RANGKUMAN RANGKUMAN
PERKEMBANGAN PENDIDIKAN IPA PERKEMBANGAN PENDIDIKAN IPA
Literasi Sains
Literasi Sains
Dosen: Prof. Dr. Sri Rejeki, M.Pd.
Dosen: Prof. Dr. Sri Rejeki, M.Pd.
oleh: Herman S. Wattimena oleh: Herman S. Wattimena
NIM: 1007139 NIM: 1007139
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPA
SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG BANDUNG
2010 2010
LITERASI SAINS LITERASI SAINS oleh: Herman S. Wattimena oleh: Herman S. Wattimena
NIM: 1007139 NIM: 1007139 A.
A. PePendndahahululuauann
Sains sebagai salah satu mata pelajaran dalam kurikulum sekolah, memiliki sejarah Sains sebagai salah satu mata pelajaran dalam kurikulum sekolah, memiliki sejarah yang relatif panjang. Matthews (Sarkim 2005) memperkirakan bahwa sains telah menjadi yang relatif panjang. Matthews (Sarkim 2005) memperkirakan bahwa sains telah menjadi bagian dari kurikulum sekolah sejak pertengahan abad ke-18 di Eropa. Keberadaan sains bagian dari kurikulum sekolah sejak pertengahan abad ke-18 di Eropa. Keberadaan sains
dal
dalam am kurkurikuikulum lum seksekolaolah h semsemakiakin n dipdiperkerkuat uat setsetelaelah h kehkehadiadiran ran parpara a ahlahli i penpendiddidikaikann seperti Thomas Huxley dari Inggris dan John Dewey dari Amerika Serikat pada abad seperti Thomas Huxley dari Inggris dan John Dewey dari Amerika Serikat pada abad ke-19. Dalam sejarah perkembangannya, pendidikan sains telah mengalami berbagai 19. Dalam sejarah perkembangannya, pendidikan sains telah mengalami berbagai pem- baharuan baik dalam aspek tujuan, isi maupun metode pengajarannya. Inisiatif baharuan baik dalam aspek tujuan, isi maupun metode pengajarannya. Inisiatif pembaha-ruan itu muncul dari para pendidik, ahli pendidikan atau para ilmuwan, seperti ruan itu muncul dari para pendidik, ahli pendidikan atau para ilmuwan, seperti bidang- bidang Fisika, Biologi dan Kimia dan
bidang Fisika, Biologi dan Kimia dan sebagainya.sebagainya.
Shamos (Sarkim, 2005) mencatat bahwa tujuan dari
Shamos (Sarkim, 2005) mencatat bahwa tujuan dari scientific literacy scientific literacy hampir si-hampir si-nonim dengan tujuan pengajaran sains dewasa ini. Pembahasan konsep
nonim dengan tujuan pengajaran sains dewasa ini. Pembahasan konsep scientific literacy scientific literacy dapat dikatakan telah menjadi tanda reformasi pendidikan sains di banyak negara dalam dapat dikatakan telah menjadi tanda reformasi pendidikan sains di banyak negara dalam dua dekade terakhir. Para pendidik sepakat bahwa tujuan penting dari pengajaran sains dua dekade terakhir. Para pendidik sepakat bahwa tujuan penting dari pengajaran sains adalah membantu para murid mencapai tingkat literasi sains yang lebih tinggi. Meskipun adalah membantu para murid mencapai tingkat literasi sains yang lebih tinggi. Meskipun ide literasi sains bukan ide yang baru, namun nampaknya belum ada konsensus tentang ide literasi sains bukan ide yang baru, namun nampaknya belum ada konsensus tentang apa
apa yanyang g dimdimaksaksud ud dengdengan an liliterterasi asi saisains. ns. DalDalam am tultulisaisan n ini ini pempembahbahasaasannynnya a akaakann diarahkan pada pengertian-pengertian literasi sains, karakteristik dari orang yang
diarahkan pada pengertian-pengertian literasi sains, karakteristik dari orang yang scien- scien-tifically literate
tifically literate, sikap lembaga sains terhadap literasi sains serta rasional yang menopang, sikap lembaga sains terhadap literasi sains serta rasional yang menopang muncul dan berkembangnya konsep literasi sains.
muncul dan berkembangnya konsep literasi sains. B.
B. PePengngertertiaian Liten Literarasi Saisi Sainsns Literasi sains menurut
Literasi sains menurut the Programme for International Student Assessment the Programme for International Student Assessment atauatau PISA (Rustaman, 2003) dipertimbangkan menjadi suatu hasil kunci dari pendidikan anak PISA (Rustaman, 2003) dipertimbangkan menjadi suatu hasil kunci dari pendidikan anak usia 15 tahun, baik bagi yang melanjutkan belajar sains maupun yang tidak. Berpikir usia 15 tahun, baik bagi yang melanjutkan belajar sains maupun yang tidak. Berpikir ilmiah atau
ilmiah atau scientific scientific dituntut dari warga dunia, warga negara atau warga masyarakat,dituntut dari warga dunia, warga negara atau warga masyarakat, bukan hanya dari ilmuwan atau pakar sains. Cakupan literasi sains sebagai kompetensi bukan hanya dari ilmuwan atau pakar sains. Cakupan literasi sains sebagai kompetensi
umum untuk bertahan hidup merefleksikan kecenderungan pertanyaan-pertanyaan ilmiah umum untuk bertahan hidup merefleksikan kecenderungan pertanyaan-pertanyaan ilmiah dan
dan tekteknolnologiogi. . DalDalam am PISPISA A dikdikembembangangkan kan tigtiga a dimdimensensi i litliteraerasi si saisains, ns, yaiyaitu tu konskonsepep ilmiah (
ilmiah ( scientific concepts scientific concepts), proses ilmiah (scientific), proses ilmiah (scientific processes processes), serta situasi ilmiah dan), serta situasi ilmiah dan area aplikasi (
area aplikasi ( scientific context and areas of application scientific context and areas of application).). Menurut DeBoer, (1991), istilah
Menurut DeBoer, (1991), istilah science literacy science literacy pertama kali dikemukakan oleh pertama kali dikemukakan oleh Paul DeHart Hurd, seorang ahli pendidikan sains yang terkenal, pada tahun 1958 dalam Paul DeHart Hurd, seorang ahli pendidikan sains yang terkenal, pada tahun 1958 dalam sebuah artikelnya berjudul “
sebuah artikelnya berjudul “Science LiteracyScience Literacy:: Its Meaning for American SchoolsIts Meaning for American Schools”. Dalam”. Dalam artikel itu, Hurd menggunakan istilah
artikel itu, Hurd menggunakan istilah science literacy science literacy untuk menjelaskan pemahamanuntuk menjelaskan pemahaman ten
tentantang g saisains ns dan dan penpeneraerapanpannya nya daldalam am penpengalgalamaaman n sossosialial. . MenMenuruurut t MilMiller ler (S(Sarkarkimim 2005), istilah literasi sains bukanlah istilah yang baru. Menurutnya literasi sains menjadi 2005), istilah literasi sains bukanlah istilah yang baru. Menurutnya literasi sains menjadi bahan kajian sejak tahun 1930-an ketika John Dewey menulis artikel “
bahan kajian sejak tahun 1930-an ketika John Dewey menulis artikel “The Supreme In-The Supreme In-te
tellllectectuaual l ObObliligagatitionon”” tatahuhun n 1931934. 4. DaDalalam m arartitikekel l tetersrsebebut ut DeDewewey y memenenekankankakann pentingnya keterampilan dan sikap ilmiah dalam pengajaran sains.
pentingnya keterampilan dan sikap ilmiah dalam pengajaran sains.
DeBoer berbeda dengan Miller dalam menentukan awal mula munculnya konsep DeBoer berbeda dengan Miller dalam menentukan awal mula munculnya konsep literasi sains karena keduanya memakai pengertian yang berbeda. DeBoer berpendapat literasi sains karena keduanya memakai pengertian yang berbeda. DeBoer berpendapat bah
bahwa wa litliteraerasi si saisains ns adaadalah lah pempemahaahaman man tententantang g saisains ns dan dan penepeneraprapannyannya a daldalam am ke- ke-hidupan, sedangkan menurut Miller, literasi sains mengacu kepada kemampuan individu hidupan, sedangkan menurut Miller, literasi sains mengacu kepada kemampuan individu untuk membaca, memahami, dan menyatakan ide tentang sains (Sarkim 2005).
untuk membaca, memahami, dan menyatakan ide tentang sains (Sarkim 2005).
Perbedaan pendapat tentang pengertian literasi sains menunjukkan bahwa tidak ada Perbedaan pendapat tentang pengertian literasi sains menunjukkan bahwa tidak ada rumusan tunggal tentang arti dan konsep itu. Inti pengertian literasi sains tersebut akan rumusan tunggal tentang arti dan konsep itu. Inti pengertian literasi sains tersebut akan dibahas berikut ini (DeBoer, 1991).
dibahas berikut ini (DeBoer, 1991).
