• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN EKONOMI REGIONAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KAJIAN EKONOMI REGIONAL"

Copied!
61
0
0

Teks penuh

(1)

Triwulan III - 2008

Kantor Bank Indonesia

Samarinda

KAJIAN EKONOMI REGIONAL

Provinsi Kalimantan Timur

(2)

i

Puji Syukur kehadirat Allah SWT yang atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penyusunan buku Kajian Ekonomi Regional (KER) Kalimantan Timur (Kaltim) periode triwulan III-2008 dapat dirampungkan. Buku KER ini mengulas perkembangan ekonomi dan keuangan daerah Kaltim dalam rangka pemberian informasi yang komprehensif dan saran terkait kepada para stakeholders Bank Indonesia, dengan harapan publikasi ini dapat menjadi salah satu sumber rujukan bagi pemangku kebijakan, akademisi, dunia usaha serta pihak-pihak lainnya yang membutuhkan.

Asesmen singkat kami terhadap perkembangan ekonomi dan keuangan daerah Kalimantan Timur (Kaltim) selama triwulan III-2008, adalah sebagai berikut:

1. Pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2008 mencapai 5,53% (y-o-y), lebih rendah

dibandingkan pertumbuhan pada triwulan II-2008 sebesar 7,0% (y-o-y). Pertumbuhan ekonomi Kaltim tersebut lebih rendah dibandingkan dengan prakiraan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6,3% (y-o-y).

2. Laju inflasi triwulanan Kaltim pada triwulan III-2008 mencapai 13,99% (y-o-y), sedikit

lebih rendah dibandingkan inflasi triwulan sebelumnya yang sebesar 14,90% atapun laju inflasi nasional pada triwulan III-2008 sebesar 12,14%. Angka inflasi Kaltim tersebut merupakan gabungan inflasi (IHK) yang terjadi di Samarinda, Balikpapan, dan Tarakan, masing-masing sebesar sebesar 14,37% (y-o-y), 11,42% (y-o-y) dan 20,68% (y-o-y).

3. Kinerja usaha perbankan Kaltim selama triwulan laporan menunjukkan perkembangan yang tetap menggembirakan.

a) Dari sisi penghimpunan dana, simpanan dana masyarakat pada bank-bank umum

se-Kaltim selama periode laporan mencapai Rp 39.350 miliar, mengalami peningkatan sebesar Rp 4.237 miliar (12,07%) dibandingkan posisi pada triwulan sebelumnya.

b) Sementara dari sisi penyaluran dana, total kredit berdasarkan lokasi kantor mencapai

sebesar Rp 19.847 miliar atau mengalami peningkatan Rp 1.637 miliar (8,99%) dibandingkan dengan posisi pada triwulan sebelumnya. Demikian pula halnya dengan kredit yang disalurkan sistem perbankan secara nasional untuk proyek di Kaltim mengalami peningkatan sebesar Rp 2.635 miliar (9,72%) dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sehingga posisinya menjadi Rp 29.744 miliar. Apabila ditelusuri lebih lanjut, diketahui bahwa 36,2% dari total kredit berlokasi proyek di Kaltim berasal dari bank yang berkantor di luar Kaltim, terutama dikucurkan oleh kantor pusat bank yang berada di DKI Jakarta yang mencapai Rp 10.767 miliar.

c) Berdasarkan perkembangan kegiatan intermediasi perbankan diatas diketahui bahwa rasio

pinjaman terhadap simpanan (LDR) Kaltim atas dasar lokasi proyek mencapai 75,6%, lebih tinggi dibandingkan dengan LDR atas dasar lokasi kantor di Kaltim yang sebesar 50,46%.

d) Pembiayaan kepada usaha berskala mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang berhasil

disalurkan bank umum yang berkantor di Kaltim selama periode laporan mencapai Rp 13.416 miliar atau dengan pangsa 67,6% terhadap total kredit. Penyaluran kredit UMKM tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp 955 miliar atau tumbuh 7,67% (q-t-q).

4. Dengan mencermati berbagai faktor, perekonomian Kaltim pada triwulan IV-2008 diperkirakan tumbuh 4,5 – 5,5% (y-o-y) atau baseline 5% (y-o-y), berarti lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan laporan. Sedangkan tekanan inflasi diperkirakan mulai menurun menyusul kecenderungan penurunan harga beberapa komoditi utama setelah merebaknya krisis ekonomi global.

(3)

balik bagi peningkatan kualitas publikasi ini di masa mendatang. Selanjutnya, dukungan ketersediaan data atau informasi terkini dari berbagai dinas/instansi serta pihak-pihak terkait di Kalimantan Timur sangat membantu kami dalam penyusunan buku ini. Untuk itu, kami mengucapkan banyak terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah membantu penerbitan buku ini.

Samarinda, November 2008 BANK INDONESIA SAMARINDA

Imam Supeno Pemimpin

(4)

iii

Halaman KATA PENGANTAR ………... DAFTAR ISI ………... DAFTAR TABEL ...………...…. DAFTAR GRAFIK ... i iii vi vii R RIINNGGKKAASSAANN EEKKSSEEKKUUTTIIFF ………..……… I. Gambaran Umum ……….……….……..

II. Asesmen Perekonomian ...

III. Asesmen Inflasi ………..

IV. Asesmen Perbankan dan Sistem Pembayaran ... 1. Perbankan ... 2. Sistem Pembayaran ...

V. Perkiraan ………..

VI. Anekdotal Informasi ………

B

BAABB II PEPERRKKEEMMBBAANNGGAANN EEKKOONNOOMMII MMAAKKRROO REGIONAL ……….……….

1.1 Gambaran Umum ... 1.2 Perkembangan Indikator PDRB Sisi Permintaan ...

1.2.1 Konsumsi Rumah Tangga ... 1.2.2 Pengeluaran Pemerintah ... 1.2.3 Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTDB) ……… 1.2.4 Ekspor dan Impor ...……... 1.3 Perkembangan Indikator PDRB Sisi Penawaran ……… 1.3.1 Sektor Pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan ……….. 1.3.2 Sektor Pertambangan dan Penggalian ………..………….. 1.3.3 Sektor Industri Pengolahan ……….……….. 1.3.4 Sektor Listrik dan Air Bersih ……….…. 1.3.5 Sektor Bangunan ………...…. 1.3.6 Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran …………...…… 1.3.7 Sektor Pengangkutan dan Komunikasi ... 1.3.8 Sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan ... 1.3.9 Sektor Jasa-jasa ... Boks 1. Analisis Singkat Dampak Krisis Finansial Amerika Serikat terhadap Kinerja Perekonomian Kaltim ………. B

BAABB IIII EEVVAALLUUAASSII PPEERRKKEEMMBBAANNGGAANN IINNFFLLAASSII ………..…….

2.1 Gambaran Umum ……….………..…..

2.2. Inflasi Tahun Berjalan (y-t-d)………..……...……….

2.2.1 Inflasi Tahun Berjalan Kota Samarinda ……… 2.2.2 Inflasi Tahun Berjalan Kota Balikpapan ……….………….. 2.2.3 Inflasi Tahun Berjalan Kota Tarakan ………

1 1 1 2 3 3 3 4 4 6 6 6 7 8 8 8 10 11 12 12 13 13 13 14 14 15 16 21 21 21 21 22 22

(5)

iv

2.3.1 Inflasi Tahunan Kota Samarinda ………...………….. 2.3.2 Inflasi Tahunan Kota Balikpapan …... 2.3.3 Inflasi Tahunan Kota Tarakan ………..

23 24 24 B BAABB IIIIII PPEERRKKEEMMBBAANNGGAANN PPEERRBBAANNKKAANN DDAAEERRAAHH ………. …….……… 3.1 Gambaran Umum ………..………. 3.2 Perkembangan Usaha Bank Umum ……….…….……

3.2.1 Total Aset ……….. 3.2.2 Penghimpunan Dana Masyarakat ……….. ……….…. 3.2.4 Penyaluran Kredit Bank Umum ……….…….………….

a. Kredit Bank Umum ber-kantor di Kaltim ….….……….…..

b. Kredit Bank Umum berlokasi proyek di Kaltim ………..…..

3.3 Perkembangan Kredit UMKM ……….……….………

3.4 Perkembangan Usaha Bank Perkreditan Rakyat (BPR) ………. a. Perkembangan Aset BPR ……….... b. Perkembangan Dana Pihak Ketiga BPR ………..……… c. Penyaluran Kredit/Pembiayaan BPR ……..……….. 3.5 Asesmen Risiko Perbankan ………. ………..………….. 3.5.1 Risiko Kredit ………... 3.5.2 Risiko Likuiditas ... 3.5.3 Risiko Pasar ... Boks 2. Analisis Pengaruh Kebijakan Peningkatan Nilai Penjaminan Simpanan terhadap Simpanan Masyarakat Kaltim ...

BAB IV KEUANGAN DAERAH ……….…………...……… ... 4.1 Gambaran Umum ...………... 4.2 Pendapatan ...………...

4.3 Belanja ……….……….……….

BAB V PERKEMBANGAN SISTEM PEMBAYARAN ………. 5.1 Gambaran Umum ………. ……… ……… 5.2 Perkembangan Transaksi Tunai ……….………..

5.2.1 Perkembangan Peredaran Uang Kartal ……….. 5.3 Perkembangan Transaksi Non-Tunai ………..

5.3.1 Perkembangan Transaksi Kliring ………. 5.3.2 Perkembangan Transaksi BI-RTGS ……….. BAB VI PERKEMBANGAN KETENAGAKERJAAN DAERAH DAN KESEJAHTERAAN ... 6.1 Perkembangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) melalui Kalimantan Timur ……… 6.2 Tingkat Kemiskinan di Kalimantan Timur tahun 2008 ... Boks 3. Hasil Survei TKI di Wilayah Nunukan dalam rangka Survei Nasional Pola Remitansi TKI tahun 2008 ...

