• Tidak ada hasil yang ditemukan

DINAS PENDIDIKAN KOTA CIREBON TIM MGMP EKONOMI KOTA CIREBON

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DINAS PENDIDIKAN KOTA CIREBON TIM MGMP EKONOMI KOTA CIREBON"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

DINAS PENDIDIKAN KOTA CIREBON

TIM MGMP EKONOMI KOTA CIREBON

(2)

LEMBAR KEGIATAN SISWA MATA PELAJARAN EKONOMI

KELAS X

PENYUSUN :

TIM MGMP EKONOMI SMA KOTA CIREBON KETUA :

YANDRIANA F.M, S.E

ANGGOTA :

HENI HUSNUL KHOTIMAH, S.E SRI SUPARTINI KURNIANINGSIH, S.E

DRA. KARTINI DENOK HAPSARI DRA SITI ROCHAENI, M.M DRA. RIENA TISNAERIE, M.PD

YAYAH ROKAYAH, S.PD

EDITOR :

DRS. ACHMAD KUSRIADI, TATI DEVIYANTI, M.PD

(3)

BAB I. INTI PERMASALAHAN EKONOMI

STANDAR KOMPETENSI : MEMAHAMI PERMASALAHAN EKONOMI DALAM KAITANNYA DENGAN KEBUTUHAN MANUSIA, KELANGKAAN DAN SISTEM EKONOMI

KOMPETENSI DASAR 1 : MENDESKRIPSIKAN KEBUTUHAN MANUSIA A. KEBUTUHAN

Kebutuhan adalah sesuatu yang diperlukan manusia untuk mencapai kemakmuran. Berdasar kelompoknya kebutuhan dibagi menurut :

1. Intensitas yaitu : ... 2. Sifatnya yaitu : ... 3. Waktu yaitu : ... 4. Subjeknya yaitu : ... KOMPETENSI DASAR 2 : MENDESKRIPSIKAN BERBAGAI SUMBER EKONOMI YANG LANGKA DAN

KEBUTUHAN MANUSIA YANG TIDAK TERBATAS B. KELANGKAAN

Kelangkaan adalah suatu kondisi atau keadaan kebutuhan manusia tidak terbatas, dihadapkan pada sarana atau alat pemuas kebutuhan yang terbatas. Alat pemuas kebutuhan ini bisa berbentuk barang ataupun jasa. Ilmu ekonomi mempelajari cara cara manusia mengatasi masalah kelangkaan dan cara memenuhi kebutuhan manusia.

Tiap manusia memiliki kebutuhan dan alat pemuas kebutuhan yang berbeda. Perbedaan tersebut disebabkan oleh faktor peradaban, lingkungan, adat istiadat dan agama.

Hal hal yang menyebabkan kelangkaan :

1. ... 2. ... 3. ... 4. ... Untuk memuaskan kebutuhannya, manusia memerlukan pemuas berupa barang dan jasa. Barang berbentuk kongkret dan jasa berbentuk abstrak. Berdasarkan alat pemuasnya, barang dan jasa dibagi menurut : 1. Sifatnya yaitu : ... 2. Fungsinya yaitu : ... 3. Wujudnya yaitu : ... 4. Cara penggunaannya : ... 5. Pengerjaannya yaitu : ...

(4)

Berdasarkan faedah atau utilitasnya, AL Meyers membagi barang dan jasa menjadi : 1. ... 2. ... 3. ... 4. ... 5. ... Selain itu adapula pengelompokan barang dan jasa yang lain menurut hubungan konsumsi dan tingkat pendapatan yaitu:

1. ... 2. ... 3. ... KOMPETENSI DASAR 3 : MENGIDENTIFIKASI MASALAH EKONOMI YAITU TENTANG APA,

BAGAIMANA DAN UNTUK SIAPA BARANG DIPRODUKSI D. INTI MASALAH EKONOMI ATAU PERSOALAN DASAR EKONOMI

Permasalahan dasar ekonomi adalah bagaimana memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemenuhan kebutuhan sangat terbatas. Dengan kata lain, manusia harus dapat mengalokasikan alat pemuas kebutuhan yang sifatnya terbatas untuk memenuhi kebutuhan nya yang tidak terbatas. Oleh karena itu manusia harus melakukan berbagai pilihan.

Inti masalah ekonomi atau Persoalan dasar ekonomi adalah :

1. Ekonomi klasik, masalah ekonomi meliputi : ... ... ... 2. Ekonomi Modern, masalah ekonomi meliputi : ... ... ... E. PRINSIP DAN MOTIF EKONOMI

1. Prinsip ekonomi adalah pedoman / patokan yang digunakan manusia dalam melakukan kegiatan tindakan ekonomi. Pedoman tersebut berupa : “Dengan pengorbanan yang tertentu untuk memperoleh hasil yang sebesar-besarnya.”

2. Motif ekonomi adalah dorongan yang menyebabkan manusia melakukan tindakan ekonomi. Dorongan tersebut dapat berupa :

a. ... b. ...

(5)

c. ... d. ... KOMPETENSI DASAR 4 : MENGIDENTIFIKASIKAN HILANGNYA KESEMPATAN PADA TENAGA KERJA

BILA MELAKUKAN PRODUKSI DI BIDANG LAIN C. BIAYA PELUANG

Biaya Peluang (Opportunity Cost) adalah ... ... ... ... Berikan contohnya : 1. ... ... ... ... 2. ... ... ... ... KOMPETENSI DASAR 5 : MENGIDENTIFIKASI SISTEM EKONOMI UNTUK MEMECAHKAN MASALAH EKONOMI E. SISTEM EKONOMI

Sistem ekonomi adalah cara sebuah negara menyelesaikan masalah masalah ekonomi secara sistematis. Sistem ekonomi sebuah negara dipengaruhi oleh ideologi negara yang bersangkutan. Beberapa sistem ekonomi yang ada :

1. Sistem ekonomi tradisional

Ciri cirinya adalah ... ... ... ... 2. Sistem ekonomi sosialis

Ciri cirinya adalah ... ... ... ... 3. Sistem ekonomi liberal

(6)

Ciri cirinya adalah ... ... ... ... 4. Sistem ekonomi campuran (sosialis dan liberal)

Ciri cirinya adalah ... ... ... ... 5. Sistem ekonomi Indonesia (Demokrasi Ekonomi)

Demokrasi ekonomi yang diterapkan di Indonesia mengandung ciri-ciri sebagai berikut :

Ciri cirinya positifnya adalah ... ... ... ... Ciri cirinya negatif adalah ... ... ... ...