Miller mengelompokkan arti literasi sains ke dalam dua kategori yaitu tradisional Miller mengelompokkan arti literasi sains ke dalam dua kategori yaitu tradisional dan kontemporer. Pengertian tradisional mengandung dua dimensi yaitu: pemahaman dan kontemporer. Pengertian tradisional mengandung dua dimensi yaitu: pemahaman tentang norma-norma sains, dan pengetahuan tentang konsep-konsep pokok sains. Miller tentang norma-norma sains, dan pengetahuan tentang konsep-konsep pokok sains. Miller menggunakan arti tradisional untuk menentukan awal mula munculnya konsep literasi menggunakan arti tradisional untuk menentukan awal mula munculnya konsep literasi sains. Arti kontemporer, yaitu arti yang relevan dengan situasi masa kini, memiliki sains. Arti kontemporer, yaitu arti yang relevan dengan situasi masa kini, memiliki di-mensi ketiga selain dua didi-mensi yang terdapat di dalam arti tradisional, yaitu kesadaran mensi ketiga selain dua dimensi yang terdapat di dalam arti tradisional, yaitu kesadaran akan dampak sains dan teknologi terhadap masyarakat (DeBoer, 1991). Menurut Miller, akan dampak sains dan teknologi terhadap masyarakat (DeBoer, 1991). Menurut Miller, lit
kepada kemampuan indivi
kepada kemampuan individu du untuk menulis dan untuk menulis dan membamembaca ca secarsecara a fungsfungsionalional. . Dalam halDalam hal ini literasi sains berarti kemampuan individu untuk membaca, memahami, ini literasi sains berarti kemampuan individu untuk membaca, memahami, mengemu-kakan gagasan tentang hal-hal ilmiah.
kakan gagasan tentang hal-hal ilmiah.
Terdapat beberapa definisi literasi sains yang dapat dikategorikan sebagai Terdapat beberapa definisi literasi sains yang dapat dikategorikan sebagai penger-tian tradisional seperti yang dinyatakan oleh Miller. Pengerpenger-tian-pengerpenger-tian ini tian tradisional seperti yang dinyatakan oleh Miller. Pengertian-pengertian ini dikemu-kakan oleh Odishaw, Meyerhoff dan Karplus seperti yang dikutip dalam laporan Canton kakan oleh Odishaw, Meyerhoff dan Karplus seperti yang dikutip dalam laporan Canton (DeBoer, 1991).
(DeBoer, 1991).
Hugh Odishaw, direktur eksekutif ilmu ruang angkasa dan
Hugh Odishaw, direktur eksekutif ilmu ruang angkasa dan National Academy of National Academy of Science
Science berberpenpendapadapat t bahbahwa wa litliteraerasi si saisains ns munmungkigkin n dapadapat t diddidefiefinisnisikaikan n sebsebagaagai i suasuatutu hubungan yang umumnya dikenal dengan pengembangan, metodologi, prestasi, dan hubungan yang umumnya dikenal dengan pengembangan, metodologi, prestasi, dan per-masalahan-permasalahan pokok sains (DeBoer, 1991).
masalahan-permasalahan pokok sains (DeBoer, 1991).
Howard Meyerhoff, ketua Jurusan Geologi pada Universitas Pennsylvania, Howard Meyerhoff, ketua Jurusan Geologi pada Universitas Pennsylvania, me-nyatakan bahwa literasi sains tidak hanya berarti memiliki pengetahuan tentang sains, nyatakan bahwa literasi sains tidak hanya berarti memiliki pengetahuan tentang sains, akan tetapi juga terbiasa dengan metode-metode ilmiah serta pengetahuan yang memadai akan tetapi juga terbiasa dengan metode-metode ilmiah serta pengetahuan yang memadai dalam berbagai bidang sehingga mampu memahami laporan penemuan-penemuan baru dalam berbagai bidang sehingga mampu memahami laporan penemuan-penemuan baru dan lanjut (DeBoer, 1991).
dan lanjut (DeBoer, 1991).
Sementara itu Karplus menyatakan bahwa literasi sains adalah pemahaman Sementara itu Karplus menyatakan bahwa literasi sains adalah pemahaman fung-sional tentang konsep-konsep ilmiah atau kemampuan menggunakan informasi ilmiah sional tentang konsep-konsep ilmiah atau kemampuan menggunakan informasi ilmiah yang diperoleh oleh orang lain (DeBoer, 1991).
yang diperoleh oleh orang lain (DeBoer, 1991). Ket
Ketiga iga rumrumusausan n penpengergertitian an litliteraerasi si saisains ns di di ataatas s namnampaknpaknya ya menmenekaekankankan n padpadaa aspek-aspek pengetahuan dan penguasaan metode ilmiah. Penekanan pada aspek-aspek aspek-aspek pengetahuan dan penguasaan metode ilmiah. Penekanan pada aspek-aspek tersebut merupakan salah satu ciri utama pengertian literasi sains yang berkembang pada tersebut merupakan salah satu ciri utama pengertian literasi sains yang berkembang pada tah
tahun un 1961960-a0-an n dimdimana ana alaalasan san utautama ma penpenekanekanan an pada pada pengpengertertian ian ini ini adaadalah lah revrevoluolusisi teknologi (DeBoer, 1991).
teknologi (DeBoer, 1991). Lit
Literaerasi si saisains ns teltelah ah dirdirumuumuskaskan n daldalam am berberbagbagai ai benbentuktuk. . SmSmith ith (Sa(Sarkirkim, m, 20052005)) mendef
mendefinisinisikan ikan sains sebagai tantangan daripada sains sebagai tantangan daripada sebagai tujuan yang sebagai tujuan yang harus dicapai.harus dicapai. Tantangan ini dapat dipandang terdiri dari tiga bagian meliputi: (1) tantangan terhadap Tantangan ini dapat dipandang terdiri dari tiga bagian meliputi: (1) tantangan terhadap kemamp
kemampuan uan memahmemahami ami konsepkonsep-konse-konsep p ilmiilmiah; ah; (2) tantangan (2) tantangan terhadterhadap ap kemamkemampuan puan kitakita untuk melakukan verifikasi terhadap suatu teori; (3) tantangan terhadap kemampuan kita untuk melakukan verifikasi terhadap suatu teori; (3) tantangan terhadap kemampuan kita
untuk mengevaluasi dan menerapkannya teori tersebut. Semuanya ini mengacu kepada untuk mengevaluasi dan menerapkannya teori tersebut. Semuanya ini mengacu kepada konsep, proses dan aplikasi sains. Banyaknya rumusan pengertian literasi sains telah konsep, proses dan aplikasi sains. Banyaknya rumusan pengertian literasi sains telah mendorong para peneliti untuk menganalisis pengertian-pengertian tersebut. Penelitian mendorong para peneliti untuk menganalisis pengertian-pengertian tersebut. Penelitian yang dilakukan oleh O’Hearn mengidentifikasi bahwa, terdapat empat komponen definisi yang dilakukan oleh O’Hearn mengidentifikasi bahwa, terdapat empat komponen definisi operasional dari literasi sains yang meliputi: (1) pengetahuan dasar ilmiah; (2) proses operasional dari literasi sains yang meliputi: (1) pengetahuan dasar ilmiah; (2) proses sains; (3) hakekat sains; 4) implikasi sosial budaya dari sains. Dimana hal tersebut sains; (3) hakekat sains; 4) implikasi sosial budaya dari sains. Dimana hal tersebut meli- puti definisi yang mengacu pada sains untuk masyarakat, sains dan masyarakat, etika puti definisi yang mengacu pada sains untuk masyarakat, sains dan masyarakat, etika sains, hakekat sains, pengetahuan konseptual, sains dan teknologi, serta sains dan sains, hakekat sains, pengetahuan konseptual, sains dan teknologi, serta sains dan mate-matika (O’Hearn, dalam Sarkim, 2005).
matika (O’Hearn, dalam Sarkim, 2005). Sement
Sementara ara itu Mitman, Mergendolitu Mitman, Mergendoller, Marchman dan ler, Marchman dan Packer (DeBoerPacker (DeBoer, , 1991) me-1991) me-nyatakan bahwa definisi literasi sains mengandung tiga komponen yaitu: (1) semua nyatakan bahwa definisi literasi sains mengandung tiga komponen yaitu: (1) semua def
definiinisi si tertermotmotivasivasi i oleoleh h pempemikiikiran ran bahwbahwa a seksekolaolah-sh-sekolekolah ah memmemperpersiasiapkan pkan semsemuaua muridnya untuk berperan secara aktif dalam masyarakat yang berorientasi pada sains dan muridnya untuk berperan secara aktif dalam masyarakat yang berorientasi pada sains dan teknologi; (2) semua definisi merefleksikan ide bahwa para siswa harus menguasai teknologi; (2) semua definisi merefleksikan ide bahwa para siswa harus menguasai se- perangkat konsep dan fakta mendasar dalam
perangkat konsep dan fakta mendasar dalam sains; (3) arti sains akan berkembang bukansains; (3) arti sains akan berkembang bukan sebagai fungsi untuk menghafalkan fakta-fakta, tetapi sebagai fungsi pemahaman tentang sebagai fungsi untuk menghafalkan fakta-fakta, tetapi sebagai fungsi pemahaman tentang pentingnya sains serta manfaatnya berkaitan dengan konteks manusia yang lebih luas. pentingnya sains serta manfaatnya berkaitan dengan konteks manusia yang lebih luas.