26 26 27 27 27 28 29 30 31 33 33 34 34 35 35 36 37 38 40 40 40 40 42 42 42 42 43 43 43 45 45 46 47

(6)

7.1 Prospek Perekonomian Daerah Triwulan IV-2008 ... 7.2 Prospek Perkembangan Inflasi ... LAMPIRAN

48 49

(7)

vi

1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 1.6 1.7 1.8 1.9 1.10 1.11 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 2.6 3.1 3.2 3.3 3.4 3.5 3.6 3.7 3.8 3.9 3.10 3.11 3.12 3.13 5.1 6.1 6.2

Pertumbuhan PDRB Sisi Permintaan Kalimantan Timur ... Perkembangan Komponen Ekspor Tw III-2008 ……….. Komoditas Utama dan Negara Tujuan Utama Ekspor non Migas Kaltim Triwulan III-2008 (HS 2 dijit, dalam juta USD)... Perkembangan Komponen Impor Tw III-2008 ………. Komoditas Impor Non Migas Utama dan Negara Asal Impor Utama Kaltim Triwulan III-2008 (HS 2 Dijit, dalam juta USD) ... ... Pertumbuhan PDRB Sektoral Kalimantan Timur ...……...………… Perkembangan Produktivitas Tanaman Bahan Makanan di Kaltim (ton) ………….. Perkembangan Industri Non Migas Kaltim Trw III-2008 (y-o-y) ... Perkembangan Sub-Angkutan Kaltim Trw II-2008 (y-o-y) ... Perkembangan Sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan ………. Perkembangan Sub Sektor Jasa-jasa Swasta ……… Inflasi Tahun Berjalan di Kota Samarinda... Inflasi Tahun Berjalan di Kota Balikpapan... Inflasi Tahun Berjalan di Kota Tarakan ……… Inflasi Tahunan Kota Samarinda menurut kelompok barang dan jasa... Inflasi Tahunan Kota Balikpapan menurut kelompok barang dan jasa... Inflasi Tahunan Kota Tarakan menurut kelompok barang dan jasa... Perkembangan Total Aset Bersih Bank Umum di Kaltim ... Perkembangan Penghimpunan Dana pada bank Umum di Kaltim... Perkembangan Kredit Bank Umum berkantor di Kaltim ... Jumlah Kredit Bank Umum Berlokasi Proyek di Kaltim ... Perbandingan Kredit dan DPK menurut Kabupaten/Kota di Kaltim ... Perkembangan Kredit Bank Umum Menurut Skala Kredit ... Perkembangan Kredit UMKM Bank Umum Menurut Kelompok Bank, Jenis Penggunaan dan Sektor Ekonomi ... Perkembangan Kredit UMKM Bermasalah (NPLs) Menurut Skala Kredit ……….. Perkembangan Kredit UMKM Bermasalah (NPLs) menurut Kelompok Bank, Jenis Penggunaan dan Sektor Ekonomi ……… Perkembangan Usaha BPR di Kalimantan Timur (dalam juta rupiah) ... Perkembangan Kredit Bank Umum Menurut Kolektibilitas ... Perkembangan Kredit Bermasalah (NPLs) Bank Umum ... Struktur Jangka Waktu dan Sebaran DPK ... Perkembangan Transaksi RTGS di Kalimantan Timur (Rp miliar) ... Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin di Kalimantan Timur Menurut Daerah, Maret 2007 – Maret 2008 ... Garis Kemiskinan, Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin menurut Daerah, Maret 2007 – Maret 2008 ... 7 8 9 9 10 11 12 12 14 14 15 22 22 23 23 24 25 27 28 29 30 31 31 32 32 33 34 35 35 36 44 46 46

(8)

vii

1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 1.6 1.7 1.8 1.9 1.10 1.11 1.12 1.13 2.1 3.1 3.2 3.3 3.4 3.5 3.6 3.7 3.8 3.9 3.10 3.11 3.12 4.1 4.2 5.1 5.2 5.3 5.4 6.1 7.1 7.2 7.3 7.4

D

D

A

A

F

F

T

T

A

A

R

R

G

G

R

R

A

A

F

F

I

I

K

K

Pertumbuhan PDB Nasional vs PDRB Kaltim (y-o-y)……….. Perkembangan Kredit Konsumsi ………...…... Perkembangan IKK dan Kondisi Ekonomi Saat Ini ...……...……. Perkembangan Kredit Investasi ………..…………...…..………… Perkembangan Arus Ekspor Impor di Pelabuhan Samarinda & Balikpapan ……… Kontribusi Per Negara terhadap Pertumb. Ekspor Non Migas Kaltim Tw III-2008 …… Kontribusi Utama Pertumbuhan Impor Non Migas Kaltim per Negara Asal Barang Tw III-08 ………..………...………... Kontribusi Pertumbuhan Subsektor Pertanian Triwulan III-2008 (y-o-y) ……… Kontribusi Pertumbuhan Subsektor Tambang Triwulan III-2008 (y-o-y) ……… Perkembangan Kredit Konstruksi di Kaltim ………...……… Perkembangan Kredit Perdagangan di Kaltim ………...………. Perkembangan Arus Penumpang melalui Pelabuhan Samarinda dan Balikpapan……. Perkembangan Penyaluran Kredit Perbankan ………. Laju Inflasi Kalimantan Timur dan Nasional (y-o-y) …………..……… Kinerja Usaha Perbankan Nasional dan Kaltim (q-t-q) ... Kinerja Usaha Perbankan Nasional dan Kaltim (y-o-y) ... Perkembangan Aktiva Produktif ... Perkembangan Suku Bunga Kredit dan BI-Rate ... Perkembangan Kredit Bank Umum berkantor di Kaltim ... Perkembangan Kredit Bank Umum Berlokasi Proyek di Kaltim... Perkembangan Aset BPR ... Perkembangan DPK Berdasarkan Jenis ... Penyaluran Kredit Berdasarkan Jenis Penggunaan ... Perkembangan Rasio Alat Likuid Perbankan Kaltim ... Struktur Kepemilikan Simpanan ... Perkembangan Bunga Kredit dan Rasio NPLs ... Anggaran dan Realisasi Komponen Pendapatan per Semester I tahun 2008 APBD Kalimantan Timur ... Anggaran dan Realisasi Komponen Belanja per Semester I tahun 2008 APBD Kalimantan Timur ... Perkembangan Peredaran Uang Kartal di Kaltim …………..……… Perkembangan PTTB ……….. Perkembangan Transaksi Kliring di Kalimantan Timur ………. Perkembangan Transaksi RTGS di Kota Samarinda & Balikpapan... Pertumbuhan Tahunan TKI melalui Nunukan ... Survei Kegiatan Dunia Usaha ... ... Perkembangan Ekspektasi Konsumen ... Ekspektasi Konsumen Terhadap Perubahan Harga Umum ... Ekspektasi Penghasilan Vs Ekspektasi Tabungan ...

6 7 7 8 8 9 10 11 12 13 13 14 14 21 26 26 27 28 29 30 33 34 34 36 36 37 40 41 42 43 43 44 45 48 48 49 50

(9)

1  

R

R

I

I

N

N

G

G

K

K

A

A

S

S

A

A

N

N

E

E

K

K

S

S

E

E

K

K

U

U

T

T

I

I

F

F

K

K

A

A

J

J

I

I

A

A

N

N

E

E

K

K

O

O

N

N

O

O

M

M

I

I

R

R

E

E

G

G

I

I

O

O

N

N

A

A

L

L

P

P

R

R

O

O

V

V

I

I

N

N

S

S

I

I

K

K

A

A

L

L

I

I

M

M

A

A

N

N

T

T

A

A

N

N

T

T

I

I

M

M

U

U

R

R

P

P

E

E

R

R

I

I

O

O

D

D

E

E

T

T

R

R

I

I

W

W

U

U

L

L

A

A

N

N

I

I

I

I

I

I

-

-

2

2

0

0

0

0

8

8

I. Gambaran Umum

Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur pada triwulan III-2008 masih menunjukkan perkembangan yang positif, namun lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan II-2008. Berdasarkan PDRB sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi periode berjalan ini terutama dipengaruhi oleh komponen penanaman modal domestik tetap bruto (PMDTB) karena meningkatnya realisasi investasi dan penyaluran kredit perbankan. Faktor lainnya adalah peningkatan pengeluaran rumah tangga yang dipengaruhi oleh adanya pola konsumsi musiman, yaitu perayaan Hari Raya Idul Fitri.

Berdasarkan PDRB sisi penawaran, kinerja positif sektor pertambangan dan penggalian yang relatif stabil masih menjadi faktor utama pendorong tumbuhnya ekonomi Kalimantan Timur triwulan III-2008, walaupun cenderung melambat dibandingkan dengan triwulan II-2008 yang dipengaruhi oleh adanya penutupan sementara area pertambangan batubara milik PT. Kaltim Prima Coal, yang merupakan produsen batubara terbesar di Kalimantan Timur. Sektor lainnya yang juga menunjukkan kinerja yang positif adalah sektor perdagangan yang dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat, dan sektor angkutan yang dipengaruhi oleh meningkatnya pengguna berbagai moda transportasi karena dorongan pola konsumsi musiman juga.

Sementara itu perkembangan industri perbankan di Kalimantan Timur triwulan III-2008 juga menunjukkan hal yang positif, yang ditunjukkan dengan adanya peningkan pada beberapa komponen seperti aset, dana pihak ketiga (DPK) dan penyaluran kredit, yang diiikuti oleh penurunan rasio kredit bermasalah (NPL). Di sisi lain, perkembangan sistem pembayaran di Kalimantan Timur triwulan III-2008 juga menunjukkan perkembangan yang meningkat. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah peredaran uang kartal karena dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat untuk menghadapi perayaan Hari Raya Idul Fitri. Demikian juga halnya dengan transaksi non tunai, baik melalui kliring maupun RTGS.

