• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERSPEKTIF ILMU KEBUMIAN DALAM KAJIAN BENCANA GEOLOGI DI INDONESIA 5 6 SEPTEMBER 2018, GRHA SABHA PRAMANA PROCEEDING, SEMINAR NASIONAL KEBUMIAN KE-11

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERSPEKTIF ILMU KEBUMIAN DALAM KAJIAN BENCANA GEOLOGI DI INDONESIA 5 6 SEPTEMBER 2018, GRHA SABHA PRAMANA PROCEEDING, SEMINAR NASIONAL KEBUMIAN KE-11"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Instrumen sandbox di Laboratorium Geodinamik Teknik Geologi FT-UGM.
Gambar 4. Kondisi eksperimen ketika pemendekan mencapai 10%. Pada fase ini terbentuk set struktur pertama yang terdiri dari pasangan fore thrust dan back thrust.
Gambar 5. Kondisi eksperimen ketika pemendekan mencapai 20%. Pada fase ini terbentuk set struktur kedua serta terjadi block uplift di daerah transisi antara set struktur pertama dan kedua.
Gambar 6. Kondisi eksperimen ketika pemendekan mencapai 25%. Pada fase ini terbentuk set struktur ketiga serta terjadi block uplift di daerah transisi antara set struktur kedua dan ketiga.

Referensi

Dokumen terkait

Fase pertama tersebut membentuk sesar naik berarah timur laut – barat daya yang kemudian membentuk gawir bagian barat Pegunungan Selatan.. Dengan melihat arah

Aplikasi zonasi standar nannofosil oleh Martini (1971) dan Okada dan Bukry (1980) dilakukan dengan menggunakan awal kemunculan (FO) Reticulofenestra umbilica dan

Pada medan yang kurang mendukung, pengukuran dapat dilakukan dengan mengarahkan dua laser sejajar untuk mengukur kedudukan semu suatu bidang dari jarak jauh dan dilakukan kalkulasi

Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode observasional (Sugiyono, 2012) yaitu pengambilan limbah tambang emas rakyat Bombana yang mengadung merkuri pada lokasi

Budaya etnokonservasi yang ada, keterikatan batin penduduk dengan hewan peliharaan, serta aneka produk olahan khas dari tanah marjinal seperti tiwul dan gethuk menjadi

Berdasarkan pendekatan geomorfologi didapatkan bahwa topografi yang tampak pada daerah penelitian adalah morfologi perbukitan bergelombang kuat sampai lemah dengan

Akibat muka air laut relatif yang turun, terendapkan perselingan fasies grainstone (Gm) dan fasies packstone (Pm) dengan sisipan fasies batulempung (Cm) yang

Data lapangan dan pengamatan sampel secara detail akan diintegrasikan guna mengetahui jenis litologi dan fasies karbonat daerah telitian, agar daerah dengan jenis