• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal Ami 2

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Jurnal Ami 2"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

NASKAH PUBLIKASI NASKAH PUBLIKASI

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. J DENGAN AKUT MIOKARD INFARK (AMI) ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. J DENGAN AKUT MIOKARD INFARK (AMI)

DI RUANG

DI RUANG INTINTENSENS IVE CORONARIVE CORONAR Y CARY CAR E UNE UNIT IT (ICCU)(ICCU) RUMAH SAKIT RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr.SOEHADI PRIJONEGORO SRAGEN

UMUM DAERAH Dr.SOEHADI PRIJONEGORO SRAGEN

Oleh : Oleh :

ARI PEBRU NURLAILY ARI PEBRU NURLAILY

J 230 113 009 J 230 113 009

PROGRAM PROFESI NERS PROGRAM PROFESI NERS FAKULTAS ILMU KESEHATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2012 2012

(2)
(3)

 _____________________________________________________________  Asuhan Keperawatan pada Tn. J dengan Akut Miokard Infark (AMI) di Ruang

Intensive Coronary Care Unit  (ICCU) RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen 2 SURAT PERNYATAAN

PUBLIKASI KARYA ILIMIAH

Bismillahirrahmanirrohim

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya:  Nama : Ari Pebru Nurlaily

 NIM : J 230 113 009

Fakultas /Jurusan : Ilmu Kesehatan/Program Profesi Ners Jenis : Karya Tulis Ilmiah

Judul : ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. J DENGAN

AKUT MIOKARD INFARK (AMI) DI RUANG  INTENSIVE CORONARY CARE UNIT (ICCU)  RUMAH

SAKIT UMUM DAERAH Dr.SOEHADI

PRIJONEGORO SRAGEN Dengan ini menyatakan bahwa saya menyetujui untuk:

1. Memberikan hak bebas royalti kepada Perpustakaan UMS atas penulisan karya ilmiah saya, demi pengembangan ilmu pengetahuan.

2. Memberikan hak menyimpan, mengalih mediakan/ mengalih formatkan, mengelola, dalam bentuk pangakalan data (database), mendistribusikanya, serta menampilkanya dalam bentuk  softcopy untuk kepentingan akademis kepada Perpustakan UMS, tanpa perlu menantumkan nama saya sebagai  penulis/pencipta.

3. Bersedia dan menjamin untuk menanggung secara pribadi tanpa melibatkan pihak Perpustakaan UMS, dari semua bentuk tuntutan hukum yang timbul atas pelanggaran hak cipta dalam karya ilmiah ini.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan semoga dapat digunakan sebagaimana semestinya.

Surakarta, 2 November 2012 Yang menyatakan,

(4)

KARYA TULIS ILMIAH

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. J DENGAN AKUT MIOKARD INFARK (AMI) DI RUANG INTENSIVE CORONAR Y CAR E UNIT (ICCU) RUMAH SAKIT

UMUM DAERAH Dr.SOEHADI PRIJONEGORO SRAGEN *Ari Pebru Nurlaily, S. Kep.

Mahasiswa Program Profesi Ners Keperawatan FIK UMS. Jln A Yani Tromol Post 1 Kartasura.

**Agus Sudaryanto, S. Kep., Ns., M. Kes.

Dosen Keperawatan FIK UMS. Jln A. Yani Tromol Post 1 Kartasura. ***Yani Indrastuti, S.Kep., Ns., M. Kep.

