakukan pengambilan data dengan cara menggunakan studi pustaka yamg di dapatkan dari jurnal dan menggunakan penelitian yang telah dilakukan di esa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Pro1insi @awa 8imur,
yang merupakan salah satu sentra penanaman cabai rawit terbesar di wilayah @awa 8imur. elain itu, dari penelitian pendahuluan, diketahui banyak petani mengalami penurunan produksi pada tanaman budidaya /cabai rawit4 dan perubahan pendapatan dari musim tanam tahun 200 ke musim tanam tahun 20"0. Pengambilan data dilaksanakan pada Bulan 7ei sampai dengan @uli 20"".
7etode Penentuan *esponden *esponden dalam penelitian ini merupakan petani cabai rawit yang ditentukan secara sengaja /purposi1e4. *esponden diambil dari kelompok tani @oyoboyo. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh beberapa sebab, antara lain bahwa kelompok tani @oyoboyo merupakan kelompok tani pertama dan tertua di esa Bulupasar. @umlah petani cabai rawit di esa Bajupasar adalah '. )amun dari sejumlah petani tersebut, 2" petani tidak menanam cabai rawit pada tahun 200 dan 2$ petani tidak menanam cabai pada tahun 20"0. an sisanya, yakni +" petani menanam cabai rawit pada periode tahun 200 dan 20"0. 5nilah yang diambil sebagai responden dan disebut sebagai +" petani responden, sehingga sesuai dengan tujuan penelitian, yakni membandingkan produksi dan pendapatan petani cabai rawit
tahun 200 dan 20"0.
! :nalisis ata
7etode :nalisis ata 8erdapat dua macam metode yang digunakan oleh peneliti terdahulu yaitu, analisis kualitatif dan kuantitatif.
a. :nalisis Kualitatif /eskriptif4 :nalisis kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan data secara sistematik, akurat, normatif, dan naratif mengenai fakta, sifat serta hubungan antara fenomena yang diteliti, yakni dampak yang ditimbulkan oleh perubahan iklim di esa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Kegiatan yang terjadi secara bersamaan dalam proses pendeskripsian ini antara lainA reduksi
data, penyajiandata, dan penarikan kesimpulan atau 1erifikasi.
b. :nalisis Kuantitatif :nalisis kuantitatif yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikutA a. :nalisis Biaya saha tani /8otal ;ost- 8;4 b. :nalisis Penerimaan 8otal sahatani /8otal *e1enue- 8*4 c. :nalisis Pendapatan-Keuntungan saha tani /C4 d. :nalisis ji Beda *atarata.
"asil dan Pembahasan
Pengetahuan Petani tentang Perubahan klim ari penelitian yang telah dilakukan, pengetahuan responden mengenai perubahan iklim dinyatakan dengan DEaF dan D8idakF. Kemudian, responden memaparkan sedikit pendapatnya tentang perubahan iklim bagi responden yang menyatakan tahu /ya4, seperti terlihat pada 8abel " berikut ini>
;oba tabel di buat ulag
8abel G. Pengetahuan...
ari +" responden, #& diantaranya mengetahui perubahan iklim. 8erminologi yang
dikemukakan /menurut pendapat petani itu sendiri4 juga cukup tepat. *atarata responden menyebutkan perubahan iklim adalah berubah dan bergesernya musim dari kemarau menjadi banyak hujan. Pengetahuan responden ini berasal dari pengalaman. Hanya sebagian saja responden yang mengetahui perubahan iklim dari tele1isi. edangkan responden yang tidak mengetahui pengertian perubahan iklim diketahui sebanyak % orang. Hal ini disebabkan oleh minimnya pengetahuan petani akan hal baru seperti perubahan iklim. 8ingkat pendidikan yang relatif masih rendah membuat petani merasa kesulitan untuk menjelaskan
suatu kasus atau persoalan yang tengah dihadapi. 8idak mengetahui pengertian perubahan iklim, bukan berarti tidak merasakan adanya perubahan iklim itu sendiri. eluruh responden menyatakan telah merasakan adanya perubahan iklim beserta dampaknya /7aulidah,
at.al.,20"24.
ari table di atas diketahui bahwa "00( responden merasakan adanya perubahan iklim terhadap tanaman cabainya, yang menimbulkan sikap yang berbeda dari masingmasing petani dalam menyikapi kejadian perubahan iklim tersebut.
