PENGUATAN
PROGRAM TATA KELOLA OBAT PUBLIK & PERBEKALAN KESEHATAN TAHUN 2016
1
Engko Sosialine M.
Direktur Tata Kelola Obat Publik & Perbekalan Kesehatan Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan
1. SOTK Sesuai Kepmenkes No. 64 Tahun
2015 serta Tugas Pokok dan Fungsi
2. Capaian Kinerja Tahun 2015
3. Rencana Program/Kegiatan Tahun
2016
SOTK BARU, TUGAS POKOK
DAN FUNGSI
3
STRUKTUR ORGANISASI
DIREKTORAT TATA KELOLA OBAT PUBLIK DAN PERBEKALAN
KESEHATAN
DIREKTUR TATAKELOLA OBAT PUBLIK DAN PERBEKALAN KESEHATAN Dra. Engko Sosialine Magdalene, Apt.
SUBBAGIAN TATA USAHA Ahadi Wahyu Hidayat, S.Sos, S.Farm,
Apt.
SUBDIT PERENCANAAN DAN PENILAIAN KETERSEDIAAN
Dra. Nadirah Rahim, Apt. M.Kes
SUBDIT. PENGENDALIAN HARGA DAN PENGATURAN
PENGADAAN Dra. Sadiah, Apt., M. Kes
SUBDIT. PENGENDALIAN OBAT PUBLIK DAN PERBEKALAN
KESEHATAN Dra. Hidayati Mas'ud, Apt
SUBDIT.PEMANTAUAN PASAR OBAT PUBLIK DAN PERBEKALAN
KESEHATAN Dra. Sri Endah Suhartatik, Apt
SEKSI PERENCANAAN Dra. Prihatiwi Setiati, Apt. MKes SEKSI PENILAIAN KETERSEDIAAN Syahidah, S.Si, Apt SEKSI PENGENDALIANHARGA Dra. Evrina,Apt SEKSI PENGATURAN PENGADAAN Myta Suzana, S.Si., Apt
SEKSI PENGENDALIAN OBAT PUBLIK Martin Sirait, S.Si.,
Apt
SEKSI PENGENDALIAN PERBEKALAN KESEHATAN
Harwanti Nana Andini, S.Si, Apt
SEKSI PEMANTAUAN PASAR OBAT PUBLIK Mindawati, S.Si., Apt., MM
SEKSI PEMANTAUAN PASAR PERBEKALAN KESEHATAN drg. Retno Dewi Martami
KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
DIT. BINA OBAT PUBLIK DAN PERBEKALAN
KESEHATAN
DIT. TATA KELOLA OBAT PUBLIK DAN PERBEKALAN
KESEHATAN
SUBDIT ANALISIS & STANDARISASI HARGA OBAT
SUBDIT PENYEDIAAN OBAT PUBLIK & PERBEKKES
SUBDIT PENGELOLAAN OBAT PUBLIK & PERBEKKES
SUBDIT PEMANTAUAN & EVALUASI OBAT PUBLIK
& PERBEKKES
SUBDIT PENGENDALIAN HARGA & PENGATURAN
PENGADAAN
SUBDIT PERENCANAAN & PENILAIAN
KETERSEDIAAN
SUBDIT PENGENDALIAN OBAT PUBLIK & PERBEKKES
SUBDIT PEMANTAUAN PASAR OBAT PUBLIK &
PERBEKKES
MENJADI
SUBDIT ANALISIS & STANDARISASI HARGA OBAT
SUBDIT PENYEDIAAN OBAT PUBLIK & PERBEKKES
SUBDIT PENGENDALIAN HARGA & PENGATURAN
PENGADAAN
SUBDIT PERENCANAAN & PENILAIAN
Melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan,
penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria dan
pemberian bimbingan teknis dan supervisi, serta
pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang
tatakelola obat publik dan perbekalan kesehatan sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
a.
Penyiapan perumusan kebijakan;
b.Penyiapan pelaksanaan kebijakan;
c.Penyiapan penyusunan NSPK;
d.