(7)

BAB II. KONSUMEN DAN PRODUSEN

STANDAR KOMPETENSI : MEMAHAMI KONSEP EKONOMI DALAM KAITANNYA DENGAN KEGIATAN EKONOMI KONSUMEN DAN PRODUSEN

KOMPETENSI DASAR 1 : MENDESKRIPSIKAN POLA PERILAKU KONSUMEN DAN PRODUSEN DALAM KEGIATAN EKONOMI

A. KONSUMEN

Konsumsi adalah ... Orang yang melakukan kegiatan konsumsi disebut ... Teori Perilaku konsumen :

1. Pendekatan kardinal yaitu ... ... ... ... 2. Pendekatan ordinal yaitu ... ... ... ... B. PRODUSEN Produksi adalah ... Orang yang melakukan kegiatan produksi disebut ... 1. Fungsi Produksi atau Persamaan Produksi

Fungsi produksi adalah suatu fungsi atau persamaan yang menunjukkan hubungan antara tingkat output dan tingkat (kombinasi) penggunaan input-input.

Secara matematis fungsi produksi adalah : Q = f (C, L, R, T) Q : ... f : ... C : ... L : ... R : ... T : ...

(8)

2. Teori Produksi Tahapan Produksi

 Sektor produksi ... meliputi bidang ...

 Sektor produksi ... meliputi bidang ...

 Sektor produksi ... meliputi bidang ... Faktor-faktor Produksi

 Faktor produksi ..., terdiri dari : ...

 Faktor produksi ..., terdiri dari : ... 3. Perilaku Produksi

The Law of diminishing returns” adalah ... ... ... ... Sebidang tanah dengan luas tetap 1 Ha akan diolah dan ditanami tanaman. Modal yang disiapkan adalah sebesar Rp 50.000.000,00

Pekerja TP (Total Product)dalam ton MP (Marginal Product)dalam ton 1 2 3 4 5 6 10 21 34 42 46 48 10 11 13 8 4 2

Hukum penambahan yang semakin berkurang mulai terlihat pada penggunaan pekerja ke ... Jelaskan ! ... ... ... ...

4. Produktivitas

Produktivitas dapat ditingkatkan dengan cara sebagai berikut :

a. ... ... b. ... ... c. ... ...

(9)

... KOMPETENSI DASAR 2 : MENDESKRIPSIKAN CIRCULAR FLOW DIAGRAM

F. DIAGRAM ARUS KEGIATAN EKONOMI

Aktivitas ekonomi yang melibatkan Rumah Tangga Produksi dan Rumah Tangga Konsumsi digambarkan oleh Francois Quesney (1694-1774) dalam bukunya yang berjudul “Tableua Economique”, yang disebut sebagai “the Circular Flow of Economic Activity” yang artinya arus lingkaran kegiatan ekonomi yang meliputi arus barang dan arus uang.

Keterangan gambar :

1. ... 2. ... 3. ... 4. ...

KOMPETENSI DASAR 3 : MENDESKRIPSIKAN PERAN KONSUMEN DAN PRODUSEN G. PERAN KONSUMEN DAN PRODUSEN

1. Peran Konsumen  ...  ...  ...  ... 2. Peran Produsen  ...  ...  ...

(10)

 ...

 ...

 ...

 ...

(11)

BAB III. PERMINTAAN, PENAWARAN DAN KESEIMBANGAN PASAR

STANDAR KOMPETENSI : MEMAHAMI KONSEP EKONOMI DALAM KAITANNYA DENGAN PERMINTAAN, PENAWARAN HARGA KESEIMBANGAN DAN PASAR

KOMPETENSI DASAR 1 : MENGIDENTIFIKASI FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN DAN PENAWARAN

KOMPETENSI DASAR 2 : MENJELASKAN HUKUM PERMINTAAN DAN PENAWARAN SERTA ASUMSI YANG MENDASARINYA A. PERMINTAAN (DEMAND) Permintaan adalah : ... ... ... ... Hukum permintaan : ... ... ... dipengaruhi oleh : ... ... ... ... ... ... Fungsi permintaan : P = a – b Q atau Q = a – b P

Cara menentukan persamaan fungsi permintaan :

1 2 1 1 2 1

Q

Q

Q

Q

P

P

P

P

B. PENAWARAN (SUPPLY) Penawaran adalah : ... ... ... ... Hukum penawaran : ... ... ... dipengaruhi oleh : ... ...

(12)

... ... ... ... Fungsi penawaran : P = a + Bq atau Q = a + b P

Cara menentukan persamaan fungsi penawaran :

1 2 1 1 2 1

Q

Q

Q

Q

P

P

P

P

Ada tiga macam barang dimana kurva permintaan dan penawaran tidak berlaku, yaitu;

a. ... ... b. ... ... c. ... ... KOMPETENSI DASAR 3 : MENDESKRIPSIKAN HARGA DAN JUMLAH KESEIMBANGAN

C. KESEIMBANGAN PASAR

Keseimbangan pasar (Price Equillibrium) adalah harga yang terjadi apabila jumlah barang yang diminta sama dengan jumlah barang yang ditawarkan. Yaitu pada saatPd = Ps atau Qd = Qs

Contoh soal :

Diketahui : sebuah fungsi permintaan P = 1000 – 20Q dan fungsi penawaran P = -600 + 20Q. Ditanyakan : tentukan harga dan jumlah keseimbangan !