Pembimbing Klinik Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen ABSTRAK

Kardiovaskuler merupakan sebuah organ yang terdiri dari otot dan bekerja di luar kemauan kita (dipengaruhi oleh susunan saraf otonom). Penyakit  jantung koroner adalah salah satu akibat utama arteriosklerosis (pengerasan

pembuluh darah nadi). Di antara penyakit jantung koroner, infark miokard akut (IMA) merupakan bentuk yang paling berbahaya dengan angka kematian yang paling tinggi. Di RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen jumlah kasus infark miokard akut yang menjalani rawat inap dari bulan Januari hingga bulan Juli 2012 yaitu sebanyak 20 pasien. Dari 20 pasien tersebut, 15 pernah dirawat di ICCU. 5 pasien meninggal di IGD, salah satunya dikarenakan terlambatnya penanganan akibat komplikasi yang terlanjur parah. Tujuan karya tulis ini ialah untuk mengetahui dan mampu menerapkan teori ke dalam praktek asuhan keperawatan pada klien dengan akut miokard infark (AMI) di ruang Intensive Coronary Care Unit (ICCU) Rumah Sakit Umum Daerah Dr.Soehadi Prijonegoro Sragen. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, catatan medis dan studi kepustakaan. Hasil : Diagnosa utama pada kasus yaitu gangguan perfusi jaringan miokard berhubungan dengan Iskemik (penyempitan pembuluh arteri koronaria) teratasi sebagian dengan pemberian terapi oksigenasi, pemberian tirah baring (posisi semi fowler), dan pemberian terapi trombolitik. Masalah nyeri akut berhubungan dengan agen injury kimia (iskemia jaringan miokard) teratasi dengan terapi non farmakologi yang didukung dengan terapi farmakologi. Masalah intoleransi aktifitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai oksigen miokard dan kebutuhan tubuh teratasi sebagian, klien toleransi untuk duduk dengan kaki terjuntai. Masalah cemas berhubungan dengan perubahan status kesehatan teratasi dengan pemberian support dari keluarga dan tenaga medis terutama perawat.

Kata kunci : Akut Miokard Infark, Intensive Coronary Care Unit, Asuhan Keperawatan, Kardiovaskuler

(5)

 _____________________________________________________________  Asuhan Keperawatan pada Tn. J dengan Akut Miokard Infark (AMI) di Ruang

Intensive Coronary Care Unit  (ICCU) RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen 4 NURSING CARE TO Mr.J WITH ACUTE MYOCARDIAL INFARCTION (AMI) IN

ICCU (INTENSIVE CORONARY CARE UNIT) GENERAL REGION HOSPITAL Dr. SOEHADI PRIJONEGORO SRAGEN

By: Ari Pebru Nurlaily Abstract

Cardiovascular is an organ which composed of the muscles and work out to our will (influenced by the autonomic nervous system) . Coronary heart disease is the one of the main causes of arteriosclerosis (hardening of the arteries). Among the coronary heart disease, acute miocard infarction (AMI) is the most dangerious with the highest mortality rates. In Hospital Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen number of chase from acute micard infarction who’s hospitalized in January to July 2012 as many as 20 patient, 15 have been treated in ICCU. 5 patients died in the emergency room, one of them being late due to complication with severely. The purpose of these paper is to know and be able to apicable the theory in nursing care to client with acute miocard infarction (AMI) in Intensive Coronary Care Unit (ICCU) in Region General Hospital Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Technique collecting data using interviews, observation, physical examintaion, medical records and literature study. Result: The main diagnosis in this chase is perfusion disorders of myocardial with ischemic (coronary artery narrow) partial resolved by providing oxygenation therapy, giving bed rest (semi-fowler position), and thrombolic therapy. The problem of acute pain related to agent of chemical injury (ischemic of miocard) can be resolved with non-farmachology therapy which supported by farmachology therapy. The problem of daily activity related to inbalance between oxygen suply of myocardium and requirement of body partial resolved, tolerance of client can sit with the feet has pendanted. The problem of worried related to change of health status can be resolved, with giving support from family and medical team espceially nurse.

Keyword: Acute Miocard Infarction, Intensive Coronary Care Unit, Nursing Care, Cardiovascular.