Menuru
Menurut t Bybee (DeBoerBybee (DeBoer, , 1991), liter1991), literasi sains asi sains menganmengandung tiga dung tiga komponekomponen n yaityaitu: (1) u: (1) li- li-te
terarasi si sasainins s fufungngsisionaonal, l, yayaknkni i mememimililiki ki kokosa sa kakata ta teteknknis is dadalalam m bibidadang ng sasainins s dadann teknologi. Seseorang menunjukkan literasi sains fungsional apabila mereka teknologi. Seseorang menunjukkan literasi sains fungsional apabila mereka mengguna-kan
kan katkata-ka-kata ata ilmilmiah iah secsecara ara teptepat; at; (2) (2) liliterterasi asi saisains ns konskonsepteptual ual dan dan proprosedseduraural, l, yaiyaitutu mampu menghubungka
mampu menghubungkan n inforinformasi dan masi dan pengalampengalaman an dengan pemikiran konseptual yangdengan pemikiran konseptual yang menya
menyatukan tukan sains dan sains dan bidang-bidang-bidang sains; (3) bidang sains; (3) liteliterasi sains rasi sains multmultidimeidimensi, dimana nsi, dimana me- me-ngacu pada kemampuan mengembangkan perspektif sains dan teknologi yang meliputi ngacu pada kemampuan mengembangkan perspektif sains dan teknologi yang meliputi sejarah sains, hakikat sains dan teknologi serta peranan sains dan teknologi dalam sejarah sains, hakikat sains dan teknologi serta peranan sains dan teknologi dalam ke-hidupan sosial dan personal.
hidupan sosial dan personal. Bybee (Sarkim
Bybee (Sarkim, , 2005) telah 2005) telah mencoba membuat mencoba membuat perioperiodisasdisasi i perkemperkembangan penger-bangan penger-tian-pengertian literasi sains. Menurutnya, karakteristik literasi sains pada tahun 1960-an tian-pengertian literasi sains. Menurutnya, karakteristik literasi sains pada tahun 1960-an meliputi: (1) apresiasi terhadap perkembangan sosio-historis dan sains; (2) kesadaran meliputi: (1) apresiasi terhadap perkembangan sosio-historis dan sains; (2) kesadaran
akan etos sains modern; (3) pemahaman dan apresiasi terhadap hubungan sosial-budaya akan etos sains modern; (3) pemahaman dan apresiasi terhadap hubungan sosial-budaya dan sains; (4) kesadaran akan tanggung jawab sosial dari sains. Karakteristik ini dapat dan sains; (4) kesadaran akan tanggung jawab sosial dari sains. Karakteristik ini dapat ditem
ditemukan dalam ukan dalam artiartikel Hurd kel Hurd dan Gallagher berjuddan Gallagher berjudul ul ““Goals Related to The Social As-Goals Related to The Social As- pects of
pects of SciencSciencee”” yang ditulis pada tahun 1966. Selanjutnya Bybee (1995) mencatat be-yang ditulis pada tahun 1966. Selanjutnya Bybee (1995) mencatat be- berap
berapa a karaktkarakteriseristik tik pengerpengertian literastian literasi i sains pada sains pada tahun 1970-an tahun 1970-an dan dan 1980-a1980-an n berdasberdasar- ar-kan pada analisis tulisan Showalter pada tahun 1974 berjudul
kan pada analisis tulisan Showalter pada tahun 1974 berjudul What Is Unified ScienceWhat Is Unified Science Education
Education?. ?. Bybee melaporkaBybee melaporkan n bahwa karakteribahwa karakteristik literasi sainsstik literasi sains pada tahun 1970-an pada tahun 1970-an mel
melipuiputi: ti: (1) (1) hakehakekat kat saisains; ns; (2) (2) konskonsep-ep-konkonsep sep saisains; ns; (3) (3) proproses ses sinsins; s; (4) (4) saisains ns dandan masyarakat; (5) nilai-nilai sains; (6) minat terhadap sains; dan (7) masyarakat; (5) nilai-nilai sains; (6) minat terhadap sains; dan (7) keterampilan-keteram- pilan sains.
pilan sains.
Karakteristik literasi sains pada tahun 1980-an mengungkapkan tentang: (1) Karakteristik literasi sains pada tahun 1980-an mengungkapkan tentang: (1) kete-rampilan-keterampilan IPTEK; (2) pengetahuan sains dan Teknologi; (3) pengetahuan rampilan-keterampilan IPTEK; (2) pengetahuan sains dan Teknologi; (3) pengetahuan dan keterampilan sains dalam keputusan-keputusan personal dan sosial; (4) sikap, nilai dan keterampilan sains dalam keputusan-keputusan personal dan sosial; (4) sikap, nilai dan apresiasi sains dan teknologi; (5) interaksi antara sains, teknologi dan masyarakat. dan apresiasi sains dan teknologi; (5) interaksi antara sains, teknologi dan masyarakat. Karakteristik ini ditemukan pada pernyataan yang dipublikasikan oleh NSTA tahun 1982 Karakteristik ini ditemukan pada pernyataan yang dipublikasikan oleh NSTA tahun 1982 berjudul
berjudul Science-technology-societyScience-technology-society:: Science Education for the 1980sScience Education for the 1980s (Sarkim, 2005).(Sarkim, 2005). Akan tetapi, periodisasi secara tegas tentang pengertian-pengertian tersebut tidak Akan tetapi, periodisasi secara tegas tentang pengertian-pengertian tersebut tidak selal
selalu u tepattepat. . Tahun 1967, Pella, O’Hearn dan Tahun 1967, Pella, O’Hearn dan Gale (DeBoer, 1991) menelitGale (DeBoer, 1991) meneliti i 100 artikel100 artikel pendidikan sains untuk mempelajari apa yang dimaksud dengan literasi sains oleh para pendidikan sains untuk mempelajari apa yang dimaksud dengan literasi sains oleh para pendidik. Mereka menemukan terdapat enam ide yang sering dipergunakan yaitu: (1) pendidik. Mereka menemukan terdapat enam ide yang sering dipergunakan yaitu: (1) hubungan antara sains dan teknologi; (2) etika sains; (3) hakekat sains; (4) pengetahuan hubungan antara sains dan teknologi; (2) etika sains; (3) hakekat sains; (4) pengetahuan konseptual; (5) sains dan masyarakat; dan (6) sains dan
konseptual; (5) sains dan masyarakat; dan (6) sains dan humaniora.humaniora. Pella
Pella dkk dkk .. (DeBo(DeBoer, er, 1991) menyataka1991) menyatakan n bahwa ide-ide bahwa ide-ide terstersebut ebut memilmemiliki iki beberabeberapapa dimensi yaitu:
dimensi yaitu: 1.
1. saisains adns adalaalah akar dh akar dari pari peruerubahabahan sosn sosialial,, 2.
2. masymasyarakat marakat mengontrengontrol sainol sains melas melalui sului sumber-smber-sumber (umber (ahli daahli dan dana),n dana), 3.
3. paparra a ahahlli i memengngononttrorol l dadan n mmenengagararahkhkan an sasaiins ns dadallam am ssisistetem m dedemmokokrrasasii berdasarkan pada pendapat masyarakat,
berdasarkan pada pendapat masyarakat, 4.
dengan atau tanpa perubahan teknologi, dengan atau tanpa perubahan teknologi, 5.
5. sasainins s dan dan teteknknolologogi i tetelalah h memeninimbmbululkan kan mamasasalalah-h-mamasasalalah h sososisial al yayang ng bebelulumm pernah dihadapi oleh masyarakat sebelumnya,
pernah dihadapi oleh masyarakat sebelumnya, 6.
6. sains sains dan tekndan teknologi adologi adalah komalah komponen pokoponen pokok untuk pk untuk perkemberkembangan sosangan sosial masial masa de-a de- pan,
pan, 7.
7. saisains dan tens dan teknoknologlogi memii memilikliki keteri keterbatbatasaasan.n. C.
C. SikSikap Lap Lemembagbaga Saa Saininss
Definisi literasi sains telah dirumuskan bukan saja secara perorangan tetapi juga Definisi literasi sains telah dirumuskan bukan saja secara perorangan tetapi juga oleh organisasi-organisasi profesi.
oleh organisasi-organisasi profesi. The National Science Teacher AssociationThe National Science Teacher Association di Amerikadi Amerika (NSTA) menyatakan bahwa literasi sains melibatkan perkembangan sikap, keterampilan (NSTA) menyatakan bahwa literasi sains melibatkan perkembangan sikap, keterampilan proses dan konsep-konsep yang diperlukan untuk memenuhi tujuan pendidikan secara proses dan konsep-konsep yang diperlukan untuk memenuhi tujuan pendidikan secara
umum (NSTA, 1971: 47 dalam Sarkim, 2005). umum (NSTA, 1971: 47 dalam Sarkim, 2005).
