LAPORAN PRATIKUM UJI MUTU BENIH
LAPORAN PRATIKUM UJI MUTU BENIH
ANALISIS KEMURNIAN FISIK BENIH PADI INPARI 13
ANALISIS KEMURNIAN FISIK BENIH PADI INPARI 13
Disusun Oleh : Disusun Oleh :
Kelompok II
Kelompok II
Adiyat KafabyAdiyat Kafaby A411947A411947
Azwar Anas
Azwar Anas A4111949A4111949
Bayu
Bayu Angga Angga Febrian Febrian A4111950A4111950 Marthen Jonatan Bani
Marthen Jonatan Bani A4111957A4111957
Tulus Yudi Widodo Wibowo
Tulus Yudi Widodo Wibowo A4111962 A4111962
PROGRAM STUDI TEKNIK PRODUKSI BENIH
PROGRAM STUDI TEKNIK PRODUKSI BENIH
JURUSAN PRODUKSI TANAMAN
JURUSAN PRODUKSI TANAMAN
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NASIONAL
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NASIONAL
POLITEKNIK NEGERI JEMBER
POLITEKNIK NEGERI JEMBER
2012
2012
BAB 1. PENDAHULUAN BAB 1. PENDAHULUAN
1.1
1.1 Dasar TeoriDasar Teori
Kepastian mutu suatu Kelompok Benih yang diedarkan dan digunakan untuk penanaman Kepastian mutu suatu Kelompok Benih yang diedarkan dan digunakan untuk penanaman sangat diperlukan untuk menjamin baik pengguna, pengedar maupun pengada. Aspek legal dari sangat diperlukan untuk menjamin baik pengguna, pengedar maupun pengada. Aspek legal dari mutu benih ini memerlukan perangkat berupa metode pengujian yang standar. Metode ini mutu benih ini memerlukan perangkat berupa metode pengujian yang standar. Metode ini diharapkan mampu memberikan hasil yang seragam apabila pengujian terhadap suatu kelompok diharapkan mampu memberikan hasil yang seragam apabila pengujian terhadap suatu kelompok benih dilakukan oleh institusi yang berbeda.
benih dilakukan oleh institusi yang berbeda.
Standar metode pengujian mutu benih yang ada selama ini mengacu pada ketentuan Standar metode pengujian mutu benih yang ada selama ini mengacu pada ketentuan ISTA. Sebagai langkah pertama dalam pengujian benih adalah menyediakan contoh benih yang ISTA. Sebagai langkah pertama dalam pengujian benih adalah menyediakan contoh benih yang dapat dianggap seragam dan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan ISTA.
dapat dianggap seragam dan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan ISTA.
Tujuan penarikan contoh ialah untuk mendapatkan contoh benih yang mewakili Tujuan penarikan contoh ialah untuk mendapatkan contoh benih yang mewakili kelompok benih dalam jumlah yang cukup untuk keperluan pegngujian mutu benih. Prinsip kelompok benih dalam jumlah yang cukup untuk keperluan pegngujian mutu benih. Prinsip pengambilan contoh benih adalah mengambil contoh benih dari beberapa bagian dari suatu pengambilan contoh benih adalah mengambil contoh benih dari beberapa bagian dari suatu kelompok benih yang kemudian dicampur menjadi satu. Penarikan contoh dilakukan dengan kelompok benih yang kemudian dicampur menjadi satu. Penarikan contoh dilakukan dengan mengambil dari berbagai sudut pada wadah terpilih dalam jumlah yang sama.
mengambil dari berbagai sudut pada wadah terpilih dalam jumlah yang sama.
Pada benih pertanian dan holtikultura, untuk benih yang berukuran seperti
Pada benih pertanian dan holtikultura, untuk benih yang berukuran seperti TriticumTriticum spsp atau lebih besar, berat maksimum untuk setiap kelompok benih adalah 20.000 kg. untuk benih atau lebih besar, berat maksimum untuk setiap kelompok benih adalah 20.000 kg. untuk benih yang lebih kecil dari
yang lebih kecil dari TriticumTriticum sp berat maksimumnya adalah 10.000 kg.sp berat maksimumnya adalah 10.000 kg.