Jawab : ... ... ... ... ... ... ...

D. KESEIMBANGAN PASAR YANG DIPENGARUHI PAJAK

Pajak yang dikenakan atas penjualan selalu menambah harga barang yang ditawarkan, sehingga hanya mempengaruhi fungsi penawaran, sedang fungsi permintaannya tetap.

(13)

Contoh soal :

fungsi permintaan ditunjukkan dengan P = 50 – 2Q, dan fungsi penawaran ditunjukkan dengan P = -30 + 2 Q. Apabila pemerintah menetapkan pajak sebesar Rp 10,00 per unit, hitung keseimbangan pasar setelah pajak. Jawab : ... ... ... ... ... ... ... E. KESEIMBANGAN PASAR YANG DIPENGARUHI SUBSIDI

Subsidi merupakan bantuan yang diberikan pemerintah kepada produsen dan konsumen, sehingga subsidi selalu mengurangi harga barang yang ditawarkan atau hanya mempengaruhi fungsi penawaran, sedang fungsi permintaannya tetap.

Contoh:

Fungsi permintaan ditunjukkan dengan P = 50 – 2Q, dan fungsi penawaran ditunjukkan dengan P = -30 + 2 Q. Apabila Pemeintah menetapkan subsidi Rp 10,00 per unit. Tentukan Titik keseimbangan pasar setelah subsidi Jawab: ... ... ... ... ... ... ... F. ELASTISITAS PERMINTAAN DAN PENAWARAN

1. Elastisitas permintaan adalah ... ... 2. Elastisitas penawaran adalah ... ... Terdapat beberapa macam Koefisien elastisitas (E), diantaranya :

1. Elastisitas ... adalah ... ... 2. Elastisitas ... adalah ...

(14)

... 3. Elastisitas ... adalah ... ... Apabila menggunakan notasi matematika maka koefisien elastisitasnya dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : E =

harga

perubahan

barang

jumlah

perubahan

Rumus :

Q

P

x

ΔP

Q

Δ

E

Keterangan :

Q = perubahan jumlah barang

P = perubahan harga barang P = harga awal

Q = jumlah barang awal

Lengkapilah tabel macam macam elastisitas dibawah ini

No Jenis Elastisitas E Contoh Barang

1. Permintaan elastis 2. Permintaan inelastis 3. Permintaan uniter/normal 4. Permintaan elastis sempruna 5. Permintaan inelastis Sempurna

(15)

BAB IV. PASAR

STANDAR KOMPETENSI : MEMAHAMI KONSEP EKONOMI DALAM KAITANNYA DENGAN PERMINTAAN, PENAWARAN HARGA KESEIMBANGAN DAN PASAR

KOMPETENSI DASAR 4 : MENDESKRIPSIKAN BERBAGAI BENTUK PASAR BARANG A. PASAR OUTPUT (BARANG DAN JASA)

Pasar adalah hubungan keseluruhan dari permintaan dengan penawaran terhadap barang atau jasa. Dilihat dari hubungan antar pembeli dan penjual,

pasar dibedakan menjadi :

1. Pasar persaingan sempurna. Ciri-cirinya adalah :

a. ... b. ... c. ... d. ... e. ... 2. Pasar persaingan tidak sempurna. Ciri cirinya adalah tidak memiliki ciri ciri pasar persaingan sempurna.

Pasar persaingan tidak sempurna, terdiri dari :

a. Pasar ... adalah pasar ... b. Pasar ... adalah pasar ... c. Pasar ... adalah pasar ... d. Pasar ... adalah pasar ... KOMPETENSI DASAR 5 : MENDESKRIPSIKAN PASAR INPUT

B. PASAR INPUT (FAKTOR PRODUKSI)

Pasar Faktor produksi / pasar input adalah ... ... 1. Pasar tanah (Sumber Daya Alam) adalah Pasar yang menghubungkan penjual dengan pembeli tanah

untuk melakukan transaksi perdagangan. Pemilik Tanah menerima imbalan jasa berupa sewa Teori sewa tanah :

a. Menurut David Ricardo ... ... b. Menurut Von Thuen ... ... 2. Pasar Tenaga Kerja (Sumber Daya Manusia) adalah pasar yang menghubungkan penjual dan pembeli

tenaga kerja untuk melakukan transaksi perdagangan. Tenaga kerja akan memperoleh upah/gaji Teori upah / gaji

(16)

... b. Menurut J.S. Mill (Teori Dana Upah), ... ... c. Menurut Von Thunen (Teori Upah Ethis), ... ... d. Menurut Karl Mark (Teori Upah Lebih), ... ... 3. Pasar Modal (Sumber Daya Modal) adalah pasar yang menghubungkan antara penjual dan pembeli modal uang untuk melakukan transaksi perdagangan. Pemilik modal akan menerima pendapatan berupa bunga modal

Teori bunga modal :

a. Menurut J.B. say (Teori Produktivitas) ... ... ... b. Menurut Nassau W. Senior (teori Abstinence / penghematan) ... ... ... c. Menurut Von Bohn Bawerk (Teori Agio / Time Preference) ... ... ... 4. Pasar Kewirausahaan / pengusaha. Pengusaha akan memperoleh balas jasa berupa keuntungan / laba.