Seb
Sebuah uah proproyek di yek di bawbawahah Ameri American can AssociAssociation for ation for The The AdvanceAdvancement Sciencement Science (AAAS) di Amerika, yang disebut dengan nama “proyek 2061”, memperluas definisi (AAAS) di Amerika, yang disebut dengan nama “proyek 2061”, memperluas definisi li-terasi sains
terasi sains dengan memasukkan matematika dan teknologi ke dalamnya. Menurut Crossdengan memasukkan matematika dan teknologi ke dalamnya. Menurut Cross (Sarkim, 2005), proyek ini merupakan proyek yang paling ambisius dalam bidang (Sarkim, 2005), proyek ini merupakan proyek yang paling ambisius dalam bidang eks- plor
plorasi asi dan dan pendefpendefinisinisian ian liteliterasi sains. rasi sains. ProyProyek ek 2061 2061 mendefmendefinisinisikan ikan liteliterasi sains rasi sains yangyang meliputi: sains, matematika dan teknologi sebagai ilmu-ilmu alam dan ilmu-ilmu sosial meliputi: sains, matematika dan teknologi sebagai ilmu-ilmu alam dan ilmu-ilmu sosial memil
memiliki banyak wajah iki banyak wajah ((multi facet multi facet ).). Definisi ini meliputi keakraban dengan alam sertaDefinisi ini meliputi keakraban dengan alam serta menghargai kesatuan, menyadari ketergantungan antara matematika, sains dan teknologi, menghargai kesatuan, menyadari ketergantungan antara matematika, sains dan teknologi, memahami konsep-konsep pokok dan prinsip-prinsip sains, memiliki kemampuan memahami konsep-konsep pokok dan prinsip-prinsip sains, memiliki kemampuan ber- pikir secara ilmiah, mengerti bahwa sains, matematika dan teknologi adalah karya pikir secara ilmiah, mengerti bahwa sains, matematika dan teknologi adalah karya manu-sia, termasuk kelebihan dan kelemahannya, serta mampu berpikir ilmiah sebagai cara sia, termasuk kelebihan dan kelemahannya, serta mampu berpikir ilmiah sebagai cara berpikir untuk kehidupan pribadi maupun tujuan umum.
berpikir untuk kehidupan pribadi maupun tujuan umum.
Tema literasi sains memperoleh dukungan semakin kuat ketika NSTA menyatakan Tema literasi sains memperoleh dukungan semakin kuat ketika NSTA menyatakan bahwa litera
bahwa literasi sains si sains merupmerupakan tujuan akan tujuan yang paling penting dari yang paling penting dari pengajapengajaran sains ran sains dalamdalam sebuah pernyataan yang diberi judul
sebuah pernyataan yang diberi judul Science education for the 70sScience education for the 70s. Adapun isi per-. Adapun isi per-nyataan itu di antaranya adalah:
nyataan itu di antaranya adalah:
Tujuan pendidikan sains selama tahun 1980-an adalah untuk mengembangkan Tujuan pendidikan sains selama tahun 1980-an adalah untuk mengembangkan
orang-o
orang-orang rang yangyang scientifically literate scientifically literate, , mereka yang mengerti bagaimanamereka yang mengerti bagaimana sains
sains, , teknolteknologi dan ogi dan masyamasyarakatrakat, , salisaling ng mempenmempengaruhigaruhi, , mereka yang mereka yang mampumampu menggun
menggunakan akan pengetpengetahuannyahuannya a untuk untuk membumembuat at keputukeputusan-kesan-keputusputusan an dalamdalam kehidupan sehari-hari. Orang yang
kehidupan sehari-hari. Orang yang scientifically literate scientifically literate memiliki pengetahuanmemiliki pengetahuan dasar tentang fakta-fakta, konsep-konsep, jaringan konsep, dan keterampilan dasar tentang fakta-fakta, konsep-konsep, jaringan konsep, dan keterampilan proses yang memungkinkan mereka meneruskan belajar dan berpikir secara proses yang memungkinkan mereka meneruskan belajar dan berpikir secara logis. Orang yang demikian menghargai sains dan teknologi dalam masyarakat logis. Orang yang demikian menghargai sains dan teknologi dalam masyarakat serta memahami keterbatasannya (NSTA, 2003: 1).
serta memahami keterbatasannya (NSTA, 2003: 1).
Selanjutnya, pada tahun 1989 proyek 2061 mengangkat literasi sains sebagai tujuan Selanjutnya, pada tahun 1989 proyek 2061 mengangkat literasi sains sebagai tujuan utama pendidikan sains. Dari analisis definisi-definisi tentang literasi sains seperti yang utama pendidikan sains. Dari analisis definisi-definisi tentang literasi sains seperti yang diurai
diuraikan kan di di atas, dapat atas, dapat ditarditarik ik beberapbeberapa a kesamakesamaan an melimeliputi: (1) puti: (1) defindefinisi-disi-definiefinisi si secarsecaraa jelas menekankan penti
jelas menekankan pentingnya pemahaman konsep-konsep ngnya pemahaman konsep-konsep sains, hakekat saisains, hakekat sains serta ns serta ke- ke-kuat
kuatan an dan dan kelkelemaemahannhannya; ya; (2) (2) kemkemampampuan uan dan dan ketketerberbiasiasaan aan dengdengan an metmetode ode ilmilmiahiah dinilai sebagai kemampuan yang penting termasuk kemampuan untuk berdiskusi secara dinilai sebagai kemampuan yang penting termasuk kemampuan untuk berdiskusi secara ilmiah tentang masalah-masalah sosial yang berhubungan dengan sains; (3) pemahaman ilmiah tentang masalah-masalah sosial yang berhubungan dengan sains; (3) pemahaman tentang peranan sains dalam masyarakat termasuk kemampuan menggunakan tentang peranan sains dalam masyarakat termasuk kemampuan menggunakan pengeta-huan
huan dan dan metmetode ode ilmilmiah iah daldalam am kehikehidupadupan n sehsehariari-har-hari. i. BebBeberaerapa pa di di antantara ara mermerekaeka meyakini bahwa literasi sains dapat dicirikan dengan sebuah daftar kata, misalnya meyakini bahwa literasi sains dapat dicirikan dengan sebuah daftar kata, misalnya kata-kata yang menyatakan konsep-konsep sains; sehingga makna dari literasi sains kata yang menyatakan konsep-konsep sains; sehingga makna dari literasi sains nam- paknya memerlukan latar belakang pengetahuan tentang bagaimana sains digarap.
paknya memerlukan latar belakang pengetahuan tentang bagaimana sains digarap. D.
D. KarKarakteakteristristik Oik Orang rang YanYangg Scientifically LiterateScientifically Literate
Literasi sains merupakan suatu konsep tentang kecakapan manusia. Oleh karena itu, Literasi sains merupakan suatu konsep tentang kecakapan manusia. Oleh karena itu, dapatlah dirumuskan ciri-ciri atau karakteristik orang yang memiliki kecakapan tersebut. dapatlah dirumuskan ciri-ciri atau karakteristik orang yang memiliki kecakapan tersebut. Seperti halnya tentang pengertian literasi sains yang memiliki banyak rumusan, demikian Seperti halnya tentang pengertian literasi sains yang memiliki banyak rumusan, demikian pula untuk karakteristik orang yang
pula untuk karakteristik orang yang scientifically literate scientifically literate. . KaraktKarakteristeristik ik itu telah itu telah diru- diru-muskan dengan berbagai cara serta penekanan yang bervariasi dalam aspek-aspek muskan dengan berbagai cara serta penekanan yang bervariasi dalam aspek-aspek pe-ngetahuan, keterampilan dan sikap (Sarkim, 2005).
ngetahuan, keterampilan dan sikap (Sarkim, 2005). Arons (Sarkim, 2005)
Arons (Sarkim, 2005) membermemberikan ikan deskrideskripsi psi cukup cukup detaidetail l tentatentang ng karaktkarakteriseristik tik orang yang melek sains. Ia mendeskripsikan 12 karakteristik orang yang melek sains, orang yang melek sains. Ia mendeskripsikan 12 karakteristik orang yang melek sains,
yang nampak dapat diklasifikasikan ke dalam aspek pengetahuan. Beberapa ciri yang yang nampak dapat diklasifikasikan ke dalam aspek pengetahuan. Beberapa ciri yang disebu
disebutkan oleh tkan oleh Arons di Arons di antarantaranya: (1) anya: (1) memahmemahami konsep-konsami konsep-konsep ep ilmiilmiah ah seperseperti kece-ti kece- patan, percepatan, energi, muatan listrik dan gravitasi; (2) memahami arti (teori); (3) patan, percepatan, energi, muatan listrik dan gravitasi; (2) memahami arti (teori); (3)
memahami keterbatasan penemuan ilmiah. memahami keterbatasan penemuan ilmiah.
Karakteristik orang y
Karakteristik orang yang melek sains ang melek sains selalu selalu melibatkan ranah kognitif, melibatkan ranah kognitif, afektif danafektif dan psikomotor. Hurd dan Gallagher menambahkan beberapa karakteristik yang dapat psikomotor. Hurd dan Gallagher menambahkan beberapa karakteristik yang dapat di-klasifikasikan ke dalam ranah afektif dengan menyatakan bahwa orang yang melek sains, klasifikasikan ke dalam ranah afektif dengan menyatakan bahwa orang yang melek sains, menghargai perkembangan sosio-histori sains serta menghargai hubungan sosial kultural menghargai perkembangan sosio-histori sains serta menghargai hubungan sosial kultural sains (Sarkim, 2005).
sains (Sarkim, 2005).
