• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ns. Zahlimar, S.Kep, M.Kep Dosen Akper Setih Setio Muara Bungo ABSTRAK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Ns. Zahlimar, S.Kep, M.Kep Dosen Akper Setih Setio Muara Bungo ABSTRAK"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

PERBEDAAN UMUR ANTARA IBU YANG MELAHIRKAN BAYI BBLR DENGAN IBU YANG MELAHIRKAN BAYI TIDAK BBLR DIRUANG

KEBIDANAN RSUD H. HANAFIE MUARA BUNGO TAHUN 2015

Ns. Zahlimar, S.Kep, M.Kep Dosen Akper Setih Setio Muara Bungo

Email: [email protected] ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan umur antara ibu yang melahirkan bayi BBLR dengan ibu yang melahirkan bayi tidak BBLR, penelitian ini dilakukan di RSUD H. Hanafie Muara Bungo pada bulan agustus 2010. Penelitian ini merupakan penelitian komparatif (perbandingan dan perbedaan) dengan uji Mann-whitney dengan distribusi data yang tidak normal. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pasien ibu post partum. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 374 atau semua ibu yang melahirkan di RSUD H.Hanafie Muara Bungo. Data diperoleh dari ruangan kebidanan dengan cara melihat buku register dan status pasien.

Hasil penelitian diperoleh dari 374 ibu yang melahirkan,yaitu 59 ibu (15,8%) yang melahirkan bayi BBLR dan sebanyak 315 ibu (84,2%) yang melahirkan bayi tidak BBLR. Umur ibu yang melahirkan bayi BBLR meannya adalah 31,44, median 36,00, modus 38, dan standar deviasinya 8,904, sedangkan umur ibu yang melahirkan bayi normal meannya adalah 27,86, median 28,00, modus 30, dan standar deviasinya 5,510.

Dari hasil uji statistic dengan menggunakan uji Mann-Whitney, diperoleh mean rank umur ibu yang melahirkan bayi BBLR adalah 233,61. Sedangkan mean rank umur ibu yang melahirkan bayi normal adalah 178,86. Dengan P value 0,001 dan dipastikan kurang dari nilai alpha 0,05. Jadi demikian terlihat ada perbedaan yang signifikan antara umur ibu yang melahirkan bayi BBLR dengan umur ibu yang melahirkan bayi normal di RSUD H. Hanafie Muara Bungo Tahun 2010.

PENDAHULUAN

Tujuan pembangunan kesehatan menuju Indonesia sehat 2010 adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang, agar terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang optimal melalui terciptanya bangsa dan Negara

Indonesia yang ditandai oleh penduduknya hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku yang sehat, memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang optimal diseluruh wilayah republik Indonesia (Depkes RI,1999).

(2)

PERBEDAAN UMUR ANTARA IBU YANG MELAHIRKAN BAYI BBLR DENGAN IBU YANG MELAHIRKAN BAYI TIDAK BBLR DIRUANG KEBIDANAN RSUD H. HANAFIE MUARA BUNGO TAHUN 2015

Jurnal Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai Riau Page 10

Angka kematian ibu hamil dan melahirkan di indonesia menurut kepala badan koordinasi keluarga berencana nasional (BKKBN) tergolong masih tinggi yakni mencapai 307 orang per 100 ribu kelahiran. Setiap tahun, karna berbagai sebab tidak kurang dari 15.700 wanita Indonesia meninggal dunia selama proses kehamilan dan kelahiran, jumlah ini tergolong tinggi jika dibandingkan dengan angka kematian ibu di Negara tetangga seperti filiphina, Malaysia,singapura dan brunei Darussalam.

Dibeberapa Negara asia tahun 2001, juga mengalami peningkatan kejadian bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Lainnya, seperti di Bangladesh 30 %, india 2,25%, kamboja 8,9%, Pakistan 21,4%, Myanmar 16%, Vietnam 8,9%, srilangka 17% dan cina 5,9%. (Depkes RI, 2003).

Kejadian BBLR dipengaruhi oleh beberapa factor yang terdapat pada ibu hamil itu sendiri diantaranya hipertensi, pendarahan antepartum, anemia, infeksi, usia, pendidikan, paritas dan frekuensi.

Derajat kesehatan masyarakat ditunjukkan dengan angka kematian ibu( AKI) ,angka kematian bayi (AKB), status gizi dan umur harapan hidup. Pencapaian derajat kesehatan di provinsi jambi keadaan tahun 2004 dibandingkan angka nasional (Indonesia sehat 2010) masih tertinggal, yaitu angka kematian bayi AKB “ indek mortalital race” (IMR) 41,09/1000 kelahiran hidup (nasional 2010;40) AKB “ cai mortalital race” (CMR) 45,21/1000 kelahiran hidup (nasional 2010;35) angka kematian ibu (AKI) 215,8/1.00.000 kelahiran hidup (nasional 2010;67,9) status gizi

masyarakat masih sangat rendah, terutama balita dan ibu hamil.)