Pada triwulan IV-2008, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur diperkirakan masih akan tumbuh positif, namun akan mengalami tekanan cukup besar. Secara sektoral, tekanan akan berasal dari meningkatnya curah hujan yang berpotensi mengganggu produktivitas pertambangan batubara dan berkurangnya permintaan masyarakat akan barang dan jasa. Demikian juga halnya dari sisi permintaan, penurunan konsumsi rumah tangga berpotensi memberikan tekanan pada kinerja ekonomi periode mendatang. Namun, faktor positif yang diperkirakan mampu mendorong adalah peningkatan pengeluaran pemerintah dan realisasi investasi.

Sementara laju inflasi diperkirakan berada dalam level yang moderat seiring dengan berkurangnya tekanan terhadap kenaikan harga barang dan jasa karena berkurangnya permintaan masyarakat dan menurunnya ekspektasi konsumen.

(10)

II. Asesmen Perekonomian

Pertumbuhan ekonomi tahunan Kalimantan Timur triwulan III-2008 masih menunjukkan perkembangan yang positif, yaitu mencapai 5,53% (y-o-y), masih lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada triwulan II-2008 sebesar 7,00%.

Dari sisi permintaan, kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur triwulan III-2008 ini adalah pertumbuhan komponen penanaman modal tetap domestik bruto (PMDTB) dengan kontribusi pertumbuhan sebesar 2,59%. Komponen ini tumbuh 16,23% (y-o-y) dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya, yang dipengaruhi oleh masuknya investasi dari luar Kalimantan Timur. Komponen lainnya yang memberikan kontribusi cukup besar juga adalah komponen konsumsi rumah tangga, yaitu sebesar 2,01% dengan pertumbuhan 13,62% (y-o-y), yang dipengaruhi oleh meningkatnya pengeluaran rumah tangga karena adanya pola konsumsi musiman, dan komponen pengeluaran pemerintah dengan kontribusi sebesar 0,92% atau tumbuh sebesar 18,54% (y-o-y), yang dipengaruhi oleh meningkatnya pengeluaran pemerintah untuk pembiayaan proyek pembangunan dan pembayaran gaji ke-13 untuk PNS.

Dari sisi penawaran, pertumbuhan ekonomi triwulan III-2008 masih dipengaruhi oleh pertumbuhan pada sektor pertambangan dan penggalian, yang mampu tumbuh sebesar 6,59% (y-o-y), dengan kontribusi terhadap pertumbuhan mencapai 2,56%. Pertumbuhan sektor ini masih lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan II-2008 yang mencapai 7,26%; yang dipengaruhi oleh adanya penutupan area tambang batubara milik PT. Kaltim Prima Coal, yang merupakan produsen batubara terbesar di Kalimantan Timur. Sektor lainnya yang berkontribusi cukup besar pada pertumbuhan ekonomi triwulan II-2008 adalah sektor perdagangan, hotel dan restoran yang tumbuh sebesar 14,01% (y-o-y) dengan kontribusi 1,12%, yang dipengaruhi oleh permintaan masyarakat karena pola konsumsi musiman; dan sektor pengangkutan, yang berkontribusi sebesar 0,52% dengan pertumbuhan mencapai 9,99% (y-o-y), yang dipengaruhi oleh meningkatnya jumlah pengguna berbagai moda transportasi dalam rangka perayaan Hari Raya Idul Fitri.

III. Asesmen Inflasi

Laju perkembangan harga barang dan jasa di Kalimantan Timur pada triwulan III-2008 dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat yang dipengaruhi oleh pola konsumsi musiman karena adanya perayaan Hari Raya Idul Fitri dan imbas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada beberapa waktu yang lalu.

Oleh karena itu, hal tersebut telah menyebabkan meningkatnya laju inflasi IHK tahunan di Kalimantan Timur pada triwulan III-2008 ini, yang mencapai 13,99% (y-o-y), masih lebih rendah dibandingkan triwulan II-2008 yang tercatat sebesar 14,9%. Laju inflasi Kalimantan Timur tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan laju inflasi nasional yang sebesar 12,14%.

Laju inflasi tahunan Kota Samarinda triwulan III-2008 mencapai 14,37% (y-o-y), lebih rendah dibandingkan triwulan II-2008 sebesar 15,83%. Sementara laju inflasi tahun berjalan yaitu periode Januari – September 2008, laju inflasi di Kota Samarinda tercatat sebesar 12,76% (y-t-d). Tingginya laju inflasi di Samarinda dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan makanan, harga elpiji dan komoditas sandang.

Laju inflasi tahunan Kota Balikpapan pada periode berjalan ini mencapai 11,42% (y-o-y), lebih rendah dibandingkan dengan laju inflasi triwulan sebelumnya sebesar 13,66%. Laju inflasi tahun berjalan di kota ini tercatat sebesar 10,86% (y-t-d). Faktor-faktor yang mempengaruhi laju kenaikan harga barang dan jasa di kota ini dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan makanan, elpiji dan biaya pendidikan.

(11)

Laju inflasi tahunan Kota Tarakan triwulan III-2008 tercatat sebesar 20,68% (y-o-y), lebih tinggi dibandingkan dengan laju inflasi tahunan triwulan II-2008 yang mencapai 15,33%. Sedangkan laju inflasi tahun berjalan mencapai 18,88% (y-t-d), yang tertinggi dibandingkan dengan Kota Samarinda dan Balikpapan. Tingginya laju inflasi Kota Tarakan ini dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan makanan, elpiji dan biaya transportasi. Selain itu, jarak tempuh yang sangat jauh dari daerah pemasok kebutuhan ke Tarakan juga menjadi faktor yang menjadi pendorong kenaikan laju inflasi di kota ini.

IV. Asesmen Perbankan dan Sistem Pembayaran 1. Perbankan

Industri perbankan di Kalimantan Timur pada triwulan III-2008 memperlihatkan kinerja yang menggembirakan. Total aset bersih (net asset) mencapai Rp 51.440 miliar atau meningkat 6,27% (q-t-q) dibandingkan dengan triwulan II-2008. Laju peningkatan tertinggi terjadi pada bank pemerintah konvensional sebesar 16,88% (q-t-q).

Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat Rp 39.350 miliar atau mengalami peningkatan 12,07% (q-t-q) dibandingkan dengan triwulan II-2008. Pertumbuhan komponen DPK tertinggi terjadi pada jenis giro, yang tumbuh sebesar 22,87% (y-o-y).

Penyaluran kredit pada triwulan III-2008 tetap tumbuh tinggi, baik menurut kategori lokasi kantor maupun lokasi proyek. Kredit bank umum yang berkantor di Kalimantan Timur mencapai Rp 19.847 miliar, atau tumbuh 8,99% (q-t-q). Sementara penyaluran kredit berdasarkan lokasi kantor pada periode berjalan ini mencapai Rp 29.744,4 miliar atau mengalami peningkatan 9,72% (q-t-q) dibandingkan dengan posisi triwulan sebelumnya. Dengan demikian rasio LDR berdasarkan lokasi kantor bank dan lokasi proyek masing-masing sebesar 50,44% dan 75,6%. Sementara itu, penyaluran kredit berskala mikro, kecil dan menengah (MKM) hingga triwulan III-2008 mencapai Rp 13.416 miliar atau tumbuh 7,67% (q-t-q) dibandingkan dengan triwulan II-2008.

Rasio kredit bermasalah/non performing loans (NPLs) bank umum pada periode berjalan ini tercatat sebesar 2,63%, lebih rendah dibandingkan dengan triwulan II-2008 yang tercatat sebesar 2,89%. Sementara rasio NPL untuk kredit UMKM sebesar 2,67%, juga lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 2,96%.

Hasil asesmen terhadap stabilitas perbankan Kaltim selama triwulan III-2008 menunjukkan tingkat risiko-risiko yang terjaga dengan baik. Risiko kredit terus menunjukkan penurunan seiring dengn perbaikan rasio NPLs hampir merata pada semua jenis kredit menurut penggunaan maupun sektor ekonomi. Risiko likuiditas tergolong rentan karena didominasi simpanan jangka pendek namun didukung kecukupan likuiditas yang memadai seperti tercermin dari rasio alat likuid terhadap non core deposits sebesar 104,55%.

2. Sistem Pembayaran

Peredaran uang kartal di Kalimantan Timur pada triwulan III-2008 mengalami peningkatan sebesar 64,11% (q-t-q) dibandingkan dengan triwulan II-2008, atau naik dari Rp 1.903 miliar menjadi Rp 3.123 miliar. Peningkatan ini dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan uang kartal di masyarakat menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri, dimana kecenderungan masyarakat untuk membawa uang kas untuk dibagikan atau dibelanjakan di kampung halamannya. Berdasarkan proses peredarannya dari kas Bank Indonesia di wilayah Kalimantan Timur, jumlah uang yang masuk ke kas Bank Indonesia (inflow) mengalami peningkatan sebesar 6,03% (q-t-q), sementara jumlah uang kartal yang keluar (outflow) mengalami peningkatan yang cukup tinggi, yaitu tumbuh 70,11% (q-t-q). Sementara jumlah

(12)

uang yang dimusnahkan atau masuk dalam kebijakan Pemberiaan Tanda Tidak Berharga (PTTB), yang turun sebesar 6,94% (q-t-q) dibandingkan dengan triwulan II-2008.

Sementara itu, perkembangan transaksi non tunai melalui kliring mengalami peningkatan sebesar 8,44% (q-t-q) dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Sedangkan transaksi RTGS turun sebesar 2,76% (q-t-q).

V. Perkiraan 1. Perekonomian

Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur pada triwulan IV-2008 diperkirakan akan tumbuh sebesar 4,5% sampai dengan 5,5% (y-o-y) dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi triwulan IV-2008 ini diperkirakan lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan III-2008. Dari sisi permintaan, perlambatan ini diperkirakan dipengaruhi oleh menurunnya konsumsi masyarakat seiring dengan berkurangnya dorongan pola konsumsi musiman. Selain itu juga dipengaruhi oleh kecenderungan masyarakat untuk meningkatkan simpanannya dibandingkan dengan meningkatkan pengeluarannya. Faktor positif yang diperkirakan mampu menjadi pendorong adalah peningkatan pengeluaran pemerintah seiring dengan meningkatnya pembayaran kewajiban pemerintah sehubungan dengan berbagai proyek pembangunan, ekspor non migas yang masih didorong oleh pertumbuhan ekspor batubara dan meningkatnya realisasi investasi pada kuartal terakhir tahun 2008, serta peningkatan realisasi penyaluran kredit perbankan.