Tentang aspek sikap, Johnson (Sarkim, 2005) menyatakan bahwa, orang yang Tentang aspek sikap, Johnson (Sarkim, 2005) menyatakan bahwa, orang yang me-lek sains memiliki rasa ingin tahu tentang benda-benda peristiwa-peristiwa, serta tertarik lek sains memiliki rasa ingin tahu tentang benda-benda peristiwa-peristiwa, serta tertarik untuk mendengarkan dan membaca hal-hal yang menarik perhatian ilmuwan.
untuk mendengarkan dan membaca hal-hal yang menarik perhatian ilmuwan. Selai
Selain n rumusrumusan-ruman-rumusan usan yang hanya yang hanya menekamenekankan nkan pada aspek-aspek tertentpada aspek-aspek tertentu u saja,saja, terdapat pula rumusan yang mencakup dua atau tiga aspek sekaligus, seperti rumusan terdapat pula rumusan yang mencakup dua atau tiga aspek sekaligus, seperti rumusan yang dikemukakan oleh NSTA (1964: 8). Menurut dokumen yang dikeluarkan NSTA itu, yang dikemukakan oleh NSTA (1964: 8). Menurut dokumen yang dikeluarkan NSTA itu, orang yang melek sains mengetahui peranan sains dalam masyarakat, dan menghargai orang yang melek sains mengetahui peranan sains dalam masyarakat, dan menghargai buday
budaya a dimana sains dapat dimana sains dapat berkemberkembang. Orang bang. Orang sepertseperti i itu mengetahui penemuan-peitu mengetahui penemuan-pene- ne-muan konsep
muan konsep dan prosedur penyelididan prosedur penyelidikan kan ilmiilmiah. ah. MerekMereka a memahamemahami tentang mi tentang hubunganhubungan antara sains dan masyarakat, etika yang mengontrol para ilmuwan serta hakekat sains antara sains dan masyarakat, etika yang mengontrol para ilmuwan serta hakekat sains yang meliputi konsep-konsep dasar dan hubungan antara sains dan kemanusiaan.
yang meliputi konsep-konsep dasar dan hubungan antara sains dan kemanusiaan. Lebih jauh, pada
Lebih jauh, pada tahun 1971, NSTA mengidentitahun 1971, NSTA mengidentifikasfikasi i 11 ciri 11 ciri orang yang melek orang yang melek sains. Dalam karakteristik-karakteristik tersebut, terdapat pemahaman tentang sains. Dalam karakteristik-karakteristik tersebut, terdapat pemahaman tentang konsep-konsep ilmiah,
konsep ilmiah, pengharpenghargaan gaan terhaterhadap dap karyakarya-kary-karya a ilmiilmiah, ah, serta kemampuan mengguna-serta kemampuan mengguna-kan konsep-konsep, keterampilan proses, dan nilai dalam kehidupan sehari-hari dalam kan konsep-konsep, keterampilan proses, dan nilai dalam kehidupan sehari-hari dalam berinteraksi dengan orang lain (NSTA, 1971 dalam Sarkim, 2005).
berinteraksi dengan orang lain (NSTA, 1971 dalam Sarkim, 2005).
Rumusan yang lengkap seperti itu dapat juga ditemukan pada dokumen yang Rumusan yang lengkap seperti itu dapat juga ditemukan pada dokumen yang diter- bitkan oleh Kementrian Pendidikan Kanada tahun 1987 yang mencatat 16 ciri orang yang bitkan oleh Kementrian Pendidikan Kanada tahun 1987 yang mencatat 16 ciri orang yang
melek
melek sainssains. . TampakTampaknya, rumusan nya, rumusan tentatentang ng ciriciri-cir-ciri i orang yang orang yang melek melek sains juga meng-sains juga meng-alami perkembangan dari waktu ke waktu.
Proy
Proyek ek 2061 pada 2061 pada tahun 1989, mendeskritahun 1989, mendeskripsikan bahwa, orang yang psikan bahwa, orang yang melek melek sainssains adalah orang yang menyadari bahwa sains, matematika dan teknologi merupakan hasil adalah orang yang menyadari bahwa sains, matematika dan teknologi merupakan hasil karya manusia yang saling tergantung serta memiliki keunggulan dan keterbatasan; karya manusia yang saling tergantung serta memiliki keunggulan dan keterbatasan; me-mahami konsep-konsep dan prinsip-prinsip sains, terbiasa dengan alam dan mengenali mahami konsep-konsep dan prinsip-prinsip sains, terbiasa dengan alam dan mengenali keanekaragaman dan kesatuannya; serta menggunakan pengetahuan ilmiah dan cara keanekaragaman dan kesatuannya; serta menggunakan pengetahuan ilmiah dan cara ber- pikir ilmiah dalam kehidupan pribadi maupun sosial (AAAS, 1989 dalam Sarkim, 2005). pikir ilmiah dalam kehidupan pribadi maupun sosial (AAAS, 1989 dalam Sarkim, 2005).
The National Research Council
The National Research Council di Amerika Serikat pada awal tahun 1996 telah me-di Amerika Serikat pada awal tahun 1996 telah me-netapkan standar isi mata pelajaran sains untuk sekolah-sekolah di Amerika Serikat yang netapkan standar isi mata pelajaran sains untuk sekolah-sekolah di Amerika Serikat yang mendefinisikan orang yang melek
mendefinisikan orang yang melek sains sebagai orang yang mengerti dan sains sebagai orang yang mengerti dan mampu mela-mampu mela-kukannya setelah menempuh 13 tahun pendidikan sekolah dasar dan menengah. Standar kukannya setelah menempuh 13 tahun pendidikan sekolah dasar dan menengah. Standar ini meliputi sains sebagai inkuari, ilmu hayati, ilmu bumi dan tata surya, sains dan ini meliputi sains sebagai inkuari, ilmu hayati, ilmu bumi dan tata surya, sains dan teknologi, sains dalam perspektif personal dan sosial, sejarah sains dan hakikat sains, teknologi, sains dalam perspektif personal dan sosial, sejarah sains dan hakikat sains, ser
serta ta penpenyatyatuan uan konkonsepsep-ko-konsensep p dan dan proproses ses saisains ns (( Nati National onal ResearcResearch h CounciCouncil l , 1996, 1996 dalam Sarkim, 2005).
dalam Sarkim, 2005).
Seperti dinyatakan oleh Daugs (Sarkim, 2005) bahwa, melek sains bukanlah suatu Seperti dinyatakan oleh Daugs (Sarkim, 2005) bahwa, melek sains bukanlah suatu keadaan
keadaan, , melaimelainkan nkan lebih merupakan lebih merupakan tingktingkat at ke-melke-melek-an ek-an terttertentu. entu. MenuruMenurutnya, semuatnya, semua orang (siswa di sekolah) memiliki tingkat ke-melek-an tertentu. Hal ini berarti bahwa orang (siswa di sekolah) memiliki tingkat ke-melek-an tertentu. Hal ini berarti bahwa pengetahuan, keterampilan dan sikap individu terus berkembang, sehingga menjadi orang pengetahuan, keterampilan dan sikap individu terus berkembang, sehingga menjadi orang
yang melek sains merupakan suatu proses seumur hidup. yang melek sains merupakan suatu proses seumur hidup.
Setel
Setelah ah menganamenganalisilisis s berbagberbagai ai rumusrumusan an tentatentang ng ciriciri-ciri orang -ciri orang yang melek yang melek sainssains,, Shamos (Sarkim
Shamos (Sarkim, , 2005) mengklasi2005) mengklasifikasfikasi i tingktingkat-tiat-tingkat ngkat literliterasi asi sains dalam sains dalam tiga tiga tingktingkatat meliputi: (1)
meliputi: (1) cultural literacycultural literacy, , yaityaitu u merupmerupakan akan tingkatingkat t liteliterasirasi yang paling sederhanayang paling sederhana seperti yang diusulkan oleh Hirsch dalam bukunya
seperti yang diusulkan oleh Hirsch dalam bukunya Cultural LiteracyCultural Literacy. Mereka yang me-. Mereka yang me-nguasai tingkat ini mengenali banyak istilah-istilah sains yang dipergunakan oleh media nguasai tingkat ini mengenali banyak istilah-istilah sains yang dipergunakan oleh media massa, tetapi pengetahuan tentang sains mereka hanya terbatas pada berita itu; (2)
massa, tetapi pengetahuan tentang sains mereka hanya terbatas pada berita itu; (2) func- func-tional literacy
tional literacy.. Pada tingkat ini, individu tidak hanya menguasai istilah-istilah sains,Pada tingkat ini, individu tidak hanya menguasai istilah-istilah sains, tetapi juga mampu memperbincangkannya, membaca dan menuliskannya secara koheren tetapi juga mampu memperbincangkannya, membaca dan menuliskannya secara koheren dalam s
dalam suatu kontuatu konteks yaeks yang bermng bermakna; akna; (3)(3) true true scientscientific ific liteliteracyracy. Pada tingkat ini, indi-. Pada tingkat ini, indi-vidu betul-betul mengetahui sains secara menyeluruh. Ia mendefinisikan orang-orang vidu betul-betul mengetahui sains secara menyeluruh. Ia mendefinisikan orang-orang
yang demikian sebagai mereka yang menyadari akan konsep-konsep pokok sains, dimana yang demikian sebagai mereka yang menyadari akan konsep-konsep pokok sains, dimana konsep-konsep itu merupakan asas-asas sains, serta menghargai elemen-elemen sains konsep-konsep itu merupakan asas-asas sains, serta menghargai elemen-elemen sains dalam penyelidikan.
dalam penyelidikan.