Sika* Petani +erhada* Perubahan klim
Perubahan iklim yang berdampak terhadap tanaman cabai rawit menimbulkan berbagai sikap dan tindakan yang dilakukan oleh para petani di 5ndonesia, terutama di tempat penelitian yang dilakukan oleh peneliti terdahulu, terlihat seperti pada tabel #.
ari data yang diperoleh oleh responden sikap yang paling banyak oleh para petani terhadap tanaman cabainya yaitu membiarkan tanamnnya tanpa melakukan tindakan lainny sebesar &%(, sedangkan ada 2#( responden melakukan penambahan perlakuan perawatan terhadap tanamannya, sikap positif ini ditunjukkan dengan melakukan tindakan nyata berupa
perawatan tanaman cabai rawit lebih intensif karena berharap akan menjadi lebih baik dari kondisi yang semula kurang bagus. Perlakuan tersebut antara lainA penyulaman tanaman, penambahan frekuensi penyemprotan pupuk
daun, lebih kerap melakukan penyiangan dan penggulu dan, dan memperbaiki drainase lahan. engan perlakuanperlakuan tersebut, petani mampu mempertahankan kondisi tanaman cabai rawitnya. edangkan terdapat "2,20( yang memilih untuk melakukan pencabutan terhadap tanaman cabai rawitnya, Hal tersebut dilakukan karena responden merasa gagal melakukan usaha tani cabai rawit pada musim tanam tahun 20"0 dengan indikator, pertumbuhan tanaman di lahan terhambat. elain itu, mereka juga berpikir jika menambah perlakuan, justru akan menambah biaya, namun produksi tetap menurun.
am*ak Perubahan klim terhada* Produksi dan arga "abai a!it
Produksi usaha tani cabai rawit merupakan hasil panen yang diperoleh dalam satu kali musim tanam cabai rawit dalam luasan " ha. ari hasil penelitian pada panen musim tanam tahun 200 ke tahun 20"0, menunjukkan bahwa adanya penurunan produksi cabai rawit.
Penurunan tersebut dapat dilihat dari 8abel + di bawah iniA
pada 8abel + di atas, dapat disimpulkan, bahwa perubahan iklim memberikan pengaruh yang kuat terhadap jumlah produksi cabai rawit. Hal tersebut terkait dengan jumlah curah hujan yang tinggi menyebabkan produksi yang semula mencapai ".2#$ kg pada tahun 200 turun menjadi %"& kg di tahun 20"0, atau terjadi penurunan produksi sebesar +,$2(. )amun
hal tersebut berbanding terbalik dengan kondisi harga cabai rawit yang mengalami peningkatan harga per kilo gramnya. 8ahun 20"0, ratarata harga cabai rawit justru mengalami peningkatan menjadi *p&+."+%, -kg atau naik sebesar %+2,&#(, yang semula hanya *p'.+2$,-kg pada tahun 200, dalam hal ini hukum permintaan ternyata berlaku yaitu jika persediaan barang terbatas atau turun, maka harga akan mengalami kenaikan. @adi perubahan iklim merupakan salah satu penyebab berkurangnya pasokan cabai rawit sehingga harga cabai menjadi meningkat. edangkan penjelasan tentang penurunan produksi, dapat dijabarkan sebagai berikut> /nalisis Produkti(itas
Produkti1itas merupakan perbandingan antara hasil yang dicapai /output4 dengan keseluruhan sumberdaya yang digunakan /input4. Pada 8abel & berikut ini disajikan rata rata produkti1itas usaha tani cabai rawit. Bahwa terjadi penurunan produksi cabai rawit di lokasi penelitian hingga &0,2'(, dari ".2#$ kg di
tahun 200 menjadi %"& kg di tahun 20"0.