Pada benih keras (true seed), untuk benih yang berukuran seperti benih
Pada benih keras (true seed), untuk benih yang berukuran seperti benih Fagus spFagus sp atauatau lebih besar, berat maksimal adalah 5.000 kg. yntuk benih yang lebih kecil dari benih
lebih besar, berat maksimal adalah 5.000 kg. yntuk benih yang lebih kecil dari benih Fagus sppFagus spp berat maksimum 1.000 kg.
berat maksimum 1.000 kg.
Bagi kelompok benih dengan kuantitas melebihi ketentuan di atsa, maka kelompok benih Bagi kelompok benih dengan kuantitas melebihi ketentuan di atsa, maka kelompok benih tersebut harus dipecah menjadi beberapa bagian dengan kuantitas benih yang tidak melebihi tersebut harus dipecah menjadi beberapa bagian dengan kuantitas benih yang tidak melebihi ketentuan yang telah ditetapokan.
ketentuan yang telah ditetapokan.
Contoh benih adalah sejumlah tertentu benih yang mewakili dari suatu kelompok benih Contoh benih adalah sejumlah tertentu benih yang mewakili dari suatu kelompok benih yang cara pengambilannya memenuhi ketentuan yang ditetapkan.
yang cara pengambilannya memenuhi ketentuan yang ditetapkan.
Contoh primer adalah contoh benih yang didapat dari satu kali pengambilan baik dari Contoh primer adalah contoh benih yang didapat dari satu kali pengambilan baik dari bulk, silo, wadah benih ataupun aliran benih
bulk, silo, wadah benih ataupun aliran benih
Contoh komposit adalah gabungan dari contoh primer Contoh komposit adalah gabungan dari contoh primer
Contoh kiriman ialah contoh benih yang didapat denan jalan pengurangan yang merata Contoh kiriman ialah contoh benih yang didapat denan jalan pengurangan yang merata dari contoh komposit untuk kiriman ke laboratorium benih guna keperluan pengujian mutu.
dari contoh komposit untuk kiriman ke laboratorium benih guna keperluan pengujian mutu.
Contoh kerja adalah contoh benih yang didapat dengan jalan penurangan yang merata dan Contoh kerja adalah contoh benih yang didapat dengan jalan penurangan yang merata dan bertahap dari contoh kiriman dengan berat yang ditetapkan utnuk keperluan salah satu pengujian bertahap dari contoh kiriman dengan berat yang ditetapkan utnuk keperluan salah satu pengujian mutu di laboratorium.
mutu di laboratorium.
Produksi benih komersial perlu didukung oleh program produksi benih sumber secara Produksi benih komersial perlu didukung oleh program produksi benih sumber secara terus mnerus agar dapat menjamin kontinuitas ketersediaan benih bagi petani pengguna. Di terus mnerus agar dapat menjamin kontinuitas ketersediaan benih bagi petani pengguna. Di Indonesia untuk benih non hibrida dikenal empat kelas benih yaitu benih penjenis (
Indonesia untuk benih non hibrida dikenal empat kelas benih yaitu benih penjenis ( breeder breeder seed
seed /BS), /BS), benih benih dasar dasar ((Foundation Seed/ Foundation Seed/ FS), benih pokok (FS), benih pokok (stock seed/SS)stock seed/SS), dan benih sebar, dan benih sebar ((extension seed/ extension seed/ ET).ET).