Dengan demikian, dapat disebutkan bahwa orang yang melek sains meliputi Dengan demikian, dapat disebutkan bahwa orang yang melek sains meliputi pema-haman terhadap pengetahuan ilmiah, hakekat sains, peranan sains dalam kehidupan haman terhadap pengetahuan ilmiah, hakekat sains, peranan sains dalam kehidupan se-hari-hari, penghargaan terhadap peranan sains dalam kehidupan sehari.-hari, hari-hari, penghargaan terhadap peranan sains dalam kehidupan sehari.-hari, penghar-gaan
gaan terterhadahadap p perperanaanan n saisains ns daldalam am kehkehiduidupan pan sehsehariari-har-hari, i, serserta ta kemkemampuampuan an untuntuk uk menggunakan metode dan keterampilan ilmiah dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut menggunakan metode dan keterampilan ilmiah dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut melip
meliputi uti ranah-ranah-ranah kognitif, afektif dan ranah kognitif, afektif dan psikopsikomotormotor; ; sehinsehingga gga karaktkarakteristeristik ik itu itu me- me-ngandung makna sebagai sesuatu yang berkembang, bukan sesuatu keadaan akhir.
ngandung makna sebagai sesuatu yang berkembang, bukan sesuatu keadaan akhir. Dalam uraian tentang ciri-ciri orang yang melek
Dalam uraian tentang ciri-ciri orang yang melek sains di atas, nampak bahwa ciri-sains di atas, nampak bahwa ciri-ciri tersebut menyatakan suatu keadaan dengan kemampuan-kemampuan tertentu yang ciri tersebut menyatakan suatu keadaan dengan kemampuan-kemampuan tertentu yang melip
meliputi uti aspek-aspek-aspek pengetahuan, sikap, aspek pengetahuan, sikap, dan dan keterketerampilampilan. an. Namun demikian, kemam-Namun demikian, kemam- puan-kemampuan yang disebutkan itu bukanlah suatu kemampuan yang berakhir, tetapi puan-kemampuan yang disebutkan itu bukanlah suatu kemampuan yang berakhir, tetapi
suatu kemampuan yang terus berkembang. suatu kemampuan yang terus berkembang. E.
E. MeMempmproromomosisikakann Scientific Literacy Scientific Literacy
Bagi kebanyakan negara, pendidikan sains dipandang sebagai salah satu komponen Bagi kebanyakan negara, pendidikan sains dipandang sebagai salah satu komponen penting dalam sistem pendidikan. Salah satu alasan utamanya adalah untuk mendidik penting dalam sistem pendidikan. Salah satu alasan utamanya adalah untuk mendidik atau menyiapkan para ilmuwan dan teknisi yang diperlukan oleh masyarakatnya untuk atau menyiapkan para ilmuwan dan teknisi yang diperlukan oleh masyarakatnya untuk mewujudkan suatu negara industri (O'Hearn, dalam
mewujudkan suatu negara industri (O'Hearn, dalam Sarkim, 2005).Sarkim, 2005).
Dapat dikatakan bahwa semua orang di dalam masyarakat memerlukan pendidikan Dapat dikatakan bahwa semua orang di dalam masyarakat memerlukan pendidikan sains, karena sains sudah menjadi satu kesatuan dengan masyarakat modern. Menurut sains, karena sains sudah menjadi satu kesatuan dengan masyarakat modern. Menurut Agin (Sarkim, 2005) keberadaan akan kebutuhan pendidikan sains tergantung pada Agin (Sarkim, 2005) keberadaan akan kebutuhan pendidikan sains tergantung pada tu- ju
juan an dan dan minminat at masmasinging-ma-masinsing g indindiviividu. du. BebBeberaerapa pa penpendiddidik ik ingingin in agaagar r fenfenomeomena- na-fenomena alam lebih dapat dimengerti, sementara yang lain ingin agar hal-hal yang fenomena alam lebih dapat dimengerti, sementara yang lain ingin agar hal-hal yang su-dah diketahui tentang alam menjadi lebih berguna bagi masyarakat. Pada saat yang sama, dah diketahui tentang alam menjadi lebih berguna bagi masyarakat. Pada saat yang sama, setiap orang di dalam masyarakat memiliki hasrat untuk lebih memahami konsep-konsep setiap orang di dalam masyarakat memiliki hasrat untuk lebih memahami konsep-konsep dasar sains.
dasar sains. Pemaha
ilmu-wan, tetapi juga untuk membantu masyarakat menjadi masyarakat yang berpengetahuan. wan, tetapi juga untuk membantu masyarakat menjadi masyarakat yang berpengetahuan. Pell
Pella, a, O’HearO’Hearn n dan Gale dan Gale (Sar(Sarkim, 2005) kim, 2005) telatelah h mencobmencoba a merummerumuskan tujuan pengajaranuskan tujuan pengajaran sains dari berbagai pendapat yang berkembang yang meliputi: (1) untuk mempersiapkan sains dari berbagai pendapat yang berkembang yang meliputi: (1) untuk mempersiapkan para siswa dalam bidang sains; (2) untuk memberikan bekal pengetahuan bagi para siswa dalam bidang sains; (2) untuk memberikan bekal pengetahuan bagi orang-orang yang akan bekerja dalam bidang teknik; (3) untuk memberikan bekal pengetahuan orang yang akan bekerja dalam bidang teknik; (3) untuk memberikan bekal pengetahuan tentang sains sebagai bagian dari pendidikan umum bagai seorang warga masyarakat. tentang sains sebagai bagian dari pendidikan umum bagai seorang warga masyarakat.
Pentingnya pendidikan sains dan teknologi untuk perkembangan masyarakat, telah Pentingnya pendidikan sains dan teknologi untuk perkembangan masyarakat, telah dit
ditekanekankan kan oleoleh h berberbagbagai ai orgorganianisassasi i maumaupun pun secsecara ara perperoraorangangan. n. OrgOrganianisassasi i sepsepertertii UNESCO tidak hanya terlibat dalam diskusi-diskusi dan konferensi, akan tetapi juga UNESCO tidak hanya terlibat dalam diskusi-diskusi dan konferensi, akan tetapi juga te-lah mengambil tindakan aktif di dalam pelaksanaan berbagai program. PBB tete-lah lah mengambil tindakan aktif di dalam pelaksanaan berbagai program. PBB telah me-nyatakan bahwa tujuan akhir dari pendidikan sains dan teknologi adalah mendukung nyatakan bahwa tujuan akhir dari pendidikan sains dan teknologi adalah mendukung pembangunan nasional dan untuk mengembangkan manusia seutuhnya (Krugly-Smolska, pembangunan nasional dan untuk mengembangkan manusia seutuhnya (Krugly-Smolska,
dalam Sarkim, 2005). dalam Sarkim, 2005).
Beranjak dari hal itu juga, maka pemahaman tentang sains dan teknologi sangat Beranjak dari hal itu juga, maka pemahaman tentang sains dan teknologi sangat penting bagi siapapun juga dalam suatu masyarakat. Pandangan ini menuju pada penting bagi siapapun juga dalam suatu masyarakat. Pandangan ini menuju pada penda- pat bahwa, pendidikan sains dan teknologi untuk para spesialis tidak harus berbeda pat bahwa, pendidikan sains dan teknologi untuk para spesialis tidak harus berbeda de-ngan pendidikan untuk anggota masyarakat pada umumnya untuk tingkat-tingkat awal ngan pendidikan untuk anggota masyarakat pada umumnya untuk tingkat-tingkat awal pendidikan.
pendidikan.
Kesadaran akan perlunya meningkatkan taraf sains literasi masyarakat, telah Kesadaran akan perlunya meningkatkan taraf sains literasi masyarakat, telah men- jadi perhatian para pendidik dan organisasi profesi dari waktu ke waktu. Sebagai contoh, jadi perhatian para pendidik dan organisasi profesi dari waktu ke waktu. Sebagai contoh,
di Amerika,
di Amerika, The National Science FoundationThe National Science Foundation (NSF, 1975 dalam Sarkim, 2005) me-(NSF, 1975 dalam Sarkim, 2005) me-nyata
nyatakan kan bahwa: Masyarabahwa: Masyarakat kat kita menjadi kita menjadi semaksemakin in tergantergantung pada tung pada teknolteknologi, semakinogi, semakin banyak orang yang
banyak orang yang terlterlibat dalam ibat dalam kegiatkegiatan an atau dalam atau dalam pengampengambilan keputusan; memer-bilan keputusan; memer-lukan latar belakang pengetahu
lukan latar belakang pengetahuan teknis; selain itu an teknis; selain itu semakisemakin n banyak pekerjbanyak pekerja a pada berba-pada berba-gai bidang, dimana pengetahuan tentang sains sangatlah diperlukan.