Dari sisi penawaran, perlambatan diperkirakan akan dipengaruhi oleh meningkatnya curah hujan yang berpotensi mengganggu produktivitas pertambangan batubara, dan juga adanya penurunan produktivitas kilang gas alam karena terbatasnya pasokan. Demikian juga halnya dengan kinerja sektor perdagangan yang diperkirakan melambat karena berkurangnya permintaan masyarakat, dan penurunan kinerja sektor pertanian karena dipengaruhi penurunan harga CPO yang berakibat pada menurunnya harga tandan buah segar (TBS) sehingga petani enggan untuk melakukan panen.

2. Inflasi

Laju inflasi di Kalimantan Timur triwulan IV-2008 diperkirakan akan berada pada level yang moderat, akibat berkurangnya tekanan terhadap kenaikan harga barang dan jasa. Faktor utama adalah berkurangnya permintaan masyarakat karena berkurangnya tekanan akibat pola konsumsi musiman. Selain itu juga, ekspektasi kenaikan harga barang dan jasa dari masyarakat pada periode mendatang tidak setinggi periode sebelumnya. Hal ini salah satunya dipengaruhi oleh menurunnya harga minyak mentah di pasar dunia, yang saat ini berada pada level USD 70 per barrel, yang memberikan potensi adanya penurunan harga BBM oleh pemerintah. Faktor lainnya yang diperkirakan mampu memberikan pengaruh adalah kecenderungan masyarakat untuk mengurangi pengeluarannya dan lebih berfokus pada meningkatkan jumlah simpanan mereka.

VI. Anekdotal Informasi

 Peningkatan Curah Hujan di Wilayah Kalimantan Timur.

Peningkatan curah hujan yang terjadi di wilayah Kalimantan Timur telah dimulai sejak bulan Oktober 2008, dan diperkirakan pada bulan-bulan mendatang akan terjadi peningkatan sebesar 30 persen. Secara normal, curah hujan yang terjadi pada bulan Oktober tahun lalu mencapai 160 mm, namun pada tahun 2008 ini telah mencapai 205 mm. Meningkatnya curah hujan yang melebihi normal ini berpotensi

(13)

5  

menyebabkan banjir di beberapa wilayah di Kalimantan Timur pada periode November s.d. Desember 2008.

 Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit yang makin menurun.

Harga jual tandan buah segar (TBS) kelapa sawit semakin terpuruk. Jika pada September 2008 masih seharga Rp 1.300,-/kilogram (kg), maka harga di bulan Oktober turun menjadi Rp 1.100,-/kg, dan bahkan pada bulan November telah mencapai Rp 739,-/kg. Sehingga apabila dikurangi dengan biaya-biaya, seperti angkuta, upah panen dan lainnya, maka penghasilan bersih yang di dapat petani sawit adalah sebesar Rp 50,-/kg. Hal ini menyebabkan banyak petani sawit yang memilih untuk tidak memanen buah sawitnya. Rendahnya harga TBS tersebut, apabila berlangsung dalam jangka waktu lama, berpotensi untuk mengurangi hasil panen kelapa sawit dan menggangu produksi Crude Palm Oil (CPO) dan perkembangan kebun kelapa sawit.

 Ekspor Udang dari Tarakan menurun 17 % akibat imbas krisis ekonomi global. Realisasi ekspor udang dari kota Tarakan sebagai sentra udang windu dan white di Kaltim menunjukkan penurunan sejak bulan agustus 2008. Ini diperkirakan sebagai dampak krisis ekonomi global yang berasal dari AS sehingga ekspor udang ke AS diperkirakan terhenti mulai November 2008. Selain itu, nilai ekspor ke negara utama seperti Jepang, Singapura, Belannda, Jerman dan Hongklong juga menunjukkan penurunan sekitar 15-17% menyusul anjloknya harga beli. Kondisi ini menyebabkan pengusaha cold storage memilih untuk mengurangi ekspornya yang kemudian berdampak pula pada pengurangan pembelian udang dari petambak. Selain itu, pengurangan produksi juga telah membuat pengusaha cold storage mulai mengurangi jam kerja karyawannya.

(14)

6  

P

P

E

E

R

R

K

K

E

E

M

M

B

B

A

A

N

N

G

G

A

A

N

N

E

E

K

K

O

O

N

N

O

O

M

M

I

I

M

M

A

A

K

K

R

R

O

O

R

R

E

E

G

G

I

I

O

O

N

N

A

A

L

L

1.1 Gambaran Umum

Perekonomian Kalimantan Timur pada triwulan III-2008 tumbuh sebesar 5,53% (y-o-y), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan II-2008 yang sebesar 7,00%. Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur ini lebih rendah dibandingkan perkiraan pertumbuhan PDB Nasional sebesar 6,3% (Grafik 1.1.).

Dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur triwulan III-2008 terutama berkat kontribusi komponen

penanaman modal tetap domestik bruto, yang merupakan kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur. Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya realisasi investasi di Kalimantan Timur. Komponen lainnya yang juga memberikan kontribusi cukup tinggi adalah komponen konsumsi rumah tangga, yang didorong oleh pola konsumsi musiman, dan komponen pengeluaran pemerintah, yang dipengaruhi oleh realisasi belanja pemerintah untuk pembangunan dan pemberian tunjangan hari raya (THR).

Sementara itu berdasarkan PDRB sisi penawaran, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur masih berasal dari pertumbuhan di sektor pertambangan dan penggalian, yang memberikan kontribusi tertinggi, seiring dengan masih tingginya permintaan batubara dan meningkatnya produktivitas sub sektor pertambangan migas. Selain itu, kontribusi yang cukup besar berasal juga dari sektor perdagangan, hotel dan restoran yang dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat karena pola konsumsi musiman.

1.2 Perkembangan Indikator PDRB Sisi Permintaan

Berdasarkan PDRB menurut penggunaan triwulan III-2008, perekonomian Kalimantan Timur masih menunjukkan pertumbuhan yang positif, yang ditunjang oleh pertumbuhan positif di setiap komponen. Berdasarkan komponennya, pertumbuhan tertinggi triwulan III-2008 dicatat oleh komponen pengeluaran pemerintah, yaitu mencapai 18,54%; diikuti oleh komponen penanaman modal tetap domestik bruto (PMDTB) sebesar 16,23% dan konsumsi rumah tangga (13,62%).

Faktor-faktor yang menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dari sisi permintaan adalah meningkatnya pengeluaran masyarakat yang dipengaruhi oleh adanya pola konsumsi musiman, dengan adanya perayaan Hari Raya Idul Fitri; meningkatnya pengeluaran pemerintah karena pembayaran berbagai proyek pembangunan dan adanya gaji ke-13 bagi pegawai negeri sipil (PNS); dan meningkatnya realisasi investasi di Kalimantan Timur, termasuk peningkatan penyaluran kredit perbankan.

B

B

B

A

A

A

B

B

B

I

(15)

Tabel 1.1. Pertumbuhan PDRB Sisi Permintaan Kalimantan Timur

Pertumbuhan (y‐o‐y)  Kontribusi 

Jenis Penggunaan 

Q I‐08  Q II‐08  Q III‐08  Q I‐08  Q II‐08  Q III‐08 

Konsumsi Rumah Tangga  15.86  11.00  13.62  2.30  1.66  2.01 

Makanan  5.98  1.91  0.72  0.47  0.16  0.06 

 Non Makanan       27.79     21.84     29.90         1.82        1.51        1.95  

Pengeluaran KLSN  16.30  16.31  14.65  0.06  0.06  0.05 

 Pengeluaran Pemerintah       13.88     16.02     18.54         0.67        0.79        0.92   Pemb. Modal Tetap Domestik Bruto  10.82  14.80  16.23  1.72  2.37  2.59   Perubahan Stok       11.19     12.97     12.16         0.11        0.13        0.12   Ekspor Neto (a‐b)  3.01  3.18  ‐0.25  1.91  1.99  ‐0.16   a. Ekspor         8.76        7.16       4.34       10.48        8.68        5.27  

Ekspor LN  8.11  5.27  2.91  6.82  4.50  2.47 

 Ekspor Antar Daerah       10.28     11.66        7.70         3.66        4.18        2.79  

b. Impor  15.24  11.41  9.31  8.57  6.69  5.43 

 Impor LN       13.34        9.17       6.73         4.26        3.05        2.22   Impor Antar Daerah  17.73  14.35  12.69  4.31  3.64  3.20 

PDRB Kaltim  6.77  7.00  5.53  6.77  7.00  5.53 

Sumber: BPS Kaltim, diolah       

1.2.1 Konsumsi Rumah Tangga

Konsumsi Rumah Tangga di Kalimantan Timur pada triwulan III-2008 tumbuh sebesar 13,62% (y-o-y), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 11,00%. Meningkatnya konsumsi rumah tangga ini dipengaruhi oleh adanya pola konsumsi musiman karena perayaan Hari Raya Idul Fitri. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga triwulan berjalan ini didorong oleh kontribusi dari konsumsi non makanan sebesar 13,22%, sedangkan konsumsi makanan menyumbang sebesar 0,40%.

Peningkatan pertumbuhan komponen konsumsi rumah tangga non makanan didukung oleh meningkatnya data kredit konsumsi perbankan pada triwulan III-2008 yang

tumbuh sebesar sebesar 34,07% (y-o-y) sedikit lebih rendah dibandingkan dengan posisi triwulan II-2008 yang tumbuh sebesar 34,08%(Grafik 1.2).