Selama memproduksi benih diupayakan agar diperoleh hasil benih bermutu tinggi. Factor Selama memproduksi benih diupayakan agar diperoleh hasil benih bermutu tinggi. Factor penting yang berperan dalam keberhasilan produksi benih adalah mutu benih sumber (benih inti) penting yang berperan dalam keberhasilan produksi benih adalah mutu benih sumber (benih inti) dengan tingkat kemurnian yang tinggi.
dengan tingkat kemurnian yang tinggi.
Kemurnian benih sangat menentukan usaha bidang pertanian (agribisnis), khususnya Kemurnian benih sangat menentukan usaha bidang pertanian (agribisnis), khususnya industry benih karena dengan penggunaan benih yang murni akan dihasilkan produk yang industry benih karena dengan penggunaan benih yang murni akan dihasilkan produk yang terjamin, baik kualitas maupun kuantitasnya. Kemurnian benih terdiri dari kemurnian fisik, terjamin, baik kualitas maupun kuantitasnya. Kemurnian benih terdiri dari kemurnian fisik, fisiologis dan genetis.
fisiologis dan genetis.
Uji kemurnian benih merupakan persentase berdasarkan berat benih murni yang terdapat Uji kemurnian benih merupakan persentase berdasarkan berat benih murni yang terdapat dalam suatu contoh benih. Dalam kegiatan ini untuk menentukan komposisi berdasarkan berat dalam suatu contoh benih. Dalam kegiatan ini untuk menentukan komposisi berdasarkan berat dari contoh benih yang akan diuji atau dengan kata lain komposisi dari kelompok benih. dari contoh benih yang akan diuji atau dengan kata lain komposisi dari kelompok benih. Kegiatan ini meliputi identidikasi dari berbagai spesies benih dan partikel-partikel lain yang Kegiatan ini meliputi identidikasi dari berbagai spesies benih dan partikel-partikel lain yang terdapat dalam contoh benih.
terdapat dalam contoh benih.
Contoh benih yang akan diuji dengan tujuan mengetahui kemurnian secara fisik dapat Contoh benih yang akan diuji dengan tujuan mengetahui kemurnian secara fisik dapat dibedakan dalam komposisi : 1) benih murni, 2) varietas lain, 3) kotoran benih
dibedakan dalam komposisi : 1) benih murni, 2) varietas lain, 3) kotoran benih 1.
1. Benih murniBenih murni
Benih murni adalah segala macam biji-bijian yang merupaka jenis/spesies yang sedang diuji. Benih murni adalah segala macam biji-bijian yang merupaka jenis/spesies yang sedang diuji. Termasuk dalam kategori:
Termasuk dalam kategori: a.
a. Benih masak dan utuhBenih masak dan utuh b.
b. Benih yang berukuran kecil, mengkerut dan tidak masak Benih yang berukuran kecil, mengkerut dan tidak masak c.
d.
d. Pecahan/potongan benih yang berukuran lebih dari separuh benih yang sesungguhnya,Pecahan/potongan benih yang berukuran lebih dari separuh benih yang sesungguhnya, asalkan dapat dipastikan bahwa pecahan benih itu termasuk ke dalam spesies yang dimaksud asalkan dapat dipastikan bahwa pecahan benih itu termasuk ke dalam spesies yang dimaksud e.
e. Biji yang terserang penyakit dan bentuknya masih dapat dikenali.Biji yang terserang penyakit dan bentuknya masih dapat dikenali.
2.
2. Benih Tanaman LainBenih Tanaman Lain
Yang termasuk benih tanaman lain adalah benih jenis lain yang ikut tercampur dalam Yang termasuk benih tanaman lain adalah benih jenis lain yang ikut tercampur dalam contoh & tidak dimaksudkan untuk diuji. Dalam hal ini beenih tanaman/varietas lain adalah contoh & tidak dimaksudkan untuk diuji. Dalam hal ini beenih tanaman/varietas lain adalah benih dari semua dan/atau varietas tanaman pertanian yang tidak termasuk atau jenis varietas benih dari semua dan/atau varietas tanaman pertanian yang tidak termasuk atau jenis varietas yang namanya tercantum pada label kemasan.
yang namanya tercantum pada label kemasan.