Bibliographi : 43 (2002 – 2012)

PENDAHULUAN Latar Belakang

Kardiovaskuler merupakan sebuah organ yang terdiri dari otot dan bekerja menyerupai otot polos, yaitu bekerja di luar kemauan kita (dipengaruhi oleh susunan saraf otonom) (Syaifuddin, 2006). Pembuluh darah koroner merupakan

penyakit aliran darah (darah membawa oksigen dan makanan yang dibutuhkan miokard agar dapat berfungsi dengan baik). Penyakit  jantung koroner adalah salah satu akibat utama arteriosklerosis Pada keadaan ini pembuluh darah nadi menyempit karena terjadi endapan-endapan lemak (atheroma dan plaques) di dindingnya. Juga dapat

(6)

merupakan proses degeneratif, di samping banyak faktor lain. Penyakit  jantung koroner diantaranya angina

stabil, angina tidak stabil, infark miokard akut. Infark Miokard Akut (IMA) merupakan bentuk yang paling berbahaya (Soeharto, 2004).

Berdasarkan observasi, saat pertama klien masuk ICU perawat melakukan identifikasi masalah, observasi, memantau tanda-tanda vital dan memberikan posisi semi fowler   pada kasus akut miokard infark. Hal ini sesuai dengan pendapat Udjiati (2010).

Berdasarkan uraian di atas peneliti tertarik untuk membuat karya tulis ilmiah tentang penanganan kasus infark miokard akut dengan  judul “ Asuhan Keperawatan

Kegawatdaruratan Infark Miokard  Akut di Ruang ICCU RSUD Dr.

Soehadi Prijonegoro Sragen”. Perumusan Masalah

“Bagaimana Asuhan Keperawatan

pada pasien dengan

kegawatdaruratan Infark Miokard  Akut di ruang Intensive Coronary Care Unit   RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen?”

Tujuan Penelitian

Tujuan umum : Untuk mengetahui gambaran umum tentang asuhan keperawatan dengan kegawatdaruratan Infark Miokard  Akut dan mampu menerapkan suatu konsep tentang asuhan keperawatan secara komprehensif melalui proses

a. Mampu melakukan pengkajian yang tepat pada pasien dengan Infark Miokard Akut.

b. Mampu melakukan analisa data dan menegakkan diagnosa keperawatan pada pasien infark Miokard Akut.

c. Mampu menyusun intervensi keperawatan pada pasien dengan Infark Miokard Akut. d. Mampu melakukan implementasi

keperawatan pada pasien dengan Infark Miokard Akut. e. Mampu mengevaluasi hasil

asuhan keperawatan pada pasien dengan Infark Miokard  Akut.

f. Mampu mendokumentasikan asuhan keperawatan yang telah diberikan pada pasien dengan kegawatdaruratan Infark Miokard  Akut.

g. Mampu mengidentifikasi kesenjangan antara teori dan praktek di ruang ICCU RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro.

TINJUAN PUSTAKA

Infark Miokard Akut (AMI) Definisi

Harga Infark miokardium mengacu pada proses rusaknya  jaringan jantung akibat suplai darah yang tidak adekuat sehingga aliran darah koroner berkurang (Ardiasyah, 2012). Menurut Sudoyo (2007), Infark miokard akut adalah nekrosis miokard akibat aliran darah ke otot  jantung terganggu.

Infark miokardium akut (IMA) didefinisikan sebagai nekrosis

(7)

 _____________________________________________________________  Asuhan Keperawatan pada Tn. J dengan Akut Miokard Infark (AMI) di Ruang

Intensive Coronary Care Unit  (ICCU) RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen 6 koroner (Muttaqin, 2009). Sedangkan

menurut (Stillwell, 2011) kematian  jaringan miokard disebabkan oleh penurunan suplai darah ke miokardium, infark miokardium dapat disebabkan oleh ateroskerosis, spasme arteri koroner atau sering karena thrombosis koroner.

Etiologi

Pada umumnya disebabkan oleh penyumbatan arteri koroner secara tiba-tiba, yaitu karena pecahnya plaklemak atherosklerosis pada arteri koroner (Soeharto, 2004).