Berdasarkan hasil Survei Konsumen (SK) yang dilakukan oleh Bank Indonesia Samarinda pada triwulan III-2008, indeks yang menggambarkan konsumsi masyarakat, yaitu Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKES), berada di atas level 100. IKK, per bulan September 2008 tercatat sebesar 112,83 dan IKES sebesar 103,67. Kedua indeks tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan

(16)

8  

triwulan II-2008 yang masing-masing tercatat sebesar sebesar 97,25 dan 98,00 pada periode sebelumnya (Grafik 1.3). Kenaikan indeks tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya ekspektasi konsumen akan adanya tambahan penghasilan yang mereka peroleh dari tunjangan hari raya (THR).

1.2.2 Pengelu

k pembiayaan proyek pembangunan dan pembayaran gaji ke-13 pegawai negeri sipil (PNS). 1.2.3 Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (P

PMTDB pada tri

iwulan II-2008 yang se sar 44,62%. (Grafik 1.4).

1.2.4 Ekspor d

rendah d

Kaltim mencatat surplus1

aran Pemerintah

Pengeluran Pemerintah pada triwulan III-2008 mengalami pertumbuhan sebesar 18,54% (y-o-y), lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan II-2008 yang tercatat sebesar 16,02%. Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh meningkatnya pengeluaran pemerintah untu

MTDB)

Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMDTB) Kalimantan Timur pada triwulan III-2008 tumbuh sebesar 16,23% (y-o-y), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan

wulan II-2008 yang mencapai 14,80%. Berdasarkan penyaluran kredit perbankan triwulan III-2008, kredit investasi mencapai Rp 4,8 triliun, atau tumbuh 57,36% (y-o-y), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada tr

be

an Impor

Pertumbuhan ekspor Kalimantan Timur pada triwulan

III-2008, mencapai 4,34% (y-o-y) dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini lebih

ibandingkan dengan pertumbuhan triwulan II-2008, yang tumbuh sebesar 7,16%. atas aktifitas perdagangannya dengan provinsi/negara

lain pada triwulan III-2008 sebesar Rp 15,93 triliun, lebih tinggi dibandingkan surplus pada triwulan II-2008 yang tercatat sebesar Rp 15,6 triliun. Secara persentase, pertumbuhan komponen eskpor neto (ekspor dikurangi impor) yang pada triwulan III-2008 mencapai 2,51% (y-o-y), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan II-2008 yang tercatat sebesar 2,81% (y-o-y). Sumbangan komponen ekspor neto pada pertumbuhan ekonomi periode berjalan mencapai 1,58%. Sementara berdasarkan sub komponennya, pertumbuhan ekspor yang terbesar dipengaruhi oleh pertumbuhan ekspor antar daerah, yaitu sebesar 9,50%. Pertumbuhan ekspor tersebut dapat terlihat juga dari perkembangan melalui pelabuhan di

1Surplus dihitung berdasarkan selisih Ekspor terhadap Impor pada PDRB atas dasar harga berlaku menurut penggunaan

Kom

Sumber: BPS Kaltim

ponen Pangsa Pertumb. Kontribusi

Ekspor 1.00 4.34 4.34

Ekspor LN 0.70 2.91 2.04

Ekspor Antar Daerah 0.30 7.70 2.30 Tabel 1.2 Perkembangan Komponen Ekspor Tw III‐2008

(17)

9  

Samarin

mbuhan ekspor non migas, dengan kontribusi sebesar 60,54%; kemud

kimia anorganik (

. Komoditas Uta Nega an U kspor n as Kal

Triwulan III- HS 2 dala )

da dan Balikpapan, dimana ekspor mengalami peningkatan sebesar 146,78% (y-o-y) dibandingkan dengan triwulan III-2007 (Grafik 1.5).

Ekspor non migas Kalimantan Timur triwulan III-2008 mencapai USD 1.688,9 juta, meningkat sebesar 77,43% (y-o-y) dibandingkan dengan triwulan III-2007. Sedangkan secara triwulanan, ekspor non migas Kalimantan Timur tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 66,32% (q-t-q). Berdasarkan komoditasnya, ekspor bahan bakar mineral menjadi penyumbang terbesar pertu

ian diikuti oleh kapal laut dan bangunan terapung (12,08%) dan komoditas bahan 2,91%).

Tabel 1.3 ma dan

2008 ( ra Tujudijit, m USDtama E on Mig tim

Komoditas   Jumlah    Pangsa    Negara    Jumlah    Pangsa  

27  ‐  Bahan Bakar Mineral    1,297,412,672   76.82%  Jepang        331,451,723   19.63%  89  ‐  Kapal Laut dan Bangunan Terapung        124,800,590   7.39%  Taiwan        313,817,194   18.58%  28  ‐  Bahan Kimia Anorganik        101,514,637   6.01%  Korea Selatan        222,129,243   13.15%  44  ‐  Kayu, Barang dari Kayu          65,143,948   3.86%  Singapura        138,172,060   8.18%  29  ‐  Bahan Kimia Organik          41,419,807   2.45%  Cina        122,461,609   7.25%  03  ‐  Ikan dan Udang          24,417,171   1.45%  Italia        115,455,644   6.84%  15  ‐  Lemak & Minyak Hewan / Nabati          11,673,191   0.69%  India          96,339,426   5.70%  84  ‐  Mesin‐mesin / Pesawat Mekanik          11,263,776   0.67%  Thailand          80,186,212   4.75%  72  ‐  Besi dan Baja        3,845,433   0.23%  Malaysia          56,769,804   3.36%  73  ‐  Benda‐benda dari Besi dan Baja        1,603,928   0.09%  Eropa lainnya          35,653,190   2.11% 

Lainnya        5,768,681   0.34%  Lainnya        176,427,729   10.45% 

Total    1,688,863,834   100%  Total    1,688,863,834   100% 

Sumber: Ditjen Bea & Cukai, diolah           

atan (6,68%) dan Italia (4,64%) (Grafik 1.6). Negara-negara di

kawasan ditas non migas Kalimantan Timur dengan

erutama oleh kinerja impor antar daerah, Berdasarkan negara tujuan

ekspor, pangsa terbesar triwulan III-2008 ini masih dimiliki oleh Jepang (19,63%), diikuti oleh Taiwan (18,58%), dan negara dengan pangsa pasar terbesar ketiga adalah Korea Selatan (13,15%). Berdasarkan kontribusi terhadap pertumbuhan, kontribusi terbesar pertumbuhan berasal dari Taiwan (18,39%), diikuti Singapura (13,13%), Jepang (12,58%), Korea Sel

Asia masih menjadi major market komo pangsa mencapai 86,34%.

Sementara itu, pertumbuhan impor Kalimantan

Timur pada triwulan III-2008 mengalami peningkatan sebesar 9,31% (y-o-y) dibandingkan

periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan II-2008 yang tercatat sebesar 11,41%. Kinerja impor Kalimantan Timur triwulan III-2008 ini didorong t

Komp I

Impor LN 0.57 6.73 3.82

Impor Antar Daerah 0.43 12.69 5.49

Sumber: BPS Kaltim

onen Pangsa Pertumb. Kontribusi

mpor 1.00 9.31 9.31

(18)

10  

yang me m riwulan 24,5%, diik daraan dan bagiannya (39,44%), mesin-mesin/pesawat mekanik (29,25%) dan pupuk (12,42%).

Tabel 1.5 Komoditas Impor Non Migas Utama dan Negara Asal Impor Utama Kaltim

Triwulan III-2008 Dijit USD

nyubang 5,49% terhadap pertumbuhan impor periode berjalan ini. Sementara impor dari luar negeri menyumbang 3,82% (tabel 1.4).

Berdasarkan data yang tercatat di Bea Cukai, nilai impor non-migas Kaltim selama triwulan III 2008 berjumlah USD 270,62 juta atau mengalami peningkatan sebesar 89,10%, dibandingkan dengan triwulan III tahun 2007. Berdasarkan negaranya, kontribusi terbesar peningkatan impor non-migas adalah impor dari Amerika Serikat yang menyumbang sebesar 24,28% dari kenaikan impor non migas Kalimatntan Timur; kemudian diikuti oleh peningkatan impor yang berasal dari Singapura (17,13%), Australia (11,66%), Kanada (7,58%) dan India (5,62%). Berdasarkan pangsa pasarnya, Amerika Serikat juga

igas terbesar Kalimantan Timur pada t merupakan negara asal barang impor non

III-2008, yaitu dengan pangsa mencapai uti oleh Singapura (17,6%), Jepang

(10,1%) dan Cina (6,3%) (Tabel 1.3).

Sementara berdasarkan komoditasnya, pertumbuhan impor

non-migas Kaltim pada triwulan III-2008 disumbang oleh komoditas ken

(HS 2 , dalam )

 Jumlah   Pangsa   Jumlah  Pangsa 

Komoditas 

 (USD)   Pasar 

Negara 

(USD)  Pasar  84  ‐  Mesin‐mesin / Pesawat Mekanik    101,146,962   37.4%  Amerika Serikat      66,213,288   24.5%  87  ‐  Kendaraan dan Bagiannya      59,284,831   21.9%  Singapura      47,654,379   17.6% 

31  ‐  Pupuk      27,565,478   10.2%  Jepang      27,455,041   10.1% 

89  ‐  Kapal Laut dan Bangunan Terapung      21,905,660   8.1%  Cina      16,962,885   6.3%  73  ‐  Benda‐benda dari Besi dan Baja      16,338,881   6.0%  Perancis      15,595,594   5.8%  40  ‐  Karet dan Barang dari Karet      16,209,522   6.0%  Australia      12,432,856   4.6%  85  ‐  Mesin / Peralatan Listik         5,998,302   2.2%  Inggris      10,670,171   3.9%  90  ‐  Perangkat Optik         5,190,569   1.9%  Other MEE         8,139,402   3.0%  38  ‐  Berbagai Produk Kimia         4,948,951   1.8%  Eropa Lainnya         7,572,929   2.8% 

36  ‐  Bahan Peledak         4,694,297   1.7%  Jerman         5,529,803   2.0% 

Lainnya         7,333,369   2.7%  Lainnya      52,390,474   19.4% 

Total    270,616,822   100%  Total    270,616,822   100% 

Sumber: Ditjen Bea & Cukai, diolah           

Secara keseluruhan, surplus perdagangan non-migas Kalimantan Timur pada

triwulan 008 ini mencapai USD 1.415 juta; lebih tinggi dibandingkan surplus pada

8,96 juta.