3.
3. Kotoran BenihKotoran Benih
Kotoran benih adalah benih dan bagian dari benih serta bahan/material lain yang ukan Kotoran benih adalah benih dan bagian dari benih serta bahan/material lain yang ukan bagian dari benih yang ikut terbawa dalam contoh. Dalam hal ini termasuk benih tanpa kulit bagian dari benih yang ikut terbawa dalam contoh. Dalam hal ini termasuk benih tanpa kulit benih, benih yang terlihat bukan b
benih, benih yang terlihat bukan benih sejati, biji hampa tanpa lembaga, pecahan benih ≤enih sejati, biji hampa tanpa lembaga, pecahan benih ≤ ½½
ukuran normal, cangkang benih, kulit benih, sekam, pasir, partikel tanah, jerami, ranting, ukuran normal, cangkang benih, kulit benih, sekam, pasir, partikel tanah, jerami, ranting, daun, tangkai dan lain-lain.
daun, tangkai dan lain-lain.
1.2
1.2 TujuanTujuan
Mahasiswa diharapkan mampu: Mahasiswa diharapkan mampu:
1.
1. Melakukan pengambilan contoh benih tanaman INPARI 13Melakukan pengambilan contoh benih tanaman INPARI 13 2.
2. Untuk mengetahui komposisi contoh kerja, kemurnian dan identitasnya yang akanUntuk mengetahui komposisi contoh kerja, kemurnian dan identitasnya yang akan mencerminkan komposisi lot benih yang didasarkan pada berat komponen pengujian.
mencerminkan komposisi lot benih yang didasarkan pada berat komponen pengujian. 3.
3. Melakukan pengujian kemurnian fisik benih tanaman panganMelakukan pengujian kemurnian fisik benih tanaman pangan Contoh kerja dipisahkan menjadi :
Contoh kerja dipisahkan menjadi :
Benih murniBenih murni
Biji tanaman lainBiji tanaman lain
BAB 2. METODOLOGI BAB 2. METODOLOGI
2.1 Waktu dan Tempat 2.1 Waktu dan Tempat
2.1.1 Pengambilan Contoh Benih 2.1.1 Pengambilan Contoh Benih
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 6 Juni 2012. Praktikum ini Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 6 Juni 2012. Praktikum ini bertempat di Laboratorium TPB Politeknik Negeri Jember.
bertempat di Laboratorium TPB Politeknik Negeri Jember.
2.1.2
2.1.2 Uji Kemurnian Fisik BenihUji Kemurnian Fisik Benih
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 13 Juni 2012. Praktikum ini Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 13 Juni 2012. Praktikum ini bertempat di Laboratorium TPB Politeknik Negeri Jember.
bertempat di Laboratorium TPB Politeknik Negeri Jember.
2.2
2.2 Alat dan BahanAlat dan Bahan 2.2.1
2.2.1 AlatAlat
Alat yang digunakan dalam praktikum ini antara lain homogenizer, sendok besar, kantong Alat yang digunakan dalam praktikum ini antara lain homogenizer, sendok besar, kantong plastic flip, meja kemurnian, pinset/batang aluminium/spatula, timbangan analitik, gelas kaca plastic flip, meja kemurnian, pinset/batang aluminium/spatula, timbangan analitik, gelas kaca kesil, kertas label, dan alat tulis.
kesil, kertas label, dan alat tulis. 2.2.2 Bahan
2.2.2 Bahan
Untuk praktikum minggu ke-I, bahan yang digunakan antara lain benih sebar tanaman Untuk praktikum minggu ke-I, bahan yang digunakan antara lain benih sebar tanaman Inpari 13, Ciherang, Cabai. Untuk praktikum minggu ke-II bahan yang digunakan antara lain Inpari 13, Ciherang, Cabai. Untuk praktikum minggu ke-II bahan yang digunakan antara lain benih Inpari 13.
benih Inpari 13.