8able & dapat menunjukan bahwa perubahan iklim memengaruhi produktifitas dari tanaman cabai yaitu menyebabkan turunnya produktifitas hasil panen cabai rawit di daerah penelitian, yaitu dari tahun 200 jumlah produktifitasnya sebesar #.&"2kg-ha, turun menjadi 2.0$2kg-ha di tahun 20"0.
Perubahan iklim yang ditandai dengan peningkatan curah hujan membawa dampak buruk pada tanaman cabai rawit di awal masa pertumbuhannya. 7usim tanam di lokasi penelitian terjadi pada awal Bulan @uli sampai
dengan eptember. Pada bulanbulan yang sama, terjadi peningkatan curah hujan di lokasi penelitian. Hal ini yang menjadi alasan utama terjadinya penurunan produksi karena tanaman banyak yang layu dan kemudian mati. Hujan yang terus terjadi hingga Bulan esember, mengakibatkan rontoknya bunga tanaman cabai rawit. elain memengaruhi kuntitas cabai , perubahan iklm juga berpengaruh terhadap kualitas cabai rawit jika pada tahun 200 kualitas cabai rawit dikatakan bagus dengan pertumbuhan yang normal, maka berbeda pada tahun 20"0 yang kualitasnya menurun meskipun ukuran buahnya lebih besar namun buahnya rusak . Penurunan kualitas ini ditandai dengan semakin banyaknya buah yang busuk dengan ciri tanaman lebih pendek dan daun keriput.
am*ak Perubahan klim terhada* Penda*atan Petani "abai a!it
:. :nalisis Biaya sahatani ;abai *awit Biaya total /8;4 merupakan hasil penjumlahan dari biaya tetap /89;4 dan biaya 1ariabel /8;4 yang telah dikeluarkan oleh petani cabai rawit dalam satu kali masa tanam.
ata pada 8abel % menginformasikan kenaikan biaya total pada usaha tani cabai rawit di lokasi penelitian. @ika pada tahun 200, biaya total sejumlah *p $.2'".+$2, meningkat menjadi *p $.&%.#$&, pada tahun 20"0. Hal tersebut terjadi karena kenaikan pada biya tetap maupun biaya 1ariabel pada tanaman cabai rawit.
B. :nalisis Penerimaan
Penerimaan /8*4 usahatani cabai rawit diperoleh dari hasil kali antara produksi cabai rawit dengan harga jualnya.
ari 8abel $ menunjukan penerimaan total responden meningkat dari tahun 200 ke tahun 20"0, yaitu ratarata penerimaan sejumlah *p"0.2&'.#0&,, pads tahun 200 dan pada tahun 20"0 menjadi *p#%.2+.&"2,. Hal ini disebabkan oleh kenaikan harga yang cukup tinggi /mencapai %+2,&#(4, yaitu dari *p'.+2$,-kg pada tahun 200 menjadi *p&+."+%,-kg pada tahun 20"0. Kenaikan harga cabai tersebut dipicu oleh produksi cabai rawit yang menurun drastis hingga &0,2'( dari tahun sebelumnya. Hal ini juga sama terjsdi di daerah sekitar penelitian yang juga mengalami penurunan hasil panen cabai rawit oleh karena itu kelangkaan terjadi secara bersamaan di wilayah Kabupaten Kediri dan sekitarnya. Kelangkaan ini yang pada akhirnya menyebabkan kebutuhan lokal tidak terpenuhi dan kenaikan harga cabai rawit tidak dapat dihindari.