Teori Laba Pengusaha

a. J.B. Say. ... ... b. J. Schumpeter. ... ... Jawaban : C

(17)

BAB V. EKONOMI MIKRO, EKONOMI MAKRO DAN MASALAH YANG DIHADAPI PEMERINTAH STANDAR KOMPETENSI : MEMAHAMI KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM BIDANG EKONOMI

KOMPETENSI DASAR 1 : MENDESKRIPSIKAN PERBEDAAN ANTARA EKONOMI MIKRO DAN EKONOMI MAKRO

A. EKONOMI MIKRO

Ekonomi Mikroadalah ... ... ... ... ... ... Ruang lingkup yang dipelajari dalam ekonomi mikro adalah ... ... ... ... ... ... B. EKONOMI MAKRO

Ekonomi Makroadalah ... ... ... ... ... ... Ruang lingkup yang dipelajari dalam ekonomi makro adalah : ... ... ... ... ... ... KOMPETENSI DASAR 2 : MENDESKRIPSIKAN MASALAH PEREKONOMIAN YANG DIHADAPI

PEMERINTAH C. MASALAH YANG DIHADAPI PEMERINTAH

(18)

a. ... b. ... c. ... d. ... Tujuan kebijakan ekonomi makro

a. ... b. ... c. ... d. ... e. ... f. ... g. ... h. ... Bentuk bentuk kebijakan ekonomi makro

 Kebijakan Fiskal, yaitu dengan cara ... ... ...

 Kebijakan Moneter, yaitu dengan cara ... ... ... ...

(19)

BAB VI. PENDAPATAN NASIONAL

STANDAR KOMPETENSI : MEMAHAMI PRODUK DOMESTIK BRUTO, PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO, PENDAPATAN NASIONAL BRUTO, DAN PENDAPATAN NASIONAL KOMPETENSI DASAR 1 : MENDESKRIPSIKAN PERAN KONSUMEN DAN PRODUSEN

A. KONSEP PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL

Dalam perhitungan pendapatan nasional negara dikenal beberapa konsep pendapatan nasional, yaitu : 1. GDP (Gross Domestic Product = Produk Domestik Bruto) adalah ... 2. GNP (Gross National Product = Produk Nasional Bruto) adalah ... 3. NNP (Nett National Product = Produk Nasional Bersih) adalah ... 4. NNI (Nett National Income = Pendapatan Nasional Bersih) adalah ... 5. PI (Personal Income = Pendapatan Perseorangan) adalah ... 6. DI (Disposible Income = Pendapatan yang siap dibelanjakan) adalah ... Contoh :

di bawah ini diberikan contoh perhitungan pendapatan nasional suatu negara, (dalam jutaan rupiah)

GDP (Gross Domestic Product) Rp 156.000,00

Produk yang dihasilkan WNA di dalam negeri Rp 26.000,00 -Rp 130.000,00 Produk yang dihasilkan WNI di luar negeri Rp 10.000,00 + GNP (Gross National Product) Rp 140.000,00 Penyusutan dan penggantian barang modal Rp 15.000,00

-NNP (Nett National Product) Rp 125.000,00

Pajak tidak langsung Rp 22.000,00

-NNI (Nett National Income) atau NI (National Income) Rp 103.000,00

Dana sosial Rp 3.000,00

Laba yang ditahan Rp 6.000,00 Pajak perusahaan/perseroan Rp 12.000,00 + Rp 21.000,00 -Rp 82.000,00 Transfer pemerintah Rp 8.000,00 -PI (Personal Income) Rp 74.000,00 Pajak langsung Rp 4.000,00 -DI (Disposible Income) Rp 70.000,00 Tabungan (saving) Rp 15.000,00

(20)

B. METODE PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL

Tiga pendekatan yang digunakan untuk perhitungan pendapatan nasional :

1. Metode ... Rumusnya sebagai berikut :

... ... ... 2. Metode ... Rumusnya sebagai berikut :

... ... ... 3. Metode ... Rumusnya sebagai berikut :

... ... ... C. PENDAPATAN PERKAPITA.

Pendapatan Perkapita adalah ... ...

Rumus Pendapatan per kapita = ... ...

KOMPETENSI DASAR 2 : MENJELASKAN MANFAAT PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL D. MANFAAT MEMPELAJARI PENDAPATAN NASIONAL

1. ... 2. ... 3. ... 4. ... 5. ... 6. ... 7. ... E. DISTRIBUSI PENDAPATAN NASIONAL

Distribusi pendapatan nasional merupakan unsur penting untuk mengetahui tingi rendahnya kesejahteraan atau kemakmuran suatu negara. Untuk mengetahui tingkat pemerataan distribusi pendapatan suatu negara

(21)

dapat diketahui dari Kurva Lorenz, yaitu kurva yang menggambarkan hubungan antara distribusi jumlah penduduk dengan distribusi pendapatan. Sedangkan indikator untuk mengukur tingkat ketimpangan distribusi pendapatan adalah Indeks Gini.

Kriteria nilai Indeks Gini adalah sebagai berikut :

 Kurang dari 0,4 atau 40%, tingkat ketimpangannya rendah

 Antara 0,4 (40%) sampai dengan 0,5 (50%), tingkat ketimpangannya sedang

 Lebih besar dari 0,5 atau 50%, tingkat ketimpangannya tinggi

KOMPETENSI DASAR 3 : MEMBANDINGKAN PDB DAN PENDAPATAN PERKAPITA NEGARA INDONESIA DENGAN BEBERAPA NEGARA LAIN

Berdasarkan PDB suatu negara bisa menunjukkan tingkat produktivitas masyarakat di negara tersebut dalam menghasilkan barang dan jasa. Berikut ini PDB Indonesia dibandingkan negara lainnya.

No. Negara Tahun 1996 Tahun 1997 Tahun 1998 Tahun 1999 1. 2. 3. 4. 5. 6. Indonesia Malaysia Singapura Kanada Hongkong Jepang 413.797,9 173.035,2 188.473,0 1.364.764,5 244.017,3 998.560.702,0 433.245,9 236.322,9 332.205,4 2.639.811,0 497.400,0 1.460.884.076,0 376.902,5 384.017,6 581.770,8 4.344.070,6 814.710,4 3.346.835.051 359.029,6 359.029,6 540.168,0 -739.700,2

-Dari data di atas, tampak bahwa PDB Indonesia bukan yang terkecil. Bahkan PDB Indonesia lebih besar jika dibandingkan dengan Malaysia, Hongkong dan Singapura.