2.3
2.3 Prosedur PelaksanaanProsedur Pelaksanaan 2.3.1
2.3.1 Pengambilan Contoh BenihPengambilan Contoh Benih
Prosedur pelaksanaan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut: Prosedur pelaksanaan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut: 1.
1. Memasukkan benih contoh kirim ke dalam HomogenizerMemasukkan benih contoh kirim ke dalam Homogenizer 2.
2. Menghomogenkan benih contoh kirim dengan menggunakan Homogenizer untuk benihMenghomogenkan benih contoh kirim dengan menggunakan Homogenizer untuk benih berukuran besar.
berukuran besar. 3.
3. Mengeluarkan benih contoh kirim dari homogenizer kemudian mengambil contoh kerjaMengeluarkan benih contoh kirim dari homogenizer kemudian mengambil contoh kerja sesuai dengan standart sampling. Untuk tiap-tiap benih ukuran standart sampling sesuai dengan standart sampling. Untuk tiap-tiap benih ukuran standart sampling berbeda-beda.
4.
4. Memasukkan contoh kerja ke dalam kantong plasticMemasukkan contoh kerja ke dalam kantong plastic 5.
5. Member label sesuai jenis benih dan varietasnyaMember label sesuai jenis benih dan varietasnya
2.3.2
2.3.2 Uji Kemurnian Fisik BenihUji Kemurnian Fisik Benih
Prosedur pelaksanaan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut: Prosedur pelaksanaan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut: 1.
1. Meletakkan contoh kerja diatas meja kemurnianMeletakkan contoh kerja diatas meja kemurnian 2.
2. Memisahkan komponen benih murni, campuran varietas lain dan kotoran benih denganMemisahkan komponen benih murni, campuran varietas lain dan kotoran benih dengan bantuan pinset/batang besi/spatula.
bantuan pinset/batang besi/spatula. 3.
3. Menimbang masing-masing komponenMenimbang masing-masing komponen 4.
4. Memcatat masing-masing berat komponen.Memcatat masing-masing berat komponen. 5.
5. Menentukan persentase kehilangan berat benihMenentukan persentase kehilangan berat benih 6.
6. Membuat laporan tertulis utnuk diserahkan kepada teknisiMembuat laporan tertulis utnuk diserahkan kepada teknisi 7.
2.4
2.4 PenghitunganPenghitungan 1.
1. Mencatat semua hasil perhitunganMencatat semua hasil perhitungan 2. Menghitung dengan rumus:
2. Menghitung dengan rumus: a.
a. % % Benih Benih Murni Murni = = BM BM x 100%x 100% BM+BTL+KB
BM+BTL+KB b.
b. % % Benih Benih Tanaman Tanaman Lain Lain = = BTL BTL x x 100%100% BM+BTL+KB
BM+BTL+KB c.