Penyiapan emberian bimbingan teknis & supervisi;
e.Pemantauan evaluasi & pelaporan
di bidang perencanaan dan penilaian ketersediaan,
pengendalian harga dan pengaturan pengadaan serta
pengendalian dan pemantauan pasar obat publik dan
perbekalan kesehatan
f.
Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga
Dit
CAPAIAN KINERJA
TAHUN 2015
8
No
INDIKATOR
TARGET
2015 2016
2017 2018 20191 Persentase Ketersediaan Obat
dan Vaksin di Puskesmas 77% 80% 83% 86% 90%
2
Persentase Instalasi Farmasi Kab/ Kota yang melakukan
manajemen pengelolaan Obat dan Vaksin sesuai Standar
55% 60% 65% 70% 75%
KETERSEDIAAN 20 ITEM OBAT & VAKSIN INDIKATOR DI PUSKESMAS 0,00 25,00 50,00 75,00 100,00 Provinsi DIY Provinsi Kalbar Provinsi Kaltara Provinsi DKI Provinsi Sultra Provinsi NTB Provinsi Jateng Provinsi Riau Provinsi Bali Provinsi Malut Provinsi Sumbar Provinsi Kalsel Provinsi Jambi Provinsi Sulteng Provinsi Kalteng Provinsi Jatim Provinsi Kaltim Provinsi Gorontalo NASIONAL Provinsi NAD Provinsi Jabar Provinsi Lampung Provinsi Sulut Provinsi Sumsel Provinsi Bengkulu Provinsi Banten Provinsi Babel Provinsi Sumut Provinsi Papua Provinsi Maluku Provinsi Kepri Provinsi NTT Provinsi Sulbar Provinsi Sulsel Provinsi Papua… 92,73 90,0090,00 89,60 87,83 87,00 85,57 85,53 85,45 84,17 83,96 83,57 83,44 83,24 82,78 81,62 80,94 80,00 79,38 78,2377,99 77,8077,50 76,63 75,29 74,87 70,00 69,74 69,70 66,39 65,00 PROFIL NASIONAL - 25,00 50,00 75,00 100,00 Diazepam injeksi 5 mg/mL Metilergometrin Maleat inj 0,200 mg-1 ml Epinefrin (Adrenalin) injeksi 0,1% (sebagai…
Fitomenadion (Vitamin K) injeksi Furosemid tablet 40 mg Amoxicillin syrup Vaksin TT Vaksin BCG Garam oralit Parasetamol 500 mg tab 45,11 51,53 54,29 61,70 63,67 72,06 78,87 79,57 80,55 86,08 87,27 88,65 89,73 89,73 90,62 90,72 92,30 93,68 94,97 96,45
Ketersediaan obat secara nasional mencapai
79,38% Sejumlah 79,38% obat yg dipantau
tersedia di puskesmas.
Item yg paling banyak tersedia di puskesmas:
Parasetamol (di 96,45% puskesmas sample).