Manifestasi Klinis

1. Nyeri sering disertai dengan sesak nafas, pucat, keringat dingin, diaforesis berat, pening atau kepala terasa melayang dan mual muntah, pasien terus menerus mengubah posisinya di tempat tidur, hal ini dilakukan untuk menemukan posisi yang dapat mengurngi rasa nyeri, namun tidak berhasil (Davey 2008).

2. Dari pemeriksaan laboratorium ditemukan peningkatan enzim  jantung.

3. Pemeriksaan EKG. Komplikasi

Komplikasi Infark Miokard akut menurut Ismudiati (2004), yaitu :

1. Gangguan irama dan konduksi 2. Syok kardiogenik

3. Gagal jantung kiri atau kanan 4. Emboli paru, arteri sistemik,

infark paru

5. Sumbatan pembuluh darah otak 6. Ruptur jantung

7. Disfungsi dan ruptur muskulus papilaris

METODOLOGI Desain

Metode yang digunakan dalam studi kasus ini adalah metode deskriptif dengan pemaparan kasus dan menggunakan pendekatan proses keperawatan.

Tempat dan Waktu

Pengumpulan kasus

dilaksanakan pada tanggal 8 sampai dengan 10 bulan Juli 2012 di ruang Intensive Coronary Care Unit RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen.

Teknik Pengambilan Data 1. Wawancara

Wawancara dilakukan untuk mendapatkan data subjektif dengan menggunakan pertanyaan terbuka atau tertutup, penulis bertanya langsung kepada klien dengan demikian akan memudahkan penulis untuk

mengetahui masalah

keperawatan klien. 2. Pemeriksaan Fisik

Pada pemeriksaan fisik yang dilakukan adalah inspeksi, palpasi , perkusi, dan auskultasi, dilakukan sebagai data utama. 3. Observasi

Penulis melakukan pengamatan untuk mendapatkan data yang objektif dilakukan langsung terhadap klien secara nyata berdasarkan pengamatan sehingga data yang didapatkan menjadi lengkap.

4. Studi Dokumentasi

Penulis menggunakan berbagai sumber catatan medis serta hasil pemeriksaan penunjang untuk membahas tentang akut miokard infark.

5. Metode Kepustakaan

Untuk menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini maka

(8)

penulis mengumpulkan data-data dengan menggunakan berbagai sumber (buku, jurnal, artikel, dan web).

Keabsahan Data

Keabsahan data dalam karya tulis ilmiah ini tidak dilakukan, karena instrumen yang digunakan sudah baku. Instrumen dalam karya tulis ilmiah ini adalah menggunakan lembar observasi dan dokumentasi dalam bentuk status data pasien, standar asuhan keperawatan dan NCP (Nursing Care planning).

Teknik Analisa Data

1. Mengorganisasikan Data

2. Menguji Asumsi atau Permasalahan yang ada terhadap Data

3. Menulis Hasil

Etika

1. Self Determination

Calon responden memiliki hak untuk mengambil keputusan untuk berpartisipasi dalam penelitian, tanpa resiko menimbulkan hukuman atau perlakuan yang merugikan.

2. Anonimity & Confidentiality

Responden memilik hak untuk mengharapkan bahwa setiap data yang mereka berikan akan dijaga kerahasiaannya dengan ketat.

3. Privacy & Dignity

Digunakan untuk melindungi akses, melakukan kontrol, dan penyebaran informasi pribadi.

4. Fair threatment

Responden diperlakukan dengan baik dalam artian

yang merugikan karena mereka telah memberikan informasi. 5. Protection from discomfort and

harm

Responden mendapatkan perlindungan dari hasil pempublikasian naskah, perlindungan tersebut meliputi: fisik dan psikologis.

PEMBAHASAN

Diagnosa keperawatan yang menonjol pada kasus akut miokard infark khususnya pada Tn. J, yaitu:

1. Gangguan perfusi jaringan miokard berhubungan dengan Iskemik (penyempitan pembuluh arteri koronaria).

Pada Tn. J dilakukan pemantauan tanda-tanda vital dengan bed side monitor. Pemantauan tanda-tanda vital secara kontinyu hingga kondisi stabil dilakukan saat klien diberi obat agens antiangina yaitu isorbid 1 mg & trizedon MR 35 mg dengan efek hipotensi dan takikardi yang dapat meningkatkan kerja miokard dan dapat mempresipitasi pembuluh darah serebral ((Jevon & Ewens, 2009), (Djuanda, 2010)).