c. % % Kotoran Kotoran Benih Benih = = KB KB x x 100%100% BM+BTL+KB
BM+BTL+KB
BAB 4. HASIL PENGAMATAN BAB 4. HASIL PENGAMATAN
Nama Nama Benih
Benih KB KB BTL BTL BM BM %BM %BM %BTL %BTL %KB %KB Jumlah Jumlah %% Inpari
Inpari 13 13 0,153 0,153 gr gr 0,087 0,087 gr gr 149,8 149,8 gr gr 99,8 99,8 % % 0,1 0,1 % % 0,1 0,1 % % 100%100%
Perhitungan Perhitungan Benih
Benih murni murni (%) (%) == (()) (()) x 100%x 100% =
= x x 100% 100% = = 93,28%93,28% Biji tanaman lain (%) =
Biji tanaman lain (%) = (()) (())x 100%x 100% = = x x 100% 100% = = 0%0% Kotoran Kotoran (%) (%) == (()) (())x 100%x 100% = = x x 100% 100% = = 6,59%6,59%
BAB 5. PEMBAHASAN BAB 5. PEMBAHASAN
Pengujian mutu benih, yang meliputi pengujian mutu fisik, genetis dan fisiologis, Pengujian mutu benih, yang meliputi pengujian mutu fisik, genetis dan fisiologis, merupakan metode untuk menentukan nilai pertanaman di lapangan. Dimana pengujian merupakan metode untuk menentukan nilai pertanaman di lapangan. Dimana pengujian masing-masing standar mutu kualitas benih memiliki standar tolak ukur yang berbeda-beda. Oleh karena masing standar mutu kualitas benih memiliki standar tolak ukur yang berbeda-beda. Oleh karena itu, komponen-komponen mutu benih yang menunjukan korelasi dengan nilai pertanaman benih itu, komponen-komponen mutu benih yang menunjukan korelasi dengan nilai pertanaman benih di lapang harus dievaluasi dalam pengujian. Dalam pengujian benih mengacu dari ISTA, dan di lapang harus dievaluasi dalam pengujian. Dalam pengujian benih mengacu dari ISTA, dan beberapa penyesuaian telah diambil untuk mempertimbangkan kebutuhan khusus (ukuran, beberapa penyesuaian telah diambil untuk mempertimbangkan kebutuhan khusus (ukuran, struktur, pola perkecambahan) jenis-jenis yang dibahas di dalam petunjuk ini. Beberapa struktur, pola perkecambahan) jenis-jenis yang dibahas di dalam petunjuk ini. Beberapa penyesuaian juga telah dibuat untuk menyederhanakan prosedur pengujian benih. Pengujian penyesuaian juga telah dibuat untuk menyederhanakan prosedur pengujian benih. Pengujian benih, salah satunya adalah pengujian mutu fisik benih. Pengujian mutu fisik benih dapat benih, salah satunya adalah pengujian mutu fisik benih. Pengujian mutu fisik benih dapat dilakukan melalui analisis kemurnian benih. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan dilakukan melalui analisis kemurnian benih. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan sampel yang mewakili lot benih yang kemudian dipisahkan antara kotoran dan benih tanaman sampel yang mewakili lot benih yang kemudian dipisahkan antara kotoran dan benih tanaman lain untuk dihitung persentasenya dan dapat dihitung persentase kemurnian benihnya.
lain untuk dihitung persentasenya dan dapat dihitung persentase kemurnian benihnya.
Benih murni merupakan salah satu komponen dalam pengujian benih sangat penting Benih murni merupakan salah satu komponen dalam pengujian benih sangat penting dalam menghasilkan benih yang berkualitas tinggi. Pada pengujian daya berkecambah, benih dalam menghasilkan benih yang berkualitas tinggi. Pada pengujian daya berkecambah, benih yang diuji diambil dari fraksi benih murni. Benih murni yang merupakan salah satu komponen yang diuji diambil dari fraksi benih murni. Benih murni yang merupakan salah satu komponen dalam pengujian benih, sangat penting dalam menghasilkan benih yang berkualitas tinggi. Pada dalam pengujian benih, sangat penting dalam menghasilkan benih yang berkualitas tinggi. Pada pengujian daya berkecambah, benih yang diuji diambil dari fraksi benih murni. Dengan demikian pengujian daya berkecambah, benih yang diuji diambil dari fraksi benih murni. Dengan demikian hasil pengujian kemurnian benih dan daya kecambah benih mempengaruhi nilai benih untuk hasil pengujian kemurnian benih dan daya kecambah benih mempengaruhi nilai benih untuk tujuan pertanaman. Pengujian kemurnian digunakan untuk mengetahui komposisi contoh kerja, tujuan pertanaman. Pengujian kemurnian digunakan untuk mengetahui komposisi contoh kerja, kemurnian, dan identitasnya yang akan mencerminkan komposisi lot benih yang didasarkan pada kemurnian, dan identitasnya yang akan mencerminkan komposisi lot benih yang didasarkan pada berat komponen pengujian. Dalam pengujian kemurnian contoh kerja kemurnian dipisahkan berat komponen pengujian. Dalam pengujian kemurnian contoh kerja kemurnian dipisahkan menjadi benih murni, biji tanaman lain, dan kotoron (ISTA).
menjadi benih murni, biji tanaman lain, dan kotoron (ISTA).