Item yg paling banyak tidak tersedia di
puskesmas:
MgSO4 injeksi 20% (ada di 45,11% puskesmas sampel)
Diazepam Inj (51,53%) Albendazol Tab (54,29%)
CAPAIAN INDIKATOR PERSENTASE IF KAB/KOTA YANG MELAKUKAN
MANAJEMEN PENGELOLAAN OBAT DAN VAKSIN SESUAI STANDAR TAHUN 2015
53.67 57.29 60.97 61.53 61.95 63.58 64.88 66.40 67.63 67.90 68.11 68.43 70.49 72.02 72.82 73.07 73.09 73.77 74.42 74.58 76.02 76.18 76.86 78.52 78.54 80.20 80.40 80.97 81.13 81.41 81.66 81.96 84.97 87.07 0.00 10.00 20.00 30.00 40.00 50.00 60.00 70.00 80.00 90.00 100.00 DKI JAKARTA MALUKU UTARA SULAWESI BARAT SULAWESI SELATAN SUMATERA UTARA ACEH PAPUA PAPUA BARAT BANTEN NUSA TENGGARA TIMUR KALIMANTAN UTARA MALUKU SULAWESI UTARA SULAWESI TENGGARA SUMATERA SELATAN GORONTALO KALIMANTAN TENGAH KEPULAUAN RIAU RIAU KALIMANTAN TIMUR LAMPUNG JAWA BARAT SULAWESI TENGAH BENGKULU KALIMANTAN BARAT KALIMANTAN SELATAN JAWA TIMUR BALI NUSA TENGGARA BARAT SUMATERA BARAT BANGKA BELITUNG JAMBI JAWA TENGAH DI YOGYAKARTA Keterangan: - SCORE STANDAR MINIMAL = 70 - TARGET 2015 = 55.00% - CAPAIAN 2015 = 57.34% - SESUAI STANDAR = 293
e-Logistik:
Corrective Action Tahun 2015
• User manual hanya dalam bentuk soft copy
dan video tutorial
• Forum komunikasi e-Logistik (jumlah peserta
225)
• Pelatihan/Sosialisasi e-Logistik (Menu Dekon)
• Trouble shooting e-Logistik
Kategori Pengguna e-Logistik & Upaya TL
• Pasif
(sudah ada sistem - tidak menggunakan – tidak ada tindakan)– Menunggu instruksi dari atas
– Upaya TL: Instruksi menggunakan dan atau integrasi data di pusat (bank data)
• Beginner
(instalasi – input penerimaan)– Instalasi, Memasukan data (tapi berhenti)
– Upaya TL: Mapping obat, pendampingan, dukungan teknis, monitoring
• Intermediate
(distribusi – integrasi)– Mengunakan e-logistics sampai fungsi distribusi dan mengirim laporan rutin
– Strategi TL: Pendampingan, dukungan teknis
• Advanced
– Mengunakan e-logistics sampai fugnsi distribusi – Upaya TL: Narasumber, pemberi dukungan teknis
Evaluasi Implementasi e-Katalog Obat
Tidak ada data realisasi e-purchasing dan manual Keluhan Satker diverifikasi secara manual IF dan distributor tidak melaksanakan suplai obat sesuai pemesanan
RKO secara
manual
RENCANA PROGRAM/KEGIATAN
DIT TATA KELOLA OBAT PUBLIK &
PERBEKKES
TA 2016
16
No
INDIKATOR
TARGET
2015 2016
2017 2018 2019 1 Persentase Ketersediaan Obatdan Vaksin di Puskesmas 77% 80% 83% 86% 90%
2
Persentase Instalasi Farmasi Kab/ Kota yang melakukan
manajemen pengelolaan Obat dan Vaksin sesuai Standar
55% 60% 65% 70% 75%
1. Menjamin ketersediaan obat dan perbekalan
kesehatan
2. Standarisasi harga obat
3. Penguatan implementasi one gate policy
dalam manajemen tata kelola obat
4. Implementasi monev katalog obat dan
e-logistik obat
5. Pemantauan pasar obat dan Perbekalan
kesehatan
FOKUS PROGRAM/KEGIATAN
TAHUN 2016
PENYEDIAAN OBAT, VAKSIN DAN PERBEKALAN KESEHATAN
NO OBAT, VAKSIN DAN PERBEKES
1 Vaksin Reguler
2 Penyakit Menular (Kusta, Frambusia, Diare, Hepatitis) 3 Penyakit P2B2 (Malaria, Filariasis & Kecacingan)
4 AIDS dan PMS
5 TB Paru
6 Obat dan Perbekes Haji
7 Kesehatan Ibu, Kesehatan Anak dan Gizi 8 Vaksin Haji dan Umroh
10 Kesehatan Jiwa
11 Reagensia (Skrining darah, Campak dan bahan lab) 12 ADS dan Safety Box
13 Operasi Surya Baskara 14 Obat Poliklinik
15 Buffer stock Pusat, Propinsi
Percepatan Penyediaan Obat dan Vaksin
• Cakupan vs RKO vs Alokasi Anggaran
• Komunikasi rencana pengadaan dan alokasi per
provinsi dengan Pemegang Program dan Prov.