PDB yang besar bukan ukuran yang tepat untuk menilai tingkat kemakmuran suatu negara. Karena negara dengan PDB besar tidak bisa dikategorikan makmur jika jumlah penduduk yang dihidupi dari jumlah PDB tersebut juga besar. Untuk membandingkan tingkat kemakmuran, kita harus menggunakan pendapatan per kapita sebagai patokan.

(22)

BAB VII INFLASI

STANDAR KOMPETENSI : MEMAHAMI PRODUK DOMESTIK BRUTO, PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO, PENDAPATAN NASIONAL BRUTO, DAN PENDAPATAN NASIONAL KOMPETENSI DASAR 4 : INFLASI DAN PERHITUNGAN INFLASI MENGGUNAKAN INDEKS HARGA A. INFLASI

Inflasi adalah ... ... ... ...

Rumus Laju Inflasi = ...... 1. Sebab-sebab timbulnya inflasi.

 ...  ...  ...  ...  ...  ...  ...  ... 2. Jenis-jenis inflasi  ...  ...  ...  ... 3. Teori Inflasi  ... ...  ... ...  ... ... 4. Dampak inflasi terhadap perekonomian

 ...

(23)

 ...

 ...

 ...

 ... 5. Cara Mengatasi Inflasi.

 Kebijakan Moneter artinya mempengaruhi jumlah uang yang beredar

... ... ... ...

 Kebijakan Fiskal artinya kebijakan mengatur pendapatan dan pengeluaran negara (APBN)

... ... ... ...

 Kebijakan non moneter dan non fiskal

... ... 6. Deflasi Deflasi adalah ... ... ... ... B. INDEKS HARGA

Salah satu cara menghitung laju inflasi secara kuantitatif adalah menggunakan indeks harga. Indeks harga dapat diartikan sebagai kumpulan data berupa harga-harga secara berurutan, yang berfungsi untuk menentukan perubahan harga rata-rata yang berlaku pada suatu periode tertentu. Angka indeks adalah angka relatif yang diyatakan dalam persentase. Biasanya untuk kesederhanaan bentuk persentase bias dihilangkan. Ada tiga kemungkinan dalam perhitungan indeks harga, yaitu :

 Jika Indeks harga > 1 atau 100%, berarti harga mengalami kenaikan

 Jika Indeks harga < 1 atau 100%, berarti harga mengalami penurunan

 Jika Indeks harga = 1 atau 100%, berarti harga tetap (tidak naik dan tidak turun) Perhitungan Indeks harga

1. Indeks Harga tidak Tertimbang Metode Agregatif Sederhana.

(24)

... ... ... 2. Angka Indeks Tertimbang Metode agregatif sederhana

Rumusnya adalah ... ... ... ... 3. Angka Indeks Tertimbang Metode Laspeyres

Rumusnya adalah ... ... ... ... 4. Angka Indeks Tertimbang Metode Paasche

Rumusnya adalah ... ... ... ... 5. Angka Indeks Tertimbang Metode Drobisch and Bowley

Rumusnya adalah ... ... ... ... Perhatikan tabel dibawah ini

Product 2008 2009 P Q P Q Rice 2.000 2.500 2.100 2.600 Sugar 4.000 3.000 3.800 3.500 Flour 3.000 2.000 2.800 2.500 Fish 8.000 1.500 9.000 2.000

Menggunakan semua indeks, hitunglah angka indeks untuk tahun 2009

... ...

(25)

... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ...

(26)

BAB VIII. KONSUMSI TABUNGAN DAN INVESTASI STANDAR KOMPETENSI : MEMAHAMI KONSUMSI DAN INVESTASI

KOMPETENSI DASAR 1 : MENDESKRIPSIKAN FUNGSI KONSUMSI DAN FUNGSI TABUNGAN A. KONSUMSI TABUNGAN DAN INVESTASI

Dalam suatu perekonomian, pendapatan masyarakat suatu negara secara keseluruhan (pendapatan nasional) dialokasikan ke dalam dua kategori penggunaan, yaitu untuk keperluan konsumsi dan tabungan. John Maynard Keynes menyatakan bahwa pendapatan suatu negara dapat dirumuskan sebagai berikut.

 Ditinjau dari segi perseorangan Y = C + S

 Ditinjau dari segi perusahaan Y = C + I

1. Fungsi Konsumsi

Fungsi konsumsi adalah fungsi yang menunjukkan hubungan antara konsumsi (C) dengan pendapatan (Y). pada umumnya fungsi konsumsi diasumsikan mempunyai persamaan linear, sebagai berikut. C = a + bY

Keterangan :

C = tingkat konsumsi nasional

a = besarnya pengeluaran konsumsi pada saat pendapatan nasional nol atau Autonomous Consumption

b = MPC (Marginal Propencity to consume) yaitu hasrat untuk berkonsumsi batas Untuk mengetahui besarnya a, dihitung dengan menggunakan rumus.

a = (APC – MPC)Y

Dimana APC menunjukkan besarnya Average Propencity to Consume artinya hasrat untuk berkonsumsi rata-rata. MPC adalah perbandingan antara besarnya konsumsi pada suatu tingkat pendapatan nasional, dengan besarnya tingkat pendapatan nasional itu sendiri.

Jadi : APC =

Y

C

Sedangkanb = MPC =

Y

C

2. Fungsi Tabungan

Fungsi tabungan yaitu fungsi yang menunjukkan hubungan antara tabungan (S) dengan pendapatan (Y). Fungsi tabungan dapat dirumuskan sebagai berikut :

S = – a + (1 – b) Y Keterangan :

(27)

1 – b = MPS (Marginal Propencity to save) yaitu hasrat untuk menabung 1– b atau MPS =

Y

S

3. Tingkat pendapatan BEP (Break Even Point) atau Break Even Income (BEI).

Tingkat pendapatan BEP adalah tingkat pendapatan di mana besarnya pendapatan sama dengan besarnya pengeluaran untuk konsumsi.