2. Nyeri akut berhubungan dengan agen injury kimia (iskemia  jaringan miokard).

Tindakan yang dilakukan adalah menganjurkan kepada klien untuk melakukan nafas dalam dan memberikan terapi farmakologi sesuai program yaitu zypras 0,25 mg.

(9)

 _____________________________________________________________  Asuhan Keperawatan pada Tn. J dengan Akut Miokard Infark (AMI) di Ruang

Intensive Coronary Care Unit  (ICCU) RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen 8 3. Intoleransi aktifitas berhubungan

dengan ketidakseimbangan suplai oksigen miokard.

Tindakan yang dilakukan adalah membatasi aktivitas klien dan menganjurkan istirahat untuk mengurangi kerja jantung.

4. Cemas berhubungan dengan perubahan status kesehatan.

Tindakan yang dlakukan yaitu memberikan dukungan positif kepada klien serta menganjurkan pada klien untuk mengekspresikan perasaan takutnya.

SIMPULAN

Pada Asuhan Keperawatan Tn. J dengan kegawatdaruratan Akut Miokard Infark di ruang Intensive Coronary Care Unit   RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen” dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :

1. Dari hasil pengkajian ditemukan tiga diagnosa keperawatan utama pada Tn. J yaitu gangguan perfusi jaringan miokard berhubungan dengan iskemik. Nyeri berhubungan dengan skemik jaringan miokard terhadap sumbatan arteri. Intoleransi aktifitas berhubungan dengan ketidakseimbangan suplai oksigen miokard, dimana kebutuhan ADL klien dibantu orang lain. Cemas berhubungan dengan perubahan status kesehatan, keadaan yang belum pernah dialami sebelumnya.

2. Tindakan keperawatan yang dilakukan pada kasus Akut Miokard Infark (AMI) diantaranya yang tepat yaitu memberikan tirah baring posisi semi fowler, monitor tanda-tanda vital dengan memanfaatkan bet side monitor , tehnik relaksasi napas dalam, immobilisasi  klien di tempat tidur, memberikan terapi oksigen 3 lt/menit, dan memberikan terapi sesuai program.

3. Hasil dan evaluasi dari tindakan keperawatan yang telah dilakukan adalah klien dalam keadaan yang cukup baik, klien mengatakan nyeri dada sudah tidak dirasakan lagi, badan segar dan tidak lemas, serta klien rileks.

SARAN

Dari asuhan keperawatan pada Tn. J dengan  Acute Miocardyal Infarct (AMI)  di ruang Instalasi Cardiac Care Unit (ICCU) RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, diharapkan demi kemajuan selanjutnya maka penulis menyarankan kepada:

1. Instalasi pelayanan kesehatan diharapkan meningkatkan kinerja perawat dan tenaga medis dengan memberikan pelatihan dan melengkapi peralatan yang mendukung Percutanius Transluminal Angioplasti, sehingga dapat meningkatkan asuhan keperawatan terhadap pasien khususnya pasien dengan  Acute Miocardyal Infarct (AMI). Rumah sakit diharapkan  juga untuk menambah jumlah tenaga kesehatan khususnya perawat di ruang ICCU. Perlu

(10)

diperhatikannya hak dan kewajiban klien dan keluarga yang sudah berjalan namun belum optimal pelaksanaannya. 2. Perawat pelaksana perlu

memantau vital sign tiap 60 menit sekali khususnya pada klien dengan  Acute Miocardyal Infarct (AMI ) sehingga dapat memenuhi serta meningkatkan asuhan keperawatan klien. Perlunya memberikan orientasi dan informasi kepada pasien baru beserta keluarganya mengenai hak dan kewjiban pasien dan keluarga.