• Percepatan pengadaan
• Percepatan pendistribusian: SPB Balik
• BAST
Upaya Penguatan Implementasi
e-Logistik-Pendekatan Sistem
• Fungsi upload data indikator obat dan vaksin
Puskesmas (20 item obat), upload file laporan
Kabupaten/Kota
• Update versi e-Logistik secara otomatis (sub-version)
• Penyediaan aplikasi demo dengan contoh data obat
dan perbekalan kesehatan
• Petunjuk integrasi di Bank Data e-Logistik pusat
(khusus untuk e-Logistik mandiri)
Kebijakan Pelatihan e-Logistik Fasilitator Mapping Pendampingan penggunaan Trouble Shooting Pengguna Pasif Pengguna Beginner Pengguna Intermediate Pengguna Advanced Analisis Data, Monitoring
Upaya Percepatan Implementasi
e-Logistik-Pendekatan Pengguna
LKPP
Server e-Catalogue LKPP
Server Aplikasi e-Monev
Kemenkes
Aplikasi Rencana Kebutuhan
Obat (RKO)
Aplikasi Data Realisasi
e-Purchasing:
Pemantauan
demand
dan
supply
• Definisi:
“Sistem aplikasi yang berfungsi untuk monitoring dan
evaluasi pengadaan obat berdasarkan katalog elektronik.”
• Stakeholders:
– Kementerian Kesehatan (Dit. Oblik dan Perbekkes)
– Penyedia (Industri Farmasi, PBF)
– Faskes dan Satker bid. Kesehatan (RS, Apotek, PKM, Dinkes)
• Output:
– Realisasi dan ketersediaan pengadaan obat katalog
– Rencana Kebutuhan Obat (RKO) tahun berikutnya
RKO dalam
E-Monev Katalog Obat
• RKO Tahun berjalan pembanding realisasi pengadaan obat tahun berjalan
• RKO Tahun berikutnya bahan evaluasi penetapan katalog obat tahun berikutnya
• Input Komitmen Produksi • Input pemesanan obat IF Input pengiriman obat PBF • Klik penerimaan obat • Input RKO Tahun Berikutnya Faskes Dinkes Verifikasi thdp RKO Tahun Berjalan Rekapitulasi RKO Tahun Berikutnya
MENU DAK
SUBBIDANG PELAYANAN KEFARMASIAN
a. Penyediaan Obat dan Perbekkes
b. Pembangunan Baru/Rehabilitasi IF dan/atau
Penyediaan Sarana Pendukung Instalasi
Farmasi Kab/Kota
c. Pembangunan Baru/Rehabilitasi IF dan/atau
Penyediaan Sarana Pendukung Instalasi
• Rp. 3,510,433,09 • 492 KAB/KOTA
KAB/KOTA
• Rp. 131,563,13
• 22 PROVINSI
PROVINSI
Rp. 3,641,996,22 Perlu Penataan Alokasi DAK dalam rangka PeningkatanHarapan Kepada Dinas Kesehatan
• Fasilitator pengumpulan data
• Verifikasi dan validasi data
• Menjaga ketersediaan dlm tingkat aman
Ketersediaan
Obat & Vaksin
• Koordinasi aktif dg Pemegang Program • Menjaga ketersediaan dlm tingkat aman • GSP, GDP
One Gate Policy
• Penguatan penerapan
e-Logistik &
e-Monev Katalog
•Percepatan realisasi sesuai kebutuhan
No INDIKATOR DEFINISI OPERASIONAL
TARGET
2017 2018 2019 2020
INDIKATOR PRIORITAS
1 Persentase puskesmas dengan ketersediaan obat dan vaksin esensial
Persentase puskesmas yang memiliki 80% obat dan vaksin essensial (pemantauan dilaksanakan terhadap 20 item obat indikator)
45% 50% 55% 60%
2
Persentase instalasi farmasi Provinsi dan Kabupaten/Kota yang menerapkan aplikasi logistik obat dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP)