Y = C atau S = 0 Y = Tingkat Pendapatan C = Fungsi Konsumsi S = Fungsi Tabungan

4. Hubungan Antara MPC (marginal Propencity to Consument) dengan MPS (Marginal Propencity to Save) Hubungan Antara MPC apat dinyatakan seperti berikut ini.

MPC + MPS = 1 atau MPC = 1 – MPS atau MPS = 1 - MPC 5. Angka Pengganda (Multiplier)

Angka pengganda adalah angka yang menunjukkan tambahan pendapatan nasional akibat adanya perubahan konsumsi atau tabungan. Angka pengganda biasa ditulis dengan huruf k dan dirumuskan sebagai berikut.

MPC

-1

1

atau

MPC

-1

1

6. Kurva Permintaan Investasi

Investasi adalah pengeluaran atau perbelanjaan penanam-penanam modal atau perusahaan untuk membeli barang-barang modal dan perlengkapan-perlengkapan produksi untuk menambah kemampuan memproduksi barang-barang dan jasa-jasa yang tersedia dalam perekonomian.

Kurva permintaan investasi diperoleh dengan cara menjumlahkan investasi seluruh perusahaan pada masing-masing tingkat bunga. Pada tingkat bunga yang lebih rendah, semakin banyak proyek investasi yang menguntungkan suatu perusahaan, sehingga total belanja dalam investasi meningkat dan sebaliknya, sehingga kurva permintaan investasi berbentuk garis yang melereng dari kiri atas ke kanan bawah

Sedangkan fungsi investasi adalah fungsi yang menunjukkan hubungan antara tingkat investasi dan tingkat pendapatan nasional.

Fungsi Investasi digambarkan sejajar dengan sumbu datar atau horisontal, yang juga disebut sebagai Investasi otonom, artinya besar kecilnya pembentukan modal tidak hanya dipengaruhi oleh besar kecilnya pendapatan nasional. Besar kecilnya pengeluaran investasi perusahaan ditentukan oleh faktor-faktor berikut ini, yaitu :

(28)

 Tingkat bunga yang berlaku

 Tingkat keuntungan yang akan diperoleh dari investasi

 Prediksi atau ramalan keadaan ekonomi di masa depan

 Kemajuan tehnologi suatu negara

 Tingkat pendapatan nasional dan perubahan-perubahannya

 Keuntungan yang diperoleh perusahaan-perusahaan

Dalam analisis perhitungan pendapatan nasional suatu negara, keseimbangan perekonomian negara pada perekonomian dua sektor, dapat dirumuskan sebagai berikut :

Y = C + I atau S = I Keterangan : C = Fungsi konsumsi I = Besarnya investasi S = Fungsi tabungan Contoh Soal

1. Jika fungsi konsumsi dinyatakan dengan persamaan C = 25 + 0,75Y. Apabila diketahui jumlah pendapatan adalah sebesar 600, berapakah jumlah tabungannya ……….

a. 225 b. 200 c. 175 d. 150 e. 125 Pembahasan: C = a + bY S = -a + ( 1 – b )Y Y = C + S C = Y – S S = Y – C Cara 1 Cara 2 C = 25 + 0,75 Y Jika C= 25 + 0,75(600) C = 25 + 0,75 Y C= 475 Maka S = Y – C S = -25 + (1 – 0,75) Y S = 600 – 475 S = -25 + (0,25) 600 S = 125 S = 125 Jawaban : E

(29)
(30)

BAB IX. UANG, BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN STANDAR KOMPETENSI : MEMAHAMI UANG DAN PERBANKAN

KOMPETENSI DASAR 1 : MENJELASKAN KONSEP PERMINTAAN DAN PENAWARAN UANG A. UANG

1. Pengertian Uang

Uang adalah ... ... ... Uang sebagai alat tukar harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut:

 ...  ...  ...  ...  ...  ... 2. Fungsi Uang

Fungsi uang dibagi menjadi dua macam, yaitu fungsi asli dan fungsi turunan

 Fungsi ..., meliputi : ...

 Fungsi ..., meliputi : ... 3. Jenis-jenis uang

 Berdasarkan bahan (material), uang dibedakan menjadi ; ... ...

 Berdasarkan Lembaga atau badan pembuatnya, uang dibedakan menjadi : ... ...

 Berdasarkan Nilainya, Uang dibedakan menjadi : ... ...

 Berdasarkan Kawasan / Daerah berlakunya, uang dibedakan menjadi : ... ... 4. Permintaan dan Penawaran Uang

Permintaan uang adalah sejumlah uang tertentu yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk melakukan transaksi dalam perdagangan atau tujuan tertentu. Permintaan uang datang dari 4 pihak, yaitu : pihak perseorangan / konsumen, pihak pengusaha / produsen, pihak investor / penanam modal dan pihak pemerintah (dapat bertindak sebagai produsen, konsumen dan pengatur)

JM Keynes menyatakan bahwa motif masyarakat memegang uang adalah untuk memenuhi tiga keinginan, yaitu :

(31)

 ...

 ... 5. Penawaran Uang

Penawaran uang adalah sejumlah uang tertentu yang disediakan oleh pemerintah atau bank untuk dapat dimiliki oleh masyarakat. Penawaran uang dapat mempengaruhi tingkat harga, tingkat bunga dan tingkat kegiatan ekonomi suatu Negara. Oleh karena itu pertambahan penawaran uang dalam perekonomian perlu dikendalikan. Tugas tersebut dipegang oleh Bank Sentral.