gai bidang, dimana pengetahuan tentang sains sangatlah diperlukan. Serua
Seruan n untuk meningkauntuk meningkatkan taraf tkan taraf liteliterasi sains di rasi sains di AmeriAmerika ka SeriSerikat juga kat juga terkaiterkait t de- de-ngan kenyataan rendahnya minat para siswa memasuki jurusan sains di sekolah ngan kenyataan rendahnya minat para siswa memasuki jurusan sains di sekolah mene-ngah (O’Hearn, dalam Sarkim, 2005). Laetsch (Sarkim, 2005) mencatat bahwa, alasan ngah (O’Hearn, dalam Sarkim, 2005). Laetsch (Sarkim, 2005) mencatat bahwa, alasan utama untuk mempromosikan literasi sains adalah: (1) pengetahuan tentang sains akan utama untuk mempromosikan literasi sains adalah: (1) pengetahuan tentang sains akan
membua
membuat t para pemilih mengambipara pemilih mengambil l keputukeputusan-kesan-keputusputusan an politpolitik ik yang lebih baik; yang lebih baik; (2) pe-(2) pe-mahaman tentang sains akan membantu bangkitnya ekonomi; (3) pengetahuan ilmiah mahaman tentang sains akan membantu bangkitnya ekonomi; (3) pengetahuan ilmiah akan melenyapkan sikap takhyul dan pandangan yang tidak rasional tentang alam; (4) akan melenyapkan sikap takhyul dan pandangan yang tidak rasional tentang alam; (4) pengetahuan ilmiah akan mengubah perilaku; (5) Terbiasa dengan metode ilmiah akan pengetahuan ilmiah akan mengubah perilaku; (5) Terbiasa dengan metode ilmiah akan membawa pada pandangan dunia yang lebih etis. Namun demikian, Laetsch sendiri membawa pada pandangan dunia yang lebih etis. Namun demikian, Laetsch sendiri ber- pendapat bahwa, alasan utama untuk mempromosikan sains literasi adalah humanistic, pendapat bahwa, alasan utama untuk mempromosikan sains literasi adalah humanistic, yaitu membantu kita memahami diri kita sendiri, lingkungan kita dan hubungan di antara yaitu membantu kita memahami diri kita sendiri, lingkungan kita dan hubungan di antara diri kita dan lingkungan. Dengan demikian maka, orang yang melek sains dapat diri kita dan lingkungan. Dengan demikian maka, orang yang melek sains dapat me-menuhi rasa ingin tahu dari keinginan-keinginan pribadinya.
menuhi rasa ingin tahu dari keinginan-keinginan pribadinya.
Krugly-Smolska, (Sarkim, 2005) berpendapat bahwa, ide literasi sains muncul dari Krugly-Smolska, (Sarkim, 2005) berpendapat bahwa, ide literasi sains muncul dari dua penyebab yaitu meliputi: (1) kesadaran bahwa sebagian besar pengambilan dua penyebab yaitu meliputi: (1) kesadaran bahwa sebagian besar pengambilan kepu-tusan yang mempengaruhi para ilmuwan berada di luar jangkauan para ilmuwan itu tusan yang mempengaruhi para ilmuwan berada di luar jangkauan para ilmuwan itu sendiri; sebagai contoh: para manajer, administrator dan sebagainya dapat menentukan sendiri; sebagai contoh: para manajer, administrator dan sebagainya dapat menentukan pemanfaatan baik buruknya teknologi; (2) pendidikan sains haruslah untuk semua, pemanfaatan baik buruknya teknologi; (2) pendidikan sains haruslah untuk semua, de-ngan memberikan penekanan pada peningkatan literasi sains untuk demokrasi. ngan memberikan penekanan pada peningkatan literasi sains untuk demokrasi. Pemba-hasan tentang pentingnya literasi sains telah dimuat dalam edisi khusus
hasan tentang pentingnya literasi sains telah dimuat dalam edisi khusus Daedal us Daedal us tahuntahun 1983. Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang sains akan membantu mereka 1983. Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang sains akan membantu mereka ber- partisipasi aktif dalam diskusi tentang implikasi sosial dari sains dan teknologi.
partisipasi aktif dalam diskusi tentang implikasi sosial dari sains dan teknologi.
Salah satu tujuan perumusan kembali literasi sains adalah untuk meningkatkan Salah satu tujuan perumusan kembali literasi sains adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang sains. Shamos (Sarkim, 2005) menyatakan bahwa istilah pemahaman masyarakat tentang sains. Shamos (Sarkim, 2005) menyatakan bahwa istilah pemahaman masyarakat tentang sains seringkali dipakai untuk menggantikan istilah pemahaman masyarakat tentang sains seringkali dipakai untuk menggantikan istilah
me-lek
lek sains. Jadi, mempelajari alasan tentang mempromosikan literasi sains berarti jugasains. Jadi, mempelajari alasan tentang mempromosikan literasi sains berarti juga mempelajari alasan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang sains.
mempelajari alasan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang sains.
Perkembangan sains dan teknologi serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari Perkembangan sains dan teknologi serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari telah menjadi alasan utama untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang sains. telah menjadi alasan utama untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang sains. Pella (Sarkim, 2005) menyatakan bahwa: hal-hal yang sering dilakukan, dipergunakan, Pella (Sarkim, 2005) menyatakan bahwa: hal-hal yang sering dilakukan, dipergunakan, diandalkan, serta yang menjadi pertimbangan pengambilan keputusan oleh sebagian diandalkan, serta yang menjadi pertimbangan pengambilan keputusan oleh sebagian be-sar orang semakin terkait dengan sains.
sar orang semakin terkait dengan sains. The
masya
masyarakat tentang sains merupakan investasrakat tentang sains merupakan investasi i untuk masa depan. untuk masa depan. Lebih jauhLebih jauh the Royal the Royal Society
Society menyatakan bahwa meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang sains dapatmenyatakan bahwa meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang sains dapat menaik
menaikkan kan taraf kesejahtertaraf kesejahteraan aan masymasyarakatarakat, , serta meningkatkaserta meningkatkan n kualitkualitas as pengampengambilanbilan keputusan dan memperkaya kehidupan segenap warganya (Sarkim, 2005).
keputusan dan memperkaya kehidupan segenap warganya (Sarkim, 2005).
Selanjutnya Thomas dan Durant (Sarkim, 2005) mengajukan sembilan alasan untuk Selanjutnya Thomas dan Durant (Sarkim, 2005) mengajukan sembilan alasan untuk mening
meningkatkan taraf katkan taraf pengetpengetahuan ahuan masyamasyarakat tentang rakat tentang sainssains. . AlasaAlasan-alan-alasan san itu itu adalahadalah:: man
manfaafaat t untuntuk uk saisains, ns, perperekonekonomiomian an nasnasionional, al, kekukekuasaasaan an dan dan penpengargaruh, uh, perperoranorangangan,, masyarakat secara keseluruhan, intelektual, estetika dan manfaat moral. Alasan-alasan masyarakat secara keseluruhan, intelektual, estetika dan manfaat moral. Alasan-alasan terse
tersebut but selanselanjutnyjutnya a dapat dikelompodapat dikelompokkan kkan menjamenjadi di tiga kelompok tiga kelompok yaityaitu: u: manfaamanfaat t untuk untuk sains, manfaat untuk masyarakat, dan manfaat untuk perorangan.
sains, manfaat untuk masyarakat, dan manfaat untuk perorangan.
Di Amerika Serikat, selama tahun 1980-an, beberapa studi tentang tingkat Di Amerika Serikat, selama tahun 1980-an, beberapa studi tentang tingkat paian penguasaan sains di antara anak-anak sekolah melaporkan bahwa tingkat paian penguasaan sains di antara anak-anak sekolah melaporkan bahwa tingkat penca- paian itu rendah. Pada studi internasional tentang kinerja pendidikan, dilaporkan bahwa paian itu rendah. Pada studi internasional tentang kinerja pendidikan, dilaporkan bahwa
ran
rankinking g parparaa murid Amerika Serikat dalam bidang sains dan matematika berada padamurid Amerika Serikat dalam bidang sains dan matematika berada pada urutan bawah (Rutherford dan Ahlgren, dalam Sarkim, 2005). Kombinasi antara urutan bawah (Rutherford dan Ahlgren, dalam Sarkim, 2005). Kombinasi antara rendah-nya tingkat pencapaian anak-anak Amerika Serikat dan keyakinan tentang pentingrendah-nya nya tingkat pencapaian anak-anak Amerika Serikat dan keyakinan tentang pentingnya pengetahuan sains bagi masyarakatnya, telah mendorong para ilmuwan dan para pengetahuan sains bagi masyarakatnya, telah mendorong para ilmuwan dan para pen-didik untuk menempatkan literasi sains sebagai pusat dari tujuan-tujuan pengajaran sains didik untuk menempatkan literasi sains sebagai pusat dari tujuan-tujuan pengajaran sains di sekolah-sekolah.
di sekolah-sekolah.
The National Council on Science and Technology Education
The National Council on Science and Technology Education di Amerika Serikat,di Amerika Serikat, sebuah kelompok terhor
sebuah kelompok terhormat yang mat yang terditerdiri dari ri dari para pendidik dan para pendidik dan ilmuilmuwan wan yang diangkatyang diangkat dari
dari American Association for the Advancement of Science American Association for the Advancement of Science (AAAS) telah memprok-(AAAS) telah memprok-lamirkan literasi sains sebagai tujuan pendidikan
lamirkan literasi sains sebagai tujuan pendidikan sains di Amerika Serikat (AAAS, dalamsains di Amerika Serikat (AAAS, dalam Sarki
Sarkim, m, 2005). Berdasark2005). Berdasarkan an sudut pandang sudut pandang reforreformasi pendidikan sains, masi pendidikan sains, berpendapberpendapatat bahwa munculnya literasi sains sebagai tujuan utama pendidikan sains menandai bahwa munculnya literasi sains sebagai tujuan utama pendidikan sains menandai gelom- bang kedua reformasi dalam pendidikan sains, dimana gelombang pertama terjadi pada bang kedua reformasi dalam pendidikan sains, dimana gelombang pertama terjadi pada periode sebelum Sputnik tahun 1960-1970. Dengan demikian maka motivasi politik periode sebelum Sputnik tahun 1960-1970. Dengan demikian maka motivasi politik
un-tuk reformasi itu adalah adanya kekhawatiran atas tekanan dan
tuk reformasi itu adalah adanya kekhawatiran atas tekanan dan hegemonyhegemony Rusia (BentleyRusia (Bentley dalam Sarkim, 2005).