1.3

an pada triwulan II-2008 sebesar 7,00%. Sedangkan pertumbuhan tanpa migasnya III-2

triwulan II-2008 yang tercatat sebesar USD 75

Perkembangan Indikator PDRB Sisi Penawaran

Perekonomian Kalimantan Timur secara tahunan, yang dihitung melalui PDRB dengan migas mengalami pertumbuhan sebesar 5,53% (y-o-y), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuh

(19)

11  

mencapa

-o-y) dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelum

n pada sektor perdangan, hotel dan restoran, yang tumbuh 14,01% (y-o-y), sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan (7,82

ertumb PD k li n

i 9,56%, juga relatif lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat sebesar 10,58% .

Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur periode berjalan ini dipengaruhi terutama oleh sektor pertambangan dan penggalian, yang memberikan kontribusi sebesar 2,56% dengan pertumbuhan mencapai 6,59% (y

nya. Sektor ini masih dipengaruhi oleh meningkatnya produktivitas pertambangan batubara dan pertambangan migas.

Sedangkan pertumbuhan pada PDRB tanpa migas, selain dipengaruhi oleh kinerja sub sektor pertambangan tanpa migas, juga dipengaruhi oleh pertumbuha

%) dan sektor pengangkutan dan komunikasi (9,99%). Table 1.6. P uhan RB Se toral Ka manta Timur

Pertumbuhan (y‐o‐y)  Kontribusi  

Sektor Ekonomi 

Q I‐08  Q II‐08  Q III‐08  Q I‐08  Q II‐08  Q III‐08 

Pertanian  13.40  10.96  7.82  0.94  0.75  0.53 

Pertambangan & penggalian  6.97  7.26  6.59  2.70  2.85  2.56  Industri Pengolahan  2.27  3.26  ‐0.06  0.75  1.05  ‐0.02 

Listrik, gas, & air bersih  6.20  5.27  6.73  0.02  0.02  0.02 

Bangunan  8.79  9.29  9.01  0.30  0.32  0.31 

Perdagangan, hotel dan restoran  15.50  14.27  14.01  1.19  1.13  1.12 

Pengangkutan   8.65  8.76  9.99  0.45  0.46  0.52 

Keuangan  9.96  10.43  12.04  0.27  0.29  0.33 

Jasa‐jasa  7.78  6.90  8.02  0.15  0.13  0.16 

PDRB   6.77  7.00  5.53  6.77  7.00  5.53 

PDRB tanpa Migas  11.97  10.58  9.56          

Sumber: BPS Kaltim, diolah       

Berdasarkan kontribusinya, selain sektor pertambangan dan penggalian dan sektor industri pengolahan yang merupakan sektor dengan kontribusi terbesar, kontribusi yang cukup besar itunjukkan juga oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran (1,12%) dan sektor pertanian

nakan

dan hasil-hasilnya, dan sub sektor kehutanan, serta sub sektor perikanan masing-masing sebesar 1,93%, 0,85%, 0,16% dan 1,72% (Grafik 1.8).

d

(0,53%) (Tabel 1.4).

1.3.1 Sektor Pertanian, peternakan, kehutanan dan Pertumbuhan sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan pada triwulan III-2008 tercatat sebesar 7,82% (y-o-y), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan triwulan II-2008 yang mencapai 10,96%. Secara umum, seluruh sub sektor menunjukkan kinerja yang positif. Sub sektor tanaman bahan makanan merupakan kontributor utama pertumbuhan sektor ini, yaitu mencapai 3,16% dengan laju pertumbuhan sebesar 17,22% (y-o-y). Sedangkan kontribusi sub sektor lainnya seperti sub sektor tanaman perkebunan, sub sektor peter

(20)

12  

Perlambatan pertumbuhan sektor pertanian ini ditunjukkan pula oleh angka ramalan (Aram) III 2008 dibandingkan dengan angka tetap tahun 2007, dimana produktivitas tanaman pangan mengalami penurunan, kecuali jagung (Tabel 1.5).

1.3.2 Sektor Pertambangan dan Penggalian

Sektor ini tumbuh sebesar 6,59% (y-o-y), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan II-2008 sebesar 7,26%. Kinerja positif sektor ini masih dipengaruhi oleh pertumbuhan subsektor pertambangan tanpa migas yang mencapai 13,29% (y-o-y) dan subsektor penggalian yang tumbuh sebesar 6,67%. Subsektor pertambangan migas juga mengalami pertumbuhan yang positif, yaitu sebesar 0,55%.

Kontribusi terbesar pertumbuhan di sektor pertambangan dan penggalian ini adalah pada sub sektor pertambangan tanpa migas yaitu sebesar 5,17%, lebih rendah dibandingkan dengan kontribusi pertumbuhan pada triwulan II-2008 yang mencapai 6,40%. Hal ini dipengaruhi oleh adanya penutupan area tambang batubara PT. Kaltim Prima Coal pada periode Agustus 2008 selama 26 hari, yang menyebabkan penurunan produksi. Sementara kontribusi sub sektor lainnya seperti sub sektor pertambangan migas dan sub sektor penggalian yaitu masing-masing sebesar 1,3% dan 0,12%. (Grafik 1.9).

1.3.3 Sektor Industri Pengolahan

Kinerja industri pengolahan Perkembangan sektor industri pengolahan pada triwulan III-2008 mengalami pertumbuhan yang melambat, yaitu -0,06% (y-o-y) dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan II-2008 yang tercatat sebesar 3,26%. Melambatnya pertumbuhan sektor ini dipengaruhi oleh melambatnya kinerja sub sektor pengilangan gas alam cair yang memiliki pangsa terbesar, yaitu mencapai 0,69%. Sub sektor ini tumbuh melambat, yaitu -1,30% (y-o-y), dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya. Sub sektor lainnya, yaitu sub sektor pengilangan minyak bumi dan sub sektor industri pengolahan non migas mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 3,8% dan 1,61% (y-o-y).

Pertumbuhan sub sektor industri pengolahan non migas, kontribusi terbesarnya berasal dari industri pengolahan makanan, minuman & tembakau, yaitu sebesar 1,80%, yang dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat menjelang perayaan hari raya Idul Fitri. Beberapa sub sektor lainnya yang memberikan kontribusi cukup tinggi adalah industri pengolahan kertas dan

2007* 2008** Padi      132,706      112,181 ‐15.47 Jagung       3,609       4,681 29.70 Kacang Hijau 400 342 ‐14.50 Kacang Tanah 866 706 ‐18.48 Kedelai 748 735 ‐1.74 Ubi Jalar       10,823       9,783 ‐9.61 Ubi Kayu       38,875        34,707 ‐10.72 Sumber: BPS *Angka Tetap **Angka Ramalan Sep ‐ Dec Y‐o‐Y (%) Tabama Kaltim (ton)

Tabel 1.7 Perkembangan Produktivitas Tanaman Bahan Makanan di 

Industri Tanpa Migas Pangsa Pertumb. Kontribusi

Makanan, Minuman & Tembakau 0.14 12.43 1.80

Tekstil, Barang Kulit & Alas Kaki 0.01 6.80 0.04

Barang Kayu & Hasil Hutan Lain 0.21 ‐1.57 ‐0.33

Kertas & Barang Cetakan 0.34 2.04 0.70

Pupuk, Kimia & Barang dari Karet 0.25 ‐3.66 ‐0.91

Semen, Barang Lain Bukan Logam 0.02 6.75 0.11

Alat Angkutan, Mesin dan Peralatan 0.02 7.49 0.17

Barang Lainnya 0.01 3.70 0.04

Jumlah 1.00 1.61 1.61

Sumber: BPS Kaltim, diolah

(21)

barang cetakan (0,70%) dan industri pengolahan alat angkutan, mesin dan peralatan (0,17%) (tabel 1.8).

1.3.4 Sektor Listrik dan Air Bersih

Sektor listrik dan air bersih pada periode berjalan ini tumbuh sebesar 6,73% (y-o-y), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,27%. Meningkatnya produktivitas sektor ini dipengaruhi oleh subsektor air bersih yang mengalami peningkatan sebesar 6,71% (y-o-y) dan sub sektor listrik (6,74%). Pertumbuhan kedua sub sektor tersebut dipengaruhi dengan adanya peningkatan penyediaan fasilitas listrik dan air bersih untuk masyarakat.

1.3.5 Sektor Bangunan

Sektor bangunan masih menunjukkan pertumbuhan yang tinggi pada periode berjalan ini, yaitu mencapai 9,01% (y-o-y), walaupun lebih rendah dibandingkan triwulan II-2008 yang tumbuh sebesar 9,29%. Sementara itu berdasarkan penyaluran kredit perbankan di sektor bangunan, juga menunjukkan adanya pertumbuhan yang positif, yaitu mencapai 29,96% (y-o-y) dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya, namun lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada triwulan II-2008 yang mencapai 30,07%.

1.3.6 Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran Sektor perdagangan, hotel dan restoran pada triwulan III-2008 mencatatkan pertumbuhan yang tinggi, yaitu mencapai 14,01% (y-o-y), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan II-2008 yang mencapai 14,27%. Pertumbuhan sektor ini dipengaruhi oleh kinerja positif yang ditunjukkan oleh semua sektor yang terdapat di didalamnya, yaitu sub sektor perdagangan besar dan eceran (14,89%), hotel (6,45%), dan restoran (7,59%).