6. Faktor yang mempengaruhi permintaan uang.

 ...  ...  ...  ...  ...  ... 7. Faktor yang mempengaruhi penawaran uang

 ...  ...  ...  ...  ...  ... 8. Teori Kuantitas Uang

Teori kuantitas uang merupakan teori yang mengemukakan hubungan langsung antara perubahan jumlah uang yang beredar dengan perubahan harga barang. Hubungan tersebut dapat dikemukakan bahwa harga barang berbanding lurus dengan jumlah uang yang beredar. Teori kuantitas tersebut dikemukakan oleh Irving fisher, dengan rumus sebagai berikut :

M V = P T Keterangan :

M = jumlah uang yang beredar P = tingkat harga rata-rata barang V = kecepatan perputaran uang

T = jumlah barang yang diperdagangkan 9. Nilai Uang

 Nilai nominal yaitu ...

 Nilai intrinsik yaitu ...

 Nilai Internal yaitu ...

(32)

10. Uang yang beredar dalam masyarakat  M1 adalah ... ... ...  M2 adalah ... ... ... 11. Uang inti (reserve money) merupakan inti dari proses penciptaan uang, baik bagi penciptaan uang kartal

maupun uang giral. Tanpa ada uang inti, tidak akan ada uang kartal maupun uang giral. Jadi uang inti dapat didefinisikan sebagai berikut :

 saldo rekening korang (giro) milik bank-bank umum atau masyarakat pada Bank Indonesia dan

 uang tunai yang dipegang baik bank-bank umum maupun oleh masyarakat umum 12. Sistem Standar Moneter

Standar moneter adalah ... ... ... ... Standar uang dibedakan menjadi dua yaitu :

 Standar kertas adalah sitem keuangan dimana uang kertas berlaku sebagai alat tukar/ alat pembayaran yang sah dan tak terbatas, akan tetapi tidak ditukarkan dengan emas dan perak pada bank sirkulasi.

 Standar logam (Metalisme)

13. Beberapa Istilah yang berhubungan dengan Uang

 Inflasi adalah ... ...  Deflasi adalah ... ...  Devaluasi adalah ... ... ...  Revaluasi adalah ... ... ...  Apresiasi adalah ... ... ...  Depresiasi adalah ...

(33)

...

 Sanering adalah ... ... ... KOMPETENSI DASAR 2 : MEMBEDAKAN PERAN BANK UMUM DAN BANK SENTRAL

B. BANK

1. Pengertian dan Peranan Bank

Menurut UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan Bank badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

2. Fungsi dan Jenis Bank

Adapun jenis perbankan dapat dilihat dari beberapa segi, yaitu :

 dari segi fungsinya, bank terdiri dari ...

 dari segi kepemilikannya, bank terdiri dari ... ...

 dari segi status, terdiri dari... ... ... ... ...

 Dilihat dari segi cara menentukan harga, terdiri dari... ... Dalam menjalankan fungsinya bank harus memperhatikan :

 Likuiditas artinya ... ...  Solvabilitas artinya ... ...  Rentabilitas artinya ... ...  Soliditas artinya ... 3. Bank Sentral

Bank sentral di Indonesia dipegang oleh Bank Indonesia. Menurut UU Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, Bank Indonesia merupakan lembaga negara yang independen bebas dari campur tangan pemerintah dan atau pihak-pihak lainnya, kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur dalam

(34)

undang-undang tersebut. Bank Sentral berfungsi sebagai bank dari pemerintah dan sebagai bank dari bank umum , sekaligus untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah.

Adapun tugas bank sentral antara lain sebagai berikut :

 ...

 ...

 ...

 ...

 ... Kewenangan Bank Indonesia

Kewenangan yang dimiliki Bank Indonesia selaku bank sentral tidak dapat dipisahkan dengan pelaksanaan tugas Bank Indonesia.

 ...  ...  ...  ...  ...  ... Independensi Bank Indonesia

Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 3 Tahun 2004, Bank Indonesia memiliki lima indepensi, yaitu:

 Independensi Kelembagaan artinya

... ...

 Independensi Sasaran Akhir artinya

... ...

 Independensi Instrumen artinya

... ...

 Independensi Personal artinya

... ...

 Independensi Keuangan artinya

... ... Organisasi Bank Sentral

(35)

Bank Indonesia sebagai bank sentral Indonesia dipimpin oleh Dewan Gubernur yang terdiri atas Gubernur, Deputi Gubernur Senior dan sebanyak empat hingga tujuh orang Deputi Gubernur. Dewan Gubernur mempunyai masa jabatan maksimal lima tahun dan hanya dapat diangkat kembali untuk satu kali masa jabatan berikutnya. Dewan Gubernur diusulkan dan diangkat oleh Presiden dengan terlebih dahulu mendapatkan persetujuan DPR.

Pada organisasi bank sentral umumnya terdapat tiga badan yang memiliki kewenangan tertinggi yaitu Badan Pembuat Kebijakan, Badan Pelaksana Kebijakan dan Badan Pengawas.

4. Bank Umum

Bank umum merupakan yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran meliputi :

 Menghimpun dana dalam bentuk : Simpanan Giro, Tabungan Deposito.

 Menyalurkan dana yang dihimpun dari masyarakat, dalam bentuk : Kredit investasi, kredit modal kerja, kredit perdagangan, kredit produktif, kredit konsumtif, dan kredit profesi

 Memberikan jasa-jasa bank lainnya 5. Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

Bank Perkreditan Rakyat (BPR) adalah Bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran, meliputi :

 menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka, tabungan dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.

 Memberikan kredit.

 Menyediakan pembiayaan bagi nasabah berdasarkan prinsip bagi hasil sesuai yang ditetapkan dalam peraturan pemerintah.

 Menempatkan dananya dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka, sertifikat deposito dan atau tabungan pada bank lain.

6. Bank Syariah

Bank Syariah adalah ... ... ... ... ... Prinsip bank syariah antara lain :

 Prinsip Mudharabah (pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil) artinya

... ...

(36)

 Prinsip Murabahah (Prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan) artinya

... ...