/nalisis Penda*atan Usahatani "abai a!it Pendapatan-keuntungan usahatani cabai rawit merupakan selisih dari penerimaan total /8*4 dengan seluruh biaya yang telah dikorbankan /8;4.
ari hasil perhitungan diperoleh bahwa pendapatan yang diterima petani meningkat hingga "0 kali lipat dari tahun sebelumnya, jika pada tahun sebelumnya /2004 pendapatan petani cabai rawit di daerah adalah sebesar
*p2.$%.'##, maka pada tahun 20"0 mengalami kenaikan *p2.#2'."#$,. Peningkatan pendapatan ini disebabkan karena kenaikan harga cabai rawit hingga *p+&.$",-kg.
/nalisis U0i 1eda ata-rata Penda*atan Petani "abai a!it
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan antara pendapatan petani pada tahun 200 dan tahun 20"0, dengan menggunakan taraf signifikansi, I J &( atau I J 0,0&. :lat analisis yang digunakan dalam analisis uji beda ratarata adalah ji ilcoGon. Hasil dari pengujian dengan uji ilcoGon dapat disajikan pada 8abel .
Berdasarkan uji wilcoGon pada 8abel , dapat diketahui bahwa dari +" petani responden, & di antaranya mengalami penurunan pendapatan, dan #% petani responden mengalami
peningkatan, sedangkan yang tetap tidak ada. Hasil uji wilcoGon pada 8abel juga diperoleh nilai signifikasi sebesar IJ 0,000. 6leh karena taraf signifikansi /I4 pada perhitungan lebih kecil dari taraf signifikansi /I4 yang ditetapkan yaitu &( atau 00& /0,000 L 0,0&4, maka dapat dinyatakan bahwa tolak H0 dan terima H", yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara pendapatan petani cabai rawit pada tahun 200 dengan tahun 20"0 di lokasi penelitian. ehingga dapat di simpulkan, bahwa pada tahun 20"0 pendapatan petani cabai rawit di esa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri mengalami peningkatan.
#esimpulan dan Saran
ari pembahasan yang telah dilakukn dapat disimpulkan bahwa>
". Petani cabai rawit di esa Pugupasar sebagian besar mengerti tentang arti perubahan iklim dan para petani semua merasakan dampak adanya perubahan iklim terhadap produktifitas tanaman cabai rawit. ikap yang dilakukan oleh para petani pling banyak dengan adanya perubahan iklim terhadap tanaman cabai rawit yaitu yaitu membiarkan tanamnnya tanpa melakukan tindakan lainnya sebesar &%(, sedangkan ada 2#( responden melakukan penambahan perlakuan perawatan terhadap tanamannya, dan sisanya mencabut tanaman yang belum berbunga. ari ketiga sikap yang dilakukan oleh para petani, yang paling untung adalah yang tetap melakukn perawatan terhadap tanamannya, karena para petani tersebut dapat menghasilan yang besar.
2. Perubahan iklim memberikan pengaruh yang kuat terhadap jumlah produksi cabai rawit. Hal tersebut terkait dengan jumlah curah hujan yang tinggi menyebabkan produksi cabai rawit mengalami penurunan produksi dari tahun 200 mencapai ".2#$ kg ke tahun turun menjadi %"& kg, atau terjadi
penurunan produksi sebesar +,$2(. edangkan penurunan jumlah produksi cabai rawit menyebabkan naiknya harga cabai rawit, yang semula hanya *p '.+2$,-kg pada tahun 200, harga naik menjadi *p &+."+%,-kg atau naik sebesar %+2,&#(.