Dari sisi pembiayaan oleh perbankan,

pertumbuhan kredit perdagangan pada triwulan III-2008 sebesar 26,13% (y-o-y), dengan total kredit mencapai Rp 4,5 triliun. Pertumbuhan pada periode berjalan ini lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan II-2008 yang mencapai 28,58%.

(22)

14  

1.3.7 Sektor Pengangkutan dan Komunikasi

Sektor pengangkutan & komunkasi pada triwulan

III-2008 mengalami pertumbuhan sebesar 9,99%

(y-o-y), lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 8,76%. Pertumbuhan sektor ini dipengaruhi oleh pertumbuhan sub sektor angkutan dan sub sektor komunikasi yang masing-masing sebesar 8,40% dan 19,01% (y-o-y). Pada sub sektor angkutan, kontribusi pertumbuhan terbesar berasal dari sub sektor jasa penunjuang angkutan, yaitu sebesar 3,55%, diikuti oleh angkutan jalan raya (2,42%) dan angkutan jalan udara (1,89%). Pertumbuhan sub sektor angkutan ini dipengaruhi oleh

meningkatnya arus manusia yang menggunakan berbagai jenis moda transportasi karena pengaruh pola konsumsi musiman, yaitu adanya perayaan hari raya Idul Fitri. Salah satu indikator yang menggambarkan perkembangan sub sektor angkutan adalah peningkatan arus penumpang melalui pelabuhan Samarinda dan Balikpapan pada triwulan III-2008 yang mengalami peningkatan sebesar 19,21%

(y-o-y) dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya (Grafik 1.12).

Sementara itu, sub sektor telekomunikasi mengalami pertumbuhan sebesar 19,01% (y-o-y) dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini masih lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan II-2008 yang mencapai 16,34%, yang dipengaruhi oleh meningkatnya penggunanan telepon seluler.

1.3.8 Sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan Sektor keuangan,

persewaan dan jasa perusahaan pada triwulan III-2008 ini mengalami pertumbuhan sebesar 12,04% (y-o-y), lebih tinggi

dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan

II-2008 sebesar 10,43%. Pertumbuhan paling tinggi terjadi pada subsektor bank sebesar 25,75% (y-o-y) dan diikuti oleh subsektor jasa perusahaan (9,65%). Peningkatan kinerja sub sektor bank antara lain dipengaruhi oleh meningkatnya penyaluran kredit perbankan, yang pada triuwalan III-2008 mencapai Rp 19,85 triliun, atau tumbuh sebesar 35,42% (y-o-y) dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya (Grafik 1.13).

Pengangkutan Pangsa Pertumb. Kontribusi

Angkutan Jalan Raya 0.27 9.03 2.42

Angkutan Sungai, Danau dan Penyeb. 0.11 ‐0.88 ‐0.10

Angkutan Laut 0.11 5.72 0.63

Angkutan Udara 0.13 14.23 1.89

Jasa Penunjang Angkutan 0.37 9.48 3.55

Jumlah 1.00 8.40 8.40

Sumber: BPS Kaltim, diolah

Tabel 1.9 Perkembangan Sub Sektor Angkutan Kaltim Tw III‐2008 (y‐o‐y)

Industri Tanpa Migas Pangsa Pertumb. Kontribusi

Bank 0.24 25.75 6.28

Lemba

Ja Ta

ga Keuangan Tanpa bank 0.05 6.22 0.29

Jasa Penunjang Keuangan 0.00 3.75 0.00

Sewa Bangunan 0.45 6.59 2.96

sa Perusahaan 0.26 9.65 2.51

Jumlah 1.00 12.04 12.04

Sumber: BPS Kaltim, diolah

(23)

1.3.9 Sektor Jasa-jasa

Sektor ini pada periode berjalan mengalami pertumbuhan sebesar 8,02% (y-o-y), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada triwulan II-2008 sebesar 6,90%. Subsektor pemerintah umum mengalami peningkatan sebesar 7,76%, sedangkan subsektor swasta tumbuh 8,86%.

Swasta  Pangsa Pertumb. Kontribusi

Jasa Hiburan dan Rekreasi 0.26 8.14 2.16

Jasa Sosial Kemasyarakatan 0.05 11.45 0.58

Jasa Perorangan dan Rumahtangga 0.68 8.95 6.13

Jumlah 1.00 8.86 8.86

Sumber: BPS Kaltim, diolah

Tabel 1.11 Perkembangan Sub Sektor Jasa‐jasa Swasta

Pada subsektor swasta, kontribusi pertumbuhan dipengaruhi oleh sub sektor jasa perorangan dan rumah tangga yaitu sebesar 6,13%, sub sektor jasa hiburan dan rekreasi (2,16%) dan sub sektor jasa sosial kemasyarakatan (0,58%).

(24)

Boks 1.

Analisis Singkat Dampak Krisis Finansial Amerika Serikat

terhadap Kinerja Perekonomian Kaltim

Krisis finansial yang tengah melanda Amerika Serikat (AS) diperkirakan dapat membawa kepada resesi global mengingat peranan AS dalam perekonomian dunia yang cukup signifikan.

Dari sisi perdagangan internasional, resesi di AS akan melemahkan permintaan impor dari AS yang berimbas pada pelemahan permintaan impor dunia. Negara-negara yang terkena dampak langsung adalah negara-negara yang memiliki pangsa terbesar terhadap impor AS, seperti Cina, Kanada, Meksiko, Jepang dan Jerman serta negara-negara yang menjadikan AS sebagai tujuan utama produk ekspornya, seperti Indonesia.

Dari sisi finansial, krisis di AS menimbulkan kesulitan likuiditas perusahaan-perusahaan keuangan AS hingga kebrangkrutan Lehman Brothers (perusahaan keuangan terbesar ke-empat di AS) yang berdampak pada kepanikan bursa di seluruh dunia diawali dengan terpuruknya indeks dow jones di AS. IHSG BEI kemudian terkena imbasnya menyusul terjadinya arus keluar ”hot money” dari Indonesia (reversal) yang pada gilirannya menekan nilai tukar rupiah terhadap USD (depresiasi). Sementara itu, dunia perbankan nasional sebagai sektor yang dominan dalam sistem keuangan Indonesia mulai mengalami pengetatan likuiditas sehingga sempat direspon dengan perang suku bunga simpanan antar bank untuk menggenjot penghimpunan dana.

I. Dampak terhadap Kinerja Perdagangan Internasional

Dari total impor AS 2007 yang mencapai USD 1,95 triliun, diketahui sebesar 0,69% atau setara dengan USD 13,43 miliar berasal dari Indonesia atau berada di urutan ke-26 dunia (tabel 1).

Namun demikian, apabila dilihat dari komposisi ekspor Indonesia ke negara-negara tujuan ekspor utama periode Januari-Juli 2008, maka AS merupakan negara tujuan ekspor non migas yang terbesar kedua setelah Jepang, dengan pangsa ekspor mencapai 11,53% atau setara dengan USD 7,3 miliar, dari total ekspor non migas Indonesia yang sebesar USD 63,3 miliar (tabel 2) [catatan: ekspor ke AS pada tahun 2007 sebesar USD 11,11 miliar atau pangsanya 12% terhadap total ekspor Indonesia yang sebesar USD 92,6 miliar].

No.

Negara

Nilai (USD Juta)

Pangsa

1

China

321.4

43

16.43%

2

Canada

317.0

57

16.20%

3

Mexico

210.7

14

10.77%

4

Japan

145.4

63

7.43%

5

Germany

94.16

4

4.81%

6

United Kingdom

56.85

8

2.91%

7

Korea

47.56

2

2.43%

8

France

41.55

3

2.12%

9

Venezuala

39.91

0

2.04%

10

Taiwan

38,27

8

1.96%

26

Indonesia

13.42

5

0.69%

Lainnya

630.5

35

32.22%

Total

.956.962

1

100.00%

Tabel.1.

10 (sepuluh) Negara Asal Utama Impor AS 2007

Sumber: US Dept. of Commerce, diolah

(25)

Tabel.2.

10 (sepuluh) Negara Tujuan Utama Ekspor Non Migas Indonesia 2007

Nilai (USD Juta) Pangsa Nilai (USD Juta) Pangsa

1 JAPAN 7,738 12.22% 13,287 14.35% 2 USA 7,297 11.53% 11,111 12.00% 3 SINGAPORE 6,271 9.91% 8,860 9.57% 4 R.R.C 4,868 7.69% 6,769 7.31% 5 INDIA 3,717 5.87% 4,869 5.26% 6 MALAYSIA 3,664 5.79% 4,675 5.05% 7 SOUTH KOREA 2,712 4.28% 3,792 4.10% 8 NETHERLANDS 2,131 3.37% 2,815 3.04% 9 THAILAND 1,969 3.11% 2,746 2.97% 10 TAIWAN 1,612 2.55% 2,375 2.57% LAINNYA 21,328 33.69% 31,298 33.80% Total 63,306 100.00% 92,598 100.00% Jan-Jul 2008 No. Negara 2007

Sumber: Ditjen Bea Cukai, diolah

Neraca perdagangan barang non-migas antara Kaltim dengan AS selama periode Januari-Juli 2008 menunjukkan defisit sebesar USD 138 juta, lebih tinggi dibandingkan dengan defisit pada tahun 2007 sebesar USD 104 juta (Grafik 1).

I. 1. Ekspor Propinsi Kalimantan Timur

Nilai ekspor non migas Kaltim pada Januari-Juli 2008 tercatat Rp 48 juta atau mengalami peningkatan 31,35% dibandingkan periode yang sama tahun 2007. Akan tetapi ekspor ke AS menunjukkan penurunan sebesar 16,68%.

Nom (USD juta) Pertumb. Nom (USD juta) Pertumb.