 Prinsip Musharakah (Pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan modal) artinya

... ...

 Prinsip Ijarah (Pembiayaan barang modal berdasarkan sewa murni tanpa pilihan) artinya

... ... 7. Lembaga keuangan bukan bank (LKBB)

Lembaga Keuangan bukan bank ini juga berfungsi sebagai pengumpul dan penyalur dana dari dan ke masyarakat, maksudnya adalah untuk menunjang pengembangan pasar uang dan pasar modal serta membantu permodalan perusahaan perusahaan.

LKBB didrikan atas dasar Surat Keputusan Menteri Keuangan No. KEP-792/MK/IV/12/1970 tanggal 7 Desember 1970 tentang Lembaga Keuangan, yang telah diubah dan titambah terakhir dengan Keputusan Menteri Keuangan No. 562/KMK.011/1982 tanggal 1 September 1982 tentang Perubahan dan Tambahan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. KEP-38/MK/IV/1972 tanggal 18 Januari 1972. Menurut jenisnya, lembaga keuangan bukan bank dapat dibedakan menjadi :

 ...

 ...

 ... 8. Produk perbankan dan lembaga keuangan

Sesuai dengan pengertian bank, maka produk perbankan diantaranya adalah sebagai berikut.

 Kredit Pasif berupa Giro,Deposito berjangka, Sertifikat deposito, Tabungan dan Surat berharga

 Kredit Aktif berupa Kredit Rekening Koran, Kredit Reimburs, Kredit aksep, Kredit documenter, dan Kredit dengan jaminan surat-surat berharga.

 Memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran, baik lalu lintas pembayaran dalam negeri dan pembayaran intenasional.

Seperti bank, lembaga keuangan bukan bank juga memiliki produk-produk tertentu dalam kegiatannya, yaitu :  ...  ...  ...  ...  ...

(37)

9. Kredit

Kredit bersal dari bahasa latin Credere yang artinya kepercayaan. Dalam masyarakat kata tersebut sering disamakan dengan pinjaman, artinya bila seseorang mendapat kredit berarti mendapat pinjaman. Dengan demikian kredit dapat diartikan sebagai tiap-tiap perjanjian suatu jasa (prestasi) dan adanya balas jasa (kontra prestasi) di masa yang akan datang.

Kredibilitas adalah layak atau tidaknya seseorang untuk memperoleh kredit. Kredibilitas tersebut harus memenuhi lima syarat yang biasa dikenal dengan istilah 5C, yaitu :

 Character ...  Capital ...  Capacity ...  Collateral ...  Condition ... Jenis-jenis Kredit.

Kredit yang masih diberlakukan sampai dengan saat ini diantaranya adalah :

 Kredit Likuiditas Bank Indonesia (BLBI, diantaranya : Kredit Usaha Tani (KUT), Kredit kepada Koperasi (KUD), Kredit kepada Bulog untuk pengadaan pangan dan gula, dan Kredit investasi yang diberikan oleh bank-bank pembangunan dan LKBB

 Kredit yang tidak ditunjang oleh Kredit Likuiditas Bank Indonesia, diantaranya : Kredit Usaha Kecil (KUK), Kredit ekspor, Kredit Kepada Kontarktor Nasional, Kredit Produksi, Impor dan Penyaluran Pupuk dan Obat Hama untuk BIMAS, Kredit Investasi Kecil (Kredit Modal Kerja Permanen), Kredit Investasi (Kredit modal Kerja sampai dengan Rp 75.000.000,00), Kredit kepada Guru, Kredit Mahasiswa Indonesia dan Kredit Asrama Mahasiswa

Kebaikan kredit :  ... ...  ... ...  ... ...  ... ... Keburukan kredit :  ... ...

(38)

 ... ...  ... ...  ... ... KOMPETENSI DASAR 3 : MENDESKRIPSIKAN KEBIJAKAN PEMERINTAH DIBIDANG MONETER

C. KEBIJAKAN MONETER DAN PENGARUHNYA DALAM PEREKONOMIAN

Kebijakan moneter atau politik moneter adalah ... ... ... Jenis-jenis kebijakan moneter

1. Kebijakan Moneter Kuantitatif

 ... ... ...  ... ... ...  ... ... ... 2. Kebijakan Moneter Kualitatif

 ... ...

 ... ...

Referensi

Dokumen terkait

Usaha Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Perdagangan kota Bandung harus mempunyai upaya dalam bidang perdagangan ekspor impor yang bisa menyelesaikan hambatan

menjadi bank tunggal dengan nama Bank Nasional Indonesia (BNI) Unit II yang. bergerak di bidang rural &amp; ekspor impor , dipisah lagi

Oleh karena itu Bank Rakyat Indonesia (BRI) meluncurkan kredit bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK), dan koperasi berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR). Program ini

Program eks Kredit Likuiditas Bank Indonesia (KLBI).Sebelumnya, PNM menyalurkan pembiayaan ke UMKM secara tidak langsung atau melalui bank- bank maupun BPR/S.Pada tahun

lain sampai dengan jumlah Rp500, kredit usaha kecil (KUK) didasarkan pada ketentuan Bank Indonesia yang berlaku serta kredit dan penyediaan dana lain kepada

“Pengaruh Jumlah Nilai Ekspor, Impor, Dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Nilai Tukar Dan Daya Beli Masyarakat Di Indonesia (Studi Pada Bank Indonesia Periode Tahun 2006 : IV -

PAKET XI, 29 Mar ‘16 AKSES PEMBIAYAAN, DWELLING TIME, DAN INDUSTRI FARMASI/ALKES: Kredit Usaha Rakyat Berorientasi Ekspor, insentif BPHTB bagi DIRE, manajemen resiko untuk

Pengertian ekspor impor adalah suatu kegiatan usaha jual beli barang dengan melintasi daerah di seluruh Indonesia bahkan di seluruh dunia, maka pelaksanaannya harus sesuai dengan