3. Setelah usainya dan pulihnya klien dari sakit disaranakan agar

lebih memperhatikan

kesehatannya terutama dalam hal memperhatikan diet dan pola makan, mengurangi pikiran yang dapat menimbulkan stress.

4. Diharapkan dosen pengajar di institusi pendidikan menambah pengalaman khususnya di lahan praktek (rumah sakit, puskesmas, atau tempat pelayanan kesehatan yang lain) sehingga dapat memadu padankan antara ilmu teori dan ilmu terapan (kondisi dan situasi) yang dijumpai di lahan praktek.

DAFTAR PUSTAKA

 Ardiansyah, M. 2012. Medikal Bedah Untuk Mahasiswa. Jogjakarta : DIVA Press

Ismudiati, dkk. 2004. Buku Ajar Kardiologi . Jakarta : Balai Penerbit FKUI.

Jevon, P. & Ewens, B. 2009. Pemantauan Pasien Kritis. Edisi Kedua. Judul Asli : Monitoring the Critically Ill Patient. Jakarta : Erlangga. Muttaqin, A .2009. Pengantar Asuhan

Keperawatan Klien dengan

Gangguan Sistem

Kardiovaskular . Jakarta : Salemba Medika

Soeharto, I. 2004. Serangan Jantung dan Stroke Hubungannya dengan Lemak dan Kolesterol Edisi Kedua.  Jakarta :PT Gramedia Pustaka Utama. Stillwell, S. B. 2011. Pedoman

Keperawatan Kritis. Edisi 3. Jakarta : EGC.

Sudoyo, A. W, dkk. 2007. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid III. Jakarta : FKUI.

Syaifuddin. 2006. Anatomi Fisiologi Edisi 3. Jakarta : EGC.

Udjianti, W. J. 2010. Keperawatan Kardiovaskular. Jakarta : Salemba Medika.

*Ari Pebru Nurlaily, S.Kep.

Mahasiswa Program Profesi Ners Keperawatan FIK UMS. Jln A Yani Tromol Post 1 Kartasura.

**Agus Sudaryanto, S.Kep.,Ns.,M.Kes. Dosen Keperawatan FIK UMS. Jln A. Yani Tromol Post 1 Kartasura.

***Yani Indrastuti, S.Kep., Ns., M. Kep. Pembimbing Klinik Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen

Ari Pebru Nurlaily

Universitas Muhammadiyah Surakarta Jetis - Sukoharjo

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan karya tulis ilmiah ini mengetahui dan mampu menerapkan teori kedalam praktek asuhan keperawatan pada klien dengan kegawat daruratan pada pasien stroke hemoragik.

ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN KEGAWATDARURATAN AKUT MIOKARD INFARK DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT RSUD KOTA SALATIGA.. xv + 31 halaman + 3 gambar +

Secara garis besar intervensi yang dilakukan pada klien dengan Akut Miocard Infark (AMI) menurut Mansjoer (2001) adalah meningkatkan oksigenasi dengan pemberian

Disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan lama hari rawat pada pasien Akut Miokard Infark (AMI) di Ruang ICVCU RSUD Dr.. Moewardi

Studi kasus ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang Asuhan Keperawatan pada pasien Acute Myocard Infark (AMI) dengan gangguan pola napas tidak efektif yang

Tujuan karya tulis ilmiah ini mengetahui dan mampu menerapkan teori ke dalam praktik asuhan keperawatan pada klien dengan kegawat daruratan cidera kepala berat di

Secara garis besar intervensi yang dilakukan pada klien dengan Akut Miocard Infark (AMI) menurut Mansjoer (2001) adalah meningkatkan oksigenasi dengan pemberian

Hasil studi menunjukkan bahwa pengelolaan asuhan keperawatan pada pasien infark miokard akut dalam pemenuhan kebutuhan aman dan nyaman dengan masalah keperawatan nyeri akut yang