Angka kematian ibu dan bayi serta bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) yang tinggi pada hakekatnya juga ditentukan oleh usia si ibu. Berat badan lahir rendah berkorelasi dengan usia ibu, persentase tertinggi bayi dengan berat badan lahir rendah pada kelompok remaja dan wanita berusia lebih dari 40 tahun (Bobak, 2004).

Berdasarkan data yang didapat dari rekam medic RSU H.Hanafie Muara Bungo diketahui1109 pasien yang melahirkan selama tahun 2009 yang terbagi 4 tri semester. Pada trisemester I (Januari, Februari dan Maret), diketahui 319 pasien yang post partum, dimana 106 pasien melahirkan normal, 203 pasien melahirkan section secaria, dan 13 pasien melahirkan bayi dengan BBLR.

Untuk trisemester II (april, mei,dan juni) diketahui 410 pasien yang postpartum, dimana 54 pasien melahirkan normal, 356 pasien melahirkan section secaria dan 35 pasien melahirkan bayi dengan BBLR. Pada trisemester III (juli,agustus dan September) diketahui 224 pasien post partum, dimana 38 pasien melahirkan normal, 186 pasien section secaria dan 19 pasien melahirkan bayi dengan BBLR.

Trisemester IV (oktober,

November, desember)

diketahuisebanyak 156 pasien post partum, 64 pasien melahirkan normal, 92 pasien melahirkan section secaria dan 51 pasien melahirkan bayi dengan BBLR.

Jadi selama tahun 2009 telah terjadi 118 kejadian BBLR, sehingga

(3)

dapat diratakan bahwa telah terjadi 9 kasus kejadian BBLR tiap bulannya.

Dari uraian latar belakang diatas, peneliti merasa tertarik untuk meneliti tentang “perbedaan umur antara ibu yang melahirkan bayi BBLR dengan ibu yang melahirkan bayi normal di RSUD H.Hanafie Muara Bungo tahun 2010.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat komparatif. Untuk mengetahui perbedaan umur antara ibu yang melahirkan bayi BBLR dengan ibu yang melahirkan.

Sampel dalam penelitian ini adalah berdasarkan pada populasi yang ada dan metode yang digunakan dalam menentukan sampel yaitu menggunakan total populasi. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang melahirkan di ruang kebidanan RSUD H.Hanafie Muara Bungo selama bulan januari sampai dengan juli 2010 sebanyak 374 ibu melahirkan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Setelah dilakukan penelitian didapat hasil bahwa dari 374 ibu yang melahirkan yaitu 59 ibu(15,8%) yang melahirkan bayi BBLR dan sebanyak 315 ibu (84,2%) yang melahirkan bayi tidak BBLR.

Asumsi peneliti ibu yang tidak melahirkan bayi BBLR dikarenakan ibu tersebut melahirkan pada usia diatas 20 tahun dan dibawah 35 tahun, hal ini didukung

oleh teori dari

(martaadisoebrata,1982) yang mengatakan, usia yang dianggap

optimal untuk kehamilan adalah antara 19-35 tahun.

Rerata umur ibu yang melahirkan bayi BBLR nilai meannya adalah 31,44 tahun, median 36,00 tahun, modus 38 tahun, dan standar deviasinya 8,904. Sedangkan untuk umur ibu yang melahirkan bayi normal nilai meannya adalah 27,86 tahun, median 28,00 tahun, modus 30 tahun, dan standar deviasinya 5, 510.

Di asumsi oleh peneliti bahwa umur ibu yang di anggap optimal adalah 19 sampai dengan dibawah 35 tahun, sedangkan ibu yang berisiko melahirkan BBLR adalah diatas 35 tahun, hal ini dikarenakan dibawah 19 tahun belum siap secara mental sedangkan diatas 35 tahun, hal ini dikarenakan dibawah 19 tahun belum siap secara mental sedangkan diatas 35 tahun sudah mengalami penurunan fungsi alat reproduksi.

Hal ini didukung oleh teori dari magill dan Wilcox (2007) yang mengatakan pada remaja usia 13-19 tahun memiliki peningkatan resiko komplikasi maternal selama kehamilan dan persalinan, dan juga pada janin seperti persalinan premature, BBLR, kematian bayi.