The National Council on Science and Technology Education
The National Council on Science and Technology Education menerbitkanmenerbitkan National National Science Education Standards
Science Education Standards. . Dalam dokumen tersebutDalam dokumen tersebut Council Council semakin memperkuatsemakin memperkuat posisi literasi sains sebagai tujuan pendidikan sains untuk semua anak di Amerika posisi literasi sains sebagai tujuan pendidikan sains untuk semua anak di Amerika
Seri-kat.
kat. Council Council merummerumuskan uskan alasaalasannya nnya sebagasebagai i berikberikut: ut: meninmeningkatnygkatnya a litliterasi sains erasi sains akanakan berma
bermanfaat untuk nfaat untuk masymasyarakatarakat, , warga akan warga akan mampu menggunakan prinsip-pmampu menggunakan prinsip-prinsirinsip p dandan proses-proses ilmiah dalam membuat keputusan-keputusan pribadi, akan memperkaya proses-proses ilmiah dalam membuat keputusan-keputusan pribadi, akan memperkaya penget
pengetahuan tentang ahuan tentang alam raya alam raya sertserta a senang mempelajsenang mempelajarinyarinya a di di dalam masyaradalam masyarakat yangkat yang sangat tergantung pada sains dan teknologi; sehingga produktivitas akan meningkat, dan sangat tergantung pada sains dan teknologi; sehingga produktivitas akan meningkat, dan warga akan
warga akan mampu berpartimampu berpartisipassipasi i secara aktif secara aktif dalam pembicaradalam pembicaraan-pemban-pembicaraicaraan an yangyang melibatkan konsep-konsep sains (
melibatkan konsep-konsep sains (The National Council on Science and Technology Edu-The National Council on Science and Technology Edu-cation
cation 1996, dalam Sarkim, 2005). Dengan demikian, tampak jelas bahwa salah satu ala-1996, dalam Sarkim, 2005). Dengan demikian, tampak jelas bahwa salah satu ala-san penting untuk mempromosikan melek sains sebagai tujuan pendidikan sains, selalu san penting untuk mempromosikan melek sains sebagai tujuan pendidikan sains, selalu mengacu pada kepentingan pengembangan individu dan pengembangan masyarakat. mengacu pada kepentingan pengembangan individu dan pengembangan masyarakat.
Menurut Suhendra (2007), rendahnya tingkat literasi di Indonesia, dapat dipahami Menurut Suhendra (2007), rendahnya tingkat literasi di Indonesia, dapat dipahami karena beberapa aspek yang diuj
karena beberapa aspek yang diujikan pada studi intikan pada studi internasional ernasional tidak menjadi kompetensitidak menjadi kompetensi siswa kita; dimana mereka tidak diberi ruang dengan baik dalam sistem pendidikan. siswa kita; dimana mereka tidak diberi ruang dengan baik dalam sistem pendidikan. Demikian pula, soal ujian nasional, yang lebih banyak menguji kompetensi konten Demikian pula, soal ujian nasional, yang lebih banyak menguji kompetensi konten di- bandingkan kompetensi proses. Padahal, daya serap siswa di Indonesia pada kompetensi bandingkan kompetensi proses. Padahal, daya serap siswa di Indonesia pada kompetensi konten tidak lebih tinggi daripada daya serap terhadap kompetensi proses. Selain itu, konten tidak lebih tinggi daripada daya serap terhadap kompetensi proses. Selain itu, pendidikan di Indonesia menghadapi problematik paradoks di alam globalisasi yaitu: di pendidikan di Indonesia menghadapi problematik paradoks di alam globalisasi yaitu: di
satu sisi kita harus membangun mutu pendidikan sesuai dengan rujuk-mutu (
satu sisi kita harus membangun mutu pendidikan sesuai dengan rujuk-mutu (bench- bench-marking
marking ) kompetensi global agar kita tidak tersisih di dalam persaingan antar bangsa;) kompetensi global agar kita tidak tersisih di dalam persaingan antar bangsa; sedangkan di sisi yang lain pendidikan kita juga harus menimbang mutu pendidikan sedangkan di sisi yang lain pendidikan kita juga harus menimbang mutu pendidikan dalam keragaman dan kearifan lokal agar siswa kita hidup menapak bumi.
dalam keragaman dan kearifan lokal agar siswa kita hidup menapak bumi. F.
F. KKesesimimpupulalann
Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut: Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut: a.
a. LitLiteraerasi sains mersi sains merupaupakan kemamkan kemampuan mengpuan menggungunakan pengakan pengetaetahuahuan n saisains untuk ns untuk mengidentifikasi suatu masalah serta menarik kesimpulan berdasarkan bukti-bukti mengidentifikasi suatu masalah serta menarik kesimpulan berdasarkan bukti-bukti yang ada; dalam rangka memahami serta membuat suatu keputusan tentang alam dan yang ada; dalam rangka memahami serta membuat suatu keputusan tentang alam dan
perubahan yang dilakukan terhadap alam melalui aktivitas manusia; dan merupakan perubahan yang dilakukan terhadap alam melalui aktivitas manusia; dan merupakan sebuah konsep yang multi aspek meliputi ranah-ranah kognitif, afektif, dan sebuah konsep yang multi aspek meliputi ranah-ranah kognitif, afektif, dan psiko-motor.
motor. b
b.. OOrraanng g yyaanng g mmeleleek k sains memiliki beberapa ciri tertentu yang meliputi aspek-sains memiliki beberapa ciri tertentu yang meliputi aspek-aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap. Ciri-ciri tersebut bukan merupakan suatu aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap. Ciri-ciri tersebut bukan merupakan suatu keadaan akhir melainkan menunjuk pada suatu proses yang berkembang.
keadaan akhir melainkan menunjuk pada suatu proses yang berkembang. c.
c. LitLiteraerasi sains sebasi sains sebagai tujugai tujuan utama pendian utama pendidikdikan an saisains, sepens, seperti dirrti dirumuumuskaskan n oleolehh lembag
lembaga a sains meliputisains meliputi: : (1) (1) definidefinisi-defsi-definisinisi i secarsecara a jelas menekankan jelas menekankan pentipentingnyangnya pemaha
pemahaman konsep-konman konsep-konsep sains, hakekat sains sertsep sains, hakekat sains serta a kekuatkekuatan dan an dan kelemkelemahannyahannya;a; (2) kemampuan dan
(2) kemampuan dan keterbketerbiasaan dengan iasaan dengan metodmetode e ilmiilmiah ah dinildinilai ai sebagasebagai i kemampkemampuanuan yang penting termasuk kemampuan untuk berdiskusi secara ilmiah tentang yang penting termasuk kemampuan untuk berdiskusi secara ilmiah tentang masalah-masalah sosial yang berhubungan dengan sains; (3) pemahaman tentang peranan masalah sosial yang berhubungan dengan sains; (3) pemahaman tentang peranan sains dalam masyarakat termasuk kemampuan menggunakan pengetahuan dan sains dalam masyarakat termasuk kemampuan menggunakan pengetahuan dan me-tode ilmiah dalam kehidupan sehari-hari.
tode ilmiah dalam kehidupan sehari-hari. d
d.. KKoonnsseep mp meelleek k sains merupakan konsep yang berkembang dari waktu ke waktu,sains merupakan konsep yang berkembang dari waktu ke waktu, dan rumusannya dipengaruhi oleh situasi masyarakat pada saat itu. Hal ini sejalan dan rumusannya dipengaruhi oleh situasi masyarakat pada saat itu. Hal ini sejalan den
dengan gan alaalasan san memmempropromosmosikaikan n melmelek ek sains sebagai bagian dari proses pengem-sains sebagai bagian dari proses pengem- bangan masyarakat.
bangan masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA DeBoer, E. G. (1991).
DeBoer, E. G. (1991). A History of Ideas A History of Ideas in Science Educationin Science Education. Teachers College Press.. Teachers College Press. New York.
New York.
National Science Teachers Association (NSTA). (2003).
National Science Teachers Association (NSTA). (2003). Standards for Science Teacher Standards for Science Teacher Preparation
Preparation. Tersedia:. Tersedia: http://NSTA/revised/2003http://NSTA/revised/2003. Diakses 22 Agustus 2010.. Diakses 22 Agustus 2010. Sarkim, T. (2005).
Sarkim, T. (2005). ScientScientific ific LiteraLiteracycy:: Sebuah Konsep Dalam Reformasi PendidikanSebuah Konsep Dalam Reformasi Pendidikan Sains
Sains. Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta.. Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta. Suhendra, Y. (2007).
Suhendra, Y. (2007). Perbandingan Gender Dalam Prestasi Literasi Siswa Indonesia Perbandingan Gender Dalam Prestasi Literasi Siswa Indonesia.. Tersedia: (
Tersedia: (http://upi.edu./makalah/jurnaluninus.html. Diakses 1 September 2010http://upi.edu./makalah/jurnaluninus.html. Diakses 1 September 2010.. Rustam
Rustaman, N. an, N. Y. (2003).Y. (2003). Literasi Sains Anak Indonesia 2000 & 2003 Literasi Sains Anak Indonesia 2000 & 2003. Makalah Literasi. Makalah Literasi Sains 2003. Bandung.