Penentuan kemurnian dilakukan untuk mengetahui komposisi contoh benih yang diuji, Penentuan kemurnian dilakukan untuk mengetahui komposisi contoh benih yang diuji, yang mencerminkan komposisi kelompok benih yang diwakilinya. Contoh kerja yang mencerminkan komposisi kelompok benih yang diwakilinya. Contoh kerja dipisah-pisahkan ke dalam komponen benih murni, benih tanaman lain dan kotoran fisik lainnya. pisahkan ke dalam komponen benih murni, benih tanaman lain dan kotoran fisik lainnya. Kemurnian ditentukan berdasarkan persentase berat masing-masing komponen terhadap berat Kemurnian ditentukan berdasarkan persentase berat masing-masing komponen terhadap berat awal contoh kerja.
Pemurnian benih bertujuan : Pemurnian benih bertujuan :
1)
1) membuang benih spesies lain yang berbeda dengan spesies yang diproduksi dan bahan-membuang benih spesies lain yang berbeda dengan spesies yang diproduksi dan bahan-bahan pengotor.
bahan pengotor. 2)
2) memilih benih murni dari beni-benih yang kecil, berwarna tidak normal,dan benih-benihmemilih benih murni dari beni-benih yang kecil, berwarna tidak normal,dan benih-benih yang tidak sehat lainnya. Pemurnian benih tidak dapat dilakukan dengan sembarangan yang tidak sehat lainnya. Pemurnian benih tidak dapat dilakukan dengan sembarangan karena masing-masing kelompok benih mempunyai masalah yang harus dianalisis dan karena masing-masing kelompok benih mempunyai masalah yang harus dianalisis dan dipecahkan dengan menggunakan perangkat mesin dengan cara yang benar.Untuk benih dipecahkan dengan menggunakan perangkat mesin dengan cara yang benar.Untuk benih yang sedikit pengayakan dapat dilakukan tetapi pada benih yang banyak harus dilakukan yang sedikit pengayakan dapat dilakukan tetapi pada benih yang banyak harus dilakukan dengan mesin penampi. Ketika dibersihkan , benih dipisahkan dari kontaminan, tanah ,debu, dengan mesin penampi. Ketika dibersihkan , benih dipisahkan dari kontaminan, tanah ,debu, dan sekam dan benih yang inferior (diluar ukuran lazim,keriput, retak-retak,dan dan sekam dan benih yang inferior (diluar ukuran lazim,keriput, retak-retak,dan berpenyakit).
berpenyakit).
Dari data hasil praktikum yang dilakukan di lab. TPB
Dari data hasil praktikum yang dilakukan di lab. TPB – – Polije tersebut, sampel benihPolije tersebut, sampel benih
Inpari 13 memiliki kemurnian 99,8 %, Benih Tanaman Lain 0,1 % dan kotoran 0,1 %. Ini berarti Inpari 13 memiliki kemurnian 99,8 %, Benih Tanaman Lain 0,1 % dan kotoran 0,1 %. Ini berarti faktor kehilangan benih tidak lebih besar dari 5%, sehingga benih yang digunakan pada faktor kehilangan benih tidak lebih besar dari 5%, sehingga benih yang digunakan pada praktikum ini termasuk benih yang bermutu fisik baik.. Semakin baik mutu fisik benih, akan praktikum ini termasuk benih yang bermutu fisik baik.. Semakin baik mutu fisik benih, akan berpengaruh pada semakin baik mutu genetis dan fisiologis. Sebab murni benih tersebut, maka berpengaruh pada semakin baik mutu genetis dan fisiologis. Sebab murni benih tersebut, maka daya kecambah dan campuran dari benih lain juga sedikit, sehingga karakter benih terjaga dan daya kecambah dan campuran dari benih lain juga sedikit, sehingga karakter benih terjaga dan tumbuh di lapangan dengan optimal.