Persentase instalasi farmasi provinsi dan kabupaten/kota yang menerapkan sistem elektronik logistik obat dan BMHP
20% 30% 40% 50%
INDIKATOR NON PRIORITAS
1
Persentase Instalasi farmasi Kabupaten/Kota yang melakukan manajemen pengelolaan obat dan vaksin sesuai standar
Persentase Instalasi farmasi Kab/ Kota yang melaksanakan manajemen pengelolaan obat dan vaksin sesuai standar dengan skor 70
65% 70% 75% 80%
2 Penunjang kegiatan Peningkatan Tata Kelola Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan
Perencanaan program, penyusunan laporan, evaluasi, penyediaan data dan informasi, pembinaan pegawai,
pengadaan sarana dan prasarana perkantoran, kendaraan operasional, rehab gedung, pendampingan, layanan kantor
- - -
-INDIKATOR KINERJA DIT. TATA KELOLA OBAT PUBLIK DAN PERBEKKES
TAHUN 2017 - 2020
32
Kendala Penerapan
e-catalogue
Obat
(1)
Kendala
Solusi
Tidak ada di e-Catalogue
Pemesanan tidak direspons oleh IF
Penyedia sementara kebutuhan
mendesak dan tdk dapat ditunda
IF Penyedia telah menyetujui
pemesanan tapi baru tersedia
beberapa bulan kemudian atau
waktu pengiriman terlalu lama
Penolakan pemesanan oleh IF
Penyedia karena stok tidak tersedia
IF penyedia dikenakan sanksi
administratif berupa PSK
Pelaksanaan pengadaan dilakukan
melalui metode pemilihan penyedia
sesuai Perpres Pengadaan B/J
Pemerintah.
Dasar:
1. Peraturan Menteri Kesehatan No. 63/2014 ttg Pengadaan Obat
berdasarkan Katalog Elektronik 2. Surat Edaran Kepala LKPP No. 3
Tahun 2015 tentang Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa melalui
33
Kendala Penerapan
e-catalogue
Obat
(2)
Kendala
Solusi
Kendala operasional
e-purchasing
Faskes swasta tidak bisa lakukan
pengadaan dg e-Catalogue
Pelaksanaan pengadaan dilakukan
secara offline (manual) langsung
kepada IF Penyedia
Dasar:
1. Peraturan Menteri Kesehatan No. 63/2014 ttg Pengadaan Obat
berdasarkan Katalog Elektronik 2. Surat Edaran Kepala LKPP No. 3
Tahun 2015 tentang Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa melalui
34
Kendala Penerapan
e-catalogue
Obat
(3)
Kendala
Solusi
Pembayaran yang tertunda
Penyedia: pembayaran maksimal
30 hari
Dituangkan dalam kontrak
Distributor tdk memenuhi
kesepakatan waktu pengiriman,
ED dan retur (?)
Dituangkan secara rinci pada
kontrak antara RS dengan
Distibutor
Dasar
Perpres Pengadaan B?J
Pemerintah
Distributor minta biaya
pengiriman
Tdk diperbolehkan
Harga e-Catalogue sudah termasuk ppn dan biaya distribusi
35
Kendala Penerapan
e-catalogue
Obat
(4)
Kendala
Solusi
Beberapa obat yang tdk terdapat lagi
dalam Fornas terbaru
Telah dibahas dengan Komnas
Fornas
Minggu depan terbit Addendum
Fornas, efektif berlaku sejak 1
Januari 2016
Salah satu obat kanker
Cyclophosphamide yang ada di e-katalog hanya 1 merk dagang
sementara sediaan tersebut
mempunyai kelemahan sulit untuk dilarutkan
Untuk produk biologicals, obat kanker dan nutrisi parenteral semuanya akan ditayangkan
Obat khusus tdk ada di e-Catalogue Ditetapkan SK Menteri Kesehatan ttg Harga Dasar Obat Khusus