Hasil penelitian ini setelah dilakukan uji statistic dengan menggunakan uji Mann-whitney, diperoleh mean rank umur ibu yang melahirkan bayi BBLR adalah 233,61. Sedangkan mean rank umur ibu yang melahirkan bayi normal adalah 178,86. Dengan P value 0,001 dan dipastikan kurang dari nilai alpha 0,05. Jadi demikian terlihat ada perbedaan yang signifikan antara umur ibu yang melahirkan bayi BBLR dengan umur ibu yang

(4)

PERBEDAAN UMUR ANTARA IBU YANG MELAHIRKAN BAYI BBLR DENGAN IBU YANG MELAHIRKAN BAYI TIDAK BBLR DIRUANG KEBIDANAN RSUD H. HANAFIE MUARA BUNGO TAHUN 2015

Jurnal Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai Riau Page 10

melahirkan bayi normal di RSUD H.Hanafie Muara Bungo tahun 2010. Diasumsikan oleh peneliti bahwa ibu yang berumur 35 tahun ke atas sangat beresiko untuk melahirkan bayi BBLR , sedangkan umur yang optimal untuk melahirkan adalah 19 tahun sampai dengan kurang dari 35 tahun, dan hal ini juga harus dipenuhi dengan nutrisi yang sangat baik pada saat masa kehamilan.

Hal ini juga didukung oleh (Nur asnah sitohang, 2004) yang mengatakan prematuritas tertinggi ialah pada usia < 20 tahun, dan multi gravida yang jarak kelahiran terlalu dekat. Kejadian terendah ialah pada usia antara 26-35 tahun.

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Berdasarkan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui perbedaan umur ibu yang melahirkan bayi BBLR dengan umur ibu yang melahirkan bayi normal di ruang kebidanan Rumah Sakit Umum Daerah H.Hanafie Muara Bungo tahun 2010,maka dapat disimpulkan: a. Umur ibu yang melahirkan bayi

BBLR meannya adalah 31,44, median 36,00, modus 38 dan standar deviasinya 8,904

b. Umur ibu yang melahirkan bayi normal meannya adalah 27,86, median 28,00, modus 30 dan standar deviasinya 5,510.

c. Ada perbedaan yang signifikan antara umur ibu yang melahirkan bayi BBLR dengan ibu yang melahirkan bayi normal di ruang kebidanan rumah sakit umum daerah H.Hanafie Muara Bungo tahun 2010 dengan nilai P value 0,001.

Saran

Diharapkan agar petugas kesehatanyang ada di RSUD H.Hanafie lebih mengerti tentang perawatan ibu dan bayi, serta dapat memberikan penyuluhan tentang umur ibu yang baik pada saat ingin melahirkan.

DAFTAR PUSTAKA

Asrining, Surasmi. (2003). Perawatan Bayi Resiko Tinggi. EGC : Jakarta

Bobak (2004). Buku Ajar Keperawatan Maternitas. EGC: Jakarta

Martaadisoebrata. (1982). Observasi Sosial. EL Star Offset: Bandung Nursalam. 2003. Konsep dan

Penelitian Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Edisi Pertama. Selemba Medika. Jakarta

Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. (2007). Buku Kuliah 3 Ilmu Kesehatan Anak. Info Medika: Jakarta

http://adobereader.wordpress.

diperoleh tanggal 3 september 2013

Umar. (2004). Pencegahan diare pada balita. Dari http://diarepunyaku.wordpres s. diperoleh tanggal 1 september 2013

Pradipta. (2011). Peran mahasiswa kedokteran dalam pencapaian MDGs. Dari

(5)

http://ranyaterus.com.diperole h tanggal 4 september 2013 Warman. (2011). Hubungan faktor

lingkungan, faktor ekonomi dan pengetahuan ibu dengan kejadian diare akut pada

balita. Dari

http://yayanakhyor.wordpress

. diperoleh tanggal 4 september 2013

Referensi

Dokumen terkait

Metode yuridis sosiologis yaitu melihat hukum sebagai perilaku manusia dalam masyarakat, artinya suatu penelitian yang dilakukan terhadap keadaan nyata masyarakat

Dari ketiga hasil percobaan di atas maka dapat disimpulkan bahwa logam Cu lebih resisten daripada logam Zn dan Al yang ditunjukkan dengan zona bebas bakteri sebesar 0,8 cm serta

Raya Kelet-Keling, Keling 23 SMA Negeri 1 Donorojo Jl. Benteng Portugis, Donorojo 24 SMK Datuk Singaraja Kedung

Berkenaan dengan penyusunan skripsi dengan judul “ PENGARUH ATRIBUT PRODUK DAN MOTIVASI KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KARTU SELULER PRABAYAR TELKOMSEL

terhadap peningkatan kecepatan dan kelincahan pada pemain sepakbola UNDIKMA FC, dan serta penelitian model ini adalah untuk menghasilkan suatu produk program latihan

Hasil dari perancangan database ini dihasilkan 6 struktur tabel database yang disesuaikan dengan kebutuhan dari aplikasi analisis pemeriksaan penyakit melalui citra

Beberapa nyamuk Anopheles yang masuk rumah untuk mencari darah, beristirahat di dalam rumah selama beberapa jam setelah mengisap darah, kemudian keluar mencari

Jadi nilai MSE yang rendah dan nilai PSNR yang tinggi akan lebih baik dalam hasil pemrosesan citra yang terkena derau....