BAB 6. PENUTUP BAB 6. PENUTUP
6.1
6.1 KesimpulanKesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum ini adalah : Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum ini adalah :
Tujuan analisis kemurnian adalah untuk menentukan komposisi benih murni, benihTujuan analisis kemurnian adalah untuk menentukan komposisi benih murni, benih
lain dan kotoran dari contoh benih yang mewakili lot benih. Dengan mengetahui lain dan kotoran dari contoh benih yang mewakili lot benih. Dengan mengetahui kemurnian benih kita dapat menentukan mutu benih tersebut.
kemurnian benih kita dapat menentukan mutu benih tersebut.
Pada benih Inpari 13 didapat kemurnian benih 99,8%.Pada benih Inpari 13 didapat kemurnian benih 99,8%.
Faktor kehilangan benih dalam pengujian ini lebih kecil dari 5%, sehingga pengujianFaktor kehilangan benih dalam pengujian ini lebih kecil dari 5%, sehingga pengujian
itu dapat dikatakan benih yang digunakan pada praktikum ini bermutu fisik baik. itu dapat dikatakan benih yang digunakan pada praktikum ini bermutu fisik baik.
6.2
6.2 SaranSaran
Setiap benih yang akan digunakan untuk pembibitan tanaman, hendaknya dilakukan Setiap benih yang akan digunakan untuk pembibitan tanaman, hendaknya dilakukan uji kemurnian benih tersebut, untuk mengetahui mutu fisik benih tersebut. Karena hal ini uji kemurnian benih tersebut, untuk mengetahui mutu fisik benih tersebut. Karena hal ini sangat berkaitan dengan mutu genetis dan fisiologis dari benih tersebut. Maka persentase sangat berkaitan dengan mutu genetis dan fisiologis dari benih tersebut. Maka persentase perkecambahan benih akan semakin tinggi dan sifat/karakter dari varietas tersebut terjaga perkecambahan benih akan semakin tinggi dan sifat/karakter dari varietas tersebut terjaga kemurniannya. Sehingga nantinya benih yang kita dapat untuk bahan pertanaman dapat kemurniannya. Sehingga nantinya benih yang kita dapat untuk bahan pertanaman dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan hasil yang maksimal.
DAFTAR
DAFTAR PUSTAKAPUSTAKA
Garden Decorations. 2004. Struktur biji.
Garden Decorations. 2004. Struktur biji. http://www.ramadhan.20m.com/whats_new.html.http://www.ramadhan.20m.com/whats_new.html.
Diakses 12 Juni 20
Diakses 12 Juni 2012.12.
Kemurnian Benih. 2009. Pengujian Kemurnian Benih.
Kemurnian Benih. 2009. Pengujian Kemurnian Benih. www.google.comwww.google.com.. Diakses 10 Juni 2012.Diakses 10 Juni 2012. Uji Mutu Benih. 2012. BKPM Pasca Panen Benih. Politeknik Negeri Jember. Jember
Uji Mutu Benih. 2012. BKPM Pasca Panen Benih. Politeknik Negeri Jember. Jember
Tim Penyusun. 2009. Penuntun Praktikum Teknologi Benih. Jurusan Budidaya, Fakultas Tim Penyusun. 2009. Penuntun Praktikum Teknologi Benih. Jurusan Budidaya, Fakultas
Pertanian. Universitas Udayana. Denpasar. Pertanian. Universitas Udayana. Denpasar.