USA 57.6 -20.84% 48.0 -16.68%

TOTAL 3,129.2 12.49% 4,110.4 31.35%

Jan-Jul 2008

Negara Tujuan Jan-Jul 2007

Bagi Kalimantan Timur yang juga menjadi salah satu provinsi pengekspor produk non migas dengan tujuan AS (negara urutan ke-13), perlu mewaspadai potensi menurunnya demand dari negara-negara yang menjadi importir utama AS seperti Jepang, Korsel, RRC dan Taiwan (lihat

Tabel 1) yang juga merupakan negara tujuan utama ekspor non migas Kaltim [pangsa pasar

Jepang, Korsel, RRC dan Taiwan pada Jan-Juli 2008 mencapai 58,14%]. Berdasarkan data Jan-Juli 2008 menunjukkan bahwa pangsa ekspor Kaltim ke pasar AS baru mencapai 1,17% atau setara dengan USD 48 juta dari total ekspor Kaltim yang mencapai USD 4,11 miliar (tabel 3).

-200 -150 -100 -50 0 50 100 150 200 250 (U S D J u ta ) 2007 99.0 203.1 -104.0 Jan-Juli 2008 48.0 185.9 -137.9

Ekspor ke AS Impor dari AS Surplus/-Defisit

Grafik 1

Nilai Perdagangan Kaltim Dengan AS

(26)

Tabel 3.

10 (sepuluh) Negara Tujuan Utama Ekspor Non Migas Kaltim

Nilai (USD Juta) Pangsa Nilai (USD Juta) Pangsa

1 JAPAN 754 18.34% 1,106 20.61% 2 TAIWAN 731 17.79% 849 15.81% 3 SOUTH KOREA 649 15.79% 814 15.17% 4 INDIA 339 8.26% 480 8.95% 5 R.R.C 256 6.22% 367 6.83% 6 THAILAND 233 5.67% 229 4.27% 7 ITALY 188 4.58% 182 3.39% 8 MALAYSIA 174 4.23% 196 3.65% 9 HONGKONG 126 3.07% 190 3.54% 10 PHILIPPINES 111 2.70% 138 2.56% 13 USA 48 1.17% 99 1.85% LAINNYA 501 12.19% 717 13.37% Total 4,110 100.00% 5,366 100.00%

No. Negara Jan-Jul 2008 2007

Sumber: Ditjen Bea Cukai, diolah

Apabila dilihat dari provinsi asal barang, maka ekspor non migas provinsi Kaltim ke AS selama Jan-Juli 2008 menempati peringkat ke-16 diantara provinsi di Indonesia dengan pangsa sebesar 0,66% atau setara dengan USD 48 juta terhadap total ekspor non migas Indonesia yang sebesar USD 7,3 miliar (tabel 4).

Tabel. 4

Ekspor Non Migas ke AS Menurut 10 Propinsi Asal Utama

Nilai (USD Juta) Pangsa Nilai (USD Juta) Pangsa

1 JAWA BARAT 2,070 28.37% 3,310 29.79% 2 JAWA TIMUR 800 10.97% 1,320 11.88% 3 JAKARTA 747 10.23% 1,320 11.88% 4 BANTEN 712 9.76% 1,089 9.80% 5 RIAU 564 7.73% 920 8.28% 6 JAWA TENGAH 562 7.71% 681 6.13% 7 SUMATERA SELATAN 375 5.14% 477 4.30% 8 SUMATERA UTARA 339 4.65% 435 3.91% 9 1SUMATERA BARAT 243 3.33% 323 2.91% 10 LAMPUNG 236 3.23% 216 1.94% 16 KALIMANTAN TIMUR 48 0.66% 99 0.89% LAINNYA 599 8.21% 921 8.29% Total 7,297 100.00% 11,111 100.00%

No. Negara Jan-Jul 2008 2007

Sumber: Ditjen Bea Cukai, diolah

Sedangkan dari sisi jenis komoditas yang diekspor dari provinsi Kaltim, maka dominasi terbesar masih dari produk primer berupa produk yang berasal dari hasil hutan, pertambangan dan kelautan yang masing-masing berupa produk kayu (34,4%), produk mineral/batubara (21,5%), kelautan khususnya udang (15,6%). Pangsa ketiga kelompok komoditi tersebut mencapai 71,5%, sebagaimana terlihat pada grafik 2 di samping ini.

Others, $3.1, 6.5% Inorganic chemicals, $4.0, 8.2% Organic chemicals, $6.6, 13.7% Fish, crustaceans, moluscs, oth.invert, $7.5, 15.6%

Wood & articles of wood, $16.5, 34.4% Mineral fuels, mineral oil products, $10.3, 21.5% Grafik 2

Ekspor Kaltim ke AS menurut Komoditi Utama

(27)

19  

I.2. Impor Provinsi Kalimantan Timur

Melihat dari sisi yang lain, yakni impor yang diminta oleh provinsi Kaltim selama Januari-Juli 2008, maka Negara AS merupakan negara asal impor terbesar provinsi Kaltim, yang ditunjukkan oleh pangsa impor dari AS mencapai 22,81% terhadap total impor non migas Kaltim dari seluruh dunia (tabel 5.) [sementara pada tahun 2007, negara AS menempati peringkat ke -2 setelah Singapura].

Tabel. 5

10 Negara Asal Utama Impor Non Migas Kaltim 2007

Nilai (USD Juta) Pangsa Nilai (USD Juta) Pangsa 1 USA 186 22.81% 203 24.92% 2 SINGAPORE 155 19.04% 304 37.34% 3 R.R.C 101 12.36% 44 5.45% 4 JAPAN 95 11.67% 78 9.63% 5 AUSTRALIA 67 8.18% 55 6.80% 6 FRANCE 44 5.42% 67 8.23% 7 UNITED KINGDOM 20 2.43% 27 3.32% 8 CANADA 17 2.13% 12 1.52% 9 PHILIPPINES 17 2.06% 25 3.05% 10 INDIA 13 1.64% 18 2.18% LAINNYA 100 12.27% 143 17.57% Total 815 100.00% 978 120.02%

No. Negara Jan-Jul 2008 2007

Sumber: Ditjen Bea Cukai, diolah

Mendasarkan pada jenis komoditi yang diimpor dari Negara AS tersebut selama Januari-Juli 2008, terlihat didominasi oleh barang-barang modal berupa produk mesin-mesin dan perlengkapannya (67,2%), peralatan optik, alat ukur dan kesehatan (6,8%), kendaraan (5,7%) dan produk palstik serta karet (5,3%), sebagaimana grafik 3 di bawah ini.

Apabila dilihat dari provinsi pengimpor barang dari AS selama Januari-Juli 2008, maka provinsi Kaltim menempati urutan ke-5 sebagai provinsi pengimpor dari AS, dengan nilai sebesar USD 186 juta atau 3,99% diantara provinsi pengimpor dari AS di Indonesia (tabel 6)

OTHERS, $27.8, 14.9% MNFC RUBBER & PLASTICS PRODUCTS, $9.9, 5.3% MNFC MOTOR VEHICLES, TRAILERS, $10.7, 5.7% MNFC MEDICAL, PRECISION & OPTICAL, $12.7, 6.8% MNFC MACHINERY & EQUIPMENT , $124.9, 67.2% Grafik 3

Impor Non Migas Kaltim dari AS Menurut Komoditi Utama (nominal dalam USD juta)

(28)

20  

Tabel 6.

Impor Non Migas dari AS Menurut 10 Propinsi Tujuan Utama

Nilai (USD Juta) Pangsa Nilai (USD Juta) Pangsa

1 DKI 1,739 37.36% 1,790 32.81% 2 BANTEN 931 20.00% 1,058 19.39% 3 JATIM 684 14.70% 831 15.22% 4 KEPRI 302 6.50% 506 9.28% 5 KALTIM 186 3.99% 203 3.72% 6 JATENG 172 3.69% 224 4.11% 7 PAPUA 135 2.90% 170 3.11% 8 SUMUT 104 2.23% 169 3.10% 9 JABAR 97 2.09% 127 2.33% 10 RIAU 91 1.97% 86 1.58% LAINNYA 213 4.57% 292 5.35% Total 4,653 100.00% 5,457 100.00%

No. Negara Jan-Jul 2008 2007

Sumber: Ditjen Bea Cukai, diolah

Gambar

Tabel 1.1. Pertumbuhan PDRB Sisi Permintaan Kalimantan Timur
Tabel 1.2 Perkembangan Komponen Ekspor Tw III‐2008
Tabel 1.4 Perkembangan Komponen Impor Tw III‐2008
Tabel 1.5 Komoditas Impor Non Migas Utama dan Negara Asal Impor Utama Kaltim  Triwulan III-2008 Dijit  USD
+7

Referensi

Dokumen terkait

Konseling indigenous juga menunjukkan pemahaman mereka terhadap person, self, tujuan hidup, dan nilai-nilai yang dijadikan pijakan (Nager, 2000: 28). Berkaitan dengan

Orang yang memikirkan hal-hal semacam ini lah yang dinamakan orang yang berpikir dan mencapai kesimpulan yang sangat bermakna dari apa yang ia pikirkan dan orang

Induksi Streptokinase dengan injeksi 1 x 6000 IU, 2 x 6000 IU, 3 x 6000 IU menyebabkan terjadinya renal fibrosis yang ditandai dengan peningkatan ekspresi Tumor

Sesuai dengan teori tektonik  lempeng, Nusa Tenggara dapat dibagi menjadi menjadi 4 struktur tektonik yaitu busur belakang yang terletak di laut Flores, busur dalam

The results of vertical, horizontal and mixed cylinder0based calibration with data captured by different scanner position are analysed in detail in terms of the parameters

Mamografi adalah suatu pemeriksaan untuk mammae )payudara, dengan menggunakan sinar -ray dosis rendah. ipakai untuk mendeteksi dini tumor payudara pada wanita! tanpa

21.Setelah wire tester selesai dan semua petugas beserta peralatan berada di tempat aman lakukan pengangkatan life boat dengan menggunakan manual tromol handle hingga life boat

construct sehingga ia menjadi variabel atau variabel- variabel yang dapat diukur.”.. Untuk memahami penggunaan variabel dalam penelitian ini, penulis