#. Perubahan iklim menyebabkan meningkatnya pendapatan petani cabai rawit di esa Bulupasar pada tahun 20"0 yaitu dengan ratarata pendapatan sebesar *p2.#2'."#$,, di tahun sebelumnya pendapatan ratarata hanya mencapai *p2.$%.'##,. an berdasarkan uji ilcoGon terdapat perbedaan signifikan antara pendapatan petani cabai rawit pada tahun 200 dengan tahun 20"0 di lokasi penelitian. ehingga dapat disimpulkan, bahwa pada tahun 20"0 pendapatan petani cabai rawit di esa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri mengalami peningkatan.
aran bagi para petani cabai rawit dengan adanya perubahan iklim antara lain>
". Para petani lebih bijak lagi dalm menghadapi perubahan iklim yang terjadi pada tanaman, sehingga meskipun terjadi perubahn iklim para petani dapat mengambil keputusan yng tepat dan lebih menguntungkan, sebgai contoh ketika terdapat perubahan iklim petani tetap harus merawat tanamannya dengan baik agar tetap mendapatkan hasil yang maksimal.
2. Petani harus lebih selektif dan harus bias mengatur perhitungan administrasi dalam melakukan usaha tani, contoh, petani harus menghitung biaya yang digunakan dalam usaha tani dan mencatat penghasilan yang ada sehingga dapat dipergunakan untuk pertimbangan usaha selanjutnya yang lebih baik lagi. #. Bagi pihak pemerintah sebaiknya imut
serta membantu dalam menghadapi
permasalahan perubahan iklim terhadap sektor pertanian dengan ikut serta memberikan solusi dan cara mitigasi maupun adaptasi terhadap para petani. $a%tar Pustaka
:dams, *. 7., B. H., 3enhart, ., M 3eary, ). /"''4. ffects of global climate change on agricultureA an interpretati1e re1iew. "lim es 2ol. ##: #$345, #$$6, "#0. :dger, .)., 200". cales of go1ernance and
en1ironmental justice for adaptation and mitigation of climate change. @ournal of 5nternational e1elopment, "#, $, 2" #".
:riyanto, . . /20"04. Kajian ampak Perubahan 5klim 8erhadap Produktifitas Kacang Hijau / Phaseolus radiatus 3.4 di 3ahan Kering. am*ak Perubahan klim , ""0.
;al<adilla, :., Katrin *ehdan< a, c., d, *. B., d, P. 9., iltshire, :., M :nd *ichard .@. 8ol e, f. /20"04. ;limate ;hange 5mpacts on =lobal :griculture. 7orking Pa*er FU-#68.
5PB, B., Kementrian Pertanian, dan Pemerintah Kabupaten 5ndramayu, 200. Penggunaan 5nformasi 5klim dalam 7anajemen *isiko 5klim.
5PP;. /200"4. "limate "hange %55#: +he Scienti(ik 1asic. ;ambridgeA ;ambridge ni1ersity Press.
7aulidah, ., antoso, H., ubagyo, H., M *ifNiyyah, 9. /20"24. ampak Perubahan 5klim 8erhadap Produksi dan Pendapatan saha ;abai *awit. SEP/ : 2ol. 6 o. % Pebruari %5#% : 8# 3 #6%, &""'2.
7uslim, ;. /20"#4. 7itigasi Perubahan 5klim alam 7empertahankan Produktifitas 8anah Padi awah /tudi Kasus di Kabupaten 5ndramayu4. 9urnal Penelitian Pertanian +era*an 2ol.#4 &4)
%##-%%% , 2""222.
)ations, . /"24. United ations Frame!ork "onvantion. )ew Eork.
)urdin. /20"0.4. :ntisipasi Perubahan 5klim ntuk Keberlanjutan Ketahanan Pangan. ""0.
il1ana 7aulidah, at.al.,. /20"24. ampak Perubahan 5klim 8erhadap Produksi dan Pendapatan saha 8ani ;abai *awit.
SEP/: 2ol. 6 o. % Pebruari %5#% : 8# 3 #6% , "#.
tocker, 8homas 9.> et al. $.&.2 ea 5ce . ;limate ;hange 200"A 8he cientific Basis. ;ontribution of orking =roup 5 to the 8hird :ssessment *eport of the 5ntergo1ernmental Panel on ;limate ;hange . 5ntergo1ernmental Panel on ;limate ;hange. iakses pada "" 9ebruari 200$.